Chapter 3 :
Teman Baru dan Rival
.
.
Disclaimer : Naruto Milik Om Masashi Kishimoto
.
.
.
Thank to : Blackwolf501
.
.
(Timeskip: 3 tahun Kemudian )
Sebuah objek atau tepat seseorang terlihat sedang nenikmati jalan jalannya disekitar taman Konoha.
Dia terlihat mengenakan celana hitam dan t-shirt biru. Tangannya tertutup sarung tangan metalic tanpa jari . Dia memakai sandal hitam. Wajahnya tertutup oleh masker wajah berwarna hitam, tubuhnya berotot kencang dan rambut pirangnya berayun liar ke udara dengan dua poni jatuh di samping wajahnya yang tertutup masker .
Banyak warga sipil tidak mengenal orang ini dan malah acuh , mereka hanya sibuk melakukan pekerjaan masing masing , Ada pula beberapa shinobi yang mengenali orang ini namun mereka mengabaikannya mengabaikannya.
Orang ini tak lain adalah Naruto Hatake.
Sudah tiga tahun sejak Naruto membangkitkan sharingannya dan mulai berlatih menjadi shinobi. Dia sekarang telah bergabung dengan akademi ninja bersama teman-temannya dua tahun yang lalu.
Latihannya berjalan sangat baik. Dia telah menemukan bahwa dia adalah spesialis ninjutsu dan cukup mahir melakukannya. Kakashi telah mengajarinya beberapa jutsu dan terus melatihnya kapan pun dia bebas dari misinya.
Prestasinya yang paling menonjol dalam ninjutsu adalah penguasaannya atas jutsu elemen air , dia bisa belajar dan melakukan ninjutsu dengan sangat cepat. Dia juga belajar beberapa jutsu dari elemen lainnya , namun ia idak dapat mempelajari ninjutsu berbasis elemen tanah.
Sharingan-nya telah matang dan sekarang telah mencapai tiga tomoe. Saat itu ketika Naruto berhasil mencapai 3 tomoe , Kakashi langsung mengucapkan selamat kepadanya dan mentraktirnya ramen sepuasnya , sebenarnya kakashi menyesal telah nentraktirnya karena Naruto hampir menghabiskan uangnya .
Tapi tak apalah yang penting Naruto senang itulah yang dipikirkan Kakashi
Taijutsu-nya juga membaik, Kakashi memaksa Naruto menggunakan gravity seal dalam latihannya, awalnya ia tidak terbiasa namun lama kelamaan ia terbiasa seiring berjalannya waktu.
Kakashi juga mengajarinya beberapa gerakan tinju khas Uchiha yang berfokus terutama pada kecepatan dan pergerakan lawan. Tak disangka tinju ini sangat cocok dengan gaya bertarung naruto , apalagi ditambah dengan Sharingan.
Kalian bisa membayangkannya sendiri.
Tapi ia lemah terhadap genjutsu . Karena cadangan chakraya yang besar, dia mengalami masalah dalam mengendalikan chakranya. Genjutsu membutuhkan kontrol chakra yang tepat, meski kontrol chakra naruto telah meningkat pesat tapi masih belum cukup baik baginya untuk mempelajari Genjutsu.
Tapi dia bisa dengan mudah menghilangkan genjutsu karena sharingannya dapat membatalkan genjutsu.
Sharingan Naruto sedikit berbeda dari sharingan biada. Sharingan Naruto bisa menghasilkan genjutsu yang sangat efektif, ilusinya sangat nyata sehingga hanya shinobi terampil atau spesialis Genjutsu yang dapat membatalkannya .
Kemampuan ini dibuat karena kurangnya keterampilan dalam mempelajari genjutsu lain selain ilusi sharingannya. Kakashi telah melatihnya untuk menghipnotis lawan-lawannya menggunakan sharingannya dan bahkan melengkapinya sehingga dia memiliki kemampuan untuk melampaui Itachi dan Shishui Uchiha di masa depan dengan ilusinya yang berbasis sharingan.
Dia senang dengan hidupnya, namun dia pernah bertemu dengan seseorang yang mau merawatnya meski dia seorang jinchuriki.
Memikirkannya saja sudah membuat Naruto tersenyum.
.
Flasback
Kakashi dan Naruto melanjutkan latihan rutin mereka di hutan kematian seperti biasa. Keterampilan Naruto telah meningkat pesat karena latihannya. Kekuatan, kecepatan dan kemampuannya untuk menganalisa lawannya dan ia sangat terampil dalam membalikan serangan .
"Baiklah ni-san, apa yang akan kau ajarkan padaku hari ini?" Tanya Naruto penuh semangat
"Hari ini aku akan mengajari mu variasi dari teknik Kage Bunshin." Kata Kakashi.
"Variasi?" Tanya naruto bingung
"Ya, itu disebut " Raiton Kage Bunshin". Ini adalah jenis klon bayangan namun didalamnta terdapat jenis perubahan elemen petir. Ayo aku akan tunjukkan caranya , pertama buat dua klon bayangan dan suruh dia menyerangku . " instruksi Kakashi
Naruto membentuk dua klon dan mengintruksikan mereka untuk menyerang Kakashi. Kemudian Kakashi segera membentuk kloning dan langsung melesat menuju klon naruto.
Kloning naruto yang pertama mengarahkan pukulan nya pada dada kloning Kakashi , tapi klon kakashi dengan mudah menghindar . Kemudian klon kakashi mencoba memberi tendangan namun diblokir oleh klon Naruto yang kedua dengan memegang kakinya, kloning naruto yang pertama kemudian langsung melompat ke udara yang bertujuan memberi tendangan roundhouse Ke klon kakashi .
Tapi sebelum tendangan itu bisa mengenainya, klon Kakashi tampak menyeringai sebelum meledakkan dirinya disertai aliran listrik . Klon naruto musnah karena terkena sengatan listrik.
Naruto mengernyit heran saat ia mendapat ingatan tentang klonnya yang musnah , sementara Kakashi hanya terkekeh.
"Sialan ni-san, itu menyakitkan" gumam Naruto
"Sekarang kau bisa melihatnya kan kegunaan dari jutsu ini , Teknik ini memungkinkan pengguna membuat klon bayangan yang disertakan dengan perubahan jenis cakra elemen petir." Jelas Kakashi sebentar.
"Jika aku bertarung dekat sumber air jutsu ini bisa sangat membantu" pikir Naruto
"Baiklah sekarang coba buat kloning yang disertai perubahan jenis chakra petirmu- '' kata Kakashi tapi dipotong oleh Naruto.
"Ada yang datang" kata Naruto tegas
"Hm, kemampuan penginderaannya meningkat." Pikir Kakashi karena ia juga bisa merasakan chakra yang mendekati posisi mereka.
Beberapa saat kemudian seorang wanita muda melompat ke tempat terbuka dimana Naruto dan Kakashi berlatih. Karena Penasaran , Marut memutuskan untuk melihat siapa datang .
Hal pertama yang dia lihat adalah seorang kunoichi muda yang sangat cantik. Kunoichi itu memiliki warna mata coklat terang. Rambutnya berwarna Ungu, dengan poni depan pendek meruncing, dan rambut belakang dikuncir seperti buntut kuda.
Dia terlihat mengenakan mantel cokelat, lengkap dengan jaring yg dipasang dari leher sampai ke bagian pahanya. dia memakai rok orange tua, memakai pelindung kepala konoha, dan mengenakan sebuah kalung kecil .
Muka Naruto tiba tiba memerah karena baru pertama kali melihat kunoichi cantik itu.
"Sial kenapa aku tersipu? Sadar Naruto kau masih anak anak" pikir Naruto.
