Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto
.
.
.
Pairing : Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura
.
.
Story by : Hyuugadevit-Chery
.
.
Romance, Drama, Humor (maybe), friendshif, Hurt/comfort.
.
.
.
Warning : OOC, typo(s), bad fic, abal, alur kecepetan, gaje, pasaran,etc.
.
.
.
If you don't like, don't ever try to read
.
.
.
Karya Mu adalah Estetika Mu, so no plagiat..!
.
.
.
Enjoy okey ^^
.
.
.
"NOT PERFECT"
.
.
.
Summary : Setiap gadis yang menyukai seseorang akan menunjukan kelebihannya supaya terlihat sempurna di mata orang yang ia sukai. Tapi ... ia berbeda. Ia dengan ketidak sempurnaannya. Melihatnya, membuat ku bagaikan patung dalam pemahaman ini. Tapi percayalah kau adalah hal yang terindah...
.
.
.
"Jelaskan hubungan mu dengannya Saki!" Desak Ino.
Ia sungguh lega dan kesal disaat yang bersamaan.
Lega karena Sakura selamat, dan kesal karena yang menyelamatkannya pangeran es yang cuek tapi sebegitu perhatian pada sahabatnya ini. Dan sabahatnya ini tidak pernah bercerita apapun.
"Ia menciummu. Ia mencium bibir mu Saki" jerit Ino yang justru perkataan nya membuat kedua pipi Sakura memerah.
"Kau tau, wajahnya tadi sangat cemas dan lega saat kau sadar. Ia juga beraninya memerintahku untuk menggantikan pakaian mu"
Ino terus menggrutu atas apa yang terjadi dan terus meminta penjelasan Sakura mengenai tragedi tadi.
"I- Ino, aku sebenarnya menyukai Sasuke-kun. Ta-tapi, aku selalu merasa tidak pantas. Dan setiap di- dekatnya aku menjadi bodoh, konyol dan yang lainnya"
"Kun, bahkan kau sekarang memanggilnya dengan sufix Kun?" Tanya Ino lagi.
"Ck~ bukan begitu. Aku tetap memanggilnya Uchiha-san di hadapannya dan semua orang"
Sakura bercerita pada Ino mengenai perasaannya selama ini yang selalu ia berusaha sembunyikan.
Ia juga meminta maaf pada Ino karena tidak memberitahunya, karena ia khawatir Ino selalu sompral dan selalu keceplosan saat orang yang Sakura sukai berada dekat dengan mereka.
Tanpa Sakura dan Ino sadari Sasuke di balik pintu UKS mendengarkan semua percakapan mereka sedari tadi sambil menyeringai.
.
.
.
.
.
Keesokan hari nya Sakura sudah dapat memulai kembali aktifitas nya seperti biasa yaitu sekolah. Kejadian kemarin tak membuat Sakura mendapatkan cedera serius.
Setelah dua hari tak masuk sekolah rasanya ia sangat merindukan suasana sekolah.
Sebenarnya ia bukan rindu sekolah, tapi rindu seseorang yang menjadi teman sebangku nya.
Tapi saat ia masuk ke dalam kelas, yang ada di hadapannya sangat mengiris hatinya.
Uchiha Sasuke sedang dikelilingi para gadis cantik dan sexy.
Pandangan Sakura dan Sasuke pun bersibobrok. Tapi Sakura segera menundukan kepalanya.
Apalagi saat Karin, dkk memperhatikan Sakura dari bawah sampai atas dengan pandangan sinis.
Yahh, Sakura harus mulai terbiasa dengan pandangan orang- orang yang menatapnya dengan pandangan benci.
Semua ini akibat Uchiha Sasuke. Ya! Uchiha Sasuke telah membuat ia menjadi buah bibir KSHS beberapa hari ini akibat tragedi tenggelam dan penyelamatannya oleh pangeran es Uchiha Sasuke.
Saat hendak duduk di bangku pinggir Sasuke, Karin menariknya dan menyeretnya terpojok di tembok.
"Hee... beraninya duduk dekat Sasuke-kun huh?" Ucap Karin.
Sasuke segera berdiri dan melepaskan tangan Karin yang ada pada kerah baju Sakura.
Dengan cepat Sasuke menarik Sakura, dan mendudukan Sakura duduk di bangku sebelahnya.
