Haiii...

Makasih ya! Buat para readers yang udah mau riview! Dan terima kasih banget buat para riviewers yang udah mau log in...

Hahaha...

Happy reading!

Terinspirasi dari " Let Me Hear the Liric © Banri Hidaka "

Aku tak sendiri lagi?

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Pairing:

Neji x Sasuke

Chapter sebelumnya

" Aku benci kakak!" teriak Sasuke yang keluar dari tempat persembunyiaanya. " Aku benci kakak yang tidak menjelaskan apapun padaku! Aku tidak tahu, jika kakak tetap diam dengan dalih demi aku!"

" Sasuke..." gumam Itachi

" Aku tahu kakak baik!" Sasuke meremas celananya " Kan sedih, padahal aku ini adikmu! Tapi tidak diberitahu apapun!"

" Sasuke maafkan kakak! Kakak memang payah!" Itachi mendekat dan memeluk Sasuke.

Merasa tidak seharusnya berada di sini, Neji beranjak pergi. Di wajahnya terlukis senyum lembut yang tampak sangat bahagia.

" Aku sangat menyayangimu kakak..." ucap sasuke lirih

...

Chapter 3

.

.

" Neji!" ucap Sasuke riang saat melihat Neji memasuki kamarnya

" Heh bocah, kenapa duduk di lantai?" Neji mendekati Sasuke dan berjongkok didepannya

" Bosan di tempat tidur!"jawab Sasuke santai

" Alasan macam apa itu? Cepat naik ke tempat tidur, nanti kamu bisa flu!"

" Mana ada yang seperti itu? Dasar aneh!" walaupun berkata seperti itu, tetap saja Sasuke naik ke tempat tidur.

" Tadi aku bertemu kakakmu! Katanya ada yang ingin dibicarakan dengan dokter!" raut wajah Neji berubah, sedih.

" Neji!"

" Ya?"

"Aku menyukai Neji lho..." lanjut Sasuke sambil tersenyum. " Entah kenapa, tiba-tiba aku ingin mengatakannya!"

" Bodoh!" Neji mengacak rambut Sasuke gemas

" Nggak seperti biasanya, Neji nggak marah!"

" Aku ini mengkhawatirkanmu tau! Kau pikir, untuk alasan apa aku selalu datang kemari?"

" Neji..." ucap Sasuke kalem

Flashback

" Kemungkinan Sasuke bisa sembuh jika di operasi di rumah sakit khusus. Tapi untuk kesana, tempatnya sangat jauh! Terlalu jauh..." ucap Itachi pada Neji di koridor rumah sakit.

Neji termenung, " Jadi maksud Itachi-san..."

" Sasuke harus dipindah! Kau mau membujuknya?"

End flashback

Tiba- tiba Neji memeluk Sasuke, " Cepatlah sembuh Sasuke!"

Mata Sasuke membulat, " Apa ini, ucapan perpisahan? Apa yang dikatakan Nii-san padamu?" Sasuke melepaskan pelukannya

" ..." Neji menatap Sasuke diam

" Aku akan pulang kan? Aku pasti pulang, soalnya Nii-san telah menjemputku!" mata Sasuke mulai berkaca

" Sasuke..."

" Nii-san pasti bilang akan memindahkanku ke RS lain...Aku tidak mau dipindah Neji! Aku mau disini saja!"

" Sasuke, kau ingin sembuh kan? Kau selalu bilang, ingin membuat Itachi-san tersenyum kan? Kau ingin semuanya kembali seperti semula kan?" bujuk Neji

" Kau tidak mengerti Neji, aku akan dipindah ke tempat yang jauh! Sangat jauh Neji..."

" Tapi Sas..."

" Aku tahu!" Sasuke memotong perkataan Neji, " Aku ini orang yang menanti di operasi! Aku sudah mendengarnya dari dulu!"

" Lalu apa lagi Sasuke? Itu artinya, ada kemungkinan kau untuk sembuh! Kau pernah bilang kan, kalau jangan menbuang masa depan?"

Air mata Sasuke tumpah tak terbendung, membuat Neji sedikit merasa bersalah.

' Padahal aku hanya ingin bersama Neji saja, kenapa Neji malah menyuruhku pergi? Kenapa harus berpisah?' batin Sasuke, Ia tak sanggup mengatakan sepatah katapun pada Neji.

Neji memeluk Sasuke lagi, " Maaf, karena aku tidak memahamimu..."

