"Rin Kagami, bersiaplah dengan hukumanmu karena telah mempermalukan sang ketua OSIS Sakura Crypton High School ini." kata Len dengan nada yang seperti memerintah (?)
Apa benar ini sekolah elit?!
Apa hariku yang normal akan berubah dengan kehadiran si monyet bodoh ini?!
Desclaimer :
Vocaloid © Yamaha Corp.
Forever with you © Megumi Claire
.
Warning :
Typo, Alur kecepetan, Bahasa gak jelas (?)
Summary :
Rin, anak baru dari sekolah ter-elit sejepang bertemu dengan teman kecilnya, pengurus OSIS yang terkenal di sekolahnya, anggota cheerleader, basket, club musik. Rin juga bertemu saingan cintanya. "Ada patah hati, rasa sesak di dada. Tapi diatas itu semua, banyak juga hal yang menyenangkan, saat-saat bahagia yang muncul dari dada dan juga rasa hangat yang di berikannya padaku."
TENG TENG TENGG..
Setelah bel pulang berbunyi, Rin langsung mengemasi barangnya dan bergegas untuk pulang-
"Rin-chan!" –tetapi dicegat oleh Nyonya Hatsune (?)
"Ada apa Miku-chan?"
"Aku mau main ke rumah Luka-chan. Kamu mau ikut? Luka-chan menyuruhku untuk mengajakmu."
"Em, sebentar aku beri tahu Kaa-san dulu." Kata Rin ragu sambil mengeluarkan smartphone-nya dari tas sekolahnya.
"Moshi moshi Kaa-san?"
"Nani Rin-chan?"
"Um, apa aku boleh kerumah temenku?"
"Boleh saja, tapi jangan pulang malam-malam ya. Beritahu supir sebelum kau pergi. Sudah ya Rin-chan. Kaa-san lagi sibuk sekarang. Jaa~"
"Ah- Jaa." Balas Rin singkat.
"Bagaimana Rin-chan?" tanya Miku.
"Kaa-san mengizinkanku. Tapi katanya jangan malam-malam pulangnya."
"Yosh! Sekarang kamu masuk ke mobilku lalu kita be-"
"Chotto- aku harus memberi tahu supirku dulu Miku."
"Baiklah aku tunggu di parkiran."
"Oke."
Setelah memberitahu supirnya, Rin langsung ke parkiran dan melihat Miku yang sedang berbicara dengan Kaito.
"Miku-chan, maaf lama."
"Tidak apa kok Rin-chan. Oh iya, sepertinya Kaito-kun dan Len-kun akan ke rumah Luka juga. Karena kata Luka-chan, ia ingin membahas tentang event baru. Sayangnya Lui, Mikuo ada urusan pribadi. Rinto juga sibuk dengan kerja sambilannya."
"Kenapa Rinto-nii tidak meminta uang dengan kaa-san saja?"
"Katanya sih dia mau berusaha sendiri dan tidak mau merepotkan orang tua. Dia juga pernah bilang kalau dia merasa tidak enak untuk bertemu dengan orang tuanya. Oh iya, bagaimana kalo kita pergi ber-"
"Tak apa Miku. Aku membawa motor dan Len juga sepertinya sudah berangkat menggunakan mobilnya sendiri. Mungkin dia takut kalo Nyonya gurita itu marah."
"Apaa?! Len sudah pergi?"
"Iya, aku juga sudah mau jalan."
"A-apa monyet itu juga iku-"
"Oke Rin-chan, ayo masuk mobil. Kita berangkat sekarang." Ucapan Rin diputus oleh Miku yang sepertinya gelisah (?)
"Eh?! Miku, kamu bawa mobil sendiri?"
"Iya, aku bosan diantar terus. Ayo cepatlah. Luka-chan tidak suka menunggu."
"B-baiklah."
Rin POV
Sekarang aku berada dimobil sport milik Miku yang entah kenapa warnanya bisa hijau tosca (?)
Aku cukup penasaran kenapa Miku begitu gelisah kalau sampai membuat Luka marah. Seberapa seram Luka kalo marah itu sampai-sampai Nyonya Hatsune menjadi seperti ini? Tetapi sudahlah, toh aku juga tidak mau berurusan lebih dalam dengan mereka.
Selama perjalanan aku memikirkan apa yang dikatakan monyet kurang ajar itu.