"Oi Kakashi, apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya wanita itu dengan penuh rasa ingin tahu.
"Anko apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kakashi
"Ini adalah taman bermain ku Kakashi-kun, sekarang katakan apa yang sedang kau dan bocah ini lakukan di sini?" Tanya Anko dengan suara yang sangat manis yang menggetarkan Naruto dan Kakashi.
"Hanya Anko yang bisa menyebut ini tempat bermain." Desah Kakashiini
"Dia sama persis seperti yang dikatakan Kakashi ni-san." Pikir Naruto mengingat bagaimana dulu Kakashi sering berbicara tentang Nyonya Ular Konoha, Anko Mitarashi yang dikenal luas karena kecenderungan sadisnya.
"Baiklah , aku disini hanya melatih otouto ku ." Kata Kakashi . Anko terkejut saat mendengar bahwa Naruto adalah adik dari kakashi.
"Hee ... anak nakal ini ? Kau tau Dia terlihat seperti tiruanmu" kata Anko sembarangan
Alis Naruto berkedut karena disebut kloningan kakashi tapi ia tetap tenang , jika dia kehilangan kesabarannya maka ending nya nanti pasti akan ribut .
"Aku adalah Hatake Naruto, senang bertemu denganmu Anko-san" kata Naruto sambil membungkuk arah jam 9.
"Tunggu tunggu , kau Naruto? Apa maksudmu Kakashi?" Tanya Anko sedikit keras.
Anko tahu siapa Naruto dan beban apa yang dia bawa. Dia tidak membenci anak laki-laki itu seperti kebanyakan penduduk desa dan bahkan ia bersimpati dengan Naruto karena dia juga memiliki masa lalu yang sama seperti Naruto, tapi kemudian anak itu menghilang begitu saja dan sekarang dia muncul lagi sebagai adik Kakashi. Satu pikiran muncul dalam pikirannya,
"Apa yang sedang terjadi Persetan?" Pikir Anko.
Kakashi menghela napas dan menjelaskan seluruh cerita tentang bagaimana dia mengadopsi naruto tapi meninggalkan bagian dari garis keturunan Naruto , sharingan serta pelatihannya
"Yah, aku tidak menyangka kau sekarang menjadi lebih perhatian" goda Anko
"Apakah kau mengatakan sesuatu?" Tanya Kakashi dengan nada geli dalam suaranya
"Sialan kau ... mesum!" Teriak Anko
"Maa , ternyata kalian sangat cocok" kata Naruto yang sedang tertawa melihat interaksi antara Kakashi dan Anko
"Hey bocah !, aku yakin kau bahkan tidak tahu bagaimana cara memegang kunai" Anko menyeringai mencoba untuk menghasut Naruto.
"Baiklah , sebaiknya kita cari tahu ?" Kata Naruto tertantang, sementara itu Anko menyeringai dan Kakashi tidak yakin apakah itu ide bagus.
Tentu Naruto adalah orang yang sangat tenang tapi dia tidak akan membiarkan siapapun menghina nya seperti itu dan itu juga akan menjadi kesempatan bagus untuk menguji kemampuannya melawan orang lain selain Kakashi.
"Naruto aku tidak berpikir kamu harus menantang Anko seperti itu. Dia adalah seorang Jounin sepertiku." Kata Kakashi dengan tegas berusaha membuat Naruto mengerti.
"Ni-san aku tahu bahwa aku tidak cocok untuk Anko-san sekarang, tapi aku ingin membuktikan kepadanya bahwa aku dilatih oleh mu dengan sangat baik." Kata Naruto dengan tekad dalam suaranya.
Sementara Anko terkesan dengan jawaban Naruto, dia tidak hanya mengakui bahwa dia lebih lemah dari Anko tapi juga Naruto ingin melawannya karena alasan yang benar.
"Baiklah kalau begitu jangan mengeluh saat dia mematahkan tulangmu." Kata Kakashi lelah.
"Terima kasih ni-san" kata Naruto penuh syukur
"Oi bocah, karena kau jujur dan tidak sombong mari kita bikin taruhan" saran Anko
"Apa taruhannya Anko-san?" Tanya Naruto
"Kau akan bertarung dengan ku , jika kau mampu menahan ku selama 5 menit maka aku akan mengajarkan sesuatu yang bergunaaku untukmu," kata Anko serius.
"Baiklah , tapi apa jadinya kalau kau menang? '' Tanya Naruto curiga
"Kalau begitu kau berutang budi padaku" kata Anko dengan tatapan menghayal Naruto akan menjadi sepotong kue.
"Oh tidak , semoga bukan hal yang tidak tidak" pikir Kakashi dengan ketakutan.
"Bolehkah aku bertanya tentang kesukaanmu Anko-san?" Tanya Naruto
"DANGO!" Teriak Anko sambil memompa tinjunya ke udara
"Sialan, ternyata dia maniak dango." Pikir Naruto . Semua orang di Konoha tentu tahu tentang jimat Anko untuk Dango, itu bahkan lebih dari cinta Naruto untuk Ramen.
"Baiklah peraturannya cukup sederhana, kalian bisa menggunakan apapun yang kalian inginkan Ninjutsu, Genjutsu, Taijutsu, pertarungan akan terus berlanjut selama 5 menit sampai seseorang dari kalian menyerah atau kalah. Jangan sampai terjadi luka serius , ini adalah pertandingannya persahabatan . " Tanya Kakashi dengan nada monoton.
"Wah, terima kasih untuk itu Robo-cyclops" kata Anko dan bahkan Kakashi sedikit kesal dengan nama yang diberikan kepadanya.
"Naruto ikut denganku sebentar." Kata Kakashi dan berjalan agak jauh dari Anko. Naruto mengikuti Kakashi dan segera setelah mereka agak jauh dari Anko, Kakashi berhenti.
"Naruto kau jangan sampai menggunakan Kage Bunshin atau Sharingan pada sparing ini. Aku tidak perlu menjelaskan mengapa kau tidak diizinkan untuk menggunakan sharingan , tapi untuk kloning bayangan aku ingin melihat kemampuan tempur mu ke tanpa bantuan klon . Akan lebih baik kau menyembunyikan beberapa kemampuan mu , kage bunshin adalah teknik terlarang dan aku rasa tidak tepat menunjukkannya ke Anko saat ini. Apa kau mengerti? " Tanya Kakashi
"Aku mengerti Ni-san dan aku tidak akan mengecewakanmu." Kata Naruto dengan percaya diri
'' aku tidak ragu tentang itu. 'Kata Kakashi dengan bangga dan menepuk punggung Naruto.
Naruto berjalan menuju Anko dan mulai masuk ke dalam sikap bertarung nya .
"Ayo kita mulai ," kata ANko keras.
Dia segera melemparkan Kunai ke arah Naruto dengan kecepatan yang sangat cepat. Naruto Berpikir itu hanya serangan sederhana , karena Anko mengiranya belum bisa memegang kuman . Namun ia terkejut saat Anko muncul di hadapannya dalam sekejap dan memukul wajahnya dengan keras sehingga dia menabrak terlempar beberapa meter jauhnya.
"Sialan, kunai itu hanya digunakan untuk pengalihan perhatianku , dia memang cekatan " Pikir Naruto menyeka darah yang keluar dari hidungnya.
"Sudah cukup Gaki .." goda Anko
"Aku baru saja mulai" kata Naruto sambil tersenyum jahat.
"Huh dia tidak punya keahlian dan dia sombong. '' Pikir Anko dengan percaya diri.
Dia kemudian bergegas menuju naruto berniat untuk segera menyelesaikan sparringnya kemudian ia melompat ke arah Naruto berusaha untuk memukul pipinya . Namun Apa yang terjadi selanjutnya benar-benar membuat Anko terkejut.
