LOVE oh LOVE

By Elis Etwina

Cast : Yewook,member SuJu dan Luna

Rate : T

Ganre : Romance,hurt,drama

Summary : Bagaimana jika seorang namja tampan penyuka kura-kura diperebutkan oleh seorang namja dan yeoja?

Chap 3

Seorang yeoja nampak kesal melihat pemandangan didepannya,pemandangan dimana seorang namja tampan dengan mata obsidiannya menggandeng lengan seorang namja manis memasuki lobby apartemen yang biasa di sebut dorm super yang diketahui bernama Luna itu membanting tas ke lantai menyalurkan rasa kesalnya.

" Huh, bagaimana bisa Ryeowook dan Yesung oppa sudah berbaikan?" geram Luna. Ayolah Luna kau pikir mereka baru hidup bersama selama 2 bulan eoh? Mereka bahkan sudah sekamar dalam waktu lebih dari setahun.

"Aku akan mendapatkanmu segera Yesung oppa." Luna berlalu meninggalkan dorm Super Junior untuk selanjutnya membuat rencana untuk memisahkan YE-Wook. Itu yang akan dilakukan oleh Luna.

Di Dorm Super Junior lantai 12, seorang namja tampan bernama Yesung sibuk berkutat dengan panci diatas kompor, tangan mungilnya tampak sibuk mengaduk isi dalam panci sesekali raut mukanya nampak bigung. Yesung menuangkan buburnya didalam mangkuk setelah dirasa matang,menuang air putih kedalam gelas kemudian meletakkan diatas nampan.

"Yesung hyung! Sedang apa?" panggilan dari Kyuhyun menghentikan konsentrasinya untuk melirik sang pemanggil tersebut.

"Eh Kyu, hyung sedang menyiapkan makan untuk Wookie, ada apa kemari eoh?" tanya Yesung setelah menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Mau nengok Wookie hyung, tadi Wookie sms kalau sekarang sudah didorm, bagaimana kondisinya hyung?" tangan Kyuhyun mengambil nampan yang disiapkan Yesung lalu berjalan menuju kamar Ryeowook diikuti Yesung dibelakangnya.

"Dia baik-baik saja."

Yesung memegang handle pintu dan mendorongnya kedalam.

"Wookie-ah, bangunlah! Makanlah dulu." perintah Yesung, tangannya menyiibakkan selimut yang dipakai Ryeowook membantunya bangun dan menyandarkannya dikepala tempat tidur.

"Wookie, bagaimana keadaanmu?Apanya yang sakit?" Kyuhyun meletakkan nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air putih dinakas samping tempat tidur Ryeowook. Menempelkan telapak tangannya dikening Ryeowook.

"Aku baik-baik saja Kyu." desah Ryeowook.

"Wookie, makan dulu ne, aaa." Yesung mencoba menyuapkan satu sendok bubur buatannya kedepan mulut Ryeowook setelah mengabil mangkuk bubur yang diletakkan Kyuhyun diatas nakas tadi.

"Aku bisa makan sendiri hyung." katanya menolak tapi mulutnya dengan mudah terbuka menerima suapan dari Yesung.

"Tak ada penolakan" jawab Yesung terus menyuapkan bubur ke mulut Ryeowook.

"Kyu bukankah kamu ada acara hari ini?" Yesung bertanya pada Kyuhyun, ketika melihat Evil magnae itu duduk di sofa dan mengeluarkan benda yang disebut – sebut sebagai pacarnya, apalagi kalau bukan psp.

"Mengusirku hyung? Supaya bisa berduaan dengan Wookie?" Kyuhyun menjawab disertai seringai andalannya.

"Baguslah kalau kamu sadar Kyu."jawab Yesung dengan masih fokus menyuapi Ryeowook.

"Jangan harap hyung, aku akan disini sesuka hatiku dan akan terus menganggu kalian, kekekekeke." tawa nista Kyuhyun keluar mengingat posisinya sekarang sebagai 'obat nyamuk' yang sengaja dilakukan Kyuhyun tanpa Kyuhyun tahu masalah sebenarnya yang sedang terjadi antara Yesung dan Ryeowook. Yang Kyuhyun tahu Yesung sangatlah suka memanjakan Ryeowook.

