We Met Again
Summary : Di Malam yang penuh bintang, tampak Naruto di balkon kamar yang ada dipenginapan. Ia mengingat kisah cintanya dengan Sasuke. Awal mereka bertemu, lalu mereka jadian, hingga saat ini. Air mata pun menetes dari mata indahnya.
.
.
.
Tampak Naruto yang berjalan pincang setelah mancing bersama Inori. Setelah ia mengembalikan alat pancing, Naruto segera saja kembali ke penginapan. Naruto pun membatin sambil berjalan ke penginapan,
'Hari yang melelahkan, yang keceburlah, yang di rape si Teme lah lalu dibawa ke hotel dan di rape lag-…Eh? Rape? Hotel? Teme?'
BLUSH!
Sekarang dapat ia yakini mukanya seperti buah kesayangan Sasuke, Tomat merah yang matang. Ia pun segera membuka kamar yang ia tempati.
"Mmh…Kaka..shi~ Nanti ada…yang..li..ahh..hat~" ujar Iruka sambil mendesah
Kakashi hanya meneruskan aktifitasnya, menjamah tubuh Iruka. Mereka sepertinya tidak sadar ada Naruto yang mukanya semakin merah melihat aktifitas mereka.
"E…Ehem!" deheman Naruto menghentikan 'acara' Kakashi dan Iruka
"Na…Naruto!" Iruka sudah pasti terkejut, sedang Kakashi menutupi setengah atau lebih tepat mulutnya. Oh~ Kakashi kan hanya ingin Iruka saja yang melihat wajahnya tanpa masker.
"Ma..Maaf mengganggu," dengan terburu-buru Naruto pergi ke balkon yang ada dikamar tersebut. Membuka pintu balkon, lalu ke balkon dan menutup pintunya.
"Nah~ Iru-chan~ Ayo kita lanjutkan~" bisik Kakashi sambil menyeringai
.
.
.
"Malam yang indah," gumam Naruto sambil tersenyum
Naruto memejamkan matanya, mengingat-ngingat masa lalunya ketika ia masih kecil. Sedih, senang, marah, dan lainnya. Tiba-tiba ingatan ketika hubungannya dengan sang Uchiha terakhir terlintas. Tanpa sadar Naruto tersenyum tulus.
.FLASHBACK-ON. (NARUTO'S POV)
Hari ini, aku berjalan menuju apartemenku seperti biasanya. Aku sangat kesal pada penduduk desa, mereka tidak henti-hentinya mengejek dan melempariku batu. Sebenarnya apa salahku? Aku hanyalah seorang bocah yang tidak memiliki orang tua, cih, mereka menyebalkan. Hanya beberapa orang saja yang mau bermain denganku.
Aku terus berjalan. Melewati taman yang merupakan tempat bermainku bersama Shikamaru, Kiba, dan Choji. Ya, mereka bertiga adalah beberapa orang yang masih baik padaku. Aku menyusuri jalanan dipinggir danau Konoha, hingga aku melihat bocah lelaku berambut reaven, berkulit putih pucat, eh, tunggu lambing "Uchiha" ? jangan-jangan dia bocah yang sering dibicarakan itu? Aku terus memandang punggungnya. Tanpa kusadari ia menoleh kearahku, pandangan mata kami saling bertemu cukup lama. Kenapa jantungku berdetak sangat cepat? Aku pun segera pergi dari tempat itu dengan wajah merah.
.
.
.
Keesokan harinya, aku melihat bocah kemarin di bangku depanku, yang kutahu nama bocah itu adalah Uchiha Sasuke. Ia menatap lurus keuar jendela, seakan menganggap tak ada wanita-wanita cerewet dan sok centil disebelahnya. Sasuke tampan dan keren. Aku jatuh cinta padanya. Ah, aku lupa bilang ya, kalau aku ini gay. Sebenarnya, bukan karena ia tampan dan pintar saja, tapi ia tadi sempat menolongku dari anak-anak yang membenciku. Sasuke-sama~ You are my Hero.
"Dobe, jangan menatapku seperti maniak," ujarnya entah pada siapa, sedangkan aku hanya terus memandangnya.
Ia pun memukulkan bukunya pada kepalaku. Tidak terlalu keras sih, tapi tetap saja sakit.
"Aoww…Apa yang kau lakukan, Teme?" rintihku
"Dobe," ejeknya
Oh, kutarik kembali kata-kataku bahwa Sasuke adalah pahlawanku. Ya, tapi aku tetap mencintainya. Sudah kuputuskan, panggilan kesayangan untuknya adalah 'Teme'~
.
.
.
Sudah beberapa bulan kami satu kelas. Hari ini, Iruka-sensei mengumumkan akan diadakan ujian cunnin. Setiap kelompok terdiri tiga orang, satu wanita dan dua pria.
"Pokoknya aku yang dengan Sasuke!" ujar Ino
"Tidak, aku!" Sakura tak mau kalah
Dari semua wanita, kedua wanita inilah yang paling maniak dengan Sasuke. Entah kenapa, tubuhku bergerak sendiri dan naik keatas meja Sasuke. Aku dan Sasuke saling pandang. Suasana kelas tiba-tiba menjadi sepi, mereka semua melihat kami.
Aku sama sekali tidak peduli, ini hanya perasaanku atau pandangan Sasuke menghangat ketika melihatku.
"Hoaamh…" tanpa sengaja punggung Shikamaru -yang baru bangun- dan bangkunya tepat di depan meja Sasuke mendorong punggungku. Alhasil aku terdorong dan…
Chuu~
"Gyaaa! MY FIRST KISS!" teriakku sambil menutup bibirku dengan punggung tangan kananku
"Hn," Sasuke langsung memalingkan wajahnya dan menutup bibirnya dengan telapak tangannya
Eh, tunggu, apakah mataku waktunya diperiksakan? Apa aku gak salah lihat, ada semburat merah di pipi si Teme?