Naruto menunduk memukul dan memutar tubuhnya , dia kemudian memberikan pukulan yang kuat ke tubuh Anko , Anko yang terkena pukulan yang sangat keras itu efeknya hanya batuk darah. Namun ia segera menyerkanya .
"Menarik dia sepertinya bisa membacanya bergerak sampai batas tertentu meski tanpa Sharingan" pikir Kakashi dengan sedikit bangga.
"Kenapa kau bisa ... kau akan membayar untuk ini dasar bocah nakal !" Kata Anko sambil meludahkan darah keluar dari mulutnya.
Dia kemudian membuat handseal dengan cepat dan mengucapkan jurusnya.
"Katon: Gokakyu no Jutsu "
Anko menembakkan bola api besar ke arah Naruto. Bola api itu sangat besar dan sangat panas dapat membakar semua yang ada di depannya dan dengan cepat mengarah menuju Naruto , kemudian Naruto mulai handseal dengan kecepatan tinggi.
"Suiton: Suijinheki "
Sebuah dinding air raksasa mengelilingi Naruto dari semua sisi menghalau dampak dari Bola api itu. kedua teknik itu bertabrakan dan setelah beberapa saat lenyap hanya menyisakan uap di sekitar area tersebut .
"Sialan, apa apaan anak ini, dia menciptakan dinding air darimana. Bahkan di sekitar sini tidak ada sumber air, Bagaimana dia bisa melakukan itu?" Pikir Anko dengan takjub. Dia kemudian dengan cepat menghilang dari pandangan Naruto dengan maksud membentuk strategi baru.
Sementara itu Naruto sedang mencari Anko dan mencoba menemukan cakranya melalui kemampuan sensornya , setelah beberapa saat ia menemukan chakranya berasal dari pohon didekatnya .
"Aku menemukanmu " pikir Naruto . Dia segera bergegas menuju posisi Anko
Dia kemudian langsung menyerang Anko dan berusaha menendang kaki Anko untuk membuatnya kehilangan keseimbangan tapi dia melompat ke atas di udara dan berusaha memberikan tendangan yang kuat ke kepala Naruto namun dia bisa mengelak pada saat saat terakhir.
Mereka kemudian terlibat dalam pertempuran sengit Taijutsu, bertukar tendangan dan pukulan satu sama lain. sebagian besar Anko yang menyerang dan Naruto hanya menghindari serangannya dengan baik.
"Sialan Taijutsu-nya mengesankan dan dia sangat terlatih" pikir Naruto memperhatikan beberapa luka memar di sekujur tubuhnya.
"Bocah ini istimewa , meski aku menyerangnya dengan taijutsu tapi dia bisa menghindar dengan baik , mengagumkan ." Pikir Anko
Naruto sadar bahwa ia tidak cukup kuat melawan Anko dalam hal Taijutsu sehingga ia memutuskan untuk menyerangnya menggunakan Ninjutsu. Dia kemudian melakukan serangkaian handseal yang cepat.
"Fuuton Daitoppa "
"Apa?" Pikir Anko yang terkejut tapi sebelum dia bisa menghindari serangan itu, sebuah angin kencang menabraknya dan mengirimnya menabrak pohon hingga tetdengar suara berdebum keras.
Memutuskan untuk tidak memberi Anko kesempatan lagi Naruto melakukan serangkaian halndseal dan mengumpulkan sejumlah besar chakra di paru-parunya.
"Katon: Gokakyu no Jutsu "
Sebuah bola api besar melesat menuju Anko , dengan cepat api itu menelannya dan membakar segala sesuatu yang berada didekatnya menjadi abu.
"Mungkin aku terlalu berlebihan " pikir Naruto lelah tapi sebelum dia menoleh ke Kakashi dia mendengar sesuatu dari belakang posisinya.
"Sen'eijashu "
Sebelum Naruto bahkan bisa berkedip, seluruh tubuhnya terjerat oleh sekelompok ular dan dia terjatuh di tanah dengan ular-ular menahannya erat di tempat. Dia melihat ke arah depan dimana bola apinya hanya menghanguskan kawarimi .
"Sialan , kau teledor Naruto" pikir Naruto dengan marah
Dia menoleh ke belakang dan melihat Anko berdiri di belakangnya dengan seringai di wajahnya. Meskipun pakaiannya terbakar parah dan ada sedikit luka memar di tangan dan lututnya yang menunjukkan bahwa dia hampir saja tidak dapat menghindari serangan Naruto sebelumnya .
"Mengesankan Gaki, kau bisa menahan diri untuk ku selama ini dan kau bahkan membuat ku menggunakan ular ku , aku mengakui bahwa kau bocah yang kuat tapi ini sudah berakhir, jika kau bergerak maka ular ku akan menggigit mu dan kau tahu , ular itu sangat beracun "kata Anko dengan suara manis .
"Baiklah aku mengaku kalah . '' Kata Naruto dengan sedih
"Sekarang Naruto bisa memberitahuku kenapa Anko bisa mengalahkanmu?" Tanya Kakashi
"Karena aku masih lemah." Saran Naruto
"Justru sebaliknya, kau memang kuat tapi Anko punya satu hal yang tidak kamu miliki saat ini." Kata Kakashi yang membuat bingung Naruto.
"Itu pengalaman gaki, aku telah berjuang dengan banyak shinobi selama karir ku menjadi ninja dan sebagai hasilnya aku dapat memperkirakan strategi mu, kemampuan bertarung mu dan dengan mudah aku Mampu melawannya. Tidak peduli berapa banyak orang . Jangan khawatir gaki kau akan menjadi shinobi hebat nantinya "kata Anko
"Tapi aku masih lemah." Kata Naruto lelah karena ia masih tidak dapat menerima kekalahannya.
"Jangan terlalu kesal, kau tampil cukup mengesankan untuk bocah seusia mu , Selalu ingat ini jika lawan nu lebih kuat dari mu dan kemenangan sepertinya tidak berpihak padamu maka itu adalah pilihan tepat untuk menerima kekalahan. Jangan biarkan harga diri mu direndahkan , Terkadang untuk menang kau harus kalah. " Anko menjelaskan sambil melepaskan ular-ular yang melilit Naruto dan menawarkan tangannya ke Naruto untuk membantunya berdiri dan hal itu disambut baik oleh Naruto .
"Itu adalah hal yang bagus, kau mampu melawan Anko selama 4 menit, itu lebih dari yang ku harapkan, aku bangga padamu," kata Kakashi dengan bangga mendengar suaranya.
"Aku mengerti dan terima kasih ni-san, Anko-san karena menjelaskan hal ini kepada ku." Kata Naruto dengan hormat.
"Sekarang Kakashi bagaimana dia tahu jutsu semacam itu dan apa sih yang kamu ajarkan pada bocah ini? Tidakkah menurutmu dia terlalu muda untuk belajar sebanyak ini pada usianya?" Anko berpendapat, Kakashi berusaha membuat Naruto lebih kuat dari yang dibutuhkan seusianya.
" aku mengerti maksudmu, kau tau Naruto memiliki beberapa musuh di desa ini , jadi Hokage-sama memerintahkanku melatihnya agar ia bisa melindungi dirinya sendiri. Tentunya kau sudah mengerti itu ? Tanya Kakashi dan Anko mengangguk.
"Tapi bagaimana dia bisa menggunakan jutsu dari tiga elemen yang berbeda dan bagaimana pula dia bisa menggunakan jutsu elemen air padahal tak ada air disekitar sini?" Tanya Anko dengan penuh rasa ingin tahu saat ia benar-benar terkesan dengan kemampuan Naruto.
