Steppin Destiny

Summary! Tahu bagaimana caranya menakhlukkan namja manis bertubuh ramping proporsional yang galak dan jual mahal seperti Shim Changmin? Serahkan semuanya pada Jung Yunho! Dengan step-step yang membuat hati klepek atau sweatdrop(?), Shim Changmin akan menyerahkan diri ke ranjangnya!

Ini bukan steppin destiny yang membuatmu terus melangkah dibelakangnya! Tapi ini steppin destiny yang membuatmu melangkah ke pelabuhan hatinya! With Jung Yunho sang seme yang baik hati dan sabar and Shim Changmin sang uke yang tsundere tapi setia. Chek this out!

Chapter 3 Make Out, Why Not?

(Paling enak dibaca sambil denger album TENSE terutama steppin destiny)

Changmin melangkah santai dengan hamburger di tangannya sedangkan tangan yang lain membawa tas yang berisi peralatan dan perlengkapan kuliahnya. Dihari yang beranjak siang dengan cuaca mendung karena sehabis hujan Changmin baru saja selesai kuliah.

Rintik-rintik gerimis mulai membasahi tubuhnya, tapi Changmin tak terlalu memedulikannya. Dengan langkah yang mulai iseng, Changmin keluar dari trotoar hingga langkahnya menapaki tanah basah yang beberapa ditutupi rumput merambat. Dan entah sial atau bagaimana, Changmin mulai menyesali keisengannya karena keseimbangannya mulai goyah dan akhirnya.

Bruk!

Ia terpeleset dengan tidak elitnya, membuat pantatnya jatuh ke tanah yang basah dengan keras. Mata bambinya menyorot tidak terima melihat hamburger jatah makan siangnya yang baru habis sedikit jatuh kekubangan air. Celana jeans dan baju kemejanyapun tak kalah basah karena terpercik air dan lumpur membuatnya meradang saat itu juga. Mata bambi Changmin mulai berair, ia merasa sangat memalukan terpeleset di tempat umum seperti ini. Belum lagi rasa laparnya yang sama sekali belum terobati. Bagaimana ia bisa pulang? Changmin sangat malu dengan baju dan celananya yang kotor, pasti ia akan menjadi pusat perhatian dan bahan olok-olokan.

Dan yang terpenting, ia merasa sangat lapar!

"Changmin?" Changmin mendongak, mata bambinya yang sedikit memerah menatap dengan wajah melas ke arah sosok tubuh besar yang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu bersamanya. Yunho tampak berdiri didepannya, dengan payung merah. Lelaki itu terkesan semakin dewasa dengan mantel dan celana kain panjangnya.

Yunho yang melihat keadaan Changmin segera beranjak mendekat untuk memayungi bambinya. Dibantunya tubuh Changmin yang terduduk di tanah untuk berdiri, Lalu dilepaskannya mantelnya hingga hanya tersisa kaos oblong yang membalut tubuh tegapnya. Yunho bisa melihat wajah Changmin yang kuyu, membuatnya menghela nafas.

"Kau tidak apa-apa? Pakailah ini." Changmin hanya menjawab dengan anggukannya, lalu dipakainya mantel panjang Yunho hingga menutupi baju dan celana bagian belakangnya yang sangat kotor. Yunho yang melihat keterdiaman Changmin, kembali menghela nafas. Diliriknya jam di pergelangan tangan kirinya yang membuatnya mendadak pening.

"Aku ada jadwal melatih, mau ikut? Aku tidak bisa mengantarmu pulang." Keterdiaman Changmin membuat Yunho frustasi mendadak. Diliriknya arah pandangan Changmin yang terus menatap kebawah, membuatnya langsung mengerti apa yang terjadi. Oh ini tentang selingkuhannya toh?

"Hey kamu lapar? Kalau begitu ayo ikut ke kelas danceku. Aku membawa bekal, dan kurasa tak ada salahnya berbagi dengan kekasih sendiri. Aku juga punya baju ganti untukmu disana." Mendengar perkataan Yunho, Changmin segera mendongak dan menatap berbinar-binar. Yunho yang melihatnya hanya tertawa.

Dengan sebelah tangan yang memeluk pinggang Changmin sedangkan satunya memegang payung, Yunho segera menggeret Changmin menuju bangunan sekolah tempatnya mengajar. Namun si bambi menghentikan langkah mereka dan berbalik mengambil tasnya yang hampir ketinggalan, membuat Yunho kembali tertawa karenanya dan merangkul bahu Changmin dengan sayang, yang dibalas senyum Changmin yang tak sabar untuk makan.

MyMy

Kedatangan Changmin di kelas dance segera menjadi perhatian anak didik Yunho. Beberapa yeoja remaja terdengar memekik melihat wajah Changmin yang tampan dan manis, apalagi tingkah si bambi yang seperti pemalu. Sedangkan para namja mendengus iri, melihat tinggi Changmin yang tak main-main. Yunho yang melihat tingkah anak didiknya hanya menggeleng, segera ia menuju lemari disudut ruang latihan yang menyimpan peralatannya. Dan diambilnya baju ganti dari lemari itu.

