Author : Hibiki Kurenai

Title : the UnRomantic Love Story

Genre : Comedy 50%, Friendship 30%, Romance 20%, Slice of Life

Cast : EXO, SHINee, TVXQ, SuJu

Pair : SuHo x Lay [main pair], 50%OffPairs, 50%CrackPairs

Setting : Alternate Universe

Rate : T (beneran segala umur loh)

Length : masih belum jelas. LoL

Warn : OOC! Of course, Don't Like Don't Read. You've been warned, ma dear~

.

.

DisClaim : semoga amal n ibadah semuanya di terima di sisi-Nya. *PLAKK! BUGH! DHIESS! dihajar massa* euhm... mereka semua milik Yang Maha Kuasa n orang tua masing2. Hehehe...

.

.

.

.

.

.

Ga ada banyak kata buat menggambarkan kesedihan gue dalam minggu kelabu ini…

Tapi apa pun yang terjadi, gue ga akan berbalik menghadapkan punggung gue ke YiFan-ge ato pun ke member EXO yang lain…

Ga ada yang salah di sini…

Jadi gue harap, ga ada yang ngebash member EXO mau pun YiFan-ge, okay?

.
.

Gue baru akan publish lagi awal bulan depan…

Soal.x mood nulis gue mendadak hilang gara2 berita ini…

Buat yang udah review, gue ucapin terima kasih banyak. Tapi maaf, kali ini gue ga kasih balesan review.x…

Buat SiDer, makasih juga udah mo bikin fics ini eksis…

Yang berniat berteman sama gue, search Nagisa . S . NightRoad di Line. Seperti biasa, spasi dihapus~

Jya… Selamat menikmati…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

There's

CHAPTER III

.

.

.

.

HAPPY READING NYAAAW~ (n_n)V

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Aaaah… leganya~ " gumam SuHo lega.

.

.

.

.

Pemuda angelic itu merentangkan kedua tangannya ke atas dan meregangkan tubuhnya setelah dia keluar dari mobilnya. Tubuhnya kaku semua setelah seharian bekerja. SuHo mendengus kesal mengingat penyebab dia baru bisa pulang dari kantor di hari yang selarut ini. Acara pemotretan untuk CF produk kosmetik yang memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Model wanita yang jadi pasangannya sangat menyebalkan. Wanita itu cuma bermodalkan wajah cantik dan bentuk tubuh yang sexy, tapi tidak professional dan sikapnya juga sangat buruk.

.

.

.

.

" Tsk! Andai gadis sialan itu bukan model andalan dari perusahaan rekanan, aku pasti sudah menamparnya. Berani sekali dia meraba-raba tubuhku! " gerutu SuHo.

.

.

.

.

Pemuda angelic itu mengedarkan pandangan ke sekitar area parkir terbuka itu. Ketika dia yakin tidak ada orang yang melihat, SuHo melampiaskan amarahnya dengan menendang sebuah kaleng kosong keras-keras. Satu lagi yang mengganjal adalah cerita Byun BaekHyun. Pria mungil yang memegang posisi front CEO dan menjalankan talent agency Black Pearl bersama dengannya itu mengutuk para lintah darat berkedok dewan komisaris yang makin lama makin tamak saja. Setiap kali rapat umum pemegang saham, kerjaan mereka hanya mengeluhkan keuntungan yang menurun. Padahal di statistic bulanannya, grafik keuntungan terus menanjak naik.

.

.

Repotnya jadi pemilik perusahaan yang mengendalikan semuanya dari balik bayangan adalah, pemuda angelic itu jadi tidak bisa bebas menindak anggota dewan komisaris lainnya. Meskipun dua puluh lima persen saham ada di tangannya, tapi SuHo tidak bisa bertindak tanpa melibatkan BaekHyun. Karena pada dasarnya, talent agency ini adalah milik mereka berdua. Mereka merintis Black Pearl sepuluh tahun yang lalu, saat keduanya masih duduk di bangku kuliah semester awal. Ide iseng yang dicetuskan BaekHyun untuk mengisi waktu luang itu ditanggapi positif oleh SuHo. Pewaris perusahaan finansial terbesar di Asia timur itu dengan senang hati memberikan modal.

