Disclaimer : Tenipuri bukan punya saia
Summary : Akaya dan Marui kalah taruhan sama Niou, akibatnya mereka disuruh melakukan rencana busuk Niou. Rikkai fic, OOC, dah gitu aneh.. nyesel baca di tanggung sendiri loh~
Warning : seperti biasa OOC
"wow..." Akaya terbengong-bengong saking terkejutnya sama jadwal yang dibikin Niou
"wah, lu sinting Niou! Gua ga mau ikut ah" ujar Marui sambil mengembalikan kertas yang diberikan Niou.
Saat Marui mau pulang, tiba-tiba tangan Niou nemplok di punggungnya "mau kemana kamu Marui?"
"p-pulang lah! Gua mending makan kue gosong daripada harus ngelakuin itu semua"
"hooo... jadi kamu mau aku sebarin photo kamu dan Jirou lagi *piiiiiiip* heh?" ancam Niou dengan nada seduktif gimana gituh..
"hwaaaa jangan jangan! Jangan dong!" pinta Marui sambil narik-narik baju Niou, pake tampang anjing abis di tendag 2 meter.
Niou cuma nyengir-nyengir ga jelas, Akaya yang ga ngerti ama omongan kedua senpainya menarik baju Niou. "senpai, sebarin foto apa sih?" tanya Akaya dengan muka innocent
"kamu mau liat?" tanya Niou dibarengi dengan seringai aneh yang bikin bulu kuduk merinding. Akaya menganggukan kepalanya, sebelum Niou mengambil barang yang dimaksud, Marui menendang Niou di 'piiiip'nya (pasti tau maksudnya hehe). Niou yang 'piiiip'nya tertendang dengan sempurna merintih kesakitan sambil pegang-pegang 'piiiip'nya (nggak, bukan mesum), mulutnya tak mampu berkata-kata Cuma bisa mangap-mangap kaya ikan minta makan.
"ga ada apa-apa ko Akaya" kata Marui senyam-senyam menghindari pertanyaan lebih lanjut
"he? Tapi..." kata-kata Akaya berhenti begitu melihat wajah senpai di depannya.
"l-liat adja na-nanti M-marui..." gumam Niou yang masih kesakitan
"jadi, kapan kita mulai?" tanya Akaya yang sebenernya ga mau ngikutin tuh jadwal setan, tapi otak pintarnya berkata lain sejak melihat situasi yang dibuat oleh kedua senpainya.
"sekarang! Ayo kita cari tempat rame!" Niou merangkul pundak Akaya dan kembali ke halte bus, diikuti Marui dari belakang.
-9.30 : nyari uang (ngamen)–
Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Niou, Marui dan Akaya sampai ke tempat yang di tuju. Tempatnya sendiri adalah tempat pertokoan yang rada sepi tapi juga rada rame (gimana sih??). sebelum beraksi, Niou menarik kedua temannya ke tempat yang sepi.
"tunggu bentar, sebelum kalian ngamen aku mau ngasih sesuatu dulu" Niou membelakangi keduanya dan terlihat sibuk sendiri. Kemudian saat dia membalikkan badannya Voila~ ia memegangi se-set alat karaoke abang2 bencong yang biasa dipake buat ngamen. Entah darimana dia keluarin alat-alat tersebut, jangan tanya author... soalnya dia geblek nan ajib!
"Niou, kamu ga nyuruh kita pake itu kan?" tanya Marui
"oh ngga ko Marui, kalo kamu ga mau juga ga usah" kata Niou sambil melambai-lambaikan tangannya pada Marui
"serius lu! Tumben lu baik!" ujar Marui girang, nepok-nepok bahu Niou, Akaya pun tersenyum bahagia. Sungguh pemandangan indah yang harus berakhir dengan cepat ketika Niou mengatakan sesuatu setelahnya.
"tapi Akaya yang harus pake" Niou mengatakannya dengan senyum penuh kelicikan yang terlihat seperti Ichimaru Gin.
"HAAAAAH!! Ko aku sih senpai?!" Akaya langsung kaget sekaget waktu dia mergokin buchou kesayangannya dan fukubuchou lagi melakukan 'sesuatu' di ruang klub.
"berhubung Marui ga mau, jadi mau ga mau kamu harus mau" jelas Niou
"aku juga ga mau!" rengek Akaya
"tapi aku juga ga mau" tambah Marui, ga mau kalah dari Akaya.
'bocah banget ni dua' pikir Niou sambil ber-swt ria. "ya udah kalo gitu kita tentuin aja biar adil!"
"caranya?"
"pake kacang panjang!"
"heh?!" tereak Marui dan Akaya bingung
"masa ga tau sih cang kacang panjang!"
