: ohohoho~ saya juga tiba-tiba ada ide untuk mengumpulkan para Hokage disini. Ini chapter selanjutnya, silahkan menikmati~ :)
U. Icha-chan : ehehehe~ sankyu :D ini dia lanjutannya. Maaf lama… u.u
FlashRedPolka : sudahlah, panggil nyonya Ryosuke di RL juga gapapa kok :)) aih? Iya ya, aku lupa… Dx Haaai! Ganbarimasu! :3
Namikaze Kyoko : Ahaha… Lalod tuh apa ya? ._. Ini udah di update ya :)
Namikaze Naruko : Thanks! Ini sudah diupdate ya :)
Crizky grean-terquoish : Ahahaha gimana ya? Itu bakal jadi misteri dulu ya :) salam kenal juga ^^
.
.
.
Penonton menyambut dengan meriah lagu terakhir yang dinyanyikan mereka. Tanggapan positif—ah, bahkan lebih positif dari pada sebelumnya itu, membuat Kushina menitikkan air mata. Tadinya ia pikir, ia tak akan diterima oleh fans-fans Hokage karena melihat reaksi yang amat sangat negatif dari mereka, namun setelah dia tampil, para fans itu bahkan mulai tersenyum dan berkata, "Kushina! Ayo semangat!"
Setelah turun dari panggung, mereka langsung melihat seorang gadis berambut pendek sebahu.
"Tsunade-san," panggil Kushina.
"Hm?"
"Dia sia—"
"Rin?" ucap Minato tiba-tiba.
"Minato!" ucap gadis itu. Kemudian ia langsung memeluk Minato. Dan hal itu langsung membuat Kushina kaget plus speechless.
"Rin, lepaskan," ucap Minato malu-malu. Saat Minato mengatakan itu, entah mengapa Kushina kesal melihatnya.
"Oh, maaf!"
"Ah, Penampilan kalian tadi bagus sekali! Kerja yang bagus!" ucap gadis yang bernama Rin itu lagi.
"Terima kasih," ucap Hashirama, Tobirama, Hiruzen, dan Tsunade berbarengan. Kushina yang kesal dengan kejadian tadi, mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Ara? Bukankah ini anggota baru yang sedang hangat diperbincangkan itu?" tanya Rin.
"Ya. Perkenalkan, namanya Kushina Uzumaki," ucap Minato.
"Kushina Uzumaki desu," ucap Kushina. Ia pun membungkukkan badannya seperti orang kebanyakan.
Rin pun tersenyum dan langsung menggenggam tangan mungil Kushina. Ia pun langsung berkata, "Uwaaa~! Nama yang manis! Hajimemashite! Watashi wa Rin Nohara desu! Yoroshiku, Kushina-chan!"
Kushina yang masih kesal dengan kejadian tadi hanya bisa mengangguk dan berkata, "Yoroshiku," dengan sangat datar.
"Rin!" panggil seorang lelaki berambut hitam.
"Ah, Obito!" ucap Rin ketika ia menengok kearah lelaki itu. Ia pun langsung berlari kearahnya.
"Kemana saja kau ini? Aku cari kemana-mana namun kau tidak ada," ucap pria berambut hitam yang dipanggil Obito itu.
"Aaah! Kan aku ingin menemui Minato!" ucap Rin dengan mengembungkan pipinya.
"Kushina," panggil Tsunade.
"Ya, Tsunade-san?" jawab Kushina sambil menengokkan kepalanya kearah Tsunade.
"Dia itu Rin Nohara—ah, iya, tadi baru saja dia memperkenalkan dirinya, ya? Aku lupa. Ah tapi, satu hal yang perlu kau ketahui, Kushina," ucap Tsunade.
"Apa itu, Tsunade-san?"
"Dia..."
"Ya?"
"Teman masa kecil Minato. Sekaligus... Orang yang dicintainya," ucap Tsunade tegas.
Kemudian Kushina teringat omongan Minato saat itu. "Sebenarnya lagu ini... untuk orang yang kucintai. Orang yang sudah lama kucintai, namun sekarang ia lebih bahagia dengan orang lain."
'Jadi orang itu—orang yang dicintai Minato?!' ucap Kushina dalam hati.
"HEEE?"
.
.
.
For Me, or For You?
