Night Melody
Opus 03: Together With You
Disclaimer:
Tsubasa Reservoir Chronicle © CLAMP
Sejak melihatmu pertama kali, aku sudah tahu kalau kamu 'berbeda'…
Senyumanmu, caramu bicara, gerakanmu, sikapmu, sifatmu…
Semuanya…
Melekat dalam otak dan hatiku.
Kamu, bagaikan bunga yang terus mekar.
Kamu, yang memiliki senyuman sehangat mentari musim semi.
Kamu, yang ingin terus kulindingi.
Sore itu sangat damai. Warna oranye yang cantik menghiasi langit. Matahari yang seperti telur mata sapi kini mulai terbenam.
Di sore yang tenang itu, Syaoran duduk termangu di taman rumah sakit. Hari ini hari libur sekolah, seharian Syaoran menunggui Ayahnya yang masih dirawat di rumah sakit. Tapi entah kenapa hari ini Syaoran terlihat agak murung dan lesu.
"Syaoran-kun!" seorang pria berambut pirang bertubuh kurus-tinggi yang membawa buntalan (?) putih berbentuk kelinci (?) tiba-tiba menghampirinya. Dia memberikan segelas cokelat panas pada Syaoran. Fay tersenyum lebar dan ramah seperti biasanya.
"Te-terima kasih, Fay-san," ucap Syaoran terbata-bata, karena kaget tiba-tiba Fay datang dan memberinya minuman. "Syaoran kenapa? Kok lesu?" Mokona, robot buatan Fay yang berwarna putih dan lucu itu mengkhawatirkan Syaoran. Syaoran tersenyum.
"Aku tidak apa-apa, mungkin sedikit kecapekan." Jawab Syaoran. "Benar? Benar-benar benar? Syaoran lebih baik istirahat, pikirkan kondisimu juga!" Mokona masih terlihat khawatir. Syaoran mengangguk tanda mengerti. Fay melirik sedikit, lalu tersenyum.
"Sudah mengunjungi Sakura-chan?" tanya Fay. Syaoran menggeleng. "Tadi kulihat ada teman-temannya, aku jadi enggan masuk." Jawab Syaoran. Fay hanya ber-ooh ria.
"Aku dan si Abang Kuro lagi gentian jaga Sakura-chan. Sekarang giliran Abang Kuro. Nanti mau ikut menemani?" tanya Fay sambil menunjuk ke arah kamar rawat Sakura yang memang tak jauh dari situ.
Syaoran mengangkat wajahnya. Dari jendela dan tirai yang dibuka itu, Syaoran bisa melihat Sakura yang sedang mengobrol dengan Kurogane. Kurogane sedang mengupasi apel untuk Sakura, dan Sakura tersenyum lebar dan terlihat senang. Syaoran, entah kenapa, ikut tersenyum begitu melihat senyuman Sakura.
"Kalau tidak mengganggu, aku mau." Jawab Syaoran. "Ah, aku yakin Sakura-chan akan senang kalau Syaoran ikut menemani." Sahut Fay sambil tertawa-tawa. Dia melempar gelas kertasnya yang sudah kosong ke tong sampah.
Wajah Syaoran tiba-tiba jadi merah dan dia jadi kikuk. "A-ah… masa'?" dia menunduk dengan wajah merah. "Ehem ehem, rabu rabuu (love love)~~" Mokona membuat wajah Syaoran lebih merah lagi. Fay hanya bisa tertawa-tawa.
Memasuki malam hari, kamar rawat 108, kamar rawat Sakura…
TOK! TOK! Pintu kamar diketuk pelan. Sakura menyahut dengan riang seperti biasanya. Lalu Fay muncul dengan senyuman khasnya, bersama Mokona tentunya.
"Fay-san! Moko-chan!" Sakura tersenyum senang melihat mereka berdua masuk. Sementara Kurogane yang duduk di sisi tempat tidur Sakura hanya menghela napas.
"Sakura-chan, aku bawa teman nih!" Fay mempersilakan Syaoran masuk. Sakura terlihat lebih girang lagi begitu melihat Syaoran. "Syaoran! Ayo masuk!" seru Sakura. Syaoran entah kenapa jadi malu sendiri melihat Sakura yang terlihat begitu senang dengan kedatangannya.
"Bagaimana keadaan Ayahmu?" tanya Sakura. "Sudah membaik. Katanya besok lusa boleh pulang." Jawab Syaoran. "Syukurlah!" Sakura tersenyum. Wajah tersenyumnya terlihat begitu menyilaukan di mata Syaoran. Syaoran lagi-lagi ikut tersenyum dibuatnya.
"Ngomong-ngomong Sakura-chan sendiri kapan keluar?" tanya Fay disela kesibukannya mengunyah apel (yang direbutnya dari Kurogane). "Nggak tahu. Mungkin pihak rumah sakit mau menunggu sampai ada kabar dari Ayah atau Kakak." Jawab Sakura sok cuek.
