Macaron.

Apa kamu sudah bisa membayangkan rasa manis nya?

.

.

.

.

Sweet

Story by : RinRasvt

Warning! : Typo bertebaran,BxB, Alur kagak jelas, ,OOC.

Genre : Friendship & Romance dan sedikit humor.

Disclaimer : Karakter disini asuhan dan anak dari ayah dan ibu mereka.

.

.

.

.

Enjoy!

Chapter 3 : VerKwan

Pemuda berwajah asing itu melangkah dengan ringan sambil bergumam entah apa. Wajah nya yang tampan itu berhasil membuat beberapa pejalan kaki berhenti untuk melihat wajah nya.

Sungguh tampan

Pemuda itu akhirnya sampai ke tempat tujuannya, Toko Kue.

Saat pemuda itu melangkahkan kaki nya ke dalam toko, wangi yang manis memasuki indera penciuman nya.

' Aku mengerti kenapa toko ini benar-benar menjadi tempat favorit ibu'Pikirnya sejenak kemudian melangkah ke arah display kue.

" Permisi, Tuan mau pesan apa?" Suara lembut merambat masuk ke telinga Vernon –nama pemuda itu- dan membuat nya menatap pelayan yang berada di depannya –terpisah karena display tentu saja-

" Ah, Aku belum menentukannya err—"

" Seungkwan. Boo Seungkwan" Ujarnya kembali sambil tersenyum amat manis dan membuat Vernon terpanah melihat senyumannya.

" uh, Tuan? Anda tidak apa apa?" Vernon menganggukkan kepalanya dan melanjutkan kegiatannya mencari kue yang tepat.

" Bisa aku pesan Red Velvet dan Chocolate Vanilla Cake?" Ujar Vernon dan dibalas dengan anggukan pelan dari Seungkwan.

" Oh, dan bisakah diantarkan kerumah ku? Tapi aku ingin kamu yang mengantarnya, Seungkwan-ssi " Seungkwan hanya tersenyum mendengar permintaan pelanggannya itu kemudian mengangguk.

" Akan ku usahakan, Vernon-ssi. Silahkan tulis alamat dan nomor rumah anda dan aku akan mengantarnya." Seungkwan memberikan secarik kertas dan pulpen untuk Vernon sambil tersenyum. Setelah selesai menulis alamat dan nomor rumahnya, Vernon pun permisi pulang ke Seungkwan dan akan membayar kue nya jika sudah sampai.

Seungkwan tersenyum sambil melambai ke arah Vernon kemudian melangkah ke arah dapur dengan perasaan yang senang, entah mengapa.

" Mingyu-ssi, ada pesanan. Red velvet cake and Chocolate vanilla cake." Ujar Seungkwan kepada salah satu Pastry Chef favoritnya, Kim Mingyu.

" Banyak sekali, Seungkwan." Ujar pemuda tampan berkulit tan itu.

" Pemuda berwajah bule yang memesannya. Aku terkejut karena bahasa korea nya sangat bagus." Seungkwan tersenyum saat memberitahu tentang Vernon ke Mingyu

" Benarkah? Siapa namanya?" Ujar Mingyu sambil mengelap tangannya.

" Um, Vernon." Mingyu menatap Seungkwan tak percaya kemudian menepuk bahu Seungkwan.

" K-kau... yakin?" Seungkwan menganggukan kepala dengan polos nya dan bertanya kenapa.

Wonwoo yang berada tidak jauh dari Seungkwan pun berjalan ke arah mereka, penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.

" Kau tidak tahu siapa Vernon itu, Seungkwan?" tanya Wonwoo dengan wajah datarnya.

" Tidak, siapa dia, Wonwoo-hyung?"

Wonwoo dan Mingyu saling bertatapan kemudian tersenyum tipis.

" Cari tahu sendiri ya?"

Hari sabtu

13.17 Pm

Seungkwan POV

Hari ini sebenarnya aku tidak bertugas, tetapi permintaan pelanggan yang bernama Vernon itu harus di penuhi.

Aku heran dengan sikap Wonwoo-hyung dan Mingyu kemarin. Mereka tahu sesuatu tentang Vernon.

Oh, aku sudah sampai ke rumah Vernon. Tunggu, sepertinya dia orang kaya.

INI LEBIH TEPATNYA MANSION DARIPADA RUMAH, VERNON-SSI!.

Aku menggelengkan kepala, berusaha menyingkirkan pikiran aneh ku tadi tentang rumah Vernon.

