CHAPTER 3

#DISARANKAN UNTUK MEMBACA INI SETELAH BERBUKA PUASA#

Dapatkah aku mengklaim mu hanya untuk diriku sendiri ? Tidak hanya hati mu, melainkan wajah indah mu, bibir mungil mu, mata indah mu, dan segala yang ada pada dirimu, Byun Baekhyun ? Dapatkah hanya aku seorang yang melihat senyum indah mu itu ? Dapatkah hanya diriku seorang lah yang mengagumi ciptaan tuhan yang cantik sekaligus indah ?

Tetapi, mengapa kau menjauh dari ku ? Mengapa kau seperti tidak bisa tersentuh oleh ku ? Dulu, kau mengenggam tangan ku dengan sangat erat. Tetapi mengapa kau melepas nya ? Seolah kau mengatakan ingin menjauhi diriku.

Kau berada di tengah daratan yang dikelilingi lautan membentang seolah olah menantangku untuk ku lalui dan berjumpa dengan mu lagi, untuk ku gapai dirimu kembali. Entah dari mana saat aku berkedip muncul sebuah jembatan yang membentang seolah memanggil ku untuk menyebrangi nya.

Saat ku telah tiba di tengah daratan. Diam. Hanya itu yang kau lakukan, diam dan perlahan pudar lalu bibir mungil mu mengatakan "Cukup sampai disini, Aku tidak tahan dengan ucapan mu kala itu, kau menyakiti ku lagi, lagi dan lagi." ucapnya lalu hilang.

-CHANYEOL's DREAM END-

"Baek... Jangan... Baby... Please... Ak... Aku sungguh sangat bersalah... Tidak... Tidak... Baby !!!" teriak Chanyeol dengan wajah yang dipenuhi peluh, "Hei... Hei... Chan ? Ada apa ? Chan ? Bangun lah... Ada apa dengan mu ?" ucap Baekhyun dengan berusaha membangunkan kekasihnya -Chanyeol- yang sedang tidak sadarkan diri ohh tidak lebih tepatnya tidur dan seperti nya sedang mendapatkan mimpi.

"Hei... Bangunlah... Itu hanya mimpi," ucap Baekhyun dengan jari jemari mungilnya mengusap peluh yang ada di wajah sang kekasih dengan berusaha membangunkan sang kekasih, "Hei sayang..." bisik Baekhyun pada salah satu telinga lebar itu, "Hei bangun lah, Sayang ?" bisik Baekhyun lagi dengan jari-jari mungilnya membelai kedua kelopak mata yang tengah tertutup itu, "Ba... Baby ? Kau kah itu ?" ucap Chanyeol dengan mata yang masih setengah terpejam dan berusaha merejapkan mata nya sesekali untuk menormalkan penglihatan nya yang sempat mengabur efek bangun tidur.

"Baekhyun ?" tanya Chanyeol sesaat setelah pandangan matanya menangkap sosok mungil yang cantik dihadapan nya dengan balutan baju tidur khas hotel, "Apakah benar ini kau ?" tanya nya lagi dengan tangan yang berusaha menangkup kedua pipi tembam nan kenyal itu, diusap nya dengan penuh kehati-hatian seolah jika Ia mengusapnya dengan penuh semangat menyebabkan pipi itu hancur. "Chan ? Apa kau mengalami amnesia ?" tanya Baekhyun dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.

"Apa ? A... Amnesia ? Ti... Tidak, Baby. Aku baik-baik saja, dan tidak sakit apapun... " ucap Chanyeol dengan wajah yang bingung dan secara bersamaan meyakinkan Baekhyun. "Lalu kenapa kau berbicara seolah kau baru saja bertemu dengan ku ? Apa yang terjadi pada mu ?" tanya Baekhyun dengan penuh rasa penasaran dan sedikit membenarkan posisi duduk nya dengan wajah yang tepat menghadap sang kekasih.

"Mimpi. Tadi aku bermimpi tentang dirimu yang meninggalkan ku, kau mengatakan aku telah banyak menyakiti mu lalu kau pergi menghilang entah kemana... Maafkan aku, Baby. Aku tau aku salah !!" ucap Chanyeol penuh dengan nada penyesalan dan kepala yang tertunduk dalam, "Hei... Sudah lah, itu hanya mimpi. Dan aku tidak akan pernah pergi dari sisi mu, Yeol. Aku akan selalu di sisimu," ucap Baekhyun yang berusaha menenangkan sang kekasih.

"Maafkan semua ucapan ku yang kemarin malam, itu sungguh salah ku. Seharusnya aku mendengarkan mu dulu, tapi aku malah menuduh mu yang tidak-tidak, aku tau kau sangat membenci ku atas perkataan ku itu. Kumohon maafkan aku..." sesal Chanyeol dengan tubuh yang bergetar dengan isakan-isakan kecil yang terdengar pertanda Chanyeol sedang menangis dengan menahan air matanya yang ingin keluar dengan deras.

