Really Love
Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin
Main pair : Chanbaek/KaiBaek and other EXO couple
Rated : T
Genre : Romance*meski ga ada romantis-romantisnya dan Drama
Warning : Uke as Girl, OOC and Many typos. If you don't like, so don't read.
Sumarry : "Janji.. mulai hari ini dan selamanya kita resmi menjadi teman baik. Apapun yang terjadi kita adalah teman dan hal ini tidak akan pernah terputuskan"
all Cast belong to God. not my own. but this story and the idea my own.
karena ada sedikit waktu luang jadi langsung aku post aja chapter 2nya. langsung baca aja deh, Happy reading~
CHAPTER 2
Mereka pun sampai diruang tamu. Terlihat seorang namja sedang duduk disana. Karena duduknya membelakangi arah Baekhyun dan Kyungsoo datang, mereka jadi tidak bisa melihat wajah namja itu. Baekhyun pun mencolek Kyungsoo. Seakan mengerti, Kyungsoo pun mengangguk.
"Annyeong haseo.." ucap Kyungsoo pelan. Namja itupun berdiri dan berbalik.
"MWO?" Kaget Baekhyun ketika melihat namja itu. melihat Baekhyun, namja itu hanya memiringkan kepalanya seolah mengingat-ingat.
"Anak sd, annyeong.." Sapa namja itu. dengan cepat Baekhyun mengubah raut mukanya menjadi tenang meski dalam hati, emosinya agak terpancing lagi.
"aku bukan 'anak sd'. Kurasa kau bisa belajar untuk tidak sembarangan memberi julukan pada orang." Ucap Baekhyun sambil tersenyum sinis. Kyungsoo menoleh, sedikit heran dengan situasi ini. Tapi melihat tatapan Baekhyun padanya, diapun dengan cepat mengambil sikap.
"Byun Baekhyun imnida. Kau orang yang dikatakan eommaku kah?" tanya Kyungsoo sopan.
"Ah ne.. ada dua orang gadis, hampir saja aku mengira anak sd itu calon istriku. Ternyata kau orangnya. Park Chanyeol imnida." Chanyeol mengulurkan tangannya. Dengan ragu-ragu Kyungsoo pun membalasnya. Mereka saling tersenyum. Baekhyun dengan santai duduk dipinggir sofa. Diapun mulai melamun, tidak mengikuti lagi apa saja yang dibicarakan dua orang didekatnya ini.
"siapa namamu anak sd?" tanya Chanyeol, berbalik kearah Baekhyun. Membuat Baekhyun yang sedang melamun, agak terkejut. Hampir saja dia terjungkang kebelakang.
Baekhyun menatap sebal Chanyeol. "Namaku Do Kyungsoo." Katanya singkat lalu bangkit berdiri menuju dapur meninggalkan Kyungsoo dan Chanyeol di ruang tamu.
Baekhyun memasuki dapur lalu dengan kasar meraih gelas dan membuka kulkas. Mengeluarkan botol besar berisi susu strawberry dari dalam sana dan menuangkannya kedalam gelas. Meminumnya dengan rakus lalu membanting gelasnya ke meja keramik didepannya. Muka Baekhyun sarat akan emosi.
"Apa-apaan ini? Apa eomma tidak bisa mencari yang lebih bagus? Calon suami? Namja kurang ajar dan sok akrab seperti dia? Aku yakin eomma memilihnya secara asal. Aishhhh,,, aku bisa gila kalau begini." Baekhyun mengacak-acak rambutnya frustasi. Dia meraih botol susu tadi lagi dan menuangkannya penuh kedalam gelasnya yang tadi. Membawa gelas serta botol itu bersamanya lalu mulai berpijak pada anak tangga.
"Baekhyun-ah.." Kyungsoo dengan tergesa menghampiri Baekhyun.
"Mana namja itu?" Tanya Baekhyun dengan wajah sinisnya.
"eh? Kenapa dengan wajahmu itu? seperti aku berbuat salah saja. Orang itu sudah diantar kekamar tamu oleh Oh ahjumma. Aku takut sekali. Bagaimana kalau ketahuan?"