Kakashi kemudian menjelaskan bahwa naruto memiliki empat elemen dan pelatihannya yang telah dia jalani sampai sekarang.
Anko bersiul sambil berkata '' Kau memang menarik Gaki, cara mu bertarung sangat baik dan tidak kau bahkan tidak sombong akan kemampuanmu , baiklah sekarang aku akan mengajari mu satu atau dua hal "kata Anko mengejutkan Kakashi dan Anko.
Kakashi kaget karena Anko tidak pernah tertarik untuk mengajar apapun kepada siapapun. Setelah Orochimaru meninggalkan desa dan mengkhianati Anko, dia menutup diri dan tidak pernah mempercayai orang lain seperti sebelumnya kecuali dari sahabatnya. Kakashi juga teman Anko dan ia tahu tentang rasa sakitnya dan setelah mendengar penuturan Anko yang mau mengajari Naruto membuat Kakashi tercengang.
"Tapi aku kan kalah saat sparring denganmu , mengapa kau malah ingin mengajari ku?" Tanya Naruto bingung.
" kau dan aku sangat mirip , kau punya bakat, jadi ku pikir aku akan mengajari mu satu atau dua hal, tapi kau tetap saja kau berhutang Dango untuk ini dan berhentilah memanggil ku Anko-san, aku bukan Seseorang yang layak dihormati. " Kata Anko sambil tersenyum tulus. Sebenarnya dia peduli pada Naruto tapi tidak bisa mengungkapkannya dan jadi inilah kesempatannya dan dia memutuskan untuk mengambilnya.
"Terimakasih Anko-chan" kata Naruto sambil tersenyum.
"Anko chan huh? Kamu punya selera yang bagus Gaki, aku mungkin malah menyukaimu Naruto- kun" goda Anko sambil berbisik di telinga Naruto , terdapat semburat merah di wajah naruto .
Sementara itu Kakashi cekikikan melihat seluruh adegan antara Anko dan Naruto tapi sebenarnya dia tahu bahwa Anko hanya menggoda Naruto.
"Sekarang kau berhutang padaku beberapa Dango, bukan?" Tanya Anko dengan aura gelap dalam suaranya yang gelap dan Naruto langsung mengangguk.
"Tentu Anko-chan, Kakashi-ni-san mau ikut dengan kami?" Tanya Naruto sambil berharap Kakashi akan datang untuk membayar tagihan Dango Anko yang besar.
"ternyata kau licik juga Naruto" pikir Kakashi nakal.
"Maaf otoutu, aku mendapat panggilan dari Hokage-sama, sampai bertemu nanti." Kata Kakashi dan kemudian ia menghilang dengan embusan asap sebelum Naruto bisa membalas perkataanya.
Naruto berbalik untuk pergi ke kedai dango karena Anko sudah tak sabar menunggunya.
'' Sialan kau ni-san, kau memang mesum bajing "pikir Naruto dengan air mata Anime jatuh dari matanya karena kehilangan uang dari koceknya yang berharga.
.
(Flashback Akhir)
.
Naruto dan Anko sekarang bergaul dengan baik . Dia sekarang telah merubah Anko , Naruto membuatnya lebih terbuka . Dia seperti kakak perempuannya yang selalu membimbingnya. Bahkan Kakashi dan Anko sekarang menjadi teman yang lebih baik.
Pada awalnya Naruto berpikir bahwa Anko adalah orang yang sulit yang hanya tidak peduli pada keadaan sekitar , tapi setelah dia mengetahui tentang kehidupan Anko, dia menemukan Seseorang yang bisa memahaminya.
Anko juga mengenalkannya pada beberapa makanan selain Ramen. Dia pernah mengkritik bahwa Dango tidak lebih baik dari Ramen , tapi setelah ia mencobanya , ia kini begitu suka pada manisan itu .
Anko menepati janjinya untuk memberikan beberapa pelatihan Taijutsu ke Naruto. Dia melatihnya dengan beberapa gerakan gaya Hebi. Di bawah bimbingan Anko, Naruto mengetahui bahwa Taijutsu-nya membutuhkan banyak pelatihan tidak seperti halnya dengan Ninjutsu dan Genjutsu.
Jadi untuk sebagian besar tahun lalu dia berlatih dengan Anko untuk memperbaiki Taijutsu-nya. Kakashi juga kadang-kadang melatihnya pada Ninjutsu tapi fokus utamanya adalah pada Taijutsu.
Rejim latihan Anko adalah brutal , setelah latihan Naruto pasti akan berakhir memar dan babak belur , tapi ia tau itu adalah pengalaman yang berharga dan dia senang berlatih bersama Anko.
Dia masih belum memberitahu Anko tentang sharingannya, bukan karena dia tidak mempercayainya, tapi dia juga orang yang berharga baginya , tapi dia tetap tidak tahu apakah dia mengatakan. Kebenaran akan mengubah pandangan Anko tentang dia. Kakashi telah menasihatinya untuk menunggu waktu yang tepat untuk kemudian menjelaskannya padanya.
Naruto begitu asyik dengan pikirannya sehingga dia tidak memperhatikan bahwa dia telah sampai di akademi dan baru beberapa menit terlambat ke kelasnya. Dia menuju kelasnya dan mengetuk pintu.
"Masuklah" kata sebuah suara dari dalam kelas.
Naruto masuk ke kelas dan mendapati gurunya Iruka Umino menatapnya. Iruka adalah pria dengan ketinggian rata-rata . Rambutnya yang hitam diikatnya ekor kuda. Dia memiliki mata gelap dan bekas luka yang melintang di hidungnya. Dia memakai rompi Konoha chunin standar dengan ikat kepala dililitkan di dahinya.
Iruka adalah orang yang sangat baik hati yang menyayangi semua muridnya. Mula-mula ia acuh tak acuh terhadap Naruto , tapi seiring berjalannya waktu ia menyadari bahwa Naruto bukan siluman rubah, tapi ia adalah anak yang sangat baik hati yang menyayangi semua teman-temannya. Setelah itu dia membuka diri pada Naruto dan sekarang mereka adalah teman baik atau bisa di bilang saudara kandung.
"Naruto kenapa kamu terlambat 20 menit?" Tanya Iruka tegas, meski Naruto spesial baginya, dia tidak pernah menunjukkan sikap pilih kasih pada salah satu muridnya.
"Maaf Iruka sensei, saya berlatih kemarin dan menjadi sangat lelah sehingga saya tidak bisa datang tepat waktu di kelas, saya brjanji itu tidak akan terjadi lagi." Kata Naruto jujur . Tidak seperti Kakashi dia tidak suka membuat alasan konyol atas kesalahannya , tapi Naruto mengakuinya .
Iruka menghela napas dan menyuruhnya duduk di kelas tapi tidak tanpa memberinya peringatan.
Naruto menyukai akademi karena di sanalah dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-temannya tapi dia membenci pelatihan akademi yang sepenuhnya timpang. Hal-hal yang mereka ajarkan kepada siswa agar genin tidak akan pernah membantu mereka menjadi kuat dan bertahan di dunia shinobi. Tapi bagian terburuk dari akademi adalah Fan-girls.
Sebagian besar gadis yang ingin menjadi Kunoichi terobsesi dengan anak laki-laki dan percaya pada dongeng di mana mereka akan diselamatkan oleh pangeran mereka. sementara banyak anak laki-laki menganggap diri mereka tampan hanya karena ingin pamer.
Ini bukan sifat shinobi. Seorang shinobi adalah orang yang beroperasi dari bayang-bayang dan tidak mencari ketenaran, mereka memiliki kendali penuh atas emosi mereka dan melakukan apapun yang diperlukan untuk memenuhi misi mereka. Inilah yang diajarkan Kakashi dan Anko kepadanya, tapi akademi itu sama sekali berbeda.