"Changmin, ganti bajumu dengan ini di toilet terdekat, okey?" perintah Yunho diangguki Changmin yang segera menyambar baju ditangan Yunho dan pergi keluar ruangan yang penuh kaca itu. Membuat Yunho tertawa kecil lalu manatap anak didiknya.

"Anak-anak, ayo kita latihan. Deadline sudah semakin dekat, jadi kalian harus serius oke!"

"Oke, Sae'nim."

Changmin mengintip malu-malu disela pintu, ia memang paling tidak bisa ditengah keramaian ataupun banyak orang memperhatikannya. Tingkahnya yang sangat lucu membuat bibir hati tersenyum geli, mata musangnya terus mengawasi gerak-gerik bidadara kekasihnya dari cermin yang menampilkan sejumput rambut Changmin dan matanya yang mengintip. Tidak tahan dengan tngkah menggemaskan si bambi, Yunho menghentikan gerakannya.

"Kalian tetap teruskan, Sae'nim ada urusan sebentar." Setelah diangguki anak didiknya Yunho berbalik pergi menuju Changmin. Setelah berada tepat disebelah pintu, Ditariknya pipi Changmin pelan, membuat sipunya keluar dari persembunyiannya.

"Kemarilah, kau laparkan?" anggukan semangat Changmin membuat Yunho kembali tersenyum. Dilepaskan cubitannya, dan dibawanya Changmin mendekati ranselnya.

Yunho membuka ransel, dan segera mengeluarkan kotak bekal berwarna hijau. Dengan semangat Changmin segera mengambil kotak bekal itu membuat Yunho tertawa kecil dan mengambil botol air mineralnya. Diminumnya air mineral itu sambil melihat Changmin yang asik mencicipi bekalnya.

"Aku mengajar dulu Min, habiskan saja ne sayang?" Changmin kembali mengangguk dan melanjutkan acara mencicipnya. Tidak menyadari jika anak didik Yunho menatap syok ke arahnya dengan wajah yang blushing. Beberapa yeoja terlihat berbisik-bisik dengan wajah semakin memerah namun ada juga yang menghela nafas sedih karena si cakep sudah ada yang punya

Tidak ada yang istimewa dari bekal makanan Yunho, hanya nasi putih dan telur gulung yang telihat gosong dibeberapa bagian. Walau terlihat sangat biasa saja, tak menyurutkan niat Changmin untuk menghabiskannya. Terbukti dengan Changmin yang dengan semangat menyumpit nasi dan telur gulung bergantian ke mulutnya, rasanya changmin terlalu lapar untuk menyadari telur gulung yang sebenarnya terlalu asin dan nasi yang terlalu lembek itu. Makan dengan terburu membuat Changmin merasa haus, segera disambarnya botol mineral diatas ransel Yunho yang tinggal setengah dan diminumnya rakus. Bibir tipisnya menempel erat pada bukaan botol membuat mata musang berkilat karenanya.

'Aw, Ciuman tidak langsung.'

MyMy

Tanpa terasa dua jam terlewati, para murid segera keluar dari ruangan dance setelah membungkuk hormat ke Yunho atas pengarahannya hari itu. Rata-rata dari mereka keluar dengan wajah kagum karena merasa melihat malaikat tidur membuat Yunho mengernyit mendengar pekikan mereka.

Setelah ruangan itu sepi, Yunhopun menghampiri Changmin dan tersenyum melihat kekasihnya tertidur. Dengan lembut dibangunkannya lelaki itu hingga mata bambinya terbuka.

"Uh... hyung?" Yunho hanya mengangguk dan mengambil botol mineralnya yang tinggal sedikit. Diteguknya air mineral itu lewat botolnya langsung.

"Masih lapar Changmin?" mendengar pertanyaan sarat perhatian itu, si bambi segera bangun dari keadaan berbaringnya menjadi duduk lalu menggeleng. Diambilnya kotak makan Yunho dan dibukanya hingga menunjukan nasi dan telur gulung yang hanya tinggal dua suapan.

Dan Yunho mengernyit melihat kelakuan kekasihnya itu.

"Hyung pasti lapar, aku sengaja menyisahkannya." Iya sih sisa, tapi secuil banget. Mungkin itu yang terpikirkan dibenak Yunho saat melihat kotak bekalnya.

"Aku kenyang Min, buatmu saja."

"Hyung!" dan Yunho tertawa melihat raut masam Changmin, dibuka mulutnya kecil ke arah pemilik hatinya itu.

"Aaaa," Changmin mendengus melihat tingkah Yunho, namun lekas berganti senyum dan mengarahkan sumpit yang berisi nasi dan potongan telur itu ke mulut Yunho. Yunho menerimanya lamat-lamat. Ujung sumpit dihisapnya membuat mata bambi kesukaannya menyipit bingung.

"Ciuman tidak langsung Min hehe," rasanya Changmin ingin menggeplak kepala lelaki didepannya yang semakin bertingkah aneh menurutnya.

