The Black Cat

Pairing :KiWook, KyuWook, HaeMin, YeChull

Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#. Dan kami semua milik Tuhan.

Rated : T

Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read

Summary :Dimulai dari Agen Elit super Rahasia yang dijuluki Black Cat, hingga sang agen bertemu dengan seorang namja buta yang membuatnya berpikir ulang untuk membunuhnya. Masa lalu yang penuh misteri serta penghianatan sang presiden

Genre : Crime, Romance

Kim's House 7.45

Senandung manis terdengar dari bibir merah Kim Yesung, di tatapnya wajah sang istri dari balik tabung kaca. Senyuman terlihat di wajahnya saat wajah pucat cantik namja di hadapannya ditangkap oleh retina matanya. Seolah memberikan kekuatan dan selamanya namja penghuni tabung itulah yang menjadi sumber hidupnya. Meski sedikit, ia hanya ingin memantapkan hatinya, memberikannya harapan, namja cantik itu akan membuka matanya dan tersenyum untuknya.

"Pagi Chullie! Bagaimana keadaanmu pagi ini chagiya?" monolognya, yang jelas tak pernah di sahuti oleh namja cantik yang telah meninggal beberapa tahun silam.

Meninggal? Ya… namja itu telah tiada, jantungnya pernah berhenti berdetak. Paru-parunya pernah tak berisi udara dan tubuhnya mendingin tanpa tanda kehidupan. "Hmm… sepertinya lebih baik eoh?" Yesung tertawa girang saat melihat layar computer yang berisi untaian kehidupan sang namja yang sangat ia cintai.

Benarkah masih ada harapan untuk kehidupan yang telah mati? Mungkinkah seorang manusia bisa di hidupkan kembali? Bukankah seorang Kim Yesung telah menyalahi kodratnya sebagai seorang manusia? Apa ia merasa dirinya sebagai Tuhan sekarang? Seharusnya dia tahu, bahwa dia seorang pendosa yang ingin mengalahkan kuasa Tuhan.

Tapi…. Ia tak peduli. Prof. Kim Yesung hanya ingin kembali bersama istri dan anaknya. Ini bukan pertama kalinya ia mencoba menjadi Tuhan. Lihatlah sosok dua orang anak yang berasal dari rahim namja. Apakah itu mungkin? Dialah yang membuatnya menjadi mungkin. Kemudian anak keduanya, Kim Kibum. Anak yang sempat menjadi penghuni tabung kaca seperti eommanya itu, kini bisa hidup kembali setelah kematiannya.

"Kau sangat cantik chagiya… bisakah kau buka matamu? Biarkan aku melihat mata itu lagi?" suara Yesung semakin terdengar lirih. Di sentuhnya tabung kaca yang berisi sosok cantik itu. Membayangkan dirinya sungguh menyentuh istrinya tanpa penghalang apapun. "Saranghae, Kim HeeChul"

%ika. Zordick%

Kibum menghentikan langkahnya saat melihat appanya yang sedang bermonolog ria di depan tabung yang berisi sosok eomma yang sangat ia cintai. Dia bersembunyi di belakang dinding pembatas ruang laboratium serba putih rumahnya. Di genggamnya seragam yang sedang ia kenakan di bagian dada. Sakit… ia merasakan sakit yang teramat luar biasa.

Ini bukan pertama kalinya, ia merasakan sakit itu sejak ia hidup kembali. Ia hanya diam, tak ingin memberitahukan pada appanya. Karena ia tahu, itu bukan kelemahannya melainkan kesempurnaan yang ia miliki. Ia dapat merasakan sakit hati, dan rasa sakit tersebut datang saat ia menyadari satu hal. "Aku bukan mahluk Tuhan" gumamnya.

"Bummie… gwechana?" suara lembut ajaib itu terdengar di telinga kibum. Membuatnya mendongak dan mendapati orang yang bisa membuat hatinya nyaman. Orang yang ia cintai tanpa ada sedikitpun ikatan darah.

Tanpa aba-aba, kibum memeluk sosok itu. Mencoba mengurangi sakit hatinya yang terus bergemuruh. "Kibummie…."

"Sebentar saja, taemin-ah!"

