Naruto to Tayuya Tomoni Iru
Story: NARUTO
Genre: Romance, Ninja, Matrial Art.
Rate: T-M
Pair: Naruto,.Tayuya
Episode 03. Naruto menjadi murid Orochimaru.
By: Azainagamasa53 dan NaruSona.
Naruto yang sudah melakukan hal itu langsung pergi meninggalkan desa bersama dengan Tayuya yang berada di gendongannya.
Selang waktu beberapa menit kemudian Shikamaru pun terbangun dari pingsannya Sasuke keluar dari gentongnya, mereka berdua saling menatap satu sama lain dan nampak kebingungan.
"Sasuke" panggil Shikamaru.
"Hem" sahut Sasuke.
"Kita ada dimana?" tanya Shikamaru.
"Entahlah" jawab Sasuke.
"Kalau begitu kenapa kita ada disini?" tanya Shikamaru lagi.
"Aku tidak tau" jawab singkat Sasuke.
"Kalau begitu bagaimana kalau kita pulang saja" sahut Shikamaru.
"Em" sahut Sasuke dan akhirnya mereka berdua berjalan menuju desa konoha, mereka lupa akan keberadaan Naruto dan tujuan mereka yang berada di hutan tersebut.
Sementara itu di tempat sang tokoh utama terlihat sedang bersantai dengan tenang, ia berjalan menggendong Tayuya yang sedang pingsan, selang beberapa menit kemudian Tayuya tersadar, ia membuka matanya, ia kaget melihat dirinya digendong oleh musuhnya, ia ingin berontak, namun tidak bisa, se akan akan otot otot tubuhnya terkunci.
"Egh! Apa yang kau lakukan padaku Koso gaki?!" tanya kasar Tayuya pada Naruto.
"Aku, hanya menyegel pergerakanmu saja" jawab santai Naruto dengan tampang tanpa dosannya lalu dengan tenang menyandarkan Tayuya di pohon besar di sampingnya.
"Ka kau! Berani sekali kau melakukan hal itu padaku, lalu apa lagi yang ingin kau lakukan padaku koso gaki?!" tanya kasar Tayuya pada Naruto.
Naruto yang ditanyai seperti itu hanya masang tampang enteng enteng saja, ia tidak terlalu peduli dengan apa yang akan terjadi, lagi pula Tayuya juga terkena Fuin jutsu miliknya jadi gadis itu tidak akan bisa menyerangnya, yah sebenarnya tanpa Fuin jutsu sekalipun Naruto juga bisa tenang kenapa karena tulang gadis itu banyak yang patah.
"Hoy kau dengar tidak?! Dasar bocah kurang ajar! Cepat bebaskan aku!" Tayuya terus mengumpat dan berteriak teriak, Naruto yang awalnya hanya santai santai saja menanggapi nya langsung pundung, ia tidak bisa bersantai karena teriakan teriakan yang memekikkan telinga dari mulut Tayuya itu.
'Ini cewe mulutnya tidak pernah disekolahkan atau apa, kata katanya kasar sekali?' batin Naruto sambil menatap ke arah gadis ninja Otougakure.
"Saat ini Sasuke Uchiha sedang kembali ke desa, ia menipu kalian semua, karena merasa sudah bisa mengendalikan tanda kutukan ia pun merasa tidak membutuhkan kalian atau Orochimaru, sehingga ia kembali kedesa, sedangkan aku, aku menyelamatkanmu dari kematian, untuk bisa bertemu dengan Orochimaru, lagipula hal ini lebih baik dari pada kau pulang tanpa membawa apapun" ucap Naruto.
"Maksudmu?" tanya Tayuya.
"Aku akan ke markas Orochimaru bersama denganmu, aku juga bersedia mengucapkan sumpah setia pada Orochimaru, karena aku perlu kemampuannya untuk membantuku untuk mendapatkan jurus-jurus baru" jawab Naruto.
"Kau serius akan hal itu?" tanya Tayuya pada Naruto, Naruto hanya mengangguk dan mengatakan, hal kecil sebagai jawaban atas hal yang ingin ia utarakan.