By: Sekar Yamada
Naruto © Masashi Kishimoto
A Fanfic Requested(?)
.
.
Chapter 3
.
.
.
"A-ada apa, Kushina?" tanya Shizune kaget.
"A-ah, i-iie desu," jawab Kushina malu.
"Benarkah?"
"U-um," jawab Kushina mengangguk.
"Oi, Shizune! Kita sudah tidak ada jadwal lagi, bukan?" tanya Tsunade.
"A-ah! Kalian harus tampil satu kali lagi. Bukannya tadi aku sudah mengatakannya?"
"Oh, benarkah? Aku lupa,"
"Mattaku..." ucap Shizune yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"A-ano, Shizune-san!" panggil Kushina.
"Ya?"
"Sepertinya aku haus, bolehkah aku mendapatkan sesuatu untukku minum?"
"Oh! Tentu saja! Ayo kesini, Kushina!" ajak Shizune.
"H-hai!"
Kemudian Kushina berjalan mengikuti Shizune.
"Ara, ara, kau nyaris saja membuat seorang wanita menangis lho, Minato," ucap Tsunade.
"Tetapi aku tak mengharapkan hal itu, lho,"
"Huh! Sebagai sesama wanita, awas saja kalau kau membuatnya menangis,"
"Kau sudah seperti kakaknya saja, Tsunade-san,"
"Apa tidak boleh aku berkata seperti itu?"
"Hmm... Itu hak mu, untuk apa aku melarangmu berkata seperti itu?"
"Tapi bila suatu saat hal itu terjadi, kau boleh memukulku, Tsunade-san," ucap Minato lagi.
"Sou," ucap Tsunade tersenyum puas.
"Minato!" panggil Rin.
"Apa?" sahut Minato.
"Ano! Eh? Are? Tunggu sebentar. Mana Kushina-chan?" tanya Rin bingung.
"Dia sedang minum,"
"Sou ka... Ne! Hari ini apa kau sudah dapat kabar dari Kakashi, kalau dia pulang ke Jepang hari ini?"
"Hmm... Belum sama sekali,"
"Huh! Sudah kuduga! Padahal dulu kalian bisa dibilang akrab, ya?"
"Ya bisa dibilang begitu..."
"Nanti rencananya aku dan Obito akan merayakan kembalinya Kakashi ke Jepang. Apa kau mau ikut? Kau bisa ajak Kushina kalau kau memang kesepian,"
"Apa maksudmu, hah?"
"Ahahaha~! Bercanda! Bercanda!" ucap Rin bahagia.
"Baiklah, aku ikut. Aku akan segera kesana setelah konsernya selesai. Dimana tempatnya?"
"Tempat yang dulu biasanya buat kita kumpul. Kau masih ingat, kan?"
"...tentu saja,"
"Kalau begitu, sampai ketemu nanti! Sampaikan salamku untuk Kushina-chan! Jaa ne!" ucap Rin sambil berjalan meninggalkan Minato.
"Ingat janjimu, Minato," ucap Tsunade tiba-tiba.
"Ya, tentu saja,"
.
.
.
Penampilan kedua mereka bisa dibilang sukses. Para fans mereka jadi menantikan penampilan mereka seperti penampilan mereka yang pertama. Penampilan dengan anggota keenam di grup band itu.
"Kushina!" panggil Minato.
Yang dipanggil pun refleks menengok dan berkata, "Ada apa?"
"Begini. Aku ada acara dengan temanku untuk merayakan kepulangannya ke Jepang. Aku sudah bertanya kepada Hashirama-san, Tobirama-san, Hiruzen-san, Shizune-san, bahkan Tsunade-san untuk menemani ke acara itu. Namun mereka ada acara sehabis ini. Apa kau mau menemaniku?"
Kushina pun blushing dan menjawab, "T-tentu saja,"
"Saa. Ayo kita berangkat," ucap Minato sambil menarik tangan Kushina untuk keluar dari tempat itu dan segera pergi ke tempat yang dijanjikan. Kushina pun hanya bisa tersenyum.
"Tak kusangka percintaan mereka berkembang secepat ini," ucap Tsunade tersenyum.
"Ya, kau benar, Tsunade-san,"
"Ne, Shizune. Aku lapar,"
"Kalau begitu, ayo kita segera pulang dan aku akan memasak sesuatu untuk kalian,"
.
