Knock

.

.

.

SuLay Fanfiction.

.

BxB, abal, banyak typo, alur berantakan, penulisan ancur, dan masih banyak lagi kesalahan dalam penulisan fanfiction ini.

.

Don't Like? Don't Read.

.

.

Semoga fanfiction ini tidak membuat pembaca kesal.

.

.

.

"Namjoon, cepat pangil anak PMR!"

.

.

.

Sungguh, kali ini Yixing bukan mengeluarkan darah dari hidungnya. Lebih parah. Yixing terduduk lemas akibat senyum Joonmyeon.

"Myeon, tanggung jawab, tuh. Anak orang kau buat lemas," ucap Hanbin.

"Memang Yixing anak orang, Bin," timpal Bobby.

Terlalu gemas, Joonmyeon mencoba mengangkat tangan Yixing untuk disampirkan di bahunya. Yixing masih berada di rengkuhan Baekhyun yang terduduk menahannya.

"Kau bisa mengangkatnya, Myeon?"

Pertanyaan yang penting. Joonmyeon kurang tinggi beberapa senti dari Yixing. Tapi Yixing itu lebih kurus daripada Joonmyeon. Jadi, kenapa tidak mencoba mengangkatnya? Joonmyeon berpikir sejenak.

Si ketua OSIS sudah memberi aba-aba kepada Baekhyun untuk membangkitkan Yixing—Joonmyeon berencana memapah Yixing sendiri nanti. Namun, entah karena memang badan Joonmyeon yang kecil atau badan Joonmyeon kurang kuat, Yixing tidak sepenuhnya bisa dipapah menuju UKS.

"Yah, Joonmyeon, sih, kurang tinggi," ledek Bobby. Joonmyeon membalas dengan matanya yang memelotot ke arah Bobby.

"Baekhyun, ayo bantu aku bawa Yixing."

"Baik. Pelan-pelan saja, Myeon. Kasihan Yixing."

Lalu mereka—Joonmyeon dan Baekhyun—memapah tubuh lemas Yixing ke arah pintu kelas. "Joonmyeon, bagaimana dengan pengumumannya?"

"Nanti aku minta Yifan ke sini untuk menggantikanku, Tao."

Lalu, setelahnya, kelas Luhan kembali seperti semula. Seperti sebelum kedatangan Joonmyeon.

.

.

.

"Maafkan aku, ya Yixing, kau jadi seperti ini."

Yang diajak berbicara hanya mengangguk malu. Joonmyeon duduk di samping ranjang UKS dengan satu botol minyak aromaterapi di tangan. Sedangkan Yixing masih merebahkan tubuhnya di ranjang. Baekhyun diminta Joonmyeon untuk kembali ke kelas.

Awalnya Baekhyun tidak mau. Namun, saat kedua kalinya mendengar perintah ketua OSIS, ia mau tidak mau ia menurutinya.

"Te-terima Kasih, Joonmyeon," ucap Yixing malu-malu sambil mencoba duduk.

"Sama-sama, Xing."

Hening. Ruang UKS yang hanya ditempati berdua itu hening setelah Joonmyeon berbicara. Hingga beberapa menit kemudian, barulah Joonmyeon membuka mulutnya.

"Yixing?"

Yixing bingung tentang apa yang akan Joonmyeon katakan kepadanya. Apa Joonmyeon ingin meminta izin untuk ke kelas agar dapat menyampaikan pengumuman? Ah, Yixing tidak begitu suka dengan pikirannya sendiri.

Dengan dipaksakan, Yixing menjawab, "Iya?"

"Ehm, ada yang ingin aku katakan."

"Tentang?"

Joonmyeon terdiam sesaat. "Tentang ke—"

"Tentang ke...rtas yang berisi pengumuman yang kau pegang tapu tertinggal di kelas Luhan?"

"Bukan."

"Tentang ke...ntang goreng yang dijual di kantin?"

"Bukan."

"Tentang ke...tampanku?"

"Yak! Kau 'pede sekali. Kau bahkan tidak tampan." Joonmyeon menggaruk belakang kepalanya sedangkan Yixing merengut.

"Kau tidak tampan, tapi kau manis."

Blush

"Apa,sih, Joonmyeon."

"Makanya, dengarkan aku dulu. Aku ingin aku berbicara tentang ketertarikanku pada—" Joonmyeon akan melanjutkan perkataannya saat Yixing gemas menjawab.

"Pada tugas-tugas yang sekarang banyak diberikan oleh guru?" Joonmyeon menggeleng.

"Pada...jajanan baru di kantin?" Ini Yixing lapar atau bagaimana? Dari tadi menyebut kantin terus. Lagi-lagi Joonmyeon menggeleng. Untung Joonmyeon sabar.

Saat Yixing masih berpikir, Joonmyeon membuka suaranya.

"Tentang ketertarikanku padamu."

"Oh, kukira tentang ketertarikanmu pada

... Eh, APA? KAU TERTARIK DENGAN APA?" Entah kemana Yixing yang sopan sekarang.

"Kau, Xing. Aku tertarik padamu."

Yixing melotot, membuat Joonmyeon gemas. Tangan Joonmyeon meraih tangan Yixing.

"Sebenarnya, saat kau ketuk pintu kelas 10.1 seminggu lalu, aku sudah tertarik denganmu. Kau sangat sopan. Aku suka dengan kepribadianmu." Joonmyeon mengelus tangan Yixing dengan ibu jarinya.

Yixing masih terdiam, masih mencerna apa yang baru saja laki-laki di depannya bicarakan. "Jadi, kau tertarik padaku?"

"Ya, aku tertarik padamu seminggu lalu. Aku menyesal baru melihatmu saat sudah kelas 11. Sekarang aku menyukaimu," jawab Joonmyeon mentap.

"Jadi, maukah kau menjadi pacarku?" lanjut Joonmyeon.

Yixing menatap Joonmyeon. Menatap mata Joonmyeon sedangkan mukanya sudah memerah. "Aku... Aku juga menyukaimu. Aku mau, Myeon." Seulas senyum dengan lesumg pipi sebagai pemanis Yixing berikan untuk Joonmyeon.

Mata Joonmyeon melebar. "Akhirnya... Terima kasih, Xing. Aku sayang padamu." Ia lalu memeluk Yixing yang sudah merona parah. Yixing balas memeluk—malu-malu—Joonmyeon dan membenamkan wajahnya pada Joonmyeon yang berdiri. Kalian tahu, kan, tentang tinggi Joonmyeon?

Keduanya masih tersenyum karena memiliki awalan bahagia sebelum—

BRAK

"JOONMYEON! KAU TIDAK MEMBACAKAN PENGUMUMAN?"

—Yifan datang dengan kertas-kertas di tangannya. Menuntut Joonmyeon untuk segera kembali ke kelas.

.

.

.

End

.

.

.

Akhirnya selesai. Ini receh banget, serius. Tadinya mau post hari Senin kemarin. Tapi ga jadi. Hehe.

Maaf baru update, hasilnya belum memuaskan, dan endingnya jauh dari ekspektasi kalian.

Makasih untuk yang udah baca, favorite, follow, dan review cerita ini.

Jangan kapok baca ff-ku, ya~ Sampai ketemu di ff selanjutnya~