Rise Stronger Shifter

Chap.03 (Dia Muncul kembali...)

Disclaimer: Naruto dan Shingeki No Kyojin bukan milik saya

"Apa yang kalian bicarakan" tanya Eren sambil menatap temannya dan Juga Mikasa saudara angkatnya yang barusan kembali masuk kedalam camp mereka lalu duduk melanjutkan acara makan malam mereka

"Tidak ada, hanya sebuah reuni saja" jawab Naruto santai sambil menatap kearah Keren dengan pandangan friendly

Eren hanya mendengus saja mendengar jawaban singkat dari temannya itu, dirinya sebenarnya sudah tau apa yang dibicarakan mereka, yaitu masalah cinta yang terjadi pada adik angkatnya itu yang kalau tidak Mikasa siapa lagi

Eren hanya menghembuskan nafas lelah saja, sifat temannya itu benar-benar tidak berubah yah dari dulu selalu menyembunyikan sesuatu kebenaran dari dirinya, huft...dia mulai bingung kenapa adiknya itu sampai suka dengan orang seperti Naruto itu

Tapi itu bisa dimaklumi oleh dirinya, temannya itu pasti menyembunyikan kebenaran demi dirinya dan juga orang lain, lagipula dirinya sangat tau jika Naruto sering berbuat jujur dan hanya akan berbohong saat menghadapi masalah besar

Cling

Pandangan semua kadet tersebut menatap kearah korek api yang dinyalakan oleh Naruto, pemuda atau lebih tepatnya kakek itu mengeluarkan satu buah batang rokok dari sakunya dan menyalakan rokoknya itu

"Kau merokok Naruto" tanya Eren sedikit kaget saat melihat temannya itu merokok di hadapannya, sejak kapan Naruto mempunyai kebiasaan merokok seperti ini

"Tidak terlalu sering, aku melakukannya saat kedinginan saja dan aku tidak akan menghabiskannya" ucap Naruto yang lalu membuang rokoknya setelah menghisapnya tiga kali, para kadet hanya menatap sayang pada rokok yang dibuang oleh Naruto yang pada saat itu masih belum terbakar setengahnya

Mikasa hanya menatap lembut Naruto, dirinya tau jika Naruto terpaksa akibat udara dingin tapi kenapa harus merokok, "Kau tau Naruto-kun rokok itu tidak baik untukmu, jadi berhentilah menghisapnya"

Naruto tersenyum saja sambil menyanggupi permintaan dari Mikasa, sebenarnya efek rokok tidak akan mempan baginya karena dirinya adalah dewa yang mempunyai regenerasi tinggi, jadi sebanyak apapun Naruto merokok, mantan ninja itu tidak akan terkena dampak dari merokok tersebut, tapi walaupun begitu Naruto tidak terlalu suka merokok karena baginya Itu membuat dirinya seperti melarikan diri dari masalah

"Aku berjanji tapi aku tidak berjanji kalau aku menepati omonganmu Mikasa-chan" Mikasa hanya tersenyum sambil mengangguk saat mendengar jawaban dari pemuda yang ia cintai , bagaimana pun kesehatan Naruto adalah prioritas baginya untuk sekarang

Pemuda bersurai pirang itu lalu menatap kearah sekeliling, nampak banyak dari mereka tidak memakan makanan yang sudah tersaji di hadapan mereka melainkan melihat kearah dirinya seakan dirinya adalah orang asing

"Ma..sampai kapan kalian melihatku terus, cepat makan, besok akan menjadi hari yang berat dan kalian membutuhkan banyak stamina nanti" para kadet tersentak mendengar ucapan dari instruktur mereka itu, dengan sigap mereka lalu memakan makanan yang telah disediakan oleh mereka

Begitu juga yang dilakukan Naruto, dia lalu mengambil makanan didepan, dirinya ingin lebih dekat dengan kadet-kadet yang menjadi yang pertama ia asuh, dirinya tidak mau gagal menjadi seorang instruktur walaupun ini hanya akan berlangsung sementara mengingat dirinya juga pasukan Scouting Legion

Nampak makanan yang Naruto ambil hanya berupa bubur dengan beberapa potong ayam, nampak sangat sederhana dan tidak mewah tapi juga mengandung banyak karbohidrat dan unsur-unsur penting yang dibutuhkan para prajurit baru itu dalam pengetesan besok