"tidak akan selama kau pandai bersikap. Hihihi.. ayo kekamar." Ajak Baekhyun. Wajahnya sudah tampak bersahabat lagi. Beda dengan tadi. Kyungsoo saja sampai takut.
Sesampai di kamar, Baekhyun segera meraih ponselnya yang menyala. Terlihat ada panggilan dari Kai disana.
"Orang ini.. pasti ini bukan yang pertama kalinya." Gumam Baekhyun sambil menatap remeh ponselnya sendiri. "Yeoboseyo.." jawabnya
"kenapa lama sekali diangkat Baekkie? Membuat khawatir saja. Kau sedang apa? Apa sudah makan? Dengan siapa sekarang?" baru dijawab satu kata, Kai sudah menyerbunya dengan banyak pertanyaan.
"Aishh... kau pikir aku anakmu? Eommaku saja tidak sampai segitunya kalau menanyaiku. Ayolah Kai, hentikan sifat kolot mendarah dagingmu itu. jangan seperti kakek-kakek." Protes Baekhyun. Kyungsoo yang ada disampingnya hanya menatap Baekhyun penasaran. Sadar akan itu, dengan gerakan mulutnya Baekhyun mengatakan kalau yang menelponnya adalah Kai. Kyungsoo pun mengangguk lalu mulai berjalan ke arah balkon kamar Baekhyun.
"baiklah.. sekarang kau sedang apa?" mulai Kai setelah mendengar protesan kesal Baekhyun. Jangan sampai gadis super imut itu ngambek dan tidak mau bicara dengannya hanya karena sikap khawatir berlebihannya. Siapa juga yang tidak khawatir, meninggalkan gadis cantik yang biasanya tidak pernah jauh-jauh darimu dan seorang diri dirumah yang besarnya bak istana megah. Seorang Kim Jongin bahkan hampir kesetanan saking khawatirnya. Ditambah lagi noonanya juga ikut merecokinya untuk melihat keadaan Baekhyun. Belum gila pun sudah syukur.
"Sedang mengangkat panggilanmu." Jawab Baekhyun polos.
"selain itu?" tuntut Kai.
"Melihat Kyungsoo."
"eh? Siapa Kyungsoo? Apa dia seorang namja?" tanya Kai tidak kalah polosnya dari Baekhyun.
"Pabbo! Kau tidak tahu siapa Kyungsoo, padahal baru tadi kalian bertemu. Yang tadi bersamaku" bentak Baekhyun kesal. Dengan cepat Kyungsoo menoleh setelah mendengar teriakan Baekhyun. Gadis itupun mendekati Baekhyun.
"oh... apa dia murid sekolah kita?" tanya Kai lagi.
Mendengar itu, rasanya Baekhyun dia menjedukkan kepala Kai dengan tiang listrik dijalanan. Bagaimana bisa dia bertanya seperti itu?
"Kyungsoo itu kan sekelas dengan kita. Ituloh.. yeoja cantik yang paling pintar dikelas kita. Yang sibuk dengan kegiatan osis dan pernah duduk semeja denganmu. Aku juga sering mengajaknya bergabung dengan kita. Masa kau masih bertanya sih? Apa perlu aku datang kerumahmu sekarang dan membawakan biografi sekaligus biodata lengkap seorang Do Kyungsoo." Omel Baekhyun panjang lebar. Lama-lama dia malah seperti sedang mempromosikan seorang Do Kyungsoo pada Kai, sedangkan Kai sendiri hanya manggut-manggut sambil berusaha mengingat-ingat. Gimana dia bisa sadar kalau saat berkumpul saja, pandangan Kai tidak pernah lepas dari keberadaan Baekhyun. Kemanapun Baekhyun pergi pasti diikutinya. Matanya selalu 'awas' dalam menjaga yeoja bermarga Byun ini. Dan dia tidak pernah rela membagi ataupun memecah perhatiannya hanya untuk orang lain. Semua ia fokuskan pada Byun Baekhyun. Tanpa harus diperjelas lagi, semua orang pun tahu kalau seorang Kim Jongin menyukai—lebih tepatnya sangat mencintai Byun Baekhyun. Tapi semua pun tahu kalau perasaannya tidak pernah benar-benar tersampaikan pada gadis itu. secara, Baekhyun tidak pernah menginginkan perasaan Kai itu. berapa ratus kalipun Kai menyatakan cinta, hal ini hanya dianggap candaan semata bagi Baekhyun. Gadis itu bukan menginginkan Kai sebagai kekasihnya. Bukan melihat Kai seperti anak laki-laki yang biasa dikaguminya atau menjadi incaran target pria idamannya. Melainkan melihat seorang saudara yang dulu—sebelum bertemu Kai—dia harapkan dan kini ia telah temukan didalam diri Kai. Seorang saudara yang tidak akan meninggalkannya seperti eomma-appanya yang suka meninggalkannya seorang diri. Jadi dia juga berharap Kai merasakan hal yang sama dengannya.
