Naruto: The Legend.
Disclamer: Naruto by Masashi Kishimoto, The Avengers by Marvel comic.
Disclamer: fic Terinspirasi dari The Time Traveler by Rifuki-senpai.
Genre: Adventure.
Rated: M.
.
.o.o.O.o.o.
.
Peringatan: jangan di baca kalau gak suka, silahkan flame asal sopan, maaf Saya belum bisa benerin chapter-chapter yang kemarin soalnya masih sibuk dan lagi masa Aku harus jalan kaki 2km cuma buat benerin chapter amburadul macam fic ini.
.
.o.o.O.o.o.
.
AN: sebelumnya maaf jika di fic ini banyak sekali kesalahan, mulai dari judul gak nyambung, TYPO, kehabisan kata-kata, penyusunan cerita yang kacau, DLL.
Kemungkinan di fic ini akan ada beberapa kalimat yang tidak lengkap Dan maafkan Saya karena belum membalas review dari Kalian semua.
.
Rasanya, Saya juga pengen bikin fic romance hanya saja Saya gak pinter milih kata-katanya.
.
Jika Kalian nanya kenapa Saya ngebuat fic Naruto xover Avenger jawabannya adalah pengen sesuatu yang Beda dan Nekat aja.
.
.o.o.O.o.o.
.
Normal Pov.
Waktu dengan cepat berlalu rasanya berlalu dengan cepat dan tanpa terasa 20 tahun sudah berlalu tanpa ada perubahan apapun, khususnya bagi Naruto yang kini menjadi Abadi dan kini Naruto tampak sedang duduk beristirahat di atas puncak atap gedung STARK yang tampaknya sedang direnofasi ulang, dan jika Kita melihatnya dengan seksama wajahnya terlihat sangat kelelahan, sementara tubuhnya beristirahat jiwanya sedang ada di Mindscape sedang berdiskusi dengan Juubi.
Mindscape On.
Normal Pov.
Muncul di tepian sebuah hutan yang asri, dengan Naruto tampak berjalan memasukinya dengan tampang tak perduli, Naruto terus berjalan menuju ke sebuah lapangan luas yang ditumbuhi suatu Pohon Raksasa dan tampaknya bawah pohon tersebut tampak terlihat Juubi yang sedang berbaring sambil bermalas-malasan.
"Hoy.. Juubi ada apa Kau memanggilku kemari?" Tanya Naruto langsung.
"Naruto, Kau tentunya sudah tau kan, kalau Kita sudah bisa memakai lagi Jutsu Jikukan: Time Travel sekarang apa yang mau Kau tunggu?" Tanya Juubi heran.
"Bersabarlah Juubi, berikan Aku waktu beberapa bulan lagi, paling tidak sampai Natasha bisa lebih Kuat daripada sekarang ini. Memangnya ada apaan sih kok gak biasanya Kau seperti buru-buru pengen pulang?" tanya Naruto penasaran.
"Cie..Cie..Cie.. Ada yang perhatian nih.. Apa Kau menyukainya?" Goda Juubi OOC.
"A-Apa-apaan sih Kau ini, Juubi Aku gak bilang kalau Aku menyukainya!" Tolak Naruto gagap sambil membuang muka kesamping.
"Oh.. Gitu, jadi apa si Natasha ini mengingatkanmu pada Seseorang? Orang yang pernah Kau suka mungkin." Tanya Juubi dengan (sok) penasaran.
"Ih.. Apaan sih.. Udah deh, gak usah mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya Kau memanggilku kemari ada urusan apa?," ucap Naruto mencoba mengganti topik pembicaraan "lagian lewat Telepati kan lebih praktis." Lanjut Naruto lagi.
"Hal yang akan Ku katakan padamu adalah sesuatu yang sangat penting! Jadi gak bisa Aku katakan lewat Telepati." Ucap Juubi tegas.
"Ok.. Silahkan, jelaskan apa maksudmu memanggilku kesini. Jelaskan dengan sejelas-jelasnya!" Ucap Naruto serius.
