Author : Gommen _ kalo banyak OC na, coz masih pemula, nga tau apa-apa *innocent* Hehehe..

Thx dah di review, ^^

baiklah di mulai aja.

WARNING:

Banyak OC , cerita nga jelas, banyak TYPO!

Diva.Chapter 3

"Declaration Of War"

Len mangambil segelas susu dan membawanya ke kamarnya. Sambil menghela nafasnya yang berat karna harus mengingat kembali kejadian kemarin.

"Kenapa tiba-tiba nasib ku seperti ini? Kemarin-kemarin perasaan normal-normal aja.

Ya tuhann… apa salah ku sampai-sampai kau mengirimkan aku seorang gadis gila, sarap, sinting seperti dia?" ujar Len yang harus meratapi dirinya sendiri. Len meminum segelas susunya.

"Minum segelas susu sebelum tidur, wah-wah… itu bagus untuk pertumbuhan mu." Ujar rin yang berada di jendela kamar Len.

"…"

3 detik kemudian.

"PFFFTTTTTTTTTT!" Len menyemprotkan Susu yang ada di mulutnya.

"AHAHAHAHAHAHAHHAA!" Rin tertawa Lebar melihat Len.

"K..kau! sedang apa disini? Ini kamar ku!" Protes Len.

"Ia.. aku tau…" Jawab Rin dengan santai.

"Dari mana kau tau rumah ku? Dan lebih penting lagi.. APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?"

"Ahh.. kau mengusir ku Pretty boy? Apadahal aku disini kan mau menjenguk mu…" Ujar Rin dengan nada polos.

Len hanya 'sweatdrop' kemudian berusaha mengusir Rin.

"Aku nga sakit jadi pergilah!"

"Ah.. benarkah?" Ujar Rin sambil memonyongkan mulutnya 3 centi.

"Ia! Positif! 100%! Sekarang pergilah! Aku mau tidur!" Jelas Len kemudian mendorong Rin agar keluar dari ruangan nya.

"Oh.. kau mau tidur? Mau kutemani?" Ucap Rin sambil mengedipkan matanya.

Wajah Len memerah.

"OUTTTT!" Pekik Len.

"geezzz…" Rin hanya 'sweatdrop' kemudian keluar lewat jendela kamar Len.

"Dan jangan KEMBALI!" Pekik Len lagi. Dan menghampas pintu jendela nya.

Len di balik jendela nya, memegang wajahnya yang memerah banget.

Len membuka jendelanya lagi.

"Enyahlah kau Gadis HENTAI!" Pekik Len lagi dan menutup Pintu jendelanya untuk ke2 kalinya.

Rin yang masih ada di TKP hanya bisa 'sweatdrop'.

"Gadis Hentai?" Ujar Rin kecil.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-

Len sudah siap-siap untuk pergi ke sekolah. Terima kasih ke Nona hentai tadi malam. Len sama sekali tidak bisa tidur.

"Kakak.. kok kelihatan suntuk banget?" Ujar Gumi sambil berjalan bersama kakaknya ke sekolah.

"Oh.. ga kok.." Jawab Len kemudian menguap sepanjang jalan.

"Ngomong-ngomong kak..kemana sepeda kakak?" Tanya Gumi.

"Ku tinggal dirumah, hari ini pengen jalan kaki aja. Ha Ha Ha" Ucap Len.

Sebenarnya dia separuh bohong. Memang sepedanya di tinggal di rumah. Tapi sepedanya kemarin sudah rusak banget, uang tabungan Len juga sudah menipis banget, jadi ia lebih memilih untuk jalan kaki.

Len menatap langit dengan tatapan kosong, kemudian menghela nafasnya yang panjang.

"Kakak." Gumi berusaha membangunkan kakaknya dari lamunan nya.

"y..ya?"

"Aku tunggu teman ku dlu." Gumi menunjuk ke arah rumah temannya.

"Jadi kakak dluan aja yah." Lanjut Gumi.

"Ok..ok.." Jawab Len, kemudian menlanjutkan perjalanannya ke sekolah Seika.

Len melanjutkan jalan kakinya lagi.

Setelah 3 langkah, Len mendengar suara yang sangat ia kenal.

"Ketuaaaaaaaaaaaaaaaaa" Pekik sekertaris Seika.

Len menatap ke arah sumber suara itu.

"Oh.. Miku-San." Ujar Len.

Miku berlari ke arah Len dan kemudian berjalan sejajar dengannya.

"Ketua biasanya naik sepeda." Tanya Miku yang heran.

"E.. ya.. Well… Aku pengen Jalan kaki aja.." Elak Len sambil menggaruk-garuk kepalanya.

"Oh ia Miku-San, aku nga tau kalo Miku-San biasanya jalan kaki." Lanjut Len.

"sebenarnya ayah ku selalu mempersiapkan mobil dan supirnya untuk mengantar ku. Tapi aku lbih memilih untuk jalan kaki." Jawab Miku.

"Lalu kenapa lbih memilih jalan kaki?"

"Polusi."

"Eh?"

"Polusi semakin marak, dan aku tidak mau pagi-pagi sudah merusak udara pagi yang segar ini." Jawab Miku dengan senyuman nya.

"Wah.. Sugoi (Hebat) Miku-San bukan hanya kaya, tapi hatinya juga baik dan perhatian" Ujar Batin Len.

Tanpa disadari wajah Len memerah sendiri.