"Aishh, kalo kalian mau ribut keluar saja sana,aku mau tidur hyung, Kyu." Ryeowook kembali membaringkan tubuhnya setelah menghabiskan bubur buatan Yesung.

"Hyung, temani aku sampai tidur ne!" pinta Ryeowook pelan, ia hanya tidak ingin Yesung pergi begitu saja.

"Nah loh?Ryeowookie! Kenapa sich kamu seneng banget tidur ditemanin Yesung hyung yang aneh itu?"cibir Kyu.

"Diamlah Kyu." Yesung menjawab pertanyaan Ryeowook dari Kyuhyun serta merubah posisi duduknya. Mengambil posisi duduk disamping Ryeowook dengan punggung bersandar di kepala tempat tidur Ryeowook, kakinya ia letekkan lurus disamping tubuh Ryeowook yang terbalut selimut tangannya meraih i-pod, menempelkan headset ditelinga lalu mengusap kepala Ryeowook setelahnya. Yesung sangat merasa bersalah dengan keadaan Ryeowook saat ini, ia hanya ingin menebusnya dengan apa yang bisa ia lakukan seperti sekarang ini, tidak peduli lagi perasaannya terhadap Ryeowook biarlah semua berjalan seperti air dan biarlah hanya dirinya, Siwon yang mengetahui perasaan Ryeowook terhadapnya.

Yesung hanya ingin Ryeowook tahu kalau dia tidak menjauhinya tapi Yesung juga tahu bahwa dia tidak bisa membalas perasaan Ryeowook. Yesung tidak ingin Ryeowook berharap banyak pada dirinya untuk membalas cintanya. Yang bisa diberikan Yesung saat ini hanyalah cinta seorang hyung kepada dongsaengnya. Yesung tahu bahwa membalas cinta Ryeowook akan membawa dampak yang buruk bagi semuanya.

"Kyu, hyung pulang dulu, hyung titip Ryeowookie ne!Kamu juga istirahat jangan maen game terus bukankah nanti malam kamu ada acara?Tidurlah disamping Ryeowook." nasehat Yesung pada sang magnae.

"Ne hyung."jawab Kyu singkat matanya masih fokus pada psp tercintanya.

Yesung bangkit dari tempat tidur Ryeowook, berjalan mendekati Kyuhyun menarik psp dan memencet tombol off.

"Istirahatlah, hyung tidak mau dua dongsaeng hyung sakit, jja."

"Baiklah hyung, aku istirahat."Kyuhyunpun mengikuti nasehat Yesung untuk istirahat. Semua tahu walaupun Kyuhyun suka menjahili Yesung, tapi Kyuhyun juga takut dengan Yesung. Kyuhyun berjalan menuju tempat tidur Ryeowook menggeser badan Ryeowook sedikit supaya tempat tidur sigle tersebut muat untuk berdua.

"Hyung jangan cemburu ne." celetuk Kyuhyun disambut jitakan dari Yesung yang mendarat dikepalanya.

"Jaga bicaramu Kyu."dengan berat hati Yesung meninggalkan Ryeowook bersama Kyuhyun, walaupun Yesung tahu Kyuhyun tidak bisa begitu diandalkan merawat orang sakit, tapi setidaknya Ryeowook tidak merasa sendirian ketika bangun nanti. Jika acara Yesung bisa dibatalkan ia pasti dengan senang hati menemani Ryeowook.

Ryeowook menggeliat pelan dari tidurnya merasakan ada beban yang menimpa tubuhnya. Ingin rasanya Ryeowook berpikir kalau tubuh yang menimpanya adalah tubuh Yesung, karena Ryeowook sudah terlalu hafal dengan bentuk tangan orang yang diharapkan Ryeowook saat ini untuk berada didadanya. Dengan berlahan Ryeowook mengangkat tangan Kyuhyun sambil berusaha bangkit dari tidurnya.

