Halo readers, maaf membuat para readers menunggu lanjutan cerita ini. Author lagi sibuk dengan dunia nyata, maklum mau UTS hehehe… dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca fanfic Gaje ini. Selamat membaca!
Balas review
To : Nisa (Guest)
Author akan mengusahakan permintaan anda untuk memperbanyak adegan BBB dan Yy, soalnya author juga penggemar BBB x Yy. Dan untuk masalah kurang panjang, mungkin itu terbatas sama kreatifitas saya, maklumi saja saya masih baru. Trus teman teman boboiboy itu belum muncul karena sulit untuk memasukan banyak karakter dalam kegiatan bersosialisasi. Tambahan, mereka semua ada di bangku SMP dan semuanya dalam satu kelas. Dan terima kasih reviewnya
To : Chikita466
Terima kasih untuk sarannya, saya akan usahakan untuk memakai saran dari kakak, saya juga seneng banget dapet saran yang bermanfaat. Dan terima kasih atas reviewnya ka.
To :
Terima kasih untuk semangatnya, saya akan usahakan untuk terus melanjutkan fanfic ini. Dan terima kasih reviewnya.
Sekian acara balas reviewnya, maaf jika ada yg belum terbalas. Mungkin terpaut masalah internet, maklum author ngga ada kuota. Okay, semalat menikmati ceritanya!
Boboiboy's life : Chapter III
*Author pov
"Triiiiiiiiinnngg…."
Bel sekolah tanda masuk pelajaran pun dimulai. Semua murid yang masih berada di luar kelas segera memasuki ruang kelas untuk memulai kegiatan belajar. Suasana di dalam kelas boboiboy begitu riuh akan suara pembicaraan teman sekelas mereka. Entah mengapa biasanya sang ketua kelas segera menghajar siapa saja murid yang membuat kebisingan, tetapi sekarang sang ketua kelas hanya menunduk menutupi wajahnya yang memerah. Boboiboy yang merasa ada keganjalan dalam diri Yaya pun segera menanyakannya.
"Hei Yaya, kenapa kau diam saja?"
Sang ketua kelas hanya menggelengkan kepalanya sambil berusaha menutupi wajahnya lebih rapat. Boboiboy yang merasa khawatir segera menanyakan keadaan Yaya ke teman sebangkunya. Siapa lagi kalau bukan Ying, sahabat dekat Yaya sejak mereka masih kecil.
"Hei Ying, Kau tau apa yang terjadi kepada yaya?"
"Tak, aku pun tak tau mah.."
Ying pun segera menyadari bahwa temannya itu sedang dalam keadaan yang aneh. Ia kemudian mencoba melihat keadaan wajahnya dan segera mungkin Yaya menutupinya dengan rapat. Melihat kejadian itu, ia mengerti apa yang di rasakan Yaya dan kemudian ia membisikan sesuatu dengan perlahan ke telinga Yaya.
"Psstt… hei yaya, aku tau kau sedang menutupi wajah merah mu. Tapi tak seperti ini juga mah, yang ada dia malah curiga."
Yaya pun tersentak kaget setelah mendengar ucapan temannya tersebut dan membuka wajahnya. Yaya langsung membuka wajahnya dan melihat ke arah temannya tersebut. Ying hanya tersenyum setelah melihat keadaan Yaya dengan wajah memerah serta kerudungnya yang berantakan akibat ia menutupinya dengan sangat keras.
"Ying, apa maksud kau hah?"
"Aku tau kau menyukainya mah."
"Siapa yang kau maksud ying?"
"Siapa lagi kalau bukan boboi….Hmpp,"
Ucapannya terputus setelah Yaya langsung menutupi mulutnya agar Ying menghentikan ucapannya. Yaya mengetahui siapa yang Ying maksud dalam ucapannya, maka dari itu ia langsung menghentikannya. Dia takut orang yang di maksudkan oleh Ying mendengar ucapannya dan membuatnya malu.
"Tolong jangan kau bahas masalah ini, dan jangan beritahukan siapa pun"
"Hmmppp…"
Ying ingin menjawab ucapan Yaya, tetapi mulutnya masih dalam keadaan di tutup oleh Yaya. Melihat hal itu pun Yaya langsung menghentikan tindakannya dan segera meminta maaf pada temannya. Ying langsung mengatur nafasnya sebelum melanjutkan bicaranya dengan Yaya.