Aku berharap dia menyukai kue buatan Mingyu dan Macaron buatan kusebagai hadiah karena telah memesan dua kue.

Ah, aku takut dia tidak menyukainya.

Seungkwan POV end

Seungkwan dengan sedikit keraguan menekan bel rumah Vernon.

' Aku berharap Vernon-ssi saja yang membuka pintu' Pikirnya sambil tersenyum tipis.

Pintu terbuka memperlihatkan seorang gadis yang wajahnya sangat cantik dan manis.

Pupus sudah harapan Boo Seungkwan.

" Oh! Vernon-Oppa! Ada teman mu! Ah, tunggu sebentar ya, Oppa" Ujar gadis itu dan dibalas dengan anggukan dari Seungkwan.

Saat gadis itu berlalu, datanglah Vernon dengan senyumannya.

" Ah, Seungkwan? Terima kasih sudah mengantarkannya kesini." Ujar Vernon sambil memberikan uang kepada Seungkwan.

" Ah, tidak. Ini sudah kewajiban kami memenuhi permintaan pelanggan." Vernon tersenyum sambil menerima plastik dari Seungkwan.

" Ah? Macaron? Perasaan ku aku tidak memesannya, Seungkwan-ssi."

" Ah, em... itu hadiah karena telah membeli dua kue dari toko dan aku membuatnya spesial untuk mu, Vernon-ssi!" Ujar Seungkwan sambil tersenyum lebar ke Vernon.

" A-ah? Benarkah? T-terima kasih..." Ujar Vernon sedikit malu mendengar perkataan Seungkwan.

" Kalau begitu, saya permisi dulu, Vernon-ssi. Selamat siang." Dan Seungkwan berlalu pergi setelah tersenyum ke Vernon.

Sofia mendekati Vernon setelah kakaknya itu selesai menutup pintu.

" Oppa, Itu gebetan mu? Dia manis sekali."

" Iya, Sofia. Sebentar lagi juga bakal lebih."

" Namanya siapa, Oppa?"

" Boo Seungkwan. Nanti akan menjadi Chwe Seungkwan, Sof. Ah, ini kue untuk mu dan Kyla."

Tiga minggu kemudian

Hari Rabu

16.23 Pm

Choi's Cafe

Vernon kembali menyesap kopi sambil berbincang dengan pemuda didepannya. Iya, pemuda itu pujaan hatinya, Boo Seungkwan.

Seungkwan kebetulan tidak ada shift di toko kue hari ini, jadi Vernon mengajaknya untuk jalan-jalan.

Oke, sebut saja kencan.

" Astaga, Vernon. Aku baru tau kalau Seokmin-hyung berpacaran dengan sepupu mu. Ah, sampaikan salam ku kepada sepupu mu ya." Vernon mengangguk pelan sambil mengusap sudut bibir Seungkwan dengan ibu jarinya.

" Ada bekas macaron. Kamu makan macaron nya tidak hati-hat—Eh? Seungkwan kamu sakit?"

" Ti-tidak, Vernon. Perlakuan mu itu sedikit—" Vernon tertawa kecil dibuatnya, sudah jelas Seungkwan malu. Vernon pun menatap mata Seungkwan.

" Seungkwan-ie, kamu tahu tidak persamaan mu dengan macaron?" Seungkwan menggeleng, tanda tidak tahu.

" Kamu itu terlihat keras, padahal rapuh. Benar-benar seperti macaron kan?" Vernon tersenyum tipis. Seungkwan berpikir sebentar kemudian mengangguk.

" Kemudian, rasanya manis. Sangat manis. Seperti sifat mu juga, Senyum mu, tingkah mu dan apa pun yang kamu lakukan sangat manis"

Tuhan, tolong Seungkwan sekarang juga.

Vernon menggenggam tangan Seungkwan kemudian tersenyum lembut ke arahnya.

" Kamu butuh seseorang yang akan menjaga mu dan itu aku. So, will you be my Boyfriend?"

.

.

.

" Jujur saja, aku tidak terlalu menyukai macaron karena rasanya yang sangat manis. Tetapi,jika macaron nya bernama Boo Seungkwan, aku tidak masalah."

Hansol Vernon Chwe.

.

.

.

Note :

Verkwan? Done!

Maaf Rin jadi jarang aktif :'). Tugas numpuk huhu :'(.

Rin harap kalian suka~

Tunggu chapter selanjutnya ya~

Last word, Review?