"Lucifer-kun aku senang jika anak kita adalah laki-laki."

Seorang wanita bersurai raven panjang yang diikat twintail berujar dengan lirihnya. Mata kanannya berwarna merah sementara mata kirinya berwarna emas dan berpola jam emas memandang sendu seorang bayi didalam gendongannya. Sedangkan orang yang dipanggil Lucifer memandang sedih wanita yang berada didalam pelukannya. Mata rubynya memancarkan perasaan sedih yang mendalam.

"Maaf Kurumi….. karenaku anak kita menjadi menderita."

Kurumi menggeleng lemah. Di tatapnya anak dari hasil hubungannya dengan Lucifer dengan pandangan yang suit untuk di artikan. Hanya seorang ibu yang mengerti bagaimana perasaan yang di alami Kurumi saat ini.

Bayi itu memiliki surai merah dan dikeningnya terdapat sepasang tanduk. Bayi itu memiliki iris berpola jam emas. Tubuh bayi itu terselimuti oleh api biru yang berkobar dengan liarnya. Tapi Kurumi tidak merasakan sakit sama sekali karena api itu.

"Para dewa melarang anak kita untuk tinggal bersamaku di istana para dewa. Tapi jika dia tinggal di Gehenna… a-a-aku tidak ingin anak kita dalam bahaya."

Air mata mengalir dari pipi mulus Kurumi. Air mata yang melambangkan kesedihannya.

"Aku tahu pasti para malaikat jatuh itu akan mengincar Anak kita…. Apa lagi Azazel dan Araqiel yang menyimpan dendam yang besar kepadaku….. kerajaan surga mungkin tidak akan tinggal diam karena kelahiran anak kita."

Lucifer mengusap lembut rambut anaknya. Senyum seorang ayah dia tunjukkan kepada anaknya. Dia mengerti sekarang perasaan menjadi seorang ayah.

Memang dia sudah memiliki seorang anak….. tapi anaknya itu dari lahir selalu bersama ibunya (bukan Kurumi) sehingga dia jarang bersama dengan anaknya. Hal itu juga yang membuatnya tidak tahu apa-apa tentang perasaan seorang ayah.

'Sekarang aku mengerti bagaimana perasaan ayah sewaktu aku berkhianat padanya…. Maafkan aku ayah.'

Lucifer tersenyum miris…. Andai dia dulu tidak mementingkan kesombongan dan nafsunya. Mungkin dia masih berada didekat sang ayah dan bertemu dengan saudara-saudaranya.

"Kau benar Lucifer-kun…. Seorang anak iblis dari hubungan dewa Gehenna dan dewi waktu…. Mungkin musuh-musuhmu tidak akan membiarkan anak kita hidup."

"Yak kau benar….. tapi kamu tak usah khawatir aku sudah memiliki solusi supaya anak kita tidak dalam bahaya."

Lucifer terkekeh geli saat melihat tatapan penuh harap dari Kurumi. Benar-benar lucu, sangat berbanding terbalik dengan sifatnya selama ini.

"Sepertinya sifat malaikatmu masih mendominasi dirimu Lucifer-kun….. jadi apa solusinya?."

"Aku akan meletakkan Anak kita didunia manusia-"

Belum sempat menyelesaikan kata-katanya. Kurumi terlebih dulu memotong ucapannya.

"Kau gila…. Lucifer-kun anak kita bisa dalam bahaya… bagaimana jika ada yang tahu bahwa bayi ini adalah anak dari hubungan kita."

Kurumi memandang Lucifer dengan tajam. Menurutnya, rencana Lucifer sangatlah berbahaya.

"Kamu tenang saja… aku sudah memiliki orang yang lebih dari cukup untuk menjaga anak kita dan juga aku akan menyegel aura iblis serta kekuatan anak kita untuk sementara."