"Oke.. tidak usah berlebihan begitu Baekkie Chagi.. besok aku akan lebih perhatikan orang-orang yang sering kau ajak itu agar tidak terlalu susah mengingatnya. Jadi? Sepertinya kau hutang penjelasan soal hilangnya kau di game center tadi." Ucap Kai. Mendengarnya membuat Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Oh itu.." Baekhyun pun menjelaskan semuanya secara detail bahkan sampai pembicaraannya dengan sang eomma ditelepon. Sedangkan Kai mendengarnya dengan sabar setiap curahan Baekhyun. Sedikit terkejut memang, tapi lega rasanya Baekhyun tidak menginginkan hal seperti itu. Cuma yang membuatnya tidak habis pikir, dia harus berhati-hati dalam memanggil nama Baekhyun untuk beberapa saat kedepan. Ingin rasanya menjitak yeoja yang hobi seenaknya itu. bagaimana bisa dia menyuruh orang lain menjadi dirinya didepan namja pilihan orangtuanya. Kalau orangtuanya tiba-tiba pulang, gimana? Gadis itu pasti akan terkena masalah.
"kau gila Byun Baekhyun." Desis Kai.
"Ingat ya.. ini rahasia kita. Kau-aku dan Kyungsoo. Makanya kau Harus jaga mulut. Kalau kau datang kerumahku, harus panggil aku Kyungsoo, dan jika didepan orang itu, kau harus akrab dengan Kyungsoo yang menjadi diriku. Setidaknya eomma pasti cerita tentangmu padanya sebagai salah seorang terdekatku kan. Pokoknya kalau ada namja itu, kau harus bisa menjadi aktor hebat. Eotte? Hoamm.. sudah ya, aku mengantuk."
"oh.. yasudah. Terserah padamu saja. Sana tidur. Besok jangan bangun kesiangan. Aku akan menjemputmu jam 7. Selamat malam."
"selamat malam Jongin-ah." Pipp.. Baekyun melempar ponselnya ke laci meja lalu mulai membaringkan dirinya.
Kyungsoo juga sudah berbaring disebelahnya sambil menatap langit-langit kamar dalam diam.
"itu Kai. Hufffttt.. Dia bodoh sekali. Masa dia tidak tahu siapa kau. Aku harus mengomelinya besok." Ucap Baekhyun tanpa ditanya.
Kyungsoo menoleh sambil tersenyum. "jangan begitu. wajar kok kalau dia tidak tahu aku. Aku kan tidak populer seperti kalian."
"Tidak juga. Kau populer. Kau anggota osis. Kau juga selalu disebut namanya pertama kali oleh seongsaenim karena nilaimu selalu yang tertinggi. Kau juga populer Kyungsoo-ah." Kata Baekhyun sambil tersenyum. Kyungsoo sedikit tertegun melihat kepolosan Baekhyun. Pribadi Baekhyun sangatlah hangat. Berbeda dengan gadis-gadis dengan orangtua kaya raya yang pernah dikenalnya. Mereka semua terkesan sombong dan dingin. Bahkan Kyungsoo akui, dirinya sendiri juga tanpa sadar suka bersikap dingin. Sikap yang terkadang justru membuat orang-orang menjauhinya. Bukannya mau dekat dengannya.
