By : Monkey D. Abrar
Rate : M 17+
Genre : Romance,Drama
Pairiing : Naruto x Harem.
Warning : Typo,17+, NTR/MILF/Three SomeOne Shot /Two Shot,Semi Covers.
Summary : Hanya kumpulan cerita Love Story Naruto pada beberapa heroine-Heroine Anime.
Bab 2 : Naruto
Cast :
Namikaze Naruto : 35 Th.
Hyuga Hinata : 29 Th.
Inuzuka Kiba 35 Th.
Chapter 1 : Aku ingin merasakannya sekali lagi.
Di sebuah rumah di perkuminan Konoha ada sosok wanita berambut indigo panjang yang sibuk dengan memotong sayuran untuk menyiapkan sarapan, tapi jika di perhatikan sekali lagi ia sedang melamun tak sadar jika satu jarinya teriris. Aksi lamuanya itu membuat sosok pria dengan tato segitiga di wajahnya menyeritkan dahinya lalu ia memangilnya. "Hinata-Chan"Panggilnya. tapi sosok di panggil tak merespons lalu menghampirinya dan menepukkan pundaknya.
Tentu sosok wanita berambut indigo itu bernama Hinata terlonjak kaget lalu meringis kesakitan karena jarinya teriris dan mengeluarkan sedikit darah. "Ittai"Ringisnya sembari memegang jarinya. Sosok pria yang di sampingnya terkejut dengan cepat memegang tanganya lalu mengemut pelan. "Ada apa siih Hinata?"Tanya nya.
Hinata terlonjak kaget dan menjawab dengan gagap. "Bu-bukan apa apa kok hehehe"Jawab Hinata sembari menoleh pekerjaannya ternyata belum selesai. "Go-gomen Kiba-kun sarrapanya belum jadi"Lanjutnya dengan sesal. Sosok pria itu ternyata bernama Kiba dan Kiba mendengar ucapan Hinata hanya tersenyum.
"Sudahlah aku akan makan di luar, dan kau tunggu disini aku ambil perban"Ucap Kiba dan Hinata hanya tersenyum dan mengangguk.
"Umm...Gomen"Ujar sesal Hinata sembari mengangguk pelan.
"Ah sudahlah"Dengan itu Kiba melangkah pergi untuk mengambil perban
Hinata hanya diam berdiri dan melihat punggung lebar Kiba, Tangan kananya dengan perlahan bergerak ke tengah antara dua kakinya . "Ugh aku ingin merasakanya lagi"Ucap pelan Hinata takut akan Kiba mendengarnya sembari mendesah keci saat tangan kananya saat menempelkanya ke Vaginanya yang masih tertutup dengan Dres panjang berwarna ungu.
Taklama Kiba pun datang dan menuntun Hinata untuk duduk di kursi yang tak jauh darinya. Dan segera membalut jari Hinata yaang teriris. "Sebenarnya kau melamunkan apa sih?"Tanyanya.
Hinata gelagapan saat mendengar pertanyaan Kiba. "Bu-bukan apa kok"Jawaban Hinata membuat Kiba tak puas.
"Bener bukan apa apa".
Hinata mengangguk. "Benar"Ucapnya sembari mengangkat tangan kananya dan memberi tanda V disertai senyuman manisnya. Kiba hanya menghela nafas pasrah dan sembari berdiri.
"Baiklah kalau begitu aku berangkat kerja dulu"Ujar Kiba sembari mendekatkan wajahnya dan mencium ranum bibir Hinata, Hinata hanya diam dan memejamkan matanya. 'Rasanya sangat beda'Batinya. Kiba pun mengangkat wajahya dan berdiri tegap dan di ikuti Hinata sembari mengambil tas lalu menyerahkanya ke kiba dan Kiba menerimanya lalu melangkah lalu Hinata mengekorinya.
"Hati-hati di jalan Kiba-kun".
"Hm Ja".
"Ja"Sembari melambai kan tanganya. setelah melihat Kiba tak terlihat Hinata segera masuk dan menutup pintu rumahnya setelah itu Hinata melangkah cepat menuju kamarnya tak lupa menutup pintunya. dan merebahkan dirinya ke ranjang dengan wajah murung dan memikirkan sesuatau.
