Sebulan sudah Tetsuya berlatih basket bersama Tim Seirin, dan juga cahayanya Kagami, semakin hari kekompakan mereka semakin baik walau kadang mereka sering bertengkah karena hal sepele. Dan hari ini, saat mereka sedang istirahat dari latihan Aida Riko yang merupakan pelatih mereka datang dengan wajah ceria serta berbunga – bunga, yang seketika membuat anak kelas 2 Tim Basket Seirin ketakutan.
"Kenapa kau semangat begitu, Pelatih?" tanya Kagami penasaran.
"Lusa kita akan bertanding dengan SMA Kaijo!" ucapnya dengan lantang
"Serius?!" seru yang lain.
"Tentu, dan pelatih mereka sudah menyetujuinya, oleh karena itu latihan hari ini akan di tambah!" serunya yang seketika membuat suasana menjadi suram.
"Semangat ayo! Jangan malas – malasan!" perintah Aida.
'Jika aku menang, ini bisa menjadi salah satu bukti bahwa aku juga pantas menjadi bagian dari Akashi' gumam Tetsuya.
'Niisan tachi, apakah dengan ini dapat membuktikan bahwa Tetsuya pantas menyandang nama 'Akashi'?'
oOo oOo
Hello My Pitiable Life 02
Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi
Pairing : AkaKuro
Rating : T
Genre : Family, Angst, Hurt/Comfort
oOo oOo
Pagi hari yang cerah, di salah satu sekolah ternama di Kanagawa.
Terlihat beberapa orang sedang berdiri memandang gedung mewah yang ada di hadapan mereka. Sekolah yang ada di hadapan mereka memang salah satu sekolah elit di daerah nya jadi, jangan salah jika sekolah ini begitu mewah.
"He…hebat sekali sekolah ini" ucap Hyuuga terkesan.
"Bagaimana kita bisa menemukan gedung olah raga jika gedung sekolah mereka seluas ini" ucap Riko dengan raut muka binggung terlihat jelas disana.
"Ano pelatih"
"Ya, ada apa Akashi-kun?"
"Aku tau jalan menuju gedung olah raga" ucapnya dengan wajah datar.
"Sungguh? Kalau begitu tunggu apalagi! Ayo cepat tunjukan jalannya!" ucap Riko dengan semangat.
Dan dengan percaya pada ingatannya dulu Tetsuya berjalan bersama yang lain menuju gedung olah raga. Tidak memakan waktu lama untuk sampai kesana. Karena ternyata, Tetsuya masih ingat dengan betul lokasi gedung olah raganya saat pertama kali kemari untuk melihat pertandingan kakanya Ryouta.
Begitu sampai, mereka langsung di sambut oleh pelatih dari Tim Basket Kaijo, dan segera mereka di persilahkan masuk kedalam gym. Namun, apa yang mereka bayangkan berbeda dengan apa yang mereka lihat.
"Ano, kenapa setengah lapangannya dipakai?" tanya Riko.
"Untuk Seirin yang masih merupakan sekolah baru, kurasa setengah lapangan sudah cukup untuk latih tanding" ucap sang pelatih dengan nada meremehkan.
"Hooo, begitu" balas Riko sambil menahan emosinya. "Kalian semua segera bersiap, kita akan segera bertempur" lanjutnya.
Tidak mau kena imbas saat Riko dalam mode setannya, mereka semua segera bergegas untuk menganti pakaian mereka.
Tidak memmerlukan waktu lama untuk mereka berganti pakaian, dan setelah mereka selesai pertandinganpun langsung dimulai.
Tanpa memperhatikan lawan, kapten Tim Kaijo dengan tenangnya memainkan bola basktet tersebut sambil memberi intruksi pada anggota timnya, mereka terlalu meremehkan lawan sehingga tidak sadar bahwa Tetsuya yang sejak tadi mengamati merebut bola di tangan sang kapten dan mempassnya pada Kagami. Dan tercetaklah score pertama untuk Seirin.
"Hehh, boleh juga kalian" ucap sang kapten dengan nada meremehkan.
Pertandingan kembali di lanjutkan, kali ini tim Kaijo lebih serius walau mereka masih terlihat main – main, dan saat mereka sedang lengah Tetsuya kembali merebut bolanya dan langsung mempass kembali pada Kagami.
Dengan semangat yang mengebu – gebu Kagami mencetak score dan berakhir dengan ring yang terlepas dari tempatnya.