"Pergilah, kalian sangat mengganggu" tegas Sasuke yang jengah dengan keadaan dan sikap Karin, dkk pada Sakura.
Mau tidak mau Karin, dkk yang mendapat perkataan Sasuke seperti itu langsung meninggalkan kelas 3A dengan wajah kesalnya.
.
.
.
.
"Uchiha-san..." belum Sakura menyelesaikan kalimatnya Sasuke telah memotong perkataannya.
"Sasuke. Panggil aku Sasuke" tegasnya.
"Aa.. ya. Arigatou Sasuke-kun. Berkat pertolongan mu kemarin, aku selamat"
"Hn" Sasuke tersenyum tipis, sangat tipis hingga Sakura pun tak menyadari Sasuke yang tersenyum ke arahnya dengan lembut.
.
.
.
.
.
"Berengsek, kau itu gadis yang biasa- biasa saja. Jelas aku dan kau cantik aku. Tapi kenapa kau yang ia bela Ha?"
Saat ini Sakura tengah di kepung oleh Karin, dkk. Mereka sangat iri dengan Sakura yang mendaptkan perhatian dari Sasuke.
Dan di sini lah Sakura di dalam gudang , dalam pembullyan Karin, dkk untuk melepaskan rasa kesal dan irinya.
Sakura yang pada dasarnya baru sembuh merasakan sakit pada kepalanya dan dingin. Ia yakin, pertahanannya sebentar lagi pasti akan runtuh.
Tapi apa yang bisa ia lakukan. Ia tak bisa berbuat apa- apa.
Ia terlalu lemas dengan kondisi nya yang belum benar- benar pulih. Belum lagi ia tidak boleh telat makan, karena ia memiliki catatan buruk mengenai pencernaannya atau dalam ilmu kedokteran disebut Magh.
"Siapapun, tolong aku" batin Sakura.
.
.
.
.
.
Tok... tokk... tokk...
Ckleekkk...
"Nagato -Nii-chan. Emm.. ada apa Nii-chan kemari?" Tanya Ino.
"Sakura. Sakura ada di sini ? Ia belum pulang, padahal hari sudah mulai malam"
Ya, Nagato saat ini mengunjungi Ino untuk menanyakan keberadaan Sakura. Adiknya tercinta yang menjelang malam belum pulang juga.
Ino sendiri mengatakan tidak tahu, karena ia pulang duluan.
Nagato semakin resah dan langsung pergi meninggalkan Ino yang masih bingung, tapi ia lekas menghubungi seseorang yang mungkin mengetahui keberadaan Sakura.
.
.
.
.
.
Brakkkk... brakkkk..braakkkk...
Saat ini Sasuke, Ino, Naruto, Shikamaru dan Sai tengah mencari keberadaan Sakura di Sekolah.
Sebenarnya ini hanya perkiraan Shikamaru. Yang tadi siang mendengar pembicaraan para fans Sasuke mengenai gudang sekolah.
.
.
.
Braakkk...
Terlihat seorang gadis bersurai merah muda tergeletak di lantai.
Sasuke segera menghampiri gadis itu. Dan benar saja.. ia adalah Sakura.
Sasuke tidak banyak bicara, ia langsung menggendongnya dan membawa Sakura menuju rumah sakit.
Ino juga langsung menghubungi keluarga Haruno, bahwa Sakura telah ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri.
.
.
.
Keluarga Haruno sampai di rumah sakit. Mereka benar- benar khawatir.
Terebih Nagato yang sangat menyayangi adik nya itu. Ia sangat takut adik satu-satunya itu kenapa-napa.
Dokter keluar dan mengatakan bahwa Sakura sekarang sudah baik- baik saja.
Penyakit lambung nya kambuh karena telat makan, dan ada beberapa memar pada bagian tubuh Sakura dan sudut bibir yang robek.
Sepertinya Sakura mengalami penyiksaan. Karena terdapat luka seperti bekas pukulan dan tamparan.
Semua keluarga Haruno cukup lega dengan selamatnya Sakura. Meskipun begitu, Nagato tidak akan tinggal diam.
Begitu pula Sasuke, yang sekarang sedang menahan emosi.
Sepertinya ia mengetahui siapa dalang di balik semua ini.
.
.