Lucifer menempelkan telapak tangannya pada perut bayi itu… api biru yang semula menyelimuti tubuh bayi itu lenyap tanpa sisa. Fisiknya juga berubah. Fisik bayi itu seperti fisik bayi manusia pada umumnya.

"Andai ayah tidak menghukumku menjadi jahat…. Mungkin aku akan sangat bersedia membesarkan anak kita…. Kau tahu aku tidak ingin anak kita menjadi sepertiku."

"Makanya jangan menantang ayahmu… lihat lah dirimu sangat menyedihkan."

Kurumi tersenyum mengejek kearah Lucifer. Lucifer cemberut kesal karena ucapan Kurumi. Tapi dalam hatinya dia tersenyum senang karena Kurumi tidak lagi merasa sedih.

"Oh ya… Lucifer-kun apa kamu sudah punya nama untuk anak kita?…"

Lucifer terdiam. Dia berpikir keras untuk mencari nama yang bagus untuk anaknya.

"Bagaimana jika Naruto… thehehe maaf jika jelek Kurumi."

Lucifer menggaruk pelipisnya gugup. Kegugupannya bertambah saat Kurumi menatapnya dengan datar.

"Naruto hmmm…. Nama yang lucu.. baiklah nama anak kita adalah Naruto. Nnaahh Naruto-kun selamat datang didunia."

Seolah menjawap kata-kata sang ibu. Naruto kecil tertawa dan tangan mungilnya seolah ingin menggapai wajah Kurumi.

Title: Destiny of the Satan's Son.

Disclaimer: Naruto (Masashi Kishimoto) dan Serieri Tsukai no Blade Dance (Yuu Shimizu) dan char yang terkait bukan punya saya

Paring:

Naruto x...

Kamito x...

Rated : M (untuk jaga-jaga)

Genre: advanture, action, Comedy, Ecchi, School, Harem, Supernatural

Warning : ancur, gaje, ooc, oc, typo, alur berantakan, etc.

"Okay." = bicara biasa

'Okay.' = batin/fikiran

"Okay." = Seirei/ Monster

'Okay.' = batin seirei/monster

[Okay] = jutsu

Summary : Naruto adalah anak dari dewa jahat Gehenna. Tapi walapun demikian, jalan yang Naruto ambil bukanlah kegelapan melainkan jalan yang dipenuhi cahaya dan kehangatan. Bersama dengan sang adik dan sahabat-sahabatnya. Mampukah dia membawa kedamaian. Kita lihat saja di TKP.

Didalam sebuah ruangan. Dua orang berbeda gender menatap lawan masing-masing dengan diam. Keadaan ruangan itu benar-benar panas. Panas karena aura permusuhan yang besar dari mereka berdua.

"Jadi… Greyworth apa isi dalam surat ini benar?"

Kamito menata lurus kearah Greywoth. Dia menunjukkan sebuah surat yang beberapa hari yang lalu di berikan oleh Greywoth lewat seekor burung Merpati.

"Menurutmu bagaimana?…. Entahlah aku tidak tahu…. Aku hanyalah wanita bodoh yang mengirimkan sebuah surat cinta kepada seorang laki-laki."

Greyworth berujar sinis. Dia tersenyum meremehkan Kearah Kamito.

*bbrraakk*

Kamito memukul meja kerja Greyworth dengan keras. Karena tindakannya itu, semua yang ada diatas meja Greyworth berjatuhan dari meja kerjanya.

"JANGAN BERMAIN DENGANKU PENYIHIR SIALAN!"

Kamito berteriak marah. Dia menatap Greyworth penuh akan pandangan membunuh.

Greyworth tidak bergeming. Dia memang merasakan takut saat ditatap seperti itu oleh Kamito. Tapi dia bisa menyembunyikan perasaannya dengan baik.

"Ka-Kamito-kun jahat…. Mana seorang pria penurut nan imut yang pernah aku temui dan kucintai itu… hiks.. kamu jahat Kamito-kun."