"Aku serius, sebagai seorang Jinchuriki aku tidak memiliki kehidupan yang damai di Konoha, belum lagi aku tidak bisa mengendalikan kekuatanku, aku berpikir mungkin saja Orochimaru-sama bisa membantuku untuk mengendalikan kyubi" ungkap Naruto sembari tersenyum.
"Baiklah aku mengerti," ucap Tayuya dengan nada datar "Dan cepat antar aku pulang bocah berengsek!" tambah Tayuya dengan nada kasar.
"Achaaa, cara bicaramu kasar sekali, kau ini perempuan atau apa sih?" tanya Naruto pada Tayuya.
"Sudah diam saja kau! Aku begini juga karena kau yang mematahkan tulangku, bangsat!" umpat kasar Tayuya pada Naruto yang ada di hadapannya, sementara Naruto hanya menghela nafas dan mulai menggendong Tayuya.
Terlihat wajah Tayuya sedikit merona ketika berada di gendongan Naruto, yah ia melingkarkan lengannya di leher Naruto sementara Naruto hanya tersenyum merasakan sedikit tonjolan benda kenyal di punggungnya, yang ia tau kalau itu adalah dada dari Tayuya.
'Sensasi ini tidak akan aku lupakan seumur hidup' batin Naruto sembari tersenyum wajahnya juga tampak merona merah akibat memikirkan hal aneh-aneh.
Naruto pun membawa Tayuya dengan cara berjalan pelan, kenapa karena Naruto tau kalau mereka tidak akan mengejar dirinya dan kalaupun di kejar, Kakashi tidak akan bisa melacaknya karena sebentar lagi hari akan hujan dan itu akan menghilangkan aroma tubuhnya.
"Hoy Bocah apa yang sedang kau pikirkan hah?!" tanya kasar Tayuya seperti merasakan sesuatu yang mencurigakan dari Naruto.
"Tidak ada, aku tidak memikirkan apapun" jawab Naruto dengan santai, yah Naruto dari dimensi alternatif ini sangat pandai berbohong.
"Kau bohong! Aku bisa merasakan kalau kau memikirkan sesuatu yang aneh tentangku! Katakan apa yang kau pikirkan atau aku akan mematahkan lehermu disini!" ancam marah Tayuya pada saat itu.
"Haruskah aku menjawabnya?" tanya Naruto pada gadis berambut agak ke merah merahan itu, panjang ter urai, dengan warna mata yang gelap, gadis itu juga memasuki mode Juutai Ichi untuk membebaskan diri dari kekangan fuin sederhana milik Naruto.
"Tentu saja harus, jika kau tidak ingin kehilangan nyawa di sini!" jawab kasar gadis itu yang kita tau namanya adalah Tayuya.
"Haaaah, baiklah aku memikirkan hal ini padamu, aku harap kau tidak marah saat aku menjawabnya," ungkap Naruto sembari berjalan dan menatap ke arah belakang dimana Tayuya ada di gendongannya.
Terlihat Tayuya hanya diam dan menunggu jawabannya, Naruto yang melihat itu langsung menghela nafas dan melanjutkan argumennya tentang pikirannya tadi.
"Haaah... Sebenarnya aku mulai berpikir, seandainya kau itu adalah orang yang lemah lembut dan tidak pemarah seperti ini kau pasti akan terlihat cantik di kala tersenyum" jawab Naruto dengan nada santai seolah tidak ada kebohongan di dalam ucapannya
Tayuya yang mendengar ungkapan kata dari Naruto hanya diam saja ia tidak terlihat melawan, meski segel fuin yang terpasang di tubuhnya sudah hilang akibat segel kutukan miliknya, terlihat ia mulai percaya pada Naruto dan membenamkan wajahnya pada leher belakang Naruto.
'Dia tidak melawan dan hanya diam artinya dia sudah sedikit percaya padaku, yes!' seru batin Naruto pada saat itu.