"Baiklah, Ku minta Kau jangan menyela ucapanku hingga Aku selesai menjelaskannya, apa Kau paham? Naruto." Pinta Juubi serius.
"Baiklah.. Aku berjanji, Aku gak akan menyela perkataanmu sampai Kau selesai menjelaskan apapun yang mau Kau katakan padaku." Janji Naruto tegas.
"Akanku mulai. Pertama, Jutsu Jikukan: Time Travel itu sebenarnya bisa digunakan 10 tahun sekali dan-" Ucap Juubi terpaksa terpotong.
"Aaapa? K-Kenapa Kau berbohong padaku!" Teriak Naruto.
"BIARKAN AKU MENJELASKAN DULU, BOCAH!" Teriak Juubi kesal.
"Maaf.." Ucap Naruto lirih.
"Hah.. Kali ini Kau Ku maafkan, sekarang biarkan Aku menjelaskannya padamu setelah itu akan Ku jawab semua pertanyaanmu. Apa Kau Paham." Ucap Juubi.
"..." Hanya anggukan kepala yang menjadi jawaban dan bagi Juubi itu sudah cukup.
"Jikukan: Time Travel sebenarnya adalah Jutsu untuk perpindahan waktu bukan Dimensi tapi pada saat Kau sedang berada di celah Dimensi Kau pingsan karena kelelahan, jadi Aku mengambil alih kesadaranmu dan sedikit membelokan arah tujuan Jutsu itu," Kata Juubi memberi jeda sejenak "jika Kau bertanya apa alasanku melakukan hal itu maka jawabannya adalah Kau itu nasih lemah meskipun Kau sudah memiliki EMS dan Rinnegan Kau itu masih belum menguasainya dengan benar jadi Aku memberimu jeda 100 tahun untuk berlatih.
Kedua, jika Kau ingin menyempurnakan Jutsu Jikukan ini pergilah Kau ke bekas Reruntuhan desa Uzuhiogakure lalu cari ruang bawah tanah yang menyimpan Gulungan Fuinjutsu Klan Uzumaki lalu pelajarilah semuanya, memang sih akan perlu waktu lama tapi Aku jamin hasilnya akan sangat Sepadan." Jelas Juubi panjang lebar.
".?." Diam.
"Apa Kau ada pertanyaan Naruto?" Tanya Juubi.
"Apa, sekarang Aku sudah lebih Kuat?" Tanya Naruto lirih.
Diam. Juubi hanya diam sambil melihat Naruto yang entah kenapa kini terlihat begitu menyedihkan.
"Kenapa Kau diam? Jawab Aku Juubi!" Teriak Naruto frustasi.
"Fuuuh.. Kau itu memang merepotkan ya Naruto. Sekarang coba Kau ingat-ingat lagi saat sebelum Kita pergi meninggalkan pulau 20 tahun yang lalu!" Perintah Juubi malas.
Diam, Naruto terdiam sambil mencoba mengingat-ingat saat yang terjadi sekitar 20 tahun yang lalu.
Flashback On.
Naruto Pov.
Jika di hitung, dari pertama kali sampai di dunia ini hingga sekarang ini mungkin terhitung sudah lebih dari 70 tahun Aku berdiam diri di pulau ini. Kegiatan yang kulakukan hanyalah berlatih Ninjutsu, Senjutsu, Doujutsu, Kekkai Genkai, Taijutsu, Genjutsu dan semua nama yang berakhiran Jutsu sudah Aku latih.
'Naruto' ucap Juubi. "Ada apa?" Tanyaku. 'Temui Aku sekarang, ada yang ingin Aku katakan' ucap Juubi. "Baiklah." Kataku.
Segera Aku menutup mata dan berkonsentrasi untuk masuk ke Mindscape.
"Hoi.. Juubi ada apa Kau memanggilku?" Sapa dan tanyaku.
