Fastened Your Seatbelt

Written by exophism AFF { story/view/1066351/}

Pair : Kim Jongin x Oh Sehun (KaiHun)

Side Character : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kim Junmyeon, dan akan bertambah.

Warning : Boys Love, Perselingkuhan.

.-.

Kai tidak mendapatkan tidur cantiknya, ia dipaksa untuk melakukan rehearsal dan sound check begitu ia menapakkan kakinya di Vancouver tapi ia terlalu capek untuk berdebat dan jantungnya terlalu sibuk berdetak kencang karena pramugara untuk protes.

Konsernya akan diselenggarakan di BC Place, stadium yang sangat besar dan dapat menampung 54.000 fans dan Kai terpukau dengan kepopulerannya karena tiketnya ludes terjual dalam 5 menit. Jadi ia bekerja keras saat rehearsal, ia tidak ingin mengecewakan 54.000 fans nya hanya karena seorang pramugara.

Rehearsalnya sangat melelahkan, panggungnya terlalu besar untuknya berkeliling dan ia membenci pengaturan dari bangku penggemarnya, fans yang berada dikiri tidak dapat melihatnya dengan jelas karena tertutup oleh sound system dan lampunya terlalu cerah dan berwarna – ia selalu komplain sebanyak mungkin demi fansnya. Untung saja pihak promotor menyetujuinya tanpa banyak protes, mungkin mereka tahu seberapa perfeksionisnya Kai dan mereka juga tahu bahwa Kai bisa menjadi seorang Diva yang cerewet, dan mereka tidak menginginkan Diva Kai untuk muncul sekarang.

Ketika Kai selesai melakukan rehearsalnya bangku dan lampunya berada di kondisi yang sempurna. Sekarang Kai hanya perlu memberikan yang terbaik untuk besok, dan Suho langsung mengantar Kai ke hotelnya, karena tidak lama lagi Kai akan melebur menjadi butiran debu, dilihat dari wajahnya yang sudah menunjukkan kelelahan maksimal dan tidak dapat dipungkiri bahwa Kai langsung tertidur begitu tubuhnya jatuh di kasur dan ia bahkan belum mengganti pakaiannya.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, ia tidur selama 8 jam dan sekarang ia lapar – menggunakan hoodienya, ia perlahan keluar dari kamar hotelnya. Ia sudah lupa bahwa ada room service – sangat luar biasa bukan?

.-.

Pintu lift terbuka langsung ketika Kai menekan tombol kebawah, dan Kai sangat bersyukur karena ia sangat lapar hingga perutnya berbunyi. Ketika ia sudah masuk dan hendak menutup pintu lift...

"Tunggu..." Sehun memasuki lift. "Sayang, cepatlah!" Tidak lama, Chanyeol juga masuk dan keduanya terlihat kesulitan bernafas.

"Sehun?"

"Tuan Kim? Astaga, saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda disini. Anda juga menginap di hotel ini?" Tanya Sehun sembari menekan tombol Ground Floor. "Lantai berapa kamar anda, tuan?"

"Ya, aku menginap disini, dan mungkin juga dilantai yang sama dengan kamarmu." Kai tersenyum, ia sangat bahagia bertemu dengan Sehun lagi, ia sangat sangat bahagia namun...

"Ekhemm..." Chanyeol berdeham.

"Oh ya, perkenalkan dia Chanyeol, pacar saya. Sayang, dia... Kamu tahu dia siapa kan?" Sehun tertawa sebelum memeluk tangan berotot Chanyeol. Chanyeol dan Kai berjabat tangan, dengan canggung, namun Sehun tidak menyadarinya.

Chanyeol? Park Chanyeol? Kapten Park Chanyeol? Karena ini Sehun terlihat sangat bahagia ketika si Kapten berbicara di pesawat.

