"Paman Felixx!" Bee berlari kearah Felix yang baru saja memasuki ruangan tempat tinggalnya.

"Hei putri kecil" Felix segera membawa tubuh kecil Bee kedalam pelukannya dan mencium bibir mungil itu ganas, ya ganas!

"Ahh... Paman, aku mau mandi" ujar bee setelah bibirnya bebas dari kuluman serigala lapar.

"Ayo kita mandi, paman juga sudah tidak sabar ingin memandikanmu"

Felix melangkah menuju salah satu kamar tempat biasa ia menginap bila berada di tempat ini, dengan tangan yang tidak berhenti meremas bokong kecil di gendongannya dan bibirnya yang mencium bahkan menjilati leher jenjang Bee.

"Paman, nanti jilat dan cium aku lagi ya... Aku juga mau minum susu asin paman lagi..."

"Kau akan mendapatkannya sayang"

Sudah seminggu lamanya sejak Felix pertama kali melecehkan Bee, sudah banyak hal yang mereka lakukan, bee juga semakin mahir dalam hal memuaskan pasangannya. Yahh semua berkat ajaran Felix dan tentu saja keinginan dari bee sendiri karena terlalu sering melihat Mommy-nya bercinta dengan banyak lelaki.

Sekarang bee akan terus mencari Felix setiap ia ingin mandi atau buang air, karena bila bersama Felix, semua akan terasa nikmat! Dan sekarang Felix sudah sangat tidak tahan, seminggu sudah cukup baginya menahan hasrat memerawani Bee, lubang bee juga sudah ia latih setiap hari agar saat ia memasukkan penis besarnya, bee tidak akan terlalu terkejut dan kesakitan.

Kenapa Felix mau menunggu selama itu hanya untuk memerawani seorang anak kecil? Tentu saja! Karena Felix ingin Bee ketagihan dan tidak trauma dengan sex, Bee harus menjadi seorang jalang profesional!

"Paman paman! Penis paman sudah tegang atau belum? Kalau belum biar aku jilat" lihatlah, hanya dalam seminggu Bee sudah menunjukkan perubahan yang sangat besar, awalnya tidak tahu apa-apa, sekarang malah ia yang meminta.

"Kau ingin susumu sekarang? Tidak ingin paman jilat dulu?"

"Emmmm aku mau susu! Nanti kalau lelah paman gantian menjilatiku..."

"Hahaha baiklah putri kecil"

Felix menurunkan bee dari gendongannya saat mereka telah berada di dalam kamar mandi. Bee dengan sigap langsung membuka celana dan celana dalam Felix, mengeluarkan sebuah benda besar dan panjang akan akan memberikannya susu.

Felix mengelus kepala bee saat bee mulai memainkan penisnya, mengocok perlahan sebelum memasukkannya ke dalam mulut kecil miliknya.

Walau tidak bisa masuk seoenuhnya tapi bee sudah sangat paham apa yang disukai Felix. Ia akan mengurut batang penis Felix yang tidak bisa masuk kedalam mulutnya. Sesekali menggoda bola kembar dan kembali mengurut batang itu.

"Auhhhh tidak salah aku memilihmu, kau memang berbakat menjadi jalang"

Beberapa menit dibutuhkan sampai akhirnya Felix meledak memberikan susu hangat tepat di dalam mulut Bee.

"Arrhghhh"

"Ahh paman enak"

Felix menunduk melihat bee yang sedang menjilati penisnya, membersihkannya dari sisa-sisa sperma. Beberapa jilatan sampai penis Felix benar-benar bersih, Bee mengangkat wajahnya dan tersenyum manis. Berdiri dan menarik Felix keluar dari kamar mandi. Membaringkan dirinya sendiri, tidak lupa sebelumnya membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Dengan kedua kaki yang mengangkang lebar siap menerima apapun yang akan Felix lakukan padanya.

"Paman, jilat aku!"

Felix menyeringai melihat tingkah jalang kecilnya. Tanpa membuang waktu, Felix segera melesakkan wajahnya ke vagina Bee. Menjilat, mengulum, mengigit kecil, apapun yang ia mau.

Bee menggelinjang saat ia kembali merasakan sensasi menyenangkan yang akhir-akhir ini selalu Felix berikan padanya. Sungguh membuatnya ketagihan.

"Ahhhh"

Bee berteriak kecil saat Felix memasukkan dua jarinya sekaligus, ia memang sudah terbiasa, tapi tetap saja rasa kaget itu tidak bisa hilang. Dua jari keluar masuk vagina dan klitoris yang tidak berhenti digoda oleh lidah Felix membuat bee semakin melayang, bahkan ia sampai tidak sadar bahwa sekarang sudah 4 jari Felix yang masuk kedalam vaginanya. Rasa nikmat ini membuatnya lupa akan segala hal.

