previously:

"maaf ya. Kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih" kata Baekhyun sambil membungkuk lengkap dengan senyumnya dan ia pun buru buru pergi dari situ karena malu. Sementara si pria memandangnya datar sampai Baekhyun menghilang.

"I Found you." Katanya pelan

"Wu Baekhyun"

Lalu ia merogoh saku nya, mengambil selembar foto yang dilipat. Foto seorang gadis berambut magenta yang tersenyum kearah kamera.

Foto Baekhyun.

FORGOTTEN LOVE

Main Cast: Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo

Pairing: Chanbaek / T aoris / Chansoo dan Lainnya

Rated: T bisa naik sewaktu waktu

GS, DLDR.

Enjoy

.

.

Chapter 3

Baekhyun buru buru kembali ke bangkunya dengan buku buku di pelukannya. Ia menaruhnya asal di meja. Chanyeol masih sibuk dengan laptopnya. Tapi ada yang aneh. Sejak kapan mengerjakan tugas dilaptop bisa membuat orang nyengir luar biasa besar seperti itu? Baekhyun curiga. Ia Tarik laptop itu dan melihat apa yang si telinga besar lakukan.

"Yak!" teriaknya kaget. O oh. Jelas sekali seperti dugaannya. Ia sedang chatting dengan Kyungsoo. Baekhyun tak sengaja mencuri lihat beberapa pesan yang dikirimkan Chanyeol ke Kyungsoo. Isinya "aku sayang padamu." "aku sangat merindukanmu" dan bla bla bla.

"apa yang kau lakukan Baekhyun?!" katanya sambil menarik kembali laptopnya. Reaksi Chanyeol diluar dugaan Baekhyun, pria itu marah. Agak berlebihan sih menurutnya. "Chanyeol, kita disini untuk mengerjakan tugas. Kau.. nanti saja ya chattingnya?" kata Baekhyun melunak.

"apa urusanmu? Kau bukan ibu ku yang bisa mengatur ngatur" Baekhyun kaget luar biasa. Kenapa Chanyeol bisa marah dengan masalah sesepele ini? Baekhyun terdiam. "tapi.. aku cu-"

"kau orang baru Baek. Jangan ikut campur urusanku." Potongnya. Dan kalimat itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan Chanyeol sampai akhirnya keduanya terdiam. Sibuk dengan urusan masing masing. Chanyeol dengan laptopnya dan Baekhyun dengan buku bukunya.

Chanyeol… aneh.

Setelah selesai dengan hal yang dia kerjakan, Chanyeol membereskan barang barang nya dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apa apa. Baekhyun yang mau memanggil jadi enggan sendiri karena kejadian tadi. Ia akhirnya membereskan barangnya dan segera pergi dari situ. Kelas berikutnya, Baekhyun dan Chanyeol juga sekelas tapi ia tak menemukan pria itu. Ia mencoba menelfon tapi ponselnya tidak aktif. Dan alhasil mata kuliah itu dilewatkan Baekhyun dengan mencemaskan Chanyeol.

Baekhyun memutuskan untuk menelfon Jongdae, hanya Jongdae teman dia dan Chanyeol yang juga masuk SNU, siapa tau dia melihat kemana si tinggi itu pergi.

"yoeboseyo."

"Jongdae, kau dimana?"

"aku di kantin Fakultas. Ada apa Baek?"

"apakah kau melihat Chanyeol?"

"ah tidak aku tidak melihatnya. Memangnya ada apa? Kau sudah mencoba menghubunginya?"

"sudah tapi ponselnya tak aktif."

"kau dimana sekarang?"

"di lantai 3 fakultasku. Chanyeol menghilang sejak istirahat tadi. Dia.. aneh Jongdae."

"aneh kenapa? Yasudah kau tunggu disitu ya. Akan aku jemput."

"baiklah." Pip. Dan sambungan dimatikan.