Hampar, itulah yang Naruto rasakan saat memakan suap pertama makanan tersebut, rasanya seperti makanan basi yang ia makan, tapi itu tidak dipermasalahkan olehnya karena dirinya sudah pernah merasakan yang lebih parah dari yang ia makan sekarang, makanan yang dulu membuatnya terbaring di rumah sakit selama seminggu

Kalau tidak Sakura siapa lagi, istri tercintanya itu membuatkan makanan untuknya pertama kali saat sehari setelah pernikahannya dengannya, dan kalian sudah pasti menebaknya, rasanya kala itu seperti pahit, asin, dan pedas bercampur menjadi satu di lidahnya yang membuat Naruto mau tak mau harus memuntahkannya

Tapi bukannya memuntahkannya tapi Naruto malah berusaha menelan semua makanan makanan buatan istrinya itu, ini adalah pertama kalinya Sakura memasak jadi dia tak mau membuat Sakura sedih atau kecewa dengan masakannya sendiri, itulah kenapa dia bisa sampai seminggu berada di rumah sakit dan menyerahkan semua dokumennya pada asistennya yaitu Shikamaru

Naruto sedikit merinding mengingat makanan itu, dia tak mau lagi memakan makanan itu lagi, cukup sekali saja dia tak mau itu terjadi lagi

"Ada apa Naruto-kun" tanya Mikasa sambil melirik dirinya

Naruto tersentak mendengarnya, dia lalu menoleh kearah Mikasa yang menatapnya khawatir, "maaa...aku baik-baik saja Mikasa-chan, aku hanya mengingat masa lalu ku dulu"

"Masa lalu mu?, bisakah kau menceritakannya pada kami" kini gantian Eren yang berucap, ingin sekali dia mendengar masa lalu sahabatnya yang dari dulu sedikit tertutup pada orang lain bahkan dirinya

Naruto tersenyum mendengarnya, "kau pasti tidak akan sanggup mendengarnya Eren, itu masa laluku yang bagiku sangat bewarna tapi aku tidak akan menceritakannya pada kalian apa itu"

Eren mendengus kecil mendengarnya, masih sama seperti dulu, pelit kata dan pelit berbagi kenangan pada semua sahabatnya

"Emmm Naruto-san, kata Eren kau dari Shinghashina seperti mereka, apakah Naruto-san pernah melihat 'mereka'?" tanya salah satu kadet disana

"Oh itu, sayangnya aku terdorong oleh orang-orang sampai ke perahu penyelamat, jadi aku tidak melihatnya" ucap Naruto dengan wajah innocent

Gubrak, para prajurit baru itu terjenkang mendengarnya bahkan Erenpun ikut terjenkang, 'memang bisa begitu?' batin mereka semua

"Ah kau disana Naruto, Erwin menyuruhmu untuk datang ke markas sekarang, di depan juga sudah ada koperal Levi yang menunggu mu" ucap Shadis yang ada di depan pintu

Naruto mengangguk saja lalu bangkit dari tempat ia duduk, "sepertinya aku tidak bisa lama-lama disini, Erwin sudah memanggilku yang berarti ada sesuatu yang ia bicarakan, selamat malam dan cepat tidur karena besok akan menjadi hari yang berat bagi kalian" ucap Naruto yang lalu berjalan keluar camp meninggalkan para prajurit baru dengan instruktur satunya yaitu Shadis

"kalian dengar, jam makan malam hampir habis, jadi cepatlah memakan makanan kalian!" ucap Shadis dengan khasnya yaitu membentak

RayNaruKushi...

Cklek

Naruto hanya menghela nafasnya sambil menutup pintu di belakangnya, dia masih ingin disana bersama kadet baru itu tapi sayangnya komandannya yaitu Erwin memanggilnya yang dia yakin ini serius karena jarang sekali Erwin memanggilnya

"Teme, ayo berangkat"

Bukan Sasuke yang dipanggil oleh Naruto dengan sebutan itu tapi sosok dengan tubuh yang sedikit kecil dibandingkan dengan prajurit yang lain dan memasang wajah datar bahkan lebih datar daripada sahabat Naruto dulu yaitu Sasuke

Dialah Koperal Levi Ackerman, salah satu prajurit terbaik di Scouting Legion selain Naruto dan juga Erwin Smith

"Hn ayo" hanya itulah yang dikatakan Levi yang sukses membuat Naruto kesal dengan sikapnya yang datar dan dingin seperti sahabatnya itu dulu, dia heran kenapa semua keturunan Uchiha selalu bersikap dingin pada semua orang