"Senang berkenalan denganmu, kapten. Terima kasih atas perjalanannya." Kai mencoba untuk bercanda walaupun garing, namun Sehun tetap tertawa. Dan Kai jatuh lebih dalam lagi, karena Sehun yang ia lihat sekarang sangatlah berbeda dengan Sehun yang ia lihat dipesawat. Oh Sehun yang sekarang terlihat sangat imut, menggemaskan, dan luar biasa – Kai menyukai Sehun yang seperti ini.

"Tidak masalah. Kemana anda ingin pergi, tuan Kim? Hari sudah sangat malam." Tanya Chayeol.

"Oh, ayolah... Panggil saja Kai. Aku lapar, dan aku hanya akan pergi ke cafe." Pintu lif terbuka. "Aku harus pergi dulu, semoga malam kalian menyenangkan." Kai tersenyum sebelum meninggalkan pasangan itu. Ia ingin memandang wajah Sehun lebih lama, namun ia benci melihat tangan Chanyeol yang memeluk pinggang Sehun dan bagaimana Sehun menautkan tangan mereka bersama – ia membenci semuanya.

"Ya ampun! Aku harusnya mendengarkan lagu Justin Bieber yang That Should be Me sekarang." Gerutu Kai, sebelum menemukan tempat yang cocok untuknya makan dan memikirkan betapa sedihnya kisah cintanya.

.-.

Ada beberapa hal yang membuat Kai bahagia, yang pertama adalah albumnya yang ludes terjual dalam waktu cepat, yang kedua adalah ketika ia dapat makan ayam sepuasnya, dan yang ketiga adalah ketika Suho mengatakan bahwa agensinya memberikan waktu libur seminggu padanya tapi ia menambah 1 hal lagi – Oh Sehun adalah hal baru yang membuatnya bahagia. Kai bangun dengan senyum diwajah tampannya, ia langsung menunjuke resepsionis – ia harus tahu dimana Sehun tidur.

204 – jadi kamarmu ad di ujung lorong ini ya...

Tok tok!

Tidak ada jawaban. Kai mencoba lagi.

Tok tok!

"Siapa?" Teriak Sehun dari dalam.

"Ini aku. Kai."

"A-Apa yang kamu lakukan disini? Astaga, maafkan aku karena aku terlihat berantakan. Silahkan masuk." Kata Sehun sembari memperbaiki rambut tidurnya yang sexy dan hal itu membuat detak jantung Kai bagaikan lari marathon dan dada putih-sexy milik Sehun tidak memperbaiki situasi. Kai sulit bernafas. Dan boxer biru donker yang digunakan Sehun semakin membuat Kai menggila.

"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memberikanmu ini." Kai memberikan dua tiket konsenrya kepada Sehun. Dan sejujurnya, ia ingin memberikan satu tapi Sehun tidak mungkin datang tanpa pacarnya yang memiliki telinga lebar.

"VIP? Apa anda serius?"

"Jika ini kurang, aku akan memberikanmu backstage pass..."

"Tidak... Tentu saja tidak. Aku menyukainya! Ya Tuhan! Sayang, aku mendapatkan 2 tiket untuk konser Kai!" Teriak Sehun sebelum ia lari masuk, benar-benar melupakan bintang dunia yang berdiri didepan kamarnya.

Jadi mereka tidur bersama? Kapten dengan telinga besar itu sungguh beruntung, membuatku ingin merobeknya menjadi dua.

Sehun keluar beberapa saat kemudian, Kai tiba-tiba meluoakan segalanya kecuali pelukan ini – Sehun memeluknya dengan tubuh telanjangnya dan Kai bisa mencium aroma paginya. Sehun beraroma seperti vanilla, dengan sedikit aroma melati dan lavender dan Kai bersumpah jika ia dapat mencium aroma ini setiap hari.

"Terima kasih, Kai! Terima kasih." Kata Sehun, dan Chanyeol menghampiri mereka dengan mengerut dan kebencian dimatanya.

Kau ingin bertaruh, kapten? Mari kita lihata siapa yang mampu membuat Sehun terbang tinggi.