.
Ini sudah tiga hari Sakura dirawat. Keadaanya semakin hari semakin membaik.
Sasuke, Ino, Naruto, dkk tidak pernah absen untuk menengok Sakura setiap harinya. Mereka juga selalu menggantikan orang tua Sakura dan Nagato nii-chan yang sibuk bekerja untuk menjaga Sakura.
"Kau tau Saki, Karin dan kawan- kawan telah dikeluarkan dari KSHS. Nii-chan mu itu langsung menelpon pihak sekolah dan mengancam akan menuntut jika tidak segera dibereskan" Ino terus berceloteh mengenai Karin, dkk.
"Ckk... padahal ia baru satu bulan ini di angkat menjadi Jaksa. Tapi sudah berani mengancam orang" tutur Sakura yang terkesan malas dengan tindakan nii-chan nya yang menurut Sakura berlebihan.
Sakura melirik ke arah sofa, di sana Sasuke, Naruto, Sai, dan Shikamaru sedang mengobrol.
Onyx dan emerlad bertemu. Sakura langsung mengalihkan pandangannya.
Ia sangat malu sekali. Mengingat cerita Ino bahwa Sasuke sangat mengkhawatirkannya. Memarahi Karin, dkk dan tindakan- tindakan Sasuke lainnya.
Melihat Sakura seperti salah tingkah, membuat kedua sudut bibir Sasuke terangkat.
Entahlah, Sakura sepertinya memiliki magic yang membuat Sasuke selalu seperti ini.
.
.
.
Hari ini Sakura sudah mulai sekolah kembali. Ia sebenarnya takut sekali akan melakukan tindakan konyol lagi apabila berada di dekat Sasuke.
Tapi mau bagaimana lagi, jika harus pindah ia tidak mau. Ia merasa nyaman dan terbiasa dengan keberadaan Sasuke.
Saat memasuki kelas, semua orang menatapnya dengan pandangan menyesal.
Mereka menghampiri Sakura dan mengucapkan permintaan maaf karena tidak menengok dan yang lainnya.
Sakura sangat senang dengan semua itu. Ia bahagia, setidaknya.. meskipun kesan diawal memalukan, tapi sepertinya ia bisa memulainya lagi.
Ia melihat ke arah Sasuke yang sama sedang memandangnya. Entah kenapa Sakura tersenyum, yang justru membuat Sasuke sangat bahagia dan membalas senyuman Sakura.
.
.
.
"Ku kira kau hilang lagi"
Sakura tersentak mendengar suara baritone itu. Ia sangat tahu suara itu meskipun ia tak berbalik untuk melihat orang yang tengah berbicara padanya.
"K-kenapa kau kemari, S-Sasuke-kun?"
"Hn, mencari mu"
"Aku baik-baik saja. Tak perlu khawatir" jawabnya pelan nyaris tak terdengar.
Tapi Sakura akui, hatinya menghangat mengingat ucapan Sasuke yang mencarinya. Itu tandanya Sasuke mengkhawatirkannya.
Sakura dan Sasuke saat ini berada di atap sekolah. Sasuke mencari Sakura yang tak ia temukan di kantin, kelas Ino, atau pun taman belakang.
Dan ia merasa bersyukur saat menemukan Sakura di atap.
Sakura memandang Sasuke, ini pertama kalinya ia berani menatap Sasuke agak lama.
"Sakura kau tau, aku tak mudah mengatakan ini. Entah kau sadari atau tidak, entah kau akan mengerti atau tidak, tapi .. aku tak bisa menahanya lagi"
Sakura hanya mematung mendengar penuturan Sasuke. Sepertinya ia sudah dapat menebak akan kemana arah pembicaraan ini.
"Sakura aku menyukai mu, jadilah kekasih ku" pinta Sasuke dengan pandangan tulus penuh kehangatan.
Mata Sakura seketika membulat, dan tanpa ia sadari mulutnya terbuka membentuk huruf O.
Hal itu justru membuat Sasuke gemas dengan reaksi Sakura.
Tanpa aba- aba Sasuke menarik wajah Sakura mendekat dan melumat bibir pink itu dengan lembut dan penuh perasaan.
Sakura benar- benar kaget. Ia merasa tidak percaya dengan semua ini.