Akibatnya, Naruto tidak memamerkan keahliannya di akademi seperti beberapa siswa lainnya, sebaliknya ia memilih menjadi siswa rata-rata yang memiliki keterampilan lebih sedikit. Dia memang yang paling kuat di antara rekan-rekannya tapi dia menjalani kehidupan palsu karena dalam nama dunia nyata, gelar dan peringkat tidak berarti apa-apa. Bahkan shinobi terkuat pun bisa dikalahkan lawan jauh lebih lemah dari mereka.
Setelah keluar dari lamunannya , Naruto memutuskan untuk duduk disamping Kiba dan Hinata.
Hinata telah menjadi teman dekatnya sejak ia masuk akademi. Dia adalah seorang gadis yang sangat pemalu dan kurang percaya diri yang sangat tidak biasa untuk seorang Hyuga. Setelah mengetahui Hinata, dia telah mengetahui tekanan yang dimiliki anak-anak dari berbagai klan Konoha. Hinata tidak terkecuali.
Dia adalah ahli waris klan Hyuga, yang dianggap sebagai klan terkuat di Konoha. Ayahnya memiliki harapan yang tinggi darinya tapi Hinata tidak dapat memenuhinya sehingga dia dianggap tidak layak oleh klannya sendiri. Mereka lebih suka adik perempuannya karena lebih baik darinya, bahkan ayahnya sendiri pun tidak mempercayainya .
Untuk Naruto itu adalah hal yang cukup menyedihkan.
Tapi setelah dia berhubungan dengan Naruto dan teman-temannya, kepercayaan dirinya sepertinya tumbuh perlahan dan dia mulai percaya pada dirinya sendiri. Dia mengagumi Naruto tapi dia selalu bingung untuk mengutarakannya , karena wajahnya selalu memerah saat dia berbicara dengan Naruto dan juga gagapnya itu cukup mengganggu saat mengobrol.
Naruto bukanlah orang idiot tapi bingung apakah dia mengaguminya atau tergila-gila padanya , tapi ia memutuskan untuk tidak mendorong Hinata untuk berbicara lebih jauh saat dia ingin menceritakan apa yang dia rasakan nya . Naruto juga menganggap Hinata sebagai teman baik dan tidak lebih.
"Selamat pagi Naruto-kun" kata Hinata sopan
"Selamat pagi Hinata-chan, Oi mutt bangun" kata Naruto dan memukul kiba .
"Apa sih Naruto, kenapa kau memukulku?" Tanya Kiba dengan nada mengantuk.
"Kenapa kau tidur disaat pelajaran ?" Kata Naruto sambil menyeringai
"3, 2, 1 ... Sekarang" pikir Naruto
"Pelajaran Ny Iruka-sensei sangat membosankan, jadi aku tidur siang." Kata Kiba keras dan Akamaru menyalak setuju.
Hal ini membawa reaksi yang berbeda, seluruh kelas tertawa sementara Iruka sangat marah.
"KIBA INUZUKA sebagai hukuman kau harus menulis tentang Sejarah Konoha 50 KALI!" Teriak Iruka.
Kiba pucat mendengarnya, sejarah konoha bukanlah sesuatu yang ingin ditulis 50 kali.
"Iruka-sensei aku tidak sendiri, bahkan Shikamaru juga sedang tidur." Kiba berharap bisa keluar dari situasi ini
"Merepotkan , aku tidak tidur Kiba" kata Shikamaru cepat tapi langsung menguap setelah mengatakan itu.
Kelas tertawa terbahak-bahak saat Shikamaru tertangkap basah. Naruto dan yang lainnya menatap mereka dengan perasaan senang saat Iruka memarahi Kiba dan Shikamaru karena tertidur di kelas. Setelah ceramah panjang yang berlangsung selama beberapa menit dan beberapa permintaan maaf dari Kiba dan Shikamaru, Iruka memaafkan pergi.
Iruka menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri agar bisa terus mengajar para siswa.
"Baiklah sekarang kita akan-" kata Iruka tapi terhenti dalam pidatonya saat bel berbunyi menandakan kelas berakhir . Shikamaru mengerti bahwa itu rencana Naruto untuk mengalihkan perhatian Iruka dan menunggu kelas berakhir untuk melepaskan diri dari pelajaran membosankan.
"Kau yang merencanakan ini bukan?" Tanya Shikamaru tajam.
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan tentang Shika" kata Naruto licik.
"Apa yang kau bicarakan Shikamaru?" Tanya Chouji penasaran. Bahkan Shino, Kiba dan Hinata pun penasaran.
Shikamaru kemudian menjelaskan apa yang telah dilakukan Naruto.
"Naruto-kun jahat." Kata Hinata tapi masih memiliki sedikit senyum di wajahnya.
"DASAR KAU NARUTO!" Teriak Kiba
"Aku hanya mencoba yang terbaik." Kata Naruto sambil tersenyum.
"Pria berambut pirang yang merepotkan," kata Shikamaru tapi malah Ino yang terlihat kesal.
"Apa kau baru saja mengatakan sesuatu Shika?" Tanya Ino dengan nada sangat manis tapi menakutkan.
"Merepotkan" gumam Shikamaru
"Terimakasih Ino, kerja bagus" kata Naruto sambil tertawa.
Ino juga salah satu teman terbaik Naruto dan dia sangat menyukainya. Sikap keras kepala dan sikap percaya diri nya cukup menarik. Namun mereka masih memiliki beberapa perbedaan, perbedaan utamanya adalah kegilaannya dengan Sasuke Uchiha, tapi meskipun itu dia adalah teman baiknya.
Chouji tertawa melihat seluruh kejadian itu sementara Shino hanya tersenyum.
Satu-satunya orang di ruangan yang tidak tertarik melihat kelompok teman adalah Sasuke Uchiha dan Sakura Haruno.
Naruto telah mencoba untuk berteman dengan Sasuke di masa lalu tapi Sasuke tidak tertarik. Dia menganggap dirinya lebih besar dari yang lain dan memandang rendah siapa pun yang tidak dia anggap sebagai tantangan.
Sasuke marah karena ingin mendapatkan kekuatan dan ia ingin mencapainya dengan cara apa pun yang diperlukan. Dia merenung sepanjang hari dan tidak bersosialisasi dengan siapapun. Dia bahkan tidak mau melirik gadis penggemarnya .
Hal itu membuay Naruto membenci Sasuke. Sasuke adalah anak emas desa, hampir semua penduduk desa secara praktis menyembahnya hanya karena dia adalah uciha terakhirnya, tapi itu tidak sepenuhnya benar. Tapi tetap saja setelah diperlihatkan kepedulian dan kasih sayang, Sasuke malah memarahi orang lain yang tidak dia anggap layak di masanya, ini sepertinya membuat Naruto lebih membenci Sasuke.
Sasuke hanya terjebak dalam dendam uchiha , dia menganggap dirinya lebih kuat dari yang lain hanya karena dia adalah seorang Uchiha. Naruto mencoba berbicara dengan Sasuke terkadang tapi setelah beberapa kali mencoba dia menyerah .
Di sisi lai. Sakura tidak pandai dalam hal apapun tapi mungkin dia gadis penggemar terbesar Sasuke. Dia akan menyembah tanah di mana Sasuke berjalan, dan memarahi orang lain yang memuji Sasuke , karena ia adalah segalanya. Karena ini Naruto menjauh dari Sakura karena dia menjengkelkan.
Bahkan sesama fans-girl Ino lebih baik dibandingkan dengan Sakura. Tentu Ino akan marah pada Sasuke tapi dia tidak mencaci orang lain sama seperti Sakura dan dia tidak pernah memarahi Naruto atau teman-temannya sendiri.