Gerakan tangan Felix semakin lama semakin cepat saat dirasa bee yang akan mendapat klimaksnya.

"Ah paman paman paman aahhhh ngghh aaaaaaa!!"

Dengan tiba-tiba, Felix mengeluarkan keempat jarinya dan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih besar, panjang, berurat, dan tentu saja lebih nikmat. Bee sama sekali tidak sempat merasakan rasa sakit saat selaput daranya robek, karena disaat Felix memasukkan penisnya saat itu juga bee mendapat klimaksnya. Rasa sakit yang tertutupi rasa nikmat.

Namun Felix sama sekali tidak memberi kesempatan bagi bee untuk menikmati pelepasannya, ia dengan segera menggerakkan pinggulnya mengeluar masukkan penisnya dalam vagina yang terasa sangat ketat itu. Bergerak brutal, tidak mempedulikan bee yang mendapat multi-orgasme karena penisnya.

Selama hampir sepuluh menit Felix mengaduk isi vagina bee dengan penisnya sampai akhirnya ia mendapat klimaks yang sangat memuaskan. Membuang semua spermanya ke dalam vagina bee, tanpa ingin ada yang keluar sedikitpun.

Keduanya sama-sama terdiam dengan nafas yang tidak beraturan. Felix masih membiarkan penisnya berada di dalam vagina bee, karena memang dirinya sama sekali tidak berniat menyelesaikan permainan ini hanya dalam satu ronde, ia ingin menikmati vagina bee sepuasnya setelah menunggu selama satu minggu agar bisa merasakan jepitan vagina mungil ini.

"Paman, aku lelah"

Bee sedikit mengubah posisinya mengakibatkan penis Felix yang masih berada di dalam vaginanya sedikit tertarik keluar, tapi Felix tidak akan membiarkan penisnya kedinginan, saat dirasa bee telah menemukan posisi nyaman, ia menggerakkan pinggulnya membuat penisnya yang tadi tertarik keluar kini kembali masuk kedalam vagina bee.

"Nghhhh... aku lelah, tapi ini nikmat paman"

"Ini memang nikmat" jawab Felix singkat.

"Akhirnya bee bisa seperti Mommy, pantas saja Mommy selalu melakukannya setiap hari, ini sangat menyenangkan paman..."

"Kau juga bisa merasakannya setiap hari putri kecil, aku akan dengan senang hati melayanimu"

"Hehehehe" Bee tertawa senang mendengar ucapan Felix. Membayangkan dirinya bisa merasakan rasa nikmat ini setiap hari membuatnya bersemangat.

"Paman paman, besok aku sekolah lo, di TK A" seperti anak kecil pada umumnya, yang akan mengadu apapun yang terjadi pada mereka.

"Benarkah? Kalau begitu paman akan memberimu hadiah"

"Hadiah? Mau mau!" Bee melonjak senang tidak sadar dengan penis di dalam vaginanya yang sudah kembali mengeras, dirinya yang tidak bisa diam membuat penis itu semakin cepat mengeras.

Felix mengubah posisi bee menjadi menungging dengan penisnya yang tetap tidak ia keluarkan. Memang susah, tapi sensasi terpelintir pada penisnya membuatnya semakin menggila. Tanpa aba-aba langsung menggenjot brutal vagina bee.

"Angghh pamannhh"

Bee hanya bisa mendesah keras saat vaginanya kembali di aduk kasar oleh penis Felix. Tangannya meremas apapun yang bisa ia gapai berusaha mengalihkan rasa nikmat yang terus mendera.

"Ahh nikmat"

"Ahh anghh pamanhh hahhh"

Geraman Felix dan desahan bee menyatu dengan suara benturan kulit mereka. Felix menarik bee untuk melakukan badannya, ia ingin melumat bibir mungil itu.

Penis menghentak kasar vagina bee, tangan kiri bermain dengan klitoris bee, tangan kanan yang memeluk sekaligus memelintir puting mungil bee, dan bibir yang saling melumat tidak mau kalah.

Kenikmatan yang Felix berikan pada seluruh tubuhnya membuat bee lagi dan lagi kecolongan, ia kembali mendapatkan klimaksnya disaat Felix yang bahkan sama sekali belum memberikan tanda-tanda akan keluar.

"Aaaahhhhhhh!"

Felix membalik badan bee kembali berbaring sebelum dirinya melanjutkan misinya mencari kepuasannya sendiri.

Sampai akhirnya sepuluh menit kemudian bee dan Felix sama dan mendapatkan pelepasan mereka.

Felix mencium lembut bibir bee dan mengangkat tubuhnya menuju kamar mandi. Felix belum puas dan ingin melanjutkan rondenya di kamar mandi.