"Naruto, sekarang Kau memang hampir menguasai Rinnegan dan EMS. Tapi Ku ingatkan sekali lagi, jangan memaksakan diri, gunakan hanya di saat Kau sudah terdesak selain itu Kau sudah berlatih disini selama lebih dari 80 tahun apa Kau sama sekali gak penasaran sama Dunia diluar sana?" Kata Juubi.
"Eh.. Sudah 80 tahun! Kok gak kerasa ya? Tapi, jika Aku rasa, Aku sudah menguasai EMS kenapa Kau malah melarang dan membatasi Ku dalam menggunakannya?" Tanyaku pada Juubi, kaget.
"Jawabannya Simple karena Kau bukan Uchiha." Ucap Juubi santai.
"Tapi serius, jangan menggunakan Saringan secara berlebihan meskipun Kau memiliki darah Uzumaki serta Cakra besar dan untuk sementara ini Ku harap Kau hanya akan memakai Kamui." Kata Juubi lagi.
"Baiklah Aku akan turuti nasehatmu, tapi sampai berapa lama Aku hanya memakai Kamui saja?" Tanyaku.
"Sampai Cakraku dan Cakramu bisa menyatu secara sempurna!" Ucap Juubi.
"Berapa lama?" Tanyaku, lagi.
"Hm.. Gak lama lagi kok. Kau cuma harus menunggu sekitar 10 tahun aja." Ucap Juubi santai, banget.
"10 tahun Kau bilang gak lama! Terus selama menunggu Sempurna, Aku harus ngapain coba?" Tanyaku binggung.
"Terserah Kau saja. Kenapa Kau gak keluar dari pulau ini buat ngumpulin informasi? Anggap saja masa 10 tahun ini sebagai waktu untukmu beristirahat." Kata Juubi.
"Buat apa Aku keluar dari pulau ini? Lebih baik Aku berlatih disini" ucapku malas-malasan.
"Hoo.. Benarkah? Apa Kau sudah gak pengen?" Tanya Juubi.
"Pengen apa?" Ucapku bingung.
"RAMEN! Sudah hampir 100 tahun loh Kau gak makan Ramen!" Kata Juubi singkat.
"Ramen..! Oh astaga, kenapa Aku bisa lupa." Teriakku heboh.
"Naruto.. Kau berlatih keras hingga lupa sama Ramen? KAMI-sama ini sungguh keajaiban." Teriak Juubi heboh dan seakan gak percaya.
"JUUBI, K-Kenapa reaksimu seheboh ini sih?" Tanyaku sweetdrop.
"Wajar saja Aku heboh! Karena menurut ingatan yang kudapat dari Kurama. Seorang Uzumaki Naruto gak akan pernah bisa hidup tanpa Ramen!" Terang Juubi.
"Ish, Kau benar.. Aku terlalu fokus untuk latihan sampai-sampai melupakan Ramen." Ucapku lesu.
"Naruto waktumu di dunia ini hanya tinggal 20 tahun lagi loh! Apa Kau gak penasaran sama rasa Ramen di dunia ini?" Bujuk Juubi.
"Memang sih, Aku penasaran tapi kan Kita cuma perlu bersabar sedikit lagi.." Kataku mengaku.
"Benarkan, jadi tunggu apalagi Naruto.. Tapi jika Kau sungguh mau menjelajahi seluruh dunia ini, Aku rasa waktu 20 tahun gak akan cukup. akan lebih baik Kau menggunakan Moku Bunshin untuk mengumpulkan informasi." Saran Juubi.
"Bukannya jika menggunakan Moku Bunshin dalam jarak tertentu akan menarik Cakra lebih banyak dari yang seharusnya sama seperti Kage Bunsin? Dan Kau menyuruhku menggunakan Moku Bunshin apa tidak berlebihan?" Tanyaku.
"Kau memang benar Naruto, Moku Bunshin memang akan menarik Cakra jauh lebih banyak dalam jarak, tapi apa Kau lupa kalau Kau yang sekarang hampir memiliki Cakra tanpa batas, dan lagi Kau kan sekarang punya DNA Hashirama Senju, kenapa Kau gak coba ciptain Zetsu versi darimu!" Usul Juubi.
