Chapter 3 N Dan Perasaan Deja Vu

.

.

.

.

.

.

Tabrakan yang tidak dapat dihindari membuat mata mereka bertemu dan berhenti sesaat. Namun, kontak mata itu hanya sebentar terjadi entah siapa yang duluan memutuskannya. Tapi, sepertinya mereka menjadi canggung.

Taek Woon yang merasakan ada sesuatu yang lain dengan dirinya. Mencoba untuk membuat dirinya dan sang pelari tidak terlarut dengan kecangungan itu. Taek Woon pun mengulurkan tangannya ke laki-laki tersebut.

"aku Jung Taek Woon" ucapnya memperkenalkan dirinya

"Taek Woon-ssi yah.. aku N. Salam kenal" ucap laki-laki yang baru diketahui namanya tersenyum dengan sangat manis, dan menerima uluran tangan Taek woon untuk berkenalan.

Taek Woon terdiam saat melihat senyum dan mendengar suara itu, dia sepertinya pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya, tapi dimana?. Taek Woon tersadarkan dari lamunannya karena tiba-tiba saja orang didepan membuka suara.

"ahh, aku baru ingat, sampai jumpa Taek Woon-ssi dikelas" ucap N kaget saat melihat jam tangannya dan langsung melepaskan ngengaman tangan mereka dan berlari menjauh dari Taek Woon.

Taek Woon yang melihatnya menjauh menjadi sangat yakin kalau dia dan N pernah bertemu sebelumnya. Tersadar dari lamunannya Taek Woon pun ikut berlari kearah yang sama dengan yang dilalui oleh N dan memasuki kelas yang sama dengannya.

.

.

.

.

.

.

Taek Woon POV

Seminggu sejak kejadian tabrakan itu aku belum berkomunikasi lagi dengannya. Walau dikelas yang sama tapi aku jarang berkomunikasi dengan yang lain maupun dengannya. Dan sekarang aku sedang duduk menikmati makan siang ku dengan teman-temanku yag baru kukenal seminggu ini, mereka adalah Ken, Ravi, dan Hongbin. Ken dan aku berada digrup yang sama yaitu grup Vocal sedangkan Ravi dan Hongbin berada digrup Rapper.

Ya, Kami dibagi menjadi 3 grup oleh guru park yang masuk 5 menit setelah kami memasuki kelas. Grup pertama Vocal, Grup ke dua Rapper dan grup ke tiga Dance. Aku dan N seseorang yang sudah menarik perhatianku itu memasuki grup yang berbeda. Aku digrup Vocal dan dia digrup Dance.

Sudah seminggu juga aku masuk ke sekolah ini namun, entah kenapa aku merasa kalau ada yang aneh dengan sekolah ini seperti ada yang disembunyikan dari para siswa. Pembelajaran nya tidak terlalu ketat namun sangat rapi dan sopan. Dan aku rasa itu biasa bagi sekolah yang terkenal dengan seninya dalam dunia musik dan aktingnya. Dan kelas akting dan kelas musik sangat berbeda namun sepertinya kelas akting lebih susah untuk dideskripsikan.

Dan sudah 3 hari ini juga aku tidak melihat N diarea sekolah bukannya dia bolos atau apa. Dia tetap memasuki kelas dengan teratur hanya saja aku jarang melihatnya setelah jam istrahat, seperti sihir dia tiba-tiba saja menghilang dari pandanganku.

Taek Woon POV end.

Taek Woon yang sudah selesai dengan makan siang bangun dari duduknya dan beranjak pergi dari Kantin namun baru beberapa langka dia sudah dihentikan oleh suara Ken.

"Taek Woon Hyung mau kemana?" tanya Ken dengan mulut yang banyak dengan makanan (bisa bayangkan?) dan membuat kedua orang lainnya juga menatap Taek Woon dengan pandangan bertanya. Taek Woon memutar matanya saat melihat ke tiga orang yang duduk bersamanya tadi melihat dengan pandangan ingin tahu.

"mau mencari udara segar diluar" jawab Taek Woon dengan wajah datarnya dan melenggang pergi keluar kantin. Taek Woon mencari N diberbagai tempat seperti koridor, atap sekolah, halaman sekolah, ruang olahraga indoor maupun outdoor, tidak menemukan N dimanapun akhirnya Taek Woon menuju sebuah pohon rindang yang menarik perhatiannya saat mecari N dikoridor.

Dia mendekati pohon rindang itu, dan bersandar pada pohon rindang tersebut untuk menikmati udara sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya saat dia duduk disitu. Dan tidak lama bersandar disana Taek Woon sepertinya terbawa arus ke dalam dunia mimpi. Dan sepertinya dia tidak menyadari bahwa orang yang dicarinya selama ini berada diatas pohon rindang tersebut.

