warning!
YAOI/BL/DLDR
OOC/Typos/no EYD
DaeLo DaeLo DaeLo
B.A.P member belong to them self
.
.
ZeloZee proudly present
with you with you
bagian ke-3
.
.
enjoy
.
Dengan kasar Junhong menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Melepas kaus kakinya dengan kasar lalu melemparnya ke sembarang arah. Kakinya dengan kesal menendang udara kosong ke segala arah. Dengan jengkel dia mendudukkan tubuhnya, lalu mengacak rambutnya kesal.
"Jung Daehyun sial!" Umpatnya. "Mana bisa dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa setelah di men-" suaranya semakin memciut, "-ciumku" perlahan Junhong memegang bibirnya. "Dia adalah brengsek yang sebenarnya... Arghhhh itu ciuman pertamaku.." Monolog Junhong. "Arghhh bodoh.. Bodoh.. Brengsek sial.. Mesum.. Gilaaaaaa!" Junhong melampiaskan amarah pada sebuah boneka rubah kesayangannya.
Choi Junhong.. Mau mati hahh?" Junhong yang mendengar teriakan Himchan dari luar sana hanya bisa merengut kesal.
"Yaaa aku ingin mati.. Daehyun sial!" Setelahnya Junhong langsung menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut biru favoritnya.
oO-withyouwithyou-Oo
Junhong berangkat pagi-pagi sekali, mengabaikan wacana Daehyun yang akan selalu menjemputnya.
'ugh aku benar-benar tak ingin melihat wajah sialnya hari ini..' Batin Junhong, sambil terburu saat mengenakan sepatunya.
'Buat apa aku buru-buru?, lagi pula ini terlalu pagi, dia belum akan ke sini kan?' Batin Junhong.
Jam masih menunjukkan pukul tujuh pagi, enam puluh menit sebelum bel masuk berbunyi. Masih mengikatkan sepatunya, Junhong bersenandung santai.
Sambil mengenakan sepasang headset di kedua telinganya, Junhong melangkahkan kaki keluar dari apartemennya.
Matanya membulat saat dia mengenali sosok berseragam sama dengan dirinya sedang menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan mata. Dia si sial itu, si sial dengan wajahnya yang sial, yang sialnya tampan -eh- dia Jung Daehyun, kekasih sialnya.
Junhong mendengus, pura-pura tidak tahu dan jalan begitu saja melewati Daehyun.
Mengencangkan volume musiknya, dalam hati dia berharap Daehyun tidak menyadari kalau Junhong lewat. Semoga saja, namun ketika dia merasakan pergelangan tangannya dicekal, Junhong mendengus makin kasar.
Kesal, Junhong diam. Tidak berniat membalikkan badannya, namun juga tidak berniat menyentakkan tangannya. Tersentak saat merasakan headset yang dipakainya di lepas paksa, tentu saja pelakunya si sial Jung Daehyun. Tanpa kata, Junhong membalikan badannya lalu menatap Daehyun dengan sengit.
"Kenapa tidak menjawab panggilanku?"
Junhong hanya diam, malas menanggapi dan malas menjawab.
"Kenapa tidak membalas pesanku? Tanya Daehyun sarkatis.
Masih diam, namun Junhong sedikit tertegun dengan kesarkatisan Daehyun. Matanya menatap kesegala arah, asal bukan mata Jung Daehyun.
"Jawab aku.. Choi Junhong.." Nada bicaranya semakin beku.
"A.. Aku..-" gagap Junhong, 'sial.. Kenapa aku jadi gagap begini' batinnya.
"Ikut aku.." Tanpa persetujuan Daehyun menyeret tangannya menuju arah yang berlawanan dari sekolah mereka.
oO-withyouwithyou-Oo
Daehyun terus saja menyeretnya sampai dia berhenti di sebuah toko. Yang membuat Junhong heran adalah bahwa toko itu sudah buka sepagi ini. Begitu memasuki toko ini, Junhong melihat berbagai macam pernak-pernik lucu yang terpajang apik di tiap sisinya. Sebuah benda menarik perhatiannya, gantungan ponsel berbentuk boneka rubah lucu. Junhong sangat menyukai rubah.