"Rin Kagami, bersiaplah dengan hukumanmu karena telah mempermalukan sang ketua OSIS Sakura Crypton High School ini." kata Len dengan nada yang seperti memerintah (?)
"A-apa maksudmu bodoh?!" tanyaku
"Sudahlah Len-kun. Kau terlalu berlebihan." Kata Miku
"Kalau tidak berlebihan bukan Len namanya." Kata Kaito
"Sialan kau bocah es krim."
"Apa katamu pisang?!"
"Kubilang-
"Aku dan Lui mau latihan untuk persiapan lomba diruang eskul." Putus Luka dengan nada tenang (?)
"Kalau begitu aku mau makan dikantin dulu. Ada yang mau ikut?" kata Miku riang
"Aku Miku-chan." Kata Kaito
"Kata sensei kau harus mengikuti pelajaran, BaKaito." Kata Mikuo dengan nada datar.
Kaito yang mendengarnya hanya bisa pundung di pojokan. (?)
"Miku, biar aku yang menemanimu makan. Kaito, lebih baik kau segera kembali kekelas sebelum ketinggalan pelajaran lebih banyak." Kata Mikuo
Kaito hanya bisa menuruti perkataan Mikuo dan pergi kekelasnya dengan diam tanpa pamitan. Miku hanya tersenyum geli melihat kejadian itu. Sudah menjadi rahasia umum kalau Mikuo sering menasehati Kaito sebagai Ketua keamanan dan kedisiplinan sekolah ini.
"Aku juga berencana untuk pergi ke perpustakaan." Kata Rinto-nii datar /?
"Tunggu- kalian tidak kembali kekelas?" kataku heran.
"Untuk apa? Nilai kami sudah bagus. Kepala Sekolah juga membebaskan kami kok." Kata Lui.
"Kalau kau mau kembali, kembalilah tanpa kami. Aku mau main basket dulu." Kata Len
"Kalau begitu kita pergi dulu ya Rin-chan." Kata Miku dilanjutkan dengan perginya Luka, Lui, Mikuo, Rinto.
Len?
Dia hanya terdiam sampai semuanya keluar dari ruangan OSIS.
"Hey kau! Kenapa tidak keluar juga?" kataku bingung.
Kulihat Len berjalan mendekatiku dan-
"Kamu harus bersyukur karena aku sendiri yang akan mengajarimu tata krama, Rinny." Berbisik TEPAT didekat telingaku!
"Apa?! Aku tidak butuh itu." Tegasku.
"Sayang sekali aku tidak mau mendengar kata 'tidak' dari mulut mungil mu itu Nyonya Kagami." Katanya dengan senyumannya yang menjijikan.
"Ha-hah?!Apa-apaan kamu?! Kamu pikir kamu siapa hah?!" teriakku marah.
Dia hanya tertawa kecil dan keluar dari ruangan OSIS.
"Sialan kau!" teriakku ditempat OSIS.
Setelah keluar dari ruangan OSIS, aku kembali kekelas sambil mengerutu kesal.
Jujur saja, aku tidak tahu dan tidak peduli dengan apa sebenarnya yang dia inginkan dariku.
"Rin-chan kita sudah sampai."
Tapi satu hal yang pasti, aku TIDAK MAU diajarinya.
"Rin-chan?"
Lihat mukanya saja sudah membuatku ingin muntah. Senyum diwajahnya itu membuatnya terlihat seperti orang bodoh!
"Hey Rin-channn!"
"A-ada apa Miku-chan?" kataku terkejut.
"Kita sudah sampai dirumah Luka-chan."
"Ah benark-"
APAA?!
Ini kau sebut RUMAH?!
Ini lebih pantas disebut ISTANA!
"M-miku-chan."
"Nani Rin-chan?" tanya Miku heran
"Ini benar-benar sebuah rumah?"
"Tentu saja. Kaa-san Luka suka sekali dengan gaya eropa. Jadi Tou-san nya memesan rumah yang bergaya ala eropa. Disebelah sana juga ada kebun kecil yang berisi bunga-bunga kesukaan Luka yang ia tanam sendiri." Kata Miku menjelaskan.
"Permisi, saya Miku Hatsune teman dari Luka Megurine." Kata Miku didepan layar kotak itu.
"Ah, Miku-sama? Baiklah akan segera saya bukakan gerbangnya." Kata petugas yang melihat Miku melalui kotak layar itu.