Kyungsoo hanya terdiam menatap Baekhyun. Wajahnya tersenyum.
"Kyungsoo-ah.." Panggil Baekhyun sambil menggerakkan tangannya didepan gadis berwajah manis itu.
"Kau cantik Baekhyun-ah. sangat cantik." Ucap Kyungsoo tulus sambil mempertahankan senyumannya. Dia berkata dengan sungguh-sungguh kalau Baekhyun sangat cantik. Bukan hanya cantik diluar, tapi dihatinya pun begitu. baekhyun memiliki hati bagaikan seorang anak kecil yang polos. Kalau dia tidak suka, dia tidak akan pernah mau menuruti. Tapi hal itu tidak serta merta dia menyakiti orang lain. Dia akan bersikap sebaik mungkin, dengan begitu yang diinginkannya akan terkabul. Seperti anak-anak bukan. Jiwa anak-anak yang terperangkap dalam tubuh gadis manis seperti Baekhyun.
"Mianhae.." Baekhyun kini justru menunduk. Tidak menatap wajah Kyungsoo lagi.
"Wae? Untuk apa?"
"Aku menyusahkanmu. Melibatkanmu pada masalah yang seharusnya bukan urusanmu. Aku minta maaf untuk itu. aku begini juga karena aku kesal. Eomma selalu seenak hatinya. Bahkan sekarang tiba-tiba menyuruh namja seperti itu untuk menjadi calon suamiku. Aku tidak suka pada hal semacam ini."
"Tidak apa kok. Sekarang kita lewati saja semuanya. Kita lihat akan ada akhir seperti apa.. apakah semua akan sesuai rencanamu atau tidak." Kata Kyungsoo.
"akhirnya jelas akan sesuai harapanku. aku kembali bebas dan kau akan jadian dengan Kai. Aku akan membuat Kai suka padamu. Bagaimanapun caranya." Ucap Baekhyun yakin. Membuat rona merah samar menyebar diwajah manis Kyungsoo.
"jangan terlalu dipaksakan. Aku juga tidak terlalu mengharapkan hal seperti itu kok. Bisa kenal saja aku sudah senang.."
"tidak boleh. Aku mau Kai mendapatkan gadis yang benar. dia kan teman baikku, kau juga teman baikku. Aku mau kedua teman baikku bersatu. Menjalin cinta bersama. nanti aku akan menjadi anak angkat kalian. Hihihi" canda Baekhyun
"Kau ini.."
"hoamm.. senangnya. Seperti punya saudara perempuan lain. Biasanya kalau dirumah Kai, aku akan tidur dikamar Taemin eonnie. Disitu aku seperti punya kakak perempuan dan rasanya sangat menyenangkan. Tapi kali ini, bersamamu juga tidak kalah menyenangkan. Setelah ini selesai, kau tetap harus sering-sering menginap ya.." Ucap Baekhyun
"Aku juga senang. Sejak kecil tidak pernah punya saudara. Bahkan kini eomma harus bekerja dan aku harus berjarak jauh dengannya. Biasanya aku kalau kesepian lebih memilih belajar untuk menghabiskan waktu. Sekarang aku bisa mengobrol sebelum tidur denganmu, hal ini benar-benar tidak terduga."
Mendengar itu senyum Baekhyun semakin lebar. Dia pun menunjukkan jari kelingkingnya didepan wajah Kyungsoo.
"Janji.. mulai hari ini dan selamanya kita resmi menjadi teman baik. Apapun yang terjadi kita adalah teman dan hal ini tidak akan pernah terputuskan." Ucap Baekhyun. Kyungsoo pun membalasnya. Ikut menautkan kedua kelingking mereka. Membuat janji persahabatan antar gadis.
"Ne.. janji." Balas Kyungsoo. Tak lama, tawa lepas pun terlontarkan dan memenuhi kamar Baekhyun.