"Benar juga katamu sih, tapi masa sih nyiptain Zetsu bisa semudah itu? Bukankah sebelumnya Kita harus punya Laboratorium dulu?" Ucapku.
"MA-KA-NYA! Pergilah, keluar dari sini dan apa Kau berpikir Kita nyiptain Zetsu cuma buat nyari info di Dunia ini!" Kata Juubi.
"Memangnya buat apalagi coba? Ok, katakanlah Kita berhasil nyiptain Zetsu, tapi tetap aja itu akan butuh cukup banyak waktu! Dan Kita, seperti yang Kau bilang cuma punya waktu kurang lebih selama 20 tahun, apa Kau pikir itu cukup?" Kataku panjang lebar.
"Kenapa Kita gak coba buktikan! Lagian punya piaraan Zetsu itu banyak manfaatnya kok. Coba deh Kau pikir-pikir lagi?" Bujuk Juubi.
"Ingat-ingat Apa?" Tanyaku bingung.
Sambil nepuk jidatnya dengan kaki Kirinya Juubi mulai menjelaskan "Astaga, Kau kemanakan Otak Namikaze-mu itu? Baiklah akan Ku jelaskan beberapa fakta, yang mungkin tak pernah Kau sadari."
"Baiklah jelaskan dengan lengkap, Jangan ngasih info sepotong-sepotong gini!" Pintaku.
Sambil ngacungin jari kaki Kirinya Juubi mulai menjelaskan " yang Pertama, Zetsu mungkin lemah tapi itu semua tertutupi dengan kemampuan-nya dalam mengumpulkan informasi di Dunia Shinobi secara akurat, Kau pikir Madara dapat informasi sampai selengkap itu darimana coba? Kedua, Zetsu mampu melakukan penyamaran dengan begitu sempurna hingga sanggup menipu Ninja Sensor. Ketiga, Tubuh Zetsu adalah medium terbaik untuk Jutsu Edo Tensei. Maka jika Kita punya Zetsu, Kita akan lebih mudah mengumpulkan informasi setelah kembali ke Dunia Shinobi! Apa Kau sudah paham?" Terang Juubi panjang lebar.
"Oh.. Gitu ya.. Aku baru sadar kalo ternyata Zetsu begitu berguna." Ucapku (sok) polos.
"Tentu saja! Juubi gitu loh.." Ucap Juubi sombong.
"Baiklah.. baiklah.. Aku turuti usulanmu Juubi, apa Kau puas?" Ucapku sambil berjalan menjauh hendak keluar dari Mindscapeku ini.
"Oy! Naruto, kalau Kau mau memulai mencari informasi Ku sarankan gunakan Chi-Bunshin dan Henge, Kita gak tau Dunia macam apa yang Kita tempati sekarang!" Pesan Juubi sambil kembali memejamkan matanya(tidur).
Mindscape Off.
"Huh.. Dasar Juubi seenaknya saja main perintah aja," gerutu Naruto.
"Moku-Bunshin no Jutsu" ucap Naruto.
"Poof."
Lalu muncul 3 klon Kayu sempurna Naruto.
"Siap, menerima perintah Bos!" Ucap ke-3 Bunshin dengan kompak.
"Kau, Kau dan Kau masing-masing pergilah ke arah yang berbeda selalu gunakan Henge dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang Dunia ini Waktu Kalian hanya 20 tahun. Kalian Paham." Perintah Naruto.
"Siap Laksanakan! Bos" Seru para Bunshin semangat.
"Laksanakan!" Kata Naruto, lagi.
"Poof" ketiga Bunshin lenyap dengan Shunsin masing-masing meninggalkan Naruto seorang diri.
FlashBack Off.
"Naruto, Hoy Naruto cepat bangun ada yang mendekatimu!" Ucap Juubi menyadarkan Naruto dari lamunannya.