Jadi menurut Naruto, Sakura hanyalah seorang gadis menjengkelkan yang tidak memiliki keterampilan sebagai ninja dan tidak cocojk untuk menjadi shinobi.
Hari ini adalah hari dimana Naruto dab teman-temannya melakukan tes melempar Kunai dan Shuriken yang dimaksudkan untuk menguji keakuratan mereka dengan senjata.
Kiba berhasil melempar 8 dari 10 target kunai, sementara Shino berhasil melempar 7 kunai. Shikamaru dan Chouji juga mampu melempar 7 kunai masing-masing sementara Ino dan Hinata berhasil mencapai 6 dari 10 target.
Sasuke mampu melempar setiap kunai yang membuatnya mendapatkan sorakan yang agak menyebalkan dari gadis-gadis penggemarnya. Sebagian besar gadis penggemarnya adalah warga sipil yang tidak tahu siapa sebenarnya Sasuke Uchiha, jika mereka tahu mereka bahkan tidak akan meliriknya sekilas.
Sakura melakukan yang terburuk dari semua siswa yang hanya berhasil mencapai 4 target dari 10.
Saat itu giliran Naruto, dia memutuskan untuk menahan kemampuan sejatinya. Sebenarnya dia bisa mengenai setiap target tapi itu berarti memamerkan kemampuannya dan seorang shinobi tidak boleh menunjukkan keahliannya , sombong dan pamer di depan sekelompok teman temannya bukanlah gaya Naruto.
Jadi dia hanya berhasil melempar 8 target dari 10 target kunai.
"Baiklah murid murid sekarang kita akan berlatih sparing Taijutsu , sparing ini akan berlanjut sampai satu lawan menyerah atau tersingkir. Ada pertanyaan?" Tanya Iruka tapi tidak ada pertanyaan yang diajukan.
sparing pertama antara sekumpulan anak-anak sipil dan itu lebih mirip pertempuran jalanan.
sparing kedua antara Kiba dan Shino , mereka kini harus saling berhadapan. Mula-mula mereka saling adu jotos , tapi setelah beberapa menit shino mulai kelelah an dan kesempatan itu langsung Kiba manfaatkan untuk memukul perut shino dengan sangat keras dan setelahnya kiba memenangkan pertandingan.
Sedangkan Ino yang sparing dengan seorang anak sipil bisa mengalahkannya dengan mudah.
Pertandingan antara Shikamaru dan Chouji cukup lucu. Semua murid mengharapkan pertarungan yang bagus antara dua sahabat terbaik ini , tapi mereka kecewa saat Shikamaru menyerah begitu saja dan mengatakan bahwa terlalu merepotkan untuk mengalahkan Chouji yang membuatnya mendapat pukulan dari Ino dan ceramah panjang dari Iruka.
"Baiklah pertandingan selanjutnya antara Hinata Hyuga dan Haruno Sakura" kata iruka .
Setelah mendengar pengumuman Sakura tampak percaya diri sementara Hinata tampak gugup.
"Hah, ini adalah kesempatan ku untuk membuktikan diri pada Sasuke-kun" pikir Sakura dengan inner melamun di matanya.
Sementara itu Hinata tidak begitu percaya diri . Melihat wajah Hinata yang khawatir, Naruto mendekatinya dan meletakkan tangannya di bahunya.
"Kau bisa melakukan ini Hinata-chan, aku percaya padamu." Kata Naruto sambil tersenyum.
Mata Hinata membelalak mendengarnya, anak laki-laki yang dikaguminya percaya padanya.
'' Aku tidak akan membiarkan kepercayaan Naruto-kun hilang , aku akan memenangkan pertarungan ini. '' Pikir Hinata dengan tekad
"Ayo hinata, tendang pantat si dahi lebar itu " teriak Ino sementara yang lain memberi hinata jempol kecuali Shino yang memberinya anggukan singkat.
Melihat semua kepercayaan temannya, dia menyerka air mata di matanya . Dia mendapatkan hal yang paling dia inginkan dalam hidupnya , Pengakuan dan untuk diakui . Ini adalah kepercayaan teman temannya dan dia tidak akan membiarkan kepercayaan mereka sia-sia belaka.
Iruka mengisyaratkan mulainya pertandingan, Sakura bergegas menuju Hinata dengan membabi buta dan berusaha memberi tendangan ke wajah Hinata.
Hinata dengan mudah menangkap kaki Sakura dan dengan gerakan cepat memberi pukulan ke dada Sakura dan kemudian dia dengan cepat menyisir kaki ke kaki kanan Sakura membuat dia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah.
Dia kemudian memberikan serangkaian pukulan tinju lembut dan diarahkan sebagian besar ke tenketsu Sakura.
Seluruh kerumunan siswa terkejut saat melihat pertarungan Hinata yang sengit. Setiap kali Hinata memiliki sparing dengan seseorang, dia pasti kurang percaya diri dan akan membuat kesalahan dan kehilangan momentum dengan mudah, tapi kali ini dia bertarung seolah dia adalah seorang shinobi sejati.
Naruto tersenyum saat melihat pertarungan Hinata, dia tahu Hinata ingin diakui oleh siapapun .
Sakura mendapati dirinya berada dalam dunia rasa sakit yang baru. Dia telah memperkirakan untuk menang melawan Hinata karena dia menganggapnya lemah tapi terkejut saat dia dikalahkan dengan mudah dan dipukuli tanpa ampun oleh seorang gadis yang semua orang anggap lemah.
"Sakura-san aku telah menutup Tenketsu-mu, aku akan menyarankanmu untuk berhenti karena kamu tidak bisa bertarung lagi ." Kata Hinata dengan nada sopan namun tegas dalam suaranya.
Sakura dengan sedih menerima kekalahannya dan kembali ke tempatnya sambil terpincang-pincang sepanjang jalan.
"Kamu melakukan yang terbaik Hinata-chan" kata Naruto sambil tersenyum , tapi ia terkejut saat tiba tiba ia dipeluk erat oleh Hinata.
" Arigatou telah mempercayai ku Naruto-kun, terima kasih semuanya." Kata Hinata dengan senang
"Ehem ada yang kasmaran nih '' teriak Kiba dengan akamaru menggonggong tanda kesepakatan.
Hinata segera melepaskan pelukannya dengan wajah semerah tomat , sedangkan Naruto hanya tersenyum simpul melihat tingkah Hinata .
Murid yang lain juga mengucapkan selamat kepada Hinata dan Ino adalah orang yang memuji nya dengan berteriak karena berhasil mengalahkan Sakura.
Iruka tersenyum melihat seluruh interaksi antara murid-muridnya.
"Sepertinya aku salah tentang dirimu Naruto. Hokage-sama benar tekad api menyala terang di dalam dirimu ." Pikir Iruka dengan bangga.
"Baiklah pertandingan terakhir hari ini antara Naruto Hatake dan Sasuke Uchiha" Iruka mengumumkan.
Semua murid terdiam sesaat namun langsung bersorak menyemangati Sasuke, yang paling banyak datang dari Sakura.
"Oi Naruto, tendang bokong si teme itu" kata Kiba
"Semoga berhasil Naruto-kun" kata Hinata dengan senyuman hangat
"Merepotkan, aku tahu kau akan menang" kata Shikamaru sementara Chouji dan Shino mengangguk.
"Naruto semoga beruntung , tapi tolong jangan melukai Sasuke-kun" kata Ino dengan suara rendah di kalimat terakhir sehingga tidak ada yang bisa mendengarnya.
"Aku mengerti Ino-chan dan terima kasih." Kata Naruto dengan senyum baik.