"teman sejati. Teman yang sesungguhnya." Gumam Baekhyun sambil memejamkan matanya. Mencari posisi ternyaman untuk melelapkan diri. Terbang Menuju ke alam mimpinya. Dapat merasakan semua hal yang paling diinginkannya dan diharapkannya untuk menjadi nyata.
"selamat malam Baekhyun. Teman terbaikku." Bisik Kyungsoo dan dia pun ikut terpejam menyusul Baekhyun menuju alam bawah sadarnya.
Seorang maid dengan tergesa-gesa membuka pintu utama kediaman keluarga Byun. Melihat siapa yang datang, diapun segera membungkuk hormat.
"Dimana Baekkie?" Tanya Kai—orang yang datang itu.
"Dia masih dikamarnya tuan muda. Anda bisa menyusulnya sendiri jika mau." Ucap Maid itu.
"Baiklah.." dengan santai Kai menaiki tangga kelantai atas. Diapun membuka pintu kamar Baekhyun tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Ketika pintu terbuka, seorang gadis dengan ekspresi terkejut dan bola mata yang membulat sempurna menatap Kai. Padahal baru saja dia berniat keluar kamar, tiba-tiba disambut oleh pemuda berkulit gelap yang disukainya ini.
"Kau siapa?" Tanya Kai heran.
"aa.. aku.." Kyungsoo merutuki kebodohannya yang tiba-tiba menjadi gugup dan bicara terbata-bata begini.
"Dia adalah Do Kyungsoo.. yang kubilang semalam. Cantik kan." Baekhyun tiba-tiba muncul dari belakang Kyungsoo sambil merangkul yeoja itu.
"Oh.." Kai mengangguk. "Jadi sekarang aku harus menjadi aktor hebat seperti yang kau bilang itu?" Baekhyun mengangguk.
"Lihat, Kyungsoo sudah pakai nametag namaku dan Aku memakai nametag namanya. Berarti kau juga harus siap dengan peranmu." Ucap Baekhyun memberikan tutor singkatnya. Baekhyun pun mendorong Kyungsoo kesebelah Kai lalu mendorong mereka. Menyuruh mereka untuk turun bersama.
"Jangan buat semuanya jadi berantakan Kai. Kau pagi ini berangkat bersama Kyungsoo. Oke.." Baekhyun pun masuk lagi kekamarnya.
"Tunggu.. Kau?" tanya Kyungsoo.
"Iya.. kau bagaimana?" heran Kai.
"Aku akan naik taksi kesekolah nanti. Aku akan berangkat sebentar lagi. Lihat, rambutku belum diluruskan dan aku baru pakai seragam. Masih banyak yang harus disiapkan" Ucap Baekhyun. "sudah sana pergi." dan Baekhyun pun benar-benar masuk kembali kekamarnya.
"Jangan sampai terlambat Baekkie.." seru Kai sambil membuka kecil kamar Baekhyun.
"Iya-iya. Sudah sana" Ujar Baekhyun dari meja riasnya.
"Yasudah.. kau berangkat denganku." Ucap Kai sambil berjalan menjauhi kamar Baekhyun dan keluar dari rumah besar ini. Pagi ini dia membawa motor ninja hitamnya lagi.
Sudah bersiap dengan kuncinya, tiba-tiba ada suara orang yang mengintrupsinya.
"eh? Baekhyun-ah.. kau sudah mau berangkat?" Chanyeol yang sedang merenggangkan tubuhnya didepan rumah, menghentikan jalan Kyungsoo yang agak tergesa. Takut bertemu Chanyeol. Dia kan takut ketahuan juga.
"Ah ne.. aku akan berangkat dengan Kai. Kau baru bangun?" Tanyanya basa-basi.
"Begitulah.. sangat lelah, sampai di Seoul kemarin aku tidak bisa langsung istirahat karena ada urusan. Niatnya sih hari ini mau istirahat saja dirumah."
"Oh.. yasudah. Aku berangkat dulu. Istirahatlah dengan baik." Kata Kyungsoo cepat-cepat. Chanyeol yang melihat Kyungsoo—yang dikiranya Baekhyun—seperti menghindarinya pun beralih melihat Kai.
