Untuk menemani Malam minggu-nya para jomblo*emang situ bukan jomblo?*,maka Shin persembahkan o(^_^)o

~XXX~

Kami pun memulai proses belajar kami,mulai dari membaca buku,berdiskusi tentang jawaban,bahkan diantara keseriusan kami belajar,kami masih sempat menyelinginya dengan humor-humor yang sebenarnya tidaklah lucu,tapi karena ketidak lucuannya itulah yang membuat kami semua tertawa,dan kami menikmati saat-saat ini,sampai akhirnya...

"Hinata...Menma...ada sesuatu yang ingin aku katakan"Kata Naruto yang nampaknya sedang menahan rasa sakit yang tak tertahankan... "Sebenarnya akuuu~..."

~XXX~

The Real Love Chapter : 3

Chapter : 3/6

Disclaimer: NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

Pairing:Hyuuga Hinata & Uzumaki Naruto

Rate:T

Genre:Romance,Friendship,Family,Humor(sedikit)

Warning inside…AU,Typo,OOC,Alur Maju-Mundur,akhir maksa,DLL,DSB,DST,ETC…BLA…BLA…BLA…

Story original by=me,Shinji ShiShi Ri

Happy reading minna….o(^_^)o

~XXX~

"Hei,Naruto,kenapa kau,heh?!"Tanya Menma kawathir

Wajah Naruto nampak pucat,tubuhnya gemetaran,dan seakan tengah menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Oh Kami-sama,aku harap dia tak apa-apa

"Hei,baka!Jawab aku,kau kenapa?!"Tanya Menma lagi

"A-aku~..."Jawab Naruto

"Kau kenapa?!"Menma makin penasaran

"Akuu~...lapar..."Jawabnya singkat

BLETAKK~

Dengan cepat,Menma menjitak kepala Naruto sekeras mungkin

"Ku kira kau kenapa,lain kali jangan buat aku dan Hinata-hime kawathir. Kau ini...menyebalkan"Menma nampak emosi

"Sudahlah,Menma,sebaiknya kita sarapan dulu. Kita kan belum makan sejak pagu,biar aku yang memasak"Kataku "Naruto-kun,apa kau punya nasi,kecap,bawang,minyak,telur,cabai,dan garam?Aku mau buat nasi goreng untuk mengganjal perut"Sambungku

"Serius,Hinata?Semuanya ada,kalau begitu aku akan membantumu untuk membuatnya"Kata Naruto bersemangat

"Kalau begitu aku juga mau membantumu!"Menma juga sependapat

"Baiklah,ayo kita bekerjasama untuk membuat sarapan,kita bagi tugas. Menma,kau potong bawang,dan cabai,lau siapkan garam,telur tiga buah,nasi,dan kecap. Sdeangkan naruto-kun,tolong siapkan piring,dan sendok. Sedangkan aku yang akan memasaknya. Sekarang,mulai bekerja!"

"Yosh~ayo bekerja dengan penuh semangat!Ganbatte~"Kata Naruto bersemangat

"Yosh!Ganbatte~"Jawabku dan Menma hampir bersamaan dengan semangat tinggi

Dan kami pun memulai aktifitas memasak kami di dapur,biarpun dapur ini kecil,tapi itu cukup untuk menampung keberadaan kami bertiga,kerja sama kami juga baik,dan bagusnya karena adanya kerja sama,masakan ini selesai dalam waktu kurang dari tiga puluh menit

"Ittadakimasu!"Ucap kami serentak,saat hendak menikmati makanan pertama kami pagi ini,dan disambut hangat oleh sang lambung

"Makanan ini enak,Hinata...kau rupanya pandai memasak ya,tapi,apa rasa makanan seorang ibu selalu seenak ini?"Tanya Naruto

"Heh,baka!Hinata itu belum jadi seorang ibu tauk..."Jawab Menma

"Ya...Biarpun begitu,suatu saat nanti,Hinata 'kan akan menjadi seorang ibu,bahkan menjadi ibu yang baik juga,mungkin"Kata Naruto

"Iya juga sih..."Menma pasrah

"Dan...siapa juga yang tahu kalau nanti justru Hinata juga yang akan menjadi ibu dari anak-anakku"Kata Naruto. Sementara aku...aku hanya bisa merasakan wajahku mulai memanas,mungkin memerah "He?Hinata,kau kenapa?"Tanya Naruto,wajahya memperlihatkan kekawathiran yang begitu besar "Kau sakit?"Tanyanya kemudian. Lalu Naruto meletakkan satu tangannya di dahiku,sedangkan yang satunya di dahinya "Sedikit hangat..."Wajahnya begitu dekat. Oh,Kami-Sama...