Urat-urat kekesalan muncul diwajah Kamito. Inilah yang paling dia benci dari Greyworth, selalu suka mempermainkan orang-orang.

"Jangan bercanda brengsek….. jika kau masih mempermainkanku maka aku akan membunuhmu."

Kamito mengarahkan pedangnya kearah Greyworth. Greyworth cukup terkejut saat sebuah pedang tiba-tiba muncul tepat dimukanya.

"Ohhh… ternyata seekor kucing manis sudah menjelma menjadi seekor harimau yang menakutkan….. Selanjutnya apa… seekor harimau menjelma menjadi seekor hewan buas yang haus akan darah…"

Greyworth berujar sarkatis. Pandangannya mulai menajam. Ekspresi serius yang tak pernah ditunjukkannya.

"Kamito….. kenapa kau sangat terobsesi dengan Seirei Shepira Crystal?"

Kami gelagapan. Keringat dingin membasahi wajahnya. Ekspresinya benar-benar membingungkan.

Melihat ekspresi Kamito. Greyworth menyipitkan matanya dan menatap curiga kearah Kamito.

"Kamito…. Aku dari dulu sudah mencurigaimu… kau tahu hanya sedikit orang yang mengetahui tentang Shepira Crystal."

Kamito serasa ingin sekali dia pergi dari sini. Tatapan menyelidik Greyworth benar-benar membuatnya takut.

"Kamito….. Shepira Crystal adalah sepuluh seirei yang sangat dirahasiakan keberadaannya… aku mulai mencurigaimu. Dari mana kau tahu tentang seirei itu?."

Keringat dingin semakin banyak membasahi wajah Kamito. Dia tidak pernah setakut ini, Greyworth sungguh sangat ahli membuatnya merasakan apa itu ketakutan.

"Kurama…."

Alis Kamito terangkat naik…..

"Eh?..."

"Kurama… apa kamu tahu tentang Kurama?."

Kamito terdiam sejenak… Kurama dia seperti pernah mendengar nama itu.

"Kurama itu adalah orang yang kamu lawan sewaktu Blade Dance tiga tahun lalu…. Kamito otakmu perlu diperiksa lagi… dasar pikun."

Kening Kamito berkedut kesal. Perkataan Est kali ini benar-benar menyakitkan baginya.

'Aku tidak pikun Est… a-aku hanya lupa thhehe.'

Est memutar bola matanya bosan. Dia memandang wajah Greyworth dari wujud pedangnya.

"Lalu ada apa dengan Kurama?"

Greyworth menatap Kamito lama. Dia melirik pedang Kamito yang masih mengacung tepat dimukanya.

"Setidaknya jauhkan dulu pedangmu ini dari wajahku…"

Kamito mengangguk. Dia menjauhkan pedangnya dari wajah Greyworth.

"Kamito aku ingin merubah wujudku menjadi Manusia."

pedang Kamito bersinar terang. Setelah sinar itu menghilang, wujud dari pedang Kamito berubah menjadi seorang gadis loli.

"Kamito aku tahu jika kamu belum mendapatkan pacar sama sekali…. Seorang perjaka yang menyedihkan…. Setidaknya carilah seorang wanita yang pantas untukmu dan jangan memanfaatkan gadis loli yang tidak tahu apa-apa… aku benar-benar jijik denganmu."

Kamito tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Pernyataan Greyworth benar-benar menusuk hatinya.

"A-a-aku tidak melakukan apa-pun dengan Est…. la-la-lagi pula apa salahnya jika aku pe-per-perjaka… aarrrggg ini benar-benar menyebalkan"

Greyworth tersenyum kemenangan. Sungguh kesenangan tersendiri baginya dalam mempermainkan Kamito.

"Ohh wajahmu memerah…. Kau benar-benar kawai Kamito-kun… andai kau menerimaku jadi pacarmu… mungkin aku akan menjadi perempuan yang paling beruntung."