"Tidak masalah. Aku tidak menyangka kau menyukaiku seperti ini." Kai memberanikan diri untuk menepuk kepala Sehun, dan ia tidak menyangka jika Sehun memerah karena kelakuannya ini.

"Ia fansmu, Kai. Tapi ia milikku, benarkan sayang?" Chanyeol memeluk Sehun dari belakang sebelum mnenggelamkan hidungnya dirambut Sehun. Dan Sehun mengangguk sebelum memutar tubuhnya dan mencium Chanyeol tepat dibibirnya. Chanyeol menyeringai dan Kai berjanji pada dirinya sendiri untuk memastikan bahwa Sehun akan menjadi miliknya dan Chanyeol akan menelang seringainya kembali.

Permainan dimulai, Kapten!

.-.

Sehun sangat senang, tidak – ia sangat sangat bahagia! Ini selalu menjadi impiannya untuk menghadiri konser Kai, namun ia tidak memiliki waktu untuk itu. Bukan karena tidak memiliki uang untuk membeli tiketnya, tapi pekerjaannya menuntutnya untuk selalu berkeliling. Ketika ia dikabarkan akan melayani tamu VVIP ke Vancouver, Sehun sangat marah karena ia seharusnya menuju ke Singapura dan menghabiskan waktu dengan teman kerjanya.

Mereka sudah memiliki rencana untuk berlibur, namun amarahnya sedikit mereda begitu ia tahu jika kekasihnya juga ditugaskan bersama dengannya, dan menambah kebahagiaannya – tamu VVIP yang harus ia layani adalah idolnya. Sehun tidak menyangka jika ia begitu beruntung dan bersyukur akan hal ini.

"Kamu terlihat bahagia – tidak sabar untuk bertemu pacar barumu, huh?" Chanyeol menjilat daun telinga Sehun sembari membisikan hal itu, dan memeluk pinggang Sehun dan belakang sebelum mempertemukan pandangan mereka di cermin didepannya. "Kamu terlihat sangat cantik... Kai sangat beruntung." Chanyeol sengaja terdengar sedih, dan ia juga menunjukkan ekspresi sedihnya.

"Apakah anda cemburu, kapten?" Sehun memutar tubuhnya sebelum menangkup wajah Chanyeol. "Aww... Lihat betapa imutnya dirimu ketika cemburu, Chan." Sehun mencubit hidung Chanyeol sebelum menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher Chanyeol – menghirup aroma parfumnya sebenar sebelum menyentuh leher Chanyeol dengan hidung mancungnya, menyebabkan Chanyeol bergidik.

"Aku mencintaimu, Chanyeol, kamu cukup mempercayaiku dan mencintaiku. Kai adalah Kai – tapi kekasihku adalah diriu." Senyum Sehun, ia memberikan kecupan di bibir Chanyeol, namun ketika ia akan menarik diri dari Chanyeol, Chanyeol malah menahannya dan mengajaknya bertarung lidah, dan Sehun menyeringai - sejujurnya, Chanyeol yang cemburu adalah favoritenya.

.-.

Kai sudah siap di stadium konsernya sejak beberapa jam yang lalu, walaupun konsernya akan dimulai jam 8 malam yang berarti 7 jam lagi. Ini adalah konser pertamanya di Amerika Utara, dan Kai mengakui bahwa ia bersemangat untuk bertemu fansnya, terlebih lagi untuk bertemu kekasih Chanyeol. Tiket yang ia berika kepada Sehun tadi adalah tiket VIP yang letaknya tepat didepan panggungnya, dan mengetahui bahwa Sehun adalah fansnya, Kai tidak dapat menahan diri untuk berhenti latihan.

Dan untuk mengatakan jika Suho tidak mengetahui senyum aneh di wajah Kai merupakan suatu kepahaman – karena dari awal Kai datang, ia sudah memiliki senyum itu dan tadi pagi ia meminta Suho untuk memberikannya 2 tiket VIP, dan Suho tahu sesuatu sedang terjadi tanpa sepengetahuannya.