Dengan dengusan tak percaya jika lelaki didepannya adalah kekasihnya, disumpitnya telur yang tersisa dan diarahkan kemulutnya. Changmin tidak menyadari, jika mata musang didepannya semakin berkilat ganjil menatap tingkahnya.

Changmin melirik Yunho, dan mendapati mata musang itu terus menatapnya. Ia juga melihat kelakuan anomali Yunho yang mulai mendekati kepalanya, membuatnya menjauhkan kepalanya sejauh mungkin. Keningnya semakin berkernyit melihat mata Yunho yang bergantian menatap mata dan bibirnya. Ada apa sih di bibirnya? Semakin wajah Yunho maju, semakin menjauh jugalah kepala Changmin.

Duag!

Changmin merasa sial sekali, belakang kepalanya terkantuk lemari karena semangatnya menghindari wajah Yunho. Tangannya dengan reflek mengelus kepala belakangnya yang berdenyut-denyut linu dan wajahnya menunjukkan ekspresi meringis. Tubuh Changmin tersentak saat belakang kepalanya merasakan elusan lain bukan dari tangannya, dengan perlahan ia mendongak melihat Yunho yang menatapnya khawatir—ralat itu hanya dibayangan Changmin, Yunho menatapnya dengan ekspresi terhibur yang sangat mengejek membuat Changmin naik pitam.

"Hyung jangan tertawa!" teriakan keras itu membuat Yunho tertawa tertahan sebelum kembali menatap kekasihnya dengan raut yang sulit didefinisikan.

"Aku sudah berusaha menahan tawaku baby, mana hadiahnya?" kening Changmin mengernyit dalam mendengar pangilan Yunho kepadanya.

"Baby?"

"Yup, panggilan sayangku. Kau suka?"

"Geli Hyung!" sungguh Yunho merasa tertohok mendengar komentar polos Changmin. Ia merasa akan sangat sulit memanggil Changmin dengan panggilan itu lagi, Changmin memang sangat berbeda dengan mantan-mantannya.

"Lalu aku harus memanggilmu apa? Ah karena kamu sangat manis, bagaimana kalau honey atau sekalian Princess?"

"Berani memanggilku seperti itu, jangan harap aku mau berbicara denganmu lagi hyung! Panggil nama saja apa susahnya sih." Yunho semakin mengkeret mendengar ancaman Changmin, pusing rasanya memikirkan tingkah bambinya yang ekstream itu. Mencoba sabar, dielusnya rambut berponi panjang Changmin lembut.

"Baiklah, aku akan memanggilmu Changmin, ChwangChwang, Changdola, MinChwang dan MinMin, suka?" anggukan Changmin membuat Yunho sweatdrop seketika, padahal panggilan yang disebutkannya beberapa hanya asal pleset-plesetan saja. memang Changminnya ini beda dari yang lain, sosok yang unik dan sangat istimewa hingga rasanya sangat beruntung Yunho bisa mendapatkannya.

"Tapi kalau hanya berdua saja, boleh ya kupanggil sayang?" kecupan lembut dikeningnya dan tatapan yang penuh pengharapan membuat Changmin hanya bisa mengangguk kaku, pintar sekali Yunho memanfaatkan kebaikan Changmin yang memang sebenarnya tidak tegaan.

"Ya sudah, ayo kita pulang sayang," Changmin hanya kembali mengangguk kaku, tidak biasa dengan panggilan Yunho yang sangat aneh menurutnya. Dia punya nama kenapa harus dipanggil begitu? Changmin yang polos dan tidak punya pengalaman dalam cintapun terus dilanda kebingungan.

Dalam benak Changmin, mengungkapkan sayang tidaklah harus dengan panggilan seeksplisit itu, karena selain dia bukan wanita yang butuh selalu pengakuan. Demi Tuhan, ia dan Yunho baru kenal tidak lebih dari seumur jagung!

Terlarut dalam lamunannya membuat Changmin tak sadar jika mereka memasuki parkiran dan berhenti di sebelah mobil kijang keluaran jepang berbody elegant. Keningnya mengernyit saat melihat Yunho mengeluarkan kunci dan membuka pintu mobil secara otomatis.

"Hyung punya mobil?" pertanyaan itupun keluar dari Changmin setelah mendudukan dirinya di kursi penumpang samping pengemudi.

"Iya, beberapa hari yang lalu dipinjam teman untuk masalah pribadinya." Changmin mengangguk. Mobil mulai melaju keluar dari parkiran sekolah tempat Yunho mengajar.

"Kok boleh sih hyung? Kan hyung jadi harus jalan kaki."

"Bukan masalah, karena aku bisa bertemu denganmu." Dan Changmin langsung bungkam, gelap ingin menanyakan apa lagi.

Dalam keheningan, Mobil terus melaju membelah keramaian jalan Raya. Hari sudah beranjak sore dangan langit yang sudah menunjukan goresan orange di warna birunya.