Baekhyun duduk di kursi dekat situ, pikirannya tak henti henti menerka apa yang baru saja terjadi. ia pun tak sadar ada seseorang memperhatikannya dengan seksama dari kejauhan. Beberapa waktu kemudian Jongdae datang dan membawa si wanita itu pergi.

ooo

"jadi. Katakan padaku apa yang terjadi?" kata Jongdae sambil mengaduk Spaghetti nya. Mereka sedang berada di sebuah restoran. Diluar sedang mendung, jadi Jongdae mengajaknya ke sebuah restoran dekat kampus.

"Chanyeol membentakku" "membentakmu? Memang kau berbuat apa padanya?" "nah itu. Tak ada Jongdae. Kami sedang ada di perpustakaan untuk mengerjakan tugas. Aku hanya menegurnya untuk tidak Chatting dengan Kyungsoo. Eh dia malah membentakku."

"itu sih wajar" kata Jongdae setelah menelan Kunyahan makanannya. Baek mengernyit bingung.

"wajar?" "iya. Chanyeol memang tempramen dari dulu. Kuncinya. Jangan pernah melarangnya, mengaturnya atau menekannya."

"tapi kulihat dia tak begitu. Apalagi dengan Kyungsoo."

"nah itu beda cerita. Chanyeol cinta mati sama Kyungsoo. Hanya dia yang bisa menenangkan Chanyeol jika moodnya tidak baik."

"segitunya kah?" jongdae mengangguk cepat. Layaknya hal yang ia baru katakana adalah hal yang luar biasa. "kau tak tau kan.. dulu bagaimana Chanyeol mendapatkan Kyungsoo?" kata Jongdae super serius. Seolah dia akan membeberkan rahasia besar, seperti dia seorang alien. Baekhyun ingin sekali bilang "tak peduli" tapi mulut sialnya malah berkata "bagaimana?"

"dulu Chanyeol hampir bunuh diri. Dia mengejar kyungsoo selama kurang lebih setahun. Bayangkan itu." Nah. Baekhyun lebih memilih mendengar kabar Jongdae alien ketimbang berita ini. Baekhyun terdiam. Entah dia harus merespon apa.

"dengar Baek, ada yang harus kuberi tau padamu, apalagi kau tinggal serumah dengan Chanyeol. Chanyeol memang memiliki…. Keanehan. Jika moodnya tidak baik atau ada yang mengganggu pikirannya atau bahkan tak ada alasan apa apa, dia bisa mengamuk. Dia seperti punya 2 sifat, dia bisa menjadi orang lain. Tak menutup kemungkinan dia akan menyakiti orang disekitarnya yang menahannya. Tapi setelah ia kembali normal, ia lupa dengan apa yang barusan terjadi. Jadi lebih baik kau kabur saja. Kecuali ada Kyungsoo, semua pasti beres. Kalau tak ada Kyungsoo, tinggalkan saja Chanyeol nanti juga dia sembuh sendiri." lanjut Jongdae. Baekhyun masih tak tau harus merespon apa. Dia masih kaget dengan perubahan luar biasa Chanyeol sekarang dan kenyataan bahwa Kyungsoo jauh lebih penting dari dugaannya.

"mengapa dia seperti itu?"

"entahlah. Saat aku bertemu dengannya memang sudah begitu. Tapi sebenarnya Chanyeol orang yang baik. Itu sebabnya aku, Kai dan Kyungsoo masih bertahan disisinya. Kalau tidak pasti aku sudah kabur"

Apa mungkin ini ada hubungannya dengan kecelakaan. Apa ini yang dimaksud Bibi Yoona bahwa Chanyeol telah berubah dan ia menginginkan Chanyeol yang dulu. Pria tangguh, bukan pria tempramen gila yang mengamuk ngamuk?

"aku harus mencari Chanyeol Jongdae. Bagaimana jika ada sesuatu yang terjadi padanya?"