"Sumimasen, sepertinya kita tidak bisa melanjutkan pertandingan jika ring nya rusak" sahut Tetsuya "Jadi, lebih baik kita gunakan seluruh lapangan ini untuk berlatih tanding" lanjutnya dengan wajah datarnya.
Kesal dengan omongan Tetsuya yang terkesan seperti mengejek mereka, pelatih tim Kaijo memerintah anggota yang sedang menonton untuk mempersiapkan lapangan. Dan setelah selesai mempersiapkan lapangan, pertandingan kembali di lanjutkan.
Saat Seirin mencetak angka, maka Kaijo akan membalasnya, begitu terus sampai quarter pertama berakhir.
"Akashi-kun, untuk quarter kedua, kau tidak perlu masuk"
"Eh? Tapi aku masih sanggup, pelatih" sangkal Tetsuya.
"Dinginkan kepalamu, aku tidak tau masalahmu apa tapi kau terlihat seperti terburu – buru"
"Tidak, aku tidak sedang terburu – buru. Jadi, biarkan aku tetap bertanding" pinta Tetsuya.
"Tidak, dinginkan dulu pikiranmu baru aku akan mengeluarkanmu kembali"
"Baik"
Dan setelahnya quarter keduapun di mulai dengan Tetsuya yang di ganti oleh Mitobe.
Walau tetsuya tidak bertanding, tapi tidak ada perubahan pada permainan. Tim Seirin mampu mencetak score lebih banyak dari tim Kaijo.
Berkat Kagami dan juga three point dari Hyuuga mereka berhasil mencetak score lebih banyak dari tim Kaijo.
"Hey, kau lihat si nomor 11 saat dia berada di lapangan Seirin hanya bisa mencetak angka sedikit, tapi lihat saat dia duduk manis disana, mereka mampu mencetak angka lebih banyak"
"Kalau tidak salah diakan salah satu dari keluarga Akashi"
"Hah, apanya yang absolute dan tidak terkalahkan. Dia itu tidak ada apa – apanya"
Terus dan terus, mereka yang sejak tadi hanya menonton pertandingan ini mengucapkan hal buruk mengenai Tetsuya. Berusaha untuk tidak mendengar omongongan mereka dengan menutup kedua telingga nya dengan kedua tangannya, namun semakin dia berusaha untuk tidak menghiraukan suara suara tersebut, semakin jelas pula suara suara itu terdengar di pendengarannya.
'Tidak! Hentikan! Aku mohon hentikan!' jetirnya dalam hati sambil menutup telinganya.
"Sudah kukatakan jangan pernah membuat malu nama Akashi, Tetsuya!"
"Kau harusnya sadar kelemahamu nanodayo"
"Kau ini merepotkan sekali Tetsu-chin"
"Kau itu lemah Tetsu! Jadi jangan pernah berharap kau bisa bermain basker seperti kami!"
"Tetsuyacchi sebaiknya jangan mempermalukan kami lagi"
'Tidak! Hentikan! Aku mohon hentikan! Aku tidak akan melakukannya lagi! Maafkan Tetsuya, niisan! Maafkan!' jeritnya dalam hati.
"…shi … Akashi…. Akashi!"
"Ha-" tersadar dari lamunannya dengan wajah yang begitu pucat dan keringat dingin yang bercucuran. "Ka….Kagami …. Kun"
"Kau baik – baik saja Akashi?"
"Akashi-kun, jika kau sedang sakit sebaiknya tidak usah ikut bertanding" ucap Riko.
"Tidak! Aku baik – baik saja! Ijinkan aku bermain aku mohon!"
"E…eh? Tapi kau terlihat seperti sedang sakit"
"Aku mohon pelatih! Aku baik – baik saja, jadi tolong ijinkan aku bermain!" pintanya.
"Errrr…. Baiklah, kalau begitu cepat bersiap sana"
"Baik"
Dan quarter ketiga pun dimulai.
Tidak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya, tim Seirin tetap mencetak score lebih banyak dari tim Kaijo. Dan dengan adanya Tetsuya di lapangan perubahan score yang sangat drastis terlihat. Tim Kaijo tertinggal banyak angka dari Tim Seirin.
"Hey kau! Sebaiknya menyinkir dari lapangan ini!" teriak salah satu anggota tim Kaijo kepada Tetsuya.
"Tidak akan pernah" ucap Tetsuya dengan serius.