"tch bisakah kau tidak menunjukkan wajahmu itu padaku?, rasanya aku ingin sekali menonjok wajah sok cool mu itu" Ucap Naruto kesal akan sikap koperal Scouting Legion itu

"Hn, hentikan juga sikap kekanak-kanakan mu itu" jawab Levi yang membuat Naruto kesal, Naruto dengan segenap usahanya berusaha untuk menonjok wajah Levi tapi sayang, tubuhnya ditahan oleh pasukan-pasukan Scouting Legion yang lain

"sabar Naruto-san, kau sudah tau kan sikap Koperal Levi"

"dia benar, yang terpenting kita harus menuju kesana sekarang"

Naruto menghela nafas saat mendengar ucapan kedua prajurit yang menghalanginya untuk memukul wajah Koperal itu, huh untung saja dua prajurit yang ikut bersama Levi itu berhasil menahan dirinya, kalau tidak pastilah wajah Levi akan dibuatnya babak belur

"Tch, ayo cepat" ucap Naruto sambil menahan kekesalannya pada Koperal Scouting Legion tersebut, dia lalu terlebih dahulu berjalan menuju markas mereka, berusaha untuk tidak mengingatnya lagi

RayNaruKushi...

"Huh ada apa Nii-sama, jarang-jarang kau memanggilku menuju markas" ucap Naruto yang mengambil kursi kosong didepan Erwin lalu mengeluarkan satu batang rokok dari sakunya tersebut dan menghisapnya beberapa saat

Erwin menghela nafas saja melihat pemuda yang sudah ia anggap adiknya sendiri itu sedang merokok, dirinya ingin tau, darimana Naruto bisa mempunyai hobi untuk merokok, dulu waktu masih mengenalnya adiknya tidak seperti ini

"Aku mendapat kabar dari para prajurit yang berjaga kalau ada pergerakan aneh diluar dinding, aku mau kau menyelidikinya" ucap Erwin serius pada Naruto

Kini Naruto berhenti menghisap rokoknya setelah mendengar ucapan Erwin, pergerakan yang aneh dari luar dinding?, apakah ini Juga ada kaitannya dengan chakra yang ia rasakan akhir-akhir ini ataukah yang lain?, entahlah tapi dia bertaruh itu bukan berasal dari orang-orang dalam dinding, sepertinya benar kata Erwin kalau dia harus menyelidikinya

"Aku terima dengan misi ini, tapi aku mempunyai syarat yaitu aku sendiri yang akan menyelidikinya, bagaimana?" ucap Naruto, dirinya tak mau kalau orang lain ikut campur dengan permasalahannya karena ini berkaitan dengan pengguna chakra yang masih ada selain dirinya dan kalau pihak lain mengetahui ini pastinya sejarah manusia super pasti akan bocor dan ia takutkan kalau sejarah itu jatuh pada orang yang salah

"Sendiri?, bukannya kau sudah memiliki squad, kau bisa menyelidikinya bersama squadmu kan?" ucap Erwin heran dengan sikap Naruto yang tak biasanya seperti ini, biasanya adiknya itu akan mengajak squadnya saat melakukan misi sulit maupun mudah, tapi kenapa sikap adiknya berubah yah?

"Ya aku ingin menyelidikinya sendiri, jangan khawatir Nii-sama, aku akan baik-baik saja kok" ucap Naruto berusaha untuk menyakinkan Erwin tentang misi yang diberikan padanya itu

Erwin hanya mengangguk saja menyetujui permintaan adiknya itu walaupun dirinya sedikit bingung dengan sikap Naruto, "baiklah aku menyetujuinya, ingat berhati-hatilah Naruto, jangan berbuat yang tidak-tidak"

"yap, aku berjanji, baiklah aku pergi dulu " ucap Naruto sambil berjalan keluar menuju stable untuk mengambil kudanya untuk memulai misinya

"baiklah kita mulai penyelidikannya" uacap Naruto yang lalu memacu kudanya menuju luar dinding menembus gelapnya kegelapan malam

RayNaruKushi...

