Teng Tong Teng Tong Teng Tong
Bunyi lonceng sekolah yang terakhir dan memandakan bahwa siswa-siswa pulang.
"akhiirrrnyaaa… pulaang jugaa… hehehee.. saku-chan, kita jalan-jalan yuk" naruko mengajak sakura sambil menyimpan tumpukan buku yang di meja belajarnya. Sakura pun berdiri dari bangkunya dan menghadap ke naruko "naru-chan.. sepertinya hari ini aku tidak jalan denganmu dulu hari ini" dengan ekspresi sedih, naruko pun heran.. "kenapa saku-chan?" ujar naruko bertanya dengan sakura. Sakura langsung menghelakan nafasnya "huuuhh.. aku ga bisa naru-chan.. hari ini aku sedang sibuk untuk khursus balet, mencat kuku-kuku ku, dan lainnya. Jadi hari ini aku sangat siiibuuk-buk-bukk banget. Oyaa.. aku duluan ya naru-chan.. supirku sudah menunggu.. bye-bye honey…" Kata sakura kepada naruko yang meninggalkan naruko di kelas sendirian.
Naruko pun sudah menyimpan buku-bukunya di tas dan siap meninggalkan kelas. Dan naruko pun berjalan melewati koridor sambil melihat kiri kanan atas bawahnya. "huh.. sepi deh.. sekolah ini megah dan mewah banget.. bersukur deh aku bisa sekolah disini.. untung ada beasiswa." Kata hati kecil naruko dan langkah naruko terhenti melihat ruangan kelas 3-1.
Oya sedikit info, kelas 3-1, 2-1 dan 1-1 adalah kelas unggulan dimana siswa-siswinya adalah orang yang terpandang,dihormati, mendapatkan banyak prestasi dan tentu saja, siswa-siswi yang kaya raya.
Naruko melihat dari jendela, seseorang yang sedang duduk sambil membaca buku. "hah? Itu sai-kun.. dia memang sangat tampan, baik hati.. tapi kenapa dia belum pulang.. huuuhh.. ingin banget menyapanya… sai-kunn.. saii-kun… saii-kun…" rintihan hati naruko membuat sai mendengar sesuatu dan menoleh ke kea rah sumber suara itu. Dan sai pun melihat naruko yang sedang memperhatikannya. "hai juga naruko-chan.." sapa sai sambil tersenyum dan membuat naruko terkejut langsung menyembunyikan dirinya dan terduduk di bawah jendela agar tidak ketahuan oleh sai.
Wajah naruko seperti saus tomat. Naruko sangat malu "haah.. dia mendengar teriakankuuu… ! aduuuh aku harus bagaimana nih..huhuhuhuhu.. aku maluuu banget!" ujar naruko berkata didalam hati. Naruko pun berkeringat dingin.
"naruko-chan? Sedang apa disitu? Jangan duduk disitu.. nanti rokmu kotor.." ujar sai yang sudah ada dihadapan naruko. Dan naruko pun kaget kehadiran sai didepannya. Sontak membuat naruko menjadi malu dan gugup. "aa-aaku.. akuu.." naruko terbata-bata tidak berani melihat sai karna saking malunya.
Menunggu naruko untuk bangun sperti akan membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya sai mendirikan naruko. "kau lucu sekali, naruko-chan" ujar sai sambil mendirikan naruko dan tersenyum dihadapan naruko. Hal hasil itu membuat wajah naruko menjadi seperti kepiting rebus yang sangat merah. "aa-aaku bisa berdiri kok, sai-kun" dan naruko tersandung dan tiba-tiba memeluk sai yang ada dihadapannya.
"aa-aaaaaa… maa-maafkan..aa-aaaa" wajah naruko sangat dekat dengan wajah sai dan membuat mereka berdua berposisi memegang lengan masing-masing, wajah mereka saling berhadapan, dan saling bertatap mata.