"Hei,Naruto,apa yang kau lakukan?mendekatkan wajahmu sedekat itu ke wajah Hinata-hime,mau mencoba mencuri ciuman pertamanya?"Kata Manma yang langsung di tanggapi oleh Naruto sehingga ia menjauhkan wajahnya dari wajahku

"Tidak?Kenapa,kau iri?"Kata Naruto yang justru sekarang mendekatkan wajahnya ke wajah Menma"Atau kau mau aku lebih dulu mengambil ciuman pertamamu itu?Sini,berikan padaku"Kata Naruto yang bibirnya mulai monyong-monyong nggak jelas,sementara Menma cuma bisa blushing

"Apaan sih,Siapa juga yang mau dicium sama lakilaki nggak jelas kayak kau ini...sori,nggak level cyin..."Kata Menma protes

"Bilang aja mau...sini,papah cium..."

PLAKK...

Dengan sukses Menma menampar Naruto dengan tak berdosa

"Aa,ittai"Naruto pun mengelus-ngelus pipinya "Kalau nanti sampai memar,bagaimana?Apa kata para fans-ku nanti?"Sambungya

"Biar saja,lagi pula,memang ada yang mau jadi penggemarmu?"Tanya Menma

"Ya,mungkin ada..."Jawab Naruto

"Sudahlah,kalian jangan bertengkar terus,sebaiknya kita lanjutkan belajar kita sekarang"Jawabku mencoba untuk menghentikan perdebatan mereka

~XXX~

Waktu belajar kami pun berakhir,karena hari mulai sore,dan langit mulai berubah warna yang semula berwarna biru cerah,sekarang tengah berwarna sedikit orange,pemandangan yang indah,seandainya yang di sebelahku sekarang adalah Naruto,bukan Menma,rasanya pasti agak berbeda,tapi kalau Naruto yang mengantarkan aku pulang,aku jamin,Tou-san tidk akan mengizinkan aku untuk keluar rumah lagi mulai besok selama satu minggu

"Hinata-hime,kenapa kau diam saja?apa ada sesuatu yang mengganjal?"Kata Menma yang tiba-tiba saja membuyarkan lamunanku

"Euuu...itu,BUkan apa-apa,ayo cepat,nanti hari keburu gelap"Jawabku

"Tidak apa-apa,katakan saja kalau kau sdeang memikirkan Naruto 'kan?"Tanya Menma dengan tatpan Aneh

"Apa sih,siapa bilang,ayo cepat pulang,nanti keburu gelap"Jawabku mencoba menyangkal kenyataan,biarpun sebenarnya yang dikatakan Menma benar sepenuhnya

"Iya...iya...makanya tunggu aku"Kata Menma yang berlari mengejarku yang sudah jauh di depannya

"Yasudah cepat,kau saja yang terlalu lambat...Weekk~"Kataku sambil berlari dan menjulurkan lidahku

~XXX~

"Tadaima..."Sapaku saat memasuki rumah. Entah mengapa rasanya rumah ini begitu sepi

"Okaeri,Hinata-neeJawab seseorang dari dalam rumah

"Eh,Hanabi. Yang lain kemana?"Tanyaku pada Hanabi yang nampaknya sendiri di rumah

"Tou-san pergi karena ada urusan,Neji-nii pergi malam mingguan sama Ten Ten-senpai,tadinya aku mau pergi dengan Konohamaru,Tapi tou-san tidak mengizinkan,makanya aku dirumah sendirian"Jelas Hanabi,nampaknya ia kecewa

"Begitu ya,neechan tau apa yang kau rasakan,sabar ya,Hanabi"Kataku sambil mengelus-elus kepala Hanabi

"Oh iya,Hinata-nee,Bagaimana Kencanmu dengan Naruto-senpai?"Tanya Hanabi dengan tatapan menyelidik

"Euu...Hanabi,jangan tatap aku dengan tatapan seperti itu dong,memangnya siapa yang pergi kencan?Tadi siang neechan cuma belajar sejarah bersama"Jawabku agak gugup

"Haha~tadi aku dan Menma-senpai habis BBM-an,dan ia bilang,Hinata-nee hampir kehilangan ciuman pertama gara-gara Naruto-senpai ya..."Kata Hanabi yang tebakannya hampir sempurna

"Apasih yang kau bicarakan ini?Siapa yang nyaris ciuman,itu bohong..."Aku mencoba menyangkal kenyataan itu"Sebaiknya neechan mandi sekarang,lalu kita pergi tidur"Sambungku

"Haha~ada yang mencoba lari dari kenyataan...iya...ya...aku juga sudah mengantuk,aku tdur duluan ya..."Kata Hanabi yang lalu meninggalkan aku di ruang tamu

"Seharusnya tidak kuberikan pin milik Menma minggu lalu. Ya sudahlah,apa boleh buat,nasi sudah menjadi bubur"Gumamku sambil berjalan menuju kamar mandi

To Be Continue...

Curhatan sang author

Shin balik lagiii~*lempar sendal*.Maaf kalau ada yang lama nunggu,Sejujurnya Shin mau update hari rabu kemarin,cuman,Shin lagi fokus untuk ujian dan kebetulan di luar weekend Shin nggak bisa nguasain laptop tou-san...

Udah jangan panjang panjang curhatnya nanti lagi,maaf kalau ada salah ketik karena yang di samping Shin mau ujian,Makanya Shin nggak sempet edit dan dia ngebet banget mau make laptop...

Sayonaraaaaaa!