Taemin mengusap punggung kibum lembut, mencoba menyalurkan ketenangan dari dalam dirinya. Meski ia juga dapat merasakan rasa sakit dihatinya karena kesempurnaannya. Karena ia sadar, rasa sakit di dadanya ini pun ciptaan manusia. Nafsu dan egonya yang ingin memiliki seorang kim kibum berasal dari program rumit yang di masukkan dalam tubuhnya. Dan peciptanya tak lain dan tak bukan hyungnya kibum sendiri, Kim Donghae.

%ika. Zordick%

School 09.00

"HUWAAAA….. AKU TERLAMBAT!" teriak namja bersurai ikal bersama dengan namja bertubuh atletis di belakangnya.

BRUGHH… mereka tepat menabrak pagar sekolah yang sudah tertutup terlebih dahulu. "Aish.. lihat! Ini karenamu babo!" hardik namja bersurai ikal—Kyuhyun dengan nada sadis.

"Kau yang telat bangun Cho Kyuhyun!"

"Choi Siwon! Kau lah yang menggoda eommaku agar aku pergi hari ini bersamamu, jika tidak aku sudah duduk tenang di kelas sambil bermain PSP" sepertinya kyuhyun tak mau kalah. Ya.. mana mau dia di salahkan. Akibat namja inilah dia harus rela berlari-lari padahal mobil sudah di siapkan untuknya.

Mata Siwon melotot, ia juga tak mau disalahkan. Dia bermaksud baik agar namja tinggi bersurai ikal yang hanya menghabiskan waktu bermain PSP itu dapat berolahraga sedikit kenapa malah dia mendapatkan kata-kata sadis tak mengenakkan.

"Berhentilah bertengkar!" sebuah suara menghentikan perdebatan mereka. Mereka langsung menoleh pada namja berwajah dingin yang tampaknya bernasib sama seperti mereka. TERLAMBAT.

Kyuhyun mendengus muak, jika ditanya siapa namja yang paling ingin ia musnahkan di dunia ini. Yang pertama adalah appanya, yang kedua choi siwon dan yang ketiga, sudah sangat jelas, si namja berwajah dingin yang penuh dengan kejutan yang sedang menengahi perdebatan antara dia dan siwon. "Tcih… Kim Kibum, kukira kau anak baik yang tak pernah terlambat" desis Kyuhyun.

"Sopanlah sedikit Cho Kyuhyun!" Siwon yang kini menjadi penengah. Kibum sama sekali tak tertarik untuk sekedar melirik wajah namja yang sama sekali tak berhubungan dengan misi yang di embannya.

Kibum tersenyum simpul, anggap saja keramah tamahannya pada orang belagu yang sedang ia lindungi. "Setidaknya aku bisa selamat sampai kelas" ujar kibum menghentakkan ujung sepatunya ke tanah seolah sedang mengambil ancang-ancang.

"Bagaimana caranya?" Siwon tampaknya tertarik dengan penawaran yang tak di ajukan padanya.

"Memohonlah padaku Cho kyuhyun!"

"Tak akan!" dua kata itu cukup membuat kibum tak mengharapkan kata selanjutnya. Di rangkulnya pinggang kyuhyun erat. "Yak! APA YANG KAU LAKUKAN?" pekik kyuhyun tak senang.

Kibum menyeringgai kemudian kembali pada wajah stoicknya dalam durasi kurang dari satu detik. "Jangan banyak bergerak!" TRSS…. Siwon terperangah melihat adegan yang baru ia lihat. Kyuhyun yang membulatkan matanya dengan sempurna ditambah dengan kibum yang tenang-tenang saja. Padahal dialah actor utamanya.

Ya.. kyuhyun sedang melayang sekarang dan kibum lah yang mengangkat tubuhnya yang tinggi dengan entengnya. Namja stoic itu melompati pagar yang tingginya dua meter lebih dengan sekali lompatan dan mendarat dengan sempurna di balik pagar. "Ba…bagaimana caramu melakukannya?" tampak kegugupan dari wajah Cho Kyuhyun. Ia tak percaya, ia seolah mengalami sebuah keajaiban.

Kibum tak menggubris pertanyaan kyuhyun, ditariknya pelan tangan namja tinggi itu. Melangkah dengan langkah angkuh seolah dialah orang bisa melakukan segalanya. Kyuhyun menolehkan wajahnya, dilihatnya Siwon yang masih mematung di depan pagar, masih setiap dengan wajah cengo tampannya.

Ia menoleh ke punggung kibum yang sedang menariknya. Namja berbeda yang membuat warna baru dalam dunianya. Ia rasa kebebasannya sungguh sedang berada di ujung tanduk sekarang.