"Kau menyukainya?" Tanya Daehyun yang tiba-tiba sudah ada di sampingnya. Membuat Junhong berjingkat sedikit kaget.
"Eum.." Junhong mengangguk kecil. Membuat Daehyun tersenyum simpul sambil memasangkan gantungan itu pada ponsel Junhong.
Junhong tersenyum tipis melihat Daehyun melakukan hal itu, kekesalannya entah sudah pergi kemana digantikan oleh perasaan hangat yang menyelimuti hatinya.
Setelahnya Daehyun melangkah menuju meja kasir, membayar untuk gantungan ponsel Junhong. Junhong mengerucutkan bibirnya saat kasir itu menatap Daehyun penuh minat.
Hei.. Wajarkan Junhong kesal. Daehyun adalah kekasihnya. Jadi dengan sengaja Junhong menggandeng lengan Daehyun, lalu menyeretnya menjauh setelah proses bayar-membayarnya selesai.
Daehyun sedikit terkejut dengan sikap Junhong, tapi toh sebenarnya dia menikmatinya juga.
"semoga berhasil dengan ujianmu hari ini.." kata Daehyun sambil mengacak surai Junhong.
Junhongbhanya bisa tersipu sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah itu mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menuju sekolah.
oO-withyouwithyou-Oo
Daehyun memejamkan matanya, kepalanya mengangguk-angguk mengikuti irama lagu yang diabdengar melalui sebuah earphone kecil berwarna biru yang dia gunakan. Angin musim gugur menerbangkan rambut hitamnya. Daehyun membuka mata dan melepas earphonenya saat merasakan kehadiran Junhong.
"Kau tidak kedinginan?" tanya Junhong yang melihat Daehyun hanya mengenakan seragam saja tanpa lapisan apapun. Sedangkan dirinya yang sudah memakai jaketpun masih saja kedinginan.
Daehyun menggeleng. "Aku suka dingin, aku suka musim gugur," jawabnya 'dan aku juga menyukaimu..' imbuh batin Daehyun. "Kemarilah.."
Junhong menurut, melangkah menuju tempat Daehyun berada.
"Bagaimana ujianmu?" tanya Daehyun begitu Junhong sudah berdiri di sampingnya.
"Tidak buruk.. menurutku.. hehe.." Junhong nyengir.
Daehyun mengangguk, mengacak rambut Junhong pelan.
"Asal kau mau belajar dan berusaha, hasilnya pasti tidak akan mengecewakan.." nasehat Daehyun. Junhong mengangguk setuju.
"Apa kau lapar?" Tanya Daehyun. Lagi-lagi Junhong mengangguk sebagai jawaban.
"Baiklah.. Pulang sekolah nanti kita kencan.." Sebelum pergi meninggalkan Junhong karena bel masuk terdengar, Daehyun mengacak rambutnya pelan.
Seperginya Daehyun Junhong menyentuh pucuk kepalanya yang diusap Daehyun tadi, rasanya hangat dan Junhong menyukainya. Tapi cepat-cepat dia menggelengkan kepalanya.
"Apa-apaan aku ini.." Junhong mengusap bagian dadanya, berusaha menghentikan debaran aneh yang ada di sana. "Ini pasti gara-gara kedinginan.. Yaa ini pasti karena kedinginan.
oO-withyouwithyou-Oo
Junhong sedang menunggu Daehyun. Sebenarnya dia-Daehyun tidak meminta Junhong untuk menunggu, namun entah kenapa Junhong malah berdiri di sini sekarang. Padahal angin sedang menggila. Tubuh kurusnya saja hampir limbung saking kencangnya tiupan angin.
