Dear diary,

Hari pertama kemarin cukup mengesankan. Aku mendapat banyak teman baru dan dengan mudah akrab satu sama lain. Aku juga bertemu banyak orang, orang-orang yang unik.


Unlimited Sky

by Sumeragi Shoko

Genre : Romance/Supernatural

Rating : T or M? Maybe T

Naruto © Masashi Kishimoto

Inspirated by

Unlimited Sky by Tommy Heavenly6

Warning : AU, maybe OOC, OC


Third Letter

------o------

Hatake Kakashi, tampak begitu tampan dan misterius dibalik masker dan jasnya. Tapi, ternyata dia tetap saja seorang guru.

Disaat kami sedang mengerjakan tugas tersebut, pintu kelas diketok seseorang. Dibalik pintu, tampak seorang anak laki-laki berseragam hitam dengan rambut hitam kebiruannya yang mirip pantat ayam. Para perempuan langsung histeris melihat replika Adam didepan pintu.

" Sumimasen, tadi ada sedikit masalah jadi kami datang terlambat," katanya. Kakashi-sensei hanya mengangguk.

" Mohon perhatian, ada dua orang lagi yang masuk kelas ini. Silahkan, kalian berdua." kata Kakashi-sensei.

Kami mulai menduga-duga, siapakah yang bersama anak laki-laki itu??

Si rambut pantat ayam tadi membukakan pintu untuk orang yang ada dibelakangnya. Lalu, masuklah seorang anak laki-laki berambut kuning jabrik dan bermata biru. Nae tiba-tiba saja mematung dan menjatuhkan bolpionnya.

" Namikaze-san, doushite?" tanyaku.

" Onii…sama…" gumamnya terbata-bata. Mata birunya membulat, tubuhnya gemetaran.

"Namikaze-san??"

" Hehe. Maaf kami berdua terlambat! Salam kenal semuanya!!" kata si rambut kuning itu sambil nyengir.

Sebagian murid menatapnya dengan tatapan aneh, salah satunya Nae tadi.

Siapa sebenarnya mereka berdua?

End of P.O.V.

------o------

Naruto Uzumaki, dan Sasuke Uchiha. Dua orang murid yang datang telat di hari pertama sekolah. Mereka berdua mengambil dua bangku yang masih kosong di pojok belakang di dekat jendela.

Sakura merasakan kejanggalan saat mereka berdua datang, seperti bukan sesuatu yang 'wajar'. Mereka 'berbeda'.

Nae sudah sedikit lebih tenang dari yang tadi. Dia tidak berani menoleh, seperti mengalami sesuatu ketakutan besar.

" Kau tidak apa-apa?" tanya Ino. Nae menggeleng.

" Ka…kau pucat, a..pa tidak se..sebaiknya ke ru..ruang kesehatan?" tawar Hinata. Nae menggeleng dan memamerkan deretan giginya, nyengir.

" Daijobu dayou!" katanya cengengesan. Dia berusaha menutupi sesuatu, tapi nampaknya dia tidak terlalu ahli dalam masalah itu.

Sementara dibelakang…

" Hoy, Naru…"

" Hn?" Naruto menoleh kebelakang.

" Apa tidak apa-apa?" tanya Sasuke setengah berbisik.

" Tidak masalah, Nae saja bisa, kenapa kita tidak? Lagipula, dia adik sepupuku. Meski dia hanya sebatas 'itu', namun dia tetap keluargaku. Kalau bukan aku, siapa yang melindunginya disini?"

" Tapi, aku hanya merasa tidak enak, apa tidak sebaiknya kita diskusikan dengan kepala sekolah?" usul Sasuke.

" Tidak usah, aku tidak mau kita ketahuan sekarang," kata Naruto dengan nada serius. Melihat ketegasan Naruto, Sasuke hanya bisa diam, tidak berani membantah.

" Kalau itu maumu, master…"

------o------

Jam sekolah telah usai, semuanya kembali ke dorm masing-masing, ada juga yang memilih untuk berkeliaran di lingkungan sekolah sebelum jam makan malam.

Tok! Tok! Tok!

" Nae-chan!!" panggil Sakura dari depan pintu kamar Nae. Tapi tidak ada respon.

" Loh, Haruno? Sedang apa?" tanya seorang perempuan berkuncir empat.

" Temari-senpai. Ini, sebentar lagi jam makan malam, tapi Nae tidak muncul dimanapun. Jadi aku ke kamarnya, tapi dia tidak ada."

" Nae? Namikaze maksudmu? Yang suka cengengesan, rambutnya hitam pendek?" tanya Temari. Sakura mengangguk.

" Aku barusan melihatnya di jalan ke arah taman"

' Uso! Uzumaki-kun desu ka?' batin Sakura.

