Hai miina-san, akhirnya update lagi.
Gomen ne kalau lama.
Makasih banget buat yang udah nge-review dan kasih saran.
Kalau begitu saya akan nge-balas review.
Himawari Wia : Hahaha,,,, alasannya bakalan terungkap kok. Tenang aja
S.A.C Causetoday : Gak jelas gimana? Kalau begitu gomen ne, habisnya masih newbie. Akan saya usahakan agar lebih jelas. Arigatou buat kritikannya
85 : Iya, mereka udah jadian. Semuanya bakalan terungkap kok. Dipanjangi ya? Oke akan saya usahakan
mifta cinya : Bener banget. Tujuannya pasti bakalan terungkap kok? Alurnya kecepatan ya? Abisnya saya juga ragu buat nulis FF ini.
heriyandi kurosaki : Hontou-ni? Padahal saya kira sudah panjang. Gak kerasa ya? Abisnya belum pengalaman buat FF.
A NARUTO FanFiction
Sukidayo Teme
By
Natsumi Yoshie
Disclaimer : ©Masashi Kishimoto
Rating : T+ (Masih polos ^^")
Genre : Hurt, romance, school life
Pairing : SasuNaru Slaight SasuSaku, NaruHina, NejiGaa (Other)
WARNING : BL(Yaoi), Typo(s), Bahasa tidak mudah dimengerti, Tidak sesuai EYD, Pasaran, Bikin mual dan muntah, other mistakes
Don't like Don't read, Don't be a silent reader! Saran sangat dibutuhkan
Dibantu sama Author gaje Hikari Fujoshi aka Aiko Hikari
HAPPY READING MIINA-SAN
.
.
.
.
.
.
.
CHAPTER 3
#SASUKE POV
Saat ini aku berada di toko buku sendirian. Kenapa seperti itu? Tentu saja karena seorang Hyugaa yang seenaknya datang ketempat ini?
#Flashback
"Sasuke,,,"
"Hn"
"Ayo kita kesana"ucap Sakura sambil menarik tangan Sasuke
"Hn"
Mereka pun tiba di buku khusus novel. Saat Sakura hendak mengambil novel yang menarik perhatiannya, ada tangan lain yang berada diatasnya.
"Eh,,, gomen"ucap seseorang dengan suara baritonenya sambil menarik tangannya
"I-iya ti- Eh Neji-kun?!"teriak Sakura tiba-tiba
"Saku-chan? Kamu disini juga?"
#Flashback Off
Huh,, karena itu mereka terus mengobrol seolah aku tidak ada disini. Sudahlah, daripada aku disini lebih baik aku mencari buku yang lain. Eh,, tunggu dulu, sepertinya aku mengenal komik itu? I-Inikan komik kesukaan si Dobe! Wah sepertinya ini baru dicetak. Apa kubeli saja ya sebagai tanda permintaan maaf padanya?
Ah tidak, dia pasti ge-er dan itu tidak baik bagiku. Hm,, aku jadi penasaran dengan isi komik ini. Apa hal yang menarik dalam komik ini yang membuat si Dobe begitu menyukainya?
"Sasuke,,,"seseorang menepuk pundakku
#END Sasuke POV
#AUTHOR POV
Saat Sasuke hendak membaca komik tersebut, seseorang menepuk pundaknya.
"Sasuke,,,"
Pria yang merasa namanya dipanggil itupun membalikkan badannya. Ternyata gadis pinky itu yang memanggilnya.
"Hn"
"Apa kau mau membeli komik itu?" tanya Sakura
"Tidak" jawab Sasuke agak ragu
"Yasudah, kalau begitu ayo kita pulang" ajak Sakura sambil menarik tangan Sasuke
Sasuke merasa sedikit tidak rela meninggalkan komik itu. Namun dia segera menepis pikiran-pikiran itu.
#END Author POV
#SASUKE POV ; #Skip time ; #At home
Huh lelah sekali rasanya. Lebih baik aku tidur sebentar.
'Tok,,tok,,,tok,,,'
Cih,, sepertinya Kami-sama tidak ingin melihatku tenang. Baru aku mulai memejamkan mata sudah hadir seorang pengganggu.
"Masuk" jawabku sedikit tidak ikhlas
"Kau sudah pulang otoutou?"
Cih ternyata Baka Aniki lah yang mengganggu tidur soreku(?)
"Ck,, kau ternyata" jawabku
"Kau habis darimana? Jalan bareng Naruto ya?"
'Deg' mati aku. Jika Itachi tahu kalau aku bersama seorang wanita, dia bisa memenggal kepalaku sekarang juga.
"Hn" jawabku mencoba berbicara seperti biasa
"Kau tidak sedang membohongiku kan Otoutou?"