.

.

Ketika Black Pearl mulai berjalan, SuHo yang suka menyanyi memilih terjun ke dunia entertain. Sementara BaekHyun yang benci muncul di depan kamera, bekerja mengurus perusahaan. Pria cerewet ini juga punya bagian saham sebesar sepuluh persen. Dengan karir soloist SuHo yang makin cemerlang dan dengan tangan dingin BaekHyun dalam mengelola perusahaan, keduanya bahu membahu mengembangkan perusahaan sampai bisa jadi sebesar sekarang. Selama ini, Black Pearl sudah beberapa kali mengalami pergantian pemegang saham. Dan para pemegang saham dalam empat tahun terakhir ini adalah kombinasi terburuk yang pernah ada.

.

.

.

.

" Paman Lee, tolong urus semuanya segera. BaekHyun bilang orang-orang serakah itu sudah melewati batas, jadi kami sepakat melaksanakan rencana itu secepatnya. " SuHo menelepon pengacara handal yang jadi rekanan perusahaan ayahnya. " Tenang saja, kami sudah punya sejumlah calon potensial yang jauh lebih baik dari para lintah sialan itu. "

.

.

.

.

SuHo melangkahkan kakinya menuju sebuah café sederhana yang jadi langganannya. Café milik teman masa kecilnya itu sangat menjunjung tinggi privasi. Hanya di café itu SuHo bisa melepas penat yang menderanya. Dari pada pulang ke penthouse yang sunyi karena YiXing sedang bekerja di China, lebih baik dia bersantai di café dan mengobrol dengan JongDae. Ngomong-ngomong soal YiXing, SuHo jadi merindukan istrinya yang dua bulan ini belum sekalipun pulang ke Korea lantaran jadwalnya yang super sibuk. Saking kangennya, SuHo sampai berhalusinasi melihat sosok istrinya di mana-mana.

.

.

.

.

" Yoooo~ Whazzap hyung?! Tumben kau datang selarut ini! " sebuah tepukan keras mendarat di punggung SuHo.

" Kim. Jong. Dae. Berapa kali aku bilang hentikan hobi memukulmu itu! Sakit tahu! " kata SuHo jengkel sambil menggerit giginya.

" Whoaaaa~ sabar hyung, sabar. Orang sabar jidatnya lebar~ " sepertinya kebiasaan nge-troll JongDae memang sudah permanen dan tidak tersembuhkan lagi.

" Kalau kau masih sayang nyawa, sebaiknya kau diam saja ne, Dae-ah? " aura gelap mulai menguar dari balik punggung SuHo.

" Ish. Hyung ini tidak asyik ah. Kalau wajahmu sangar begitu, aku rasa salah satu pengunjung kesayangku tidak akan mau menemuimu~ " JongDae menaik-turunkan alisnya, sama sekali tidak terpengaruh kegelapan Yang Mulia SuHo.

" Kalau yang kau maksud itu YiFan dan ChanYeol. Lebih baik aku pulang. " SuHo melengos.

" Bukan mereka hyung. Lihat saja sendiri di pojok situ. " JongDae menunjuk ke sebuah sudut yang tertutup rimbunan tanaman rambat imitasi di sayap timur lantai dua café itu.

.

.

.

.

.

.

\(^._.^)_(^._.^)/

.

.

.

.

.

.

Ai li kai It's My Turn To Cry

Xing xing dou zai kan

Yan lei kuai lei ji cheng hai

It's My Turn To Cry

Hei ye duo cui can

Kuai guan diao yan lei This Time

.

.