Suara langkah kaki kuda memecah gelapnya malam di luar Dinding, terlihat Naruto masih saja berada diluar untuk menyelidiki sesuatu yang tadi dikatakan oleh Erwin, dia masih selalu memantau keadaan sekitar luar dinding walaupun suasana malam hari di luar dinding sangat gelap karena tidak ada satupun manusia selain Naruto yang berada di luar

"huh, dari tadi aku sudah kesana-kesini tapi kenapa tidak ada tanda-tanda seseorang disini?" gumam Naruto sambil memacu kudanya kembali tapi sayang dia tidak berhasil menemukan sesuatu yang aneh saat melakukan misi ini

'huh apakah aku harus kembali saja yah' batin Naruto yang mulai putus asa dengan misi ini, sudah tengah malam tapi dia juga belum menemukan apa-apa, mungkin sebaiknya dirinya melanjutkan penyelidikan ini besok, siapa tau dia besok bisa menemukannya

Tank

Hampir saja Naruto terkena sebuah tanto dari samping, untung dia tadi lalu mengeluarkan katananya yang ia simpan dengan fuinjutsu

"Siapa disana" ucap Naruto sambil memasang pose siaga sambil matanya mencoba untuk melihat lebih jelas siapa yang menyerangnya dengan sebuah tanto

Permasalahannya ada dua yaitu sosok yang menyerangnya dan juga tanto yang dipakai untuk menyerangnya, karena, tanto, shuriken dan kunai itu sudah lama punah dan tidak pernah digunakan lagi setelah era ninja berakhir dan orang yang menyerangnya itu menggunakan tanto?, sudah pasti orang yang menyerangnya itu mengenal namanya era ninja atau shinobi seperti dirinya

Trannk trannk trannkk

Dengan gerak sigap Naruto melindungi dirinya dari shuriken-shuriken itu dengan katana yang ia genggam, sepertinya benar dugaannya kalau orang yang menyerangnya itu sangat hafal dan tau sejarah shinobi, tapi siapa itu yang ia permasalahan dari tadi

Srettt

Kaki Naruto tiba-tiba seperti ditarik oleh seseorang yang lalu membuatnya jatuh dari kudanya, tak sengaja kepalanta tadi terkena batu yang Membuat Naruto pingsan di tempat, lalu setelah itu obor yang dibawa Naruto juga padam membuat keadaan diluar dinding sepenuhnya menjadi gelap

Sedangkan dilain tempat atau lebih tepatnya di salah satu camp, Mikasa entah kenapa tidak bisa tidur, dia berulang kali memejamkan matanya tapi entah kenapa jantungnya berdegup seperti memberitahukan kalau ada sesuatu yang buruk terjadi

'Naruto-kun, entah kenapa aku selalu terpikir tentangnya, aku harap kau baik-baik saja' yap, itulah yang mengganggu Mikasa dari tadi, entah kenapa diri ya merasa ada yang terjadi dengan sahabatnya sekaligus orang yang ia cintai tersebut

Mikasa lalu menggelengkan kepalanya pelan, 'aku percaya kau akan baik-baik saja Naruto-kun' batin Mikasa yang laku mencoba kembali tidur

Di waktu yang sama juga terlihat Erwin yang sedang mondar-mandir tak jelas seperti mengkhawatirkan sesuatu

"Bisakah kau berhenti bersikap seperti orang bingung, Erwin" ucap levi yang bersandar di pojok ruangan milik komandan Scouting Legion tersebut

"Bagaimana aku bisa berhenti Levi, ini sudah tengah malam bahkan sudah lebih satu jam tapi Naruto belum datang kembali dari misinya itu" ucap Erwin mengkhawatirkan keadaan Naruto yang dari tadi belum juga pulang dari misinya

Levi hanya menghela nafas mendengarnya, dia juga heran kenapa Naruto dari tadi tidak muncul-muncul, apakah ada sesuatu yang terjadi pada si kuning bodoh itu saat melakukan misinya itu batin Levi sambil melihat kearah jendela

"Yah kita berharap dia baik-baik saja"

RayNaruKushi...

Tak terasa sudah tiga hari berlalu setelah kejadian hilangnya Naruto, banyak yang terjadi selama tiga hari itu yakni tentang Mikasa yang shok atas hilangnya Naruto saat melakukan misi, lalu posisi Levi yang menggantikan peran Naruto menjadi instruktur, serta pencarian Naruto yang dilakukan oleh squad Naruto sendiri

Banyak yang berasumsi kalau Letnan Naruto termakan oleh titan tapi entah kenapa Erwin tidak bisa menerimanya karena dia yakin kalau pemuda yang ia anggap sebagai adiknya masih hidup, karena dia tau kalau titan tidak akan bergerak cepat saat dimalam hari, dan juga tidak ada darah segar yang ditemukan oleh tim Naruto yang melakukan pencarian terhadap ketua tim mereka itu