"tak perlu. Aku yakin dia ada disebuah tempat yang seharusnya. Lagi pula, kan sudah kubilang.. dia sembuh sendiri kok nanti" Meskipun tak rela Baekhyun mengangguk angguk. Selesai dengan urusannya di Café, jongdae mengantarnya pulang karena keduanya tidak ada kelas lagi. Baguslah, langit sudah mendung dan sebentar lagi hujan. Baekhyun tak pernah menyukai hujan.

ooo

Kyungsoo sedang berada di dalam mobil Chanyeol saat itu. Tiba tiba kekasihnya ini mengabarinya jika ia ingin menjemputnya di Kampus. Sadar dengan aura Chanyeol yang dingin Kyungsoo hanya menuruti kemauan sang kekasih.

"Chagi, kita mau kemana eum?" Tanya nya lembut sambil mengusap bahu Chanyeol. Menyalurkan rasa sayang untuk menenangkan pria ini (entah apapun masalahnya)

"kerumah mu. Aku ingin.. kau" jawab Chanyeol singkat, dingin. Ucapan Chanyeol adalah titah. Kyungsoo hanya mengangguk patuh.

Saat itu sudah malam, Chanyeol masih tertidur di kasur Kyungsoo. Setelah kegiatan panas keduanya, Chanyeol jatuh tertidur. Dengan setia Kyungsoo mengelus rambut Chanyeol dan mencium keningnya.

"apa yang bisa kau lakukan tanpaku, pabbo" gumamnya. Ia senang sekali hanya dia yang Chanyeol butuhkan. Kau tak tau saja Kyungsoo, setidaknya UNTUK SAAT INI, memang kau yang dibutuhkan.

ooo

Hari itu sudah malam, Jongdae mengendarai mobil mewahnya, memecah jalanan kota Seoul dan berhenti disebuah club malam. Ia masuk dengan santai. menghampiri seorang pria yang sedang dikelilingi Yeoja yeoja.

Jongdae menjatuhkan badannya di sofa itu, beberapa Yeoja malam menghampirinya tapi Jongdae tolak. Ia hanya ingin minum dan menikmati music.

"kau tak tertarik pada perempuan ya?" kata pria yang dikelilingi Yeoja itu.

"aku bukan sepertimu Kai." Kai mendengus.

"apakah ini berhasil?" Tanya jongdae, rautnya sedikit terlihat lelah. Kai memandangnya datar dan menenggak minumannya sampai habis.

"hanya ini cara yang aku tau. Jika kau sudah lelah. Tak usah mengikutiku lagi. Kau lebih mirip baby sitter ketimbang sahabatku"

"aku tak bisa lakukan itu" kata Jongdae, ia mengambil gelasnya dan meminum vodkanya dengan satu kali teguk. "terakhir kau kubiarkan sendiri, kau mabuk dan hampir menyakiti temanmu."

"lakukan apa maumu. Sadarlah Jongdae, kau sendiri juga tau kan bahwa tidak ada kemungkinan lagi."

"belum. Kau hanya belum mendapatkan kemungkinan itu.". kata Jongdae santai. Kai diam sebentar, lalu menarik yeoja nya ke lantai dansa. Dan disanalah ia bersenang senang. Sementara Jongdae memandanginya dari jauh

ooo

Pria itu baru saja masuk ke dalam apartemen mewahnya di salah satu daerah di Seoul. Menyalakan semua lampu, melempar asal tas nya ke sofa. Pria itu memiliki badan tinggi, kulit putih dengan rambut coklat hazelnut, mirip seperti orang bule.

Ia menyalakan rokoknya dan mengambil beer dingin dari kulkas. Setelah beberapa isapan rokok, ia merogoh kantongnya, mengambil sebuah foto wanita.

"Wu Baekhyun" gumamnya, sambil memandang foto itu dengan tatapan dingin.