%ika. Zordick%

Taman Kanak-kanak 13.00

Donghae bersiul girang menunggu sosok yang di nantinya dari depan pintu pagar TK yang menjadi sekolah namja yang begitu ia cintai. Apakah namja itu sedang menunggu sang kekasih? Nee… jelas saja, sudah terlihat dari ekspresi berbunganya. Lalu… apakah dia guru TK itu? Jawabannya akan mengejutkan! TIDAK! Apa kepala Sekolahnya? TIDAK juga. Lalu… siapa?

"Hyung~!" teriak manja seorang namja mungil berwajah manis dari lapangan sekolahnya sambil melambai. Senyum donghae semakin lebar, itulah kekasihnya. Seorang anak kecil yang masih balita.

Saat namja kecil—Lee Sungmin hendak melangkahkan kakinya menghampiri sang namja chingu, sebuah tangan menghentikan langkahnya. Sebuah dekapan hangat menyambutnya. Ia mendongak mendapati wajah tampan teman yang selalu mengganggunya kini seolah melindunginya. Ia tak mengerti mengapa namja menjengkelkan itu memeluknya kali ini tapi ia tahu, berpelukan dengan orang lain di hadapan seorang Kim Donghae adalah masalah besar.

Sungmin mendorong tubuh Changmin sekuat tenaganya hingga temannya itu terjungkal di tanah. "Jangan meluk seenaknya!" pekik Sungmin yang langsung menjadi tontonan gratis oleh teman-temannya yang lain serta ibu-ibu mereka.

Dengan takut-takut, sungmin melirik kea rah donghae. Sesuai dugaannya, namja itu hanya berdiri membatu di sana dengan senyuman yang sudah pudar dari wajahnya. "Hyung~ Mian he" tangis Sungmin langsung meledak, mungkin inilah hal yang bisa membuat Donghae menyadari satu hal, Sungminnya masih kecil. Masalah sepele seperti ini bahkan bisa membuat namja imut itu menangis tak karuan.

Donghae cepat menghampiri Sungmin, di gendongnya tubuh mungil itu. Menenangkan Sungmin harus segera ia lakukan sebelum telinganya berakhir dengan ketulian. Ia melotot menantap Changmin, ya… rival cintanya saat ini. Changmin hanya mendengus tak peduli. Dibalasnya tatapan Donghae tak kalah dingin. Dia tak pernah takut dengan namja dewasa yang sudah sejak setahun lalu mendapat KTPnya itu. Changmin termasuk anak pintar di kalangan teman-temannya dan ia tahu hubungan antara donghae dan sungmin adalah sebuah hal mustahil.

"Jangan memarahi anak itu, dia pasti tak sengaja" ibu-ibu yang berada di sekeliling donghae memberi nasihat agar ia tak lanjut marah pada Changmin. "Kau Pamannya? Atau hyungnya? Atau kau ayahnya? Anak sekarang memang suka menikah usia dini ya?"

Donghae terdiam, rasanya lidahnya kelu mendadak. Jantungnya terasa berhenti. Ia membungkuk ke arah ibu-ibu yang masih mencoba membujuk sungminnya. Ia berlari cepat dan memasukkan sungmin ke dalam mobilnya. Ia tak kuat, sungguh tak kuat menerima kenyataan hubungan tak pantasnya dengan sang kekasih.

"Ayah? Paman? Hyung?" inilah yang terus berputar di kepalanya.

%ika. Zordick%

School 14.20

"Auch… dingin~!" ringis Kyuhyun saat mendapati kibum yang sedang membangunkannya dari mimpi indahnya di ruang kelas dengan minuman kaleng dingin yang kibum tempel di pipinya. "Yak! Kau memang suka membuatku menderita Kim Kibum!"

Kibum hanya memiringkan kepalanya, memasang wajah kasihan dan aura aegyonya menguar seketika. Para yeoja yang sudah membuat KIHYUN club merana kecewa dan membuat KYUBUM club bersorak kegirangan. "Apa-apaan wajahmu itu? Membuatku jijik!" ujar kyuhyun sakratis.

"Minum itu! Aku takkan membiarkan nilaimu turun" kyuhyun menatap intens minuman kopi dingin kalengan yang sedang di sungguhi kibum padanya. Menjengkelkan memang! Kenapa ia harus menuruti namja dingin ini yang sama sekali tak menggubrisnya soal lompatan tinggi yang ia anggap keajaiban.