"Kyu..bangunlah!bukankah kau harus bersiap untuk acara malam ini?" Ryeowook menggoyangkan lengan Kyuhyun agar namja evil itu bangun.

"nggg..."gumamnya pelan.

"Kyu, kapan Yesung hyung pulang?" Ryeowook bertanya pada Kyuhyun, tangannya masih sibuk mengguncang tubuh Kyuhyun.

"Kira-kira 2 jam yang lalu,wae?" tangannya Kyuhyun kini mengucek matanya yang masih terasa lengket kemudian beranjak dari tempat tidur Ryeowook.

"Anniya."Ryeowook menggelengkan kepalanya.

Setelah Kyuhyu meninggalkan kamarnya Ryeowook mengambil diary dan pulpen ungunya,segera ia menuliskan sesuatu yang ingin ia tulis.

Kiki...
Aku sangat senang hari ini...
Yesung hyung tidak lagi marah kepadaku
Kau tahu Kiki?
Hari ini Yesung hyung menjemputku,mengantarku kedorm.
Kiki...
Yesung hyung juga membuatkan bubur dan menyuapiku.
Aku sungguh bahagia Kiki...
Walaupun aku tahu Yesung hyung melakukan ini bukan karena Yesung hyung membalas cintaku.
Yesung hyung masih tetap memperlakukanku selayaknya perlakuan pada dongsaengnya.
Tapi aku tetap bahagia Kiki...
Setidaknya Yesung hyung masih mau memperhatikanku.

Aku bahagia Kiki...
Sangat bahagia...
Tak peduli cintaku bertepuk sebelah tangan
Asal Yesung hyung tidak mengacuhkanku aku sudah sangat bahagia.

I Luv You Forever hyung.

Ryeowook menutup diarynya, memasukkanya dilaci nakas mengambil handphonenya kemudian mengetikan kata-kata ucapan terimakasih kepada seseorang yang tadi menemaninya hingga teridur lalu memencet tombol send dengan bibir tersenyum bahagia.

Ryeowook berjalan riang menuju dapur, ia ingin memasak makan malam untuk hyungdulnya atau setidaknya jika hyungdulnya kembali dari mengisi acara ada makanan yang siap menanti mereka.
Setelah selesai memasak, menyiapkan makanan dimeja makan serta membersihkan dapur Ryeowook beranjak mengambil keranjang yang penuh dengan setumpuk pakaian kotor milik penghuni lantai 12, segera saja ia memasukkan pakaian kotor itu ke mesin cuci supaya meringankan pekerjaan ahjuma.

Ryeowook berjalan dibelakang Yesung dan hyungdul lainnya dengan wajah cerianya memasuki gedung SM untuk latihan. Sebelum sampai ruang latihan Ryeowook yang memang berjalan diurutan paling belakang merasakan tangannya ditarik oleh seseorang dan membawanya kesebuah ruangan yang cukup sepi.

"Luna-ah, apa yang kau lakukan?" seru Ryeowook setelah melepaskan tangannya yang begitu saja ditarik oleh Luna.

"Kita bicara sebentar oppa." Luna melipat tangannya didadanya matanya menatap Ryeowook tajam.

"Apa yang ingin kau bicarakan denganku Luna? Aku sudah ditunggu hyungdul untuk latihan, mereka pasti mencariku."

"Aku hanya mau bilang sebaiknya oppa jauhi Yesung oppa atau aku akan melakukan sesuatu pada oppa."ancam Luna membuat Ryeowook cengo.

"Apa maksudmu Luna? Kenapa aku harus menjauhi Yesung hyung?"tanya Ryeowook seolah-olah tidak paham dengan perkataan Luna.

"Ne, kau harus menjauhinya!Yesung oppa milikku!" teriak Luna.

"Kenapa Yesung hyung menjadi milikmu? Apakah Yesung hyung sudah menjadi pacarmu Luna-ah?" engan polosnya Ryeowook menjawab pertanyaan Luna, membuat Luna bertambah kesal.