Dan disuatu tempat yang jauh dari dinding, terlihat sebuah gua yang disana juga ada Naruto yang masih pingsan dengan kepala yang diperban serta juga sosok perempuan yang sedang memperhatikannya

"aduh...dimana aku ini.." gumam Naruto sambil memegangi kepalanya yang masih sakit akibat benturan yang mengenai kepalanya dulu

"Kau sudah sadar, dobe"

"dobe?" tanya Naruto pada diri sendiri, dirinya lalu melihat kearah depan, terlihat wajah datar dari perempuan tersebut tapi Naruto bisa merasakan kalau perempuan itu sedang khawatir padanya, nampak perempuan itu mempunyai rambut raven yang tergerai panjang dan juga baju putih yang selalu dipakainya

"emm ano apakah kau mengenalku" tanya Naruto polos membuat wajah perempuan itu memerah sebal dengan pertanyaan yang menurutnya itu sepele

"menurutmu siapa aku" ucap perempuan sebal dengan pemuda yang ada didepannya, dia merasa kalau Naruto itu melupakannya

Sedangkan Naruto hanya diam saja sambil melihat wajah perempuan itu, entah kenapa wajah itu mengingatkannya pada seseorang tapi siapa ya?, rambut raven, dingin dan juga datar...tunggu dulu datar?, jangan-jangan

"K-kau apakah S-Sasuke" ucap Naruto terbata-bata sambil menunjuk perempuan yang ada didepannya dengan pandangan horror, Sasuke berubah menjadi perempuan!?, bagaimana itu bisa terjadi!, apakah Sasuke sedang mengerjainya mengguanakn henge

"Hn, kalau tidak aku siapa lagi yang memanggilmu dobe, Sakura gitu" ucap Sasuke sambil mendengus sebal dan menyilangkan tangannya dibawah dadanya yang membuat dua bukit itu semakin terlihat

Mata Naruto membulat mendengarnya, jadi ini nyata Sasuke, "Kalau gitu jangan mengerjaiku juga Sasuke!, kau pasti pake henge yah untuk menjadi seorang perempuan" ucap Naruto sambil menunjuk-nunjuk sahabatnya itu

"Jangan tanyakan hal itu padaku dobe, tanyakan saja pada Shinigami yang merubahku menjadi perempuan sebelum aku dihidupkan kembali" ucap Sasuke, dirinya sebenarnya juga mau protes dengan Shinigami yang merubahnya menjadi perempuan, tapi bagaimana lagi dialah dewa neraka terkuat, dia belum bisa menyamainya mengingat dia juga mati, jadi dirinya belum sempat melatih semua kekuatannya

"Pffrrrt, ma...jadi begitu" ucap Naruto sambil berusaha agar tawanya tidak lepas

Seakan dirinya diperlihatkan oleh Kami-sama sisi terbalik dari Sasuke saat ini, bisa dilihat wajah datar itu berubah menjadi sedikit imut menurutnya, rambutnya yang dulu seperti ayam kini tergantikan dengan rambut tergerai panjang ke belakang, dan juga wajah yang dulunya sangat menyebalkan tergantikan dengan wajah imut yang siapa saja melihatnya pasti ingin mencubitnya, well semua itu membuat Naruto ingin tertawa

"Apa ada yang lucu" tanya Sasuke yang tidak sadar memasang wajah bingung yang membuat Naruto ingin sekali memeluk Sasuke sekarang

"Hahahaha, tidak apa-apa, kau tau teme, kau sukses membuatku ingin mencubitmu" ucap Naruto jujur pada sahabatnya itu, manusia mana yang sampai tidak ingin mencubit pipi Sasuke saat temannya itu berekspresi seperti itu

Sasuke hanya diam saja, entah kenapa dirinya merasa kalau pipinya memanas saat mendengar pujian tersebut, 'kenapa aku seperti ini saat dipuji, apa jangan-jangan Shinigami memang mengubahku menjadi perempuan sepenuhnya' baton Sasuke

"Tapi kalau boleh jujur, itu mu lumayan juga" ucap Naruto sambil menunjuk kearah dada milik Sasuke yang menyembul keluar saat Sasuke menyilangkan tangannya di bawah dadanya itu, sepertinya Naruto tidak sadar kalau virus Jiraiya mulai masuk kedalam sifat dirinya

Sedangkan Sasuke hanya diam saja sambil melihat Naruto yang menunjuknya, bukan...itu bukan menunjuk dirinya sepenuhnya tapi...