"Jadi... Kemana dua tiket itu pergi?" Tanya Suho sembari mengelap wajah Kai dari keirngat. Kai berbaring dipangkuannya, senyum aneh itu masih diwajahnya dan sejujurnya itu sedikit membuat Suho takut. Keduanya beristirahat dipanggung, penari Kai juga berbaring dipanggung terlihat lelah seperti Kai. "Ketika managermu, yang juga kakakmu bertanya padamu, kau harus menjawabnya, Kim Jongin." Kata Suho sembari memukul dahi Kai untuk mendapat perhatiannya.

"Aku memberikannya kepada Sehun... Dan pacarnya." Jawab Kai, santai.

"Sehun... Sehun? Pramugara pribadimu itu? Tunggu... Bagaimana kamu dapat bertemu dengannya... Dan pacarnya?" Suho membuat Kai bangun, ia butuh jawaban sekarang, ini terasa aneh – ada sesuatu yang salah disini. "Kai..."

"Santai, ia tidur di hotel yang sama dengan kita. Aku bertemu dengannya kemarin dan ia bersama pacarnya, yang tidak lain adalah kapten pesawat kita kemarin. Dan ia bilang padaku bahwa ia fansku, dan aku pikir aku menyukainya jadi aku memberikannya tiket." Kai menghela nafas, kemudian ia bangun dan meregangkan tubuhnya, siap untuk rehearsal lagi.

"Kai... Kamu seharusnya tidak menyukainya jika ia sudah memiliki kekasih. Kamu akan tersakiti." Suho terdengar serius sekarang. Ia menyayangi Kai, seperti ia menyayangi dirinya sendiri dan melihat Kai tersakiti bukanlah hal yang ia inginkan. Kai pernah tersakiti dulu, ketika ia berumur 15 tahun – ia menyukai seorang anak laki-laki dan anak kali-kali itu adalah kekasih sahabatnya. Dan ia tidak ingin Kai mengalaminya lagi, yang pertama karena Kai terlihat jelek dan aneh saat menangis, dan yang kedua karena tangisan Kai terdengar seperti paus yang nyaris mati. "Ingat ketika kamu menyukai Taemin dan..."

"Hyung... Itu sudah lama, aku bodoh dan jelek. Sekarang aku tampan dan sexy dan berotot... Dan banyak sekali kelebihan lainnya – aku tidak yakin seseorang mampu menolakku. Tidak Sehun... Aku akan membuatnya mencintaiku. Sekarang, ganti topik. Apakah Baekhyun datang?" Tanya Kai.

"Okay lah. Lakukan apapun yang kau suka. Dan ya, Baekhyun sedang dalam perjalanan menuju kesini." Suho menepuk bahu Kai sebelum menuju belakang panggung untuk bertemu dengan stylist Kai dan mengatur pakaiannya.

.-.

Chanyeol mencintai Sehun, sangat dan sepenuh hati – bertemu dengan Sehun mungkin adalah hal terindah yang pernah terjadi padanya. Sehun sangat baru pada saat itu, Chanyeol ingat betapa canggungnya ia di seragamnya, dan sejak saat itu Chanyeol berjanji pada dirinya untuk membuat Sehun menjadi miliknya. Dan sekarang disinilah mereka, bersama hampir selama dua tahun.

Keduanya masih bahagia dan saling mencintai satu sama lain. Tidak pernah Chanyeol merasa ragu pada cinta Sehun padanya – tapi ketika Kai hadir di kehidupan Sehun, Chanyeol tidak dapat menghindari perasaan takutnya. Selain itu, ia tahu seberapa besar Sehun menganggumi Kai.

Mereka dalam perjalanan menuju stadium ketika Sehun menyadari betapa diamnya kekasihnya sekarang, ia tahu Chanyeol sedang memikirkan sesuatu dan ia tahu ia lah alasan ini terjadi.

