Di wattpad (shinochu) ini udah dipost sampe 5 chapters. Cusss follow shinochu ya^^

Btw kalo yg bacanya dif fn, kasih review juga yaaa ;) buat jadi moodbooster uhuyyy

2

Hening malam yang seharusnya dinikmati Jungkook untuk beristirahat setelah seharian penuh ia isi dengan belajar dan menghadiri rapat club terkontaminasi oleh kebisingan Taehyung, Jimin dan Hoseok. Sebenarnya bosan jika harus mengulang-ngulang alasan yang sama. Bosan juga jika harus terus mengumpat, mengutuk sunbae-sunbae kesayangannya itu. Dalam hati, Jungkook tertawa sinis.

Salah apa dia sampai harus berada dalam satu atap, menghirup udara yang sama. Sangat menyesakkan.

Percuma berkutat dengan buku-buku tebal. Besok pagi dia harus meminta Yugyeom menyelesaikan pr-prnya.

Menyerah. Berbaring di kasur, menatap langit-langit kamar. Tenggelam dalam lamunan.

"Jungkook." Hoseok memanggil Jungkook. "Kemari."

Mana mungkin? Bergabung bersama mereka, menonton video tidak jelas. Mati saja.

"Aku ngantuk, hyung." Jungkook berbalik membelakangi mereka. Padahal matanya saja tak sudi terutup. Hanya alasan agar dapat kabur dari jaring-jaring jebakan.

"Sini!" Tapi bisa apa dia jika Jimin yang turun tangan. Sunbae kejam kedua setelah Taehyung. Ditarik paksa hingga dia terbangun dan diseret paksa untuk ikut bergabung. Jimin memaksa Jungkook duduk di kasurnya yang juga diduduki oleh Taehyung dan Hoseok. Posisi mereka sekarang ➡ Hoseok, Taehyung, Jimin, Jungkook.

Jungkook bersyukur tidak disuguhi blue film. Paru-parunya bisa bernapas normal lagi sekarang. Tapi aneh, sekilas tadi dia mendengar suara desahan. Ah entahlah, dia tak akan pusing-pusing memikirkan itu. Nyatanya ini hanya film barat biasa.

"Minggir, aku ingin minum." Taehyung mendorong Hoseok agar menyingkir. Di atas single bed berukuran kecil, duduk berempat, bagaimana tidak sempit?

Mata bulatnya seketika berubah menjadi mata elang mengintai gerakan Taehyung yang sedang mengambil air minum. Entah kenapa setiap gerakan demi gerakan Taehyung membuatnya sangat waspada, padahal Taehyung tak melakukan apa-apa terhadap Jungkook.

Asal tau saja, Jungkook itu seorang ilmuan, penemu virus baru yang sangat langka, mungkin hanya ada 1 tempat yang terkena virus ini. Seharusnya nama Jungkook disematkan di dalam buku biologi dan ilmu virologi atas penumuan virus barunya.

Taehyung itu virus yang harus dihindari. - Jeon Jungkook.

Gotcha! Benar saja. Setelah meminum habis minumannya, Taehyung malah duduk di sebelah Jungkook.

Mau apa lagi dia?

Sensor menyala dalam keadaan darurat. Jungkook harus berhati-hati.
Karena Taehyung lebih berbahaya daripada musuh dalam selimut.

"Bisa tidak bokongmu bergeser sedikit? Menghabiskan tempat saja." Taehyung mendorong-dorong pundak Jungkook dengan pundaknya.
Jungkook hendak beranjak dari tempat tidur tapi pergerakannya terhenti kala Taehyung menariknya untuk tetap di posisi. "Bocah! Begitu saja marah."

Apa?

"Aku tidak marah, sunbae. Aku ingin tidur di kasurku."
Jungkook kembali akan beranjak.

"Tidak, duduk saja disini. Jadi bantalku. Aku ingin tidur."

Ya Tuhan... Jungkook menangis dalam hati. Taehyung selalu saja berbuat semena-mena.Kalau ingin tidur kenapa dia tak tidur dikasur saja, jangan jadikan aku bantalnya.