"Aku jenius Kim Kibum, meskipun aku tertidur selama 1000 tahun saat aku bangun aku pasti mendapat juara satu" menyombong sesekali soal kejeniusannya, ia rasa buka suatu masalah. Kyuhyun tersenyum meremehkan kibum yang tak tahu apapun soal dirinya.

"Hmm.." kibum tampaknya tak terlalu tertarik dengan atraksi penyombangan diri itu. Di liriknya para yeoja yang sedang memasang wajah mupeng menatapnya dan tak ketinggalan para namja abnormal yang penuh nafsu. Sekali lagi, ia mencoba memasang wajah palsunya, tersenyum dan menyebar pesona.

Kyuhyun yang merasa di acuhkan untuk kesekian kalinya menatap horror pada apa yang sedang menarik perhatian kibum. Matanya melotot tak percaya, segitu banyakkah penggemar hubungan dia dan kibum. Lihat juga para namja dan yeoja yang sedang menatap tajam kea rah mereka yang menyiratkan bahwa ketidak terimaan para fans yang menginginkan salah satu dari dirinya dan kibum.

Sekali lagi kyuhyun menyeringgai penuh kemenangan, di putarnya wajah kibum agar kembali menatapnya. Kibum masih setia dengan wajah datarnya, kyuhyun berlahan mengusap surai hitam kelam kibum. Dia suka melihat para kihyun shipper dan penggemar kibum yang begitu terluka dengan perbuatannya. Matanya menatap intens kedalam manic hitam kibum.

"Sepertinya aku yang lebih tampan dari mu kim kibum" gumamnya.

Kibum tersenyum penuh arti, ia mengerti mengapa sekarang namja sombong dan angkuh di hadapannya itu bersikap manis padanya. Di tepisnya lembut tangan kyuhyun di wajahnya. "Jika kau ingin dimanjakan jangan terlalu agresif seperti ini" killer smile kibum terlihat jelas. Tangannya mengacak-acak pelan rambut kyuhyun. Kali ini Kyubum shipperlah yang terlihat tak terima.

"Walaupun aku tertidur 1000tahun kau takkan bisa mengalahkanku saat aku bangun cho kyuhyun" seolah membalik semua kata-kata kyuhyun, kibum memasang kembali wajah stoic nya. Cho kyuhyun belum bisa mengalahkannya lagi. Dan sekali lagi tanpa izin dari kyuhyun, kibum pergi dari hadapannya seenaknya.

%ika. Zordick%

Kim's House 14.30

Tanpa aba-aba, donghae melangkahkan kakinya dengan cepat. Kangin sedikit terkaget melihat namja berparas tampan yang berstatus sebagai rekan kerjanya serta anak pemilik rumah yang sedang di tumpanginya itu datang dengan gerak-gerik yang lain dari biasanya. Kangin berlari mengejar Donghae, saat hendak menghentikan langkah pemuda itu, langkahnya yang justru berhenti.

Tatapan mata donghae yang sedang menatap wajah namja cantik di dalam tabung di laboratorium milik appanya seolah menjadi jawaban jika kangin memang akan bertanya 'Donghae-ya gwechana?'. Jelas sekali namja tampan berotak jenius dan berprestasi selangit di usianya yang muda di Dewan Agen Elit Rahasia Nasional itu sedang tak baik-baik saja.

Terlihat sekali namja itu sedang bersedih, ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Kangin tahu satu hal yang pasti, donghae hanya ingin memberitahukan hal itu pada namja cantik yang sekarang tengah tertidur di dalam tabung dingin tersebut.

"Eomma….. aku harus bagaimana? Beritahu aku!" Kangin tertegun, saat melihat donghae memeluk tabung kaca itu. Ia tahu sekarang, bagaimana anak yang menghuni rumah besar Kim ini memerlukan sosok seorang ibu.

Saat kangin ingin menghampiri Donghae dan memeluk tubuh rapuh itu, ponselnya bergetar. Di ronggohnya saku celananya, "Agen Kim Young Woon" ujarnya dengan suara tegas.

"Misimu bersama Agen Kim Dong Hae, Mr. Mark Diesel di culik, tugas kalian menemukannya dan membersihkan nama Negara"

Kangin mencoba mencerna kata-kata dari atasan yang sedang memberinya tugas tersebut. Dia tahu nama orang yang sedang di maksudkan. Perwakilan Amerika yang akan membuat perjanjian baru dengan negaranya. Akan tetapi orang itu termasuk orang penting bahkan sangat penting untuk Negara ini. Tugas sulit seperti itu belum masuk dalam level kerjanya.

