Title : Tmesis

Main Cast :

Yoongi - Jimin

Taehyung - Jin

Sehun - Tao


en·ti·tas /éntitas/

n satuan yang berwujud; wujud


Dengan bermodalkan sebuah tas ransel berisi pakaian mereka, Tao dan Jimin diantar ke kegiatan Tabernacle.

Coruscare terbilang wilayah yang cukup lus, mereka hanya baru melihat 'kota'nya dan terkejut mendapati bahwa kota ini terbilang terlihat sangat normal seperti mirip kota – kota yang didiami manusia.

Tempat pelatihan mereka tahun ini berada di hutan terluas milik Coruscare yaitu, Calor Forest. Disini Tao dan Jimin sudah melihat beberapa pondok kecil yang sudah dibangun untuk menjadi tempat tinggal mereka selama tujuh hari kedepan.

Calor Forest atau Hutan Calor adalah hutan seluas setengah hektar yang berbatasan dengan wilayah milik Vampire dan juga Pursuer atau Manusia. Hutan ini diapit oleh dua air terjun dijung kanan dan kirinya sehingga tiap – tiap pondok pasti dilewati oleh aliran sungai.

"Selamat pagi semuanya" ujar sebuah suara.

"Pagi…"

"Selamat datang di Luminous Empire, tepatnya di Calor Forest. Ini adalah hutan terluas yang kami punya sekaligus tempat bagi para Alpha dan Beta untuk berlatih, jadi sebuah suatu kehormatan bagi kalian semua dapat dilatih disini juga kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah untuk kegiatan Tabernacle tahun ini" ujar suara tersebut.

"Saya adalah Min Yoon Gi yang akan mengetuai tabernacle tahun ini. Dan ada beberapa hal yang mesti kalian ketahui" ujar suara tersebut memberikan efek takut bagi kedua anak itu.

"Yang pertama, jaangan pernah melewati air terjun disebelah kanan karna itu berbatasan dengan wilayah Vampire, dan jangan pernah melewati air terjun disebelah kiri karna itu berbatasan dengan wilayah Manusia. Kedua, satu pondok akan diisi oleh dua orang saja dan kamar mandi hanya ada kamar mandi umum, dan kami menyediakan lima kamar mandi umum yang berisi sepuluh sampai lima belas kamar bilas didalamnya. Ketiga, kalian akan dilatih oleh Trainer dan Prober jadi setiap perkataan mereka adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Mengerti?"

"MENGERTI!" ucap peserta semua serempak.

Semuanya langsung masuk kedalam pondok masing – masing. Begitupula Tao dan Jimin yang langsung masuk kedalam pondok mereka.

Rupanya mereka satu pondok.

Sementara Jin membantu dibagian unit pelayanan kesehatan dan mendapati tatapan aneh semua orang.

Untuk apa seorang Lunar Omega mau membantu kegiatan ini?

Omega tanpa mate pula.

"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan pewaris Aqua Empire" ujar Yoongi mendapati Jin sedang membereskan obat – obatan.

"Suatu kehormatan juga bisa bertemu dengan pangeran dari Luminous Empire" ujar Jin kemudian.

Dan ada suatu aura dingin terselubung dari dua pangeran yang berasal dari dua empire terkuat tersebut.

Tao dan Jimin diam didalam pondok mereka. Kasur mereka saling berhadapan namun keduanya enggan membuka pembicaraan.

Jimin tentunya yang paling menyedihkan.

Dua minggu setelah 'pembekalan dadakan' oleh Jin membuat Jimin masih belum bisa mengontrol elemen lainnya.

Bagaimanapun Jin hanya seorang pengendali air, ia hanya mampu mengajari Jimin sebatas itu saja. Selebihnya ia tak mampu selain daripada mebantu Jimin mengontrol emosinya agar elemen lainnya tidak muncul.

Baik Tao dan Jimin berharap bahwa status mereka bukanlah Omega. Karena itu semakin mempersulit keadaan.

Nyatanya dihari pertama mereka melakukan hierarchy test.

Keduanya positif Omega.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Mungkin adalah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kondisi mereka saat ini.