Wajah Kamito merah padam saat mendengar perkataan Greyworth. Perasaan marah, malu dan kesal bercampur menjadi satu.

"U-u-urusai…. La-lagi pula apa maksudmu dengan Kurama?."

Wajah Greyworth berubah jadi datar dalam sekejap. Ekspresinya benar-benar tak terbaca.

"Pedang yang dia gunakan…"

Greyworth menggantung ucapannya. Senyum kembali terlukis diwajahnya saat melihat ekspresi Kamito.

"Ada apa dengan pedangnya?..."

Kamito berujar tak sabar.

"Selama aku hidup… aku tidak pernah melihat jenis roh seperti pedang yang dimiliki oleh Kurama… maksudku Elemental waffenya… Kamito pedangmu dan pedang milik Kurama tidak pernah ada…. Pedang kalian berdua baru kali ini aku melihatnya."

Greyworth terdiam sebentar. Ditatapnya Kamito dengan serius.

"Menurut legenda… Shepira Crystal tidak pernah terlihat wujudnya…. Bahkan Elemental Lord tidak mengetahui bagaimana wujud dari Shepira Crystal…. Aku membuat beberapa persepsi.. pertama aku mencurigaimu memiliki satu diantara Shepira Crystal yaitu pedang yang kau miliki. Keyakinanku bertambah kuat karena kau sangat terobsesi dalam mencari Shepira Crystal… kedua Kurama adalah pemilik salah satu dari Shepira Crystal sama sepertimu… dan itu berarti saat ini Shepira Crystal tinggal delapan… apa aku benar Kamito?."

Kamito terdiam…. Pernyataan Greyworth kali ini benar-benar membingungkan baginya.

"Aku tidak memiliki seirei dari Shepira Crystal…. Pedangku ini hanyala hadiah dari seseorang… Greyworth jika benar bahwa Kurama pemegang Shepira Crystal… bisakah kau mempertemukan aku dengannya."

Greyworth masih menatap Kamito curiga. Dia tidak bodoh untuk itu. Dari semenjak dia bertemu Kamito, Dia sudah curiga pada pria ini.

"Baiklah aku akan mempercayaimu untuk kali ini… tapi aku tidak sepenuhnya percaya kepadamu."

Kamito menghela nafas. Ditatapnya Greyworth dengan wajah masam.

"Kamito aku sudah melakukan apa yang kamu lakukan…. Sekarang giliranmu untuk melakukan sesuatu kepadaku…"

Greyworth mengambil sesuatu dari laci mejanya.

"Ini kau tanda tangani kontrak ini."

Greyworth menyerahkan sebuah kertas kepada Kamito. Kamito mengambil kertas itu dan mulai membacanya.

"Apa kau bercanda…. Greyworth kau memasukkan aku diakademi ini."

Kamito memandang Greyworth tak percaya.

"Memangnya kenapa… oh ayolah Kamito kau bisa melepaskan keperjakaanmu disini."

Kamito masih memandang tak percaya kearah Greyworth. Dia benar-benar tak menyangka ini.

"Greyworth…. Aku tahu sekolah ini ditumbuhi oleh gadis-gadis perawan… tapi masuk kesini.. oh ayolah apa kau tidak berpikir betapa malunya aku jika bersama perempuan."

Kamito tertunduk lemas.

"Dari pada membicarakan hal ini lebih baik kau membaca buku ini Kamito…."


.

.

Destiny of the Satan's Son.

.

.


"Onii-chan… apa isi dalam surat itu?."

Naruko memandang bingung kakaknya. dari semula Naruto membaca isi surat yang beberapa lalu diterimanya dari seekor burung merpati, Naruto selalu diam dengan ekspresi serius yang sangat jarang dilihatnya.

"Ako-chan….. cepat panggil Phenex."