Tak sampai 5 menit, mereka sampai di kostan sederhana Changmin. Membuat Changmin segera ingin beranjak sebelum gerakannya terhenti karena pagutan lembut menyapa belah bibirnya. Tangan yang mencengkram dagunya membuat Changmin tak bisa menghindari pagutan singkat itu.

Changmin terus menatap Yunho yang telah melepaskan kecupan singkatnya. Mata bambi itu berkilat tak suka membuat Yunho tak mengerti apa yang salah dengan perbuatannya. Bukankah Changmin kekasihnya? Kecupan yang bahkan menurut Yunho lebih ke menempelkan bibir saja kenapa membuat Changmin menatapnya dangan sorot seperti itu?

"Jangan lakukan lagi hyung," perkataan Changmin membuat Yunho menatap tak percaya, saat Changmin mulai kembali akan beranjak pergi ditahannya pergelangan tangan Changmin. Mata musangnya mulai menunjukan luka karena merasa tersakiti oleh orang yang mencuri hatinya dan sekarang menjadi kekasihnya.

" Kenapa tidak boleh Min? Bukannya aku kekasihmu? Apa pernyataanmu hari itu tentang hubungan kita hanya main-main saja?" tatapan terluka mata musang itu membuat Changmin tidak nyaman, bukan begitu maksud Changmin. Kenapa sekarang Yunho terlihat menghakiminya?

Keterdiaman Changmin membuat Yunho salah paham. Dengan nafas yang terasa sangat berat Yunho menghela nafas. Yunho mengalihkan pandangannya ke arah lain, ia tak memungkiri jika hatinya terluka karena penolakan pertama yang didapatkannya itu. Masalah panggilan Yunho bisa mentolerirnya, tapi untuk yang satu ini rasanya Yunho merasa dipermainkan. Bayangkan ia bahkan belum menggunakan lidah, baru bibir saling tempel saja tapi sudah dilarang melakukannya lagi.

"Sudahlah Min, aku mengerti. Kau keluarlah," perkataan dengan nada datar dan terkesan tak acuh membuat Changmin berekspresi tidak suka. Sekarang ia merasa Yunho mengusirnya! Dan Changmin benci itu, setelah menghakiminya kenapa sekarang Yunho mengusirnya?

"Ish hyung kenapa kau jadi marah? Akukan hanya merasa aneh dicium-cium begitu! Peka sedikit, aku masih syok first kissku hilang! Ish kenapa kau jadi menyebalkan sih hyung? Akukan hanya butuh waktu!" pekikan beroktaf tinggi apalagi diruang tertutup dalam mobinya itu membuat telinga Yunho berdenging, dengan mengernyit ditatapnya Changmin.

"Iya, Ya Changmin, jangan berteriak lagi." Dibalik protesannya, Yunho sangat bersyukur mendengar penjelasan Changmin, setidaknya Changmin hanya butuh waktukan? Ia masih boleh menikmati bibir seksi itu kan? Dengan bersukacita dibawanya Changmin ke dalam pelukan eratnya, dan dikecupnya leher jejang sibambi yang membuat tubuh dalam pelukannya mengejang kaku walau hanya sesaat.

"Kalau tidak boleh mencium bibir, aku cium lehermu saja ya Changmin?"

"Terserah, asal jangan marah lagi ne hyung?"

Ah rasanya Yunho tidak menyesal punya kekasih sepengertian dan selugu Changmin. Beruntungnya Mr. Bear kita~

"Ne, ada lehermu sebagai penangkalnya kok." Lawakan Yunho hanya dibalas dengusan Changmin. Dengan wajah yang tersenyum dibalasnya pelukan Yunho dengan tangan yang melingkari bahu lebar lelaki itu.

"Hey Chwang, tahu tidak? Awal melihatmu aku merasa hatiku sudah tidak utuh lagi." Changmin hanya diam saja, menyanggahkan dagunya ke bahu Yunho sedangkan Yunho sendiri terlihat sangat asik mengendusi leher hingga tengkuknya.

Apa menurutmu Changmin harus blushing dan bertingkah malu-malu? Jawabannya adalah tidak walau Sebenarnya Changmin sudah malu tapi hanya mengapresiakannya dalam diam.

"Hyung mau mampir? Hyung pasti lapar kan? Aku punya ramyun, kita bisa memakannya bersama." Entah kenapa Yunho merasa seperti diajak dinner oleh kekasihnya itu walau sebenarnya ia tahu Changmin hanya ingin mengalihkan pembicaraan. Diciumnya semakin intens leher jenjang kekasihnya hingga tubuh Changmin bergetar menahan geli.

"Hyung jangan menggodaku! Rasanya sangat geli pabo!" Yunho hanya cekikikan, dengan gemas digesekannya hidungnya ke leher Changmin membuat tubuh yang ada dalam pelukannya itu semakin menggelinjang.

"Hyuuuung! Ish geli! Mau dipukul ya!?" mendengar ancaman kekasihnya, Yunho melepaskan pelukan dan menatap Changmin dengan wajah penuh senyuman dan mata yang menyipit.

"Andwe, ayo ke kostanmu. Aku ingin makan ramyun buatan kekasihku yang sangat spesial ini."

