Naruto belongs to Masashi Kishimoto

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada yang tau kemana takdir akan membawa mu pergi

Tidak ada yang tau siapa yang akan menjadi pendampingmu di kemudian hari

Bisa jadi dia adalah cinta pertama mu?

Atau mungkin dia adalah orang yang dulunya sangat kau benci?

Kemanapun takdir membawa mu pergi, Tuhan selalu punya rencana yang terbaik untuk kita.

~~~~~~~~~~~

Gadis dengan rambut pink panjang yang kini sengaja ia gerai berjalan lesu menuju kelasnya. Gadis yang biasanya menunjukkan semangatnya itu kini tampak tidak bersemangat. Tentu saja, hal ini dikarenakan dirinya kalah dalam pertandingan karoke kemarin. Bukankah kemarin lusa kau yang menantangnya duluan eh, Sakura? Masuk ke dalam perangkap yang ia buat sendiri. Seperti itulah mungkin Gadis itu sekarang.

"Ohayou, Sakura-chan." Sapa Hinata begitu melihat Sakura memasuki ruang kelas. Walaupun belum seminggu gadis itu mengenal Sakura namun dia mampu dengan mudah akrab dengan teman sebangku nya itu, padahal Hinata tergolong orang yang sangat pemalu. Mungkin karena Sakura orang yang supel??

"Ohayou, Hinata." Dengan nada lesu Sakura menjawab sapaan Hinata.

"Kau lemas sekali hari ini. Apa karena kemarin??ckckck." tanya Hinata yang cekikikan.

"Sudahlah, jangan bahas hal itu, aku jadi makin sebal sekarang." Sakura merengut mengingat kejadian kemarin. Bisa bisanya dirinya dikalahkan oleh Uchiha Sasuke. Bayangkan saja, dirinya yang sudah dengan pedenya akan menang dalam pertandingan nyanyi dengan Sasuke, sekarang kalah telak dan harus menerima konsekuensi bahwa dia harus menuruti perintah si bungsu Uchiha yang terkenal sadis.

"Hahaha, gomen gomen Sakura-chan, aku tidak akan membahasnya lagi. Biar Sasuke-san saja yang nanti membahasnya bersamamu hihi." ucapan Hinata barusan bagai mantra, yang entah bagaimana tiba tiba Sasuke memasuki kelas dan duduk di kursinya -di belakang kursi Sakura-

"Hei alien pink." Panggilan Sasuke membuat Sakura mau tidak mau menoleh ke belakang. "Apa!" Jawab Sakura ketus. Sepertinya gadis musim semi itu belum bisa merelakan kekalahannya. "Nanti saat istirahat pertama setelah makan temui aku di taman belakang sekolah dan jangan terlambat." perintah Sasuke yang membuat Sakura memandangnya sinis. Sasuke tau, walaupun Sakura tidak menjawab, tapi gadis itu pasti akan datang. Karna dia tidak mungkin lari dari kekalahannya.

Setelah menyelesaikan makan siangnya dengan buru buru, Sakura segera bergegas ke taman belakang sekolah. Entah apa yang akan di katakan Sasuke disana, pikirnya. Kalau bukan karena pertandingan bodoh kemarin, dirinya tidak akan mau menuruti suruhan Sasuke untuk datang. Biar saja Ayam jelek itu menunggu disana sampai bosan. Tapi karena perjanjian yang telah dibuat, dengan terpaksa dirinya harus pergi kesana. Melanggar janji bukan gayanya.

di taman belakang sekolah•

"Kau terlambat 5 menit. Memangnya berapa lama kau makan heh?" cerca Sasuke yang ternyata telah tiba disana sebelum Sakura.

"Terserah aku mau datang kapan, masih bagus aku memenuhi permintaanmu datang kesini. Lagipula hanya telat 5 menit apa yang kau permasalahkan heh??" balas Sakura tidak mau kalah.

"Tentu saja masalah, apa kau tau kalau waktuku itu sangat berharga, huft." balas Sasuke.

"Yasudah cepat, katakan apa maumu!" balas Sakura ketus.

"Begini ya, soal perjanjian pertandingan kemarin, kau ingat kan apa??"