Setelah mengucapkan itu, Neji pergi meninggalkan Sasuke sendiri. Masih menangis, Sasuke melihat kepergian Neji, " Padahal bukan salahmu, Neji..." gumamnya parau.

.

.

" Neji!"

Neji menoleh dan mendapati Itachi berdiri tidak jauh dibelakangnya, " Itachi-san!"

" Kelihatannya kau tidak baik!"
Neji melirik Itachi, ' Wajahmu tidak lebih baik dariku Itachi-san! Bahkan terlihat lebih kusut!' Batin Neji

" Ya, aku sedikit bersitegang padanya saat membicarakan mengenai kepindahannya!" ucap Neji dengan menundukkan wajahnya. " Apa hanya operasi yang bisa menyembuhkannya?"

" Seharusnya memang begitu. Pada dasarnya, Sasuke kutempatkan disini agar bisa dioperasi untuk menahan tubuh lemahnya! Intinya, untuk mempersiapkan kondisi tubuhnya untuk di operasi!"

" Kalau begitu, kenapa tidak secepatnya Sasuke di operasi?"

Itachi menghela nafas panjang, " Semakin lama, keadaannya akan semakin sulit karena kondisi tubuhnya semakin lemah. Hal ini terlalu berat untuk Sasuke! Kalaupun operasinya sukses, itu hanya akan menyambung hidupnya hingga 3-4 tahun saja! Kalau bisa lebih dari itu, maka Sasuke bisa dikatakan sembuh!"

" ..." Neji terkejut mendengar penjelasan Itachi

" Kudengar presentase suksesnya hanya 50%"lanjut Itachi , wajahnya tertunduk lesu

" Apa? Tidak mungkin..."

" Itachi-san, Neji-kun!" panggil Sakura yang berlari tergopoh-gopoh mendekat, " Sasuke... Kami sudah berbagi tugas untuk mencarinya, tapi... Dia tidak ditemukan dimanapun!"

.

.

" Haa... Kelihatannya aku tersesat!" Sasuke sweatdrop dengan kebodohannya sendiri," Padahal niatku kan hanya jalan-jalan!" Sasuke berjongkok dan memegang kepalanya

" Kakak tidak apa-apa?"

Sasuke menoleh dan didapatinya anak laki-laki berusia kurang lebih 7 tahun, " Hehehe... Aku tersesat!"

" Memangnya kakak mau kemana?"

" Aku mau pulang kerumah sakit!"

" Kenapa pulangnya kerumah sakit! Ah, kebetulan aku juga akan kerumah sakit, sekalian saja deh..." Anak itu tersenyum manis, rambut mirip durennya terlihat mencolok.

" Namaku Naruto, kakak siapa?" tanya anak itu

" Aku Sasuke! Kau sendirian ya?"

" Ya, ayahku sedang kerumah sakit menjemput ibu! Aku juga mau kesana..." jawab Naruto semangat " Ayo!" Naruto menggandeng jari telunjuk Sasuke

" Ibumu sakit?" tanya Sasuke memecah kesunyian

Naruto menggelengkan kepalanya kuat, " Ibuku melahirkan adikku!"

" Benarkah? Selamat ya... Kau sudah punya adik!"

" Kakak sakit apa?" tanya Naruto polos

" Aa_ jantung kakak sedikit bermasalah!" Sasuke menjawab ragu

Naruto memiringkan kepalanya, " Ibuku juga agak lemah jantungnya! Makanya, untuk melahirkan bayi katanya nggak mungkin! Tapi dengan bersikeras, ibu mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa!"

" Begitulah Naruto, orang tua memang selalu menjaga anaknya!"

Naruto tersenyum bangga, " Kita sudah sampai!" ucapnya riang. " Itu ayah dan ibuku, dan juga adikku!" Naruto berlari mendekati mereka. Sasuke hanya tersenyum.

" Naruto! Akhirnya kau sampai sini juga ya?" ayah Naruto mengacak rambut anaknya gemas. " Kau sudah berusaha ya? Hahaha... Maaf ya, ayah meninggalkanmu di rumah sendirian.."

Naruto tertawa, " Ibu?"

" Lihat Naruto, ibu tidak apa-apa kan!" ibu Naruto terlihat sangat ceria dan enerjik. Sasuke sempat tidak percaya bahwa orang itu punya penyakit yang sama dengannya.

" Lihatlah, ini adikmu! Manis kan? Syukurlah, dengan kemungkinan yang sangat kecil, ibu tak menyerah... Jadi kau bisa melihat adikmu kan!"