Sebagai seorang Omega, bisa dibilang merupakan tingkatan ketiga dalam struktur kelas Werewolf.

Sedikit mengenai struktur kelas atau Hierarchy Rank didalam Werewolf, mereka dibagi menjadi empat kelas.

Yang pertama ada PRIOR.

Ini merupakan bagian para Elder/Sigma. Power Rank mereka juga berbeda sendiri dibanding tiga tingkatan lainnya. Posisi mereka bukanlah sebagai seorang pemimpin melainkan seorang penasihat. Mereka hidup ratusan hingga ribuan tahun dan berkelana kesana – kemari tanpa adanya seorang 'mate'. Para Elder sangat jarang mempunyai mate itu sebabnya mereka mempunyai karakter yang tidak bisa dikekang.

Tapi ketika mereka mempunyai seorang mate. Mereka akan sangat loyal.

Berbicara mengenai Power Rank, para werewolf menyebutnya sebagai Planum. Planum secara sederhana bisa dibilang lambang energi yang mewakili mereka. Planum para Elder merupakan Planum tertinggi.

Yang kedua ialah PRAETOR

Ini merupakan kelas Alpha. Mereka punya sikap dominant yang tinggi. Petarung unggul, pantang mengenal kata kalah dan bisa cukup bar – bar ketika emosi mereka menguasai dirinya. Untuk itu mereka butuh pendamping atau mate yang 'seimbang' dengan mereka yaitu,

IMPERATOR

Atau kelasnya para Omega. Omega terlahir sebagai seseorang yang lembut, baik hati, tenang, dan bijak. Mereka tidak lemah, mereka justru merupakan pendamping Alpha yang tepat karna 'damai' yang mereka bawa bisa menurunkan 'hawa panas' milik Alpha. Tapi mereka adalah orang yang terlahir sangat submissive untuk Alphanya. Sekeras apapun matenya nanti ia akan menerimanya dengan ikhlas.

Yang terakhir ialah INVADER. Atau kelasnya para Beta. Beta terlahir sebagai pekerja, pemikir, penggagas karena dibanding fisik dan mental, mereka tidak jauh lebih kuat daripada Alpha atau Omega. Mereka berada ditengah – tengah keduanya tapi dalam strata mereka kelas terbawah.

Intinya, bagi Jimin dan Tao menjadi seorang Omega merupakan sebuah kesialan karna Omega sangat 'perasa' dan itu berarti sangat sulit bagi keduanya mengendalikan diri.

Dihari kedua mereka mendapat pembekalan bagaimana berbaur dengan manusia, seperti memasak dengan peralatan yang ada, berpergian dengan transportasi, berkomunikasi jarak jauh dengan ponsel, beberapa social media, beberapa slang anak muda dan sebagainya yang nanti akan mereka temui dalam kehidupan sehari – hari.

Dihari ketiga mereka dibagi dalam kelas khusus, kelas para Omega tentunya membahas bagaimana Omega harus berperilaku. Omega ketika dalam masa heat tentunya akan mengelurkan scene yang membuat Alpha manapun tertarik dan 'terangsang' untuk menaklukkan Omega tersebut karena bagaimanapun Alpha terlahir menjadi seseorang yang ingin menaklukkan. Untuk itu sangat waspada bagi para Omega yang belum mempunyai mate karena mereka bisa jadi korban pelecehan seksual. Scent Omega bukan hanya menarik Alpha, tapi juga para manusia dan Vampire.

Karena bau mereka manis dan juga memikat orang untuk mendekat.

Sedangkan baik Jimin dan Tao harus sebisa mungkin meminimalisir kontak dengan orang banyak.

Maka dari itu mereka diajarkan untuk mengetahui periode dimana kira – kira heat mereka tiba. Dan bagaimana ciri – cirinya, dan cara menghadapinya bagi para Omega yang belum memiliki mate atau melakukan bonding.

Hari keempat.

Neraka telah dimulai,

Mereka satu persatu berbaris untuk masuk kedalam ruangan judgement. Sebuah ruangan dimana para Prober atau para Elder mengetes bender yang dimiliki oleh para calon bender dan untuk mengetahui para Void.