Naruko terkesiap. Tidak pernah selama hidupnya dia mendengar nada dingin dari Naruto. Apa lagi nada dingin itu bercampur dengan aura yang menakutkan baginya.

"Ba-baiklah onii-chan…"

Naruko bangkit berdiri. Dia mengeluarkan sebuah buku dari lingkaran sihir.

Buku yang dikeluarkan Naruko terbuat dari kulit. Dia membuka buku itu dan mulai mencari halaman yang dia cari.

Naruko menggigit ibu jarinya sampai berdarah. Dia mengoleskan darahnya pada sigil di halaman buku grimoire untuk pemanggilan iblis Phenex.

"Lord Satan, oleh kasih karunia Anda, kabulkan, aku berdoa kepadamu kekuasaan untuk memahami dalam pikiran saya dan untuk melaksanakan apa yang saya ingin lakukan, akhir yang saya ingin mencapai berdasarkan bantuan-Mu, Maha Perkasa Satan, yang Sejati yang tinggal dan memerintah selama-lamanya. Saya memohon kepadamu untuk mengilhami Phenex untuk memanifestasikan sebelum kepada saya bahwa dia dapat memberikan jawaban yang benar dan setia, sehingga saya dapat mencapai akhir yang saya inginkan, asalkan merupakan layak untuk ruangannya. saya hormat dan rendah hati minta dalam Nama Anda, Lord Satan, mungkin Anda anggap saya layak. Ayah dalam kepemimpinanmu aku memanggil Phenex dalam kuasamu"

Kobaran api membakar tubuh Naruko. Kobaran api itu melahap habis tubuh Naruko tanpa sisa.

Perlahan kobaran api itu membelah menjadi dua bagian dan membentuk tubuh Naruko dan seorang gadis loli bersurai merah berapi dengan bara yang berterbangan disekitar rambutnya dan beriris merah.

"Ada apa anda memanggil saya Naruko?... dengan segala kehormatan saya… sebagai mantan anaknya yang bertugas menjaga api suci di surga… saya sangat senang bertemu dengan anda obou-sama."

Phenex membungkuk hormat kepada Naruto.

"Phenex…"

Phenex memandang Naruto dengan heran. Dia sedikit takut saat melihat tatapan tak mengenakan dari Naruto.

"Masih ingatkah kamu tugas yang aku berikan kepadamu?."

Phenex mengangguk.

"Ya saya masih ingat… obou-sama menyuruh hambah untuk membunuh siapa saja yang mengetahui perihal tentang anda sebagai pemegang Shepira Crystal… memangnya kenapa obou-sama."

Phene terkejut saat sang tuan mencekiknya dan membanting tubuhnya kedinding dengan kerasnya. Bahkan hal itu membuat keretakkan pada dinding.

"Lalu bagaimana dengan surat ini…"

Phenex terkejut saat Naruto menunjukkan sebuah surat yang berisi sesuatu hal yang mengejutkan baginya.

"Kurama dalam hormatku aku mengundangmu untuk datang keakademiku Areishia Spirit Academy . Pemegang Shepira crystal… seorang laki-laki yang mampu memegang Shepira Crystal.. keberadaannmu sangat lah berbahaya… takdirmu yang hanya diketahui oleh keluarga bangsawan Uzumaki. Aku memanggilmu keakademiku untuk membicarakan sesuatu hal."

"Ta-tapi itu tidak mungkin… aku sudah memastikan bahwa kami semua jendral iblis telah membunuh setiap manusia yang mengetahui bahwa anda adalah pemegang Shepira Crystal kecuali teman dekat adik dan orang tua anda."

Pehenx berujar dengan terbata. Baginya amarah Naruto adalah ketakutan tersendiri baginya. Walapun dia lebih kuat dari Naruto. Tapi Naruto tetaplah tuannya dan Naruto adalah pendominasi baginya.