"Kyaaaa Hentai" plaaakkk

Naruto langsung terkapar saat menerima tamparan dari Sasuke tadi, dia tadi belum sempat mengelak karena saking cepatnya respon Sasuke yang sadar bahwa dia mengacungkan jarinya menunjuk dada Sasuke

Sedangkan Sasuke, wajahnya entah kenapa memerah saat Naruto bilang seperti itu, rasanya marah dan malu bercampur saat Naruto menunjuk dadanya itu, 'sepertinya Shinigami benar-benar mengubahku menjadi perempuan'

"Aduh-duh...kenapa kau menamparku seperti itu sih" ucap Naruto sambil berusaha untuk berdiri lagi dari tempat ia terjatuh karena tamparan Sasuke, jujur tamparan itu benar-benar menyakitkan tak kalah sama tamparan milik Sakura dulu, darimana sahabatnya itu kekuatan seperti itu yah

Sasuke hanya mendengus kecil saja sambil memalingkan kepalanya menuju kearah lain menyembunyikan rona merah diwajahnya, "i-itu salahmu sendiri, harusnya k-kau tidak mengatakan hal itu bodoh"

Naruto hanya cengigisan saja mendengarnya, 'terkutuklah kau Ero-Sennin, kau membuatku keceplosan tadi' batin Naruto menyumpahi gurunya yang mesum itu

"Maa...maa...jangan marah gitu dong, aku tak sengaja"

"Huh baiklah aku memaafkan mu, tapi awas jika kau mengulanginya lagi" ancam Sasuke pada Naruto dan hanya diberi anggukan saja oleh Nnaruto

"Baiklah ayo kita menuju dalam dinding, kau tau pasukan Scouting Lgion mencarimu terus dari kemarin lusa" ucap Sasuke sambil berjalan terlebih dahulu, tanpa sadar atau Sasuke lupa kalau gua itu licin membuat tubuhnya tidak bisa menjaga keseimbangannya

Sasuke hanya pasrah saja menerima tubuhnya akan jatuh, dia lalu menutup matanya agar rasa sakitnya itu tidak terlalu sakit, tapi entah kenapa dia tidak merasakan apa-apa pada tubuhnya, pelan-pelan Sasuke membuka matanya nampak Naruto sedang menjaga tubujmhnya agar tidak jatuh

'Tampan' batin Sasuke sambil menatap kearah wajah Naruto, entah kenapa pipinya memanas saat melihat wajah tampan milik Naruto, tanpa sadar tangannya mulai bergerak lalu membelai wajah Naruto dengan tangannya

'Cantik' itu juga yang dilakukan oleh Naruto, tangannya juga membelai wajah Sasuke dengan lembut sambil merapikan poni milik Sasuke yang sedikit berantakan tadi, mereka melakukan itu sampai Sasuke terlebih dahulu tersadar dari acara belaiannya

Dengan sekejab mereka langsung menarik tangan mereka masing-masing, nampak wajah Naruto dan Sasuke menjadi merah saat mereka mengingat apa yang dilakukan oleh mereka tadi

"Maaf...kau tak apa-apa kan, teme" ucap Naruto yang pertama kali meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh Naruto tadi

"A-aku baik-baik s-saja" ucap Sasuke gugup karena masih mengingat kelakuan mereka tadi, 'kami...entah kenapa tanganku mengusap wajahnya tadi' batin Sasuke sambil merona, kejadian itu seakan terulang-ulang di pikirannya

Naruto hanya mengangguk saja mendengarnya, dirinya lalu melihat kearah kaki milik Sasuke, sudah pasti kaki sahabatnya itu terkilir, dengan sekuat tenaga Naruto lalu menggopong tubuh Sasuke membuat sahabatnya itu tersentak kaget

"Kyaaaa, apa yang kalu lakukan bodoh" ucap Sasuke yang protes dengan yang dilakukan oleh Naruto

"Membantu mu, kaki mu terkilir, ku rasa kau tidak bisa berjalan selama beberapa hari, ayo cepat, kita tidak punya waktu lagi, Erwin pasti sudah mencariku dari kemarin" ucap Naruto yang lalu melompat keluar lalu menaikkan Sasuke menuju kudanya

Sasuke ingin sekali protes, tapi dia tidak bisa melakukannya karena melihat kakinya juga terkilir, kalau tidak ada Naruto di sekitarnya pasti tidak ada yang mau membantunya karena memang tidak ada manusia diluar dinding selain mereka