Ini adalah masa krisis bagi Jimin dan Tao mengingat yang mengetes mereka belum tentu berasal dari empire yang sama.

"Akan ada sebuah meja kecil dan dua pasang bangku yang saling berhadpan…"

Tao masuk didalam sebuah bilik dimana seseorang memakai jeans hitam dan sweater v-neck berwarna abu – abu nampak bosan sebelumnya namun seketika memandang Tao intens begitu melihat wajahnya.

Tertarik, mungkin?

"Para Elder akan memperkenalkan dirinya dan kau akan diminta untuk duduk"

"Namaku Oh Se Hun. Elder dari Spiritum Empire tepatnya dari pack Whirlwind dan dirimu pasti Huang Zi Tao, Aqua Empire dan berasal dari Waterfall juga seorang…Void?" ujar Sehun kemudian menumpu wajahnya pada tangannya yang ia posisikan diatas meja tersebut.

Dan Jin tidak pernah menceritakan bahwa seorang Elder mampu meramal dirinya.

"Setelah kalian dipersilahkan duduk dirimu akan menemukan segelas air, batu kerikil, sebatang lilin dan segenggam pasir diatas meja itu…"

Jimin duduk dengan tenang dengan sebuah meja berisi sesuai yang dikatakan Jin dan seorang Elder dari Luminous Empire tepatnya pack Rivolus,

Bernama Kim Taehyung.

Yang setia dengan short jogger pants berwarna bu – abu dipadu dengan hoodie berwarna putih.

Yang setia menatap Jimin dari atas kebawah berkali – kali.

"Nama?"

"Park Ji Min"

"Umur?"

"Dua puluh tahun"

"Yah, dirimu benar – benar style-nya" ujar Taehyung kemudian dengan boxy smile miliknya.

"Nde?"

"Asal?"

"Crystalice"

"Aqua Empire?" tanya Taehyung kaget.

"Nde" jawab Jimin mantap.

"Pupus sudah" ujar Taehyung kemudian menuangkan segelas air tadi kesebuah meja.

"Mari kita buktikkan bendermu" ujar Taehyung kemudian membawa dingin yang menusuk untuk Jimin.

Kemana perginya si Taehyung yang hobi flirting tadi?

Dan Jimin dengan mudah membentuk air tadi menjadi berbagai bentuk seperti es, pisau, air yang menggulung bahkan memasukkannya kembali kedalam gelas tanpa menyentuhnya sedikit pun.

"Hydrokinesis rupanya?" tanya Taehyung.

Kemudian Taehyung menabur pasir.

"Coba gerakkan"

Dan tidak ada perubahan.

Lalu Taehyung kemudian melempar batu kerikil.

Dan sama sekali tidak perubahan.

Lalu ketika Taehyung menyalakan lilin ditengah meja, apinya berkorbar dan mengenai tangan Jimin.

"Ups, mianhae" ujar sebuah suara dari belakang.

Jeon Jungkook, Incendium, Luminous Empire, dan,

Calon Alpha.

"Test ini terlalu lama hyung, hingga kapan giliranku tiba" ujar suara itu tanpa dosa.

Seketika membuat Jimin kesal.

Namun kekesalannya sirna ketika Jin datang bersama beberapa orang medis lainnya.

Lunar Omega memang luar biasa.

Dia bisa mendiamkan Elder dan Alpha disana.

Juga membawa rasa aman untuk Jimin.

"Luka bakarmu cukup parah…" ujar Jin khawatir kemudian menatap Jungkook dan Taehyung bergantian.

"Aku tahu Luminous bender terkuat, jadi dimohon dengan sangat pergunakan bender kalian dengan bijak" ujar Jin kesal alih – alih menasehati dan membawa Jimin ke ruang medis.

"Hyung kau tidak perlu menatap lapar begitu" ujar Jungkook sambil memainkan api – api kecil namun seketika padam.

Yang dipadamkan oleh Taehyung tentunya yang mendapat tatapan jahil.

Sementara Taehyung menatap keduanya pergi, namun kali ini masih dengan boxy smile yang sama.

"Lunar Omega ya?" ujar Taehyung.

Ini akan rumit mengingat inner wolfnya mengatakan 'mate!' berkali –kali.

