OTHER SIDE

L3

CAST: KIM JONGIN, OH SEHUN, DO KYUNGSO,PARK CHANYEOL

HUNKAI

CHANSOO

KaiSoo

SUMMARY UP~

Warna jingga sore ini benar-benar indah angin pertanda musim dingin segera datang berhembus dengan segarnya, JongIn hanya menatap nanar pemandangan luar dengan daun-daun yang terbang tertiup angina sementara Sehun dan juga sang guru sedang menerangkan bagaimana acara besok diselenggarakan. Ya fun touring akan di adakan besok, dan semua siswa wajib untuk ikut. JongIn selalu malas dalam hal seperti itu ditambah si pria mesum yang menjadi panitianya. Ia hanya memikirkan Kyungsoo yang takut akan penyamarannya terbongkar. Entah Sehun yang bodoh apa memang dimata Sehun Kai dan juga JongIn itu berbeda, karena Kyungsoo saat pertama kali saja sudah mengetahui bahwa itu adalah Kainya. Sehun menatap ke ujung barisan dimana JongIn hanya menatap luar jendela

"jadi dapat dipastikan besok kita akan berangkat jam 6 pagi jadi untuk kalian semua diharapkan untukk membawa perlengkapan selama 3 hari disana" Sehun mengakhiri pengumumannya

"okeh kalian boleh pulang" JongIn merapihkan buku-bukunya dan segera melesat pergi tanpa menyadari bahwa Sehun berjalan mengikutinya. JongIn tak mendapati sopir pribadinya, padahal ia hanya mengambil kotak kuenya sebentar di loker tapi

"tidak mungkin pak Lee meninggalkanku" JongIn mengeluarkan ponselnya berniat menelepon hingga sebuah suara mengintrupsinya

"biar ku antar saja" JongIn menoleh dan mendapati Sehun yang sudah berdiri di sampingnya.

"tak usah, pak Lee akan menjemputku mungkin ada sesuatu yang terjadi dijalan" ucap JongIn kembali menatap ponselnya

"dan menunggu disini sedangkan cakemu sedikit lagi lumer dan lihat sudah hampir larut" JongIn melirik kue yang dipeganngnya sepertinya di antar sekali saja tak jadi masalah. Mobil itu berjalan sangat santai memecah kemacetan ibu kota Korea Selatan itu.

"antarkan aku ke pemakaman saja, dari sana aku bisa menggunakan bus" ungkap JongIn sambil memeluk cakenya, Sehun tak menjawab dan hanya terfokus pada jalanan yang ramai.

Dan disini lah mereka di sebuah pemakaman dengan nisan bertuliskan "Kim Jong Gook". Sehun memberngut, ia seperti mengenal nama itu.

"Saengil chukkae hamnida.. saengil chukkae hamnida, saranganeun urii appa saengil chukkae hamnida" JongIn menyalakan lilin kecilna ia letakan di atas pusara sang ayah.

"harusnya ayah berada di hadapanku sekarang membuat permohonan dan meniup lilin kecil ini. Aku bahkan tak tahu kapan terakhir kali aku memberikan ayah kue ulang tahun dan mengucapkan ulang tahun untuk ayah. Maafkan aku ayah seharusnya aku tau ayah adalah ayah terbaik yang tuhan berikan untukku. Aku akan menjadi apa yang ayah inginkan tenang disana suatu saat kita pasti bertemu kembali" JongIn menunduk pilu, wajahnya sudah merah dengan air mata yang menderai ditambah hamparan angina yang terus menerpanya. Suhu di pemakaman tampaknya semakin menurun, Sehun melepas Blazernya dan memakaikan pada tubuh rengkuh. Ia mengangkat tubuh JongIn lalu memeluknya. Ia mengelus helaian demi helaian rambut JongIn. Dapat ia rasakan tangisan JongIn yang membasahi pundaknya.

"ya.. kau bukan anak kecil lagi yang terus saja merengek. Tuhan sayang pada ayahmu Ia tak ingin ayahmu merasakan penderitaan di dunia ini" ujar Sehun sambil mengelus lembut JongIn.

"ne" JongIn dan Sehun akhirnya meninggalkan pemakaman, sudah larut juga, kan tidak lucu jika malam-malam seperti ini bertemu hal yang bukan-bukan. JongIn tertidur di mobil Sehun dan Sehun hanya tersenyum lembut sambil mengenyampingkan poni yang menutup wajahnya. Sehun menghentikan mobilnya di depan sungai Han menunggu JongIn bangun tak masalah kan, lagipula Sehun tak tahu rumah JongIn.