N yang baru tersadar dari tidurnya mencoba mengumpulkan semua nyawanya, saat ingin turun dari atas sana dia melihat dari atas seseorang yang bersandar pada pohon rindang tersebut dan dia yakin orang tersebut juga sedang tertidur.

SREEKK (bunyi daun)

N pun turun dengan sangat elegan namun tidak membangunkan seseorang yang sedang bersandar tersebut dari tidurnya. N tersenyum saat melihat orang yang sedang tertidur tersebut dan itu sangat manis, tidak ingin moment ersenyum saat melihat orang yang sedang tertidur tersebut dan itu sangat manis, tidak ingin momen yang bagus itu pergi N mengambil handPhonenya dan memotret wajah tidur Taek Woon. Setelah memotretnya N memasukkan kembali HandPhonenya ke dalam saku celananya dan saat N mau membangunkan Taek Woon tiba=tiba saja dia mendengar Taek Woon bergumam

"aku janji Yeonnie" gumam Taek Woon dalam tidurnya, N yang mendengarnya tersenyum dan berkata.

"kau sudah menepati janjimu Taek Woonie dan kita sudah bertemu disini" ucap N berbisik ditelinga Taek Woon, dan kembali menatap wajah Taek Woon dan duduk disampingnya. N mengelus pipi Taek Woon lembut dan Taek Woon yang tergangu dari tidurnya karena elusan tangan N sedikit demi sedikit membuka matanya dan melihat pada tangan yang masih mengelus pipinya itu.

"N?" ucapnya

"oh, hai kau sudah bangun?" tanya N menurunkan tangannya dari wajah Taek Woon

"ya" jawab Taek Woon yang masih mengumpulkan nyawanya

"kalau begitu aku akan pergi duluan, karena sebentar lagi palajaran akan dimulai" ucap N bangkit berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Taek Woon disana. Taek Woon yang melihat punggung itu menjauh seperti dihadapkan kembali dengan Yeonnie yang berlari meninggalkannya disana. Tidak lama kemudian Bell pun berbunyi.

TING...TING...

Suara Bell masuk menyadarkan Taek Woon dari lamunannya dan segera beranjak dari tempatnya bersandar dan mengejar N untuk ke kelas bersama. Selama berjalan ke kelas tidak ada yang berbicara hanya ada suara langkah kaki yang menemani mereka yang berjalan dalam diam. Saat sampai di depan kelas yang mereka kira bahwa kelas sudah dimulai ternyata semua siswa sedang berduduk dibangkunya masing-masing dan guru Im sepertinya belum masuk ke kelas mereka.

Dan setelah mereka memasuki kelas tidak lama kemudian guru im memasuki kelas mereka dengan wajah yang bisa dikatakan sangat ganas dan menakutkan bagi mereka yang kurang memperhatikan kelasnya.

Dan pelajaran pun dimulai lagi dengan sangat sunyi yang ada hanyalah suara guru im yang mengajar didepan kelas begitulah yang terjadi seterusnya sampai jam pulang berbunyi.

.

.

.

.

.

.

Disinilah sekarang Taek Woon berjalan keluar sekolah menuju mobil yang sudah menjemputnya dan akan membawanya kembali ke rumahnya. Namun, didepan sana ada yang menarik perhatiannya, seorang anak memakai baju SMP berdiri disamping pagar sedang menghadap kebawah. Taek Woon melihat disekelilingnya tidak ada yang mau atau tidak ada yang bergerak menghampiri bocah itu dan akhirnya Taek Woon berinisiatif menghampiri bocah itu.

"Annyeong" sapa Taek Woon saat dirinya sudah berada didepan bocah itu.

"Annyeong" jawab bocah itu

"kamu lagi tunggu siapa dek?" tanya Taek Woon

"aku lagi menunggu Hak Yeon Hyung" jawab bocah itu lagi

Taek Woon yang mendengarnya membeku, dia baru teringat lagi dengan seseorang yang bernama Hak Yeon yang merebut peringkat pertamanya.

"bagaimana kau..." ucapan Taek Woon terpotong mendengar jawaban bocah itu

"dia kakak-ku" jawab bocah itu membuat Taek Woon membeku lagi. Bocah yang mengaku Hak Yeon sebagai Kakak-nya itu tersenyum melihat Taek Woon terdiam lebih tepatnya membeku.

.

.

.

.

.

.

TBC Or EnD

Terim kasih sudah membaca jangan lupa untuk review yah

Dan ma'af kalau rada ngak nyambung yah alurnya.. :D dan ma'af lagi bila ada kata-kata yang kurang mengenakkan dihati reader

Untuk yang sudah review

Terim Kasih

Thank U

Kamshaminda

Arigatou

Danke

Xièxiè

Grazie