"Ta…tapi, ini bukan level tugasku"

"Tapi level kerja Kim Donghae, baiklah, kami memberikan 24 jam untuk misi ini"

Tuutt… Tuuutt…. Tuutt… sambungan telpon terputus, cukup membuat kangin cengo sejenak. Di langkahkannya kaki mendekati Donghae, ditepuknya pelan bahu Donghae. "Misi 24 Jam untuk kita, menyelamatkan Mr. Mark Diesel"

Donghae berbalik, dipamerkannya senyuman indah pada Kangin. "Kajja hyung"

%ika. Zordick%

Ryeowook's Apartement 19.25

Aku bersenandung menghilangkan rasa bosanku. Harus kuakui aku memang akan selalu bosan. Semuanya gelap, tak ada cahaya lagi dalam duniaku. Tapi aku seorang kim ryeowook yang tegar, aku bukan namja lemah yang saat kehilangan cahaya menjadi begitu menyedihkan dan tak bisa melakukan apapun.

Dengan berkurangnya satu indera pada diriku, indera lainnya menjadi lebih tajam. Aku bisa merasakan, mendengar, dan mencium lebih tajam dari orang pada umumnya. Aku masih bisa melakukan segala hal meski tanpa penglihatan. Aku tak perlu merepotkan semua orang.

Ada yang bertanya kemana kelurgaku? Mereka sudah menjualku sejak usiaku menginjak 12 tahun. Orang tua mana yang tega menjual anaknya sendiri? Yah… mereka orang tuaku. Aku hidup dan dilatih menjadi seorang gigolo dari usia itu. Setidaknya aku menjadi pribadi yang mengetahui kerasnya hidup di dunia ini. Menjadikanku pribadi yang selalu bersyukur dengan segala nikmat.

Kemudian saat usiaku 15 tahun, aku mulai menggeluti profesi nista itu. Melayani semua namja dan yeoja yang menginginkanku. Apa aku salah? Apa aku berdosa? Ya.. aku tahu itu. Aku selalu berdoa sepanjang malam agar Tuhan memaafkanku, tapi sekeras apapun aku berdoa, ku yakin Tuhan takkan memaafkanku. Aku terlalu kotor dan aku sungguh sangat berdosa.

Kemudian… aku bertemu dengannya. Seorang namja berperawakan tinggi dan tampan. Namja yang berusia lebih muda dariku, namja sederhana yang terlihat angkuh. "KIM RYEOWOOK! KAU HANYA MILIKKU!" teriaknya keras yang membuatku membulatkan mataku. Tentu saja aku terkejut dengan ulahnya yang seenaknya. Tapi aku mengenalnya, dia namja yang kuselamatkan saat akan bunuh diri di jembatan sungai Han. Bukankah dia terlihat terlalu tampan untuk pemikiran babonya?

"HEI… Anak sialan! Apa yang kau lakukan di sini? Bahkan kau terlalu kecil untuk menyewa kim ryeowook" itulah kata pemilik bar. Aku cukup mengerti bahkan sangat mengerti. Jiwa dan ragaku untuk di sewakan setiap malamnya pada orang-orang yang memiliki uang.

"Aku bayar 3 kali lipatnya" ujarnya santai. Aku terdiam mendengar penuturannya. Aku hanya menelan ludah kecut, dia menyeringgai dan aku mengerti saat dia mengeluarkan uang tunai dari ranselnya. Uang yang jumlah nya tidak sedikit. Pemilik bar mempersilahkan dia menunggu di salah satu kamar. Dia mengikutinya.

Sementara aku, rasanya aku ingin menangis. Apa aku harus berterima kasih padanya yang telah membalas perbuatanku menyelamatkannya dari kematian dengan tidur dengannya malam itu? Atau aku harus mengutuk nasibku yang memang di takdirkan untuk memberi kepuasaan nafsu pada manusia-manusia bejat ini?

"Kim Ryeowook, masuklah ke kamar tamu kehormatan kita. Kau sungguh tak pernah mengecewakanku. Bersyukurlah kau dapat klien yang tampan dan masih muda hari ini" aku bisa mendengar nada cemooh dari orang yang sama denganku. Orang-orang munafik yang bertingkah angkuh dengan kedudukan mereka sebagai pekerja malam.