"Sialan kau!" teriaknya.
Dan seketika.
Bugh.
"Akashi-kun!"
"Akashi!"
'Tidak….kumohon…"
oOo oOo
"Tetsuya, sedang apa disana?" tanya seseorang. Namun, yang di tanya hanya diam dan terfokus pada apa yang dia lihat.
"Ahhh, kau sedang melihat nii-san mu bermain basket rupanya" ucapnya sambil mengelus sayang surai baby blue itu.
"Kau ingin bermain juga dengan mereka?" tanyanya. Dan langsung sang objek yang sejak tadi di ajak berbicara menatap sosok di sebelahnya dengan wajah berbinar.
"Tetsuya boleh bermain jika kau sudah sembuh"
"Cei-nii!" teriak Tetsuya yang langsung memeluk erat Seijuurou.
"Kenapa Tetsuya berada di teras, Okaa-sama?"
"Kau tau sendiri bagaimana Tetsuya itu Seijuurou"
"Mencoba kabur dari Okaa-sama lagi, Tetsuya?"
"Tidak! Tetcuya tidak kabul Cei-nii! Tetcuya hanya kecepian caja"
"EH?! Tetsuyacchi kau kesepian?! Kemari! Biar Ryouta-nii temani!"
"Jangan dekati Tetsu baka Ryouta!"
"Lepaskan aku Daikicchi!"
"Berisik nodayo! Tetsuya sedang sakit! Kalian harusnya tenang!"
"Tetsu-chin mau cemilan?"
"Jangan berikan dia cemilan Atsushi! Tetsuya masih berumur 3 tahun! Dia tidak cocok makan cemilan mu itu nodayo!"
"Tarou-chin berisik"
"Hentikan keributan kalian semua atau kalian tidak akan bisa melihat Tetsuya sampai dia sembuh" walau titah dari si sulung sudah di keluarkan, namun keributan tersebut masih terus berlanjut.
Dan dengan suara tangisan yang keluar dari mulut si bungsu cukup untuk menghentikan keributan yang sejak tadi terjadi.
Dan dengan seketika sosok cantik yang mereka sebut Ibu itu mengendong Tetsuya dengan sayang untuk meredakan tangian si bungsu.
"Hentikan perkelahian kalian, lihat Tetsuya ketakutan melihat kaliab ribut - ribut seperti itu" titah sang Ibunda.
"Maafkan kami Tetsuya/Tetsuya/Tetsu-chin/Tetsu/Tetsuyacchi" ucap mereka bersamaan.
"Bagus, dan Okaasan ingin mengatakan sesuati pada kalian jadi dengarkan apa yang akan Okaasan katakan" ucapnya, yang dijawab dengan anggukan serentak dari kelima makhluk warna warni di hadapannya.
"Apa kalian menyanyangi Tetsuya?"
"Tentu saja!" jawab mereka kompak.
"Kalau begitu, kalian harus melindunginya apapun yang terjadi. Dan ingat jangan sampai kalian melukai Tetsuya apalagi perasaanya. Janji?"
Dan dengan kompak mereka menjawab "Tentu, Okaa-sama"
Namun, kenyataan yang terjadi tidak seindah seperti yang ada disana.
oOo oOo
Terbangun dengan keadaan yang bisa di bilang tidak cukup baik, Tetsuya baru sadar jika dia ternyata sudah berada di kamarnya. Terdiam cukup lama sambil menatap atap kamarnya dengan pandangan kosong, mencoba mengingat mimpi yang baru saja muncul di benaknya.
Mimpi bagaimana Nii-san nya menyayangi dirinya, mimpi bagaimana hangatnya kebersamaan itu. Suara isak tangis pun keluar dari mulutnya di sertai dengan air mata yang keluar tanpa henti.
Dirinya sangat merindukan masa – masa itu. Masa dimana keluarganya adalah keluarga yang hangat dan bergitu harmonis. Kasih sayang Ibu dan Ayah nya yang begitu terasa juga Nii-san nya yang begitu menyayangi Tetsuya.
Sungguh, jika bisa Tetsuya tidak ingin bagun dari mimpinya.
Dia lelah.
Lelah dengan semua hal yang mengharuskannya menjadi sosok yang sempurna.
'Jika kebersamaan adalah kesempurnaan, dan kesempurnaan adalah segala, apakah nii-san tachi akan selalu bersama Tetsuya untuk mengapai kebersamaan itu?'