"Maafkan aku Ying"
"Iya tak apa apa mahh, kau tak perlu risau. Rasahia kau aman bersama ku"
"Terima kasih Ying"
"Sama sama mah. Tetapi jika kau mencari masalah denganku, jhangan harap rahasia kau aman"
"Hmm.. Baiklah"
Boboiboy yang dari tadi melihat tingkah aneh mereka berdua merasa bingung. Ia hanya dapat memperhatikan mereka berdua, tetapi entah kenapa arah sorotan matanya selalu ke arah Yaya. Boboiboy merasa bahwa matanya tidak dapat terlepas dari wajah manis Yaya. Boboiboy tanpa sadar melamun sambil memperhatikan wajah Yaya.
"Boboiboy"
Orang yang di perhatikannya pun memanggilnya sambil melambaikan tangan ke arah wajahnya. Bobooiboy yang tersadar dari lamunanya pun kaget setelah melihat Yaya memanggilnya.
"Kau oke kah boboiboy? Kau nampak sedang memikirkan sesuatu"
"Eh.. em.. Aku sedang memikirkan tugas sekolah jee"
"Hm.. kau yakin? Apa penjelasanku masih belum jelas semalam?"
"Cukup jelas kok, aku hanya sedang mengingat ingat semuanya Yaya"
"Kalau begitu bagus lah"
Percakapan mereka terhenti saat mendengar suara langkah kaki dari arah koridor. Semua murid di dalam kelas langsung tersenyap secara mendadak. Setelah beberapa detik kemudian datanglah seorang cikgu dengan pakaian ala super heronya. Yaya yang melihatnya segera memberi salam ke arah cikgu yang datang.
"Banguuunnn… Selamat pagi cikgu, Kebenaran!"
Lalu semua murid mengikuti aba aba yang di berikan ketua kelas. Dan sang cikgu pun segera memberi slam balasan. Kelas pun memulai kegiatan belajarnya.
*Skip*
"Triiiinnnnnnnngggggggggg….."
Jam pelajaran telah selesai, para murid pun segera membereskan buku mereka. Gopal yang telah selesai membereskan buku berbicara kepada teman temannya.
"Hei, kalian nak pergi bersama tak ke kantin?"
"Hmm… tak nak lahh, aku nak rehat di kelas saja."
Jelas salah seorang yang mempunyai rambut raven. Dan yang lain hanya memandangnya sambil melanjutkan memasuka buku mereka ke dalam tas.
"Oke tunggu aku Gopal" kata boboiboy.
"Tunggu kami juga gopal" jelas Ying.
"Hmm.. cepat lah, aku lapar sangat nih" goapl mengeluh.
"Kejap…. Dah siap, ayo berangkat" kata Yaya.
Mereka pun segera meninggalkan kelas dan memberi salam ke fang bahwa jika ia berubah pikiran mereka ada di kantin. Sesampainya di kantin, suasananya di sesaki oleh murid murid. Mereka mulai memesan makanan sebelum kehabisan. Yaya kemudian memesan pesanannya.
"Mak cik, tolong nasi lemak dan jus strawberry nya"
"Maaf dek, jus strawberrynya habis, yang tersisa hanya jus orange"
"Oke tak apa mak cik, nasi lemak dan jus orangenya satu"
"Oke siap"
Mak Cik kantin pun segera menyiapkan pesanannya dan Yaya pun segera membayar pesanan tersebut. Antrian pun dilanjutkan dengan temannya yang lain. Setelah memesan pesanan pun mereka segera mencari tempat untuk duduk. Gopal yang melihat satu tempat yang kosong segera berlari menempatinya.
"Kawan kawan aku dluan, bye"
Gopal berlari meninggalkan teman temannya yang masih berdiri mencari tempat kosong. Ying yang melihat satu tempat kosong lainnya pun segera berlari meninggalkan teman temannya.
"Yaya, boboiboy, aku duluan. Larian laju…"
Yaya yang masih berdiri dengan bobooiboy pun bingung mencari tempat duduk untuk memakan pesanan mereka. Tiba tiba boboiboy memegang satu tangan yaya dan menariknya menjauhi kantin. Murid lain pun mulai melihat tingkah mereka dengan bingung. Boboiboy tidak memikirkannya dan mulai berjalan semakin cepat meninggalkan kantin. Yaya yang dari tadi hanya dapat diam tanpa suara karena kaget dengan tindakan yang di lakukan boboiboy.
