Notes: nachan kembali! Setelah sekian lama mendekam garagara WB tingkat akut, saya kembali mengepost fic, yang mudahmudahan bisa menghibur.. okok?
Tale: 3
Chara: Chibi team 7
Warning: OOCness, OOCness, OOCness, fluffiness, Cadel R!Sasuke, Cadel S!Naruto, Doraemon crossover, more OOCness.
-
-
Trivia
Antara Pak Tani, Doraemon dan Akatsuki
Alkisah, di suatu siang yang terik, panas, dan bikin keringetan, tersebutlah tiga orang anak yang masih sangat imut, yah... berumur sekitar lima tahunanlah.
Mereka bertiga sedang duduk-duduk siang di sebuah lapangan rumput di tengah kota. Lapangan rumput itu terletak diantara rumah-rumah penduduk, dilengkapi dengan tiga buah pipa jumbo yang disusun berbentuk piramid, dan tak lupa disebutkan bahwa lapangan itu terletak dibelakang rumah bapak-bapak setengah baya botak dan berkumis, dan paling sewot kalau kaca jendelanya pecah gara-gara bola baseball anak-anak.
Apa? Itu lapangan legendaris yang ada di Doraemon? Terserahlah.. Pokoknya lapangannya begitu.
Ehm... kembali lagi ke tiga anak imut yang sedang duduk berjejeran di pipa jumbo itu...
"Eh, eh... Panas yaaa..." Si cewek berambut pink yang bernama Sakura itu curhat.
Si cowok berambut pirang jabrik a.k.a Naruto menimpali. "Iya, iyaa..."
Mereka berdua menoleh ke satu anggota lagi, si cowok berambut hitam, menunggu. Akhirnya si cowok berambut mirip buntut ayam bernama Sasuke ini ikutan menjawab.
"Iya. Panas." Singkat, padat dan jelas.
"Eh, eh... Main yuk!" Sakura mengajak kedua temannya antusias.
"Main apa?" Naruto nanya. Sasuke cuma menoleh singkat.
"Main siapa yang goyang kena cubit!" Sakura menuntaskannya dengan penuh semangat. Naruto memandang Sakura dengan bingung. Sedangkan Sasuke, yah... terus menjalankan amanat ayahnya bahwa seorang Uchiha harus stay cool.
"Tapi tapi... kita harus nyanyi dulu sambil tepuk tangan! Baru deh diem kayak patung, ujungnya siapa goyang kena cubit! Seru kan?!" Jelas Sakura maksa.
Naruto melongo. Otak lima tahunnya kurang bisa menerima penjelasan sesingkat itu.
Lama-lama Sakura kesel juga melihat temen-temennya mendadak pendiam.
"Gini deh. Kalian kalo main tepuk tangan tau gimana caranya kan?" Naruto dan Sasuke mengangguk patuh. Sakura tersenyum puas bak seorang ibu yang melihat anaknya bisa ke toilet sendiri.
"Nah, kita mainnya sambil nyanyi gitu!"
"Oooooohhh..." Jawab mereka berirama.
"Tapi-tapi, aku gak bica nyanyi Cakura chan... gimana dong..." tanya Naruto dengan polosnya. Sasuke manggut-manggut mengiyakan.
"Aah..pokoknya gampang deh!"
-
-
Akhirnya yang bermain adalah Sakura dan Sasuke, yang merasa pernah melihat kakaknya, Itachi bermain permainan ini bersama Sasori dengan riangnya.
"Pak...Pak tanii... pak tani beli kerbau..." Sakura mulai bernyanyi sambil tepuk-tepukan tangan sama Sasuke.
Tiba-tiba Sasuke menyetop permainan. "Sakula... ngapain pak taninya beli kelbau?" Tanyanya, sukses menghancurkan image coolnya.
Karena Sasuke yang nanya, Sakura senyum-senyum manis. "Karena emang kayak gitu mainnya. Ayo lanjut."
"Paak...pak tanii.. pak tani beli kerbau... Kerbaunya goyang-goyaaang..."
Naruto ngakak. "Ngapain kerbaunya goyang-goyang, Cakurachan?" Sasuke menahan ketawa.
