Love Confused Chapter 3

Cast :

Cho KyuHyun (17 years old)

Lee Sungmin (18 years old)

Lee (Cho) DongHae (18 years old)

Choi (Cho) Siwon (20 years old)

Genre : Family, Romance, School Life

Rate: T

Disclamer : KyuHyun adalah milik SungMin, dan SungMin mutlak milik KyuHyun

Fanfic ini terinspirasi dari manga Jepang yang berjudul Animal Jungle dan Small Devil Kiss. Kedua manga tersebut memiliki tema yang hampir sama. Namun, jalan cerita dalam FF ini mutlak hasil perasan otak saya sendiri meskipun ada beberapa kesamaan dengan komik, namun jalan ceritanya berbeda kok

Summary : Lee SungMin seorang namja manis yang harus memulai kehidupan bersama keluarga barunya karena pernikahan kembali eomma-nya. Bagaimanakah kehidupan barunya bersama appa dan saudara tirinya?

WARNING : YAOI. Don't like don't read.

Love Confused Chapter 3

Happy Reading ^^

Last chapter

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya kelantai beberapa detik setelah lampu di ruang yang kami tempati mati. Seluruh rumah gelap, tidak ada cahaya sedikitpun selain cahaya petir di luar rumah. Aku meraih pundak Kyuhyun, berniat melihat keadaannya dan mengajaknya untuk duduk diatas kursi kembali. Namun, gerakanku terhenti saat tangan ku kembali menyentuh bahu yang semakin bergetar. Samar aku mendengar dia menyebut 'eomma' berkali-kali dengan tangan yang masih menutup rapat kedua telinganya. Dengan segera, aku membawa tubuhnya yang bergetar hebat kedalam pelukanku. Dia tidak menolak, malah semakin memelukku dengan erat dengan isak tangis yang mengiringinya.

'Ada apa sebenarnya dengannya?' Ucap ku dalam hati.

Chapter 3

"Kyuhyun-ah" Aku tetap mencoba untuk membuatnya berbicara.

Nihil. Hanya rintihannya yang memanggil 'eomma' yang ku dengar. Aku mencoba menenangkannya dengan mengelus punggungnya yang basah karena keringat dingin. Tubuhnya tetap bergetar seperti menahan takut. Sungguh aku lebih senang melihatnya yang bersikap acuh seperti tadi siang daripada harus dalam kondisi seperti ini.

Sudah setengah jam lebih kami berada dalam posisi sama. Duduk di lantai dengan Kyuhyun yang kini menyandarkan kepalanya di dadaku dengan keadaan yang masih sama gelapnya. Aku memeluk tubuhnya untuk membuatnya tetap merasa aman. Tubuhnya memang sudah tidak bergetar. Namun dia masih tetap menggumamkan kata yang sama. Kaki ku sudah mulai pegal dengan posisi yang tidak bisa di bilang nyaman ini. Sungguh aku berharap siapapun akan cepat pulang.

Satu setengah jam kemudian listrik kembali menyala, namun keadaan di luar masih tetap hujan deras dengan petir yang meraimakan suasana malam. Aku melihat kearah Kyuhyun yang tengah tertidur dalam pelukanku. Aku usap peluh yang ada di dahinya. Kulitnya sudah sangat pucat dengan suhu tubuh yang tidak bisa di katakan normal. Anak ini demam. Aku masih bertanya-tanya dengan apa yang sedang terjadi. Kyuhyun yang tadi siang, bahkan saat makan malam masih terlihat biasa-biasa saja. Tapi, sekarang dia terlihat seperti anak kecil rapuh yang membutuhkan perlindungan.

"Kyuhyun-ah" Aku mencoba membangunkannya. Sebenarnya tidak tega, tapi aku juga tidak mungkin kuat untuk mengangkatnya ke kamar. Duduk di lantai tanpa alas dalam keadaan dan cuaca seperti ini bukanlah tindakkan yang tepat.