Beberapa menit dalam posisi sama Hinata akhirnya ia membalikkan tubuhnya dan melihat langit langit rumahnya tapi kakinya entah kenapa tak mau diam terus bergerak denagan menempelkan kedua kakinya dan menggerakkan naik turun.
Tangan Kanan Hinata masukk kedalam rok yang ia pakai lalu menempelkanya ke Vagina yang masih terturup CD serta mengelus pelan tak lama kemudian menjadi menekan. "Akhhhh! Sssshhhh!"Desahnya sembari membayangkan sosok pria yang selalu dalam pikiranya akhir-akhir ini dengan membayangkan jika sosok pria yang menghatui pikiranya telah menyentuh tubuhnya.
"Ahkkkhh!"Desah Hinata dan Hinata mulai menikmati aksinya dan tangan kirinya meremas pelan salah satu payudaranya dan memainkan putingnya. "Akhh!"Desahnya sekali lagi sembari mengangkat pinggulnya serta memasukkan jjarinya ke dalam vaginanya.
"Ughhh! Ah bikin susah"kesal Hinata karena sulit bergerak karena rok panjangnya dan dengan cepat Hinata melepas semua bajunya dan meninggalkan bra dan cd. Lalu Hinata melanjutkan aksinya serta membayangkan sosok pria yang selalu menghantuinya di dalam pikiranya.
Aksi Hinata semakin lama semakin brutal dan selalu mengubah posisi untuk mencari posisi yang nyaman. "Ssshhhh! Hmmmpphh! Akkhhh! Kimochiii"Desah Hinata dengan membuka mulutnya sembari menjulurkan lidahnya membiarkan cairan saliva keluar dari mulutnya.
Hinata semakin brutal saat ia memasukkan tiga jarinya ke dalam vagina dan menggerakkan dengan cepat. "Akhhh! Nikhhmaathh! Akhuuuhh! Mau Keluarhhhh! Akhhhhh"Erang Hinata disertai cairan bening keluar dari Vaginanya.
Hinata pun menjadi lemas serta mengatur nafasnya. "Aku ingin merasakanya lagi tubuhku menjadi sangat nakal setelah merasakanya"Ujar lesu Hinata. "Dan aku lupa untuk menanyakan namanya"Lanjutnya tambah murung.
Flashback.
"hah akhirnya selesai juga dan saatnya pulang"Ujar sosok wanita berambut indigo yang membawa kantung plastik yang cukup besar. "Ngomong ini sangat berat"Lanjutnya tak sadar iaberjalan dan ada sosok manusia di depanya.
'Brukh'.
"Kyaaa" Hianta pun terjatuh di tanah
"Kau tak apa nona"Ujar sosok sepertinya seorang laki laki itulah di kira Hinata. dan Hinata menengok wajah yang menahanya dan terpaku pada matanya blu sarphie. "kau tak apa nona"Lanjutnya.
Ah i-ya tak apa maafkan aku"Ujar gugup Hinata mencoba utuk berdiri dan di bantu olehnya.
"Ya tak apa lain kali kau hati hati".
"Ya maafkan aku".
"Sudahlah"Pria itu memandang belanjaan wanita di hadapanya cukup banyak. "Kau belanja cukup banyak nona"Ujarnya.
"Jangan memanggilku Nona namaku Hinata"Ujar kesal Hinata sembari melirik belanjaannya yang berserakkan "Ah belanjaanku"Lanjutnya sembari melangkah tapi. "Itai"Ringis Hinata.
Hei kau tak apa?".
"Sepertinya kakiku terkilir.
"Baiklah biar aku yang mengumpulkanya".
"Ta-tapi".
"Sudahlah lagian kaki mu terkilir kan! Memang ada acara apa sampai belanja sebanyak ini?"Tanya pria itu.
"Hm keluarga ku dan keluarga besan datang kerumah untuk makan bersama"Jawab Hinata.
Pria itu hanya berohria dan membantu Hinata.
"Ehhh! nanti merepotkanmu".
"Tak apa sekalian aku pulang kau naik kereta kan?"Ujar serta bertanya. Hinata hanya mengangguk pelan.
"Turun di mana?".
"Konoha kompleks 36 no 17"
"Oke ayo".
Skip
Naruto dan Hinata telah menaiki kereta, karena waktu menunjukkan sore menjelang malam maka kereta yang di naiki Naruhina penuh karena semua orang akan pulang dari aktifitas masing-masing. Posisi Hinata menghadap ke diniding dan belanjaannya masih di bawa oleh Naruto yang berada di belakangnya .