"Sayang, jika kamu tidak ingin pergi... Kita dapat menetap di hotel dan melakuakn kegiatan seru lainnya. Aku tidak apa-apa. Itu hanya sebuah konser." Sehun menggenggam tangan Chanyeol.

"Jangan bodoh, kamu menyukainya dan ia memberimu tiket secara personal. Itu berarti ia ingin kamu hadir. Aku tidak apa-apa, babe... Aku hanya... Aku hany takut jika kamu... Mencintainya lebih dari pada aku." Aku Chanyeol.

"Kamu... Janan bodoh. Aku menyukainya, tapi aku mencintaimu. Kita tidak akan membicarakan ini. Kemari – Aku harus menciummu untuk menunjukkan betapa besar aku mencintaimu." Sehun tidak menunggu raspon Chanyeol karena ia sudah menautkan jarinya di leher belakang Chanyeol dan menariknya untuk menciumnya – ciuman yang sangat dalam dan penuh hasrat hingga supir taxi nyaris kehilangan kendali atas kemudianya ketika ia melihat mereka berdua dari kaca spion. "Aku mencintaimu... Percayalah padaku."

"Aku percaya padamu, tapi Sehun..." Chanyeol mengelus pipi Sehun "Jika kamu ingin menyelingkuhiku, tolong jangan dengan Kai... Tolong jangan dengan seorang bintang dunia." Mata Chanyeol menatap langsung kepada mata coklat Sehun. "Mereka semua pembohong, dan yang mereka inginkan hanyalah ketenaran dan uang. Kamu lebih berarti dari semua itu Sehun. Selalu ingat akan hal ini, Sehun." Chanyeol memberika Sehun kecupan terakhir – walaupun Sehun sangat penaaran kenapa Chanyeol mengatakan hal itu, ia memutuskan untuk tidak bertanya, ia hanya mengangguk.

"Okay..." Balas Sehun. "Tapi, aku tidak akan pernah menyelingkuhimu... Tidak akan."

.-.

Fans sudah mulai memenuhi stadium dan menggemparkan stadium, lagu Kai diputar sebagai background sound ketika para penjaga dan staff mengontrol situasi. Sehun menemukan tempatnya tidak lama setelah ia sampai karena Suho menunggunya didepan stadium – karena tingkah protektif Kai terhadap kekasih Chanyeol.

"Hyung, kumohon... Aku tidak ingin ia terhempit para fans diluar sana, kamu dapat meninggalakan pacarnya, tapi jangan dia." Dan Suho bersumpah jika ia nyaris muntah ketika Kai mulai melakukan aegyo. Kai yang berlagak imut adalah sesuatu yang tidak dapat ia tahan, jadi ia mengikuti keinginan Kai – karena ia menyayangi Kai.

Konser dimulai setelah 30 menit, panggung jadi gelap dan pada saat itulah Kai muncul ditengah panggung dengan menggunakan t-shirt putih dan skinny jeans – dan jangan lupa seringainya yang sexy. Lagu dimulai, dan Kai mulai bernyanyi – dan Sehun menjadi liar, melambaikan lightsticknya seperti para penggemar lainnya dan ia ikut bernyanyi bersama Kai tapi tangannya yang satuya tidak pernah meninggalkan genggaman Chanyeol, seakan-akan ia takut kehilangan Chanyeol.

Sejujurnya, Chanyeol mengira Sehun sangatlah imut, walaupun Kai menghabiskan banyak waktunya didepan Sehun – memberinya kedipan, dan juga seringaian aneh tapi Chanyeol percaya kepada Sehun, ia baik-baik saja...

"Aku mengundang teman baikku hari ini, aku yakin kalian semua tahu siapa dia. Bisakah aku mengundangnya naiik?" Tanya Kai dan ia mendapatkan teriakan Iya sebagai jawaban. "Semuanya, sambutlah Byun Baekhyun!" Teriak Kai dan Baekhyun muncul dari balik tirai dengan senyum manisnya dan mata berbinarnya, membuat Chanyeol membeku dibangkunya.