"Ehh Ketua.. Anda demam? Wajah Ketua memerah." Tanya Miku.

"En..engga engga." Len berusaha menutupi wajahnya.

"P..Pang..panggil aja.." Len menggantungkan kalimatnya dan berusaha tidak menatap langsung mata miku.

"umh?" Miku menunggu lanjutan kata-kata Len.

"P..panggil saja aku Len." Ujar Len kemudian menutupi wajahnya yang semakin memerah.

"Baiklah." Jawab Miku sambil tersenyum.

Len senyum tipis dan sedikit puas.

"Apa aku suka dengan Miku-San?" Tanya Len pada batin nya.

"Ket.. maksud ku, Len-Kun. Ayo kita percepat langkah kita. Nanti telat." Ucap Miku.

Len mengangguk kepalanya dan mulai berlari.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

"A… Apa apaan ini?" Tanya Len dengan tatapan marah dan keringat dingin.

"Permisi Yuki, photo apa itu?" Ucap miku sambil menunjuk pada photo yang dipegang selurung anak-anak di sekolah Seika.

"Ahahaha.. ini? Kau bisa mendapatkan photo ini di kardus dekat Tangga menuju atap." Jawab temannya Miku.

"Boleh ku lihat photonya?" Tanya Miku lagi.

"Tentu, aku ada banyak kok, hahaha." Jawab Yuki, kemudian memberikan photo tersebut ke Miku.

Miku melihat photo tersebut dengan tatapan kaget dan memperlihat kan photo tersebut ke Len.

"Len-Kun, sebaiknya kamu liat photo ini deh."

Len mengambil photo tersebut . "eh?.."

4 detik kemudian. Setelah dilihat baik-baik, isi photo tersebut dan…

"WHAAAAAAAAAAAAAAAAATTT!" Dengan seketika sekolah Seika seperti di gempakan oleh kingkong raksasa.

Len dengan aura kematian disekitarnya mulai muncul.

"Photo…photo… photo apa ini?" Tanya Len dengan nada seperti mau bunuh orang.

"P..Photo K.. Ketua…" Jawab salah satu murid yang ditanya Len.

"Dari manakalian mendapatkan photo ini?" Tanya Len lagi.

"D..Di.. Di kardus dekat tangga menuju Atap."

Jawab murid tersebut dengan keringat dingin.

Dengan kecepatan tinggi Len pun Berlari ke arah tangga.

Len mendapatkan kardusnya tapi photo-photonya sudah hilang.

"Tch! F**K! *%&#$(#$#*$!#!($*^$$($\\/$%!$)%^**" Len mengutuk dengan kata-kata yang 'tak boleh dikatakan'.

"Siapa yang sebarin ni Photo? Pasti… Pasti si Cewe Hentai itu!"

Gumam dalam Len dalam hati.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-.-.-.-.-.-

Narrator no Baka : yang penasaran dengan photo tersebut. akan ke beritahu apa isinya.

Isinya adalah photo Len yang sedang tidur dengan posisi yang…..

Len : *JITAK!*Jangan Di TERUSKAN! Kau ingin reputasi ku TURUN?

Narrator no Baka : *aww T^T (Kibarin bendera putih)

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-.-.-.-.-..-.-.-.-.-.-.-..-.-.-

Len yang masih memakai tas nya memasuki kelas 2-A di sekolah Heika. Seluruh siswa Heika yang melihat Len dengan seragam Seika di sertai dengan aura kematiannya, membuat para siswa-siswa Heika hanya 'Sweatdrop'.

Len melempar photonya di meja depan Rin dan kawan-kawannya duduk.

Rin mengambil photo tersebut dan menatapnya dengan seksama.

Len melipat tangannya dan menunggu penjelasan dari Rin.

"Kau berusaha untuk menggoda ku dengan photo ini?" Tanya Rin dengan nada datar dan wajah penuh pertanyaan.

"ENGGA!"

"Jadi ini maksud nya apa?

"Seharusnya aku yang ngomong seperti itu."

"Haa?"

"Kau yang menyebarkan photo ini di sekolah ku kan?"

Tanya Len.

Rin hanya diam kemudian berdiri.

Rin meninggalkan Len dan keluar kelas.

"HEYY!KEMBALIIII!" Pekik Len.

Rin memutar kepalanya 90 derajat, kemudian mengeluarkan senyum mengolok nya.

Arggghh!stupid stupid stupid hentai !

Jadi gini? Jadi akhirnya begini?

Jika mau mu seperti ini…

Ok!

Aku terima Deklarasi perang mu.

Ujar Len dengan aura Battle nya yang menyala-nyala.

Len keluar kelas Rin dan kemudian berlari.

Tapi tanpa disadari ada sesuatu yang jatuh dari tas Len…

-.-.-.-.-.-.-..-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

Narrator no Baka : Dan akhirnya perang antara Ketua Ossis Seika dan Ketua Geng Yooru pun dimulai.

Maksud ku, Dimulai na di Next Chapter.. Sayonara…

Jack : *numpang lewat sambil makan pisang.

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-..-.-.-..-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-..-.-.-

Author : La-Senpai Here!

Thx dah di review yaa *Bowww!*

Kuro-Sama, Gommen kalo banyak oc na... Character cowo na di vocaloid kurang tau sih _ Tehehehe.

EYD? O_O?

*maap blum berpengalaman*

*Bow Lagi!*