Tao diam membeku bahkan, dirinya terlalu takut untuk duduk menimbulkan kekehan kecil pemuda stoic dihadapannya.

"Well, dirimu dipersilahkan untuk duduk" ujar orang bernama Sehun ini.

Tao duduk dengan hati – hati mengingat bahwa ia harus menutupi 'bender' miliknya.

"Jadi langsung saja kau seorang Void bukan?"

"Ya…"

"Void jenis apa?"

"Aku belum tahu…kalau mengenai hal itu"

Sehun terdiam.

Dalam Void ada tiga pengelompokkan. Void level satu atau yang dikenal dengan Voidless adalah Werewolf yang sama sekali tidak mempunyai bender dan juga inner wolf. Inner Wolf sendiri adalah bentuk Werewolfnya ketika ia berubah menjadi serigala. Void level kedua biasa disebut dengan Voidolf yang mempunyai inner wolf tapi tidak mempunyai bender, lalu yang terakhir Void level tiga yang dinamakan Voiding dimana ia mempunyai bender tapi tidak bisa berubah wujud menjadi serigala.

Dan ini adalah tugas Sehun mencari tahu.

Dari awal anak ini masuk, Sehun sudah curiga bahwa ia seorang Void tapi Sehun juga bisa mencium bau aneh dalam aura anak ini.

"Berapa umurmu?"

"Dua puluh dua tahun?"

"Hierachymu?"

"Omega" ujar Tao membuat pipinya sedikit memerah menahan malu.

"Dirimu yakin seorang Void…?"

"Aku…tidak pernah merasa bisa berubah menjadi Werewolf atau mempunyai bender sama sekali…" ujar Tao.

"Kau sudah mengalami heat?" ujar Sehun dan Tao menggeleng.

'Ini masalah' batin Sehun.

Heat adalah masa menyakitkan bagi Omega karna disitu tubuhnya terlampau cukup panas untuk dihanddle tubuh manusia, itu sebabnya mereka butuh inner wolf dan Alpha yang 'mengendalikannya'. Dan apabila Tao berubah disaat ia sedang Heat juga masalah yang besar karna ia akan mengamuk habis – habisan layaknya serigala liar karna panas yang tak tertahankan.

"Kami belum bisa menentukan Void jenis apa dirimu, tapi yang pasti dirimu berada didalam pengawasanku" putus Sehun final.

Karna sesungguhnya ia juga tidak begitu yakin bahwa Tao seorang Void.

Auranya merah, dan Sehun bisa melihat inner wolfnya berbulu merah bagian atas dan putih bagian bawah.

Hanya saja inner wolfnya masih 'tertidur cukup pulas'

Tao yang mendengar kabar bahwa tangan Jimin terbakar langsung keruang medis melihat Jin yang tengah mendinginkan tangannya mengunakan bender miliknya.

Tao iri.

Ia merupakan seorang Bloodbending atau Fibrilkinesis. Sesungguhnya dengan kekuatannya ia mampu menyembuhkan Jimin. Tapi disini tidak ada satupun orang yang bisa mengajarkan Tao cara mengendalikannya. Dan dirinya pula tidak bisa sembarangan menggunakannya.

Berbeda dengan Jimin yang menguasai keempat elemen yang ada atau Jin yang bisa terfokus pada satu bendingnya.

Dan Jin menyadari raut wajah milik Tao dan memeluknya hangat sambil mengatakan semua akan baik – baik saja. Dirinya dan Jimin akan baik – baik saja.

Hari kelima mereka disebar ke sebuah kota dimana dites mereka berinteraksi dengan manusia. Jimin melakukannya dengan baik begitu pula Tao. Ada rasa tenang sedikit dihati Jin meliht mereka sudah baik – baik saja.

Namun semuanya menjadi sulit ketika didalam sekumpulan manusia itu terdapat Hunter dan Vampire.

Terkhusus untuk Tao ini semakin sulit.

Hunter merupakan Pursuer yang biasa membasmi Werewolf dalam pelajaran mereka sebelumnya. Mereka dibiasakan untuk melihat aura. Aura Hunter berwarna ungu pekat dan aura Vampire berwarna merah pekat.