"Aku Kim Jongin. Teman dekat Baekkie. Kau Park Chanyeol kan. Aku sudah tahu jadi tidak usah memperkenalkan diri" Ucap Kai cepat tanpa ditanya. "kau sudah siap? Jangan lupa pegangan" Kai dengan sengaja menarik tangan Kyungsoo agar melingkari pinggangnya lalu diapun melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah Baekhyun yang luas.
Chanyeolhanya mengendikkan bahunya lalu berjalan masuk kedalam rumah. Diatas tangga terlihat Baekhyun yang sebenarnya sedang sibuk sendiri. Sepatunya yang dipakai secara asal dan tidak diikat talinya. Bahkan kaos kakinya berbeda warna. Roknya diatas lutut dan itupun bagian bawahnya agak terlipat keatas. Mungkin akibat tergesa-gesa tadi. Sebuah headseat terpasang dilehernya, dengan tangan kirinya memegang Iphone putih dan tangan kanannya memeluk buku-buku pelajaran. Jangan lupakan tasnya yang masih terbuka disampirkan disalah satu lengannya. Dibibir mungilnya terdapat roti yang hanya digigitnya. Mungkin hanya rambutnya yang tampak rapi. Bermodelkan lurus sepinggang, padahal kemarin sedikit bergelombang. Dan yang dilakukan gadis itu kini adalah celingukan, entah mencari apa.
"Kau akan berangkat dalam keadaan seperti itu?" tanya Chanyeol sambil menaikkan alisnya. Diapun berjalan menaiki tangga mendekati Baekhyun.
"jangan berisik. Aku nanti telat sungguhan nih" mendengar itu, Chanyeol menjitak kepala Baekhyun.
"memangnya aku berbuat apa sampai kau sungguhan telat? Tanpa akupun, kau pasti sudah telat. Anak sd." Ucap Chanyeol.
Baekhyun menghentikan pergerakannya yang sedang berusaha mencari sesuatu dengan matanya—Tangannya sudah penuh dengan barang-barang. Dia menatap tajam Chanyeol sekilas lalu beralih kembali pada niat awalnya tadi.
"sudah sana. jangan ganggu aku. Calon istrimu sudah pergi kan. Bukan berarti kau bisa menganggu gadis lain. Sana.. aku juga sedang tidak ada waktu untuk marah-marah nih." Ucap Baekhyun sambil membenarkan letak bukunya. Beban bukunya ini sungguh merepotkan, apalagi Cuma ditahan dengan satu tangan kurusnya.
"Kau cari apa sih?" tanya Chanyeol sambil meraih 3 buku pelajaran yang menjadi beban Baekhyun sedari tadi. Chanyeol juga meraih tas Baekhyun lalu memasukkan buku-buku itu kedalamnya lalu menutupnya rapi. Menyerahkannya kembali pada Baekhyun yang hanya diam menatapnya.
"Rok gadis kecil harusnya tidak sependek ini." Chanyeol dengan seenaknya menarik rok Baekhyun kebawah. Merapikan bagian-bagian yang terlipat tanpa ada niat untuk tidak sopan. Baekhyun sendiri sudah berniat menahan tangan itu, namun Chanyeol sudah keburu menarik tangannya kembali lalu berkata lagi "lebih baik kau ganti rok itu. menurutku itu terlalu pendek untuk gadis kecil sepertimu. dan kaos kakimu itu? ada baiknya kau cari pasangan yang benar. itu berbeda warna dan jangan lupakan ikatkan tali sepatumu kalau kau tidak mau jatuh. Terakhir, makan lah yang benar. lihat, rotimu itu sudah basah dengan liurmu. menjijikkan" tuntas Chanyeol lalu berbalik meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam. Seakan baru tersadar, dengan secepat kilat Baekhyun kembali kekamarnya. Mencari kaos kaki yang satu warna. Melepas kaos kaki berwarna biru dan putih yang dikenakannya lalu segera memakai sepasang kaos kaki warna hitam yang diambilnya tadi. Dengan segera memakai kembali sepatunya dan mengikatnya dengan rapi. Dia pun mampir sejenak ke meja riasnya dan menyisir rambutnya pelan. Lalu berlari kearah pintu kamarnya ketika melihat jam, sudah menunjukkan pukul 7.15. lima belas menit lagi, maka dia akan sukses terlambat kesekolah.