"Naruto! Kau itu Baka!" bentak Ino dan Sakura bebarengan
"Ku…Kuso~" aku segera berlari keluar kelas dengan wajah amat merah, ta luput aku menabrak orang-orang di perjalanan kabur(?)
"Hoaamh…merepotkan~" kata Shikamaru yang sempat kudengar
Untuk kali ini saja, aku bersyukur Shikamaru adalah tukang tidur~
.
.
.
Beberapa hari telah berlalu, aku tidak masuk sekolah. Aku masih malu dengan kejadian itu.
Tik…Tok…Tik…Tok…
Suara jam dinding itu mengisi kesunyian di kamar apartemen yang kutinggali ini. Ku lihat sekarang pukul berapa, 15:00, waktunya sekolah bubar.
"Haah~" aku menghela nafas untuk yang kesekian kalinya.
TOK…TOK…
Aku menoleh kearah pintu. Siapa yang berkunjung? Langkah sekali, perlahan aku berjalan menuju pintu. Dan ketika kubuka, yang berkunjung adalah…
"Kau lama sekali, Dobe." Suara Baritone yang sungguh kurindukan terdengar di telingaku
"Te…Teme? Kenapa kau ada disini? Ah, silakan masuk."
Ia pun masuk kedalam, duh, aku jadi salah tingkah gini. Sasuke menatapku dengan serius. Aku hanya bias menunduk.
"Kenapa kau membolos?" Tanya Sasuke langsung
"Umh…itu..karena…"
"Apa karena insiden ciuman itu, Dobe?"
"Err…itu ciuman pertamaku, Teme," ujarku malu
"Kalau begitu…"
Hal yang membuatku hamper mati bahagia pun terjadi. Seorang Uchiha Sasuke Teme, memelukku erat namun lembut. Dan membisikkan…
"Aishiteru, Dobe."
"Ai…Aishiteru, Teme~" balasku sambil memeluknya dan menangis bahagia
.
.
.
Setengah tahun telah berlalu, banyak yang telah kami lakukan. Emh…ciuman, pelukan…bahkan Make Love. Hari ini tepat lima hari setelah insiden saat Ujian Cunnin berlangsung. Entah ini hanya perasaanku saja atau Sasuke memang semakin menjadi dingin dan tertutup?
Keesokan harinya, aku mendapat kabar bahwa Sasuke telah pergi dari Konoha. Tanpa sebuah pesan, tanpa pamit padaku. Aku berpikir, bagaimana dengan hubungan cinta kami? Semalaman aku menangis karena memikirkan Sasuke seorang. Biarlah bila kalian menanggapku cengeng. Sasuke sangatlah berarti bagiku.
.FLASH BACK-OFF.(NORMAL POV)
Tanpa sadar, Naruto meneteskan matanya
"Geez, kenapa aku menangis?" ia pun mencoba menghapus air matanya, tetapi malah semakin deras.
"Sasuke…AISHITERU," teriaknya entah pada siapa, ia hanya berharap Sasuke dapat mendengarnya.
-TBC-
.
.
.
Iztha : Hai Semua~ waktunya balas review~
Minato : Hai Minna, boleh aku membantu?
Naru/Sasu : Touchan!/Mertua!
Iztha : LANGSUNG! Review pertama, Desroschan, haha begitulah. Rate naik dikit~
Naru : Review kedua dari…gak ada namanya, Cuma Guest doing, Sasu emang mesum dari dulu. Jadi aku udah kebiasaan~#smile
Sasu : Anggun Sektiaty, setuju ama lu, nanggung banget. Tinggal dikit lagi…geez~#dilempar ke laut
Iztha : -senpai, ini sudah saya lanjutkan~#mbungkuk
Minato : Tanpa nama lagi, Guest kedua, Terima kasih pujiannya. Author sampe merah mukanya #grin
Iztha : Mi…Minato-san! Ukh, pereview berikutnya, Han Gege? Bener gak tulisannya? Naru kan nurun dari Madara, Madara kan mesum…jadi semua Uchiha ngikut mesum#tepar dikeroyok Uchiha
Sakura : Iztha! Aku akan mengobatimu!#ngobatin
Iztha : Sa…Sakura, kau ba-
Sakura : kalo kamu mati gak ada yang nerusin~#pergi
Iztha : #pundung
Naru : hahaha, sudah-sudah, review berikutnya dari Rin Miharu-Uzu-senpai, ukh, jangan memikirkan hal yang aneh-aneh!#manyun
Sasu : Hn, OrangeCassie, menurut lu gua cinta beneran gak ama Dobe?
Iztha : balasan untuk…err…Guest ketiga, Hahaha, tidak apa, yang penting anda sudah merivew. Iya, ada JugoSui. Emh~ gimana ya~ itu masih .sia~
Minato : review berikutnya, Reitan Namikaze, Sepertinya author gak bias ngasih lemon. Gomen~ #senyum charming
Naru : Gyaaaa! Kenapa semua pada minta saya di rape ama Teme sih? Ini juga, si Tia Hanasaki…hiks…
Sasu : Hn, cerewet. Hitachiin Rizu, jawabannya, karna gua ganteng! Ini udah updet!#sewot
Iztha : Kouyuki-san, maaf sepertinya gak bakal ditunjukin Lemonannya, Saya masih takut, takut-takut nanti kena razia FFN..Maaf~
Minato : OK! SEMUANYA, TERIMA KASIH REVIEWNYA~