Setelah berkata demikian, gerbang rumah Luka terbuka dan Miku segera masuk ke mobilnya lagi.
"Rin-chan, kamu masuklah lebih dahulu. Aku mau memarkirkan mobilku." Kata Miku dijendela mobilnya.
"B-baiklah aku akan menunggumu didepan pintu."
"Oke."
Setelah berkata demikian, aku masuk ke rumah atau lebih tepatnya manshion milik Luka-chan ini dan diikuti dengan mobil Miku yang langsung menuju parkiran yang cukup luas sudah disana.
Normal POV
Setelah Miku membunyikan bel, pintu itu dibuka oleh maid dan ia mengantar Miku dan Rin keruangan Luka.
"Kali ini kamu datang lebih awal dari perkiraanku Miku." Kata Luka tertawa kecil
"Aku hanya melakukan ini ketika ingin bertemu denganmu saja Luka-chan." Kata Miku tersenyum geli.
"Rin-chan, selamat datang dirumahku. Kamu boleh melihat-lihat dulu kok." Kata Luka dengan nada ramah.
"Terima kasih Luka-chan. Kalau begitu aku keluar dulu ya." Balas Rin tersenyum senang.
"Oke. Jangan lama-lama ya Rin-chan." Kata Miku.
Setelah mendengar itu, Rin melambaikan tangan dan keluar untuk melihat-lihat rumah Luka ini.
Di ruangan Luka
"Oh ya Luka, dimana Len? Kata Kaito dia berangkat lebih dulu dari kami." Kata Miku sambil melihat sekeliling ruangan.
"Dia sedang bermain basket di lapangan."
"Benarkah? Hmm jadi karena itu dia ingin berangkat lebih dulu." Kata Miku
"Duduklah Miku. Aku akan menyiapkan teh untukmu." Kata Luka dengan nada lembut
"Ah baiklah."
Setelah menunggu beberapa menit, Luka kembali dengan membawa 4 cangkir kosong dan 1 teko besar.
"Arigatou Luka-chan." Kata Miku sambil menghirup teh yang sudah dituangkan Luka untuknya.
Luka hanya tersenyum menanggapinya. Ia lalu berjalan ke kursi kesayangannya dan melanjutkan rajutannya yang sudah setengah jadi itu.
"Kau tahu Luka-chan, menurutku Rin-chan dan Len-kun sangat serasi kalau pacaran." Kata Miku sambil melihat-lihat koleksi novel Luka dirak dekat sofa yang ia duduki.
"Percuma saja Miku-chan, Len-kun sudah dijodohkan dengan 'wanita itu'. Aku hanya berharap kalau Rin-chan bisa merubah sikap Len-kun." Kata Luka
"Aku rasa hanya Rin-chan bisa merubah Len-kun." Kata Miku tersenyum lembut.
"Kau benar. Aku yakin kalau Rin-chan juga bisa membuat Len-kun menentang acara perjodohan itu. Jujur saja aku tidak menyukai 'wanita itu'." Kata Luka yang masih fokus ada rajutannya.
"Kau kira aku suka? Tapi mungkin perjuangan cinta mereka akan sedikit rumit karena sepertinya Mikuo-kun dan Lui tertarik dengan Rin-chan."
"Sikap buruk Len bisa menjadi 'pendukung' disaat-saat seperti itu." Kata Luka
"Maksudmu apa Luka?" tanya Miku bingung.
"Sudahlah, kita lihat saja nanti." Kata Luka sambil melihat rajutannya yang sudah selesai.
Ditempat Rin berkeliling
Rin sedang melihat-lihat koleksi bunga milik Luka yang beragam sambil sesekali ia juga menikmati kesejukan angin yang menerpanya.
Setelah merasa puas melihat-lihat koleksi bunga Luka, Rin melanjutkan aksi berkelilingnya.
Ia terhenti saat melihat ada dua ekor anjing berbulu putih lebat sedang asyik bermain bola di kolam kecil yang tinggi airnya hanya sebatas lutut Rin. Dan sepertinya kolam itu juga dikhususkan untuk kedua anjing itu.
Karena ketertarikannya terhadap kedua anjing itu, Rin langsung melepas sepatu dan kaus kakinya dan berlari kecil untuk bergabung bermain bersama mereka sampai-sampai dia tidak menyadari kalau ia sudah basah kuyup akibat air kolam itu.
Sampai-sampai Rin tidak menyadari kalau ada seorang maid yang kebetulan lewat situ menatapnya heran.