"Trims Juubi, ada berapa orang yang datang?" Tanya Naruto.
"Gak ada cuma satu, Lain kali saja Aku katakan. Sekarang pergi Aku mau tidur, syuuh...syuuh.." Ucap Juubi mengusir Naruto.
Mindscape Off.
Natasha Pov.
Sekarang Aku sedang ada di puncak gedung, setelah melakukan perjalanan yang melelahkan menuju puncak bangunan Stark Tower yang sekarang dalam keadaan rusak, mana lift-nya rusak lagi. Dan lihatlah Dia sekarang malah enak-enakan tidur gak tau Orang lagi capek apa.
"Na.. Nar.. Naru... Naruto." ucapku mencoba membangunkan Naruto.
"Naru.. Ayo cepat bangun!" Kataku sambil menggoyang-goyang tubuhnya dengan sedikit lebih keras.
"Eeengh, 5 menit lagi.." cuma itu suara yang terdengar dari mulut Naruto.
"N-A-R-U-T-O! Cepat Bangun!" Teriakku Keras tepat di lubang telinganya sambil mengguncang-guncang tubuhnya dengan keras.
"Aaarrrggh... Telingakuuu!" Teriak Naruto terloncat Kaget.
"Na-chan Kau tega..." Kata Naruto mewek.
"Salahmu sendiri, Kau sudah kucoba bangunin dari tadi, gak bangun-bangun juga. Rasain." Ucapku ketus.
"Lagian Kau ini, kenapa sih! Pake acara pamer Kekuatan segala?" Tanyaku tetap ketus.
"Ya.. Mau gimana lagi, apa Aku hapus aja ingatan Mereka semua gampangkan?" Ucap Naruto enteng.
"Naru, tadi Kau bilang mau melatihku. Apa benar?" Tanyaku penasaran.
"Ya." Balas Naruto.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Karena, selama 3 bulan Aku mengamati Kalian, cuma Kau yang hanya mengandalkan kekuatan fisik saja." Terang Naruto.
"Hanya karena itu saja?" Kejarku ngotot.
"Yaah.. Alasan sebenarnya kenapa Aku ingin melatihmu adalah Aku ingin Kau mengasah kemampuan beladiri-mu," Ucap Naruto "gak akan lama kok cuma 3 bulan saja." Lanjut Naruto.
"Siapa saja yang akan Kau latih? Jangan bilang cuma Aku saja!" Tanyaku gak percaya.
"Ya.. Begitulah hahaha..." Kata Naruto sambil tertawa.
"Kenapa cuma 3 bulan? Memangnya Kau mau ngajarin Aku apa? Apakah nanti latihan Ku akan sama seperti latihanmu dulu?" Tanyaku bertubi-tubi.
"Wow, Wow, Wow... Sabar Na-chan, sabar akan Ku jawab satu-satu. Aku akan mengajarimu Senjutsu untuk memperkuat dan mempercepat teknik bertarungmu. Kalau soal bagaimana caraku akan melatihmu. Kau Pasti sudah tau jawabannya, kan? Kenapa cuma 3 bulan, Hm apa Kau bersedia menjalani Latihan Neraka bersama Ku? Na-chan." Terang Naruto panjang lebar.
Apa Kalian pengen tau bagaimana tampangku sekarang, pada saat Aku tau Naruto berniat mengajariku Senjutsu, Aku merasa sangat bersemangat, tapi disaat bersamaan Aku mulai merasa Takut jika mengingat kembali seperti apa teknik Naruto dalam berlatih. Oh Tuhan semoga saja Aku masih waras saat selesai pelatihan nanti.
Aku rasa, sekarang adalah waktunya bernegoisasi dengannya jika tidak Aku gak bisa bayangin gimana Nasibku nanti.
Pov. End.
Normal Pov.
"Naru.." Panggil Natasha pelan.
"Apa ada pertanyaan? Na-chan." Balas Naruto.
"Gimana kalau Kita kembali ke Markas SHIELD. Sekalian Aku mau minta ijin pada Kapten." Pinta Natasha ragu.