Tidak... Tidak sekarang. Aku bahagia, Baekhyun... Kenapa sekarang?

Dan para fans menggila ketia mereka melihat Baekhyun dipanggung. Baekhyun sangat terkenal seperti Kai tapi ia sedang hiatus selama beberapa bulan karena cideranya, dan ini adalah penampilan pertamanya setelah hiatus. Seperti Kai, Baekhyun memiliki semuanya, kepopuleran, uang, sex, kekasih... Ia memiliki semuanya.

"Merindukanku?" Tanya Baekhyun, dan lagi para fans meneriakan Iya dengan keras. "Aku juga merindukan kalian, dan karena itu kali ini aku dan Kai akan menyanyikan lagu baru kami, untuk yang pertama kalinya. Apa kalian siap?

Dua bangku disediakan dipanggung, tepat didepan Sehun dan Chanyeol – Kai menduduki bangku terlebih dahulu, mempersiapkan gitarnya sedangkan Baekhyun menyamankan dirinya dibangku itu. Lampu agak dipadamkan – sehingga spotlight hanya pada Baekhyun dan Kai.

You came to me at the end of a hard day

The desperate prayers of a small boy have reached you

Without color, scent or sound, you came into my heart

Like the color of the clear street after the rain

You resemble that freshness, my goddes

A flower rises in the sky, spring blossoms on the ground

You can't stop it, it's been decided sinte the start

My heart is pulled to you (love)

The moment your breath touches me, your scent colors me in

Baekhyun menyanyikan baik pertama, sekarang ini para fans sedang terbuai dengan suara Baekhyun yang indah. Kamu masih terdengar baik... Walaupun aku membencimu

Beautiful Beautiful

You body movement resembles a flower petal

Oh You Beautiful Beautiful

I worry that you will break

Oh You Beautiful Beautiful

So I can't even hug you all I want

Oh You Beautiful Beautiful

My dazzling love

Beautiful Beautiful

Open the door of heaven (open the door)

Oh You Beautiful Beautiful

My eyes are drenched with joy (cheers explode)

Oh You Beautiful Beautiful

Even forgetting time for a bit (let's go to Eden)

Oh You Beautiful Beautiful

I'm dreaming a dream of you forever

Kai dan Baekhyun bernyanyi bersama, dan Chanyeol bersumpah jika ia melihat Kai memusatkan perhatiannya kepada Sehun selama ia bernyanyi, namun ia tidak menunjukkan kemarahannya, karena ia juga memperhatikan Baekhyun dan kedua tatapan mereka saling bertemu. Sangat kentara jika Baekhyun terkejut – ia bahkan nyaris melepaskan genggamannya dari micnya tapi Chanyeol tidak dapat menahannya lagi. "Aku akan menunggumu diluar." Ia memberikan Sehun sebuah ciuman sebelum pergi meninggalkan konser.

Chanyeol ada disini... Kenapa ia disini – dan apakah lelaku itu kekasihnya?

.-.

Karena hari sabtu... Aku memutuskan untuk update, hehehe... Aku menggabung 2 chapter menjadi 1 chapter. Dan, yeah, jika kalian tidak setuju dengan beberapa kalimat, aku tidak dapat mengubahnya, karena aku menerjemahkan cerita bukan me-remake cerita. Jadi tolong hargai :) Tidak mudah memang menerima kenyataan, tapi jadilah dewasa. Tidak selamanya apa yang kalian pikirkan baik itu benar, karena terkadang hal itu malah menyinggung dan menyakiti perasaan seseorang.

Dan sekali lagi terima kasih karena sudah membaca dan mereview, semua review kalian sudah saya sampaikan kepada exophism dan ia menitip salam kepada kalian dan juga berterima kasih kepada kalian. Dan untuk kalian yang menyemangati diriku, terima kasih. :)