Terlalu gemasnya, Yunho menangkup kedua pipi Changmin dengan tangannya dan menggesekan hidung mereka berdua sambil tertawa membuat Changmin meringis menahan tawa dengan mata bambinya penuh aura terhibur. Yunho tidak kalah menggemaskan dimata Changmin.

Mungkin Changmin lupa, benar-benar lupa jika disamping kostannya stay cool ahjumma penggosip yang hanya berhenti bergosip jika matahari telah hilang dari paraduannya. Melihat changmin turun dari mobil dengan seorang cowok ganteng tentu saja mulut-mulut berlapis lipstik itu segera beraksi. Mata-mata sipit para ahjumma dengan awas terus memperhatikan kedua lelaki yang melangkah bersama itu hingga hilang dibalik pintu kostan yang tertutup.

"Eh sist, si ganteng tadi sepertinya sangat cocok deh jadi appa Nana, anak saya." Celetuk ahjumma berpipi tembam pun dihadiahi sorakan tidak terima ahjumma yang lain.

"Jadi menantu baru saya percaya sist,"

"Kalau sama Nana saja mau, apalagi eommanya yang tak kalah cantik." Mendengar kenarsisan si tembam, ahjumma yang lainnya hanya bisa menggeleng-geleng kepala tak sampai pikiran dengan teman mereka itu

"Tapi berbicara tentang cowok ganteng tadi sist, sumpah ya sist itu cowok sama persis dengan salah seorang pasangan mesum yang waktu itu saya lihat. Beneran deh sist! Sebelum mereka ciuman saya memang lihat cowok itu menggendong kekasihnya!"

"Masa sih sist? Mungkin salah orang. Kejadiannyakan sudah lama."

"Jangan remehkan ingatan saya sist, saya tak mungkin jadi biang info kalau pikun." Teman-teman ahjumma gendut itupun menatap horor sebelum dengan gerak patah-patah menatap intens pintu Kostan Changmin yang tertutup. Hal-hal menjuruspun mulai berseliweran dibenak mereka.

"Sista, ganteng-ganteng kok pacarnya si pendiam ya?"

"Iya, pendiam yang gak mau gabung berbagi info sama kita. Kan asik tuh anggota kita jadi tambah rame." Pendapat salah satu ahjumma itupun diangguki yang lainnya sebelum celetukan lain mengubah raut wajah mereka.

"Hehe info Biar bisa dapet cowok ganteng ya sist, biar kita bisa ngerasain juga." Para ahjumma tak sadar umur itupun cekikikan sambil sesekali melirik dengan wajah pervert ke pintu yang terlihat sangat mencurigakan dibayangan liar mereka.

MyMy

Wajah Changmin memerah antar kesal dan malu karena pekikan gosipan ahjumma gila disamping kostannya yang tak wajar. Apalagi topik bahasannya yang membuatnya merasa naik pitam! Changmin sangat menyesal, kenapa ia lupa keberadaan ahjumma itu? Oh God, dia pasti sudah ketahuan, dan akan jadi ajang gosipan dari mulut berbisa para ahjumma itu.

Dari balik pintu yang tertutup Changmin bisa mendengar obrolan para ahjumma yang mulai sangat menyimpang dan membuatnya semakin dilanda emosi.

Yunho terus menatap Changmin yang terdiam dibalik pintu yang tertutup, kekasihnya itu terlihat menahan emosi dengan wajah bengis. Sepertinya Changmin sangat marah hingga menampilkan ekspresi yang cukup membuat dirinya merinding.

"Changmin, apa kau baik-baik saja?" pertanyaan tersebut dibalas Changmin dengan tatapan bengis yang membuat Yunho bingung, apa ia melakukan kesalahan? Apa Changmin merasa tidak nyaman ia disini?

"Kalau kau merasa terganggu aku pulang saja Min, istirahatlah." Yunho mencoba berbaik hati, segera dia beranjak dari menduduki single bed Changmin, dihampirinya Changmin untuk menuju pintu dan keluar secara pasti.

Changmin segera bergerak panik, Ahjumma diluar masih sibuk bergosip! Dan Changmin akan merasa sangat malu jika Yunho mendengar apa yang mereka gosipkan.

"Andwe Hyung! Aku belum memasak ramyun!" ucapan yang terkesan panik itu membuat Yunho semakin bingung, tapi diturutinya saja Changmin yang mendorongnya kembali ke ranjang.

Merasakan kecupan di pipi kanannya membuat Yunho melongo dan terpaku ditempat. Membiarkan Changmin terkekeh geli dan berlari ke dapur. Rasanya Yunho seperti bermimpi mendapati Changmin mengecup pipinya.

"Hyung, selagi Ramyunnya belum matang. Mandilah!" teriakan dari sebrang hanya diangguki dengan linglung oleh Yunho. Dengan langkah yang terhuyung karena merasa di surga, Yunhopun memasuki kamar mandi yang tidak terlalu besar tersebut.