"Kita sudah membahasnya semalam, Chan. Aku tidak ingin mengungkitnya lagi, dan ya lagi pula semua nya sudah baik-baik saja. Aku yang salah karena tidak bercerita padamu terlebih dahulu, ini juga salah ku. Tenang lah, kumohon..." bisik Baekhyun dengan memberikan sebuah pelukan pada bahu lebar yang tengah bergetar itu.

-FLASHBACK-

Setelah Junmyeon mengatakan bahwa Leader nya itu memberikan waktu untuk nya dengan Baekhyun, Chanyeol langsung bergegas masuk menuju Restaurant dan memakan makan malam nya dengan sedikit gelisah karena kekasihnya itu terlihat sangat muram dari sebelumnya dan Ia adalah penyebab dari masalah tersebut.

#SKIP TIME#

(IN HOTEL)

"Hyung, bisakah kau antarkan aku menuju minimarket didepan hotel ?" tanya Junmyeon pada sang manajer yang sedang membereskan beberapa peralatan, "Huh ? Malam-malam begini ? Apa yang ingin kau beli ? Ini sudah jam untuk beristirahat, dan besok kita semua akan pulang. Kembali ke kamar mu," ucap sang manajer, "Hanya sebentar, aku sangat haus. Dan aku membutuhkan jus untuk menghilangkan rasa haus ku," lanjut Junmyeon dengan tangan yang menarik sang manajer berusaha untuk mengajak nya pergi keluar.

"Haish... Benar-benar kau ini. Baiklah-baiklah, tetapi hanya sebentar okeh ? Karena aku harus memeriksa rekan-rekanmu," jawab sang manajer. "Aku mengerti... Aku mengerti, maka cepatlah aku sungguh sangat haus, Hyung." ucap Junmyeon dan mereka berdua pergi menuju minimarket terdekat dari hotel yang mereka tempati.

(JUNMYEON HOTEL ROOM)

"Hyung ? Apa kau didalam ?" diketuknya pintu hotel tersebut, "Apa aku langsung masuk saja ? Lagi pula mungkin Suho hyung sudah keluar," ucap nya bermonolog. Lalu di bukanya pintu hotel tersebut dan nampaklah sosok mungil yang tengah berdiri menghadap pintu balkon dengan salah satu jendela yang dibiarkan terbuka memaksa angin luar berhembus masuk kedalam dam menyapa sang penghuni.

"Kau bisa sakit jika membiarkan angin malam masuk, Baby." ucap Chanyeol yang sudah tepat berada di belakang sosok mungil itu, lalu sosok itu menengok disertai wajah yang sedikit terkejut lalu dengan cepat merubah air wajah nya menjadi muram kembali, "Aku tidak akan mudah sakit hanya karena angin malam," balas sosok itu -Baekhyun-

"Aku salah." ucap Chanyeol, "Apa maksud mu ?" tanya Baekhyun dengan sedikit bingung, "Aku bilang aku salah, Baby. Aku mengatakan hal yang tidak pantas pada mu, aku tau kau tidak akan berbuat seperti itu padaku, aku salah karena aku tidak bertanya terlebih dahulu pada mu, aku... Maafkan aku, sungguh aku minta maaf," sesal Chanyeol dengan wajah yang tertunduk dalam dengan kedua tangan yang dimasukan kedalam kantung celana nya.

Hening.

Tidak ada suara dari keduanya, hanya suara angin yang berhembus memasuki jendela kamar hotel disertai suara gesekan gorden dan kayu jendela yang sangat pelan, kedua nya masih tetap terdiam dengan Chanyeol yang masih setia menundukan kepala nya dalam.

Baekhyun dengan perlahan menggerakan kedua tungkai kaki nya mendekat kearah kekasihnya yang sedang melakukan 'ritual' minta maaf nya, tepat sesaat setelah berada dihadapan kekasihnya diam-diam sudut bibir mungil nya terangkat keatas "Aku memaafkan mu," bisik nya dengan sangat pelan, tetapi Chanyeol bisa mendengarkan nya dengan sangat baik karena berada tepat dihadapannya kini.

Wajah Chanyeol terangkat, dengan disambut senyuman manis Baekhyun membuat raut wajah bingung yang di tampilkan Chanyeol. Mengapa kekasih nya tersenyum ? Mengapa kekasih nya memaafkan nya dengan mudah ? Bukankah dia melakukan hal yang menyakitkan ? Pertanyaan itu terus muncul didalam benak Chanyeol.

"Apa kau tidak senang kalau aku memaafkan mu ?" tanya Baekhyun dengan bibir yang di poutkan lucu dengan mata puppy nya yang berkedip-kedip lucu pertanda Ia sedang merajuk, "Oh ? Ak... Aku senang sekali, Baby," ucap Chanyeol yang sadar dari keterkejutan nya.

"Aku hanya kaget, kau..." ucapan Chanyeol mengantung dan digantikan dengan kecupan ringan di kedua bibir tebalnya yang berasal dari bibir tipis sang kekasih, "Aku memaafkan mu, dan maafkan aku sudah berbicara seperti itu tadi saat di restaurant." ucap Baekhyun sesaat setelah memberikan kecupan ringan pada bibir tebal nan seksi sang kekasih.

