~Day Two : Fear . Panic , and loved~
Playlist : Nee - Maiko Fujita
EXO- Baby don't cry
Final Fantasy X - To Zanarkand
p.s.i : please listen to the song above untuk membuat situasi membaca semakin dramatis to the full effect ^^
Mereka disini!
Itulah yang aku teriakan ketika aku mendengar suara ledakan besar mengguncang tempat aku dan kris bersembunyi…
Kala itu ..aku hanya bisa melihat tatapan kris yang terlihat terguncang…
Termasuk rasa takut yang kala itu menyelimuti kedua hati kami…
Apakah kami dapat hidup? Apakah kami akan selamat?
"Luhan…Luhan..dengarkan aku…" bisik kris yang mengerengkuh tubuh kecil luhan ditanganya , ia melihat luhan dengan seksama , wajahnya tampak pucat , tubuhnya menggigil ketakutan , ia tahu hal ini terlalu berat bagi Luhan , and heck , bahkan untuknya juga . apalagi setelah kesepuluh temanya yang meninggalkan mereka situasi semakin buruk dan itu membuat luhan terlihat semakin depresi.
"Yi-Yifan..aku…kita…aku takut…k-kau dengarkan ledakan tadi…?" sahut luhan dengan tatapan ngeri,kris yang mengerti segera menepuk pundak luhan dan memeluknya lebih erat
"Hm..aku dengar…"
"aku yakin…aku yakin akan menghancurkan bangunan ini juga kris! Mereka akan membunuh kita!" teriak luhan histeris yang kini panic dan hanya bisa menangis dipangkuan sang leader , kris yang tak kuat melihat luhan segera membisikan sesuatu yang mengubah hidup luhan seutuhnya
"so what? Setidaknya aku akan selalu ada disampingmu….
Karena aku mencintaimu luhan…"
"Kau mau coffee..?"
"tidak…"
"susu?"
"tidak.."
"ah kalau begitu teh hijau?"
"AKU BILANG TIDAK KEVIN WU! Tidakah kau mendengarku?!" teriak luhan pada kris dengan tatapan dingin
"luhan aku-"
"apa? Kau ingin bilang bahwa kau mencintaiku lagi? Bahwa kau akan selalu berada disampingku bahkan bila itu adalah hanya tubuhku tanpa arwah?! Apa kau bercanda?! Kau pikir aku ingin mati?!" bentak luhan kesal , matanya terlihat memerah sembari menatap kris dengan tatapan tajam dan tak henti berteriak
"bisakah kau dengar ak-"
"AKU INGIN HIDUP KEVIN WU! AKU INGIN-"
"JUST SHUT UP! DAMN IT! Aku tahu kau ingin hidup! Kau takut! Dan apakah kau pikir aku tak terlihat Takut bagimu XIAO LUHAN?!" balas kris yang kini membuat luhan terdiam dari segala amarahnya
"k-kris…"
"Aku juga takut luhan aku takut! Terlebih lagi setelah pertama terjadi , jantungku serasa berhenti berdetak , aku tak bisa berhenti mengkhawatirkan keluargaku , kawan kita , exo , dan juga…kau…" bisiknya pelan sambil memegang kedua pundak mungil luhan dan menatapnya dalam , kedua mata kris tertuju kepada satu pasang mata luhan yang kini melihatnya dengan tatapan menyesal , dan sedikit ketakutan
"kau….kau tahu seberapa berartinya dirimu ? kau adalah saudara , sahabat , keluarga..dan juga ..orang yang kucintai didunia ini… hanya karena aku akan selalu berada disisimu bukan berarti aku akan membiarkanmu mati begitu saja… ! Aku mencintaimu xiao lu…sangat mencintaimu… aku berjanji aku akan melindungi dari mereka…dari siapapun yang akan menyakitimu…" tegas kris sambil tersenyum , luhan yang melihat ini merasa sedikit bersalah dan dengan lemas merengkuh badan yang kuat didepanya itu dengan kedua tangan kecilnya , ia menangis…menangis…tak dapat menahan kedua airmatanya yang kini mengalir dan membasahi baju kris. Ia mengerang , takut , lelah , dan syukurlah yang ia rasakan ketika ia berada dipangkuan laki-laki didepanya.
"maafkan…aku kris…aku-aku….aku hanya…"
"aku tahu kau takut…" jawab kris sambil menenangkan luhan
"tetapi apa kau yakin..k-kau ingin tinggal bersamaku disini..dan tidak keluar seperti yang lain? Aku yakin..suho masih berada dekat disekitar district Gangnam…" bujuk luhan yang tak mau merepotkan laki-laki yang ada dipelukanya
"tidak..aku yakin…"
"kenapa? Kenapa kau berbuat sejauh ini untukku…..kris..kenapa ?! kau bisa kehilangan jiwamu..?! kau tak perlu memegang janjimu kepada keluargaku! Kau tak perlu mengingat semua itu! Kau dapat bebas! Kau boleh pergi!"
"….seberapa banyak aku harus menjelaskan ini padamu lu?
Semua ini karena aku mencintaimu , bahkan dunia yang telah menjadi neraka ini terlihat seperti surga ketika aku memelukmu sekarang…"