Flash back

Pria itu mengenakan jaket kulit dan mengendarai motor sportnya dijalanan kota New York malam hari. Siapapun wanita yang memandangnya akan terpikat. Tapi sayang, tatapan dingin dan sifatnya yak acuh sudah mematahkan banyak hati wanita.

Ia tak jatuh cinta. Itulah aturan nya sebagai orang bayaran.

Si pria masuk ke dalam Bar, memesan minuman favoritnya dan beralih ke meja billiard. Orang orang mengenalinya. Dia sering sekali menghabiskan waktunya disini. Ditambah penampilannya yang sedikit eye-catching.

Pria itu mulai memainkan bola billiard nya, sesekali ia asah tongkatnya dan berganti ganti posisi angle yang pas.

"apa yang kau lakukan disini?" Tanya nya tanpa mengalihkan pandangannya pada bola di depannya. Dia sudah sadar dari tadi, ada seseorang yang mengawasinya.

Merasa sudah ketauan, sang pria berumur itu menghampirinya, keluar dari spot gelap yang menutupinya. "ada yang ingin ku bicarakan denganmu" katanya

"tentang?"

"pekerjaan"

Si pria setengah bule menoleh ke si lelaki berumur sambil mendengus remeh, lalu mengembalikan pandangannya pada bola billiard yang hampir habis. "di bar? tak bisa kah kau mencari tempat lain yang lebih cocok untuk mendiskusikan hal penting?"

"well, kau suka berpindah pindah dan hal ini sedikit mendesak." Kata si pria berumur. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan selembar foto. Ia lemparkan foto itu ke meja billiard, tepat di hadapan pria setengah bule. Pria itu mengambil foto tersebut dan memandang gadis di foto itu lekat lekat.

"namanya Wu Baekhyun. Dia akan ke Korea sebentar lagi. Itu tugas mu selanjutnya." Kata si pria berumur, sambil meminum minumannya.

"dan apa yang akan kudapatkan jika aku berhasil?"

"apapun. Dan ingat kau harus menyelesaikan tugasmu dengan rapih, Sean. Atau.. haruskah kupanggil kau sekarang Oh Sehun?" lanjut si Pria berumur. Pria setengah bule itu menyunggingkan smirknya, membidik bola terakhir dan sekali hentak, bola itu masuk ke lubang.

"tenang saja paman Lee, aku tak pernah gagal." Katanya. Ia mengambil foto tadi, memandangnya dengan tatapan tak bisa diartikan "I will find you, Wu Bekhyun" gumamnya

Flash back end.

Sehun bangkit dan berjalan kearah balkon apartemennya. Menghembuskan asap rokonya yang perlahan hilang diudara. Ia mengingat kejadian barusan saat bertemu dengan targetnya. Dan sebuah smirk dingin menghiasi wajahnya.

ooo

Sudah larut malam sekali tapi Baekhyun tak bisa tidur. Chanyeol belum pulang. Ia sudah menghabiskan waktunya dengan menelfon kaka kakanya tapi tetap tak tenang. Kemana Chanyeol. Ponselnya tak aktif, Kai dan Jongdae juga tak bisa dihubungi. Ponsel Kyungsoo juga tak aktif. Kemana mereka.

Tanpa sadar baekhyun terlelap beberapa saat dan terbangun lagi. Sudah lebih dari jam 1 pagi. Ia memutuskan untuk mengecek si pria tinggi itu di kamarnya.

Sekali ketukan, ke 2 kali ketukan, ke 3 kali ketukan lengkap dengan memanggil naman Chanyeol tapi nihil. "sepertinya belum pulang" gumamnya. Ia mencoba membuka pintu Chanyeol. Jika dikunci pasti dia sudah pulang. Tapi pintu itu terbuka.

Menampilkan kamar Chanyeol yang luas dan tertara rapih. Harumnya khas Chanyeol. Tanpa sadar Baekhyun masuk ke dalam kamar itu, menutup pintunya dan mencium aroma khas kamar Chanyeol sampai paru parunya penuh. Dia rindu sekali.