Kuai guan diao yan lei This Time

Kuai guan diao yan lei This Time

Kuai guan diao yan lei This Time

Hai zai ai ni Yeah hai zai ni Woo

Wo ai ni wo ai ni

Ni bie zai ku guan diao yan lei

.

.

(My Turn To Cry, writed and composed by Zhang YiXing)

.

.

.

.

" Huweeeee! Waaaeeeee! "

.

.

.

.

Setelah menuliskan namanya di bawah lirik lagu itu, YiXing berteriak dan mengacak rambutnya kesal. Wajahnya tampak memelas dan pucat, ada kantung hitam tebal di bawah matanya tanda pemuda manis itu kurang tidur. Hawa gloomy dan putus asa akut menggantung di sekitar kepalanya. Persis seperti judul lagu yang baru saja dia selesaikan, sekarang ini YiXing ingin sekali menangis meraung-raung. Deadline pekerjaan sambilannya sebagai penulis lagu tinggal dua hari lagi. Tinggal satu lagu lagi yang harus dia tulis. Lagu terakhir yang temanya gembira.

.

.

Tapi demi apa, seharian ini lagu-lagu yang berhasil YiXing ciptakan isinya mellow dan sedih semua. Pemuda manis ini adalah tipe yang membutuhkan interaksi dengan banyak orang dan interaksi dengan lingkungannya untuk mendapatkan inspirasi. Bukan dengan sekedar membaca buku, menelepon orang atau saling berkirim pesan tanpa bertatap muka. Jadi ketika dia sudah jemu dengan suasana kampusnya, YiXing pun memutuskan terbang ke Korea. Tidak masalah meski dia tidak bertemu SuHo, yang penting YiXing mendapat suasana baru. Sayangnya, sudah jauh-jauh YiXing sampai ke Seoul, perasaan tertekan itu tetap ada.

.

.

Well, salahkan saja LuHan. Manajer sekaligus kakak iparnya yang dengan setia meneleponnya setiap tiga jam sekali untuk memastikan perkembangan pekerjaannya. Ingin sekali dia mengutuk pria rusa itu lantaran hobi menerima job menulis lagu dengan deadline mepet di saat pekerjaan YiXing di universitas juga menumpuk. Nah, kan, cuma memikirkan si rusa jejadian itu air mata YiXing jadi tumpah. Eits, ini bukan air mata haru, tapi air mata jengkel! Akhirnya, setelah capek menangis, YiXing jatuh tertidur dengan posisi yang tidak nyaman di atas meja. Untungnya, booth tertutup tempatnya duduk itu kedap suara, jadi raungannya tidak mengganggu orang lain.

.

.

.

.

" Xing-ah, bangun… YiXing-ah… " sebuah suara menyusup ke alam bawah sadarnya.

" Hmmh… lima menit lagi gege. Aku masih ngantuk. " igau YiXing.

" Iya, iya, kau bisa lanjut tidur lagi di rumah. " kata suara lembut itu lagi.

" Tidak mau… Uuung… kalau aku pulang… kau pasti akan menyuruhku… menyelesaikan project-nya… huh… " dengus YiXing dengan mata yang masih terpejam.

" Oi, bangun. Ini aku, SuHo. Bukan LuHan-ge. " saat nama itu terucap, spontan mata YiXing terbuka lebar.

" H… hyung?! SuHo-hyung?! Kok bisa… " mata YiXing mengerjap polos.

" Kebetulan~ Kau ini, pulang ke Korea kok tidak bilang-bilang sih? " SuHo mendudukkan dirinya di sebelah YiXing.

" Soalnya, waktu tadi pagi aku mengkonfirmasi jadwalmu, Kai bilang pekerjaanmu full sampai sore. Takutnya nanti hyung malah menunda semuanya hanya untuk menemuiku. " YiXing langsung bergelayut manja di lengan suami angelicnya itu.

" Hanya? " suara SuHo terdengar agak tajam.

" Eeeeh~ aku salah ya? " tanya YiXing tanpa dosa.