Yunho sibuk menikmati ramyun buatan kekasihnya, entah kenapa ramyun itu sangat memanjakan lidah dan membuat hatinya berbunga-bunga. Ramyun buatan pujaan hati memang yang paling enak!

Hari sudah beranjak malam dan Yunho juga sudah mandi dan berpakaian menggunakan baju Changmin. Wangi khas Si bambi yang menguar dari kaos yang cukup ketat membungkus tubuhnya dan celana training untuk bagian bawahnya membuat Yunho terbuai oleh sensasinya. Suara pintu yang terbuka membuat Yunho dapat melihat tubuh segar kekasihnya yang menggunakn kaos tanpa lengan dan celana pendek setengah paha. Membuat kening Yunho mengernyit melihat penampilannya.

"Apa tidak dingin Changmin? Celananya terlalu pendek. Paha putih mulusmu terekspos. Betis seksimu terpampang. Jangan-jangan kau menggodaku ya sayang?" mata Bambi itu menyipit melihat gelagat Yunho yang mengedipkan sebelah mata menggoda.

Dengan dengusan, kaki panjang seksi yang sangat terekspos itupun mulai melangkah mendekati Yunho yang terus mendapat perhatian si mata musang. Changmin dengan enteng duduk bersila disebelah Yunho, tepat dibelakang singgle bednya. Memaparkan pada mata musang Yunho yang semakin berkilat, paha putih mulus yang hampir terekspos seluruhnya.

"Sudah habis ya ramyunnya hyung? Ish padahal aku mulai lapar." Bibir tipis Changmin yang semakin terbentuk karena kerucutan kecil Changmin—kebiasaan saat kesal(Tolong liat Changmin kalo lg bete bibirny gmana, bukan manyun sangat maju loh ya!) pun membuat Yunho semakin tergoda, entah kenapa lelaki yang memiliki julukan beruang itu mulai merasa kepanasan.

"Mau pesan pizza?" pertanyaan dengan suara berat itu membuat Changmin menoleh semangat dengan wajah berseri-seri.

"Boleh hyung?"

"Iya, tapi ada syaratnya."

"Apa syaratnya hyung?"

"Cium bibir, mau?" Changmin mengernyit, disentuhnya bibirnya mendengar perkataan Yunho. Si bambi belum siap dicium di bibir lagi!

"Hyung jangan dibibir ne? Dileher saja ya ya? Bibirku belum siap hyung!" Yunho menanggapi dengan tawa penawaran bambinya. Yunho tak habis pikir, sudah 2 kali ia mencium bibir Changmin, kenapa belum siap juga? Padahal ia hanya meminta kecupan.

"Tapi kalau dileher, Changmin dilarang protes kalau aku menggigit dan menghisap. Bersedia?" sejenak Changmin berpikir, kenapa Yunho terdengar seperti vampir pakai gigit dan hisap segala? Tapi mengingat hanya bagian lehernya, Changmin pun akhirnya mengangguk yang membuat Yunho bersorak gembira. Cuma dileherkan? Changmin pikir itu tak masalah, rasa lapar diperutnya harus lebih diutamakan! Shim Changmin semoga kau tak menyesali keputusanmu!

Setengah Jam kemudian pizza hangatpun tersedia dihadapan mereka membuat Changmin dangan semangat melahapnya. Sedangkan Yunho yang berganti posisi memeluk Changmin dari belakang terlihat asik mengendus tengkuk Changmin. Ke dua tangannya sibuk mengelus lengan dan paha kekasihnya itu bergantian dengan kedua kakinya menghimpit kaki Changmin yang bersila dan menampung wadah pizza diatasnya. Tubuh Changmin dengan entengnya bersandar di dada Yunho dengan kepala terkadang tekulai santai di bahu si beruang.

Yunhopun memulai aksinya, lidahnya dengan sensual membelai tengkuk Changmin dan berakhir dibelakang telinga si bambi membuat Changmin terpaku dan siap berbalik namun dihentikan tangan Yunho yang mencengkram erat bahunya.

"Ingat perjanjian kita sayang," lirihan yang terasa terus menggema digendang telinganya membuat Changmin membasahi bibir gelisah, ia mulai menyesali keputusannya.

"Hyung jangan macam-macam, kau tidak ingin aku membencimukan?" perkataan Changmin membuat Yunho tersenyum disela gigitannya pada cuping telinga Changmin yang membuat tubuh si bambi sedikit menggelinjang.

"Tentu, aku sangat takut kau membenciku." Jawaban Yunho mencetak senyum puas diwajah Changmin, hingga dengan lahap kembali disantapnya sang pizza.

Yunho tersenyum melihat kepercayaan Changmin padanya, sejenak ia ragu untuk memanfaatkan kepolosan pikiran kekasihnya, Changmin terlalu lugu. Perlahan dihentikannya gigitan ditelinga Changmin, dilanjutkan dengan kecupan penuh kasih sayang yang ia torehkan disepanjang rahang Changmin hingga ke jakun yang bergerak karena menelan makanan, belum lama mereka berhubungan tapi Yunho sudah merasa sangat mencintai si bambi dan takut kehilangan Changmin.