"Yang kalah harus menuruti perintah yang menang, tentu saja aku ingat, cih kau pikir aku ini pelupa." sewot Sakura

"Yap, mengenai itu aku sudah memikirkan baik baik hal apa yang akan kuminta darimu." Mendengar hal itu, sakura menegang. Apa jangan jangan Uchiha ini mau meminta hal yang mahal kepadanya? dia tidak sekaya Sasuke untuk membeli barang barang mahal, tidak mungkin juga kan dia meminta pada orang tuanya.

Sasuke menyeringai "Aku mau selama 2 minggu, kau menjadi asisten pribadiku." Sakura pun melongo mendengar itu "Apaaa!!!! kau gila ya, aku tidak setuju!!" tentu saja menurut Sakura hal itu jauh lebih buruk daripada Sasuke yang meminta barang mahal karena hal tersebut tentu menjatuhkan harga dirinya.

"Dengar ya Haruno, aku tidak menerima bantahan, bagaimanapun juga kau harus menurutiku!" jawab Sasuke dengan nada memerintah. Ya begitulah Sasuke, sulit untuk membantah apa maunya. Sasuke pun meninggalkan Sakura dan pergi menuju kelas.

'Uchiha Sial' pikir Sakura.

Bel tanda pelajaran berakhir belum juga berbunyi. Padahal di dalam ruang kelas, Sakura sudah muak dengan pelajaran matematika dan rumus rumusnya. Kenapa dia harus mempelajari hal ini toh juga nantinya kalau dia bekerja sebagai penulis ini tidak akan membantunya.

'KRIING'

'KRIING

'KRIING'

Suara yang ditunggu tunggu oleh seluruh siswa akhirnya terdengar. Bel pulang bahkan punya suara lebih merdu jika dibandingkan suara Taylor Swift pun. Sakura dan Hinata pun membereskan buku bukunya ke dalam tasnya. Naruto yang sedari tadi sudah muak dengan pelajaran matematika bersorak gembira dan berlari keluar.

"Sakura-chan, sepertinya jemputanku sudah sampai, aku pulang duluan ya. Sampai jumpa!" pamit Hinata yang hendak pulang. "Iya, hati hati ya. Sampai jumpa."

"Hei pink. Karna mulai sekarang kau jadi asisten pribadiku, jadi mulai besok kau harus datang lebih pagi, lalu tunggu aku di parkiran dan payungi aku sampai ke kelas. Jangan lupa setiap pagi dan saat istirahat kau harus menyiapkan aku susu kotak. Dan... mungkin itu dulu, sampai jumpa besok." lalu Sasuke pun pergi meninggalkan Sakura yang emosinya sudah mencapai ubun ubun.

"PANTAT AYAM SIALAAAANNN!!!!" BERANI BERANINYA DIA MEMINTAKU JADI ASISTEN PRIBADINYA!! MEMANGNYA DIA ITU SIAPA!! sewot sakura yang saat ini sedang mampir di rumah Ino.

"Sudahlah Sakura, kan kau sendiri yang dari awal menantang Sasuke, sekarang kau kalah kenapa kau sendiri yang kesal." Ujar Ino berusaha menenangkan Sakura.

"Tapi dia itu keterlaluan Ino!! bisa bisanya dia menyuruhku untuk memayunginya tiap pagi, menunggunya, membelikan susu, ITU SEMUA KETERLALUAN!!" Ujar Sakura uring uringan. Dia masih tidak terima atas permintaan Sasuke yang menjadikannya asisten pribadi. Sasuke itu kan orang kaya, kenapa dia tidak menyewa orang lain untuk jadi asistennya sih kalau memang dia butuh asisten. Begitulah pikir Sakura.

"Sudahlah, kalau kau menjalaninya dengan sabar, dua minggu itu pasti akan terasa cepat. Aku yakin ini akan cepat berlalu, jadi ayo semangat, masih ada aku disampingmu." ucapan Ino seperti memberikan semangat baru bagi Sakura. Ya! Dia yakin dia pasti bisa menjalani semua ini. "Terima kasih Ino, aku menyayangimu." Ucap Sakura sambil memeluk sahabat pirangnya.