"Kuharap yang kau katakana memang benar apa adanya… Phenex jika memang kalian tidak becus dalam menjalankan tugas dariku maka akan kupastikan kalian akan menerima hukumannya."

Phenex mengangguk cepat. Dia bernafas lega saat Naruto melepaskan cekikkannya.

"Wahai tombak suci yang pernah menembus melalui celah tuhan."

"merubah takdir dan menghancurkan berkat dari ilahi."

"Tombak yang mengumumkan kehancuran dan pendominasi kesucian sejati."

"Kamu mengumumkan takdir dan berubah menjadi kutukan."

Cahaya emas bersinar dengan terang dari tubuh Naruto. Cahaya yang mengandung energi suci yang sangat pekat.

"Atas kuasamu aku merubah takdirmu menjadi penyelamat tersendiri bagiku."

Tubuh Phenex bergetar ketakutan karena energi suci yang terpancar secara gila dari tombak yang dipegang oleh Naruto.

"Kamu memang hebat obou-sama…. Kamu tidak terpengaruh oleh kesucian tombak itu… aku bahkan terasa hampir mati dibuatnya."

Naruto tersenyum saat mendengar pernyataan Phenex.

"Kamu tahu… tombak ini bernama Holy Spear of Longinus…. Aku mengetahui tombak ini dari Michael-kun.. awalnya merekan tidak mengetahui apa-apa tentang tombak ini sampai dia memberi tahukan tentang tombak ini kepada mereka."

Phenex mengangguk mengerti.

"Tapi tak kusangka anda mengenal si pria jadi-jadian itu."

Naruto tertawa kecil saat mendengar ucapan Phenex.

"Onii-chan… ini pertama kalinya kamu menampakkan tombak ini kepadaku…. Onii-chan apa kekuatan tombak ini?... dan kenapa kamu tidak terpengaruh karena aura sucinya?."

Binar-binar keingin tahuan terpancar dari iris blue Shappire Naruko. Naruto dan Phenex terkikik geli melihat ekspresi Naruko. Menurut mereka Naruko benar-benar lucu.

"Tombak ini dikenal dikalangan malaikat sebagai Spear of Destiny… dari namanya kamu sudah tahukan Ako-chan."

Naruko mengangguk mengerti. Jika namanya adalah tombak takdir berarti kakanya merubah takdirnya sehingga dia mampu memegang aura suci.

"Phenex kau boleh pergi."

Pehenx mengangguk mengerti. Perlahan tubuhnya menghilang dimakan kobaran api.

"Onii-chan sekarang kita ngapain?."

Naruko memandang Naruto dengan tanda Tanya diatas kepalanya.

"Kita pergi ketempat orang bernama Greyworth ciel mais. Aku bingung dengan orang ini… dari mana dia tahu identitasku?... Naruko mendekatlah."

Tik! Tok! Tik! Tok!

Mata Naruto yang semula senada dengan permata berganti dengan iris berpola jam emas. Jarum jam pada mata Naruto bergerak ke-angka sepuluh.

[Yud]

Segala apa yang telah terjadi pada surat itu memasuki ingatan Naruto.

"Naruko pegang tanganku. Aku sudah mengetahui siapa pengirim surat ini."

[Holy Spear of Longinus : Helemokh]

Mereka menghilang secara cepat. Bahkan satu kedipan mata tidak bisa menandingi kecepatan teleportasi dari tombak Longinus.


.

.

Destiny of the Satan's Son.

.

.


"Greyworth apa isi dalam buku ini benar?."

Greyworth mengangguk mengiyakan.

"Greyworth…. Sampai saat ini tidak ada yang tahu bagaimana takdir dari anak dalam ramalan… kamu tahu hanya baru-baru ini ada yang mengetahui takdirnya… para petinggi malaikat dan petinggi keturunan dewa seperti Uzumaki, Senu, Uchiha, dan Hyuuga dari des-"

Belum sempat menyelesaikan kata-katanya Greyworth terlebih dahulu memotong ucapannya.

