Title : CAN'T YOU JUST LOOK AT ME?

Genre : Romance, Yaoi

Rate : T

Cast : KyuMin, HaeHyuk, other member suju

Disclaimer : milik orang tua masing-masing, milik Tuhan.

Author note : THIS FANFICTION IS YAOI / BOYS LOVE! DON'T LIKE DON'T READ! DON'T BASH MY CAST!

Mian kalau ada typo dan sedikit OOC...

Summary : Ada seorang pria yang mencintaimu. Pria itu mencintaimu dengan sepenuh hatinya. Setiap hari, seperti bayangan, dia mengikutimu kemana-mana. Dia tersenyum pada dunia, padahal di dalam hatinya dia menangis. Berapa lama… berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini saja sendirian? Cinta yang datang seperti angin ini, cinta yang menyedihkan ini. Jika aku tetap menunggu seperti ini, akankah kau jatuh cinta padaku? Mendekatlah padaku sedikit lagi, sedikit saja. Jika aku maju satu langkah, kau mundur dua langkah ke belakang. Aku, yang mencintaimu, bahkan di saat aku berada di sampingmu seperti sekarang.


:::

CHAPTER III

:::

Kyuhyun's POV

Aku menatap pemandangan kota Seoul dari atas atap apartemen. Tempat kesukaanku untuk menyendiri. Bukan aku saja. Hyukjae hyung juga sering kesini kalau dia sedang bermasalah dengan suami ikannya itu. Melihatnya berkeluh kesah aku hampir ingin tertawa. Kulit luarnya saja yang sok tidak perhatian, tapi di dalamnya seperti anak kecil. Dia bahkan bisa cemburu untuk hal sederhana sekalipun.

"Aish, Kyu, setiap aku ada masalah kenapa kau selalu muncul?"

Aku tertawa mendengar suara cemprengnya itu. Benar dugaanku, dia akan muncul lagi malam ini.

"Ah, berarti kita jodoh, Nyonya Lee," gurauku.

"Jangan bercanda. Kau sedang ada masalah, Kyu?"

"Tidak hyung."

"Jangan bohong! Tertera jelas di wajahmu kalau kau itu memang ada masalah!" ujarnya.

"Ne, aku ada masalah," jawabku akhirnya. Tahu bahwa sia-sia saja adu argumen dengan monyet satu ini.

"Ayo cerita! Kali ini gantian!"

Aku menghembuskan nafas dan menatapnya.

"Aku jatuh cinta."

"Woa… chukhahae!" serunya. "Tapi kenapa tampangmu sedih begitu, Kyu?"

"Karena dia... menyukai namja lain." Suamimu, lanjutku dalam hati.

"Begitu? Lalu apa yang akan kau lakukan?"

"Memaksanya berbalik arah dan menatapku?"


Hari kelima belasku menjadi pengamat pribadinya. Kali ini dia sedang berlatih keras untuk penampilan akhir tahun seminggu lagi.

Dia masih menari dengan lincah mengikuti irama lagu debut mereka, tapi tiba-tiba saja dia terjatuh ke lantai sambil memegangi kakinya. Refleks aku berlari masuk ke dalam ruangan dan langsung menggendong tubuhnya menepi.

"Kyuhyun," gumamnya tercekat.

"Gwaenchana? Aigoo, hyung membuatku ketakutan setengah mati."

"Aku tidak apa-apa, hanya salah gerakan saja. Tidak keseleo juga. Kau tidak usah khawatir."

"Kyuhyun sedang apa disini?" tanya Ryewook yang berdiri di belakangku.

Aku menggaruk kepalaku salah tingkah, tidak tahu harus berkata apa.

"Aku… eh… kebetulan sedang lewat dan ternyata aku melihat Sungmin hyung jatuh, jadi…."

"Kalian latihan saja, aku tidak apa-apa," potong Sungmin, karena member-membernya masih menatapku penasaran.

Mereka berempat mengangguk dan meninggalkan kami di sudut ruangan berdua.

"Jadi… apa yang sedang kau lakukan sebenarnya?"

Aku tersenyum dan mengulurkan tanganku, mengusap keringat yang menetes di keningnya.

"Kau memang tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu?" tanyaku retoris. "Aku tahu kau tidak bodoh, Lee Sungmin ssi. Aku selalu memperhatikanmu setiap hari, tidak mungkin kau tidak sadar. Ini hari kelima belasku mencintaimu, jadi pertimbangkanlah perasaanku baik-baik," ujarku serius.

Aku bangkit berdiri dan mengelus rambutnya pelan.

"Annyeonghi gaseyo!" pamitku ke arah para member dan berlalu pergi.

Sudah terang-terangan seperti ini, masih sulitkah untuk mencoba belajar menatapku?


