Title : Love for You (Special Chapter)

Genre : GS, Romance

Rated : T+

Length : Multichap

Cast :

- Kim Jong Woon (Yesung)

- Kim Ryeo Wook

- Cho Kyu Hyun

- Kim Jong Jin

- Lee Dong Hae

- The other.. ^^

Disclaimer : Just Don't Bash and Don't copas without my permission.. J

Warning : My first NC's story.. Jadi,, mian kalo gak sesuai keinginan kalian.. :D

Summary : Aku memandangmu, masih dengan tidak percaya. Tidak percaya jika hari ini akan datang, tidak percaya jika aku bisa menyentuhmu, dan juga tidak percaya bahwa pada akhirnya aku bisa memilikimu. Dan ini ajaib menurutku. Ajaib ketika kau meyakinkanku bahwa apa yang kualami saat ini adalah nyata.

.

.

.

.

.

Special Chap

.

.

.

.

.

Previous~

"Biasanya jika wanita mual di pagi dan malam hari, itu tandanya dia hamil, kan?" Ryeowook menatap Yesung dengan air mata yang terus mengalir. Matanya pun memancarkan sebuah kekecewaan dan harapan yang besar.

"Wookie-ah~"

"Pokoknya aku tidak mau menebus resep itu! Shireo~"

Yesung memeluk Ryeowook erat. "Uljima~ Gwaenchana, eoh? Mungkin belum saatnya.. Bersabarlah. Aku masih di sini.." bujuk Yesung.

Tak dapat dipungkiri bahwa namja itu pun sedikit kecewa dengan hasil pemeriksaan dokter tadi.

"Shireo.." racau Ryeowook dalam pelukan Yesung.

Yeoja itu terus saja menangis.

.

.

.

.

.

Chapter 3

.

.

.

.

.

Author PoV

Yesung menatap Ryeowook yang tertidur sambil memeluk pinggangnya di sampingnya.

Mata wanita itu membengkak dan terdapat jejak air mata di kedua pipinya, bahkan sisa isakan itu masih terdengar.

Yesung mengusap pipi yang memerah itu sesaat lalu memeluknya erat.

Hari telah pagi, tapi Yesung enggan membangunkan istrinya yang masih terlelap itu.

Ryeowook memang menangis seharian setelah pulang dari rumah sakit. Yeoja itu sangat kecewa menerima hasil pemeriksaan yang menyatakan dia hanya kelelahan tanpa ada kabar bahagia. Mungkin dia terlalu mengharapkan adanya sebuah kehidupan di perutnya.

Dan sang suami? Namja tampan itu juga sama kecewanya, tetapi dia mencoba untuk menerimanya. Dia mencoba untuk kuat untuk istrinya.

"Aku mencintaimu, Kim Ryeowook. Sangat mencintaimu.." ucap Yesung lirih sambil mengecup pucuk kepala Ryeowook.

"Eh?" Yesung terkejut saat menyadari sesuatu.

Ia menyentuh dahi Ryeowook dengan telapak tangannya. "Astaga! Sejak kapan kau demam?" kata Yesung panik.

Perlahan diturunkannya tangan Ryeowook dari perutnya, lalu dengan cepat ia melesat ke dapur untuk mengambil bahan untuk mengompres istrinya.

Namja itu pun kembali dengan sebaskom air dingin dan handuk kecil.

"Oppa?" Ryeowook yang baru bangun mencoba untuk duduk.

"Tidur saja! Jangan bergerak!" titah Yesung sambil berjalan menghampirinya dan mengompres dahi Ryeowook. "Mengapa bisa seperti ini?"

Ryeowook hanya memperhatikan Yesung dalam diam.

"Ada apa denganmu? Kenapa kau bisa sakit begini?" racau Yesung.

"Mianhae.." lirih Ryeowook.

Yesung menatap Ryeowook lekat. "Untuk apa kau meminta maaf padaku?" tanyanya lembut.

"Karena sudah merepotkan oppa dan…" Ryeowook terdiam sejenak. "Dan aku sudah mengecewakan oppa…" lanjutnya.

Yesung tersenyum. Namja itu mengecup bibir istrinya sekilas. "Kau tidak pernah membuatku kecewa, Kim Ryeowook."

"Tapi…"

"Wookie-ah~" Yesung memotong ucapan Ryeowook dan menggenggam jemari Ryeowook erat lalu menatap istrinya itu.