"Eunggghh" Dia melenguh pelan dan membuka matanya dengan perlahan-lahan.

"Gwaenchana?" Tanya ku saat ku lihat dia sudah membuka matanya dengan sempurna meskipun masih terlihat sayu.

"Ne" Jawabnya pelan.

"Tidak baik duduk disini. Aku akan membantumu untuk berjalan ke kamarmu" Ucapku dan mencoba untuk bangun sebelum Kyuhyun menahan lengan ku.

"gajima" Ucapnya ambigu.

"Nde?" Aku tidak mengerti apa maksudnya.

"Jangan tinggalkan aku sendiri" Dia berkata dengan suara yang sangat lemah.

Aku mulai mengerti maksudnya. Meskipun tidak sepenuhnya mengerti.

"Gwaenchana. Aku tidak akan meninggalkanmu. Kau harus istirahat di kamar Kyu" Ucapku.

Aku mencoba kembali berdiri dan mengajak Kyuhyun untuk mengikuti ku. Tidak ada perlawananan. Aku pegang tangan kirinya dan mengalungkannya ke pundakku untuk membantunya berjalan.

Setelah sampai di kamarnya aku membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya. Aku berniat untuk kembali turun kebawah, membuatkan minuman hangat dan mengambil kompres untuknya, namun tangan pucat itu kembali menghentikan gerakanku.

"Aku hanya pergi sebentar Kyu" Ucap ku sambil mencoba melepas tangannya.

Dia hanya menatapku dengan pandangan memohon

"Aku akan kembali secepatnya" Ucap ku lagi.

Dia melepas cengkramannya dari bajuku

"Ku mohon, cepatlah" Ucapnya yang terdengar sangat lirih.

Aku hanya mengangguk dan tersenyum singkat padanya. Sebelum benar-benar keluar dari kamar ini, aku menoleh sebentar kebelakang. Ku lihat Kyuhyun kembali menutup kedua telinganya dengan tangannya serta mata yang terpejam erat. Bohong kalau ada yang bilang aku tidak khawatir. Aku sangat khawatir, namun aku sendiri tidak tahu apa yang bisa aku lakukan.

Aku berjalan menuju ruang keluarga, mengambil handphone ku dari atas meja dan melakukan panggilan dengan seseorang.

'Yeoboseo' Sapa seorang pria.

"Donghae-ah. Apa kau masih lama?"

'Aku sudah di perjalanan pulang. Ada apa min?'

"Kyuhyun. Aku tidak tahu kenapa dia-"

'Kyuhyun? Aku paham. Tolong jaga dia. Pasangkan headphone atau apapun ketelinganya asal dia tidak bisa mendengar suara luar' Suara Dongahe mulai terdengar panik.

Meskipun aku tidak paham. Namun aku akan melakukan apa yang Donghae perintahkan. Line telephon sudah terputus. Aku bergegas ke dapur untuk membuat susu coklat hangat dan mengambil baskom serta handuk kecil untuk mengompres Kyuhyun yang tiba-tiba demam. Tidak lupa aku meraih handphone Kyuhyun yang masih tergeletak di meja makan. Lengkap dengan headphone yang sebelumnya ku lepas paksa dari telinganya.

"Kyu" Panggilku dan kembali memegang pundaknya yang kembali sedikit bergetar. Dia mengangkat kepalanya. Dengan segera aku memasangkan headphone ke telinganya dan memutar salah satu lagu di playlist. Kyuhyun langsung merapatkan tangannya ke telinganya. Dia terlihat aneh dan rapuh bersamaan di hadapanku.

BRAKK

Suara pintu kamar Kyuhyun yang dibuka dengan keras mengalihkan ku dari kegiatan mengompres dahi Kyuhyun. Ku lihat Donghae berjalan kearah kami dengan nafas yang terengah-engah. Terlihat sekali kalau dia baru saja berlari.