" Senpai, antarkan aku ke tempat mereka!" Sakura menarik tangan Temari.

------o------

Naruto duduk sambil membaca buku dengan tenang. Kosentrasinya buyar saat terdengar suara langkah kaki. Naruto menutup bukunya.

" Aku tahu baumu, Nae"

" Onii-sama…"

Naruto berbalik, dan tersenyum. " Nani shiteru no?"

" Onii-sama, aku tidak menyangka kau kemari,"

" Otoo-sama yang menyuruhku,"

Sejenak keduanya terdiam, dengan sfx angin, 'fiuuuh'.

" Kenapa… Kenapa harus ke kelasku, onii-sama??" suara Nae bergetar.

" …"

" Kalau 'mereka' datang, onii-sama pasti ketahuan duluan. Aku… Aku tidak mau ditinggalkan teman-temanku lagi. Sakura-chan, Hinata-chan, Ino-chan, minna! Aku tidak mau… Onii-sama," Nae mulai menangis.

" Nae, gomen. Tapi hari 'itu' akan datang, dan terima atau tidak, secara perlahan, mereka akan tahu kebenarannya," Naruto memeluk Nae dan mengelus-ngelus rambutnya.

" Demo…"

" Kembalilah ke dorm-mu, Nae…" Naruto menghentikan kata-katanya. Dia melihat, di depan mereka, Sakura sudah berdiri dengan nafas ngos-ngosan setelah berlari. Dia segera mendekati Nae dan Naruto dan meraih tangan Nae, membawanya kembali untuk makan malam.

" Uzumaki-kun, aku tidak tahu hubunganmu dengan Nae. Tapi, kau sudah membuatnya menangis. Dan aku tidak akan membiarkanmu melakukannya lagi!" ancam Sakura. Dan diapun pergi, meninggalkan Naruto sendiri.

" Aku tahu kau disana," kata Naruto enteng. Benar saja, dibalik pohon, seorang anak laki-laki berambut merah bersembunyi sedari tadi.

Syuut! Sasuke melompat dari ats pohon tempat ia dari tadi bersembunyi. " Naruto!"

" Berhenti, Sas." cegah Naruto.

Si rambut merah itu keluar dari persembunyiannya.

" Kenapa kau datang?" tanya si rambut merah dingin.

" Kenapa kau tidak ingin aku datang, Gaara?" tanya Naruto balik.

" Kau pura-pura bodoh! Kau mau menghancurkan sekolah ini?!"

" Kalau aku berniat menghancurkan, aku dan kau tidak akan bertemu disini,"

Gaara menghela nafas berat sambil melipat kedua tangannya. " Kau selalu saja bodoh, prince!" ejeknya.

------o------

Di puncak tertinggi menara yang berada di Orient Gakuen, nampak sekumpulan orang sedang berkumpul disitu. Mereka adalah sembilan murid kelas tiga yang kurang kerjaan(mungkin?).

" Bulan hari ini cantik, " puji Deidara.

" Bicaramu kemayu sekali??" ejek Pein.

" Omong-omong, apa prince sudah datang?" tanya Kisame.

" Entah, aku hanya melihat princess," kata Deidara.

" Baka! Dia bukan princess. Mereka tidak punya princess," kata Sasori.

" Loh??? Kok bisa? Bukannya dia juga 'sama'?" tanya Konan.

" Semua hanyalah kebohongan prince. Dia tidak tega mengatakan pada 'princess'," kata Hidan.

" Pada dasarnya, hanya dia yang berbeda. Namun, karena dia satu-satunya keturunan perempuan, keluarga mereka tetap mempertahankannya," jelas Itachi.

" Jadi, tidak ada princess??" tanya Tobi. Semua menggeleng.

" Sudahlah! Untuk apa memperdebatkan itu! Toh, apapun yang terjadi, hari 'itu' telah diramalkan terjadi di sini, prince sudah menyuruh kita untuk bersiaga, kan?" kata Kakuzu menutup topik.

" Lalu, selanjutnya kita bagaimana?" kata seseorang dibelakang mereka. Sosoknya tidak terlihat karena tidak terkena cahaya.

------o------

Sakura P.O.V.

Sekarang, kami sedang makan malam bersama di salah satu ruangan besar di dorm kami. Hm… Seperti restoran mungkin? Yah, mungkin.

" Itadakimasu!!!"

Aku, Nae-chan, Ino-chan, dan Hinata-chan duduk bersama di satu meja di pojokan. Tadinya sih aku mau diet, tapi melihat makanan yang menggiurkan di daftar menu, dietnya kapan-kapan saja.

" Ah… Ino! Kau makan atau makan?? Itu porsi untuk dua orang, memangnya kau kuat menghabiskan??" tanyaku saat melihat piring Ino.