Kecupan yang terus diarahkan ke jakun Changmin yang bergerak menelan makanan, cukup membuat Changmin merasa terganggu aktivitas makannya.

"Hyuung!" pekikan sebal kekasihnya membuat Yunho tertawa kecil, dialihkannya kecupannya ke leher samping Changmin, dan diberikannya hisapan kuat dan diselingi gigitan. Tangannya tak tinggal diam, diarahkannya ke dada Changmin, mengusap lembut niple kecil kekasihnya yang mencuat.

Mata bambi Changmin berkedip sebal, ingin protes sebenarnya karena gigitan Yunho yang cukup membuatnya meringis apalagi tangan Yunho yang mulai berani mencubit. Cukup mengganggu konsentrasi makannya, dan membuat Changmin merasa tidak nyaman. Changmin merasa sentuhan Yunho terlalu intens untuk tubuhnya yang bahkan tidak pernah tersentuh berlebihan.

"Hyung, kau membuatku sulit menghabiskan pizza ini." Lirihan sedih Changmin membuat Yunho menghentikan aktivitasnya, dilepaskannya tubuh Changmin dari pelukan penuh lingkar iblisnya membuat Yunho beranjak dan kembali duduk di samping sang kekasih. Dengan lembut di genggamnya dagu Changmin hingga menatap ke arahnya. Yunho bisa melihat manik coklat mata bambi itu bergerak tidak nyaman dengan kurva bibir yang sedikit melengkung ke bawah. Dengan penuh permintaan maaf diusapnya lembut pipi Changmin, Yunho merasa ia terlalu terburu-buru bertindak hingga ia merasa melukai Changmin.

"Mianhae, habiskan makanmu okey? Aku menyayangimu." Dengan penuh perasaannya, Yunho kembali membawa Changmin ke pelukan hangat tanpa menyadari seringai evil terbentuk dikurva bibir seksi tipis berbentuk penuh itu. Yunho tidak melarangnya untuk merengek bukan?

Secepat terbentuk, secepat itu pula mengilang. Saat pelukan itu terlepas Changmin kembali menampilkan raut memelasnya membuat Yunho semakin dilanda bersalah. Dengan perhatian, akhirnya disuapinya pujaan hatinya itu sambil sebelah tangan lainnya mengelus lembut punggung sang terkasih.

Setelah dirasa mood makan Changmin sudah kembali, Yunho menghentikan acara menyuapinya. Kembali membiarkan si bambi makan sendiri dengan lahap. Merasa ponselnya bergetar, diambilnya ponsel disaku celana dan dibacanya message yang masuk.

Aku didepan apartemenmu. Membawa berkas koreografi untuk perlombaan bulan depan. Kemana kau! Aku daritadi menunggu!

Menghela nafas membaca massage salah satu rekannya, Yunho mengalihkan pandangan menatap Changmin yang masih asik menikmati makanannya.

"Min, sepertinya aku harus pulang. Ada urusan mendadak." Changmin menghentikan acara makannya, dengan anggukan kepala ia menjawabnya.

Yunho beranjak berdiri dengan mata bambi yang terus melihat kearahnya membuat Yunho ikut balik menatap.

"Boleh minta nomor ponselmu sayang? Ku rasa aku akan selalu merindukanmu." Mendengar gombalan Yunho yang terasa tak mempan, Changmin kembali mendengus menahan tawa. Disambarnya ponsel Yunho dan diketiknya nomornya segera.

"Hubungi aku jika sudah sampai ne hyung?" Yunho mengangguk, lalu menarik Changmin berdiri dan membawanya ke pelukannya.

Dengan keadaan tetap saling berpelukan seperti teletubis mereka melangkah bersama ke arah pintu, setelah merasa pelukannya cukup, Yunho melepaskan dan membuka pintu membuat Changmin menggigil kedinginan karena udara malam yang berhembus. Yunho menatap dalam Changmin, merasa tak rela berpisah dengan kekasihnya.

"Paha mulus ini milikku," elusan lembutpun Yunho berikan ke kedua paha terekspos Changmin yang membuat lelaki berponi belah tengah itu meringis tak percaya jika lelaki didepannya adalah kekasih pertamanya.

"Sudahlah hyung, urusanmu menunggu untuk diselesaikan." Yunho tetap menanggapi dengan wajah tak rela, membuat Changmin menghela nafas lelah.

Dengan bibir yang dibasahi mencoba mengumpulkan keberanian, Changminpun akhirnya mendekati wajah Yunho dan memberi kecupan lembut dibibir hati lelaki itu. Kecupan singkat namun sarat akan ketulusan hati seorang Shim Changmin itu sungguh memberi kejutan tersendiri bagi Yunho, dengan senyum yang tak bisa ditahan diciumnya gemas kedua pipi Changmin dan segera berbalik pergi memasuki mobilnya. Meninggalkan Changmin yang tetap memasang senyum kekanakan hingga mobil Yunho menghilang dari pandangannya.