"hah..hah..hahhh… wajah sai memang sangat tampan…. Ke-kenapa tangannya begitu erat menggenggam lenganku.. yaaa ampun.. pastiii dia sangat maraaah aku sudah memeluknya tadiii… ya Tuhan aku ceroboh banget!" ujar hati naruko. Dan di luar dugaannya, sai mendekati wajahnya dengan wajah naruko seperti ingin menyiumnya. Bagaimana dengan naruko? Tentu saja wajahnya tetap seperti kepiting rebus dan semakin merah akibat wajah sai yang semakin mendekat yang ingin menciumnya.
"aaaaa-aaakuuu…. Akuuuu haruuuusss puu-puulaaaangg, sss saai-kuun! Permisiiiii!" naruko pun mendorong sai dan lari meninggalkan sai yang masih berdiri dan melihat naruko yang lari meninggalkannya. "huhu.. wanita yang manis dan lucu.. sepertinya aku mulai menyukainya, naruko-chan" kata hati sai yang masih melihat naruko berlari meninggalkannya. Sai yang ingin kembali ke kelas berhenti ketika melihat sebuah sapu tangan berwarna orange bermotif renda-renda. Sai pun mengambil sapu tangan tersebut dan menyium aroma dari sapu tangan tersebut. "hmmm.. punya naruko-chan.." sapu tangan naruko tadi di simpan nya didalam saku dan kembali ke kelasnya.
Kembali ke naruko. Naruko masih berlari… berlari… dan terus berlari… dan naruko pun berhenti didepan pagar sekolahnya. "haahh…haaaahhh…. Jantungku….jantungku mau copooott… haaahhhh…." Naruko pun terengah-engah dan bersandar di depan pagar. "diaa… diaaa… diaaa hampiiirrr.. menyiuumkuu… yaa ampuunn… ke-kenapaaa aku menolaaknyaaa… hwaaaaaaaaa!" rintihan hati naruko yang sangat menyesal menolak tawaran sai yang tadi ingin menyiumnya.
Sebuah mobil ferrary merah keluar dari lingkungan sekolah. Dan terhenti di samping pagar yang terbuka. Kaca mobil pun turun dan ternyata didalamnya ada si pantat ayam (duuukkk! Author di lempar sandal jepit oleh sasuke..huhuhuu)
"hai dobe.. kau menungguku ya? Ujar sasuke kepada naruko yang masih terengah-engah.
"haahh? Apa kita pernah saling kenal? Haahh…haahh.." naruko pura-pura tidak mengenal sasuke dan tidak menghiraukan sasuke yang menyapanya.
"sial.. dobe, kau ingat.. kita sekarang sudah resmi berpacaran. Aku akan mengantarmu sampai ke rumah. Masuklah.." sasuke membukakan pintu mobilnya yang berada di sampingnya untuk naruko. Tetapi naruko tetap tidak peduli.
"huh.. aku ga mau pulang denganmu.. aku bisa jalan sendiri.." ujar naruko sambil berjalan meninggalkan naruko. "huh.. pantat ayam jelek.. aku harus cepat-cepat menjauh darinya" akhirnya naruko lari sekencang-kencangnya meninggalkan sasuke.
"haaaahh…. Sepertinya sasuke ga mengikutiku.. untunglah.. tapi .. sepertinya aku berlari ga lihat jalan deh.. malah semakin jauh dari rumah… Haaaaaaaaaaaaahhh…. Sasuke jeleeekkk!" ujar naruko berbicara sendiri membuat orang-orang menjadi kaget mendengar teriakan naruko. Akhirnya naruko pun balik dan lebih baik lewat jalan pintas.
Naruko memasuki gang yang sempit. "aduuhh… sepertinya aku salah jalan.. dan akhirnya naruko mempercepat larinya dan akhirnya naruko pun terhenti ternyata gang tersebut buntu
"okee… gang buntu…aku akan balik lagi…" ujar naruko tetapi langkahnya terhenti karna dihadapannya ada 5 orang atau bisa disebut preman yang menghalangi naruko.