Taehyung mulai menempatkan kepalanya di atas pundak Jungkook, helaian rambut halus Taehyung menggelitik ceruk leher jUngkook.

"Jim." Taehyung bergumam. Seolah memberi suatu kode.

"Heem." Jawab Jimin.

Kursor bergerak seiring Jimin menggrakkan telunjuknya mengklik sesuatu. Ternyata Jimin hanya mengganti filmnya.

Hoseok berdiri mematikan lampu utama kemudian menyalakan lampu tidur yang lebih redup. Jungkook pikir mereka akan menonton film horror. Tak masalah, Jungkook bukan orang yang takut.

Bahkan salah satu keinginannya adalah melihat hantu. Tapi sepertinya hantu yang tak mau melihat Jungkook.

Mungkin mereka takut jatuh cinta. Kata-kata random yang pernah Jungkook katakan seumur hidupnya.

Ah! Jungkook mengetahui sesuatu. Taehyung namja penakut. Alasan saja dia ingin tidur di pundak Jungkook. Taehyung sunbae pasti takut.

Setelah beberapa menit terlewati, Jungkook tak mendapati gelagat seram. Bahkan prolognya saja tak ada BGM yang membuat bulu kuduk berdiri dan efek-efek berlebihan untuk menambah kesan mistis. Yang ada sekarang menampilkan scene aneh. Namja dan yeoja saling berdekatan. Sangat intim.

Pikiran Jungkook mulai tak karuan. Matanya semakin menajam memperhatikan scene demi scene. Hingga akhirnya dia sadar. Benar-benar sadar atas apa yang ditontonnya sekarang. Blue film.

Melirik ke arah kanan, dimana Hoseok dan Jimin begitu santai memperhatikan adegan itu. Dan juga Taehyung yang ternyata tidak tertidur.

Aku pasti dijebak. Bagaimana ini? Aku tak ingin melihat video seperti ini.

"Ehm. Sunbae... Maaf, kau bisa memakai bantal, akan aku ambilkan. Aku ingin tidur di kasurku."

"Nanti saja." Jungkook sudah benar-benar terkurung. Dia hanya bisa pasrah. Mencoba menutup matanya dan tertidur di kasur Jimin, tapi lama-kelamaan suara desahan menjadi. Begitu jelas. Dan sangat menganggu. Mendengar kikikan tawa mereka bertiga saja membuatnya tak bisa tidur apalagi suara desahan, ia tak biasa mendengar suara itu.

Siapapun tolong aku.

Tapi tetap Jungkook tak bisa dan tak ingin membuka matanya.

"Kenapa?" Suara husky menggetarkan gendang telinganya.

Jungkook kenggeleng-geleng masih dengan kelopak mata yang setia tertutup.

"Buka matamu."

Gelengan kembali menjawab perintah Taehyung.

"Buka!" salah Jungkook menghadapi singa yang tak ingin kalah.

" ak-aku tak mau sunbae." Nadanya menyiratkan ketakutan.

"Kenapa, hm?"

Tentu saja Jungkook tak bisa menjawab.

Taehyung menyeringai, kepalanya terangkat dari pundak Jungkook. Mendekati mata Jungkook yang terutup rapat. Menempelkan bibirnya diatas permukaan kulit kelopak mata yang menutupi bola mata bulat itu. Reaksinya sama seperti yang diharapkan, seketika kelopak mata terbuka tanpa beban.

Taehyung dapat melihat bola mata bulat itu lagi, ekpresi penuh keterkejutan nampak kentara menghiasi wajah Jungkook.

"S-sun.. Sunbae?"

"Jangan berani-berani kau menutup mata lagi."

Perintahnya adalah mutlak. Tak ada gunanya Jungkook melawan.

Terpaksa, Jungkook melihat adegan demi adegan, tanpa terlewati sedikitpun. Suara desahan yang menganggu indera pendengarannya. Terlebih dia tak bisa fokus mengingat perlakuan Taehyung tadi, dia baru saja dicium. Ya ampun.