" Haaah~ sudahlah. Ngomong-ngomong, kenapa wajahmu sembab begini? " kedua tangan SuHo menangkup pipi YiXing dan mengamati wajah istri manisnya yang tampak berantakan. " Kalau ada masalah, berceritalah padaku… "

" Uhkk… hiks… hiks… huweeeeee! " well, dan tangis YiXing pun pecah lagi.

.

.

.

.

.

.

\(^._.^)_(^._.^)/

.

.

.

.

.

.

" Uhumm… Hello, hello… Down to earth please~ " ucap JongDae berulang kali.

" Ish… biarkan saja. Jarang-jarang 'kan kita melihat SuHo-hyung kelepasan begini? " ujar KyungSoo jengah dengan kelakuan aneh suaminya.

" Iya, kalau situasinya tidak darurat sih, akan aku biarkan sampai pagi. " JongDae mengangkat bahunya cuek.

" Oh, kau benar. Ada duo tiang itu ya di basement parkir? " tanya KyungSoo.

" Yep. Kalau mereka tidak segera dipisahkan, bisa gawat. " kata JongDae.

" Dae-ah, tolong tutup telingamu sebentar, ne? Ehmm… WOI, SUHO-HYUNG! DUO TIANG LISTRIK ITU DATANG MENCARIMU! "

.

.

.

.

Eh gila, di balik tubuhnya yang mungil nan imut-imut, ternyata KyungSoo punya bakat tersembunyi yang mengerikan. Bakat jadi raja growling dengan suara yang powerful dan menggelegar. Raungannya itu sukses membuat couple SuLay tersadar dari dunia-milik-berdua-yang-lain-cuman-numpang-ngontrak mereka. Seketika itu juga keduanya saling menjauhkan diri. YiXing yang malu berat buru-buru menyembunyikan wajahnya yang semerah lobster rebus itu di dada suami angelicnya. Sementara SuHo sendiri cuma nyengir watados.

.

.

Well, kalau mau tahu, mereka berdua ini kepergok sedang make-out oleh pasangan pemilik café EXOtica ini. Entah bagaimana caranya, sesi curhat yang dilakukan pasangan malaikat dan unicorn ini berubah jadi sesi make-out yang begitu panas. Dengan frenchkiss, zipper turtle neck sweater YiXing yang terbuka sampai perut dan hikcey yang bertebaran di collar bone-nya, rambut yang berantakan plus grepe-grepe di area berbahaya. Yakin deh, sedikit lagi, celana jeans plus boxer YiXing bakal terlepas dari kaki jenjangnya. JongDae berani sumpah, dari semua sesi make-out yang pernah dilakukan para pelanggannya di café ini, versi SuLay ini yang paling hot!

.

.

.

.

" Ma~af mengganggu~ Hyungdeul, cepat rapikan penampilan kalian, ne? " tukas JongDae cepat.

" Duo tiang listrik fanboys fanatic-mu itu sebentar lagi sampai ke booth ini. " kata KyungSoo sambil melirikkan matanya ke pintu masuk café di bawah.

" Hish! Dua orang idiot itu mengganggu saja. " gerutu SuHo.

" Su… sudahlah, hyung… " gumam YiXing yang masih setia bersembunyi di dada SuHo.

.

.

.

.

.

.

\(^._.^)_(^._.^)/

.

.

.

.

.

.

Aaaah~ ini benar-benar hiburan. Hiburan segar yang jarang ada dan sangat konyol. Menyaksikan dua pria dewasa yang dengan childishnya memperebutkan SuHo berhasil me-recharge energy yang YiXing perlukan untuk mengarang lagu. Melihat bagaimana YiFan dan ChanYeol saling balas mengejek, saling cubit, saling sikut dan saling injak kaki di bawah meja, membuat YiXing kembali terkenang masa-masa sekolahnya dulu yang menyenangkan. Sejak duo jangkung itu tiba, pemuda manis ini tidak berhenti tersenyum mengamati cara kedua rival itu berinteraksi. Jemari YiXing lincah menggoreskan pena-nya ke atas media kerja berupa lembaran kertas kosong.

