Warning : Typo, Alur Cepat
Read It—Enjoy It
Chapter 3
.
.
.
"Mungkin yang dimaksud paman adalah ini!" Kushina menyerahkan sebuah boneka berbentuk musang dengan ukuran yang lumayan besar, seukuran tubuh bocah berusia 7 tahun. Shikaku menerimanya yang lantas memperhatikan boneka itu dengan seksama.
"Paman Jiraiya memberikanku ini sebagai hadiah ulang tahunku bulan kemarin. Dia memberikannya baru beberapa hari yang lalu! Dan dia mengatakan kalau boneka ini bernama Kurama."
"Tak ada yang berbeda! Ini seperti boneka pada umumnya." Minato pun mendekati Shikaku. Memperhatikan setiap detail bentuk dari body boneka tersebut.
Selintas memang tak ada yang berbeda, namun dirasa dari volume boneka tersebut. Jelas sangat berbeda. Kepala, tubuh, ekor, hingga kaki volumenya cukup berisi. Berbeda dengan bagian leher, seperti berongga. Dengan tegas Minato berinisiatif mencekik Boneka tersebut. Membuat sang empunya menjerit histeris.
"Oiiii apa yang kau lakukan, Durian?" jerit Kushina tersirat penuh kemarahan.
"Aku hanya memeriksanya, Kushina!" jawab Minato tenang.
Betapa terkejutnya ketika ia melihat mulut Kurama yang terbuka lebar. Kushina hanya melongo menatapnya. Seingatnya, ia yakin betul kalau bonekanya itu tak bisa membuka mulutnya. Tapi kenapa-
Minato dan Shikaku kembali dibuat bingung oleh Boneka tersebut. Minato memperhatikan jeli setiap bentuk mulut boneka rubah itu. Tak ada yang berbeda hanya ada gigi dan lidah.
Shikaku merasa tertarik untuk melihat lebih jelas detail mulut tersebut. Dibantu oleh Minato yang masih setia mencekik boneka tersebut hingga membuat sang empunya meringis ngeri. Shikaku tertarik dengan salivanya yang elastis. Ia pun menarik saliva itu hingga keluar. Membuat Kushina kian geram. Namun salah satu ekornya tiba-tiba menyala berkedip-kedip. Kushina sesaat takjub.
"Hei lihatlah ekor ke lima ini! Menyala-nyala seperti bintang." Minato hendak memutarnya. Namun, keburu Kushina menyentuh ekor itu, membelainya tanpa sengaja menariknya. Hingga hidung Kurama terbuka. Menampilkan sebuah persegi mini berwarna hitam.
Shikaku mengambil benda tersebut. "Ini seperti disk!" dia memegang disk itu dengan tangan kirinya. Tangan kanannya masih asik memainkan saliva boneka tersebut. Mendengar kata Disk Minato lekas melepaskan jeratannya di leher Kurama hingga boneka itu menutup mulutnya kembali.
"Wadaww! Shimatta!" pekik Shikaku membuat Kushina dan Minato terlonjak kaget.
Jemari Shikaku terjepit dalam mulut Kurama. Lantas Minato pun menolongnya. Akhirnya jemari Shikaku berhasil diselamatkan walau luka-luka menghiasi jemarinya.
"Gila Paman membuat boneka yang sangat keren! Bahkan giginya pun setajam gergaji. Pantas membukanya saja sangat repot. Hahaha Paman Jiraiya memang yang terbaiklah!" jerit Kushina riang seraya mengacungkan jempolnya.
Shikaku hanya mendengus geram. Persetan untuk boneka dan pembuatnya.
xxx
Shikaku berkutat di depan komputernya, membuka setiap data yang ada di disk tersebut dan benar saja. Semua datanya sangat lengkap. Dari mulai lokasi markas sang pembunuh, data anak buah yang berjaga di dalamnya. Denah markas tersebut, hingga bukti rekaman perbincangan kedua orang tuanya yang mengetahui rahasia dari sang pembunuh itu yang tak lain dan tak bukan ialah seorang mafia.
Sebuah rekaman pun diputar. Minato, Shikaku dan Kushina pun mendengarnya dengan seksama.
"Uchiha adalah salah satu perusahaan yang menguasai saham terbesar di negri ini, disamping usaha legal mereka juga menjalani bisnis ilegal. Salah satu dari keturunan mereka adalah seorang Mafia narkoba rangkap senjata ilegal. Dia bergelut di dunia bisnis yang kelam. Hingga detik ini aku belum mengetahui siapa dalang yang menjadi otak dari semua ini. Tak semua keluarga Uchiha melakukan bisnis kotor ini, hanya seorang yang menjalankannya. Dan itu entah siapa! Mereka terlalu licik menyembunyikan identitas bosnya. Aku memperoleh semua hal tentang bisnis kotor ini dari sahabatku dan juga istrinya. Hashirama Tsenju dan Mito Uzumaki. Mereka telah di incar oleh Mafia itu. Menurut cerita Hashirama yang berhasil lolos dari cengkraman mereka. Mobil yang dikendarainya sempat lepas kendali, mungkin itu ulah dari mereka. Mobil Hashirama menabrak pembatas jalan di sebuah jalan tol yang sepi. Aku berhasil mendapatkan rekaman percakapan mereka di dalam mobil. Sebenarnya mereka masih selamat namun para anak buah Mafia tersebut menangkap Hashirama dan istrinya. Menyeret mereka ke sebuah markas."