Sakura tahu bahwa ini bukan ciuman pertamanya dengan Sasuke, tapi saat itu ia sedang tak sadar, sedangkan sekarang ia sadar betul.
Selama ini ia kira hanya ia yang menaruh hati pada Sasuke. Tapi ternyata Sasuke pun begitu.
Sasuke adalah orang yang sangat sulit dipahami.
Saat ciuman itu terlepas, Sakura menundukan kepalanya dalam- dalam.
Ohh~ dan jangan lupa Sasuke pun segera mengalihkan pandandangannya ke arah lain untuk menyamarkan semburat merah pada kedua pipinya.
Sial. Ia benar- benar tidak bisa mengontrol diri apabila melihat Sakura yang menggemaskan seperti tadi.
"K-kau me-mencium ku lagi?" Yang justru ditanggapi Sasuke dengan mengecup kembali bibirnya dengan ringan.
"K-kenapa a-aku? Aa-aku ce-ceroboh, ko-konyol, me-menyebalkan, dan ketidak sempurnaan lainnya" ucap Sakura pelan bagai sebuah bisikan.
Sakura merutuki dirinya yang berbicara terbata. Biasanya ia akan berbicara lantang, seenak hati dan suara cemprengnya.
Tapi apabila sudah di hadapkan dengan pemuda bernama Uchiha Sasuke, ia akan sangat lemah.
Selain itu, sebenarnya ia sangat malu saat ini untuk memulai pembicaraan. Tapi mau sampai kapan saling berdiam diri? Sedang Sasuke terlihat tak berniat memulai kembali pembicaraan.
"Kau memang tak sempurna. Kau jauh dari kata sempurna, tapi bermakna. Entah kenapa aku mengagumi semua kelemahan mu. Semua terlihat indah di mata ku Sakura.
Ketika semua gadis melakukan yang terbaik dihadapanku, kau tidak. Justru kau terang- terangan menunjukan kekurangan mu. Kau memliliki estetika tersendiri Sakura"
Sasuke menatap Sakura dengan intens, Sakura pun menatapnya dengan ragu- ragu.
Sasuke tersenyum tipis. Ia rasa kewarasannya selalu hilang setiap di dekat Sakura. Image yang ia bangun selalu runtuh di dekat Sakura.
Sasuke memegang tangan Sakura. Ia dapat merasakan gadis itu sedang dalam keadaan gelisah, terbukti tangannya yang dingin.
"Sakura aku tanya sekali lagi, apakah kau mau menjadi kekasih ku?"
Sakura menatap Sasuke ragu- ragu. Dengan perlahan Sakura menganggukan kepalanya, dan langsung mendapatkan pelukan dari Sasuke.
.
.
.
Mencintai seseorang tidak hanya dengan melihat kesempurnaanya saja. Kadang kelemahan dari seseorang itulah yang justru menjadi daya tarik seseorang.
Cinta adalah hal yang terindah. Dengan ketidak sempurnaan seseorang yang memadu kasih akan menjadi sempurna dengan saling melengkapi.
Saling menutupi, dan semua akan terlihat sempurna saat sepasang kekasih bersama.
Jangan hanya mencintai kesempurnaan seseorang, tapi cintailah juga ketidak sempurnaanya.