Air mata Ryeowook kembali menetes. "Mianhae…"

"Wookie-ah.. Kita pasti akan memilikinya, tapi mungkin bukan sekarang. Uljima, eoh?" kata Yesung meyakinkan.

"Tapi aku ingin…"

"Ara~ Aku juga. Tapi kita harus bersabar. Tuhan pasti memberikannya untuk kita. Tersenyumlah, chagi.." Yesung mengusap air mata yang membasahi kedua pipi Ryeowook. "Aku mohon, jangan menangis lagi, eoh?"

Ryeowook pun tersenyum samar. Yesung ikut tersenyum.

"Begini lebih baik.."

"HOEK!" Ryeowook menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Eoh? Kau ingin memuntahkan sesuatu?"

Ryeowook menggeleng. "Hanya mual, tapi sejak kemarin aku tidak memuntahkan apa pun. Kepalaku pusing," kata Ryeowook yang terdengar manja.

"Kau mau minum obat?"

Ryeowook mendelik sebal. "Aku sudah bilang aku tidak mau minum obat apa pun!"

"Tapi jika tidak meminum obat, bagaimana kau bisa sembuh?" bujuk Yesung.

"Pokoknya aku tidak mau!" tegas Ryeowook sambil memalingkan wajahnya.

Yesung menghela nafas pasrah. "Arasseo.."

Ryeowook kembali menatap Yesung. "Buatkan aku bubur.." pintanya tiba-tiba.

"Ne?"

"Buatkan bubur untukku, setelah itu aku pasti akan merasa lebih baik.."

"Baiklah.. Akan kubelikan untukmu.."

"Buatkan! Aku meminta bubur buatan oppa, bukan buatan orang lain!" sergah Ryeowook ketus.

Yesung tersenyum. "Aku tidak pandai memasak sepertimu…"

"Aku tidak mau tahu! Jika bukan bubur buatan oppa, aku tidak mau makan!" ancam Ryewook.

Yesung terkekeh. "Arasseo~ Aku akan memasaknya untukmu."

CHU~

Yesung menempelkan bibirnya pada bibir Ryeowook sebelum beranjak keluar kamar menuju dapur.

Ryeowook tersenyum sekilas, lalu mencoba memejamkan kedua matanya.

.

.

.

Setelah memakan waktu kurang dari 30 menit, akhirnya Yesung menyelesaikan tugasnya –memasak bubur untuk Ryeowook- dan kembali masuk ke dalam kamarnya dengan membawa bubur tersebut.

"Cha! Buburnya sudah siap!" seru Yesung. Namun namja itu terpaku saat melihat Ryeowook yang tengah tertidur pulas di atas ranjangnya.

Namja itu tersenyum. "Aku seperti sedang dikerjai," gumamnya. Namun namja itu tetap mendekat ke arah ranjangnya dan meletakkan nampan yang sejak tadi dibawanya ke atas meja.

Yesung membetulkan selimut yang digunakan Ryeowook dan duduk di sisi ranjang. Tangannya bergerak menuju perut Ryeowook yang tertutup selimut. Namja tersebut tersenyum tipis.

"Suatu saat di sini pasti ada kehidupan, kan?" lirihnya.

"Noona! Aku datang!" suara seseorang yang baru saja masuk mengalihkan perhatian Yesung. Namja itu pun keluar kamar.

"Jongjin-ah, jangan berisik! Noonamu sedang sakit," kata Yesung.

"Jinjja? Noona sakit?" Jongjin langsung melesat ke dalam kamar diikuti Yesung.

"Dia demam. Apa kau sudah membawanya ke dokter?" tanya Jongjin cemas.

"Kemarin. Kata dokter dia hanya kelelahan."

"Apa dia sudah makan? Sudah minum obat?"

"Tadi dia menyuruhku membuatkan bubur, tapi dia malah tertidur. Dan dia tidak mau minum obat meski sudah kupaksa."

"Jeongmalyo? Aish! Kenapa bisa seperti ini? Apa demamnya menurun?"

Yesung menggelengkan kepalanya.

"Aku akan menghubungi dokter Nam!" kata Jongjin.

"Mwo? Untuk apa?" tanya Yesung heran.

"Untuk memeriksanya lagi. Dokter Nam kan dokter keluarga kita, hyung. Siapa tahu dokter yang kemarin itu hanya sembarangan memeriksanya.." ujar Jongjin sambil mencari nomor ponsel dokter yang ingin dihubunginya.