Naruto yang berada di belakang Hinata dan tubuhnya hampi bersentuhan terutama di bagian Naruto mencoba menahan hasratnya yang menggebu-gebu karena harum wangi tubuh Hinata. "Ugh hanya wangi tubuhnya sampai seginiya.
Naruto yang mencoba menahan hasratnya akhirnya Naruto tidak bisa menahanya lagi langsung menaruh belanjaan Hinata dan membekap mulut Hinata tentu Hinata mencoba melepas dekapan dari Naruto.
"Gomen Hinata aku sudah tak tahan"Ujar pria itu. mata Hinata membelak karena pria di belakanya ini meremas payudara kananya. "Hmpph! Hmmph!."Ujar Hinata sembari memberontak.
"Ssst jangan berisik jika semua tahu dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi"Ujar pria bermata blue Sarphie. "Dan munggkin mereka akan melakukan seperti yang aku lalkukan, kau tak mau terjadi kan"Lanjutnya.
Hinata mendengar ucapan pria yang ada di belakangnya membuat tubuhnya bergetar dan berhenti tentu membuat pria dibelakan Hinata tersenyum. dan melepas dekapanya dan membuat Hianta membungkuk di dinding kaca kereta.
Pria bermata blue sarphie mendekatkan telinga Hinata dan membisik. "Ini hanya sebentar tahan desahan mu jika tidak ingin semua tahu "bisiknya sembari mengangkat rok panjang hinata sampai ke pinggulnya lalu menurunkan Cdnya sampa ke lutut.
Pria itu menurunkan reselitingnya dan mengeluarkan penisnya, Hinata melihat itu tubuhnya bergetar, sosok pria melihat tubuh Hinata bergetar pun mendekati telinga Hinata dan membisik seutu. "Santailah ini tak akan lama dan nikmatilah"Bisiknya.
Entah kenapa bisikan itu membuat Hinata luluh dan membuatnya lebih santai dan terlonjak karena penis pria belakangnya itu masuk kedalam vaginanya dengan cepat Hinata membekap mulutnya dengan tanganya untuk menahan teriakkannya yang akan keluar dari mulutnya.
Pria itu pun mulai menggerakan pinggulnya dengan perlahan tapi lama kelamaan semakin cepat.
"Mphhh! Mmphhh"Tahan desahan Hinata.
"Ugh kau sempit Hinata dan nikmat"Ujar pria itu sembari meremas kedua payudaranya, dan pergerakkanya semakin cepat.
"Hmphh"DesahHinata sembari memejamkan matanya dan dirinaya merasakan sensasi berbeda dari yang di dapat dari suaminya. Hinata membbuka matanya karena dirinya akan mencapai klimaks.
"Mphhhh! Mmmmpppphhhh"Erang Hinata dan vagina mengeluarkan cairan membuat pergerakkan sang pria smakin cepat, lalu Hinata memutar kepalanya sembari menjulurkan lidahnya . Tentu pria yang menyetubuhinya itu tersenyum dan mendekatkan wajahnya dan melumat bibir Hinata.
Pria itu menarik kepalanya dan membisikkan sesuatu . "Aku mau keluar"Bisiknya Hinata menggelengkan kepala membuat sang pria menyeritkan dahinya tapi tersenyum karena Hinata menunjuk ke dalam mulutnya lalu mengangguk dan menarik penisnya.
Hinata mencoba berdir dan membalik badanya dan langsung berjongkok dan segera mengulum penis sang pria.
"Ugh! Sshhhh"Desah sang pria .
Dan tak lama kemudia sang pria mencapai klimaks dan akhirnya sang pria mengeluarkan sperma dan sang pria mengeluarkan penisnya Hinata mencoba menelan sperma sang pria.
Naruto maupun Hinata merapikan diri setelah semua rapi sang pria terkejut karena Hinata mencium bibirnya tapi akhirnya memejamkan matannya untuk menikmati sensasi ciuaman.
Flashback Off.
Malam telah tiba Hinata masih sibuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya yang akan pulang. Hinata telah selesai menyiapkan makan malam lalu membereskan alat alat yang ia gunakan untuk memasak tapi terhenti karena telephon rumah berbunyi.