"Sungguh ?" ucap Chanyeol lagi dengan wajah yang masih menampilkan raut wajah bodohnya,

CUP

Dikecup lagi bibir tebal Chanyeol, dan Baekhyun menampilkan deretan gigi rapih nan bersih nya dihadapan wajah sang kekasih. "Apa kau tidak senang ?" tanya Baekhyun lagi dengan nada sedikit kecewa, "Huh ?" balas Chanyeol lagi.

Baekhyun dengan rasa tidak sabar nya langsung menerjang kedua bibir tebal milik Chanyeol, di raupnya kedua bibir yang masih kaku tidak bergerak sedikitpun dari tadi, di lumatnya perlahan dan mencoba mengajak sang kekasih membalas ciuman nya dan sejenak setelah nya Chanyeol membalas ciuman itu dengan tak kalah semangat nya.

Diraupnya bibir mungil sang kekasih dengan kedua tangan yang memerangkap tubuh mungil itu, wajah yang dimiringkan ke kanan dan kiri mengikuti tautan bibir yang sedang mereka lakukan, mata mereka terpejam satu sama lain seolah menikmati pertautan bibir itu. Kedua tangan Baekhyun diletakan di atas pundak Chanyeol dengan tangan yang meremas kemeja belakang Chanyeol seolah mengikuti alur permainan mereka.

Suara kecipak bibir terdengar memenuhi kamar hotel sang Leader, suasana kedua nya semakin panas dengan desahan-desahan tertahan dari Baekhyun yang seperti disengaja ditahan agar tidak mengeluarkan desahan, tangan besar Chanyeol tidak tinggal diam, tangan nya menari-nari di atas punggung kecil Baekhyun dan merambat turun hendak menuju kedua bongkahan yang sangat kenyal 'menurutnya' lalu,

Drttt... Drrrttt...

Saku celana nya bergetar pertanda panggilan masuk, dengan wajah yang tidak rela Chanyeol melepaskan tautan kedua bibir mereka dan tangan nya mengambil ponsel dari salah satu saku celana yang Ia pakai dengan terus menerus mengumpat didalam hati nya juga melontarkan sumpah serapah bagi yang menelpon nya disaat waktu yang tidak tepat itu.

"Ya ? Hmmm... Sudah, Baiklah-baiklah," ucap Chanyeol sesaat setelah Ia menjawab panggilan itu, "Dari siapa ?" tanya Baekhyun dengan semburat merah yang menghiasi kedua pipi tembam nya, "Oh... Junmyeon Hyung, dia berkata Ia sedang berjalan pulang menuju hotel." jawab Chanyeol sambil memasukan ponselnya kembali kedalam saku celana nya.

"Benarkah ? Itu tanda nya kita harus kembali kekamar masing-masing, Chan..." ucap Baekhyun dengan gerakan yang siap-siap untuk meninggalkan kamar, "Tunggu..." tangan Baekhyun di tahan oleh Chanyeol dan membuat Baekhyun menghentikan pergerakan nya dengan alis yang diangkat, "Tidur di kamar ku saja, kita bisa menukar dengan Jongdae, dia juga bisa tidur dengan Minseok Hyung." ucap Chanyeol

"Apakah tidak papa ?" tanya Baekhyun dengan raut wajah sedikit tidak percaya, "Serahkan saja padaku," ucap Chanyeol lalu mengenggam tangan Baekhyun dan keluar menuju kamar hotel yang Chanyeol tempati.

-FLASHBACK END-

"Stt... Sudah lah, aku memaafkan mu sayang." bisik Baekhyun lagi dengan tangan yang mengusap bahu Chanyeol dan melepaskan pelukan nya lalu menarik kedua tangan Chanyeol yang menutupi wajah tampan nya. "Lihat aku," ucap Baekhyun lalu dengan segera Chanyeol menatap kedua bola mata yang indah milik kekasih mungilnya itu "Aku memaafkan mu, dan aku sangat tidak menyukai kau menangis. Itu membuat hati ku sakit, jadi berhenti lah menangis, Chan... " ucap Baekhyun dengan jari nya Ia bawa pada wajah tampan Chanyeol dan mengusap air mata yang membekas di kedua sudut mata besar nya, "Kumohon... " ucap Baekhyun penuh permohonan dengan wajah cantik nya dan senyuman cantik bak bidadari itu membuat Chanyeol dengan mudah nya tertular oleh senyuman itu.

"Aku tidak akan menangis lagi, dan tidak akan membuat mu merasakan sakit lagi. Aku mencintai mu, Baby... Sungguh sangat, sangat mencintai mu... " ucap Chanyeol dan menempelkan kedua bibir ranum nya pada kening sang kekasih.

END

A/N : Haiii gaes :)) aku kambek mwehehe ;)) kuharap kalian tydack kecewa dengan ending nya yahh :(( aku gak ngefeel buat manis manis soalnya :'( huhuhu mianhae:(( tjukup syudah kata kata dari kuh * tunggu next project berikutnya yahhhh :)) Jangan lupa buat review dan love dari kalian ;)) thank u !!!

@lilbaek614