.
.
"Ne, Minato. Ini dimana? Dan mana temanmu itu?" tanya Kushina penasaran.
"Entahlah. Tapi mungkin mereka akan datang sebentar lagi," jawab Minato tetap dengan tatapan kearah buku menu yang sedang dibacanya.
"Tapi—"
"Ah, itu dia! Minatooo!" panggil seorang wanita berambut hitam panjang.
"Ah? Beta-san! Kakashi!" sahut Minato tersenyum.
Kemudian dua orang itu duduk didepan Minato dan Kushina.
"Rasanya sudah lama ya, aku tidak bertemu denganmu, Minato," ucap wanita itu tersenyum.
"Sepertinya kau tetap cantik, Beta-san,"
"Arigatou!" ucap wanita itu senang.
"Siapa dia, Minato?" tanya pria yang duduk disamping wanita itu yang diketahui bernama Kakashi—karena ada di jasnya—penasaran.
"Hajimemashite. Kushina Uzumaki desu. Aku teman Minato sekaligus anggota keenam band Hokage," ucap Kushina tersenyum.
"Beta Utahoshi desu. Dan dia Kakashi Hatake, pacarku sekaligus teman Minato. Yoroshiku ne," ucap wanita bernama Beta itu tersenyum.
"Kebiasaanmu masih saja seperti dulu ya, Kakashi," ucap Minato dengan tatapan datar kearah Kakashi.
"Aku memang seperti ini, susah kalau ingin dirubah,"
"Bagaimana kalau kau memesan makanan dulu, Kakashi?" tanya Beta.
"Ya, ya..."
"Ah! Itu dia, Rin!"
"T-tunggu sebentar, Obito-kun!"
"Tak kusangka aku telat... Bahkan aku lebih telat dari pada Kakashi..."
"Sayang sekali, ya," ucap Kakashi menutup bukunya.
"Aaah! Kau jahat, Obito-kun!"
"Memangnya siapa yang membuat kita telat, huh?"
"Jadi ini semua salahku?!"
"Tentu saja!"
"Enak saja!"
"Maa, maa... Kalian berdua, apa tidak malu berdebat disini?" tanya Beta.
"Su-sumimasen... Ah! Beta-chan!" sapa Rin ramah.
"Hai, Rin," balas Beta ramah.
"Ah! Kushina-chan juga disini! Hai, Kushina-chan!" sapa Rin. Sedangkan yang disapa hanya diam.
"Cepat duduk dan pesan makanan. Aku sudah lapar," ucap Kushina tegas.
"H-hai," ucap Rin dan Obito berbarengan. Kemudian mereka berdua langsung duduk.
"N-ne, Kushina-chan?" tanya Rin.
"Nani?"
"A-aku mau mengenalkan dia padamu. Aku rasa kalian belum pernah saling sapa,"
"Benarkah? Kalau begitu, namanya Obito, kan?"
"E-eh? A-ah, kau benar. Kau tahu karena tadi aku ribut dengannya, ya? Ahaha..."
"Kushina Uzumaki desu. Yoroshiku,"
"O-Obito Uchiha. Yoroshiku,"
"Ne, ne, Beta-chan!" bisik Rin.
"Hmm?"
"Apa Kushina-chan marah padaku?"
"Hmm... Mungkin karena kau telat, jadi dia marah?"
"E-eh? Benarkah itu?"
"Mungkin,"
"Mou... Eh? Chotto!" ucap Rin tiba-tiba semangat.
"Doushitano?"
"Tadi aku bawa kue untuk merayakan kepulangan Kakashi,"
"Ah, kau benar!" ucap Obito.
"Ayo ambil kuenya, Obito-kun!"
"Hai, hai..." ucap Obito pasrah. Kemudian ia segera berdiri dan berjalan kearah mobilnya.
"Ne, katanya meskipun kau kembali ke Jepang, tapi kau hanya akan disini untuk beberapa waktu, ya?" tanya Rin kepada Kakashi.
"Ya, benar. Ini pun aku hanya akan mengecek perusahaanku disini, setelah itu aku akan kembali ke Indonesia untuk membereskan pekerjaanku yang sebenarnya belum selesai,"
"Sou ne..."
"Oi, apakah tidak ada yang membantuku membawa kue ini? Berat sekali, lho!"