Kuso,,, kenapa dia curiga-an sekali sih. Ingin rasanya aku membekap mulutnya agar berhenti bertanya.
"Tidak. Lebih baik kau pergi, aku lelah"
"Baik, jangan lupa turun untuk makan"
"Hn" jawabku seadanya
Merasa bahwa Baka Aniki sudah keluar, aku memejamkan mataku dan pergi ke alam mimpi yang tadi sempat tertunda karenanya.
#END Sasuke POV
#ITACHI POV
Saat ini aku sedang berada di ruang tamu. Entah kenapa aku merasa sedikit curiga dengan Sasuke. Biarpun dia bilang barusan dia jalan sama Naruto, tapi dia seperti berbohong. Sasuke, apa yang kau pikirkan sebenarnya? Tak taukah kau kalau Naru-chan begitu mencintaimu?
Aku bahkan masih mengingatnya sekarang, disaat Naruto berusaha memberitahuku rahasia terbesarnya.
#Flashback
"Tachi-ni!" teriak seorang bocah dengan suara cemprengnya.
Merasa mengenal suara itu, pemuda yang namanya disebut tadi langsung membalikkan badannya dan membuka dengan lebar kedua tangannya.
"Tachi-ni!" ucap bocah itu sambil memeluk pemuda yang bernama Itachi tersebut.
Dan dengan segera, Itachi mengangkat bocah itu tinggi-tinggi.
"Hahaha,,,, Tachi-ni tahu saja kalau Naru mau meluk Tachi-ni" seru bocah itu
"Tentu saja Naru-chan." jawab Itachi
"Ada apa Naru-chan kemari Hm?" tanya Itachi setelah melepas pelukan bocah itu.
"Mmm,,,"
"Naru mau bilang sesuatu sama Tachi-ni" ragu bocah manis itu
"Bilang apa Naru-chan?" bingung Itachi
"Tapi ini rahasia Tachi-ni." Bisik bocah itu di kuping Itachi
"Tachi-ni gak boleh bilang sama siapa-siapa. Termasuk Sasu-chan" lanjut bocah itu
"Hmm,,, jadi ini ada hubungannya dengan Sasu-chan ya?" goda Itachi
"Eh? Ma-maksud Ta-Tachi-ni?" gugup bocah itu.
Itachi rasanya ingi tertawa sekarang. Itachi hanya ingin menjahili bocah manis ini. Tapi, lihatlah reaksi bocah manis ini, dia terlihat sangat gugup dan tegang. Bahkan wajahnya sudah memerah dengan sempurna.
"Mmm,,, Itachi-ni tidak bermaksud apa-apa" jawab pemuda ber-klan Uchiha itu dengan tampang sok polos
"Jadi, Naru-chan ingin bilang apa hm?" tanya Itachi lagi
"Mmm,,, se-sebenarnya..." bata bocah itu
"Tidak apa Naru-chan. Katakan saja" ucap Itachi menenangkan
"Mmm,,, i-itu sebenarnya, mm Na-Naru menyukai,,, Sasu-chan" ucap bocah itu malu-malu
Itachi rasanya sudah tidak dapat menahan tawanya lagi. Bocah ini benar-benar sangat manis dan polos. Berbeda dengan adiknya, Sasuke. Tapi tidak mungkin kan dia tertawa dan membuat bocah manis ini bingung. Akhirnya Itachi hanya mengusap rambut pirang milik bocah itu.
"Ta-Tachi-ni" bingung bocah itu
"Hmm?" tanya Itachi sambil tersenyum
"Tachi-ni tidak marah?" tanya bocah itu takut-takut
"Kenapa Tachi-ni harus marah?" tanya pemuda itu
"Tachi-ni sangat senang ternyata Naru menyukai Sasu-chan" lanjutnya
"Hontoi-ni? Arigatou Tachi-chan" senang bocah ini sambil memeluk Itachi dengan erat
Itcahi balas memeluk Naruto dan mulai tersenyum.
'Aku menyayangimu Naru-chan. Seperti rasa sayangku pada Sasuke. Apapun yang terjadi, kau harus sanggup untuk terus berada di sisinya' batin Itachi dengan senyum pedih
#Flashback Off
Aku tersenyum mengingat kejadian itu. Aku benar-benar tidak menyangka kalau akhirnya mereka jadian. Meskipun sudah kuduga kalau Naru-chan yang menyatakan cintanya terlebih dahulu. Sasuke, kuharap kau mau menjaga Naruto dan mencoba mencintainya. Atau dia sendiri yang memutuskan untuk berhenti mencintaimu. Dan saat itu, kau akan mengetahui betapa berartinya seseorang disaat dia suda pergi meninggalkanmu
#END Itachi POV
#AUTHOR POV ; #Skip Time
Waktu menunjukkan pukul 6.30 am. Terlihat seorang pemuda berambut pirang yang sedang melamun sendirian di dalam ruang kelas. Pemuda itu adalah Naruto. Mata sejernih langit miliknya memandang ke arah luar jendela yang tepat berada disebelah kirinya. Entah apa yang dipikirkan pemuda itu, wajahnya tampak sangat kelelahan dan seperti sedang memikul beban yang berat.