Aku melangkahkan kakiku ke dalam kamar itu. Memutar pelan knop pintu setelah aku mempersiapkan hatiku. Aku mengubar senyuman hambar, aku tak boleh terlihat jelek di depan klien kan? Aku tak ingin di pukuli oleh pemilik bar karena membuat pelanggan kecewa dengan service ku. "Selamat malam tuan" aku membungkuk padanya yang sedang berevil smirk ria.

Dia duduk di ranjang sambil menyilakan kakinya. Dia sungguh terlihat seperti bocah yang tak tahu apapun. "Kau kerja disini ryeowook-ssi?" tanyanya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan ini. Aku tersenyum melihat tingkah polosnya.

"Nee… aku kerja di sini, Tuan Cho" jawabku dengan sopan masih setia dengan senyuman manisku.

"Apa kau senang kerja di sini?" aku terdiam kali ini. Aku tak mampu menjawabnya. Jika boleh jujur, aku ingin lepas dari dunia ini. Sangat ingin.

"Nee… sebaiknya kau segera melepas pakaianmu tuan, agar aku bisa memulai pekerjaanku" aku duduk di tepi tempat tidur. Ku buka satu persatu kancing kemeja putihku. Dia sedikit bergerak menjauhiku.

"Kau mau apa?" dia terlihat gugup dengan wajah memerah. Di pegangnya tanganku untuk menghentikan gerakan ku yang terus melepas pakaianku. Aku mendongak melihat wajahnya yang terkesan malu. "Hentikan…."

"Wae? Kau sudah menyewaku satu malam, kau berhak untuk itu" jawabku terus terang. Inikan kemauannya. Dia memakaikan kembali kancing bajuku. Ditatapnya aku dengan obsidian sayunya.

"Wookie… saranghaeyo… aku mencintaimu sejak aku bertemu pertama kali denganmu"

"Babo! Jangan jatuh cinta padaku!" jantungku berdebar tak karuan, aku sering menerima pernyataan itu. Dari para ahjussi, ahjumma bahkan dari para manusia haus sex yang senang dengan pelayananku, tapi baru kali ini aku merasakan makna yang sangat suci dari kata itu. Terasa menyenangkan dan membuatku menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini.

Dia tersenyum, amat manis, di peluknya tubuh mungilku. Meski umurnya lebih muda dariku kenapa rasanya dia begitu hangat dan mampu melindungiku? "Aku tahu kau juga mencintaiku, aku akan bawa kau keluar dari dunia ini. Aku berjanji" janji itulah yang ku dengar dari bibir tebalnya. Kata-kata manis itulah yang ia hanturkan dengan suara indahnya. Apa ia mempesona? Yah… dia orang pertama yang mampu menggetarkan jiwaku.

%ika. Zordick%

Tok…tok…

Lamunan ku terpecah saat mendengar suara pintu kamarku di ketuk. Siapa itu? Apakah snowy? Suara langkahnya begitu ringan, cara snowy ketika berjalan. Kenapa ada perasaan rindu ketika berhubungan dengan namja itu ya? Namja yang kurasa memiliki kekurangan yang sama denganku. Jika aku tak bias melihat maka apakah dia tak bisa berbicara? Entahlah….

Tangan hangat melingkar di bahuku. Aku tersenyum saat mencium aroma mint segar dan merasakan hembusan nafas lembut di leherku. "Wookie.. merindukanku eoh?" kyuhyun datang.

"Hmm…. Nee" aku terkekeh pelan, bukankah dia namja yang amat perhatian? Dia selalu memberi kejutan di setiap kedatangannya.

Sreekk… Sreekk…. Aku menajamkan pendengaranku, Snowy juga ternyata ada di sini. Kudorong pelan tubuh kyuhyun. Lho.. kenapa aku melakukannya? Apa aku tak ingin membiarkan snowy melihat kemesraanku dengan namjachingku sendiri? Dasar wookie babo, snowy bukan siapa-siapa bagimu dan dia mencintai orang lain. Orang yang namanya selalau ia sebut saat ia tertidur di pangkuanmu.