"Maaf, anda siapa ya?" kata Maid yang kebetulan melewati kolam kecil kedua anjing tersebut.
Rin sedikit terkejut dan menghentikan aktivitasnya saat menyadari ada seseorang yang berbicara dengannya.
"Ah, aku Rin Kagami. Teman dari Luka Megurine dan Miku Hatsune." Kata Rin yang masih mengelus badan salah satu dari anjing tersebut.
"Maaf sebelumnya Rin-sama, tetapi sepertinya kamu harus mengganti pakaianmu yang sudah basah itu." Kata Maid itu.
"Eh?! Sejak kapan pakaianku basah begini?!" teriak Rin saat menyadari seragamnya yang sudah basah kuyup.
"Anda harus segera menggantinya terutama seragam anda berwarna putih itu." Kata maid itu sweatdrop.
"B-baiklah, tapi dimana aku harus mengganti pakaianku?" kata Rin yang mulai gelisah.
"Tunggu, kebetulan saya membawa kain bersih ini. Gunakanlah kain putih itu untuk menutupi pakaian anda." Kata Maid itu sambil memberikan kain yang ia pegang.
"Terima Kasih, jadi dimana aku bisa mengganti pakaianku?" kata Rin
"Anda bisa menggantinya di ruangan ganti dekat lapangan voli dan basket sebelah sana. Saya akan mengambil handuk dan meminta izin untuk meminjam pakaian Luka-sama." Kata Maid itu menjelaskan.
"Baiklah kutunggu kau disana. Sekali lagi terima kasih ya." Kata Rin
"Sama-sama Nyonya." Kata maid itu lalu bergegas pergi ke dalam rumah Luka.
Setelah Maid itu pergi, Rin berlari kecil menuju tempat yang ditunjukan Maid itu, dan langsung membuka pintu, hendak masuk kedalam tetapi ia mengurungkan niatnya karena melihat Len yang sepertinya hendak memakai bajunya itu.
"Eh?!" ucap Len terkejut ketika melihat ada yang membuka pintu ruangan itu.
"A-Apa yang kau lakukan disini monyet bodoh?!" teriak Rin dengan suara yang cukup keras membuat Len Kagamine harus menutup kupingnya.
"Itu pertanyaanku! Kenapa kau ada disini dan mengenakan kain putih itu? Kita tidak bermain uji nyali kan?!" kata Len dengan nada emosi.
"B-bukan urusanmu! Sekarang kau keluar karena aku ingin mengganti bajuku." Kata Rin ketus dengan wajahnya yang memerah padam.
Melihat gelagat aneh Rin, Len berniat mengusilinya.
"Bagaimana jika aku membantumu menggantikan bajumu?" Goda Len dengan nada yang dibuat-buat.
"B-baiklah kalau kau mau-" gumam Rin kecil
Len cukup terkejut mendengar itu, dan mencoba berjalan mendekatinya, "hmm? Benarkah? Kau yakin? Baiklah kalau begitu aku akan me-"
"Kau pikir aku mau?!" teriak Rin lalu menarik lengan Len dengan tangan kanannya (tangan kirinya untuk menutup kemeja nya dengan kain putih) dan memukul perut Len dengan lututnya.
"Aww- ini sakit bodoh!" Ringis Len memegang perutnya
"Dasar hentai! Cepat keluar dari si-"
KLEEK (?)
.
.
.
"A-ano maaf menganggu kalian tapi saya kemari ingin memberikan handuk dan pakaian milik Luka-sama." Kata maid yang tadi memberikan kain ke Rin.
"Tidak apa. Letakkan disini saja." Kata Rin berusaha tenang.
"Baiklah." Kata maid itu sambil meletakkan pakaian dan handuknya lalu keluar dari ruangan itu.
"Hey kau." Panggil Rin ketus.
"Apa?" Kata Len datar.
"Aku minta maaf soal tadi. Jadi bisakah kamu keluar sekarang juga?" kata Rin sopan
"Baiklah. Aku akan menunggumu diluar." Kata Len
"Untuk apa?"
"Memangnya kamu sudah tahu jalan menuju ruangan Luka dari sini?"
"B-baiklah tunggu diluar sana." Jawab Rin ketus.
Len tersenyum geli mendengarnya dan keluar dari ruangan itu.
Di luar ruang ganti.