"hay cewek.. kamu kok manis banget sih." Kata preman ke 1
"iya.. boleh ga maniss?" kata preman ke 2
"kita ke hotel aja yuk hehehehe" kata preman ke 3
Dan 2 preman membelakangi dan menjaga agar naruko tidak kabur. Naruko pun mulai takut "he-heei.. aku gam mau pergi sama kalian…! Weeeeeekkk!" naruko memelet-melet preman tersebut dan membuat preman pun marah.
"kau berani sekali mengejek kami.. kau harus di beri pelajaran!" para preman pun mengepung dan mendekati naruko. Naruko yang tidak bisa kemana-mana pun akhirnya terduduk dan menutupi wajahnya. "tiddaakk… Tuhan.. tolong akuuu…. Siapaa sajaa… toloooooong akkuuuuuu!" naruko pun akhirnya ketakutan dan berharap ada seseorang yang bisa menolongnya.
Buuukkk!... preman ke 5 dan preman ke 4 pun ambruk. Sisa preman yang masih berdiri pun kaget dan langsung membalik ke belakang. "Heeiii apa yang kau lakukan.. kau ingin mati hah?" ujar salah satu preman kepada seorang pria yang bermata onyx tatapannya begitu menusuk dan rambut yang kita kenal sebagai rambut pantat ayam. Dia adalah sasuke. Ternyata sasuke mengikuti naruko dari belakang.
"jika kalian berani menyentuh pacarku, aku akan menghajar kalian semuanya" kata sasuke. Dan naruko pun kaget mendengar suara yang sudah tidak asing lagi bagi telinganya. "sa-sasukee.. too-tolooong…" ujar naruko sambil merintikan air mata yang keluar dari matanya yang indah.
Melihat naruko yang menangis, tanpa aba-aba pun, sasuke langsung menampar wajah preman-preman tersebut. Tanpa ada ampun, sasuke terus memukul-mukul, menampar dan menghajar preman-preman itu hingga mereka pun berlari dan kabur meninggalkan naruko dan sasuke.
"huh.. preman rendahan.. cih seragamku kotor.." ujar sasuke sambil merapikan jas dan seragamnya dan melihat naruko yang masih terduduk dan ketakutan. "monster seperti kau bisa ketakutan juga ya.. heh..lucuu…" ejek sasuke kepada naruko. Dengan perlahan naruko mengangkat wajahnya dan melihat wajah sasuke yang sudah melihatnya dari tadi.
"hei.. aku akan mengantarkanmu pulang. Aku ga akan membiarkanmu pulang sendirian." kata sasuke. Tanpa menunggu lama, sasuke pun mengangkat naruko.
"sa-sasuke.." ujar naruko sambil menatap sasuke
"hmm.." jawab sasuke tidak menghiraukan naruko dan terus menggendongnya ke mobilnya.
"tee-terimakasihh…" naruko malu. Akhirnya sasuke melihat wajahnya yang malu seperti kepiting rebus. Sempat membuat sasuke tertawa kecil. "hehe.. kau manis juga kalau sedang malu.." ujar sasuke
Sasuke akhirnya mendudukan naruko di dalam mobilnya. Dan akhir mereka pun pergi.
Suasana di dalam mobil pun hening. Tanpa ada suara dari kedua pihak. Tidak tahan dengan keheningan ini. Sasuke pun akhirnya berbicara dan bertanya dengan naruko "hei dobe.. rumahmu dimana?"
Naruko pun kaget akibat pertanyaan sasuke. "eeh.. aaaa.. di se-seberang sana.. su-sudah dekat kok." Naruko masih malu dan takut dengan sasuke. Tetapi sasuke tetap memperhatikan jalan dan tidak menoleh ke naruko.