"ooo.. ya ampun.. bocah banget sih lu Niou" kata Marui yang gantian ngatain Niou
"iyah bocah!" Akaya ikut nimbrung yang langsung saja menerima 'penghargaan' dari Niou
"ya udahlah langsung aja kita mulai! Mana tangan kalian? Biar gua yang nyanyiin" ujar Niou kesel gara-gara dikatain 2 temennya.
Setelah Marui dan Akaya mengulurkan tangannya, Niou memulai nyanyiannya. Akaya dan Marui menggerakan tangan sesuai dengan lagunya.
"cang kacang panjang yang panjang nyanyi!"
Dan keluarlah pemenangnya yang mendapatkan 'se-set alat karaoke abang bencong', tak lain dan tak bukan adalah Akaya! Emang udah nasib dari awal harus nyanyi sih...
"yes eh Noooooooo!!!" teriak Akaya pas ngeliat hasil dari undian kacang panjangnya Niou, kayaknya sekarang kata-kata ini jadi kata favorit buat dia.
"yey yey!! Uhuy~" sorak Marui begitu tau dia ga usah nyanyi
"selamat ya Marui" Niou menjulurkan tangannya pada Marui yang langsung dibalas oleh cowo berambut pink(?) tersebut
"iyah.. hikz.. saya senang sekali.." balas Marui dengan perasaan senang tak terbendung sampai-sampai air matanya mengalir tak tertahankan
"selamat atas terpilihnya anda sebagai penari dangdutnya Akaya"
Salaman masih berlangsung, tapi yang bersangkutan (a.k.a Marui) malah bengong, terbalik sama Niou yang ga berenti senyum kaya psycho.
. . . . .
. . . . .
. . . . .
"HWAAPAAAAAA?!!" tereak Marui, bikin Akaya dan Niou budeg seumur hidup, kaca2 rumah pada pecah, gunung krakatau meletus, tsunami dateng, Rido Rhoma nyanyi (loh?)
"ga ada nanya-nanya lagi, buruan kalian siap-siap!"
"mwahahahahaha rasain tuh senpai" ejek Akaya ke Marui sambil nepok2 pantat
"rasakan, jurus tendangan tanpa bayangan!!" Marui pun meluncurkan tendangan saktinya namun langsung dihentikan oleh Niou (wuizzz keren pisan!)
"berisik banget sih kalian! Cepetan sana ngamen!" usir Niou
"ga mao ah! Masa harus joget-joget di depan orang sih, pake baju gini pula!"
"sengaja tau! Mang lu kira ngapain gua buka paksa jaket sama celana lu! Dah gua duga situ ga mau nyanyi jadi gua pilihin baju lu nyang ini biar lebih ahoy goyangnya mwahahahahahhahaha"
"ku---"
"ya ya.. gua emang kueren abis! Cepet sana, lama banget sih gitu doang!"
Setelah terjadi dorong mendorong, bujuk membujuk, cium mencium (yang ini mah engga hehe) antara Marui dan Akaya, akhirnya mereka menemukan tempat buat mereka mengamen. Ditaruhlah jaket Marui di depan mereka buat tempat nampung uang. Lalu Akaya dan Maru mulai ribut lagi buat milih lagunya sedangkan Niou dengan asiknya mengintip mereka sambil makan popcorn (emangnya di bioskop mas!) dari balik semak-semak yang ga jauh dari tempat ngamen mereka.
~to be kontinyu~
Sorry sorry sorry nega nega nega munjuh
Negeh negeh negeh bbajuh bbajuh bbajuh bulyuh baby
Ga deng becanda, kaga ada hubungannya ma minta maap hehehe
Sori banget telat update-nya x . kemaren-kemaren ga ada ide! Mencari ilham dimana-mana tetep ga nemu! Swebeeeel!! Mana hp ilang kemaren, jadi ga ada semangat idup T.T
Ga bisa baca fic di hp, ga bisa review, ga bisa buka-buka yaoi, ga bisa bikin theme yaoi, ga bisa naro-naro gambar yaoi, ga bisa sms-an en yang lebih sedih lagi kehilangan Gin-chi (nama hp ku) TOT
Pedahal aku dah janji sama Gin, bakal jadi pemilik yang baik, yang selalu ngebersihin, selalu disayang-sayang, selalu bobo bareng, pergi kemana-mana bareng (termasuk ke wc), dicium-cium, en many more. Huuuaaaaaaa!! Maapkan aku Gin n
Ko jadi curhat sih?? Tapi jadi lumayan lega lah walau Cuma ngurang 1%. Sory ya chapter ini ngegantung, abis ga ada selera makan sih.. (apa hubungannya!)
Ow ya, ada yang punya ide, lagu apa buat mereka ngamen? Kalo ada yang punya ide, kasih tau aja ^^
Makasih ya yang udah baca, review, trus naro cerita ini di story alert, dakuw senang sekali. Sedihnya jadi berkurang 10%. Thanks sekali lagi ^^