"Donghae-ah" Ucapku.

"Bagaimana keadaan Kyuhyun?" Tanya Donghae sambil menatap adik semata wayangnya.

"Dia demam. Dia daritadi terlihat aneh" Ucapku sedikit ragu.

Donghae mengarahkan tangannya untuk menyentuh leher kyuhyun.

"Kenapa bisa begini" Gumamnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengannya Hae?" Tanya ku.

"Ceritanya panjang Min. Nanti saja aku ceritakan." Jawabnya. Aku hanya mengangguk mengerti.

Jam sudah menunjukkan angka sebelas malam. Siwon hyung sudah pulang sejak setengah jam yang lalu. Hujan diluar sana pun sudah reda. Suara petir juga sudah tidak separah tadi. Kami bertiga masih berada di kamar Kyuhyun tanpa percakapan sama sekali.

"Sungmin-ah" Panggil Donghae yang duduk di sofa di sampingku.

Aku menolehkan kepalaku padanya

"Kau tadi bertanya kenapa Kyuhyun seperti ini kan?"

"Ah, Ne. Bisa kau ceritakan?"

Donghae menghela nafas.

"Diantara kami bertiga, Kyuhyun yang paling dekat dengan eomma. Emmm, eomma kandung kami" Ucap Donghae memulai ceritanya. Aku mulai pasang telinga untuk mendengarkan ceritanya.

"Waktu itu Kyuhyun berumur delapan tahun. Dia merengek untuk minta pergi kerumah nenek di Illsan. Appa tidak bisa mengantar. Aku dan Siwon hyung juga tidak bisa ikut. Hanya Kyuhyun dan eomma yang pergi. Karena Kyuhyun menolak untuk diantar sopir, akhirya eomma yang mengemudi. Mereka berangkat pagi hari dan berniat pulang di sore hari" Donghae menghentikan sebentar ceritanya. Aku dapat melihat matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Namun cuaca saat itu sangat buruk. Sore hari hujan turun dengan lebat disertai badai. Appa bilang pada mereka untuk mereka menginap dirumah nenek. Namun, Kyuhyun merengek ingin pulang. Akhirnya malam hari mereka nekat untuk pulang kerumah. Dengan cuaca yang sangat buruk seperti itu eomma tetap mengemudi sendiri. Hingga kejadian yang sungguh tidak kami harapkan terjadi. Sebuah truk kehilangan keseimbangan sehingga menghantam mobil mereka. Mobil mereka terpental beberapa meter hingga jatuh ke sungai" Donghae sudah mulai menangis terisak. Setelah mengatur nafasnya dia kembali bercerita.

"Kyuhyun sempat koma empat hari waktu itu. Sedangkan eomma tidak selamat. Kyuhyun depresi karena dia merasa kalau dirinyalah yang membunuh eomma. Meskipun diawal aku sempat berpikir sama dengan Kyuhyun, aku bahkan pernah berpikir kenapa bukan Kyuhyun saja yang pergi saat itu."

Aku sempat kaget mendengar ucapan Donghae. Bagaimana mungkin dia berpikir seperti itu?

"Tapi aku buru-buru menepis semua pikiran ku saat Kyuhyun mulai sembuh dan bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi. Eomma melindunginya. Memeluknya saat mobil berguling dan terlempar ke sungai. Sejak saat itu kyuhyun takut dengan malam yang hujan disertai petir. Dia akan selalu menggunakan headphonenya dengan volume keras sampai dia tidak bisa mendengar suara apapun selain suara dari headphonya. Dan baru kali ini dia benar-benar ceroboh tidak menggunakan headphonenya, apa dia mau bunuh diri?"

Ucapan Donghae membuatku merasa benar-benar bersalah. Kalau saja aku tidak melepas paksa headphonya, dia tidak mungkin seperti sekarang ini. Aku mengalihkan pandanganku pada Kyuhyun yang tertidur lelap di tempat tidurnya. Headphone di telinganya sudah dilepas oleh Siwon hyung yang duduk disampingnya.

