SATU… DUA… SATU… DUA…

Suara berisik siapa sih itu! Benar-benar mengganggu mimpi indahku. Hn!

Tanpa pikir panjang, aku segera beranjak dari kasurku yang empuk. Karena aku harus melihat siapa yang sudah membuat keributan dipagi hari yang cerah ini.

Aku berjalan menuju balkon karena suara berisik itu terdengar dari balkon, tepatnya balkon tetangga.

Tunggu dulu! Balkon tetangga! Berarti suara itu adalah suara si 'banci'!

"Heh banci! Diam! Suaramu itu berisik sekali tau!" protesku.

Tentu saja aku protes! Karena gara-gara dia aku harus bangun pagi di hari Minggu tercintaku,

"Siapa yang kau panggil 'banci'?!" sahutnya,

"Kau lah!"

"Heh! Beraninya kau menyebutku banci! Aku ini laki-laki tulen tau!" geramnya,

"Masa bodo! Sebaiknnya kau diam! Aku mau tidur!"

"Kau mau tidur lagi?! Dasar kebo betina"

"APA KATAMU?! Kebo betina! Enak saja, aku yang cantik jelita cetar membahana badai halilintar ini kau sebut KEBO BETINA!" amarahku meluap,

"Memang benar! Kau itu kebo betina. Lihat saja ini sudah jam berapa? Jam 10:00! Kau masih belum puas tidur. Terlalu!" ejeknya,

"Hn! Terserah apa katamu lah sana! Aku mau tidur! Dan… sebaiknya kau diam kalau kau tidak mau kena sial!" ancamku,

"Kau mengancamku!? Coba saja kalau berani!" . Dia meremehkanku rupanya heh… baiklah lihat saja besok. Kau akan ku kerjai habis-habisan. HA HA HA HA…

.

.

Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu © Koge Donbo

Warning: OC, OOC, banyak skip time, TYPO

Genre: Friendship, Romance, Kingdom, Little Drama ( may be )

Chara: all KK ( may be )

Rate: T

.

.

Dan sampailah dihari Senin, dan memulai sekolah kembali seperti biasanya.

Tidak akan ku lupakan si 'banci' yang sudah mengganggu hari Minggu ku itu, dan dia juga sudah meremehkanku. Aku pastikan hari ini dia akan menyesal karena telah meremehkan Putri Yumi. HAHAHAHA.

"Ohayou Kazune-kun!" terdengar suara Himeka yang sedang menegur si 'banci',

"Ohayou." Ya ampun benar-benar dingin sekali dia, sangat berbeda jika dia saat berada di apartemen.

Aku hanya duduk sambil mengamati dia, dan…

DUK

Dengan mulusnya dia duduk dikursinya yang sudah aku taburi sambal super pedas buatan ibu kantin yang dijuluki si 'Ratu Sambal Pedas'.

"Kenapa kau menatapku dengan tatapan seperti sedang menahan tawa seperti itu, heh?" ucapnya terheran namun dengan ekspresi yang datar.

1 2 … 3

"Emm…" erangnya, mungkin karena sambal si 'Ratu Sambal Pedas' sudah bereaksi,

"Kau kenapa Kazune-kun?" tanya Michi,

"Aku seperti merasa tidak enak dibagian 'bokong'ku." Jelasnya,

"Eeeh! Kok bisa?" tanya Himeka,

"WAAAAH! AKU SUDAH TIDAK TAHAN LAGI, BOKONG KU SEPERTI TERBAKAR!" jeritnya kepanasan,

"KAU! PASTI KAU YANG MELAKUKAN SEMUA INI! BENARKAN!?" ucapnya sambil menunjukku dengan sebelah tangannya ,

"EEH! Enak saja! Jangan sembarangan menuduhku!" belaku berpura-pura,

"MENGAKU SAJA! INI SEMUA KAU YANG MELAKUKANNYA KAN. KARENA TIDAK MUNGKIN HIMEKA DAN NISHIKIORI YANG MELAKUKANNYA!"

"HN! Kalau memang iya, kenapa? Mau marah? Silahkan. Itulah akibatnya karena kau telah meremehkan Putri Yu- maksudku Hanazono Karin. Hahaha!"

"Sialan kau! Tunggu saja pembalasanku nanti!" ancamnya… dan WUSSS dengan sekejap dia langsung menghilang dari pandanganku. Yaa.. mungkin dia pergi ke toilet.