Sakura mendelik tajam. Naruto jiper. "Iya deh..iyaaa..."
"Paak...pak tanii.. pak tani beli kerbau... Kerbaunya goyang-goyaaang...Pak tani beli layang... Layangnya—,"
"Ih...pak taninya kurang bahagia yah... beli-beli layangan..." Potong Naruto, namun buru-buru diam.
"Ehm...Pak tani beli layang. Layangnya putus-putuuuss... pak tani beli tikus... Tikusny—,"
"Ngapain dia beli tikus? Tikus kan hama padi. Ntal padinya dimakanin tikus doong..." Sela Sasuke dengan pinternya. Naru mengangguk sok ngerti.
Sakura berusaha cuek dan menarik tangan Sasuke buat main tepukan lagi.
"Tikusnya mati-matiii... pak tani beli roti. Rotinya—,"
"Hueeeee..." Naru merengek. "Tikusnya kaciaaaann... Kok matiii.... hueeee... gara-gara pak tani deeehh...gak mau kaci makaaann..."
Sakura dan Sasuke pada nyuekin. Ntar juga bakal diem sendiri.
"Rotinya keras-kerasss... pak tani beli beras—,"
"Ngapain dia beli belas, Sakula? Kan dia pak tani. Pak tani nanem belas doong... masa dibeli?" Sasuke menyela lagi, unjuk kepinteran. Naruto cegukan abis nangis.
Karena ini fanfic, beberapa urat berbentuk siku-siku muncul di kepala Sakura. Namun dia tetap melanjutkan. Sasuke pun tetap ikut tepukan walaupun dicuekin.
"Pak tani beli beraaas... berasnya kotor-kotor. APA?! MAU NYELA LAGI??!" bentak Sakura galak begitu melihat gelagat Sasu dan Naru yang membuka mulutnya.
Mereka berdua menggeleng secepat mungkin ketakutan.
"Berasnya kotor-kotooor... Pak tani beli motor."
"Ih...Naluto. Pak taninya goblok yah. Belasnya kotol kok malah beli motol? Kenapa gak dicuci aja yah?" Sasuke bisik-bisik ke telinga Naru. (?)
"Iya iya! Pak taninya kelebihan duit kali?" Naru balas berbisik (dengan mesra.-ngga lah! XD)
"IIH! Kalian nyebelin! Udah! Aku gak mau main lagi! Aku ngambek!" Sakura mendorong Sasuke sekuat tenaga, menyilangkan lengannya, memajukan bibirnya. Ngambek.
"Yaaah...Cacuke ciiih...Cakura ngambek tuuuh..." Naruto mendorong Sasuke.
Sasuke balas mendorong Naru. "Eh, kok aku? Kan kamu duluaaan..."
"Kamu!"
"Kamu!"
"Kamuuuuuu....Bujuk Cakura gih cana!"
Sasuke memonyongkan bibirnya, sebel. Akhirnya dia mengalah dan membujuk Sakura.
"Sakula...maaf yaaa.. aku masi mau dengel kelanjutannyaa..." Bujuk Sasuke dengan puppy eyes legendaris.
Sakura tersenyum lebar. "Tapi janji ga motong lagi yaaa..." Sakura mengeluarkan kelingkingnya. Sasuke mau tak mau mengangguk dan menautkan kelingkingnya.
"CIEEEEEEEEEEE....CUITCUIIIITTT....CO CWIIIITTTT..." Goda Naru norak.
"Ehm...sampe dimana tadi? Oh iya. Pak tani beli motor. Motornya rusak rusaaaak...Pak tani beli rujak. Rujaknya jatuh-jatuuuh..."
"Kok jatuh? Kantongnya bolong ya?" Tanya Naru bandel.
"Rujaknya jatuh-jatuuuhh.. Pak tani JATUH CINTA!" Sakura mengakhiri tepukannya dengan Sasuke, diakhiri dengan lirik yang nonsens. Sasuke bengong. Naru apa lagi.
"Iiih...kok bica??? Emang kalo rujak jatuh, kita bica ikutan jatuh cinta??" Tanya Naru.
"Sama siapa dia jatuh cinta? Sama lujak?" Sasuke lebih ngaco lagi.