"Tidak perlu.. Wookie tidak akan mau.."

Jongjin mendelik sebal ke arah Yesung.

"Arasseo.. Terserah! Aku tidak ikut campur jika nanti dia marah," kata Yesung pasrah.

"Dia tidak akan memarahiku. Aku akan memanggil eomma," sahut Jongjin dengan polosnya.

"Mwo?! Ya! Untuk apa kau menghubungi eomma?"

"Wae? Kau takut dimarahi?" tanya Jongjin asal.

Yesung terdiam sejenak. "Bukan begitu.. Hanya saja.. Apa kau tidak merasa ini akan membuatnya cemas?"

"Kau akan sangat dimarahi jika nanti eomma datang saat melihat noona sakit, tapi kau tidak memberitahunya!"

"Yaish!" gerutu Yesung.

"Eoh. Yeoboseyo, Dokter Nam!"

.

.

.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Ny. Kim yang terlihat cemas pada dokter yang baru saja melepas stetoskopnya.

"Kurasa menantu anda memang kelelahan. Tapi untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita melakukan pemariksaan lebih lanjut. Saya akan mengambil sampel darah dan urinenya," ujar sang dokter.

"Baiklah. Lakukan apapun asalkan dia sembuh," kata Ny. Kim lagi.

"Eomma~ Aku tidak apa-apa.." ucap Ryeowook yang sejak tadi hanya diam. Yeoja itu sudah bangun saat dokter Nam datang bersama mertuanya tadi.

"Ani! Kau terlihat amat lemah dan pucat," kata Ny. Kim tegas.

"Gwaenchana.." Yesung yang duduk di sisi ranjang mengusap kepala Ryeowook sambil tersenyum lembut.

"Kalau begitu, bisa saya mengambil sampel darah dan urine anda sekarang?" tanya dokter Nam.

Ryeowook mengangguk. Yesung membantunya menuntun ke kamar mandi.

Setelah 5 menit, Yesung menyerahkan botol kecil yang telah berisi itu pada dokter. Lalu dokter Nam mengambil sedikit darah Ryeowook.

"Cha! Sudah selesai. Saya akan memberi kabar dua hari lagi. Ku dengar anda tidak ingin mengkonsumsi obat, jadi kusarankan anda perbanyak memakan sayuran dan buah serta meminum jus," pesan dokter itu seraya merapikan peralatannnya.

Ryeowook mengangguk paham.

"Baiklah. Kalau begitu. Saya pamit dulu," pamit dokter Nam.

"Gamsahamnida.." ucap Ryeowook.

"Jongjin-ah. Tolong antarkan dokter Nam sampai ke rumah sakit, ne?" titah Ny. Kim.

"Arasseo, eomma," sahut Jongjin.

"Jeongmal gamsahamnida," ucap Ny. Kim lagi.

Setelah itu tinggallah hanya pasangan suami-istri dan seorang eomma di sana.

"Kim Jongwoon! Apa yang kau lakukan sampai istrimu bisa sakit seperti ini, huh?!" cecar Ny. Kim.

"Mwo? Aku tidak melakukan apa-apa!" tukas Yesung sambil membantu Ryeowook membetulkan selimut tebalnya.

"Gwaenchana, eomma. Oppa tidak melakukan apa-apa padaku. Oppa baik. Aku hanya lelah," bela Ryeowook.

"Kau selalu membelanya! Makanya dia merasa aman," ucap sang eomma sebal.

Ryeowook terkekeh melihat Yesung yang merengut. "Oppa memang menjagaku dengan baik."

"Hah~ Baiklah… Eomma akan memaafkanmu kali ini karena istrimu sangat baik. Tapi jika lain kali eomma melihatnya sakit lagi, eomma akan menghukummu!" ancam Ny. Kim. "Sekarang, eomma akan memasak sup untukmu. Bagaimana?" tanya Ny. Kim dengan lembut pada Ryeowook.

Ryeowook tersenyum dan mengangguk.

.

.

Ooo

.

.

Dua hari telah berlalu. Kondisi Ryeowook sudah membaik. Dan Yesung dengan sabar menemaninya. Seperti saat ini. Yesung dengan telaten menyuapi istrinya itu.

"Aku kenyang.." ucap Ryeowook manja.

"Baiklah. Kalau begitu sekarang waktumu untuk mandi. Mau ku mandikan?" goda Yesung.