"Sakura sebenarnya sakit apa?" tanya Syaoran. Sakura memandanginya. Lalu tersenyum. "Leukemia kronis. Dari aku masih kecil, aku sering keluar-masuk rumah sakit. Akhir musim panas lalu, aku berhenti sekolah dan masuk rumah sakit ini." Jelas Sakura.
"Akhir musim panas lalu? Sebentar lagi musim panas lagi. Dirawat selama itu?" tanya Syaoran. Sakura tersenyum sedih. Syaoran langsung terlihat panik, baru sadar bahwa pertanyaannya membuat Sakura sedih. Kurogane hanya menghela napas.
"Kalau dulu sih, aku masih boleh pulang untuk beberapa minggu karena ada sekolah. Kalau sekarang, aku harus menetap disini, karena tidak ada yang menjemput." Jawab Sakura. Oh, itu sebabnya dia terlihat sedih. Batin Syaoran.
Hening. Suasana tegang dan aura tertekan langsung mencampur jadi satu di kamar rawat itu.
"Oh ya Sakura-chan, tadi aku bertemu Tomoyo-chan lho!" Fay tiba-tiba memecah kesunyian. Kurogane, yang telinganya sensitif dengan nama 'Tomoyo' langsung menoleh. "Fay 'kan ngomongnya sama Sakura, kenapa Kuro-tan yang nengok?" sambar Mokona. Kurogane langsung memerah wajahnya. "Aah berisik!!" gerutunya, lalu membuang muka. Fay dan Mokona tertawa-tawa.
"Tomoyo-chan titip ini buat Sakura-chan." Fay menyerahkan sebuah CD pada Sakura. Sakura mendongak untuk melihat wajah Fay. Fay hanya tersenyum lebar seperti biasanya. "Te-terima kasih." Ujar Sakura canggung. "Bilang langsung ke orangnya yaa." Jawab Fay.
"Ayo diputar, diputaar!" seru Mokona. Dia melompat ke arah tape-CD player yang ukurannya tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil, berwarna pink-putih, dan terletak di meja di sebelah tempat tidur Sakura.
Lalu Mokona dengan sigap memutar CD itu. Semua mendengarkan dengan seksama, terutama Kurogane.
"Sakura-chaaaaan!" seru suara manis seorang gadis di dalam CD. Suara itu tak lain adalah suara Tomoyo. Sakura entah kenapa langsung tersenyum. "Maaf ya, aku tidak bisa menjenguk hari ini. Aku sibuk sekali, jadi baru bisa menjenguk besok atau lusa. Maaf ya! Sekali lagi maaf!" Tomoyo adalah seorang penyanyi terkenal, yang sibuk dengan berbagai kegiatan. Dia dan Sakura dahulunya adalah teman satu SD.
"Padahal aku ingin sekali ketemu Sakura-chan… tadinya aku niat kabur dari manajerku, tapi ternyata gagal." Isak Tomoyo. Sakura tertawa kecil. Sementara Kurogane hanya menghela napas pendek.
"Sebagai ganti kehadiranku hari ini, aku merekam suaraku di CD ini, dan ingin bernyanyi untuk Sakura-chan. Lagu ini nggak ada di albumku yang manapun lho!" suara Tomoyo terdengar begitu ceria. Lalu tiba-tiba dentingan piano mulai mengalun indah.
Tomoyo menyanyi dengan penuh perasaan. Suaranya begitu lembut dan hangat. Nyanyiannya seakan begitu dekat. Dentingan piano yang halus juga menyentuh hati yang mendengarkannya. Lagu yang Tomoyo nyanyikan adalah lagu tentang persahabatan. Dan tentu saja, dari lagu itu yang ia maksud adalah Sakura. Sakura yang menyadarinya, saat mendengarkan CD itu, tanpa sadar menangis. Menangis bahagia.
"Sakura-chan," lagunya sudah selesai. Setelah jeda beberapa menit, Tomoyo mulai bicara lagi. "ingat ya, aku akan selalu ada untuk Sakura-chan." Lanjut Tomoyo. Air mata Sakura yang sudah diseka mulai keluar lagi. "Yah, kalau enggak ada kerjaan sih…" sambungnya.
Hening lagi.
"Si Tomoyo itu…" gerutu Kurogane. Fay dan Mokona hanya bisa tertawa-tawa, sementara Syaoran cengo. Lalu Sakura? Dia… tertawa terbahak-bahak sampai menangis (lagi).
"AHAHAHAHA! Tomoyo-chan memang TOP!" serunya disela-sela tawanya. Syaoran makin cengo. Tapi lalu dia tersenyum begitu melihat Sakura tertawa begitu lepas. Dari CD itupun terdengar tawa khas Tomoyo, "Hohohoho! Bercanda, untuk Sakura-chan, aku siap dipanggil kapanpun kok!" ucapnya. Sakura tersenyum hangat menatapi CD player-nya.
Ya, kami semua ada bersamamu, Sakura…
To be continued…
A/N:
arigatou sudah baca, minnaaaa~~~
selanjutnya review yaa! review review review!! w
