Bab 3

Sekarang waktunya nagih ke Aiolia, Deathmask, Shura, dan Aphrodite. Saga dan Mu ke kuil Shura dulu, soalnya kuilnya paling deket ma kuil Scorpio.

"Alo, Shura," sapa Mu.

"Alo juga," balas Shura yang lagi bengong.

"Mu mau nagih utang, ney," kata Saga, sekali lagi gak pake basa-basi.

"Utang apaan?"

Gileee...keterlaluan banget sampe lupa pernah ngutang...

"Utang reparasi cloth, dodol!" jawab Saga sewot.

"Hah?" Shura bingung. "Gue nggak pernah pinjem duit Mu buat beli dodol, tuh."

"Aaaaarrrgh!" Saga histeris. "Asa nggak nyambung! Kenapa sih kamu?! Manyun aja! Lagi patah hati?!"

Shura menghela napas. "Gue baru berhenti kerja dari perusahaan kerajinan pahat."

"Mang kenapa? Kualitas kamu menurun?" tanya Saga.

"Kagaaak, justru semakin meningkat. Masalahnya mereka gak mau naikin gaji gue…," keluh Shura.

Melihat Shura yang lagi kesulitan keuangan, Mu jadi nggak tega buat nagih utang. Dia berbisik ke Saga. "Saga, untuk sementara nagih utang ke Shura dipending dulu aja, deh…kasihan dia…"

"Nanti kamu gak bisa dapet satu juta euro kalo Shura nggak ditagih," bisik Saga.

"Masih cukup, kok... Shura cuma ngutang untuk reparasi helmnya."

Saga menghela napas. "Oke deh, ayo ke Aphrodite."

Mu sempat menghibur Shura sebelum keluar dari kuil Capricorn. "Sabar ya, Shura, nanti pasti kamu bakal dapet pekerjaan yang lebih baik."

"Iya, Mu, iya..."

"Mungkin kamu bisa buka usaha sendiri, jadi nggak ngikut perusahaannya orang lain."

"Iya, iya..."

"Kalo punya usaha sendiri kan lebih enak, lebih hemat, dan untungnya lebih besar—"

"Muuuuuuuuuuu, ayo cepetan ke kuil Pisces!" sahut Saga gak sabar.

"Iya, iya!" dan Mu pun ngikutin Saga ke kuil Aphrodite, meninggalkan Shura yang masih aja bengong.

Waktu Saga dan Mu nglewatin kuil Camus, Camus juga lagi duduk bersandar dan merenung. Laaah...hari ini peringatan Hari Bengong Se-Sanctuary, yey...?

"Halo, Camus," sapa Mu sambil terus berjalan.

"Hmm," balas Camus, seperti biasa pelit ngomong.

"Mikirin apaan?" tanya Saga, juga sambil terus berjalan.

"Kangen," jawab Camus.

Saga dan Mu langsung sweatdrop dan gubrak!. Apa katanya tadi?? Kangen?? Orang kayak Camus bisa juga ngomong kangen??? Hahaha, Dewa 19 banget....

"Kangen sapa??" tanya Saga setelah berdiri.

"Sapa lagi? Kangen anak angkat saya, dong, masa mau kangen ma Aphrodite," jawab Camus dingin.

"Hyoga memangnya masih di Jepang?" tanya Mu.

"Ya. Anak durhaka, sudah sebulan pulang ke Jepang tapi nggak pernah nelpon saya barang sekalipun," sahut Camus.

"Ya kamu dong telpon dia," kata Mu.

Camus cuma diem.

Saga pun muter bola mata dan nerusin jalan, diikutin Mu. "Bapaknya juga durhaka gitu sih, gak heran kalo anaknya ikut-ikutan durhaka," gumam Saga.

Setelah tiba di kuil Aphrodite, ternyata kuilnya kosong.

"Duh...!" keluh Saga. "Saya lupa, si Aphrodite lagi peragaan busana di Swedia!"

"Ow...," keluh Mu.

"Emang utangnya Aphrodite gede gak sih?" tanya Saga.

"Ngg...nggak juga, sih.... tapi kalau dia nggak bayar, Aiolia dan Deathmask HARUS bayar. Kalau mereka nggak bayar, nggak bakal cukup satu juta euro..."

Saga menghela napas. Nagih ke Aiolia sih masih rada gampang. Nagih ke DM tuh yang merupakan tantangan besaaaaar...

Bersambung