"Ish! Dasar pervert. Aku mandi sendiri saja!" tukas Ryeowook.

Yesung tertawa renyah. "Arasseo. Kau tunggu di sini. Aku akan menyiapkan air hangatnya," kata Yesung.

Ryeowook mengangguk dan tersenyum. Yesung mengecup bibir Ryeowook sekilas sebelum beranjak menuju kamar mandi.

TING TONG!

Terdengar suara bel rumah mereka berbunyi. "Aku akan membukanya!" seru Ryeowook.

Yeoja manis itu melangkah menuju pintu dan membuka pintu bercat putih itu.

"Annyeong haseyo, Nyonya muda Kim!" sapa tamu tersebut.

"Ah.. Annyeong haseyo Dokter Nam?" balas Ryeowook. "Silahkan masuk!"

Dokter itu pun masuk.

"Eoh? Dokter Nam?" Yesung yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri dokter tersebut.

Dokter itu tersenyum. "Aku membawa hasil pemeriksaan nyonya Kim tempo hari."

Yesung mengangguk paham lalu mempersilahkan dokter itu duduk.

"Anda ingin meminum apa?" tanya Ryeowook ramah.

"Ah, tidak perlu repot-repot. Aku hanya sebentar karena masih ada yang harus kukerjakan," tolak dokter Nam halus. Pria itu membuka tasnya dan mengambil secarik amplop dari dalamnya.

"Ini.." dokter itu menyerahkan amplop coklat tersebut.

Yesung menerimanya dan membukanya perlahan. Ryeowook yang penasaran duduk di samping suaminya dan ikut melihat kertas tersebut.

Yesung membulatkan matanya disusul oleh Ryeowook.

Dokter Nam tersenyum, "Selamat, Nyonya muda Kim. Anda positif hamil. Kandungan anda memasuki minggu ke dua," katanya.

"I-ini. Apa ini serius?" tanya Ryeowook masih tak percaya.

Dokter Nam membalasnya dengan anggukan. Yesung masih terpaku di tempatnya. Namja itu terkejut. Dia terlampau senang hingga tak bisa bergerak dan berucap apa pun.

"Baiklah… Sepertinya kalian butuh waktu untuk merayakannya berdua. Aku permisi dulu.." pamit dokter Nam.

Ryeowook berdiri dan mengantarkan dokter itu sampai ke pintu. "Gamsahamnida.." Ryeowook membungkuk dalam. Yeoja itu tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Akhirnya penantian itu terbalaskan.

Dan sepertinya firasat seorang ibu memang lebih kuat dibanding apa pun. Ini terbukti dari cara Ryeowook yang bersikeras tidak ingin meminum obat sembarangan.

GREP!

Entah sejak kapan, Yesung telah berada di belakang Ryeowook. Namja itu memeluk Ryeowook erat.

"Gomawo," bisik Yesung di telinga Ryeowook.

Ryeowook berbalik dan membalas pelukan suaminya. "Ani.. Seharusnya aku yang mengucapkan itu."

Yesung melonggarkan pelukannya dan mengangkat dagu Ryeowook untuk melihat wajah manis itu. Namja itu tersenyum sebelum mempertemukan bibirnya dengan bibir Ryeowook. Ciuman yang lembut.

"Apa dokter Nam menyebut larangan untuk menyentuhmu saat hamil?" bisik Yesung setelah melepaskan ciumannya.

Ryeowook terkekeh. "Pervert!"

"Kalau tidak, mana bisa anakku ada di dalam perutmu?" sahut Yesung seraya mendekatkan lagi wajahnya ke wajah Ryeowook.

.

.

Ooo

.

.

Ryeowook PoV

"Eung…" aku menggeliat pelan saat merasa mendengar suara cicit burung gereja. Kurasakan sesuatu menahan pergerakanku. Aku membuka mataku dan menemukan wajah Yesung oppa sangat dekat dengan wajahku.

Tampan. Bahkan saat tertidur pun dia membuatku berdebar.

Aku tersenyum mengingat semalam. Ya.. Ritual mandiku batal karena dokter Nam yang membawa kabar bahagia itu. Dan setelah itu Yesung oppa.. ya.. Kalian pasti tahu apa yang dia lakukan padaku.

Tapi semalam dia melakukannya dengan sangat lembut. Jauh lebih lembut dan hati-hati dari sebelumnya.