"Kyuhyun mulai berubah sejak saat itu." Donghae kembali bercerita. Aku kembali menoleh padanya, dan mendengarkan kembali ceritanya.

"Dulu dia bukan namja dingin seperti sekarang. Kyuhyun kecil yang sangat manja. Aku merindukan sosoknya yang dulu" Donghae menghela nafas perlahan.

"Kau tidak istirahat?" Tanya Donghae padaku.

"Kau harus istirahat Min. Kyuhyun sudah tidak apa-apa"

"Kau juga Hae" Ucap Siwon hyung "Aku tidak mau adik-adikku tumbang dan merepotkan ku karena appa dan eomma masih akan pulang bulan depan"

"Tapi aku masih ingin disini hyung" Ucap Donghae dengan nada merengek.

"Tidak ada penolakan. Kalian istirahatlah di kamar kalian. Kalian besok juga harus sekolah bukan? Biar aku yang menjaga Kyunnie di sini"

Aku dan Donghae saling berpandangan. Tidak rela sebenarnya. Tapi apa yang bisa kami lakukan kalau Siwon hyung sudah memerintah kami seperti itu.

Sungmin POV end

Normal POV

Suasana pagi hari di kediaman Cho terlihat sangat sepi. Berbeda dengan hari-hari biasanya. Hanya terlihat empat namja yang sedang sarapan di meja makan tanpa ada percakapan apapun. Seorang namja manis sesekali melirikkan ekor matanya pada sosok berwajah pucat yang duduk tepat di hadapannya. Dia benar-benar masih merasa bersalah karena kejadian tadi malam.

"Kalian sudah selesai?" Tanya Donghae saat Sungmin dan Kyuhyun sudah menghentikan kegiatan makannya.

"Ne" Jawab mereka bersamaan.

"Baiklah. Kita berangkat sekarang. Siwon hyung, kami berangkat dulu" Pamit Donghae pada hyung semata wayangnya.

"Ne. Hati-hatilah di jalan" Ucap Siwon.

Sungmin dan Kyuhyun pun mengikuti langkah Donghae untuk berjalan keluar setelah sebelumnya ikut berpamitan pada Cho Siwon.

"Aku masih harus menjemput Hyukkie karena mobilnya sedang bocor. Tidak apa-apa kan?" Tanya Donghae ketika sudah dalam perjalanan menuju sekolah.

"Terserah kau saja" Jawab Kyuhyun yang duduk di belakang.

Tidak ada percakapan lagi setelah itu.

"Biar aku pindah kebelakang" Sungmin berkata setelah Donghae menghentikan mobilnya di depan rumah Eunhyuk.

"Anni. Kau bisa duduk di situ" Donghae tidak enak pada Sungmin kalau Sungmin harus keluar untuk pindah tempat duduk.

"Gwaenchana" Ujar Sungmin dan langsung membuka pintu di sebelahnya dan berpindah ke sebelah Kyuhyun.

Sungmin merasa canggung saat melihat Kyuhyun yang hanya melihat keluar jendela tanpa menoleh padanya.

'Apa dia marah?" Batin Sungmin.

Tak lama, Eunhyuk keluar dari kediamannya dan langsung masuk kedalam mobil Donghae.

"Anyeong Sungminnie. Anyeong Kyuhyunnie" Sapa Eunhyuk sambil membalikkan tubuhnya kearah belakang.

"Ck. Jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu monyet" Suara siapa lagi kalau bukan suara Kyuhyun.

"Haha, adik kecil tidak boleh marah-marah. Nanti cepat keriput lho" Eunhyuk masih senang untuk menggoda Kyuhyun.

