Disclaimer : Kuroko no Basuke Tadatoshi Fujimaki-sensei.
Don't like don't read! Enjoy-ssu.
Kagami kaget, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Tetes demi tetes darah jatuh di depan wajahnya dan usus-usus itu terburai hingga jatuh di kaki Kagami. Kagami sudah tidak kuat melihat jasad Midorima tergantung dengan sangat mengenaskan hingga membuat bulu romanya berdiri.
"A... apa ini? Midorima?!" Kagami lemas.
Terdengar suara dering ponsel dari bawah kursi. Kagami langsung mengambil ponsel tersebut. Ada 1 pesan masuk.
From : [No Name]
To : Kagami Taiga.
BALAS DENDAM...
Singkat namun menyakitkan sekaligus mengerikan bagi Kagami. Apa maksud dari pesan tersebut? Lalu, siapa pengirimnya? Batin Kagami. Namun pikiran tersebut langsung dihiraukan oleh Kagami. Segera ia menghubungi Kiseki no Sedai untuk segera datang ke gym.
Kagami masih menatap jasad midorima yang masih tergantung diatas. Dia benar-benar marah kepada orang yang telah membunuh Midorima.
"Kagami-kun, apa yang terjadi padamu? Kenapa wajahmu penuh darah?" Tanya Kuroko. Kagami tak menjawab, ia hanya menunjuk jasad Midorima yang tergantung di langit-langit gym.
"Mi... Midorima?! Kagami, apa yang kau lakukan kepada Midorima?!" tanya aomine dengan penuh amarah. Hampir saja ia memukul Kagami tetapi dicegah oleh Akashi.
"Hentikan, Aomine," kata Akashi "Kagami apa yang sebenarnya terjadi pada Midorima? Siapa yang melakukan ini padanya?"
"A... A...ku tidak tahu. Ketika aku ingin mencari ponselku yang tertinggal, aku sudah melihat midorima seperti ini," jawab Kagami dengan nafas tak beraturan.
"Midorimacchi! Kenapa kau meninggalkan kami secepat ini?! Gimana dengan utang sepatumu itu-ssu!" Kise menangis sambil meronta-ronta.
"Itu benar, Mdorima-kun. Kau juga belum melunasi hutang kacamatamu. Sejak SMP sampai sekarang, kau masih saja mengutang." Sahut Kuroko dengan wajah datar.
"Jadi, selama ini kacamata Midorima belum lunas, Tetsu?" tanya aomine
"Benar, Aomine-kun," jawab Kuroko.
"Heh, Midorima. Mau kau hidup atau mati, masih saja bikin orang susah," kata Akashi sambil meyeringai.
"Lalu, mau kita apakan mayat Mido-chin?" tanya Murasakibara.
"Ya dikuburlah." Jawab Akashi.
"Bagaimana dengan hutang Midorimacchi-ssu?" tanya kise
"Kau ambil saja apa yang dikenakanya sekarang, Kise," sahut Aomine.
"Itu ide yang bagus, Aominecchi,"
Baru saja Kise ingin melepaskan celana Midorima, terdengar suara Midorima.
"Hentikan, nanodayo,"
"Eeeh?!" Kiseki no sedai dan Kagami kaget.
"Midorima, kau hidup lagi?" tanya Kagami.
"Kalian benar-benar tidak peduli padaku, nanodayo," Midorima terlihat kesal "Aku hanya bepura-pura mati. Bukannya kalian kasihan padaku, kalian malah membuka aib hutangku,"
"Ta... tapi... bagaimana cara kau melakukannya, Midorima?" Kagami masih penasaran "Lalu, apa yang terjatuh di bawah kakiku kalau bukan ususmu?
"Itu hanya usus palsu, Bakagami," jawab Midorima.
"Sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua ini, Midorima?" tanya Akashi.
"Aku hanya ingin melihat reaksi kalian saja, hahaha," jawab Midorima sambil tertawa terbahak-bahak.
" Jangan lakukan itu lagi, Mido-chin," sahut Murasakibara.
"Baiklah. Maafkan aku,"
"Midorima, apa kau yang mengirim SMS di ponselku?" tanya Kagami.
"SMS apa? Aku tidak mengirim sms apapun padamu." Midorima malah bingung.
Setelah perdebatan itu berakhir, Kiseki no sedai dan Kagami pulang menuju penginapan mereka. Aomine yang masih kesal terhadap Mdorima masih saja memukul-mukul midorima sepanjang perjalan hingga menghasilkan bakpau (?) di kepala hijau Midorima.
Siang berganti malam dan malam berganti pagi. Kali ini Akashi pergi sendiran ke luar penginapan untuk menghirup udara segar. Tetapi baru saja dia menginjakkan kaki keluar pintu penginapan, CF muncul di hadapanya.
"Kau Akashi, kan?" tanya CF.
"Ada apa? Kenapa kau mencariku?" Akashi balik bertanya.
"Giliranmu sudah dekat, Akashi,"
"Apa kau bermaksud untuk membunuhku?"
"Tenang saja, Akashi. Aku akan melakukan hal spesial untukmu,"
Tanpa pikir panjang, Akashi langsung mengeluarkan gunting dari saku celananya. Dan melemparkannya kearah CF. CF langsung menghindari serangan mendadak Akashi. Tetapi, gunting Akashi mengenai wajah CF yang tertutup kain hitam hingga terkoyak dan sedikit berdarah hingga membuat CF terjatuh di hadapan Akashi.
Akashi yang melihat CF terjatuh ingin membuka penutup wajah itu dan ingin mengetahui siapa CF sebenarnya. Namun belum sempat dia membukanya, CF sudah lebih dulu menusuk tubuh akashi dengan gunting milik Akashi.
CF langsung meninggalkan Akashi yang tergeletak bersimbah darah di lantai sendirian.
Kuroko datang untuk menolong Akashi. Sialnya, CF sudah lebih dulu menusuk Kuroko dengan kipasnya dari belakang!
~ To be continue ~
Gimana, minna? Pendekkah? Maaf jika pendek, karena author aslinya emang pendek bikinnya.
Mind to RnR?
Jaa nee~!
Yukira Kamshiro.