"Pokoknya liriknya gitu!" Sakura meraih kedua tangan Sasuke dan mengoyangkannya kiri-kanan.
Sasuke kaget tangannya digoyang-goyang. Tapi justru Naru yang reaksinya paling heboh.
"Ih ih! Cakurachan porno iiihh... pornoooo... pegang-pegang tangan Cacuke!" Teriaknya berlebihan sambil nutupin mukanya pake tangan. Yah... namanya juga anak-anak.
Sakura kaget dituduh dengan noraknya. 'Porno.' Sasuke langsung menarik tangannya cepat, ketakutan.
"Naru apaan siiih... emang gitu mainnyaaa! Sasuke siniin tangannya!" Bentak Sakura. Sasuke takut-takut menyerahkan tangannya.
"Wang wangsit, siapa goyang kena cubit!"
Sakura diam tak bergerak. Sasuke ikutan diam.
Naruto melihat mereka bergantian dan teringat pada tugasnya. Menggoda mereka sampai ketawa.
"Eh-eh Cacuke! Aku liat Itachi nari balet sama Kisame loooh..." Katanya maksa. Sasuke anteng.
"Huuh.. Cakura-Cakura! Tadi aku liat Ino rambutnya kejepit pintu!" Dustanya sadis. Sakura hampir memutar bola matanya atas joke Naru yang payah.
"Cacuke! Itachi sekarang lagi main lompat tali sama Doraemon!" Sasuke mendengus tapi gak jadi.
Naru pantang menyerah. Bohlam tiba-tiba muncul diatas kepalanya, menyala terang. Naru kaget. "Ih, ini bohlam darimana yah? Lumayan ah. Buat gantiin lampu di wc rumah." Katanya santai sambil memasukkan bohlam ajaib itu ke dalam sakunya.
"Cakura! Aku punya foto Cacuke dalam 365 poce loh! Termacuk yang lagi tidur, mandi, dikelonin Itachi cebelom tidur dan ngupil yang limited edition!" Ungkapnya sambil memamerkan album mini yang entah datang dari mana ke muka Sakura.
Secara otomatis Sakura merebut album itu dengan nafsu. (?)
"CAKURA KALAAAHH!!! CUBITIIIIN!!!" Seru Naruto dan mencubit tangannya sadis.
"Aduuh! Naru nyubitnya niat amat siih?" Sakura meringis.
Sasuke ikutan mencubit kecil Sakura, entah karena nafsu membunuhnya lebih tinggi ke Naruto ato emang ngga bisa nyubit.
"Huahahahahaha... Cacuke nyubitnya kaya ceweeeek!" Naruto ngakak. Sakura cuek, serius memandangi satu demi satu foto Sasuke.
Muka Sasuke bersemu merah. "Biarin! Eh, siniin fotonyaaaa..." Namun wajahnya didorong Sakura dengan sebelah tangan, sehingga tangan pendeknya tidak bisa menggapai album nista tersebut.
"Kamu dapet foto itu dali mana sih?" Tuntut Sasuke.
"Dari Itachi dong!" Jawabnya bangga.
-
-
Disuatu tempat...
"Kisame! Lanjutin nari baletnya yuk! Doraemonnya udah pulang pake pintu kemana saja tuh."
"Ayok! Kita nari Four Seasons yah! Kamu jadi Spring, aku Summer, Sasori Fall, Deidara Winter!" Kisame merapikan tutu-nya. Sedangkan Deidara membantu Sasori memasang toe shoes-nya.
"Eh...kok tiba-tiba aku merinding yah?" Itachi memegang tengkuknya. "Terakhir aku begini, malamnya Sasuke mengejarku sambil mengacungkan fuuma shuriken toodler edition..."
"Itachi! Jadi nggak?"
"Eh... iya deh..." Jawabnya sambil mengusap-usap tengkuknya.
-end-
Notes: Bukaan.. Bukan charabashing. Hanya parodi. garing? Emang. Namanya juga crack fic. XD Maaf kalo agak ada hint yaoi... tapi ini pure fluffiness kok. Udah ada warningnya kan? X3
Comment, please? :D