Sungmin dan Donghae terkikik geli mendengar candaan Eunhyuk. Donghae tahu kalau Eunhyuk sangat ingin memiliki nam-dongsaeng. Karena itu, dia sudah sangat hafal akan kebiasaan Eunhyuk yang sering menggoda adik semata wayangnya itu.

Kyuhyun tidak ingin menjawab candaan Eunhyuk. Dia lebih memilih untuk melihat keluar jendela mobilnya daripada berurusan dengan namja-chingu sang hyung.

Saat ini Sungmin sedang berjalan menuju kelasnya bersama Kyuhyun di sampingnya. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani menatap wajah Kyuhyun di sebelahnya. Perasaan bersalah masih mendominasi pikirannya. Setelah sampai di kelas, Sungmin berniat untuk duduk di bangkunya. Namun, hal tersebut urung saat dilihatnya seorang namja bermata sipit duduk di bangku yang di tempatinya kemarin.

"Sungmin-ah. Kau sudah datang?" Tanya Ryeowook yang melihat kehadiran Sungmin.

"Ne" Jawab Sungmin.

"Sungmin-ah, mianhae. Mulai sekarang Yesung hyung akan duduk di tempat duduk lama mu. Tapi tenang saja kau bisa duduk dengan Kyuhyun karena Yesung hyung dulu chairmate-nya Kyuhyun" Ucap Ryeowook.

Sungmin melihat kearah Kyuhyun yang sedang duduk di bangkunya dengan PSP yang melekat pada tangan pucatnya.

"Ah. Ne. Gwaenchana Ryeowook-ah" Jawab Sungmin.

"Oh, ya. Kalian belum berkenalan kan? Karena kemarin dia tidak masuk. Namanya Kim Jong Woon. Kau bisa memanggilnya Yesung hyung karena usianya sebenarnya satu tahun di atas kita" Ryeowook memperkenalkan namja yang ada di sampingnya.

"Tidak perlu sedetail itu juga chagi" protes Yesung.

"Annyeong. Sungmin imnida." Sungmin memperkenalkan dirinya

"Bangapta Sungmin-ah" Ucap Yesung dengan senyuman yang membuat mata sipitnya semakin menghilang.

"Nado hyung" Jawab Sungmin.

Setelah berkenalan dengan Yesung, Sungmin pun mendudukkan dirinya di kursi sebelah Kyuhyun. Suasana canggung masih melingkupi mereka.

"Kyuhyun-ah" Panggil Sungmin ragu.

Kyuhyun menghentikan kegiatan bermain game-nya dan menoleh kearah Sungmin yang duduk yang tepat di sampingnya.

"Aku. Mianhae soal yang tadi malam. Sungguh aku tidak bermaksud. Aku tidak tahu kalau-"

"Sudahlah. Lupakan" potong Kyuhyun.

"Jeongmal mianhae" Sungmin benar-benar merasa bersalah.

"Sudah aku bilang untuk melupakannya kan. Aku sudah tidak memikirkan masalah semalam"

Sungmin terdiam beberapa saat.

"Gomawo" ucap Sungmin dengan tersenyum manis membuat Cho Kyuhyun yang duduk di hadapannya merasakan getaran aneh dalam hatinya.

TBC

Annyeong chapter 3 update

Sebelumnya saya kembali ingin mengucapkan terimakasih buat yang sudah mau membaca dan mereview FF abal saya ini. Saya tahu FF saya sangat banyak kekurangan, oleh karena itu saya membutuhkan saran kalian agar saya tahu dimana letak kesalahan dalam FF saya ini.

Dan saya juga minta maaf kalau saya tidak membalas review kalian. Tapi saya membaca review kalian semua kok

Saya juga mau bilang kalau mungkin saya tidak bisa update untuk waktu dekat ini karena tugas kuliah menumpuk dan UAS sudah didepan mata #tolong doakan saya

Segini saja cuap-cuap saya. Sekali lagi, tolong review ne yeorobeun

Khamsahamnida

Annyeong~~ #ngilang ke kamar KyuMin