Tanpa sengaja Junhong melihat siluet Daehyun dari kejauhan, dengan semangat Junhong melambaikan tangannya pada Daehyun. Tapi pemuda itu buru-buru menurunkan tangannya saat menyadari Daehyun tidak sendirian. Wajah tampannya semakin terlihat tampan saat Daehyun tertawa lebar, Junhong mengakui itu. Tapi yang tidak disukainya adalah kenyataan jika Daehyun sedang tertawa selebar itu kepada pemuda manis yang sedang berjalan di sampingnya.
Dia Lee Minhyuk, siswa kelas tiga yang sangat manis dan sangat populer. Entah kenapa Junhong tidak suka saat Daehyun membagi tawanya bersama Minhyuk, apalagi saat Daehyun mengacak rambut Minhyuk yang di cat putih itu. Demi apapun, Junhong menyesal telah berfikir jika Daehyun hanya melakukan hal semanis itu padanya.
"Player sial.." makinya, lalu pergi dari tempat itu. Mengabaikan Daehyun yang baru saja memanggil namanya.
"Choi Junhong!" Daehyun sangat yakin kalau Junhong mendengar panggilannya, tapi kenapa pemuda itu malah pergi?
"Ya Choi Junhong! berhenti.. Berhenti kataku.." dengan kasar Daehyun menggapai pergelangan tangan Junhong. Namun dengan bengis Junhong menepis tangan Daehyun. Sedikit kaget, Daehyun menggapai bahu Junhong. Membalikkannya sedikit kasar.
"Apa maumu brengsek?!" Junhong berusaha melepaskan tangan Daehyun yang ada di bahunya.
"Ada apa denganmu?"
"Lepas.." lirih Junhong sambil menunduk. Menghindari kontak mata dengan Daehyun.
"Jawab aku Choi.."
Junhong lagi-lagi tertegun saat Daehyun menyebut namanya sedingin itu. Tanpa sadar dia mulai mengangkat wajahnya, menatap Daehyun tepat di matanya. Menunjukkan hatinya yang terbakar dan rasa tidak suknyaa.
Daehyun sedikit tertergun saat melihat mata bening Junhong yang berembun. Mulai menarik tangan Junhong dengan lembut dan menggenggamnya erat. Junhong hanya bisa pasrah -lagi- saat Daehyun menyeretnya sesuka hati.
Lama mereka berjalan, namun Junhong sama sekali tidak membuka suaranya. Penasaran sebenarnya kemana Daehyun akan membawanya pergi.
"Jung.." Junhong memberanikan diri untuk membuka suara.
"Hm?" sahut Daehyun.
"t-tidak.." Junhong menelan pertanyaannya bulat-bulat.
"Maaf.."
"Hah?!" Junhong tidak mengerti.
"Maafkan aku.."
"Untuk?"
"Karena membuatmu cemburu tadi.."
Junhong hanya membulatkan matanya. 'cemburu?' Batinnya. 'Aku.. Cemburu' Junhong tiba-tiba menghentikan langkahnya. Membuat Daehyun mau tidak mau juga ikut berhenti.
"Apakah semenyenangkan itu mempermainkanku.. Jung Daehyun?" Lirih Junhong yang masih terdengar jelas di telinga Daehyun.
"Apa maksudmu?" Tanya Daehyun tak mengerti.
"Sudahlah.. Ayo kota hentikan saja permainan ini.." Junhong menatap penuh keyakinan pada mata kelam Daehyun.
Sedikit terkejut, Daehyun melebarkan matanya. "Jangan bercanda.. Kita masih memiliki beberapa hari lagi.." Daehyun mengeratkan genggamannya pada tangan Junhong.
.
.
.
Tbc
Aduhhh maaf ya.. Alurnya makin ngga jelas T.T
Jujur i fell so lonely :'
Ngga tau kenapa :'
18 juli 2016
with love
ZeloZee