Dan saat para Elder dan Alpha melihat itu semua terkhusus Sehun, ia menyadari satu hal.

Tao punya aura yang sama dengan aura para Vampire.

Dan semakin dilihat bahkan aura Merah milik Tao jauh lebih pekat dibanding Vampire yang ada disekelilingnya.

Tao melihat anak yang menangis ditaman, namun aura anak itu berwarna biru cerah.

Itu aura milik manusia.

Tao ingin mendekat tapi akan sangat sulit.

Namun salahkan sifat kasihannya sehingga membuat dirinya mendekat dengan anak itu.

"Hey anak manis mengapa menangis"

"Hanseul kehilangan eomma appa huweee" ujar anak laki – laki itu yang ternyata bernama Hanseul menangis histeris membuat Tao akhirnya meminta tolong Jimin agar keduanya membantu anak itu mencari orang tuanya.

Dan membuat mereka tidak sengaja bertemu dengan Chaser.

Pursuer yang biasa membumihanguskan para Vampire.

"Apakah trainer kalian tidak mengajari bahwa sangat riskan untuk bersentuhan dengan manusia?" ujar salah satu Chaser tersebut kemudian mengambil Hanseul dari gendongan Tao.

"Kami sudah diberi peringatan mengenai hal itu, tapi anak itu menangis seharian mencari kedua orang tuanya. Kami hanya menolong tidak bermaksud-"

"Kalian para calon bender yang masih mengikuti kegiatan Tabernacle bukan? Masih tinggi persentasinya bahwa kekuatan kalian bisa melukai manusia tidak berdosa seperti anak ini"

"Wah – wah, apa para Pursuer sekarang sudah akrab dengan para 'binatang'?" ujar sebuah suara dari belakang membuat Jimin dan Tao terkejut melihat auranya.

Merah Pekat

'Vampire!?' batin keduanya.

Bahkan ini pertama kalinya Tao melihat merah sepekat ini bahkan sudah menjurus ke hitam.

"Suatu kehormatan melihat Aristhocrat berjalan – jalan disiang hari begini" ujar Chaser tersebut memasang posisi siaga begitu pula Jimin dan Tao ketika melihat dua vampire dengan tinggi menjulang tersebut mendekat kearah mereka.

"Ah mengapa kalian terlihat ketakukan, kami tidak menggigit kok" ujar salah satu Vmpire tersebut kemudin memberikan wink nakal pada Tao.

"Tapi kami suka 'menghisap'" ujar yang paling tinggi memposisikan dirinya menciumi leher Tao yang kemudian Tao mundur beberapa langkah sambil memasang posisi siaga begitu pula Jimin.

"Kau membuat mereka takut Yifan" ujar vampire satunya.

"Aku hanya suka bermain – main saja Chanyeol. Lagipula bau omega yang satu itu terlalu 'harum' untuk dicium" ujar vampire bernama Yifan tadi memasang pose serius melihat leher Tao membuat Tao semakin awas.

Pertama dua orang ini adalah seorang Aristhocrat yang kini Jimin dan Tao tahu bahwa jika mereka menemukan Vampire yang auranya berwarna merah dan semakin pekat bahkan menjurus ke hitam itu berarti adalah seorang Aristhocrat.

Kedua, Aristhocrat merupakan kelas tertinggi didalam Vampire itu berarti mereka dengan mudah bisa membunuh Jimin dan Tao.

Ketiga, darimana Vampire bernama Yifan itu tahu bahwa Tao adalah seorang Omega!?

Itu jauh lebih mengerikan dari dua fakta sebelumnya.

"Kurasa kalian banyak membantu para calon Werewolf kami dalam beradaptasi" sebuah suara muncul menampilkan Sehun dan Jungkook yang berjalan santai kearah mereka.

"Ah, tuan muda Oh Se Hun. Lama tidak bertemu" ujar Yifan namun ditanggapi acuh oleh Sehun.

"Wah hyung, kau dikenal oleh vampire juga rupanya?" ujar Jungkook kagum.

Siapa yang tidak mengenal Sehun? Mungkin pikir para Chaser dan kedua Vampire tersebut.