JongIn terbangun saat merasa tidurnya tak nyaman, ia meregangkan tubuhnya sambil mengucek mata jernihnya

"dimana ini" JongIn mengedarkan pandangannya dari segala penjuru. Sepi taka da siapapun. Ia membuka pintu mobilnya lalu melihat sekelilingnya,

"sungai Han" gumamnya

"eoh kau sudah bangun?" JongIn menoleh ke sumber suara, Sehun dengan dua cangkir coffe hangat berdiri di balik mobil.

"berapa lama aku tidur?" Tanya JongIn

"hmm cukup lama, cukup untuk aku berkeliling jepang" JongIn memutar bola matanya malas, candaan Sehun tidak lucu.

"ayo pulang ini sudah larut" ucap JongIn dengan rengekan, Sehun hanya tersenyum simpul

"sampai sini saja" ucap JongIn saat sampai disebuah perempatan

"tidak, aku ingin mengantar sampai rumah" jawab Sehun

"Sehun, aku sudah besar sa.. gomawo" ucap JongIn menghadap kearah Sehun sambil membungkuk.

"ya sudah hati-hati" Sehun mengecup ujung kepala JongIn "kau adalah pria kuat" JongIn keluar dari mobil sambil tercengang, perihal taka da yang pernah mencium keningnya selain sang ibu saat dia tidur. Mobil Sehun melaju meninggalkan JongIn. JongIn berjalan sedikit menuju rumahnya.

….

Semua siswa terlihat riuh di depan gerbang, mobil bus juga sudah berjejer rapih didepan gerbang. Semua panitia terlihat menyiapkan semuanya dengan sangat rapih. Chanyeol dan JongIn berdiri di pekarangan Sekolah sambil menenteng tas berisi baju dan perlengkapan lainnya.

"kita tidak akan satu bus ya" Tanya Chanyeol

"tidak lah, kau kan tua jadi jangan berbaur dengan anak muda" Chanyeol memutar bola matanya malas

"sok muda dasar, ah Kyungsoo manis sekali dengan pakaian santainya" JongIn mengedarkan pandangannya mencari si pria mungil itu. Dan benar disana pria mungil dengan hoodie kebesarannya lagi sedang berdiri dan mencoba mengabsen anak kelasnya. Ya walau tak ada satupun yang menghiraukannya sebelum Sehun datang. Semua siswa bergemuruh saat sang kepala sekolah menembakkan senapan angina penanda pelepasan para siswa. Semua siswa terburu-buru masuk kedalam mobil. Chanyeol berada di mobil 11 dan kyungsoo di mobil 2 karena ia siswa kelas 1. JongIn mendudukan pantatnya di kursi paling depan sambil menghadap jendela luar sambil mengenakan headphonenya. Lama dirinya terlarut dalam dunianya sendiri tak menghiraukan apapun. Bahkan seorang panitia yang menjelaskan susunan acara saja tak sama sekali di lirik

"ah lelahnya"terasa gerakan di sampingnya JongIn menoleh.

"kau terlalu asik dengan music ini" Sehun ya Sehunlah yang duduk sambil mengambil salah satu headset JongIn untuk di pakainya. JongIn hanya bisa menatap pria yang beberapa hari ini mengisi hati dan otaknya.

..

Pria tua dengan kursi roda itu diam dijendela luar sambil memandang lapangan luas miliknya.

"ikuti JongIn"gumamnya sambil menyeruput kopi lattenya "kurasa sesuatu ada yang terjadi" sang kakek meletakan cangkir kopinya ke atas meja yang berantakan oleh foto JongIn dengan Sehun dan juga Kyungsoo.

…..

JongIn menggandeng tas besarnya setelah keluar dari bus, suasana sejuk menerpa kulit tannya. Ini yang ia rindukan sebuah suasana tenang dan damai. Sebuah pegunungan tak mengecewakan terlebih banyak tempat yang bisa ia jadikan objek befikirnya.