"Tunggu dulu…. Kau bilang keempat keluarga bangsawan itu adalah keturunan dari dewa…. Itu adalah hal yang sangat mengejutkan."

Walapun nada suara Grewprth seperti orang terkejut. Tapi Kamito tahu jika Greyworth tidak benar-benar terkejut melainkan dia yakin jika Greyworth hanya berpura-pura.

"Hentikan ekspresi muka dua-mu itu Greyworth….. melihatmu seperti ini membuatku muak."

Seringaian tercipta dibibir ranum Greyworth.

"Kamito-kun aku tidak bohong…. Kamu tahu sendirikan penyihir senja ini tidak pernah berbohong."

Kamito menatap sinis kearah Greyworth.

"cih…. Penyihir memang tidak pernah berbohong tapi penyihir dipenuhi oleh kelicikkan. Apa lagi jika penyihir itu kamu."

Mereka berdua saling bertatap tajam satu sama lain.

"Kamito bersiaplah ada yang akan datang."

Mereka berdua mengalihkan perhatian mereka kepada Est. Mereka bingung saat mereka melihat ekspresi cemas dan takut dari Est.

"Apa maksudmu Est?. Ada yang datang… bahkan aku tid-"

Kata-katanya tertahan dalam keterkejutan. Dia terkejut saat sebuah rantai mengikat tubuh mereka bertiga dengan kuat. Keterkejutannya bertambah saat didepan matanya sebuah pedang yang kapan saja bisa menusuk matanya… bukan… bukan hanya dia tapi Greyworth dan Est juga mengalami hal yang sama dengan dia.

"Dalam pesan prasasti kuno dipedalaman kuil Uzumaki tertulis bahwa disetiap Shepira Crystal terdapat perwakilan dari bagian terkecil dari kekuatan tuhan…. Keter yang mewakili takdirnya… Chochmah yang mewakili kesucian sejati darinya…. Binah yang mewakili berkatnya… Chesed yang mewakili kebenaran darinya… Gevurah yang mewakili keadilan darinya… Tifereet yang mewakili kekuatannya…. Netzach yang mewakili kehendaknya… Hod yang mewakili kekuasaannya darinya… Yesod mewakili kebijaksanaan darinya… dan Malkuth mewakili kemustahilan darinya."

Mengambil nafas sejenak. Greyworth melirik seorang pemuda bishounen dibelakangnya.

"Biar aku tebak…. Kurama-san sang pemegang Shepira Crystal….. ranta, tombak, dan kedua pedang ini adalah empat dari sepuluh Seirei Shepira Crystal."

Naruto memandang tajam mereka bertiga, aura intimidasi menguar dengan pekatnya dari tubuhnya.

"Dari mana kau mengetahui bahwa aku adalah pemegang Shepira Crstal… dan apa maksudmu takdirku yang hanya diketahui oleh tetua klan Uzumaki?."

Kamito sungguh terkejut…. Dia tidak menyangka bahwa Kurama adalah orang yang selama ini dia cari.

"Aku juga tidak tahu….. bisakah kau lepaskan kami…. Aku akan menjelaskan kenapa aku mengetahui banyak hal tentang kamu Kurama."

Bukannya lepas. Rantai yang mengikat mereka bertambah erat. Bahkan mereka sangat susah bernafas.

"Cepat katakan atau aku akan membunuhmu."

Nada kematian terus berdengung ditelinga mereka. Nada kematian yang berasal dari Naruto

"Greyworth sebaiknya kamu menceritakannya….. ruangan ini sudah menjadi tempat eksekusi bagi kita."

Kamito memandang Est bingung dengan pernyataan Est. Melihat kebingungan Kamito. Ingin rasanya Est membenturkan kepala Kamito sampai pecah.

"Ruangan ini sudah terlindungi oleh kekkai bodoh…. Coba kau lihat sekitarmu."