Tiba-tiba, Naruto memegang dadanya dengan erat, bahkan meremasnya. Wajahnya terlihat sangat kesakitan, apakah ada sesuatu hal yang mengganggu pemandangannya? Dia masih terus meremas dadanya sambil menggumamkan sesuatu, sesuatu yang mungkin dapat menghilangkan rasa sakit didadanya. Selang beberapa menit, wajah itu mulai terlihat tenang dan perlahan berhenti memegang dadanya lagi.
'Kitto kimi wa itsu no hika. Kono sora wa toberu hazu dakara. Nando tsumazuita toshitemo For You' bel masuk pun berbunyi (Aneh banget suara belnya! *plakk oke lupakan).
Beberapa siswa mulai memasuki kelas dan dalam sekejap mata, kelas yang ditempati Naruto hampir penuh terisi oleh manusia-manusia(?). Terlihat Sasuke yang memasuki kelas dengan wajah datar seperti biasanya. Naruto yang melihat kedatangan Sasuke hanya tersenyum pedih, senyum yang sulit diartikan.
Para siswa sudah duduk dengan rapi dan membuka buku pelajaran, tapi guru yang seharusnya memasuki kelas tersebut malah belum datang. Kelas yang awalnya ricuh itu mendadak menjadi sunyi saat seorang guru bermasker dan berambut perak melawan gravitasi bumi memasuki kelas.
"Ohayu miina. Maaf saya terlambat." Sapa guru itu
"Kakashi-sensei tersesat dijalan yang bernama kehidupan lagi ya?" tanya seorang siswa
Ucapan siswa itu mau tak mau membuat semua siswa yang lain tertawa. Guru bermasker yang bernama Kakashi itu memang sering datang terlambat. Alasannya selalu sama dan tidak masuk akal yaitu 'Saya tersesat di jalan yang bernama kehidupan'
"Harap Tenang!" perintah Kakashi yang membuat kelas itu mendadak hening
"Baiklah, hari ini kita akan memulai pelajaran. Kita akan mengadakan percobaan kimia. Jadi, saya akan membagikan kelompoknya."
"Ha'i sensei" jawab para siswa kompak
"Mmm,, Ten-Ten dengan Temari, Neji dengan Gaara, Sasuke dengan Ino, Shikamaru dengan Kiba, Hinata dengan Naruto, Shino dengan Lee, bla...bla..."
Pipi Hinata samar-samar berwarna merah. Dia sangat senang karena bisa sekelompok dengan Naruto. Sejak masuk SMP, Hinata sudah menyukai Naruto. Namun sayangnya, Naruto mencintai Sasuke. Saat tahu Naruto dan Sasuke berpacaran, Hinata merasa sangat sedih dan terluka. Dia langsung memutuskan untuk berhenti (mencoba) menyukai Naruto karena merasa tidak akan bisa mendapatkan Naruto.
Yang membingungkan bagi Hinata, Sasuke dan Naruto memang berpacaran. Tapi mereka sama sekali tidak terlihat seperti sepasang kekasih. Sasuke malah lebih dekat dengan Sakura dibanding Naruto. Hinata ingin sekali rasanya menampar pemilik pipi pucat itu. Apa dia tak tahu kalau Naruto begitu mencintai Sasuke?
"Baiklah, sekarang silahkan kalian duduk menurut kelompoknya. Dan saya akan membagikan bahan dan petunjukknya." Ucap Kakashi
"Hati-hati dengan semua cairan kimia itu! Jangan sampai terkena kulit." Lanjutnya
Para siswa mulai mengerjakan percobaan sesuai dengan petunjuk yang diberikan Kakashi. Tapi, kelas itu sepertinya tidak akan pernah bisa tenang selama Uzumaki Naruto berada disana. Lihat saja, Naruto tampak sedang menjahili bahkan menggoda Hinata yang membuat pipi gadis itu merona. Bahkan Naruto sempat membuat Hinata berteriak yang menyebabkan Kakashi-sensei harus memberikan 'Hadiah' pada Naruto karena kelasnya yang tidak canggung.
Ternyata Hadiah dari Kakashi-sensei (yang merupakan jitakan) ampuh untuk mendiamkan Naruto. Semua siswa tertawa melihat tingkah Naruto dan hukuman yang diberikan Kakashi-sensei. Tapi,,, benarkah semua? O-ow, sepertinya tidak. Terlihat sepasang onyx yang memandang tidak suka kearah Hinata dan Naruto.