Ino mengedipkan mata karena terkejut saat dipanggil disebut "chan" dan wajahnya langsung memerah.
"Yah dia tidak seburuk itu" pikir Ino dengan wajah memerah.
Naruto dan Sasuke berdiri di depan satu sama lain menunggu sinyal Iruka untuk memulai sparing
Naruto tampak seperti biasa, emosinya tersembunyi di balik maskernya sementara Sasuke tampak yakin akan dirinya sendiri.
Iruka memberi sinyal yang menunjukkan awal dari sparing tapi bahkan setelah beberapa saat Naruto tidak bergerak dari posisinya dan berdiri dengan kedua tangannya di sakunya seolah sedang mengejek Sasuke.
"Apa yang terjadi dobe, kau takut menghadapiku? '' Tanya Sasuke dengan nada mengejek.
Naruto tidak bereaksi dan berdiri tegak di depan Sasuke. Kakashi telah mengajarkan kepadanya bahwa cara terbaik untuk memenangkan pertarungan adalah memastikan lawanmu terganggu. Naruto tahu tentang Sasuke, dia tahu Sasuke kuat tapi kesombongannya adalah titik terlemahnya , dia memastikan dulu bahwa Sasuke kehilangan ketenangannya . Setelah itu baru menyerangnya
(Dengan Penonton)
"Shika kenapa Naruto hanya berdiri disana?" Tanya Ino bingung
"Perang psikologis" kata Shikamaru
"Apa?" Tanya Ino bingung, yang lainnya juga tertarik untuk mendengar jawaban Shikamaru.
"Gadis pirang yang menyebalkan, Naruto itu suka bermain dengan emosi lawannya daripada langsung menyerangnya , aku tau ini saat kami bermain Shogi" kata Shikamaru.
"Seolah-olah dia bisa mengalahkan Sasuke-kun dengan trik murahan seperti itu!" Celetuk Sakura.
Semua orang mengernyit saat mendengar celetukan sakura , bahkan Ino yang menyukai Sasuke kesal dengan kegilaan Sakura.
"Tapi menurutmu, Naruto akan bisa mengalahkan Sasuke?" Tanya Chouji
"Naruto itu l lebih kuat daripada yang kau perkirakan ," kata Shino untuk pertama kalinya.
"Apa?" Tanya Kiba
"Kau akan lihat, selain itu terlalu merepotkan untuk dijelaskan" kata Shikamaru.
"Dasar Nara pemalas " pikir semua orang pada saat bersamaan.
(Dengan naruto)
Naruto saat ini sedang menunggu Sasuke untuk memulai serangan. Sementara itu Sasuke semakin tidak sabar memutuskan untuk memprovokasi dia sedikit.
"Sepertinya teman pecundang mu salah mempercayai dobe seperti mu." Mengejek Sasuke dan reaksi yang dia dapatkan dari Naruto memuaskannya.
Mata Naruto mengeras saat mendengarnya, dia bisa mentolerir penghinaannya sampai batas tertentu tapi tidak dengan menghina teman-temannya .
"Aku ingin menahan diri tapi kau tidak ada pilihan." Pikir Naruto
Sebelum seseorang bahkan bisa berkedip Naruto bergegas menuju Sasuke dengan kecepatan yang luar biasa dan langsung memukul perut Sasuke. Sasuke merasa sesak di bagian paru-parunya, dia bahkan tidak bisa melihat gerakan Naruto.
Naruto kemudian memberikan tendangan keras ke wajah Sauske mementalkannya beberapa meter ke belakang.
Semua orang yang menonton pertarungan tertegun melihat murid terbaik di kelas dihajar seperti seekor .
"Naruto-baka, berhenti mencoba menipu dan menyakiti Sasuke-kun" Sakura memekik karena Sasuke. Semua orang hanya bertanya-tanya betapa bodohnya dia.
"BUNUH DIA , BUAT DIA MERASAKAN SAKIT " kata sebuah suara yang muncul di pikiran Naruto . Naruto menyadari bahwa itu pasti Kyubi tapi sekarang bukan waktunya untuk memikirkannya.
"Sakura diam, dasar menyebalkan!" Kata Naruto dengan nada dingin , membuat semua murid bergidig ngeri .
Sakura membeku karena takut saat mata biru dingin Naruto menatapnya, niat membunuhnya yang kecil membuat segalanya menjadi lebih buruk baginya.
"Apakah ini kekuatanmu Naruto?" Pikir semua temannya dan Iruka serempak.
"Jangan lupakan aku." Teriak Sasuke dengan marah dan berusaha mengirim tinju ke arah Naruto.
Dengan kecepatan tinggi Naruto menghindar dari serangan Sasuke. Dia kemudian meraih lengan Sasuke dan memutarnya membuat Sasuke meringis kesakitan.
"Sepertinya latihan Anko berguna" pikir Naruto sambil menyeringai.
"Aturan Shinobi nomor 25: Seorang ninja harus selalu menjaga emosinya , jika emosi tidak terkontrol akan menyebabkan kekalahan , kau mengerti" kata Naruto mengejek sambil tertawa ringan.
Sasuke menarik lengannya dari Naruto, dia kemudian mencoba memberikan sapuan kaki ke Naruto tapi Naruto kembali membalik dengan mudah.
"KENAPA KAU RAGU, KAU ITU MENYEDIHKAN " kata suara itu lagi dari pikiran Naruto.
"TUTUP MULUTMU RUBAH SIALAN." Teriak Naruto dalam pikirannya.
Sasuke dan Naruto kemudian melesat bersamaan satu sama lain dalam pertempuran sengit Taijutsu. Sasuke memberikan semua teknik yang dia dapatkan, tapi Naruto hanya menghindari serangannya seperti ular seolah dia tidak memiliki tulang di tubuhnya.
Seluruh kelas dan juga Iruka tertegun melihat apa yang terjadi. Siswa terbaik di kelas yang dianggap anak ajaib dari generasinya sedang dihajar oleh Naruto.
"KAU LEMAH ." teriak suara itu lagi. Naruto mulai frustrasi , selama beberapa menit terakhir dia sedang bertarung dengan Sasuke dan partnernya itu sangat menyebalkannya sehingga membuatnya semakin geram.
"YA MEMANG , SEKARANG DIAMLAH" teriak Naruto
"AKU BISA MEMBERIMU KEKUATAN " kata suara itu.
Naruto mencoba yang terbaik untuk mengendalikan kemarahannya, dia merasakan lonjakan kekuatan melalui tubuhnya, setiap serat di tubuhnya terasa gatal untuk membunuh Sasuke. Rasanya seperti ada yang merasuki tubuhnya.
"KAU MENDENGARKAN KU RUBAH SIALAN, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAU MENGENDALIKAN AKU , SEKARANG PERGILAH " teriak Naruto dengan tekad.
"Bodoh, SANGAT JELAS KAU MEMBUTUHKAN KEKUATANKU BOCAH." Kata suara itu dengan nada menyeramkan .
Sasuke melompat masuk dan mencoba memberikan tendangan keras ke kepala Naruto tapi Naruto mengangkat kedua tangannya dan menghalangi serangannya. Dia kemudian meraih kaki Sasuke dan mengayunkannya ke udara dan melemparkannya ke tanah seperti boneka .
"Kenapa aku begitu lemah?" Pikir Sasuke memperhatikan memar di sekujur tubuhnya.
"Apakah hanya itu kemampuanmu Teme ?" Tanya Naruto dengan murid dikejutkan oleh suara Naruto yang baru .