Mereka kemudian berhenti di sebuah sudut sekolah dengan atap pohon yang rindang di atasnya. Boboiboy kemudian melepaskan genggaman tangannya dari yaya. Yaya yang masih kaget hanya dapat terpana melihat tindakan boboiboy. Tanpa sadar wajah Yaya memerah, boboiboy pun bingung dengan wajah yaya yang sangat merah.
"yaya apa kau sakit?"
Yaya terbangun dari lamunannya dan mulai menjawab pertanyaan boboiboy.
"Ehh.. aku baik baik saja"
"Apa kau yakin? Wajah mu merah, mungkin kau demam"
Boboiboy memegang kening Yaya dengan maksud mengecek suhu tubuhnya. Boboiboy terus melakukannya dengan sangat jeli, tibatiba tangannya di jauhkan dari keningnya dengan tangan Yaya.
"Aku tak apa apa boboiboy. Kenapa kau membawa ku kemari?"
"Tempat ini adalah tempat persembunyian ku saat aku dalam keadaan yang tidak baik. Setidaknya aku bisa memperbaiki mood ku dengan melihat pohon yang indah ini."
"Ohh macam tu, ya sudah ayo kita makan sebelum dingin"
"Kau benar yaya"
Mereka pun duduk di bawah pohon tersebut. Mereka memakan makanannya masing masing dan menaruh minumannya bersebelahan. Boboiboy yang haus pun meminumnya sampai setengah gelas sedangkan yaya hanya meminum minumannya sedikit.
"Kau kalau makan harus minum berapa banyak gelas boboiboy?"
"Hmm.. memnagnya kenapa?"
"Kau belum selesai makan pun sudah menghabiskan setengah minumannya"
Tiba tiba mereka di kejutkan oleh sesuatu yang jatuh dari pohon. Yaya yang kaget pun tersedak saat mencoba memakan makanannya. Boboiboy yang melihatnya secara refleks memberikan minuman yaya kepadanya. Yaya meminumnya, dan tiba tiba minumannya habis.
"Lohh.. kok habis? Seingatku aku baru meminumnya sedikit"
Boboiboy yang mendengarkan ucapan temannya pun segera melihat minuman yang satunya. Alangkah terkejutnya dia bahwa minuman yang dia berikan adalah minuman yang dia miliki.
"ALAMAK… Yaya itu minuman ku!"
"Apaa?"
Yaya pun terkejut setelah mendengar penjelasan dari boboiboy. Wajahnya langsung memerah kembali bahkan lebih merah dari sebelumnya saat boboiboy memegang tangannya. Yaya berpikir bahwa kejadian ini merupakan ciuman tak langsung.
"Yaya, bagaimana aku akan minum?"
"Hm.. tak mungkin kita kembali ke kantin dan membeli minuman lagi, pasti sudah habis."
"Lalu bagaimana aku akan minum?"
"Ya sudah kita berbagi minuman ku"
"Kau yakin yaya?"
"Mau bagaimana lagi? Aku tak tega melihat teman ku menderita"
"Hm.. Terima kasih Yaya"
"Sama sama"
Mereka pun melanjutkan memakan makanan mereka sambil berbagi minuman. Pada saat mereka minum, salah satu dari mereka pasti akan memerah wajahnya karena berpikir bahwa ini merupakan ciuman. Dan entah kenapa tak ada satu pun yang merasa keberatan dengan kejadian ini. Mereka pun telah selesai memakan makanan mereka dan membuang makanan mereka ke tempat sampah.
"Triiiiinngggggg…"
Bel masuk pelajaran pun berbunyi, mereka pun segera bergegas ke kelas untuk dapat memulai pelajaran. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakannya pada teman mereka tentang kejadian yang mereka alami. Biarkan ini menjadi rahasia antara Boboiboy dan Yaya. Mereka pun berjalan ke kelas bersama dan menimbulkan gosip di sanah sinih akibat tindakannya. Boboiboy yang menjadi pelajar terpopuler pasti akan banyak yang menyukainya dan Yaya yang sangat disiplin pun tak akan ada yang mengira mereka pacaran. Fans boboiboy dan Yaya pun hanya dapat tertunduk lesu saat melihat idola mereka jalan bersama ke kelas seperti sedang pacaran.
*To be continue*
Maaf kan author jika ada di antara kalian yang tidak menyukai fanfic ini, dan tolong review dari kalian. Karena semakin banyak review maka akan semakin semangat author untuk cepat update ceritanya. Okay sekian dari author, see you in the next chapter!