"Waah… kau kejam sekali Hanazono-san." Ucap Michi,

"Iya benar, kasihan Kazune-kun." Ucap Himeka pula,

"Biar saja! Siapa suruh dia menggangguku. Itulah akibatnya kalau menggangguku."

"Tapi kan jangan sampai segitunya juga." Sahut Himeka,

"Kau harus minta maaf, Hanazono-san!" perintah Michi,

"Kenapa aku yang harus minta maaf!?"

"Karena kau telah menjailinya." Sambung Michi dengan senyumnya yang khas,

"Tidak mau, seharusnya dia dulu yang minta maaf padaku. Karena sudah menggangguku."

"Dia mengganggumu, karena dia tertarik padamu. Karin-chan." Ucap Himeka,

"Tertarik padaku? Yang benar saja, itu tidak mungkin." Sahut ku,

"Tapi hal itu mungkin saja kan." Ucap Michi dengan entengnya,

"Pokoknya kau harus minta maaf, Karin-chan!" tegas Himeka,

"Harus, Hanazono-san!" dukung Michi pada Himeka. Lama kelamaan aku tidak kuat dengan tatapan memohon super aneh mereka, dengan sangat terpaksa aku harus mengalah,

"Haah… Baiklah, tapi ini semua karena kalian yang memaksa!" tegasku

"Yatta!" ucap mereka bersaman dan sangat kompak seakan-akan hal ini sudah diatur sebelumnya, benar benar pasangan yang serari namun agak licik juga, sih.

.

.

TENG TONG TENG TONG

Waktu istirahat pun telah tiba, dan aku pun didorong paksa oleh pasangan 'licik' ini menuju tempat si banci berada.

Tempat si banci itu berada adalah ditaman belakang sekolah.

Setelah mendorongku dengan paksa mereka segera berlari menginggalkanku ber'duaan' dengan si banci ini, menyebalkan!

"EHM!" hanya dengan sekali ber'ehem' dia langsung menatapka dengan tatapan yang super dingin. Iih ngeri,

"Apa!?" busyeeet, serem banget woyy. Tapi aku mencoba untuk memberanikan diri mendekatinya dan berkata…

.

.

.

.

"A-aku minta maaf." Dia membelalakan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar tadi,

"Apa katamu tadi…" kamvret nih orang, sengajanya ketahuaan banget,

"Aku bilang 'Aku minta maaf' soal kejadian tadi pagi!" ucapku dengan menahan amarahku,

"Apa kau bersungguh-sungguh?" ucapnya 'sok' polos,

"Hhh, ya, aku bersungguh-sungguh." Sahutku dengan bosaaannya.

Lalu tangannya terakat dan mennyentuh tepatnya sekarang ini dia menggenggam pergelangan tanganku, dan menarikku untuk lebih dekat dengannya. Spontan saja aku langsung terduduk dipangkuannya saat setelah dia menarikku. Ia memandangku dalam dengan sepasang bola mata berwarna biru sapphire . ini aneh! Seharusnya aku bisa melihat masa depannya hanya dengan menatap matanya, tapi… tapi aku sama sekali tidak bisa melihatnya! Aku tidak bisa melihat masa depannya sama sekali melalui matanya!

Apa jangan-jangan sihirku juga telah disegel selama aku ada di bumi, tapi… inikan memang sudah bawaan dari lahir dan hal itu juga bukan sihir. Sungguh, ini aneh!

"Aku akan memaafkanmu jika kau mau menjawab dengan jujur pertanyaan dariku." Ucapnya berbisik dengan 'lembut' padaku,

DEG

DEG

DEG

Kenapa tiba-tiba jantungku jadi berdebar-debar seperti ini!...

"A-a-a-ap-apa?" tanyaku gugup, dan kenapa sekarang aku juga mulai gugup. Ini benar-benar persaan yang aneh,

"Siapa kau sebenarnya?"

.

.

.

To be continue

Yaahoo… minna-san sudah lama sekali Cherry menghilang dari dunia per'ff' an. Hontou gomennasai.

So… gimana dengan chap yang satu ini, mohon saran-saran nya ne minna-san. Oia Cherry juga menerima request untuk ide chap selanjutnya. Mohon bantuannya ne!

Jaa~