Keluar dari kamar, Baekhyun langsung dihadapkan pada sebuah helm.
Diapun memandang Chanyeol heran. Namja itu sendiri kini sudah memakai kaos dan celana Jeans.
"kuantar kesekolah.. daripada kau harus repot-repot cari dompetmu yang entah dimana itu." ucap Chanyeol sambil tersenyum lebar. Baekhyun ingin menolak, tapi.. ini mendesak. Bagaimana ini?
"kalau tidak mau, yasudah.. lagipula aku tidak memaksa kok." Chanyeol baru akan menarik kembali helmnya, tapi keburu direspon Baekhyun.
"Oke. Aku mau. Dan Ini terpaksa loh.." kata Baekhyun sambil berjalan mendahului Chanyeol. "Darimana benda ini berasal?" tanya Baekhyun heran melihat motor ninja berwarna putih didepannya.
"Tentu saja ini milikku. Baru kemarin aku membelinya dan semalam kusuruh temanku mengantarkannya. Dengan begini kalau ada urusan, aku tidak usah repot-repot naik taksi dan sama saja aku bisa berhemat selama di Seoul kan." Jelas Chanyeol sambil mulai menyalakan mesin motornya. "cepat naik. Tunggu apa lagi? Tidak sampai 10 menit lagi pintu gerbang ditutupkan?"
Mendengar itu, Baekhyun dengan cepat menaiki motor Chanyeol.
"Pegangan karena aku akan ngebut. Kyungsoo-ah" Ucap Chanyeol dan motornya pun langsung melejit cepat meninggalkan pagar tinggi rumah Baekhyun. Beberapa pelayan dan penjaga sempat-sempatnya membungkuk memberi hormat ketika tuan rumah mereka yang sesungguhnya itu berlalu.
Baekhyun agak tertegun mendengar Chanyeol memanggilnya bukan dengan namanya. Kenapa ada perasaan aneh. Dia kan benci dengan pemuda ini, masa karena sudah mau diantar kesekolah, perasaannya bisa berubah? Baekhyun menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan pikiran nista itu. ketika sadar, Chanyeol sudah menambah kecepatan motornya dan reflek Baekhyun memeluk punggung lebar Chanyeol.
'Ini tidak benar. ini hanya halusinasi, fatamorgana sesaat. Setelah ini aku pasti akan kembali benci pada orang ini' batin Baekhyun dalam hati. Sesekali dia menggelengkan kepalanya. Berusaha membuat dirinya sendiri untuk sadar dan lepas dari perasaan-perasaan aneh yang mulai menyelimuti hatinya. 'aku tidak boleh menyesal akan apa yang kulakukan. Pilihanku yang sekarang adalah yang paling tepat' yakin Baekhyun lagi dalam hatinya.
Dia sendiri tidak sadar kalau pemuda yang sedang dipeluknya itu justru tersenyum penuh arti. Entah apa yang dipikirkan oleh namja tinggi itu.
To be continued...
Words : 2.927
Publised : 01/05.2013
akhirnya chapter dua telah aku rilis. setidaknya tidak ada hutang kan... kekeke~ Chap berikutnya kemungkinan hari Jumat/sabtu. ga bisa lama-lama buka laptop, soalnya harus belajar. besok ul kimia. author mau masuk Ipa nih ceritanya. hehehehe... udah dulu ya... di tunggu comentnya. kritik saran pun diterima. Flame pun boleh asal membangun. aku Author yang terbuka kok. hihihi...
at last Review ne..? Don't be silent readers. hargai sedikit cerita yang dibuat authornya. gimana juga ini murni dari otakku. terima kasih semua.. Jja !*Hilang*