"Wae?" deep voice kyuhyun membuatku tersentak dan kembali sadar bahwa dia ada di sampingku. Aku menggeleng lemah. Aku dapat merasakan tangan kyuhyun kini melingkar di pinggangku. "Wookie… mianhe… mianhe hyung"

Tubuh kyuhyun bergetar, dia pasti menangis lagi. Aku menenggelamkan kepalaku di dadanya. Memeluknya erat hingga tak ada jarak yang memisahkan kami. "Kenapa kau membahasnya lagi Kyu, kita lupakan saja eoh! Sekarang aku hidup lebih baik"

"Tapi kau tak bisa melihat, itu salahku" suaranya terdengar semakin serak. Entah sejak kapan kyuhyun tegarku berubah menjadi begitu cengeng. Ya… sebenarnya aku sangt tahu, sejak kebutaanku. Sejak ia melihat darah yang mengalir dari mata ini. Sejak aku mengatakan 'gelap'.

Author pov.

Kibum melompat memasuki beranda kamar apartement seseorang yang mungkin bisa menenangkan hatinya. Meski malam belum terlalu larut, ada sebuah gejolak dihatinya yang mengharuskan ia untuk datang dan melihat namja buta pemilik apartement itu. Dimulai dari persamaan dirinya dan sang namja buta. Tapi tak ada yang dapat mengartikan apa yang sama dari mereka. Kibum terlalu sempurna untuk di katakan sebagai orang yang cacat.

Dia berjalan dengan santai menuju dapur, ia tahu benar kalau kebiasaan namja bernama lengkap kim ryeowook akan berada di dapur saat jam segini. Kenapa? ia hanya terlalu suka untuk memperhatikan gerak-gerik namja itu tanpa harus menunjukkan sosoknya. Apa ia mempunyai perasaan pada namja buta itu? Yaa… dia seolah melihat sosok ibu sekaligus taeminnya dalam jiwa wookie.

"Mianhe…." Kibum tahu sejak awal kedatangannya kemari, kyuhyun ada. Orang yang menjadi objek misinya. Suara deep voice kyuhyun yang terdengar serak cukup membuatnya menyimpulkan namja itu sedang menangis lagi sambil memeluk kekasihnya. Jujur saja, hatinya mencelos sakit, apalagi kini ia melihat kim ryeowook membalas pelukan namja tinggi bersurai coklat ikal itu.

Tapi ada satu hal yang membuatnya terus berada di sana, mendengarkan pembicaraan dua sejoli yang sedang memadu kasih. Benar… alasan yang membuat seorang kim ryeowook BUTA. "Tapi kau tak bisa melihat karena salahku" otak cerdas kibum mulai memproses perkataan kyuhyun. Meski terasa makna abstrak itu takkan mendapatkan arti yang jelas.

"Aku sungguh tak ingin melepaskanmu, sungguh…. Aku mencintaimu, melebihi apapun di dunia ini. Tapi… aku takut, sangat takut"

"Aku takkan terluka, percayalah padaku" sebuah senyuman malaikat indah terkembang dibibir ryeowook. Kibum menatapnya tajam. Jika ia boleh membunuh, maka orang pertama adalah cho kyuhyun. "Saranghae kyunnie" dan kata dari mulut yang sama, membuat kibum harus menggertakkan giginya. Geram. Marah. Tapi ia sadar, ia hanya mengenal kim ryeowook sebagai namja baik hati yang menyelamatkannya. Bukan orang yang berhak merebut hatinya dari seorang Taemin.

%ika. Zordick%

Kim's House 00.12

"Kau pulang? Kukira kau akan tidur di luar lagi" kibum membuka matanya saat ia mendengar suara orang yang begitu ia rindukan terdengar. Ia bangkit dari ranjangnya dan mendapati Taemin yang sedang menatap tajam dirinya. Jika boleh jujur, kibum sama sekali tak mengerti dengan tatapan yang di tujukan padanya itu.

"Wae..?" pertanyaan ambigu terdengar dari mulut seorang kim kibum. Taemin tersenyum, menunjukkan senyuman yang sangat manis yang membuat hati rapuh sang black cat bergetar. Kibum menepuk tepi tempat tidurnya, mengisyaratkan agar taemin duduk di sampingnya. Dipeluknya tubuh taemin dari belakang saat namja itu sudah duduk dengan nyaman. "Merindukanku eoh?"

"Bukankah kau yang tak merindukanku kim kibum?"