Sehun adalah salah satu Werewolf legendaris yang mampu menghentikan perang antar Pusuer, Vampire, dan Werewolf saat itu.

Ia seorang dari tiga Elder yang sangat ramai diperbincangkan dikalangan Pursuer dan Vampire, karna sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan kekuatannya dan mencari tahu kelemahannya.

Dan mereka tidak mau berurusan dengan Sehun.

Terkecuali untuk Yifan.

Yang melihat bahwa seorang Oh Se Hun tertarik dengan salah satu Omega bermata panda ini.

"Jadi Omega ini mate-mu Oh Sehun? Kuucapkan selamat setelah penantian seribu tahunmu setelah ditolak oleh seorang Commoner, siapa namanya aku lupa" ujar Yifan membuat Sehun naik pitam.

Ya, Sehun pernah ditolak oleh sunbaenya dikampus yang ternyata adalah seorang vampire kelas Commoner.

Itu sebabnya Yifan sangat berani berhadapan dengan Sehun sampai sebuah angin kencang hampir menerbangkan tubuhnya.

"Namanya Minseok dan dia bukan mate-ku tapi menyulut api dalam sekam bukan perilaku terpadang seorang Aristhocrat. Karena bagaimanapun kalian seorang bangsawan bukan? Bangsawan harusnya bertindak layaknya seorang bangsawan" ujar Sehun tenang membuat Yifan sedikit kesal.

"Dan kalian berdua kembali ke camp sekarang termasuk kau juga Jungkook. Jangan karna dirimu sepupu Yoongi kubiarkan dirimu bebas berkeliling" ujar Sehun mentitah mereka bertiga membuat ketiganya langsung balik kehutan.

Sehun kini mengerti.

Tao punya bukan hanya punya aura yang sama dengan Aristhocrat. Tapi baunya juga 'mengundang' mereka.

'Mungkinkah Tao seorang Tmesis?'

Dan jika iya,

Itu berarti dirinya tak akan selamat jika bertemu Yoongi.


Hallo reader sekalian,

Apa kabarnya? ada yang masih menunggu fanfic pendek ini? Hwhw

Well, pertama - tama saya akan membahas salah satu reviewer kita, Odeng.

Ceritanya bagus~
Tapi ada hal yang agak membingungkan, kitsune/ キツネ nya kena di chapter 1 malah jadi serigala ya ?
Kitsune itu kan pada dasarnya bahasa jepang dari rubah, terutama rubah yang warnanya bulunya oranye kecoklatan itu lho~ kebetulan karena saya mengerti bahasa jepang, membayangkan kitsune berubah jadi serigala, jadi agak aneh hehe, mungkin bisa dicari tahu mahluk mitologi lainnya yang memang bentuknya serigala lebih baik dari pada ambil kata dari bahasa asing tapi sebenarnya bentuk mahluknya bukan yang dimaksud, maaf kalau membingungkan ya, hanya sekedar saran aja hehe , semangat terus ya author sigma

Bahwa memang benar bahwa Kitsune itu adalah rubah bukan serigala. Untuk serigala namanya adalah Ōkami atau オオカミ (狼). Tapi penggambaran Kitsune yang saya gambarkan disini dalam wujud 'manusianya'. Dalam cerita rakyat Jepang, rubah sering ditampilkan dalam berbagai cerita sebagai makhluk cerdas dengan kemampuan sihirnya yang semakin sempurna sejalan dengan semakin bijak dan semakin tua rubah tersebut. Jadi aku menggambarkan Kitsune sebagai 'versi tuanya manusia serigala'. Tapi jika dirasa aneh, Author mohon maaf ya^^

Kedua, kemungkinan fanfic ini hanya akan sampai lima chapter saja mengingat draft aslinya hany dua halaman. Memperpanjang chapter sama dengan menambah derita main pairingnya/?

Ketiga,

Happy Christmas Eve bagi yang merayakan!~

Joyous songs and Christmas cheer...
May laughter and friendship be yours all year!
The miracle of Christmas fill your heart with warmth and love.
Merry Christmas!

Last,

Don't forget to RnR also Fav&Follow!~