Kamito memandang sekitarnya. Benar yang dikatakan oleh Est mereka tidak lagi berada ruangan Est melainkan mereka…

"APA-APAN TEMPAT INI…. Oi kau Kurama-chan cepat lepaskan aku."

Waktu terasa berhenti. Aura membunuh menguar dengan hebatnya dari Naruto.

"Kau…."

Kamito mengangkat alisnya bingung saat dia melihat ekspresi Naruto.

"Kau….. AKAN KUBUNUH KAU SIALAN…. DAN LAGI AKU BUKAN PEREMPUAN TAPI LAKI-LAKI."

Kamito meneguk ludahnya susah payah saat sebuah pisau bertengger manis dilehernya.

"Berani sekali kau menggoda Onii-chanku…. Kau tahu hanya aku yang bisa menggodanya."

Kamito memandang takut kearah Naruko. Ekspresi Naruko tidak bisa dilihat karena terhalang oleh surai blondenya.

"Onii-chan ijinkan adikmu ini untuk menebas kepalanya."

Naruto mengangguk lemas. Dalam hatinya dia menjerit tidak terima karena nada datar adik tersayangnya.

'Okaa-chan Otou-chan….. Ako-chan sudah berubah menjadi orang sadis.'

"Khukhukhu…. Bersiaplah bertemu dengan malaikat kematian."

Apa yang akan terjadi pada Greyworth, Kamito, dan Est… apa mereka akan terbunuh atau tidak? Nantikanlah chapter selanjutnya

To be continued

A/N : sebelum itu saya ingin meminta maaf karena terlalu lama tidak mengupdate cerita saya. Saya benar-benar minta maaf. Saya sangat sibuk didunia nyata jadi saya tidak memiliki waktu luang untuk membuat cerita. Saya mengganti judul cerita saya karena idenya berubah.

untuk Chapter ini saya akan memberikan beberapa penjelasan.

1. untuk fisik Phenex sama dengan Shana dari anime Shakugan no Shana.

2. Lucifer itu sama dengan Satan. Nama Satan sering dipanggil oleh manusia. Sedangkan Lucifer lebih dikenal didunia supernatural.

3. Naruko memiliki keahlian untuk mengontrak dan memanggil iblis.

4. Naruto adalah putra dari hubungan Satan atau Lucifer dengan Kurumi (Kurumi Tokisaki dari anime Date a Live).

5. disini saya buat Kurumi adalah dewi waktu.

balasan Reviews

shoibsmd: terima kasih jika anda mau menunggu fic saya.

.94: Naruto akan ikut Blade Dance.

uchiha izanami: terima kasih atas saran anda. saya sudah memutuskan untuk menjadikan 72 pillar iblis dan beberapa iblis lainnya sebagai iblis yang berhubungan dengan Naruto.

Neko Twins Kagamine: Seirei Naruto akan masuk pair Naruto. saya sudah memutuskan bahwa kesepuluh seirei Naruto adalah pair untuk Naruto.

Draknamikaze ss: hehehe... terima kasih.

Jims001: Naruto adalah seorang harem.

Yami nugroho: benarkah ini menghibur anda?... jika seperti itu saya sangat senang jika anda terhibur dengan cerita saya.

Saikari Ara Nafiel: baiklah nampaknya anda kesusahan dalam mencari facebook saya. bisakah anda menuliskan fb id anda dan nama facebook anda... biar saya yang mencari facebook anda.

Rinnegan: terima kasih.

fumoruki: terima kasih atas dukungan anda.

rei: hehehe... nampaknya anda suka dengan sifat Naruko... saya sangat senang jika anda menyukainya.

Oh yaa... saya ingin membuat cerita baru yang berjudul generation demon king solomon. Semoga nantinya kalian suka dengan cerita saya.

Oke sampai jumpa di chapter selanjutnya