"Dia benar-benar menarik- bisa gawat kalo aku tidak bisa berhenti mengerjainya." Gumam Len sambil tersenyum kecil.
KLEEK
"Maaf membuatmu menunggu. Ayo cepat kembali." Kata Rin yang sudah mengenakan kaos hitam milik luka yang tampak kebesaran untuknya dan memakai celana jins pendek yang entah kenapa bisa muat dipakai Rin.
"Ah, kenapa Luka tidak memberikanmu kostum lolita saja." Kata Len dengan nada yang dibuat-buat.
"Kutinggal kau!" Kata Rin ketus.
"Memangnya kamu tau dimana ruangannya?" kata Len menyeringai.
"Sudahlah diam saja dan tunjukan jalannya." Kata Rin dingin.
Len mengendus dan tersenyum miring, lalu berjalan disamping Rin.
/SKIP/
Di ruangan Luka
"Kau tau dimana Rin-chan, Kaito?" tanya Miku dengan nada gelisah.
"Aku tidak bertemu denganya waktu jalan kesini." Kata Kaito sambil memainkan smartphone nya.
"Kita tunggu saja Miku. Mungkin sebentar lagi dia aka-"
TOK TOK TOK
Luka sedikit terkejut dan segera membukakan pintu. Ia merasa heran dan curiga karena Rin dan Len datang bersamaan.
"Kenapa kau bisa bersama Rin-chan, Len?" kata Luka curiga.
"A-aku hanya kebetulan bertemu denganya dijalan tadi." Kata Len mencari alasan.
"Dia juga bersedia menolongku untuk memberi tahu jalan keruanganmu Luka-chan." Kata Rin memperjelas lagi.
"Kalian tidak perlu bohong pada kami." Kata Kaito yang masih berkutat dengan smartphone nya.
"Tumben sekali Rin memebela Len-kun." Kata Miku penuh selidik.
" Sudahlah tak apa kalau kalian tidak mau ceritakan. Ayo masuk." Kata Luka
"A-arigatou." Kata Rin lega
Len hanya menghela nafas lalu masuk keruangan Luka.
"Len, aku sudah dapat file rincian dan jadwal acaranya dari Mikuo soal event kali ini." Kata Kaito sambil menunjukkan smartphonenya.
"Kirim ke e-mailku saja. Akan lebih jelas jika kita membukanya di laptop bukan?" kata Luka tersenyum.
Miku, Kaito dan Rin hanya terenyum menanggapinya. Sedangkan Len, dia hanya terdiam dan seperti memikirkan sesuatu.
"Hmm.. Kai, kirim file rinciannya ke e-mailku saja. Kita tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan keduanya." Kata Len mulai serius.
Rin tertegun melihat perubahan Len jika membicarakan tentang OSIS dan tanpa sadar ia tersenyum lembut kearah Len. Len yang menyadari itu segera melihat kearah Rin dan wajahnya sedikit memerah.
"A-apa?" kata Len ketus.
"Eh?! T-tidak." Kata Rin yang baru menyadari kalau dirinya melihat kearah Len sedari tadi.
"U-uh bodohnya kau Rin! Untuk apa kau melihat dia?! Untung tidak ada yang melihat kejadian ini. Bisa malu aku kalau ada yang melihatnya." gerutu Rin dalam hati.
Tanpa disadari Rin dan Len, Miku melihat kejadian itu dan tersenyum kecil.
"Apa mereka akan semakin berkembang?" tanya Miku dalam hati.
.
.
.
.
.
~TBC~
A/N :
Ya-hello minna-san saya kembali xD
Maaf update untuk chap ini agak lama karena UN
Arigatou atas review nya senpai!
Sampai bertemu di chap selanjutnya minna~
/Balas Review/
Fryllabrille201
Len dicerita ini memang sedikit emosian dan bossy hehe.. Wah, senpai juga UN? Kalau begitu semoga lulus ya.. Maaf updatenya lama..
yosomono shoujo
Rinto sudah pindah ke Tokyo 1 tahun lebih dulu dari Rin.. Rin memang gak tau kalo Rinto masuk sekolah elit. Yang dia tau nii-san nya dapet beasiswa di Tokyo aja. Di Tokyou ini memang Rin sama Rinto beda tempat tinggal. Rin sama orang tuanya di rumah baru dan Rinto di apartemennya. Rinto disini bisa dibilang belum cukup siap untuk ketemu orang taunya hehe..