'Kring'. 'Kring.
"Hm siapa yang menelpon?"Tanyanya..
"Moshi-moshi".
"Ah Kiba-kun ada apa?".
"Eeeh! Aku tak pernah mendengarnya".
"Seharusnya bilang dari tadi".
"Moshi-Moshi! Kiba-Kun, Kiba-kun .. Mou"Ujar kesal dan mearuh gengaman telepon ke tempat posisinya dengan kasar.
'Brakk'.
"Heh semoga tidak rusak"Sesal Hinat dan mencoba mengambi kembalil teleponya dan menempelkan ke telinga dan menghela nafas lega. "Hah tidak rusak hehehe"Lanjutnya..
"Jadi harus bagaiman ini Kiba-kun dia mengajak teman kerjanya"Ujar Hinata. "Hah lebih baik aku siapkan satu mangkuk lagi lalu sake mungkin saja teman Kiba-kun minum juga"Lanjutnya.
Hinata telah selesai menyiapkan makan malam kali ini untuk tiga orang, dan Hinata melangkah ke lemari untuk melihat persediaan Sakenya dan ternyata habis. "Aduh bagaimana ini ternyata sakenya habis"Gusar Hinata.
'Ting Tong'.
Suara bel rumah bunyi. "Haduh sudah datang"Ujar Hinata panik. Dan suara bel berbunyi sekali lagi. "YA SEBENTAR"Teriak Hinata. dan mlangkah ke arah pintu depan setelah Hinata sampai di depan pintu.
'Clek'.
Hnata membuka pintu rumahnya dan Hinata terpaku sosok di hadapanya mata biru langit cerah rambut pirang.. Hinata tersadar dari lamuanya. "Domo"Sapa Hinata menunduk dan di balas oleh sosok di hadapanya, Hinata mengangkat kepala sembari senyum manisnya.
"Ah Hinata ini temanku namanya Naruto"Ujar Kiba. 'Jadi Namanya Naruto'Batin Hinata. Dan ini istriku yang manis ini Hinata"Lanjutnya dengan sombongnya.
"Cih'Decih Naruto Hinata hanya diam dan mengamati wajah Naruto.
"Makanya segera cari istri"Ejek Kiba.
"Ya ya"Ujar Naruto malas.
"Ohya Hinata jamu temanku ini aku mau kamar mandi dulu"Pinta Kiba Hinata sadar dari acara memandangi wajah Naruto dan menoleh ke arah kiba .
"Umm"Guman Hinata sembari mengangguk.
"Masuklah Naruto aku tinggal dulu"Ujar Kiba Dan di balas anggukkan oleh Naruto. Naruto dan Hinata melihat Kiba mulai menghilang dari pandangan mereka, Hinata kembali melihat arah Naruto yang tersenyum dan Hinat pun membalas senyuman.
"Silahkan Masuk Naruto-San"Ujar Hinata. sembari mempersilahkan Naruto masuk. Naruto mendengar itu hanya memberi senyuman.
"Tentu tapi-"Ujar Naruto dengan sengaja memotong ucapanya. Hinata mennyerit dahinya tand bingung. "Tapi apa? Naruto-San?"Tanyanya.
Naruto tak menghilangkan senyumannya danmulai medekat ke arah Hinata dan membisikkan sesuatu di telinga HInata. 'Aku minta Jamuan sepesial'Bisiknya sembari meremas bokong Hinata.
"Ugh"Desah pelan Hinata dan menatap wajah tampan Naruto dengan senyuman manisnya dan mengangguk pelan dan itu membuat Naruto tersenyum.
TBC...
A/N : Maaf di bagian Flashback seharusnya di cetak miring karena author posting pake HP jadi tidak bisa di edit. Tunggu Chap selanjutnya mungkin waktu malam, Dan satu lagi hari Jum'at untuk Chap 10 NLDF dengan judul, Arc Sekai Save : 5 Kerajaan 5 Raja berkumpul + 10 calon member Sekai Save + 5 Kanidat pemimpin Sekai Save dan mungkin saja Wordnya akan panjang tapi Author tidak janji lho jika Author punya ide buat alurnya maka akan cepat jadi nya jika tidak ya Reader bisa nebak sendiri, jadi Reader-Tachi tak usah berharap lebih.