-OWARI-
Kyaaa~ selesai juga ini fic *jingkrak- jingkrak*
Gini nih kalo lagi banyak ide yaaa banyak, sampe pusing mau nuangin ide yang mana dulu. Giliran ga ada ide yaa bener- bener dehh ... kosong melongpong T.T
Seneng banget bisa menyelesaikan fic ke 3 dhe-chan ini dan maaf kalo ending nya kengecewakan, dhe-chan bingung banget kalo mau buat ending T.T apalagi kalo inget WFY sama YKAWM belom kelarr T.T sedih banget, dhe-chan cicil dehh yaa atu atu dibuat end nya wkwk #gaje oiya Kaya nya fic dhe-chan mah SasuSaku semuaa yaa? Haha gomen ne, dhe-chan cinta banget sama mereka *terharu*
Balas review yook ^^
Rara : ini udah lanjut yaa ^^ makasih udah review yaa ;)
hideki himeko: hehe masa sih romamce banget yah? #ngefly ini udah last yaa ^^ makasih udah review dan udah ngikuti fic ini^^
DaunIlalangKuning: Haii Hallo ^^ jadi dhe-chan harus panggil kamu apa? Daun? Ilalang? Atau Kuning? XD #becanda konfliknya udah ketauan di cahp ini yaa ^^ makasih udah review dan udah ngikuti fic ini^^
SantiDwiMw: ini udah last yaa ^^ makasih udah review dan udah ngikuti fic ini^^
raizel's wife: Hai Raizel ^^ makasih buat pujiannya #blushing. Ehh masa sihh ? #senyum-senyum gaje hehe oke dehh;)) makasih udah review dan udah ngikuti fic ini ^^
me: ini udah update, maaf ga kilat yaa.. dhe-chan belum berguru jurus kilat sihh #ngaco#abaikan makasih udah review dan udah ngikuti fic ini^^
yamaken: makasih pujiannya, ia nihh emang dhe-chan buatnya juga di buru-buru jadi ceritanya juga kecepetan wkwk #gajelas makasih udah review dan udah ngikuti fic ini^^
zarachan: hehehe iyaa dong Sasu-kun paling keren sealam Anime wkwk#gajelas*abaikan makasih udah review dan udah ngikuti fic ini Zara-chan ^^
Guest: ano, ini udah lanjut yaa guest?
berryl uchiha: #blushing makasih pujiannya yaa ^^ iya ini last nya, dhe-chan akan bertapa dulu biar dapet wangsit terus mgebuat sequel nya dehb yaa wkwk XD makasih udah review dan udah ngikuti fic ini ^^
yoshimura arai males login : ini si Arai yaa ga login lagi , hahaha kalo Sasu-kun CPR kamu tar di Shanaro Saku-chan lohh wkwk XD ini udah last yaa ^^ makasih udah review dan udah ngikuti fic ini arai ^^
williewillydoo: jadi gimana nihh jadian ga? XD makasih udah review dan udah ngikuti fic ini ^^
dianarndraha: ya ampunnn #blushing makasih lohh pujian nya #masih blushing. Ini udah last ya:) makasih udah review dan udah ngikuti fic ini dian yaa ^^
Kucing genduttidur: ini udah last lohh T.T makasih udah review dan udah ngikuti fic ini yaa^^
echaNM: hahaha ini si echa ada aja yaa sebutan buat Sasu-kun wkwk XD ini udah last maaf kalo ngecewain T.T makasih udah review dan udah ngikuti fic ini yaa cha ^^
flower on the spring: ehem iya nihh emang so sweet mereka wkwk XD makasih udah review dan udah ngikuti fic ini ^^
LovelyLany: ckck iyaa nih tenang aja, Sasu-kun selalu bersama Saku-chan #eh ngomong apa. Ini udah last yaa nee-chan ^^ aaaa~ ya ampunn #blushing #seneng banget . Dhe-chan selalu semangat hehe:D makasih udah review dan udah ngikuti fic ini nee-chan ^^
Uchiha Javaraz: maaf yaa cuma dikit, dhe-chan udah berusaha buka otak dhd-chan tapi tetep aja cuma segini idd yang munculnya T.T makasih udah review dan udah ngikuti fic ini ^^
Hoshi Riri: upsss maaf tidak bermaksud :( jangan baper yaa #tepuk tepuk pundak ri-chan aaaa masa iya ngobatin? #bersemu merah. Ini udah next yaa:D makasih udah review dan udah ngikuti fic ini yaa Ri-chan ^^
UchiHaruno Sya-Chan: hahaha ntar di Shanaro Sakura lohh Sya-Chan:-D aduhhh aduhhh, ngfly nihh #blushing ini udah last yaa maaf kalo ngecewain T.T makasih udah review dan udah ngikuti fic ini yaa Sya-chan ^^
sjxjs : Jahahaha :-D iya dong emang so sweet nih Sasu-kun XD mmm nah gimana nih? Mereka jadian kan kan ? :-D hehehe do'akan aja yaa biar dhe-chan di kasih wangsit bikin sequelnya hehe:-D makasih udah review dan udah ngikuti fic ini yaa Selvy ^^
arigatou buat yang udah fav&foll, silent reader, and yang review... dhe-chan tanpa kalian ga ada apa apanya. Dhe-chan sayang semuanya ({})