Tetsuya hanya ingin Nii-san yang dia sayangi kembali seperti dulu.
Menyayangi dirinya seperti saat kedua orang tuanya masih ada.
Namun, semua itu adalah hal yang mustahil untuk dirinya.
'Ne, niisan tachi, Tetsuya merindukan kalian yang dulu'
Dirinya yang sejak kecil mempunyai fisik yang lemah tidak bisa menandingi Niisan nya yang mempunyai fisik kuat.
Ingin dia menyerah.
Tetapi.
Dia ingat bahwa menyerah tidak akan menghasilkan apapun.
Jadi, dengan sekuat tenaga dia akan mengembalikan itu semua.
Pasti.
Saat sedang mengenang masa lalu yang sangat Tetsuya sukai, terdengar suara ketukan pelan dari kamarnya.
"Tetsuya-sama, jika anda sudah bangun Seijuurou-sama dan yang lainnya menunggu di meja makan" ucap salah satu maid dari balik pintu.
"Baik" balas Tetsuya.
Segera dirinya bangun dari kasur empuknya dan segera berbenah. Setelah selesai dia baru menyadari bahwa dikepalanya terlilit perban. Sejak kapan?
Tentu saat pertandingan melawan Kaijo tadi, salah satu anggotanya melukai Tetsuya dengan tidak sengaja memuluk kepalanya hingga berdarah dan dirinya tidak sadarkan diri. Dengan segera Riko dibantu yang lain mengobati luka tersebut dan melilitkan perban agar darahnya berhenti keluar.
Dan setelah pertandingan selesai dengan kemenangan Seirin, mereka menelefon Tanaka agar menjemput Tetsuya yang sedang tidak sadarkan diri.
'Sepertinya aku membuat kekacauan' keluhnya dalam hati.
Mencoba melupakan apa yang terjadi, Tetsuya segera bergegas menuju ruang makan.
"Ne ne Shintaroucchi sebenarnya apa yang terjadi pada Tetsuyacchi?"
"Seseorang memukul kepalanya saat sedang bertanding melawan Kaijo tadi"
"Hah! hanya di pukul pelan begitu dia sampai pingsan, dasar lemah!"
"Tetsu-chin memang lemah, kau tidak perlu bilang itu sambil berteriak Dai-chin"
"Walaupun Seirin menang dalam latih tanding tadi, tapi tetap saja Tetsuya mempermalukan nama Akashi, sungguh tidak berguna"
"Seijuuroucchi, bukannya itu terlalu jahat? Tetsuyacchi bukan tidak berguna dia hanya lemah saja"
"Itu sama saja tidak berguna baka"
"Karena Tetsuya lemah maka dari itu dia mudah terluka nodayo, benar – benar merepotkan"
"Tetsu-chin memang selalu merepotkan Tarou-chin"
Dan seterusnya, mereka mengucapkan kata – kata tersebutm tanpa mereka sadari bahwa sejak tadi Tetsuya mendengarkan semua pembicaraan mereka.
Hinaan demi hinaan mereka ucapkan tanpa memikirkan bagaimana dirinya.
Cukup!
Tetsuya tidak tahan dengan semua ini!
"Hentikan….."
"Hentikan!…"
"HENTIKAN!" teriak Tetsuya di hadapan para Niisan-nya.
"Kenapa? … kenapa kalian selalu berkata buruk padaku?! ….. Apa salahku sebenarnya?!" teriaknya dengan air mata yang kembali mengalir. "Kenapa kalian terus saja berkata seperti itu tanpa tau bagaimana perasaanku?! ….. KENAPA?!" teriaknya lagi sambil menatap penuh amarah pada mereka yang ada di hadapannya
"Kau tanya 'kenapa' Tetsuya? Kau ingin tahu alasannya?" balas Seijuuro dengan suara dingin
"Karna kau itu hanyalah aib dari keluarga Akashi! Kau! Orang lemah sepertimu! Hanyalah hama di keluarga ini!"
'Bohong...'
"Kau itu sangat merepotkan nodayo! Kau tidak tahu apa bahwa aku selalu kerepotan saat harus sering merawatmu yang penyakitan itu?!"
'Bohong...'
"Karena Tetsu-chin itu lemah maka kau itu menyebalkan, seharusnya kau tau itu"
'Tidak...'