Kibum terkikik geli, meski raut wajahnya masih datar. Di tenggelamkannya wajahnya di ceruk leher taemin, melepas keraguannya dalam waktu sepersekian detik. Ya… hanya namja yang penuh ketidak sempurnaan inilah yang membuatnya jatuh cinta. Namja yang dimatanya lebih luar biasa di banding manusia sempurna ciptaan Tuhan. Kenapa? Bukankah mereka sama, mereka sesama ciptaan keluarga Kim, ciptaan manusia yang seolah ingin mengalahkan kodrat Tuhan.

"Saranghae… berjanjilah tak meninggalkanku Taemin-ah!"

"Nee… tapi berjanjilah satu hal padaku kibummie!"

Kibum melepas pelukannya, diputarnya tubuh Taemin agar menghadap padanya. Tatapan mata kosong tanpa perasaan itu menatap dalam ke mata seorang robot dihadapannya. Menusuk tapi tak melukai. Taemin mengelus pipi kibum, mengecup bibir adik sang penciptanya ringan. Tak menginginkan balasan, karena ia tahu kibum tak menginginkan kecupan melainkan jawaban.

"Bukankah kau mencintai diriku bummie?"

"…." Kibum masih setia dengan tatapannya namun melembut dan membalas kecupan ringan taemin. Merasakan bibir yang terkadang terasa dingin seperti es seolah menjadi sensasi menyedihkan baginya.

"Berjanjilah hanya mencintai diriku yang ini. Jika aku menjadi kaleng rongsokan, berjanjilah untuk selalu menatap mataku, jangan cintai tubuhku. Jangan cintai bibir ini! Jangan cintai hidung ini, emmpphhh…" suara taemin terputus saat kibum lebih lama melumat bibirnya. "Jangan cintai segalanya dariku, karena hanya mata inilah yang tulus melihatmu"

%ika. Zordick%

Gedung GeumSang 02.56

"Kangin hyung, arah jam 4, ada 6 orang, kemudian arah jam 9 sekitar 8 orang. Dengar! Ini permainan pertamamu, jangan membuat kesalahan lakukan sesuai petunjukku, jangan berimprovisasi tanpa aba-aba dariku" kangin masih terus berjalan mengendap, dia masih berusaha berkonsentrasi mendengarkan petunjuk donghae dari alat komunikasi yang diletakkan di telinganya dan menyabung ke dalam giginya. Ada yang bertanya itu sakit? Entahlah….

"Baiklah… kim donghae" sejujurnya ia kesal juga betapa cerewetnya namja yang berbicara langsung ke telinganya.

"Pakai kacamatamu hyung, agar aku bias melihat kondisi di sana" katanya lagi sambil memainkan keyboard komputernya di dalam sebuah mobil tak mencolok yang ia parkir tak jauh dari gedung tempat target mereka.

Kangin segera melaksanakan perintah itu. Di aktifkannya kaca mata hitam yang jujur membuat dia terlihat jauh lebih tampan ditambah dengan seragam agennya yang dipenuhi peralatan agen kelas atas. Jangan lupakan rekan kerjanya yang mempunyai jutaan jasa dan prestasi di usia muda yang kini memberikannya petunjuk agar terhindar dari kematian yang lebih cepat. Kangin sangat tahu, level misi yang sedang ia lakukan bukan levelnya sebagai agen kelas bawah.

"Bunuh yang ada di hadapanmu, dia akan datang dalam. 3…2…. Sekarang!" eh… kali ini kangin sedikit gelagapan, ia bahkan belum mengangkat senjatanya. Ia benar-benar tersudutkan, bahkan ia tak tahu jumlah musuh yang di hadapannya ada 5 orang. "Apa yang kau lakukan hyung? Kenapa kau tak membunuh mereka? Jangan bilang kau takut!"

"Bu..bukan begitu, jumlah mereka.."

"Cuma lima, seharusnya bisa, 0,6 detik untuk per orang"

"KAU GILA!"

Kelima namja berjas rapi itu mengangkat senjatanya. Menjadikan kangin target tunggal mereka. "Hyung! Lari dari sana! Kau harus bisa selamat!" teriak donghae membuat telinga kangin mendesing. Di tariknya alat komunikasi itu. Ia sadar, ia takkan mungkin selamat dari kondisi seperti ini.

DOORR….

"KANGIN HYUNG!"

Peluru itu tepat bersarang di kepalanya. Menyemburkan darah dan dapat di pastikan ia tewas seketika. Donghae seolah ingin berteriak histeris, ia menyadari ia baru saja gagal menjalankan misi dan harus segara di pindah tangankan.

TBC

RnR pliz….

Hehehehehe… sorry kelamaan!