"sa semuanya ayo kumpul" semua panitia sibuk dengan isi acara yang dibuat termasuk Sehun, Sehun berbicara dari alat pengeras suara

"untuk membagi kamar kita akan mengadakan undian." Gumam Sehun menyediakan dua aquarium kecil berisi bola "1 kamar akan dihuni oleh 3 orang dengan berbeda tingkatan" kini Chanyeol berdiri di sebelah JongIn menemani si bearnya itu. Satu persatu dari siswa mengambil dan mendapatkan kunci kamarnya. Dan saat JongIn mengambil bola Sehunpun langsung mengambil bola

"aku dapat nomor 19" ucapnya sambil menunjukan bola pada panitia

"kau sekamar denganku ma bear"lengan kekar itu mengalung di leher JongIn, pelakunya ya Chanyeol. Sehun mengela nafasnya karena ia mendapat nomor 20.

'dan kita akan sekamar Kai' Kyungsoo melirik sejenak pada pria berkacamata bertampang polos itu. Dari kejauhan Kyungso dapat melihat bagaimana JongIn yang diam melihat Chanyeol selalu bertingkah konyol dihadapannya.

..

Jongin dan juga Chanyeol menggeret kopernya mencari letak kamarnya sambil memegang kunci dan juga rangkaian acara. Mereka berdua satu kamar dan satu lagi adalah Kyungsoo, Chanyeol sangat senang dan senyum lebarnya terus mengembang di bibirnya. Tapi tidak untuk JongIn karena ia tak bisa melepaskan kacamata untuk menutupi identitasnya. Kyungsoo belum datang kekamar karena ia masih menyiapkan beberapa perlengkapan untuk acara nanti. JongIn menemukan kamarnya, ia segera membuka pintu lalu memasuki kamarnya, kamar dengan 2 kasur dengan 1 kasur besar dan 1 kasur kecil. Pemandangan yang langsung ke pegunungan menjulang tinggi yang tak jauh dari hotel mereka. JongIn menghirup udara segar dari balkon jendelanya, Chanyeol memeluk JongIn dari belakang

"aku tau sesuatu yang besar sedang terjadi padamu bear"gumam Chanyeol

"Hyung, kau seperti kekasihku kalau seperti ini" JongIn melepaskan pelukan Chanyeol, Chanyeol nyengir lalu berdiri di sampingnya

"arra arra, jika kau butuh bantuan kau bisa memintanya padaku" sekarang Chanyeol merangkul pundaknya. JongIn mendesahkan nafasnya.

"selagi aku bisa mengatasinya kurasa tak ada yang harus dibantu" ucap JongIn lalu pergi meninggalkan Chanyeol. JongIn meminta pak Lee untuk mengikutinya kesini karena nanti malam akan ada pekerjaan pula. Pertemuan yang harus ia datangi juga sudah menanti. JongIn berjalan kecil disekitar taman hotel menikmari hembusan angina sore ini. Semua sedang beristirahat karena nanti malam ada acara yang buat oleh panitia. Kyungsoo terlihat sibuk dengan ayunan kecil di sudut taman. Dengan langkah santainya JongIn menghampirinya

"mengapa sendirian?" mendengar suara husky JongIn Kyungsoo mendongak untuk mengetahui siapa pemilik suara itu

"Kai?" dengan spontan Kyungsoo mengucap, membuat JongIn membulatkan matanya kaget

"ha?"

"ah maksudku JongIn" Kyungsoo tersenyum canggung

"ini dingin kenapa ada diluar?" Tanya JongIn yang bergerak menuju ayunan sebelah Kyungsoo

"hanya ingin menikmati keadaan taman ini, ah kau sudah berkemas di kamarmu, tak menyangka kita akan satu kamar" Kyungsoo menatap ujung sepatunya

"ya aku tak sangka" Kyungsoo membulatkan matanya saat merasa sesuatu membungkus tubuhnya. Dan JongIn melenggang pergi begitu saja meninggalkan jaket abu-abu yang dikenakan oleh Kyungsoo

"bagaimana aku bisa untuk tak mencintaimu Kai" gumam Kyungsoo saat melihat punggung itu menghilang.

..

Sehun sibuk sangat sibuk bahkan untuk melirik kearah JongInpun tak bisa, kini semua siswa sedang menyantap makan malamnya di aula hotel. JongIn sedang menyuapkan makan malamnya bersama Chanyeol dan terlihat Chanyeol yang sibuk dengan ocehannya.