Ia memandangi beberapa pigura di rak Chanyeol. Terlihat Foto Chanyeol masih kecil, foto Donghae dan Yoonga, foto Chanyeol dengan Yoona, foto Chanyeol dengan teman temannya. dan sebuah pigura diatas meja tidur mencuri perhatiannya. Ia mengambil foto itu,memandangnya lekat. Sebuah Foto Chanyeol dengan Kyungsoo yang sedang merayakan hari jadi ke 1 tahun, mereka bahagia sekali, tampak Chanyeol mencium kening kekasihnya dengan sebuket mawar merah yang digenggam Kyungsoo. Lengkap dengan tart serta lilin berbentuk angka 1. Dari latar fotonya Baekhyun bisa menebak foto itu diambil saat malam hari disebuah restoran mahal.

Tiba tiba pintu kamar menjeblak terbuka, Baekhyun yang kaget tak sengaja menjatuhkan pigura tersebut, membuat kacanya pecah. Chanyeol yang masih memandang heran di ambang pintu langsung membulatkan matanya.

"APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU?!" bentaknya sambil menghampiri Baekhyun dengan langkah besar besar.

"ma-maafkan aku Chanyeol aku tak sengaja" katanya sambil berjongkok mencoba membereskan pecahan kaca. Baru saja memungut, Chanyeol langsung menariknya dengan paksa, membuat tangan Baekhyun berdarah, teriris pecahan kaca barusan.

"Chanyeol maaf aku benar benar tak sengaja" kata Baekhyun mencoba menjelaskan, tapi si tuan Park ini masih menyeretnya, membawanya ke kembali ke kamarnya sendiri.

Chanyeol membuka kamar Baekhyun, mendorong nya masuk. "lain kali ingat sopan santun mu nona Wu. Kau hanya tamu disini" katanya lalu menutup pintu kamar Baekhyun keras keras.

Baekhyun mengunci pintunya buru buru, takut dengan Chanyeol, lalu ia terduduk di kasurnya, ia menggenggam kalung bandul bulan sabitnya dengan jemari yang berdarah "Chanyeol… ada apa denganmu" gumam Baekhyun dengan mata berkaca kaca

Sementara Chanyeol dikamarnya, berdiri di balkonnya dengan tatapan tajam. Menghembuskan nafasnya sampai tiba tiba ia tersentak. Tak sadar apa yang terjadi, ia melihat sebuah pigura pecah di samping tempat tidurnya dengan tetesan darah. Ia melihat tangannya sendiri tapi tak ada luka.

Mata nya membelalak panic "astaga, apa yang baru saja terjadi" gumamnya. Ia segera keluar dari kamar, mengetuk kamar Baekhyun berkali kali, meneriakan namanya tapi tak ada respon. Berkali kali ia membuka pintu tapi terkunci, sampai akhirnya ia menyerah dan kembali ke kamarnya

Baekhyun bukannya tak dengar, dia hanya takut untuk bertemu Chanyeol. Sungguh ini tidak seperti yang ia harapkan. "Oppa…. Eonnie… aku takut." Lirih Baekhyun, dan sebutir air mata menetes dipipinya, sampai akhirnya ia jatuh terlelap.

A/N

Hallo, maaf ya ceritanya makin nista. Jadi disini si Chanyeol itu suka skip gitu. Jadi dia kayak punya 2 sifat gitudeh. Haha silahkan hujat sesuka hati. Angst nya emang pelan pelan karna disini Baekhyun masih bingung dia suka apa Cuma kangen doang. Tapi next chap udah mulai kok pertarungan Baek dan Kyung wkkw

Makasih semuanya yang udah review. Review kalian bener bener penyemangat aku :"3 duh terharu.

Review terus ya kaka kaka, check juga FF ku yang satu lagi THAT BOSS, dan jangan lupa Reviewnya.

Chanbaek is real~

Muah -Moza