.

.

Berkebalikan dari istrinya yang senang dan berbunga-bunga, SuHo justru tersenyum masam melihat kelakuan absurd kedua rekannya. Andai pemuda angelic itu tidak punya image 'malaikat' yang harus dijaga, mungkin sekarang ini dia sudah menjeduk-jedukkan kepalanya ke atas meja saking malunya. Atau sudah menggebrak dan mengangkat satu kakinya ke atas meja lalu membenturkan kepala mereka berdua saking marahnya –seperti peran berandalannya di CROWs Zero–. Tuhan, apa salahku hari ini sampai harus bertemu dengan dua mahluk abstrak ini?! Kadang SuHo tidak habis pikir, mau berapa kali lagi dia harus menolak mereka.

.

.

Sejak bertemu keduanya beberapa tahun yang lalu, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak ungkapan cinta yang mereka layangkan pada SuHo. Awalnya pemuda angelic ini mati-matian menolak, tapi lama-lama dia capek juga dan memilih mengabaikannya saja. Harapannya sih, nanti fanboys idiotnya ini akan menyerah. Tapi nyatanya tidak tuh. Yang ada kadar tingkah ajaib keduanya malah makin parah. Seperti sekarang ini, hanya untuk menentukan siapa yang hari sabtu depan akan menemani SuHo datang ke acara konser trio JYJ sebagai tamu kehormatan saja, keduanya bertengkar seperti anak TK.

.

.

.

.

" Please deh, sudah berapa kali aku bilang, aku akan pergi sendiri! " geram SuHo yang bosan mendengar suara ribut mereka.

" Yah! Tidak bisa begitu! Di undangannya 'kan ditulis harus datang berdua! " seru si muka datar YiFan yang dengan OOC-nya mendorong ChanYeol keras-keras.

" Naga-hyung sialan! Kau mau aku jatuh ya! " ChanYeol balas menendang kaki YiFan. " Itu benar hyung! Makanya, kau pergi dengan aku saja, ne? "

" Bodoh amat. Kau mau jatuh kek, mau mati kek, bukan urusanku. Yang jelas SuHo nanti akan datang bersamaku! " tegas YiFan sambil menepis tangan ChanYeol yang hendak mencekiknya.

" Jangan main perintah seenaknya dong! SuHo-hyung! Pergi denganku, ya? Ya? Ya? " mohon ChanYeol sembari menangkap dan memelintir lengan kiri si naga jangkung.

" Sudah aku bilang… " tapi amukan SuHo itu terputus.

" 3, 6, 5! YOSHAAA! Akhirnya lagu ini selesai jugaaa~! Kalian berdua, terima kasih yaaa! "

.

.

.

.

–CHU!–

–CHU!–

.

.

.

.

SuHo melongo, YiFan megap-megap, ChanYeol mengerjapkan matanya. Ketiganya terlalu shock dengan tindakan spontan YiXing yang mencium pipi kedua pria jangkung itu lantaran dia terlalu gembira lagu yang dia inginkan akhirnya tercipta. Setelah itu, dengan riang YiXing membereskan peralatan kerjanya ke dalam ransel ungu kesayangannya. Dan berlalu begitu saja meninggalkan kedua pria yang masih blank itu setelah mengucapkan terima kasih sekali lagi. Pergi tanpa menyadari tatapan SuHo yang menusuk. Uh, oh, YiXing… Kau sudah membangunkan sang Raja Neraka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

\(^._.^) Tsuzuku nyaw~ (^._.^)/

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Before…

Buat yang berkenan kasih comment, sankyuu for your appreciation nyaw~

Buat yang sekedar SiDer… well… sankyuu udah nyempatin baca fics gue ini nyaw~

Semoga karya gue kali ini memuaskan n menghibur.

.

.

Then, see ya next chapter~

.

.