Kebahagiaan mereka menyentuh hati Sasuke, dengan langkah perlahan Ia beranjak pergi. ' Aku malu sekali, aku selalu melarikan diri... Padahal ada orang yang berjuang sangat keras! Aku tak boleh begini terus... Aku harus berusaha, untuk diriku sendiri...' Sasuke berhenti sejenak, Ia menemukan 2 orang yang paling disayanginya di koridor RS '...Dan demi orang-orang yang selalu menjagaku!'

" Nii-san..."

Itachi menoleh dan berlari mendekat, segera Ia memeluk Sasuke " Syukurlah kau selamat Sasuke!"

" Nii-san..."

Neji mengepalkan tangannya, " SI BEGO SATU INIIIII!"

" Neji?" Sasuke menoleh ke arah Neji

" Dasar bodoh! Kami semua mengkhawatirkanmu tau! Kami mencarimu kemana-mana... Sampai dimarahi ibu-ibu gendut segala!" omel Neji tiada henti

" Dasar pemarah! Yang penting kan aku tak apa-apa..."

" Huh... Terserah deh!"

Sasuke berpaling pada Itachi dan menarik nafas pelan " Nii, aku mau di operasi!"

...

' Hari ini adalah hari kepindahan Sasuke' Neji mengetuk pintu kamar Sasuke, tidak ada jawaban. Kemudian Ia memutuskan untuk masuk saja.

Neji melihat Sasuke menatap atau lebih tepatnya melamun di depan jendela kamarnya. Didekatinya Sasuke" Sasuke? Ngapain melamun begitu?"

" Huaaaa... Kamu datang dari mana?"ucap Sasuke terlonjak kaget

" Ya dari pintu dong!" jawab Neji santai

" Masa?"

" Kau pikir mau datang darimana?"Neji bersandar di dinding samping jendela, "Aku tidak melihat kakakmu! Kemana dia?"

" Dia datang kok, tapi cuma sebentar kemudian dia pergi lagi! Soalnya, sekarang dia sibuk mempersiapkan banyak hal!"

" Mengenai kepindahanmu ya?"

Sasuke hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Neji.

" Hei kenapa diam?"Neji mencubit pipi Sasuke

" Awwww... Sakit Neji!"

" Makanya jawab pertanyaanku!"

Sasuke memajukan bibirnya sebal, kemudian menunduk " Neji, Kau tau? Aku akan di operasi di Amerika! Amerika itu sangat jauh lho, amat sangat jauh!"

" Soal itu ya, aku sudah dengar dari Itachi-san!" ucap Neji datar

Sasuke tertawa getir, " Kenapa tidak bilang dari tadi sih?"

" Ada yang mengganjal dihatimu? Tawamu terdengar aneh!"

" Aku hanya berpikir, bagaimana kalau aku tidak bisa bertemu Neji lagi?"

" Jangan berpikir macam-macam! Kita pasti bertemu lagi..."Neji mengacak rambut Sasuke

" Kalau aku pergi, Neji tidak rindu padaku?"

" Tidak!"

" Begitu ya?"Sasuke tertunduk sedih

" Tidak salah lagi! Aku pasti merindukanmu..."lanjut Neji, Sasuke mengangkat wajahnya menatap mata Neji.

Kemudian beranjak menuju lemari di sudut ruangan, " Neji, lihat!" Sasuke menunjukkan sebuah boneka Teddy Bear ukuran jumbo pada Neji. " Ini kudapatkan sebagai hadiah perayaan keluar rumah sakit dari Nii-san! Bagaimana menurutmu?"

Neji mengangguk, " Bagus!"

" Aku heran, kenapa Nii-san memberiku boneka! Padahal aku kan laki-laki..."

" Memangnya salah memberi boneka pada laki-laki? Dan kupikir boneka itu mirip denganmu!"

Wajah Sasuke merona, " Aku tidak segendut itu Neji! Tolong dicatat dan digaris bawahi ya!"ujarnya sewot

" Sasuke..." nada bicara neji berubah, lebih lembut dan didekatinya Sasuke. Kemudian Ia memegang tangannya, " Cepat sembuh ya..."

Mata Sasuke mulai sembab, ' Tidak lama lagi Nii-san pasti datang! Aku akan berpisah dengan Neji! Aku tidak mau...' batin Sasuke sedih

Tiba-tiba suasana kamar itu menjadi hening, mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.