"Kupikir, sewaaktu Kau datang kesini Kau sudah dapat ijin dari Bosmu. Ternyata belum ya." Kata Naruto.
"Kalau ijin sih sudah, tapi Aku kan tetap harus pamitan dulu!" Kata Natasha ngotot.
"Haaa... Baiklah, pegang tanganku sekarang dan tutup matamu!" Perintah Naruto.
"Untuk apa?" Tanya Natasha heran.
"Agar lebih cepat sampainya," Ucap Naruto,"lagian tinggal pegang tangan sambil tutup mata. apa susahnya sih?" Lanjut Naruto heran.
"Memangnya Kau mau apa?" Tanya Natasha, lagi.
"Argh... Brisik." seru Naruto sambil mengaktifkan EMS di mata kanannya dan menggunakan 'kamui' untuk menghemat waktu.
'Srruut'
"E-Eh.. APA-APAAN INI, Naru! Apa yang terjadi?" Teriak Natasha panik saat Dia sadar kalau setengah dari tubuhnya mulai menghilang terhisap Black Hole yang muncul dengan tiba-tiba.
"Na-chan Kau tenang saja, Aku melakukannya untuk menghemat waktu perjalanan." Ucap Naruto santai.
.
Di saat yang sama namun beda tempat.
Di dalam ruangan Rapat yang kini di isi oleh beberapa Orang yang tampaknya sedang melangsungkan diskusi penting, kira-kira beginilah percakapan berlangsung.
.
"Steve, apa Kau yakin, gak apa-apa ngebiarin Tasha pergi sendirian?" Tanya Tony.
"Iya, masa Kau sama sekali gak kawatir sama Natasha sih." Sahut Dr. Banner menambahi.
"Kalian, bisakah tenang sedikit!" Kata Nick Fury.
"Tony! Bagaimana hasil data yang Ku perintahkan apa sudah keluar?" Tanya Nick Fury pada Tony Stark.
"Tapi mungkin Kalian gak akan percaya ini!" Ucap Tony sok misterius.
"Memangnya bagaimana hasilnya?" Tanya Steve Hawk Eye penasaran.
"Baca saja sendiri sampai selesai." Ucap Tony sambil menunjuk beberapa lembar kertas yang tergeletak di tengah meja ruang rapat.
Beberapa saat kemudian setelah semua Orang selesai membaca lembar analisa.
"Mustahil.." Ucap Hawk Eye.
"Gak bisa dipercaya!" Kata Steve.
"Jangan bercanda!" Kata Nick Fury sambil membanting kertas hasil laporan dimeja.
"Apa Kau pikir Aku berbohong! Waktu pertama kali membaca saat hasilnya keluar Aku juga gak percaya dan Aku juga sudah menyuruh JARVIS menghitung ulang berkali-kali tapi hasilnya yang keluar tetaplah sama." Terang Tony.
"Tapi, bagaimana mungkin ada Orang yang sanggup menciptakan sesuatu Sekuat itu hanya dalam beberapa detik?" Tanya Dr. Banner heran.
"Kenapa, Kita gak minta Natasha buat nanyain gimana caranya?" Usul Tony error.
"..."
"..."
Hening.
Pada saat Mereka berniat melanjutkan diskusi, saat entah bagaimana caranya tiba-tiba muncul pusaran Black Hole yang tampak semakin lama semakin besar dan tak lama kemudian keluarlah Dua Orang yang tak lain adalah Naruto dan Natasha yang tampak pucat pasi.
"Kalian bagaimana bisa..." Teriak Mereka kompak.
.o.o.O.o.o.
TBC.
AN: gimana? Ficnya bagus atau jelek? Saya mulai kehilangan minat buat publish fic baru lagi.
Oh iya, silahkan Komen apa saja, flame juga gak apa-apa asalkan sopan, silahkan. Kalau boleh tanya kemarin yang menang Piala Dunia itu siapa ya?
.
.o.o.O.o.o.
.