"Kau lemah, kau melebih-lebihkan kemampuan mu sendiri tanpa memiliki gagasan sendiri. Kau hanya menganggap diri mu lebih unggul dari yang lain hanya karena kau seorang Uchiha. Kau adalah Sasuke yang menyedihkan dan kau tidak memiliki kekuatan dan juga kau tidak tahu apa arti yang sebenarnya tentang Kekuatan "kata Naruto dengan suara berat , kemudian dia langsung menendang Sasuke .
Semua murid bahkan Iruka takut akan Naruto yang baru ini , ia memiliki aura jahat yang berasal dari tubuhnya . Beberapa anak sudah jatuh pingsan sementara yang lainnya hampir tidak sadarkan diri . Iruka juga membeku di tempatnya, dia ingin menghentikan pertarungannya tapi suara Naruto telah membekukannya di tempat, ketakutan yang sama seperti yang dia alami selama serangan Kyubi dulu .
"Tidak, Naruto bukan jelmaan kyuubi , dia berbeda, aku percaya padanya." Pikir Iruka dengan tekad
"Naruto tolong hentikan" teriak Ino
Suara Ino membawa Naruto keluar dari linglungnya ...
"Apa yang aku lakukan, aku mulai terpengaruh oleh rubah itu. Aku tidak akan membiarkannya mendapatkan apa yang diinginkannya." Pikir Naruto dengan tekad .
Sementara itu Sasuke merasa sangat kesakitan. Seluruh tubuhnya terluka dari berbagai serangan yang ia terima dari Naruto.
"Sama seperti yang dikatakan Itachi, aku memang lemah dan menyedihkan?" Pikir Sasuke . Dia masih memikirkan bagaimana saudaranya membantai klannya dan betapa tak berdayanya dia pada malam itu.
"Ayo selesaikan teme ini" kata Naruto
Naruto kemudian bergegas menuju Sasuke dengan kecepatan tinggi, Sasuke melihat Naruto mendekat dan mencoba memberi tendangan ke dada Naruto tapi Naruto menunduk di bawahnya. Dia kemudian memberikan tendangan cepat dan kuat ke dagu Sasuke meluncurkannya di udara. Naruto cepat melompat setelah itu dan muncul langsung di bawah Sasuke.
Naruto memutar tubuhnya, mendorong tendangan ke sisi samping Sasuke. Sasuke hampir tidak bisa memblokirnya, tapi Naruto hanya menggunakannya untuk meningkatkan momentumnya saat ia berputar ke arah lain. Pukulannya mengenai Sasuke secara brutal di dadanya , dan menjatuhkannya ke tanah. Naruto segera melompat ke udara dan mengangkat kakinya ke udara .
Sparing Ini berakhir ketika dia membenamkan kakinya ke perut Sasuke , pada saat yang sama Uchiha itu jatuh ke tanah dengan kecepatan luar biasa sehingga membentuk beberapa celah kecil. Sasuke terbatuk darah, dan kemudian menjadi tidak sadar.
"Sudah berakhir" kata Naruto saat melihat kondisi Sasuke.
"Pemenang Naruto Hatake" kata Iruka tertegun dan kemudian bergegas maju untuk memeriksa Sasuke.
Ada keheningan mutlak, tidak ada yang bisa percaya bahwa Sasuke Uchiha ajaib mereka, dari klan Uchiha yang hebat baru saja dipukuli tanpa ampun. Ada campuran reaksi di antara para siswa. Gadis-gadis penggemar Sasuke sangat marah pada Naruto karena telah menyakiti dan mengalahkan Sasuke tapi setelah melihat apa yang Naruto lakukan untuk menutup mulut untuk keamanan mereka sendiri, bahkan Sakura pun tidak memekik Naruto, malah dia sangat takut padanya.
Beberapa anak kagum dengan kekuatan Naruto dan tidak bisa tidak bertanya-tanya seberapa kuat Naruto sebenarnya.
"Menakjubkan" kata Hinata kagum.
"Hebat kau Naruto, kerja bagus karena telah menendang bokonf si teme itu" teriak Kiba mengarah tinjunya ke udara yang diikuti oleh Gonggongan ceria dari Akamaru.
"Merepotkan" gumam Shikamaru tapi tersenyum kecil di wajahnya. "Berapa lama kau menahan diri Naruto?" Pikir Shikamaru
Naruto merasa sedikit tidak enak saat memukul Sasuke dengan sangat buruk tapi kemudian dia mengingat apa yang Sasuke katakan dan sampai pada kesimpulan bahwa Sasuke pantas mendapatkannya. Dia kemudian melihat reaksi teman-temannya dan melihat ketakutan, kebanggaan, keraguan, kekhawatiran terukir di wajah mereka.
"Aku perlu menenangkan diri." Pikir Naruto
Dia lalu mendatangi teman-temannya, Khususnya Ino . Dia ingat Ino telah memintanya untuk tidak melukai Sasuke dengan buruk tapi dia melukai Sasuke dan merasa seolah-olah dia menyakiti Ino meskipun Sasuke pantas mendapatkan apa yang dia dapatkan.
"Maafkan aku Ino, aku menyakiti Sasuke." Kata Naruto menyesal. Dia mengharapkan tamparan, mengutuk dari Ino tapi apa yang terjadi selanjutnya mengejutkannya. Ino menyelimuti dengan pelukan erat dan sedikit mengeluarkan air mata.
"Tak apa , aku juga mendengar apa yang Sasuke katakan, itu bukan salahmu." Kata Ino dan kembali memeluk Naruto erat
"Terimakasih Ino-chan" kata Naruto dan membalas pelukannya. Dia merasa lega mendengar bahwa Ino tidak menyalahkannya atau membencinya karena mengalahkan Sasuke.
"Gadis pirang yang menyebalkan." Gumam Shikamaru dengan seringai.
"Oi Ino, katanya kau menyukai Sasuke? Sepertinya kau lebih menyukai Naruto daripada Sasuke." Goda Kiba
"Tutup mulutmu anjing" teriak Ino dengan wajahnya merah padam.
"Naruto kau tampil sangat bagus." Kata Shino dan Naruto mengangguk.
"Semuanya terima kasih karena telah mempercayai ku Sekarang aku punya beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, aku akan bertemu kalian nanti." Kata Naruto dan langsung kabur tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya.
"Aku perlu bicara dengan Kakashi-ni-san dan Jiji" pikir Naruto dan bergegas menuju menara Hokage.
Semua orang hanya bertanya-tanya siapa sebenarnya Naruto, dia adalah teka-teki bagi mereka. Di saat tertentu dia adalah orang yang baik hati dan peduli dan pada saat lainnya dia adalah orang kejam yang menghancurkan musuhnya.
Satu hal yang jelas bahwa Naruto tidak seperti apa yang mereka lihat dan dia jauh lebih kuat dari yang ditunjukkannya.
Dan ada sesuatu yang gelap di dalam tubuh naruto.
.
.
.
And cut
Umur para pemeran dalam fict ini :
Naruto: 10
Kakashi: 24
Anko: 19
Hiruzen: 64
Iruka: 19
Semua Rookie ( 10 - 12 )
Sharingan Naruto telah matang sepenuhnya dan kini memiliki kemampuan genjutsu yang akan dijelaskan nanti di chap selanjutnya.
Di fict ini Author mengubah kepribadian Hinata dan Ino
Saat ini tidak ada drama percintaan antara baik Naruto / Hinata maupun Naruto / Ino, mereka hanyalah teman.
Dan Anko / Naruto tidak memiliki hubungan asmara di antara mereka itu hanya menggoda.
Dan untuk Kurenai mungkin saja akan tampil di chap depan .
Ulasan dan saran para reader akan ane terima dan jika ada yang ingin bertanya , silakan pm author . Dan silahkan mereview yang berminat .
Dhany dhacil out !