"Huhh, susah ya ternyata ngomong sama oppa. Yesung oppa memang belum menjadi pacarku,tapi lihat saja sebentar lagi Yesung oppa pasti menjadi milikku." Luna begitu semangat memberitahukannya pada Ryeowook kalau Yesung akan segera menjadi miliknya.

"Percaya diri sekali eoh?Aku tidak yakin Yesung mau menjadi pacarmu Luna-ah"sindir Ryeowook.

"Kau meremehkanku oppa!"

"Aniya, mianhe Luna. Oppa harus pergi latihan, dan aku tidak takut dengan ancamanmu tadi Luna-ah." Ryeowook berlalu meninggalkan Luna,Ryeowook tahu kalau pembicaraan ini diteruskan akan menjadi sebuah pertengkaran, dan juga dia sudah ditunggu hyungdulnya untuk latihan. Bisa dimarahin oleh hyungdulnya jika ia tidak segera muncul.

"Kau lihat saja nanti Ryeowook oppa, aku akan menyingkirkanmu segera, nikmatilah hari-hari terakhirmu bersama Yesung oppa." Lunapun segera beranjak pergi meninggalkan gedung sesuatu untuk merebut perhatian dari Yesung.

Sehari setelah pertemuannya dengan Luna, Ryeowook sudah mengabaikan ancaman Luna, Ryeowook hanya menganggapnya gertakan dari Luna saja karena kesal tidak selalu bisa bersama dengan Yesung, tidak sepertinya yang bahkan setiap hari bisa menempel pada Yesung jika tidak ada jadwal terpisah mengingat tempat tinggal Yesung dan Ryeowook hanya dipisahkan oleh lantai saja.

Namun tanpa disadari Ryeowook, Luna telah bertindak cukup jauh. Luna sudah menyiapkan kejutan untuk Ryeowook esok hari. Luna benar-benar menyiapkan 'hadiah' untuk Ryeowook dengan sebaik-baiknya.

"Enghhh.."Ryeowook menggeliat dari tidurnya setelah bunyi handphone mengusik mimpinya, tanpa menyadari jika hari telah beranjak siang.

"Haloo.."Ryeowook menjawab dengan kondisi setengah sadar tanpa melihat nama penelphone terlebih dahulu.

"Keruang tengah segera!" ucap sang penelphone dengan nada yang sangat tidak bersahabat itu. Dan sambungan telephonpun langsung terputus.

Ryeowook mengucek matanya pelan melihat layar handphone siapa yang baru saja menelphonenya itu.

"Leethuk hyung? Ada apa? Bukankah hari ini free, atau ada jadwal mendadak?"inner Ryeowook.

Ryeowook menuju ruang tengah setelah sebelumnya mencuci muka dan gosok gigi. Nampak diruang tengah sudah komplit hyungdul dan dongsaengnya Kyuhyun begitu pula Zhoumi dan Henry. Ryeowook semakin bingung melihat semuanya berkumpul,apakah ada sesuatu yang penting atau memang benar ada jadwal dadakan hari ini?

"Hyung ada apa?Kenapa semuanya berkumpul disini?" Ryeowook memberanikan dirinya untuk menatap hyungdul dan saengdulnya setelah melihat raut muka mereka begitu nampak menyeramkan seolah-olah mau menerkam dirinya.

"Baca!"

Yesung melemparkan koran kearah Ryeowook dengan kasar, mukanya terlihat sangat menakutkan. Tanpa melihat wajah Yesung, Ryeowook mengambil koran tersebut dan membacanya. Ryeowook menatap tak percaya tulisan dikoran itu, koran yang dipegangnya jatuh seketika setelah ia membaca berita yang dimaksud oleh para member, kedua tangannya menutup mulutnya,matanya mulai berkaca-kaca.

Tbc.

Anneyong..author bawa chap 3..mianhe kalo masih banyak salah.
seperti biasa author mohon reviewnya guna menambah semangat dalam menulis dan supaya author bisa menulis lebih baik lagi.
gomawo...