" Sasuke! Ayo berangkat... Eh ada Neji juga!"tiba-tiba Itachi memasuki kamar, " Kau sudah ucapkkan selamat tinggal pada Neji, Sasuke?"

" Neji! Aku pergi ya..."gumam Sasuke lirih, tapi masih dapat didengar Neji.

" ..."Neji tidak menjawab

" Neji terima kasih ya! Selama ini kau telah membantu kami, terutama membantu Sasuke! Jadi..." perkataan Itachi di potong Neji

" Maaf Itachi-san, aku pinjam Sasuke dulu!" Neji menarik lengan Sasuke menuju atap rumah sakit

'Neji? Apa yang akan kau lakukan padaku?'

.

.

Neji membuka pintu atap dan melangkah keluar diikuti Sasuke dibelakangnya, " Maaf, tapi bagaimanapun juga untuk terakhir kalinya aku ingin menyampaikan sesuatu!"

"..." Sasuke mendengarkan Neji

" Sejak bertemu denganmu di atap ini, kupikir kau bocah aneh yang hebat! Kau selalu megatakan apa yang ingin kau katakan dengan blak-blakan. Makanya aku juga ingin mengatakan apa yang ingin kukatakan. Karena Sasukelah yang bisa memahamiku!"

" ..."

" Kau telah mengubahku! Makanya... Kehadiranmu sangat penting bagiku! Aku menyukaimu Sasuke!"

Air mata membelah pipi putih Sasuke, " Neji... Aku hiks hiks takut mati! Aku takut pada kemungkinan yang 50% itu. Jika aku mati, aku tak bisa mendengar suara Neji lagi kan?"

' Kenapa tubuh mungil ini memikul beban yang begitu berat! Apa yang bisa kulakukan untuknya?' batin Neji lalu dipegangnya pipi Sasuke, mengusap air mata itu " Jangan menangis!" ucapnya sebelum Ia mendekatkan bibirnya untuk menyentuh bibir mungil Sasuke. Lembut dan hangat, Neji sangat menyukainya.

" Neji?"

" Kau tau? Saat aku merasa muak dengan semua yang menimpaku, tiba-tiba aku mendengar suaramu yang memintaku untuk berteman denganmu. Tiba-tiba saja hatiku merasa tenang. Tidakkah kau berpikir itu hal yang luar biasa? Hanya dengan suaramu, kau telah menyelamatkanku! Masa kamu yang seperti itu akan mati, hmm? Aku akan selalu berdoa, agar operasinya bisa berhasil!" kata Neji panjang lebar

Sasuke hanya diam...

' Dulu aku selalu sendirian, dan aku selalu berharap suatu saat akan muncul seseorang yang menganggapku dibutuhkan. Bagiku sendiri, kehadiran Neji sangat membantuku. Neji yang sangat kusuka, orang yang telah memberiku banyak jenis perasaan. Aku tak akan ragu lagi! Aku juga telah berubah karena Neji!'Sasuke mengusap air matanya

" Neji!" panggilnya

" Hn?"

" Aku akan mencoba untuk bergantung pada kemungkinan yang 50% itu! Tapi sebagai imbal baliknya, Neji jangan menghubungiku ya!"

" Sasuke?"

" Karena Neji sudah mempercayaiku, aku harus berusaha sendiri agar cepat sembuh! Iya kan?" Sasuke memperlihatkan senyum manisnya, walaupun matanya masih agak sembab.

" Sasuke! Aku..." Neji tidak melanjutkan kata-katanya, " Walaupun pedih karena tidak bisa bertemu, tapi aku yakin bahwa kau pasti sembuh!"

" Makanya, kalau aku bisa datang kesini lagi dengan jantung yang sehat! Aku akan mengirimimu surat! Isinya ' Aku sudah sembuh lho!'. Soalnya datang menemui Neji adalah hal yang paling kuinginkan, jadi..."

Neji mendekat dan memeluk Sasuke.

"Tunggu aku ya!" lanjut Sasuke.

" Seberapa lamapun kau datang, aku akan menunggumu!" Neji melepas pelukannya, " Ulurkan tanganmu!" perintahnya.

Neji merogoh saku jaketnya dan memberikan sesuatu pada Sasuke.

" Origami burung?"

" Emm.. ya, habis aku tak punya uang untuk membelikanmu hadiah perpisahan! Maaf ya!"

" Tak apa! Aku suka kok..."