"Coba saja kau melakukan gerakan yang mencurigakan aku akan menggigit leher belakangmu sampaai putus" bisik Tayuya pada saat itu. Naruto yang mendengar ucapan Tayuya langsung bergidik ngeri, ia mengera kalau gadis ini sudah mulai jinak tapi nyatanya masih ganas.
Singkat cerita.
Dalam cuaca yang bercurah hujan agak tinggi Naruto dan Tayuya nampak berteduh di bawah pohon besar terdekat, Naruto menyenderkan Tayuya di pohon tersebut dan ia bersendar di samping Tayuya sembari mencoba mendengarkan getaran tanah, ia tidak ingin mereka di ikuti oleh siapapun, maka dari itu ia mencoba mencari tau apakah ada langkah kaki yang mengikuti mereka.
"Kenapa kita berhenti?" tanya Tayuya pada saat itu, ia agak penasaran dengan hal ini.
"Karena aku merasa kalau kita mungkin akan diikuti maka dari itu, aku ingin memastikannya, jika kita benar-benar dibuntuti aku akan segera menyelesaikannya." ungkap Naruto sembari tersenyum manis.
"Kau tidak usah tersenyum di hadapanku itu menjijikan!" seru tayuya pada saat itu, entah kenapa saat mndengar ucapan kasar dari Tayuya membuatnya ingin tertawa.
"Pif"
"Kenapa kau terlihat ingin tertawa? Apa ada yang lucu hah?!" tanya kasar Tayuya.
"Tidak ada. Hanya saja melihatmu yang terus bicara kasar tanpa peduli kita dalam situasi yang entah bagaimana, malah membuatku ingin tertawa, hahahahahah!" jawab Naruto yang spontan dengan tawanya.
"U Urusai! Yang penting apa benar ada yang mengikuti kita?!" ucap Tayuya mengalihkan pembicaraan dengan nada kasarnya.
"Huf, kau ini. Sampai sejauh ini aku rasa tidak ada, aku sedang capek jadi aku ingin istirahat" jawab Naruto dengan santai berserta unek unek untuk pengen istirahat sebentar karena lelah.
"Terserah kau saja bocah!" balas Tayuya dengan nada kasarnya seperti biasa sembari memalingkan wajahnya dari Naruto.
"Kau tidurlah aku akan melindungimu selagi kau tidur" ungkap Naruto dengan santai.
"Apa kau sedang meremehkanku?" tanya Tayuya tidak terima di remehkan.
Naruto menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak meremehkanmu, hanya saja kondisimu yang membuatmu tidak akan bisa bertarung dengan baik, dan jika terjadi sesuatu kepadamu aku juga yang susah karena tidak bisa menemukan markas Orochimaru" jawab Naruto.
"Baiklah aku mengerti" Tayuya sedikit mengalah, nada bicaranya sudah tidak kasar lagi ia mulai memejamkan mata dan bersandar di pohon besar itu.
Beberapa jam kemudian setelah hujan reda.
Terlihat Naruto kembali menggendong Tayuya untuk membawanya kembali ke markas Orochimaru di Otogakure.
Tak lama setelahnya akhirnya Naruto dan Tayuya bisa sampai di markas Orochimaru.
"Fufufufufu, tidak kusangka, saat aku kehilangan Uchiha aku kedatangan Jhinchuriki yang ingin menjadi muridku" ungkap tak percaya Orochimaru.
"Saya sudah lama kagum dengan kemampuan tuan Orochimaru, jadi maukah anda mengangkat saya menjadi murid anda?" tanya Naruto dengan nada sopan.
"Sebelum itu kenapa kau ingin berguru dengan tuan Orochimaru?" tanya seorang lelaki berambut silver pendek berkacamata.
"Karena aku ingin mendapatkan kekuatan, kalau bisa Tuan Orochimaru, maukah kau menanamkan sel Hashirama kepadaku, aku akan bersedia untuk menjadi pelindungmu, selamanya, aku akan menjadi pengikutmu!" seru Naruto pada saat itu.
"Khuhuhuhuu kelihatannya kau sudah serius untuk menjadi muridku, baiklah, aku akan melatihmu sebaik mungkin"
Bersambung