"Hah! Untuk apa kami harus memikirkan perasaanmu itu Tetsu! Bahkan kau sendiri tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan kami saat orang – orang menghina kami karena dirimu yang lemah itu!"
'Tetsuya selalu memikirkan perasaan kalian'
"Untuk apa Tetsuyacchi bertanya seperti itu jika sudah tau jawabannya bahwa kau itu hanyalah penganggu saja di keluarga ini"
'Karena aku ingin tahu apakah kalian masih menyayangiku ... atau ... melupakannku ...'
Siapapun…
Hentikan….
Katakan bahwa semua yang di ucapkan oleh mereka adalah bohong….
Siapapun….
Tolong katakan bahwa Niisan nya hanya bercanda…
Kenapa!
Kenapa mereka menjadi seperti itu?!
Kemana Niisan-nya yang begitu menyayangi dirinya?!
Kemana perginya semua kasih sayang itu?!
'Maafkan Tetsuya yang hanya menjadi penghambat kesuksesan kalian niisan tachi, Tetsuya janji tidak akan merepotkan kalian lagi'
"Hah! Aku muak melihat mukamu itu Tetsu! Sana pergi! Lebih baik orang seperti dirimu tidak ada disini!" maki Daiki dengan nada yang penuh emosi
'Jika aku tahu akan jadi seperti ini, aku lebih memilih untuk tidak di lahirkan'
"Sepertinya kau perlu di beri pelajaran Tetsuya, kau sudah melupakan tata kramamu!"
"Kurung saja dia di kamarnya, Seijuurou-niisan"
"Kurasa itu bukan itu buruk Dai-chin"
"Hehh~ tidak buruk juga Daikicchi"
"Terserah kau saja Daiki"
"Baiklah, kalau begitu Atsushi bawa Tetsuya ke kamarnya" titah Seijuurou.
Belum sempat Tetsuya untuk pergi dari sana, Atsushi sudah membawa Tetsuya terlebih dahulu dan pergi menuju kamarnya.
"Lepaskan! Atsushi-niisan! Lepaskan aku!" pinta Tetsuya
Namun, teriakan memohon itu sama sekali tidak di dengarkannya, dan terus melangkah masuk menuju kamar Tetsuya.
"Kau akan diam terus di sini saat kau sudah mengakui kesalahanmu Tetsuya" ucap Seijuurou, dan seketika pintu di hadapan Tetsuya terkunci dengan kegelapan yang menyelimuti.
"Buka! Bukaan pintunya Nii-san!"
"Sungguh Tetsuya tidak bermaksud untuk mempermalukan kalian, Tetsuya janji tidak akan melakuaknnya lagi!"
"Maafkan Tetsuya, Seijuurou-niisan! Tolong keluarkan Tetsuya dari sini aku mohon! Tetsuya janji tidak akan mempermalukan kalian lagi, Tetsuya janji tidak akan menjadi penghalang kalian lagi, karena itu Tetsuya mohon tolong keluarkan Tetsuya dari sini"
Suara parau si bungsu yang meronta, memohon maaf kepada si sulung tidak pernah di dengarkan, bahkan ke empat kakaknya sama sekali tidak menolong si bungsu. Rasa benci yang muncul dalam diri mereka membuat mereka tidak peduli dengan si bungsu dan melukapan janji mereka terhadap sang Ibunda.
"Jangan ada yang pernah membuka pintu kamar Tetsuya! Ini adalah pelajaran karena dia sudah bersikap tidak sopan!" titah si sulung kepada semua maid yang ada di mansion Akashi.
Tidakkah mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan hanyalan menambah luka didalam hati kecil Tetsuya yang begitu rapuh?
"Niisan…..hiks….maafkan Tetsuya…"
Dan kegelapanpun menyelimuti dirinya dengan sempurna.
TBC
Yoooooo! setelah sekain lama akhirnya saya kembali~ -w-)
Maafkan baru bisa update sekarang :'D
berhubung selama 2 minggu author ini sakit gara - gara ... ya itulah pokoknya :'D
sesuatu yang sungguh tidak ingin di ingat karena kesalahan sendiri :"D
Jadi, selamat menikmati dan jangan lupa Reviewnya ya~~~~ '3')
Maaf untuk kali ini tidak ada balasan Review :"v
Tapi terima kasih sebelumnya untuk kalian yang sudah memberi review! -w-)
Author sayang kalian :3
ありがとう。(ㅎ.ㅎ)