Jungkook tau ini semua salah, terlebih dirinya merasakan respon aneh saat melihat lebih lama. Ingat, ini baru pertama kali bagi Jungkook menonton hal yang tak bermanfaat (baginya). Badannya meremang dan seperti ada kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya.

Taehyung sudah dapat menangkap gerak-gerik aneh. Menggeser duduknya lebih rapat lagi. Kepalanya lebih terangkat dari ceruk leher Jungkook. Dia bisa mencium wangi segar, entah itu shampoo, parfume atau sabun yang Jungkook pakai.

Semakin lama, raut wajah Jungkook semakin tegang. Matanya berair sedikit. Dan bibirnya menjadi korvan karena terus di gigit.

Taehyung tak dapat menahannya lagi. Bibirnya tanpa ragu berjalan menyusuri leher Jungkook yang sangat mulus terasa oleh bibirnya.

"Sunbae..." Jungkook terlonjak kaget. Mencoba menghindar namun dengan sigap tangannya dicegah Taehyung. Taehyung mengusap lembut tangan itu. Semakin berani menciumi Jungkook hingga telah sampai pada sudut bibirnya.

"Sun-" ciuman berhasil membungkam.

Tak ada kesempatan untuk berbicara, ciuman tiba-tiba, belaian lembut pada tangannya. Setiap detakan jantung seperti sedang menghitung menunggu kematiannya, karena ia bersumpah, tak ada yang lebih menakutkan daripada ini, Jungkook belum bisa menerjemahkan apa yang sedang terjadi saat ini.

Berawal dari sekedar saling menempel, kedua bibir mereka mencoba untuk bertautan, meski Jungkook tak menginginkannya tapi dia tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti laju alur yang ditunjuk Taehyung.

"Engh..." Bibirnya terangkat membentuk seringai. Taehyung tau pasti macam dari suara yang baru saja lolos mengisi kamar gelap ini.

"Taehyung bajingan." Umpatan sekilas tertuju pada Taehyung.

Hoseok menyembulkan kepala melihat ke arah mana Jimin berbicara.

"Ah sh*t!" Mereka berdua seperti sedang menyaksikan live.

"Aku mau tidur saja, sana pakai kasurku." Tak ada gunanya Jimin berbicara jika Taehyung sudah tenggelam dengan segala perilaku bejatnya.

Jimin yang sudah berbaring di kasur milik jungkook dan Taheyung disusul oleh Hoseok yang sama-sama sudah berada di atas kasurnya sendiri.

"Engghh.." desahan itu kembali lolos.

Rupanya lidah Taehyung telah berhasil masuk menyusuri mulut Jungkook, benang saliva berceceran diantara kedua bibir mereka. Jungkook ingin berhenti, sesak napasnya karena Taehyung terus mencium tanpa jeda sedetikpun.

Ada yang salah dengan dirinya ketika tanpa sadar kedua tangan yang sejak tadi berada dalam rengkuhan Taehyung mulai memaksa naik ke atas leher Taehyung. Kesadarannya terbang entah kemana tergantikan oleh nafsu-nafsu yang datang mendobrak pertahanannya. Jungkook balik mencium Taehyung, menekan kepala Taehyung agar semakin memperdalam ciumannya, menyusuri deretan gigi seakan sedang belajar berhitung.

Untuk pemula seperti Jungkook dan baru pertama kalinya, it's not bad. (Bukan not today ya :v #abaikan)

Kelinci cerdik.

Jungkook orang yang tangkap, dengan cepat ia dapat langsung menyerap apa yang baru saja dia lihat.

"Anak pintar." Jungkook mendengar jelas apa yang baru saja Taehyung katakan di sela ciuman mereka dalam nada rendah begitu dalam dan sangat pelan seperti bisikan. Dan saat itu juga dia melakukan ciuman penuh dengan kesadaran dan keinginanya sendiri.

Ini aneh. Tapi... Kenapa begitu nikmat?

TBC