"kemana si Sehun itu?" Tanya Chanyeol

"memang aku baby sisternya yang harus tau kemana dia pergi" jawab ketus JongIn. Chanyeol tersenyum kecut

"sepertinya dia menyukaimu deh" ungkap Chanyeol "aish sakit bodoh" aduh Chanyeol saat sendok JongIn meluncur manis di kepala Chanyeol

"jangan bercanda, aku ini pria tau" ya walau aku akui sampai saat ini dekat dengannya itu membuat jantungnya berpacu dengan kuat.

"kyung sini" panggil Chanyeol pada pria mungil yang tak sengaja lewat membawa nampannya. Dengan langkah santainya Kyungsoo mendekat sambil duduk disebelah JongIn. JongIn diam seribu bahasa dan hanya mengkoyak-koyak makan malamnya.

"tidak makan Sunbaenim?" JongIn sontak menoleh kaget karena tiba-tiba Kyungsoo menyapanya

"tidak lapar"

..

Pagi ini pagi yang amat cerah ditambah semua siswa akan mengikuti kegiatan yang disiapkan oleh panitia. Pesertanya dari semua siswa termasuk panitia dan yang akan menjadi jurinya adalah sang guru. Sekarang mereka berada di hutan lindung bermain mengumpulkan clue pada setiap daerah dan kembali dengan jawaban yang benar. Satu kelompok di bagi 4 orang, dan bersyukurlah sekarang Sehun bisa bersama JongIn dan Kyungsoo juga Chanyeol. Mereka berempat mulai mengerjakan sesuatu yang diperintahkan oleh setiap panitia. Mereka masuk kedalama hutan dan mencari petunjuk. JongIn berjalan paling depan menyenterkan setiap pepohonan. Kyungsoo hanya menatap lirih punggung berbalut hoodie itu, Sehun sudah mengejar JongIn terlebih dulu karena khawatir. Dan tinggalah Kyungsoo dan Chanyeol. Mereka sangat sunyi tak ada satupun yang memulai pembicaraan.

"kau lelah?" Tanya Chanyeol

"sedikit Sunbae" Kyungsoo menoleh sebentar lalu kembali memperhatikan langkahnya. Dengan cekatan Chanyeol langsung memegang tubuh Kyungsoo saat kakinya hampir saja terjerembab di salah satu lubang.

"terima kasih Sunbae-nim"

"tentu" ucap Chanyeol salah tingkah karena melihat wajah Kyungsoo yang amat sangat lembut

"Sunbae? Mereka berdua kemana?" Tanya Kyungsoo membangunkan Chanyeol dari lamunannya. Sontak Chanyeol melirik ke seluruh arah tapi tak menemukan dua sosok yang berada didepannya tadi.

"kemena mereka" Chanyeol berlari kecil mencari jejak Sehun dan JongIn.

"kita yang tersesat apa mereka?" Tanya Kyungsoo memeriksa peta. Chanyeol kembali ke posisi Kyungsoo lalu ikut memeriksa peta. Keduanya saling berhadapan

"sepertinya kita" ucap keduanya kompak.

"Sehun, JongIn" teriak Chanyeol

"Sehun Sunbae, JongIn sunbae" Kyungsoo berjalan sambil memanggil nama keduanya tapi sampai selarut inipun tak ada tanda keduanya.

JongIn dan Sehun diam di luar hutan menunggu dua temannya.

"mereka kenapa belum datang, ini salahmu bodoh" tuduh JongIn

"loh kenapa aku?"

"karena kau malah meninggalkan mereka berdua" gerutu JongIn

"kalau kau yang sendiri tersesat bagaimana ha?" jawab Sehun tak mau kalah.

"Sehun dua lagi kemana ini sudah mau larut malam" Tanya sang guru muncul dari arah belakang

"kami juga sedang menunggunya ssem, kami rasa keduanya tersesat" sang guru membulatkan matanya kaget, ia berlari menuju tim sar dan meminta bantuan mencari keduanya. JongIn mondar-mandir di lobi hotel menunggu kabar tentang Chanyeol maupun Kyungsoo. Dia khawatir akan terjadi sesuatu dengan keduanya terlebih sosok mungilnya ia khawatir. JongIn menggeleng cepat saat fikiran buruk hinggap di otaknya. Sebuah pelukan hangat dan pelakunya adalah Sehun

"mereka akan baik-baik saja aku jamin." Tak lama yang dikhawatirkan datang dengan tampang yang tak bisa dikatakan baik-baik saja.