Besoknya, Sakura datang ke sekolah pagi pagi sekali. Jam 6 pagi. Ketika sekolahmu masuk jam 7, murid mana yang mau menyia nyiakan waktu tidurnya hanya untuk datang ke sekolah pagi pagi. Kecuali untuk mereka yang mau mencontek PR tentunya. Dan disinilah Sakura berada, menunggu Sasuke datang di parkiran lengkap dengan payung dan susu di genggamannya. Akhirnya, tepat pukul 7.30 motor Sasuke tiba di parkiran sekolah. Sakura pun menghampiri Sasuke, memberikannya susu, memayunginya sampai kelas.

"Belikan aku Takoyaki" perintah Sasuke pada Sakura saat jam istirahat tiba. Tentu saja hal itu tidak di bantah oleh Sakura. Tak lama kemudian Sakura kembali dengan takoyaki di tangannya. "Ah iya, aku lupa minumnya. Belikan aku jus tomat, Sakura." "A-apa! Huh!" Dengan kesal Sakura kembali ke kantin untuk membeli jus tomat. 'Sabar Sakura sabar, hal ini akan cepat berlalu' semangat Sakura pada dirinya sendiri.

Sudah seminggu Sakura menjalani hari harinya sebagai asisten Sasuke. Saat ini Sasuke sedang tidak menyuruhnya apa apa. Jadi dia bisa bebas berkumpul dengan Ino, Temari, dan Hinata.

"Kalian tau, kemarin lusa ada tes penerimaan murid baru. Aku sudah dengar desas desus siapa yang lolos loh hihi." Ucap Ino yang memulai gosipnya

"Benarkah, siapa dia?? laki laki atau perempuan?? ada berapa orang yang lolos??" tanya Temari antusias.

"Kalau dari yang kudengar si hanya satu orang, laki laki. Ngomong ngomong aku sempat melihat sekilas foto nya saat aku masuk ruang TU. Kalian tau, dia sangat keren." Jawab Ino dengan berbinar binar. Lagi lagi dia lupa kalau sudah punya pacar.

"Waahh asiik, aku akan punya gebetan baru." lanjut Temari tidak kalah antusias. Sepertinya dia juga lupa kalau sedang dekat dengan Shikamaru. Sementara Hinata hanya tertawa saja mendengar keantusiasan teman temannya.

"Hei kalian, tau dirilah sedikit. Ino, kau kan sudah punya Sai, apa kau mau selingkuh.

Temari, bukannya kau sedang dekat dengan Shikamaru, sebaiknya jangan berikan dia harapan palsu." Sakurapun angkat bicara setelah melihat reaksi teman temannya yang menurutnya kelewatan itu.

"Sakura, aku ini bukannya mau selingkuh, tapi kurasa tidak masalah kalau melihat lihat sedikit cowok lain diluar sana. Lagipula setampan apapun nanti murid baru itu, hatiku akan tetap bersama Sai-kun." Ucap Ino dengan pipi bersemu merah.

"Iya aku setuju, lagian sih Shikamaru itu tidak romantis, pdkt ku membosankan." Temari merengut mengingat kebiasan buruk Shikamaru. Tapi kau tetap suka Shikamaru kan Temari?

"Huh terserah kalian saja lah." sahut Sakura yang akhirnya menyerah meladeni mereka. Memang kalau sudah urusan cogan, dua sejoli ini sangat kompak.

~~~~~~~~~~

keesokan harinya•

Hari ini Sakura berangkat kesekolah lebih siang dari biasanya. Bagaimana bisa alarm nya tiba tiba mati. Pasti Sasuke akan mengomelinya jika tau saat dia datang Sakura belum tiba. Saat sedang menunggu bus, tiba tiba ada orang yang mendadak menarik tasnya. Dengan reflek dia mempertahankannya seraya berteriak. Namun kebetulan keadaan halte sedang sepi jadi tidak ada yg menolongnya.

"HEI!! APA YANG KAU LAKUKAN!! LEPASKAN INI MILIK KU!!" teriak Sakura. Untung saja ada lelaki berambut merah yang menolong Sakura dan memukul pencuri itu hingga pergi.

"Ini, kau tidak apa apa kan, jangan sampai lengah di tempat umum." ujar laki laki itu lalu pergi meninggalkan Sakura tanpa menunggu jawabannya.

~~~~~~~~~~~~~

TBC

Untuk chapter 3 ini, diusahain diperbaiki lagi semuanya, jadi terus kasih masukan dan dukungan yaa!!

see you next chapter