Akhirnya sampai juga di depan rumah naruko yang sangat sederhana. "sampai juga. Terimaa…. Uuummm!" mata naruko terbelalak melihat sasuke menciumnya. Mencium bibir naruko. Naruko pun membatu dan terdiam. Akhirnya sasuke melepaskan ciuman itu. "maaf dobe.. kau begitu manis.." sasuke begitu tidak tahan melihat wajah naruko ketika saat sedang malu-malu. Sangat manis.
Naruko pun tersadar ketika sasuke melepaskan ciuman itu "kauu-kauuu-KAAAAAUUUUUU MENCURIII CIUMAN PERTAMAAAAKUUU! HWAAAAAAA! Naruko langsung memukul wajah sasuke di dalam mobil dan berkali-kali. Sasuke pun kaget melihat tingkah naruko yang begitu anarkis hingga naruko pun mencakar-cakar wajah sasuke. Sasuke juga berusaha untuk menahan tangan naruko yang ingin memukul dan mencakarnya lagi.
"HEE-HEEEEYYY…. KAU TETAP SAJA MONSTER! HENTIKAAAN! KAU BISA AKU TUNTUT! HWAAAAA! TOLOOOONGGG!" sasuke berteriak sekencang-kencangnya agar orang-orang dapat mengetahui teriakannya. Dan akhirnya ibu naruko yang mendengar teriakan sasuke tersebut keluar dan melihat sebuah mobil ferrary yang mewah bergoyang-goyang. "hah? Aa-apaaa.. seperti ada suara naruko". Tanpa basa basi kushina, ibu naruko langsung berlari menuju ke mobil tersebut dan membuka pintu mobil tersebut. akhirnya kushina melihat anaknya yang tampang acak-acakan sedang mengigit tangan sasuke. Dan penampilan sasuke pun juga acak-acakan akiba cakaran oleh naruko dan membuat seragam sasuke juga robek. Wajah sasuke pun juga penuh dengan luka-luka kecil akibat cakaran naruko sehingga sasuke menjadi ketakutan dan ingin menangis.
Naruko melihat siapa yang membuka pintu dan ternyata ibunya yang membuka pintu dan melihat anaknya yang sedang brutal. "TOO-TOOLONG A-AKUU TAAN-TANTEEE…." Ujar sasuke yang meminta tolong dengan ibunya naruko. Kushina pun menjewer naruko, menyuruh naruko keluar dari mobil dan memarahi nya.
"NARUKOOO! APA-APAAN SIH KAMU..KA-Kamu tauu ga sih siapa yang sudah ka-kamu gigiiitt" ibu naruko mulai ketakutan akibat ulah naruko yang membuat sasuke berluka-luka. "di-diaa kan saaa-sasuke dari keluarga uchihaaa" ibu naruko pun menghampiri sasuke yang compang camping. "aa-aanda tidak apaa-apaa, sasuke-sama?" Tanya kushina kepada sasuke.
"aahhh… tidak apa-apa" jawab sasuke.
"si-silahkan masuk sasuke-samaa.. naruko akan memberikanmu obat untuk luka-luka andaa…" ujar kushina yang mempersilahkan sasuke untuk masuk ke rumahnya. Dan naruko pun hanya terdiam dan berpikir "ciuumaan pertamaaakuu…huhuhuhuhuhuhuhuuuuuu T_T" ujar naruko didalam hati.
-TO BE CONTINUE-
akhirnyaaa.. selesai juga chapter ke 3 ...
membuatnya butuh waktu 6 jam dari pagi sampai siang huhuhu... otakku mau error T_T
Tapi sukur deh chapter ke 3 nya cepat selesai.. hehehhee
maaf ya kalau kata2, kalimat2 dan gaya bahasa yang terlalu LEBAY, KUNO, ALAY, ANEH, ABSTRAK, JELEK, DLL T_T
maklumlah masih newbii jadi perlu bimbingan-bimbingan dan saran-saran dari pembaca hehheee
Oyaa.. jangan lupa di Reviews yaa.. _
Arigatooo and tunggu Chapter ke 4 nya