"Hashirama dan Mito terpisah. Hashirama dipukuli habis-habisan oleh para anak buah Mafia itu. Sedangkan Mito. Hashirama menduga sebelum istrinya dibunuh dia telah mendapatkan pelecehan seksual oleh Mafia itu. Hashirama berhasil kabur, dan tepat di malam itu, dimana hujan turun dengan derasnya aku mengendarai mobilku dari kantor. Seseorang tiba-tiba menyebrang dan sempat menyinggung mobilku walau aku sudah mengeremnya mendadak. Aku langsung turun dan bertemu dengan dia. Hashirama. Dia memberiku disk ini dan menceritakan sejenak tentang kejadian yang baru saja menimpanya dengan istrinya di markas itu. Dia memberiku amanah, untuk lekas membongkar bisnis gelap itu, menjaga putrinya Kushina, dan merubah identitas putrinya secepatnya sebelum Mafia itu menemukan Kushina. Aku dan Hashirama bersahabat baik. Dia lalu menyuruhku pergi secepatnya, dan di detik berikutnya ia menghembuskan nafas yang terakhir. Aku lalu meninggalkan jasadnya dan langsung menemui Kushina membawanya pergi. Informasi lebih lengkap tentang mafia itu tersimpan dalam rekaman percakapan di dalam mobil Hashirama yang tentu aku dapat darinya. Aku terus mengumpulkan informasi tentang pelaku itu dan mengumpulkan menjadi satu dalam disk ini. Semoga kau bisa membongkar siapa pelaku di balik permainan kotor ini. Aku percayakan hal ini kepadamu, Kushina. Selamat ulang tahun. Maaf aku telat mengucapkannya."
Rekaman itupun berhenti. Tubuh Kushina bergetar hebat, itu adalah suara Paman. Sahabat ayahnya yang sudah sangat berjasa dalam kehidupan keluarganya mengangkat misteri menghilangnya ayah dan ibunya.
"Paman!" pekik Kushina tercekat, Minato tergerak untuk lekas membantunya. Ia merangkul bahu Kushina, gadis ini benar-benar terpukul. Tubuhnya bergetar hebat, peluh dingin membanjiri pelipisnya. Di detik berikutnya ia tak sadarkan diri.
xxx
Malam telah menyelimuti cakrawala, di luar terlalu banyak manusia yang telah bersiap membenamkan diri di alam mimpi namun tidak bagi tiga pemuda ini. Dibantu Shikaku yang mengurus semua data itu untuk bisa segera diproses oleh polisi. Pun sahabatanya Fugaku yang rupanya telah mencurigai adanya bisnis kotor dalam keluarganya. Dan Minato yang mengurus pasal pasukan polisi yang akan membantu penyerbuan dadakan itu. Di saat seperti ini, harus dia akui. Dia butuh bantuan Ayahnya—Kepala Kepolisian Konoha. Dan itu membuatnya muak.
Beruntung, kali ini sang Ayah berpihak kepadanya. Sembari menunggu matahari terbit, Shikaku, Fugaku, Minato dan komandan yang dipercayai tangan kanan Ayahnya itu pun menyiapkan strategi penggrebekan.
Saat ini Kushina masih tak sadarkan diri di salah satu kamar tamu di rumah Shikaku. Tepat matahari masih condong ke timur. Strategi telah usai di bangun. Kini hanya tinggal menunggu malam hari untuk pengrebekan dan perintah langsung dari pihak kepolisian teratas.
Minato berjalan menghampiri kamar yang ditinggali Kushina. Disana ia melihat gadis yang sangat rapuh tengah terbaring dengan fakta tentang keluarganya yang menikam kepala remajanya.
Minato menutup pintu kamar tersebut, berjalan menghampiri ranjang itu. Dan menarik kursi untuk duduk di sisi Kushina. Ia menggengam tangan gadis yang hanya terpaut 5 tahun dari usianya itu.
Dia mulai meracau. "Hei Kushina! Bangunlah! Aku akan melindungimu! Kau akan baik-baik saja karena aku yang akan selalu berada di depanmu. Melindungimu. Aku tak ingin kehilangan dirimu, aku sangat mencintaimu Kushina! Aku berjanji akan selalu ada disisimu melindungimu! Jangan khawatir, tomatku sayang!" Minato mengecup buku-buku tangan Kushina.
Mata Kushina menampilkan guratan, tubuhnya bergerak gusar seketika ia mulai meracau.
TBC...
A/N : whooaa fiuh akhirnya nyampe juga di chap 3.. ampun dah Nami ngebut minna... moga typonya dikit ya... yosh Mind to REVIEW?
- Kuronami-71 -
Jum'at, 8 Juli 2016