" Hah… Aku lapar, Sakura. Sudahlah! Aku dikaruniai bakat untuk tidak-gendut-meski-banyak-makan. Huahahaha!!" Ino tertawa bangga. Kami sweatdrop.

Disaat kami sedang menikmati makanan…

" Ah!! Kita tidak dapat tempat duduk, Tenten!!" protes seorang gadis berambut coklat sebahu sambil menatap temannya yang bercepol dua.

" Urusai, ne. salah sendiri kelamaan milih menu!" balas si cepol dua.

" Hua!! Aku tidak mau makan diluar!! Sekarang kan sedang hujan!!" gadis berambut coklat sebahu tadi mulai meraung-raung(?). Si cepol dua hanya bisa menahan malu karena teriakan temannya yang terdengar satu ruangan yang seukuran dengan wedding room itu. Kami berempat memandang dua orang itu, lalu Ino angkat biara.

" Ano… Senpai-tachi. Meja kami untuk enam orang, jadi masih ada dua tempat duduk lagi, kalau tidak keberatan…"

" Hontou???!!!" si rambut coklat tadi memotong omongan Ino dan langsung duduk di meja kami.

" Hyuuzu, jangan begitu dengan kouhai. Minna, gomen ne…" kata Tenten sambil tersenyum ke arah kami.

" Hyuu-nee!!"

" Oh, Nae-sa…" ucapan Hyuuzu-senpai terputus saat Nae menaruh telunjuknya di bibir.

" Eto, kalian sudah saling kenal?" tanya Tenten-senpai. Nae dan Hyuuzu-senpai berpandangan dan mengangguk bersamaan.

" Se… Senpai-tachi ke..kelas. berapa?" tanya Hinata.

" Kami kelas dua. Hajimemashite, namaku Tenten, dan ini Nakamura Hyuuzu," kata Tenten-senpai.

End of Sakura P.O.V.

------o------

Boys Dorm.

Sasuke merebahkan dirinya diatas kasur. Kalau bisa, dia ingin memejamkan mata sebentar saja. Namun garis nasibnya membuatnya harus tetap terjaga malam itu. Di tengah malam yang damai, seseorang tiba-tiba masuk ke kamar Sasuke.

" Aniki…"

" Sasuke…" panggil seseorang yang tadi membuka pintu.

" Mau apa kau, aniki?" tanya Sasuke. Sang aniki, Uchiha Itachi tidak menjawab, ia berjalan cepat mendekati Sasuke dan mendorongnya ke atas kasur.

" Ani.."

Itachi membuka paksa mulut Sasuke. Sasuke segera memukul tangan Itachi dan mendorongnya.

" Aniki! Nani shitteu no?? Baka!"

" Kau yang bodoh! Kenapa kau menuruti egomu!? Lihat apa yang terjadi padamu sekarang! Kau sudah tamat, Sasuke!"

" Kau tidak berhak ikut campur urusanku! Aku yang memilih ini semua, bukan kau!"

Buak! Satu kepalan tinju Itachi melayang di wajah Sasuke.

" Bodoh! Kami mati-matian melindungimu bukan untuk jadi seperti ini! Karena hanya kau yang bisa kami selamatkan, Sasuke! Kenapa kau tidak mau mengerti???!!!"

" …"

Itachi menghela nafas berat. " Sudahlah, sudah terlanjur. Kita lanjutkan saja, sampai selesai, "

"…"

" Aku sebenarnya tidak yakin ini akan sukses, tapi ini adalah penentuan. Kita sudah masuk, dan kita tidak bisa keluar. Mau tidak mau, kita harus melawan," lanjut Itachi.

" …"

Itachi menghela nafas lagi, tanpa berkata-kata, dia meninggalkan kamar Sasuke, dan Sasuke yang masih diam.

" Aniki, gomen…"


TBC


Huff… Shoko update tiap hari, capek…*pingsan di pangkuan Sasori*. Yeah! Yeah! Yeah! *nggak jelas*

Haduh, kalau gini sih, ceritanya masih sangat-sangat-sangat----- panjang. Readers jangan bosan, ya?!

Un... Ceritanya makin aneh.T.T. Ah, semoga memuaskan, ya??!!

Apakah ceritanya sudah mulai terbongkar? Apakah sudah ada yang tahu bagaimana akhir ceritanya?(yah, baru awal, kok udah nyasar ke ending? XP)

Still need 6 OCs.

Nama :

Ciri-ciri :

Sifat :

Mau jadi : (siswa kelas satu, kelas dua, kelas tiga, atau jadi secret character yang perannya masih dirahasiakan)

Character Favorit di Naruto : sebutkan terserah anda.


Mind to review?

Sumeragi Shoko