Changmin terus berdiri didepan pintu, membiarkan udara dingin membelai tubuh. Membuat bibirnya mulai kehilangan warna merahnya dan wajahnya memucat. Hampir 10 menit berlalu dengan tatapannya yang terus mengarah ke piruknya jalan raya, hingga akhirnya getaran ponsel yang berada dari dalam membuatnya sadar dan segera memasuki Kostannya, tidak lupa menutup pintu.

Didekatinya tas kecil untuk keperluan kuliahnya yang terlihat kotor di sudut ruangan, lalu diobrak-abrik isinya olehnya untuk mendapatkan benda yang dicari. Senyum geli namun tuluspun terbentuk di tiap sudut bibirnya membaca Massage terbaru dari ponselnya yang telah ketemu.

Selamat malam Changminku, Aku sudah memasuki apartemen hangatku. Istirahatlah yang cukup MyNamja.

Dengan tangan yang terulur mengambil Pizza dan mulai memakannya, Changmin membalas pesan dari nomor yang tak dikenal tapi ia tahu itu siapa.

Trims Hyung ^^

Hanya sebuah kalimat singkat, tapi mewakili semua yang dirasakan Changmin hari itu. Semua pemikiran akan perasaan yang sebenarnya sangat sulit untuk dijabarkan oleh Changmin sendiri.

To Be Continued

Next Chapter 4, Siap ke Ranjang Hangatku Sayang?

Jangan bakar wiye karena make outnya garing banget, itu bahkan bukan make out Dx

Dari awal yang diberatkan emang 'why not'nya, bukan make out. Oyoyoy readers ketipu~ haha

sorry juga karena bahasanya agak ga sinkron T.T mood nulis wiye dibuat jungkir balik antara cerita ini dan satunya. Yang ini humor dan bahasanya santai, yang satunya sedih dan bahasanya formal T.T

chap terakhir akan diupdate kalo wiye pengen*plakkk

maksudnya diupdate di hari terakhir perayaan yang wiye buat xD dan Guys wiye mau ngucapin

HAPPY HOMIN DAY KYAAAAAAAAAAAAAAAA~

Yunho changmin hiks hiks mumumu :* wiye selalu setia bersama kalian.

Dan homin shipper, oh God wiye fansgirlingan lihat konser with di fukuoka kemaren. Waktu ultah yunho itu loh, mereka sesuatu banget xD waktu changmin ngelusin pipi yunho pake krim, aigo ekspresi mereka. Cute, dan senangnya karena kejadian itu berlangsung cukup lama. Kagak seiprit xD yunho! Kenapa kau sangat ngetroll perasaan saya bang! Tolong balaskan dendammu dihari ultah changmin yakkk wiye tak sabar melihatnya xD oke, itu aja ya. Dan sekarang wiye mau bales review buat para guest :3 tadinya wiye ga mau bles disini, tpi daripada ga dibales malah nanti jd pikiran buatku u.u ya udah deh wiye bales dengan gabungan di chap 2 yaa :3*jujur wiye lbih suka yg private, tp gpp deh. Wiye pengen berinteraksi sma yg ga log in juga hehe

xxx—homin emang jarang banget, hiks :'( but ini udah dilanjut dear~ dan ayeaye mereka jadian ^0^. oh iya, potong tumpengnya tolong pucuknya buat wiye ya :3 dan besarnya setengah dari besar sebelum dipotong :3

Hanamichi—min lg diet, pipinya raib Dx tp kalo dia senyum lebar, masih kelihatan chubby kok. Cuma sekarang badannya kurus banget, :' jujur wiye dari dulu pengen jitak perut yunho saking gemesnya xD iya hana-chan, sikat, gesrek,gosok, ampe si rusa kewalahan :v review yg panjjang lg ya dear :*

Guest—ane tau ini siapa, ini sista kan hihihi :3 makasih ya sist, gomenasai ga bisa aktif di grup. Padahal wiye udah janji mau perkenalan. Tiap malem wiye sibuk banget sama tugas dan keharusan yg wiye emban. Takut dpt kacang jg T.T

Shin Min Hyo—sip dear~ wiye udah lanjut. Changmin emang ngegemesin :3 bibir changmin juga seksi, wiye jadi pengen nyobain*plaaaaakkk sip, buat perayaan spesial gini mah jelas apdet asap :3

Meisya—aku juga suka bget ff homin, tp otp ini makin jarang hiks T.T jd wiye buatin deh fiction2 biar kalian para homin ship bahagia :D

Kaname—ziii-chan wiye udah lanjut :D wiye juga cinta mereka*cium yunho*plaaaakkk hiks abang min jaat T.T*eluspala

Babyyming—iya, imut. Apalagi waktu mereka nyanyiin steppin. Poutnya Changmin sungguh luar binasa :v chap steppin? Atau Cius? Si Tsundere is Gumiho? Kyaaa~ tpi yang jelas boleh boleh,dan happy birhtday ya dear~ beruntung sekali ultahmu ga jauh dari duo homin :* sini wiye cium dulu biar lebih kerasa bahagianya :3

Oke sekian dari wiye~