Tanpa sadar tangan Sasuke melingkari punggung Naruto, wajahnya juga ia sandarkan pada punggung temannya itu, "maafkan aku Naruto"

"huh memang kau salah apa?" tanya Naruto sambil terus memacu kudanya lebih cepat agar mereka cepat sampai ke dalam dinding, dia rasa Sasuke tidak melakukan apapun pada dirinya, jadi kenapa sahabatnya itu meminta maaf padanya

"Aku yang tadi malam menyerangmu Naruto, ju kira itu musuh yangsedang berada diluar dinding" ucap Sasuke penuh penyesalan karena akibat dirinya Naruto harus terjatuh dan terbentur batu yang membuat Naruto langsung pingsan

Naruto hanya diam saja mendengarnya, jadi kemarin itu ulah Sasuke yah, ia sedikit memaklumi hal itu, suasana waktu itu sangat gelap bahkan oborpun tidak bisa menerangi sepenuhnya, jadi dia yakin Sasuke tidak melihat kalau itu adalah dirinya

"Tidak apa-apa, aku memaafkanmu teme" ucap Naruto sambil menoleh kebelakang sambil memberikan senyum lima jari miliknya yang membuat Sasuke merona saat melihat senyuman milik Naruto

Sedangkan dilain tempat, di dinding Trost sedang terjadi kekacauan yang diakibatkan oleh jebolnya dinding Trost akibat Titan Collosal yang muncul kembali, banyak para kadet baru panik, mereka tidak pernah merasakan hal ini pada hidup mereka

Dan parahnya lagi, para instruktur mereka memerintahkan para prajurit baru itu untuk berperang melindungi dinding Trost agar tidak terjadi seperti dahulu dimana dinding Maria tidak bisa dipulihkan kembali

"Ini mustahil Taichou!, kita tidak bisa membunuh mereka, mereka sangat banyak kaichou" ucap salah satu prajurit disana protes dengan perintah yang mereka dapatkan, ini sama saja mengorbankan hidup mereka saja

"Kalian harus melakukannya, aku harus mengontak Divisi lain agar bisa membantu memulihkan dinding Trost" ucap pemimpin mereka sambil berjalan keluar untuk mengontak para divisi yang berada di dalam dinding Sina meninggalkan semua prajurit baru tersebut

"Apa yang kau lakukan taichou, jangan tinggalkan kami"

"tolonglah kami taichou"

Itulah beberapa teriakan meminta agar instruktur mereka juga menolong mereka, tapi itu tidak digubris oleh instruktur tersebut, dirinya malah menghiraukan teriakan itu dan berjalan menuju HQ berada

"Apa yang harus kita lakukan sekarang" ucap Jean sambil memegang kepalanya pusing karena terlalu banyak memikirkan keadaan mereka sekarang, sekarang mereka dalam keadaan yang cukup bahaya, hanya tinggal para kadet baru saja disana yang masih selamat sedangkan prajurit lain mungkin sudah tewas di makan oleh para titan

"Dengar!, kita tidak boleh berdiam diri saja, jika kita hanya berada disini saja pastinya Titan juga akan mengincar gedung ini, jangan putus asa, aku pernah merasakan hal ini jadi korbankanlah jiwa ini!" ucap Eren menyemangati mereka

"Eren benar!, kita tidak bisa berdiam diri saja, ayo kita menyerang" ucap salah satu prajurit baru disana ikut memprovokasi mereka aamgar menghilangkan ketakutan yang saat ini mereka alami

Kembali lagi pada Naruto yang sekarang sudah sampai di dinfing trost, dia bisa melihat dinding itu sudah hancur dan para titan mulai masuk kedalam, 'Bagaimana hal ini bisa terjadi, siapa yang menjadi dalang hancur nya dinding Trost" gumam Naruto

Dirinya sangat tau jika dinding yang melindungi bangsa Eldian itu sangat kokoh dan hampir tidak bisa ditembus oleh titan biasa, jadi pasti yang membobol dinding ini bukanlah titan biasa tapi melainkan titan Shifter yang membobol dinding ini

"Naruto-kun, ada sekumpulan titan yang menuju kearah kita" ucap Sasuke yang tak sadar menambahi nama sahabatnya itu dengan suffix -kun

Naruto hanya mengangguk saja, dirinya lalu memegang pinggang Sasuke dari depan lalu dengan cepat Naruto melompat menuju dinding, beruntung bagi Naruto, kalau dia bukan ninja mungkin dirinya sekarang tidak bisa berjalan di dinding