"Sini, aku bantu, aku bantu," ucap Minato. Kemudian ia berdiri dan segera membantu Obito mengangkat kue itu.
.
.
.
"Kanpaaaiii!"
"Hei! Bagaimana kalau kita karaoke dengan alat yang ada disana itu?" tanya Rin.
"Oooh! Boleh! Boleh! Ayo kita mulai, Rin!"
"Hai~! Obito-kun~!" ucap Rin senang. Kemudian dua orang itu segera berjalan menuju alat karaoke itu.
"Minato~! Kakashi~! Ayo kalian ikut bernyanyi bersama kami~!" ajak Obito.
"Haah... Ayo, Kakashi,"
"Ya,"
Kemudian mereka berdua juga ikut berkaraoke bersama Rin dan Obito.
"Dasar duo pemabuk," ucap Beta ketus.
"Ya, kau benar,"
"Ne, Kushina,"
"Nani?"
"Apa kau marah terhadap Rin dan Obito?" tanya Beta seksama. Kemudian Kushina mengarahkan pandangannya kearah mereka berempat.
"Minatooo~! Ini lagu yang sudah kupesan untukmu lho~! Kenapa kau tidak mau menyanyikannya~?" tanya Rin sambil menggandeng tangannya.
"Ti-tidak akan, Rin! Sudahlah, lepaskan!"
"Tidak sampai kau menyanyi~!"
"Kushina? Kushina?"
"A-ah, hai?"
"Kau belum menjawab pertanyaanku, lho,"
"U-untuk apa aku marah terhadap mereka?" tanya Kushina ketus. Kemudian Beta melirik kearah mereka berempat.
"Oh, begitu... Ya, ya, aku mengerti..." ucap Beta tersenyum.
"Apa maksudmu?"
"Aku rasa kau lah yang akan menemukan jawabannya,"
"...kau membuatku bingung,"
"Karena kupikir, aku tidak perlu buru-buru untuk mengatakannya,"
"Kushina!" panggil Minato.
"Ya?"
"Shizune-san sudah memintaku untuk mengantarmu pulang. Ayo,"
"Kalau begitu, sampai jumpa lagi, Beta-san,"
"Ya. Semangat untuk cintamu!"
"Ssst!"
"Ahahaha..." tawa Beta puas. Kushina pun hanya tersenyum.
.
.
.
"Kushina,"
"Hmm?"
"Besok kita libur, bukan?"
"Kalau tidak salah, kita memang libur dari latihan dan konser. Ada apa memangnya?"
"Aku berjanji pada Kakashi untuk mengantarnya berkeliling kota besok. Apa kau sudah ada acara?"
"E-eh? A-ah, belum, tentu saja,"
"Baguslah kalau begitu," ucap Minato tersenyum. Kemudian Kushina pun ikut tersenyum.
"Ternyata kau memiliki teman yang unik ya, Minato,"
"Aku juga bingung kenapa mereka bisa jadi temanku,"
"...ha?" ucap Kushina facepalm.
"Ahahaha! Bercanda, bercanda!"
"Mou..."
"Bagiku, mereka adalah segalanya. Kalian di band Hokage pun termasuk itu,"
"Heee? Hebat ya, Minato bisa berkata seperti itu..." ucap Kushina tersenyum.
"Oh iya, kau ada janji 'kan denganku?"
"Janji... Ah! Maksudmu tentang itu, ya?"
"Aku jadi ragu kau bisa mengetahuinya," ucap Minato menghina.
"Aku pasti bisa!"
"Kalau begitu, tiga hari lagi, kau harus memberitahukanku jawabannya,"
"Huh! Besok pun aku bisa memberitahukanmu sampai kau bosan!"
"Oh? Benarkah?"
"Ya!"
"Mungkin aku akan bosan menunggu jawabanmu yang tak kunjung ada itu,"
"Enak saja!"
"Awas saja besok,"
"Huh! Lihat saja nanti!"
.
.
.
To Be Continue
.
.
Author note:
Akhirnya terbit juga~ *tiduran*
Maaf karena lamanya update fanfic ini. Saya harus mengurusi banyak hal di sekolah T_T
Dan untuk chapter 4, saya usahakan untuk selesai sebelum lebaran. Mohon bantuannya~ u.u
Sekian untuk chapter ini! RnR? :)