" Aku selalu ingat perkataanmu untuk merentangkan masa depan! Jadi kupikir itu mirip dengan burung! Makanya kubuat itu..."jelas Neji

" Hahahaha... pemikiran yang hebat Neji!" Sasuke tertawa terbahak-bahak dan menepuk-nepuk pundak Neji

" Hahahahaha... Hebat kan? Yah, bisa dibilang ini sebagai permulaan menjadi seorang penulis cerita anak!"

" Eh?"

" Seperti katamu, aku akan mencobanya! Meski membutuhkan waktu lama, aku akan berusaha... Ya, aku akan memikirkan pengalamanku sendiri supaya bisa menuangkan dalam karya cipta khas buatanku. Makanya, kaupun jangan menyerah! Dan datanglah kembali padaku!"

" Iya, karena Neji adalah tempat dimana aku akan pulang..."Sasuke tersenyum penuh kebahagiaan .

...

Musim semi 6 tahum kemudian

" Tukang pos ya?" tanya Hanabi pada Hinata yang berada di ruang tamu.

" Ya!"jawab Hinata singkat

" Pantas saja, Neji-nii langsung keluar!"

" Dia jadi peka sekali pada suara motor tukang pos! Seperti menunggu surat dari seseorang saja!" Hinata berkata sambil membalik majalah yang dibacanya

" Jangan suka membicarakan orang..." kata Neji yang tiba-tiba datang

" Bagaimana Nii? Sudah datang, surat yang kau tunggu?" tanya Hinata

" Belum... Hanabi tolong belikan aku ballpoint! Nih uangnya..."

Hanabi mengangguk semangat, " Kembaliannya untukku ya Nii..." ucapnya sambil berlari

" Hn..."

" Neji-nii, cerita kali ini sudah selesai?"tanya Hinata

" Sudah, nih!"Neji menyerahkan naskah pada Hinata, ' Sasuke, lihat! Aku telah jadi penulis cerita anak! Walau butuh 6 tahun untuk itu...!'batinnya

" Aku bangga sekali pada Nii, sampai-sampai aku lupa pada kelakuan Nii yang menyebalkan dulu..."

" Begitu ya?"

" Neji-Niiiiiiiiiiiiiii!"Hanabi yang telah kembali, berlari mendekati Neji, " Nih ballpointnya. Oh iya, kakak dapat ini!"

" Origami burung?"

" Kudapat dari kakak laki-laki bermata onyx yang sangat indah di perempatan jalan!"

Tanpa berkata apapun Neji berlari, rasanya orang yang dinantinya selama ini telah datang, ' Sasuke...'

" Neji-nii Mau kemana sih? Kenapa lari-lari begitu?"

" Biarkan saja... Hanabi lihat, ini naskah cerita Neji-nii yang paling baru!" Hinata menunjukan naskah itu pada hanabi

" Ceritanya tentang apa?"

" Tentang anak laki-laki yang mencari jiwanya yang hilang... Sendirian!"

Sekali lagi, perdengarkan suara itu

Aku ingin kau mengobati jiwaku yang kering

Suaramu telah menyelamatkanku

" Disini ditulis, ' Mereka adalah malaikat dan salah satunya kehilangan sayap, dimanakah Ia harus mencari sayapnya? Di dalam diri mereka sendiri!' begitu!" kata Hinata melanjutkan

Mendengarnya membuatku merasa nyaman

Meski saat tahu artinya ' Sesuatu yang penting' membuatku merasa getir

Bukankah suatu saat

Kau akan kembali kepadaku

Perasaan saling membutuhkan antara satu sama lain

Telah membuat hal yang hilang terlahir kembali

Seperti jiwa manusia

Yang melahirkan berbagai macam perasaan

Senang

Sedih

Hangat

Lembut

Neji terus berlari hingga dilihatnya sosok yang selama ini dinantinya,

" Neji...!"panggil sosok itu lirih

Suara itu

Telah kutemukan jiwaku yang hilang

Perasaanmu padaku

Tersimpan rapi dalam diriku

" Sasuke akhirnya kau kembali!" Neji mendekat dan memeluk Sasuke

Dengan suaramu yang sangat kusuka

...The end...

Akhirnya jadi last chap deehhh...

Minna riview ya? Ya? Ya? Ya? Ya? Y... (dibekep Sasuke!)

Sasuke : Hahaha... Maafkan tunangan saya ya!

Kaira : Honey! Ngapain sih, dateng tiba-tiba begitu!

Sasuke : Readers mau riview kan? Kasihan tunangan saya yang bikin fic ini dengan susah payah... Saya nggak tega liat dia sedih!

Kaira : *Blush*