"Kyung kau baik-baik saja?" JongIn langsung menghambur melihat setiap inci tubuh mungil yang penuh dengan luka.

"aku baik-baik saja" jawabnya lirih dan itu adalah kata terakhir sebelum tergeletaknya tubuh Kyungsoo di pelukan JongIn. JongIn dengan sigap menggendong ala bridal membuat Chanyeol dan juga Sehun tercengang.

..

Flashback

"Sehun JongIn" teriak Chanyeol mencari jejak untuk kembali ke hotel tapi ini sudah malam bahkan ia belum menemukan 1 petunjukpun.

"Sun…Arghhhhhhh" mendengar teriakan Kyungsoo Chanyeol langsung berbalik dan tak mendapati Kyungsoo dibelakangnya.

"kyung kau dimana" Tanya chanyeol khawatir

"dibawah Sunbae" Chanyeol berlari dan mendapati Kyungsoo tergeletak di bawah jurang dengan kaki yang tertekuk sepertinya terkilir.

"kau baik-baik saja?"

"tidak kurasa" Kyungsoo merasakan kakinya seakan tak bertulang sulit untuk berdiri. Chanyeol terjun menuju lokasi Kyungsoo dan melihat keadaan Kyungsoo.

"apa akan ada yang menemukan kita Sunbae?" Tanya Kyungsoo

"naik kepunggung sekarang" Kyungsoo memandang atas tebing lalu ke punggung Chanyeol berulang-ulang kali

"kau yakin akan naik keatas sambil membawa beban sepertiku?"

"tentu, ayo cepat apa yang mau kau lakukan lagi ha?" dengan ragu Kyungsoo meniki punggung Chanyeol. Dengan susah payah Chanyeol menarik tali dan berusaha naik bukannya sampai atas justru mereka berdua terjerambab kembali. Mereka berdua pingsan

"Kyungsoo Chanyeol" terdengar banyak orang yang memanggil keduanya

"ah mereka disini" ucap salah satu petugas memanggil semua.

End Flashback

Chanyeol tertidur di kasurnya sambil memikirkan kejadian barusan melihat bagaimana khawatirnya JongIn. Dia kira ia akan dikhawatirkan oleh sepupunya, nyatanya tidak. Tapi hemm sepertinya sih agak senang tadi berdua bersama Kyungsoo mungkin akan sedikit berlanjut. Chanyeol mengintip ruangan dimana Kyungsoo tertidur, dan ia begitu heran mengapa JongIn begitu setia menunggunya.

"ada apa dengan keduanya".

Kyungsoo terbangun dengan keadaan yang sakit diseluruh badan terutama kakinya. Ia melirik lengan kananya mendapati JongIn tertiidur disana.

"aku yakin kau memang Kai sang pahlawanku" gumam Kyungsoo dalam hati sambil tersenyum, JongIn terbangun saat merasa pergerakan yang berarti.

"kau sudah bangun?" Tanya JongIn

"ne Sunbae.." lirih Kyungsoo.

"tunggu disini ya aku akan mengambilkan sarapan dan obat untukmu" JongIn baru saja akan pergi tetapi lengannya di jegal oleh Kyungsoo.

"tak usah aku sudah mendingan kok Sunbae.." ucap Kyungsoo menyembunyikan rasa sakitnya.

"jangan berbohong, aku tak suka" dan akhirnya JongIn pergi juga. Ia berjalan menuju kantin untuk meminta bubur hangat untuk Kyungsoo. Ia melihat Sehun sedang menghubungi seseorang terlihat serius. JongIn menghiraukannya

"aku akan menghadiri acara itu" ucapnya dengan segala wibawa. "kurasa Kai akan hadir juga dalam acara itu dan kupastikan ia akan segera menerima apa yang selama ini aku rencanakan." Dengan begitu Sehun menutup teleponnya dan melihat foto di tangannya. Ya foto Kai saat di Cannada.

TBC

hay hay hay udah nunggu lama ya asih inget gak ff ini seakan lupa hahah, ditengah sibuk sibuknya aku menyempatkan untuk ngetik dan publish semoga suka. suka enak deh denger next berasa pngen cepet2 ngelanjutin ffnya.. hehe semangat jadinya denger review next teh