Mereka lalu sampai di atas dinding, nampak di dalam dinding Trost, sudah banyak Titan yang sedang mencari mangsanya, dia lalu melihat kearah kearah para prajurit dati kejauhan, salah satu yang ia amati adalah Thomas Wagner yang saat ini menuju bangunan gereja, tapi sayang dia tertangkap dan termakan titan yang meloncat kearahnya membuat Naruto meringis

Dirinya lalu menatap kearah Sasuke yang sekarang ia dudukkan disebelahnya, dia lalu memegang kaki milik Sasuke berusaha untuk menghilangkan rasa sakit Sasuke akibat kakinya terkilir tadi, huh kenapa harus disituasi begini batin Naruto

"Aw...aw..aw..jangan keras-keras dong..aw" ucap Sasuke kesakitan

"Huh...kita harus cepat teme" ucap Naruto memberikan alasan kenapa Naruto sedikit keras mengobati Sasuke

"Baka..bukan begitu juga" ucap Sasuke protes pada Naruruto tapi di hiraukan oelh temannya itu

"Baiklah selesai kau tidak merasakan sakit kan sekarang"

"Hmmm sudah mendingan"

"Baiklah ayo cepat bergegas" ucap Naruto yang kemudain meloncat kearah bangunan satu ke bangunan lain disusul oleh Sasuke yang ada di belakangnya, dirinya harus cepat untuk menyelamatkan para kadet baru itu

Tak sengaja saat Naruto sedang melompat-melomoat ke bangunan lain dia melihat Armin tang sedang menangis tak berdaya di atap sendirian, "Armin dimanakah yang lain dan kenapa au sendiri, mana Eren dan Mikasa?"

"N-Naruto-san" gumam Armin terkejut melihat instruktur mereka yang dikabarkan menghilang dalam misi sekarang telah kembali

"Aku bertanya Armin, dimanakah yang lain" tanya Naruto kembali

Hening, Armin tidak menjawabnya melainkan hanya menundukkan kepalanya menutupi wajahnya, Naruto yang melihat wajah itu hanya diam mengerti, mereka pasti sudah dimakan oh para titan dan sekarang hanya menyisakan Armin saja

"Kami dari tim Eren, kami melaporkan kalau Thomas Wagner dan Eren Jeager telah tewas dimakan oleh para titan pak, yang masih hidup hanyalah aku Armin Alert dan juga Mina Carolina" ucap Armin sambil menunjuk kearah bawah dimana seorang perempuan sedang terjebak oleh para titan, Armin berusaha sekuat tenaga agar bisa melaporkan apa yang terjadi pada timnya sekarang

Mendengar itu dengan cepat Naruto melompat kearah para titan yang mengepung Mina disana, dia lalu menyiapkan pedangnya, bukan pedang bawaan 3D Manuever tapi berupa Katana yang ia keluarkandari Fuinjutsu penyimpanannya

Jrassh Jrassh Jrassh

Ketiga titan itu dengan cepat tumbang saat Naruto berada di tenguk mereka dengan gerakan berputar, dirinya lalu dengan cepat menggendong tubuh Mina lalu kembali keatas bangunan dimana Sasuke dan Armin berada

"Mina...kau tidak apa-apa" tanya Naruto dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Mina

Naruto lalu melihat kearah depan, mereka harus mencari Beberapa kadet yang masih hidup lalu membawa mereka ke tempat yang aman

"Ayo kita mencari yang lain Armin, Mina Sasuke"

TBC

Maaf kalau kalian lama menunggu, saya hanya menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan karya-karya ku kembali

Maafkan saya kalau hasil Chapter ini hanya sebatas ini, saya menulis 4K itu hanya satu hari kalau kalian tau, saya butuh istirahat dan merilekskan badan ku dulu afar aku bisa kembali fit untuk membuat Chapter lainnya di fic ku lainnya

Dan yap, saya akan menambahkan FemSasuke menjadi pair main Naruto, jadi jangan khawatir Mikasa masih akan menjadi pair Naruto

Jadi ini Harem Naruto

-Sakura Haruno

-Sasuke Uchiha (Sasuki)

-Mikasa Ackerman

-Krista Lenz

Maaf kalau ada kesalahan pada Chapter ini, saya, saya mohon maaf karena saya masuh amatiran tidak seperti senpai-senpai saya yang sudah berjaya dalam hal menulis

Oh jangan lupa untuk meninggalkan Reviews fav dan follow agar saya tau kalian menyukai fic ku

RayNaruKushi Out