Han namja kka keudaereul saranghamnida

Keu namjaneun yeolshimhi saranghamnida

Maeil keurimjacheoreom keudaereul ttara tanimyeo

Keu namjaneun useumyeo ulkko isseoyo

(Ada seorang pria yang mencintaimu

Pria itu mencintaimu dengan sepenuh hatinya

Setiap hari, seperti bayangan, dia mengikutimu kemana-mana

Dia tersenyum pada dunia, padahal di dalam hatinya dia menangis)

Eolmana eolmana teo neoreul

Ireoke baraman bomyeo honja

I paramgateun sarang i keojigateun sarang

Kyesokhaeya niga nareul saranghagenni

Jogeumman gakka i wah jogeumman

Han bal tagakamyeon tu bal domangganeun

Neol saranghaneun nal chigeumdo yeope isseo

Keu namjan umnida

(Berapa lama… berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini saja sendirian?

Cinta yang datang seperti angin ini, cinta yang menyedihkan ini

Jika aku tetap menunggu seperti ini, akankah kau jatuh cinta padaku?

Mendekatlah padaku sedikit lagi, sedikit saja

Jika aku maju satu langkah, kau mundur dua langkah ke belakang

Aku, yang mencintaimu, bahkan di saat aku berada di sampingmu seperti sekarang

Pria itu menangis….)

Keu namjaneun seongkyeogi soshimhamnida

Keuraeseo unneun peobeul baewotomnida

Chinhan chinguegedo mothaneun yaegika manheun

Keu namjaye maeumeun sangcheo tuseongi

(Pria itu sangat pemalu

Jadi dia belajar bagaimana caranya tertawa

Begitu banyak hal yang tidak bisa dia ceritakan bahkan kepada teman terdekatnya sekalipun

Hati pria itu penuh luka)

Keuraeseo keu namjaneun keudael

Neol saranghaetdaeyo ttokkataseo

Tto hana gateun pabo tto hana gateun pabo

Hanbeon nareuranajugo kamyeon andwehyo

Nan sarangbadko shipeo keudaeyeo

Maeil sogeuroman kaseum sogeuroman

Sorireul jireumyeo keu namjaneunoneuldo keu yeope itdeyo

(Jadi pria itu berkata bahwa dia mencintaimu karena kalian berdua sama

Kalian berdua sepasang idiot, sepasang idiot

Salahkah jika aku memintamu untuk memelukku sekali saja sebelum kau pergi?

Aku ingin dicintai… olehmu…

Setiap hari dalam hatiku… dalam hatiku…

Aku berteriak…

Pria itu bahkan tetap bertahan di sampingmu sekarang)

Keu namjaga naraneun geonanayo

Almyeonseodo ireoneun geonanijyo

Moreulkeoya keudaen pabonikka

(Tahukah kau bahwa pria itu adalah aku?

Jangan bilang bahwa kau tahu tapi tetap melakukan semua ini padaku

Tapi kau mungkin tidak tahu… karena sayangku, kau seorang idiot)

Eolmana eolmana teo neoreul

Ireoke baraman bomyeo honja

I pabo gateun sarang i geoji gateun sarang

Kyesokhaeya niga nareul saranghagenni

Jogeumman gakkayi wah jogeumman

Han bal dagakamyeon du bal tomankkaneun

Neol saranghaneun nal chigeumdo yeope isseo

Keu namjan umnida

(Berapa lama… berapa lama lagi aku harus melihatmu seperti ini saja sendirian?

Cinta yang bodoh ini… cinta yang menyedihkan ini

Jika aku tetap menunggu seperti ini, akankah kau jatuh cinta padaku?

Mendekatlah padaku sedikit lagi, sedikit saja

Jika aku maju satu langkah, kau mundur dua langkah ke belakang

Aku, yang mencintaimu, bahkan di saat aku berada di sampingmu seperti sekarang

Pria itu menangis….)


Sungmin'S POV

Aku terpaku syok setelah dia menghilang dari balik pintu. Aigoo, apa-apaan itu tadi?

"Hyung, wajahmu merah sekali. Kau kenapa?" tanya Kibum heran.

"Ani," jawabku gugup.

"Kyuhyun itu naksir padamu, ya?" ujar Ryeowook dengan wajah serius.

"Kenapa kau bisa berpikir begitu?"

"Karena terlihat jelas sekali, hyung. Lagipula aku sering melihat Kyuhyun mengintaimu diam-diam dari balik pintu. Sudahlah, terima saja dia. Dia juga tampan dan baik. Kau harus menerima bahwa Lee Donghae-mu itu sudah menikah dan sangat mencintai istrinya, hyung."

Aku terdiam. Benarkah sudah waktunya aku berhenti dan mulai belajar menatap namja itu?

...

TBC

...


Annyeong chingudeul...

mianhae kali ini cerita-a pendek karna aku memasukan lagu dri summary yang aku buat..

hehehehe :)

oh..ya gomawo buat yang udah sempetin baca dan memberi review-a...

aku akn membalas review kali di chapter akhir aja...kemungkinan certa ini tinggal 2 ato 3 chapter lagi...

Last..

Review please...