Ah, ya! Hari ini aku ada jadwal kuliah pagi.

"Oppa~" aku menyentuh pipi tembamnya dengan jari telunjukku.

Dia tak bergeming.

"Oppa~" kuulangi lagi aktivitasku agar dia bangun.

"Eung~" dia malah semakin erat memelukku dan membuat wajahku semakin terbenam di dada bidangnya. "Aku masih mengantuk, chagi…" racaunya.

"Aku ada jadwal kuliah jam sembilan," ujarku.

"Minta ijinlah untuk sehari lagi. Kau masih butuh istirahat," katanya lagi tanpa ada niatan untuk membuka mata.

"Aish!"

"Kau tidak boleh terlalu lelah, chagi.."

"Oppa semalam membuatku lelah.."

"Itu berbeda…"

"Oppa~" rajukku. Entahlah, aku sedang dalam mood yang seperti ini.

Kurasakan pelukannya melonggar. Aku mendongak dan dapat kulihat dia menatapku.

"Aku ingin ke kampus.." tandasku.

"Apa kau yakin?" tanyanya.

Aku mengangguk pasti.

"Geurae. Tapi kau tidak boleh jauh dariku," katanya.

"Hari ini oppa tidak ada bimbingan untuk skripsi?" tanyaku.

"Skripsiku hampir selesai, tidak masalah jika tidak ikut bimbingan satu kali," jawabnya enteng.

"Tapi bagaimana kalau dosen pembimbingmu melihat? Apa tidak apa-apa?"

"Aku akan bilang padanya kalau istriku sedang hamil muda, jadi aku harus menjaga istriku," katanya sambil tersenyum padaku.

Ya Tuhan..

Jantungku berdebar kencang sekarang.

Eh?

Dia menciumku!

Bibirnya lembut sekali. Padahal ini bukan ciuman pertamaku dengannya. Kurasakan bibirnya mulai menghisap bibir bawahku. Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku dan menikmati alunan bibirnya yang mampu membuatku terhanyut.

Ciuman ini tak lama, karena kurasakan dia perlahan mulai melepaskan tautan bibir kami.

"Gomawo untuk morning kiss hari ini," ucapnya terdengar amat manis dan aku yakin pipiku merona sekarang.

Aku hanya bisa mengangguk pelan dan menunduk malu.

"Cha! Sekarang kita mandi. Hari ini kita sarapan di luar saja. Bagaimana?" usulnya.

"Boleh saja," jawabku.

.

.

.

Author PoV

Ryeowook berjalan beriringan bersama Yesung menyusuri koridor kampus mereka menuju perpustakaan. Wajah riang tak henti-hentinya menghiasi wajah keduanya.

Mereka tidak memperdulikan setiap tatapan yang dikeluarkan oleh semua orang yang melihat mereka.

"Hari ini kita ke tempat dokter Nam," ujar Yesung.

"Untuk apa?"

"Kemarin dia hanya memberitahukan hasil pemeriksaan tanpa menjelaskan apa-apa," jawab Yesung.

"Memangnya apa yang harus dia jelaskan?" tanya Ryeowook polos.

"Dia harus menjelaskan apa yang tidak boleh kau makan, vitamin apa yang harus kau konsumsi, jadwal pemeriksaan kandungan, dan mungkin hal-hal lain yang berkaitan dengan anak kita," jelas Yesung.

Ryeowook mengangguk paham. "Ah! Kita belum memberitahu orang tua kita."

"Kau benar. Bagaimana kalau besok kita ke rumah orang tuaku?"

"Arasseo. Tapi.. Apa aku boleh menghubungi orang tuaku nanti malam?"

"Tentu saja. Orang tuamu juga berhak tahu.." Yesung tersenyum.

Ryeowook membalas senyuman Yesung.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

_to be continue..


Annyeong haseyo.. ^^

Updatean yang ke dua.. hehe..

Mian lagi ya, baru update sekarang dan ini pendek meskipun gak pake banget.. :(

Hehehe..

Rena gak pernah bosan ucapin terima kasih untuk kalian yang masih nungguin dan mau review FF abal ini..

Rena ada FF baru, tapi bingung mau publish apa gak ya… FFnya masih YeWook ko.. :D

Hmm..

Gak mau basa basi lebih banyak deh,,

Terakhir, Rena tunggu review tanpa bashnya ya.. :)

Annyeong.. #bow