"Nghh ?" Sai terbangun dan merasakan seluruh tubuhnya sakit.

"A-ah.." Ia berjalan menuju ruang kerja Sasuke. Saat sore menjelang malam dihari libur, Sasuke sering mengerjakan tugas kantornya dirumah.

Ia membuka pintu ruangan itu dan mendapati Suaminya sedang sibuk dengan komputer.

"Hey Sai..." Sasuke mengalihkan perhatiannya pada Istrinya yang berjalan kearahnya dengan tertatih.

"Besok, bolehkah aku pergi untuk melihat pameran seni ?"Tanya sang Istri. Sasuke mengangguk.

"Tapi aku antar..."

"Bukannya Suke-kun.. Besok kerja"

"Aku bisa saja menunda pekerjaanku. Atau aku menyuruh Naruto yang menggantikan aku"

"Hai" Sai tersenyum.

Sasuke terlalu overprotectiv jika itu menyangkut Istrinya.

Sebulan kemudian

"Uhuukk.. Uhukkk.." Sai terbatuk-batuk dan memuntahkan isi perutnya diwastafel. Ia merasa mual sekali malam ini. Sasuke yang mendengar itu khawatir dan membantu Sai berbaring.

"Kau sakit ?"tanya Sasuke khawatir

"Da-daijou-bu"

Sasuke mulai berpikir.

Apa Sai hamil ?

"Sai... Coba kau periksa... Dengan ini... Siapatahu kau hamil" Sasuke menyerahkan alat untuk tes kehamilan pada Istrinya, lalu membimbingnya ke kamar mandi.

"S-sasuke-kun !" Teriak Sai dari kamar mandi membuat Sasuke langsung mendobrak kamar mandi dan mendapati sang Istri berlumuran darah diwajahnya dan bajunya.

"Sai ! Ke-kenapa... Begini ?" Sasuke benar-benar panik. Sedangkan Sai menangis lemah dipelukan Sasuke.

"K-kau... Kenapa... Berdarah ?" Sasuke mulai khawatir.

Sai masih terisak.

"Besok... Kita cek ke rumah sakit ya" Sasuke menenangkan Istrinya yang ketakutan.

"Lalu... Apa kau hamil ?"

Sai segera menunjukan alat yang Sasuke beri tadi. Positif !

"Be-benarkah ? Positif !"Sasuke senang karena Istrinya hamil, tapi ia juga sedih karena Istrinya sangat mengkhawatirkan.

Sasuke membersihkan dirinya dan Sai dari darah yang mengotori mereka.

Setelah mandi, Sasuke menggendong Sai ala bridal style dan menidurkannya di kamar mereka

"Bisa aku berbicara padamu suamimu sebentar Sai-chan ?" Tanya Sakura. Sai mengangguk lemah.

"Ada apa dengan Istriku ? Dia hamil kan ? Lalu kenapa ia kemarin memuntahkan darah..." Dan bla bla bla Sasuke menceritakan semua yang terjadi pada Istrinya. Awalnya, Sakura tersenyum karena melihat mantan kekasihnya yang dulu itu berubah, dari Uchiha yang tenang dan pendiam menjadi Uchiha yang cemas dan cerewet. Saat ia pacaran dengan Sasuke, Sasuke tidak pernah seperti itu padanya, tetaplah Sasuke yang dingin. Tetapi sahabatnya, Sai, mengubah semuanya. Sasuke lebih banyak berekspresi saat bersama Sai. Sakura tersenyum lagi.

"Ya... Kabar baiknya.. Ia hamil. Usia kandungannya baru 2 minggu..."lalu senyuman Sakura pudar.

"Dan kabar buruknya... Kandungan Sai-chan lemah. Ia tidak boleh beraktivitas terlalu capek selama 8 bulan kedepan."

Sasuke menatap Sakura serius.

"Jika ingin bayi kalian sehat, perbanyaklah makan sayur dan daging. Juga berolahraga. Senam contohnya"

Sasuke bernapas lega.

"Baiklah. Tapi... Dia memuntahkan darah karena apa ?"tanya sasuke lagi. Sakura benar-benar ingin tertawa melihat Sasuke yang sekarang. Ia akan berterimakasih kepada Sai dan memberitahukannya kepada Naruto dan Ino.

"Tidak apa-apa.. Dia hanya kecapekan..."Jelas Sakura

"Ohhh... Baik. Arigato Sakura" Sasuke keluar dari ruangan Sakura.

'Hahaha... Sasuke-kun... Ekspresimu lucu sekali ! Aku harus beritahu Naruto !'Batin Sakura sambil tersenyum senang.

"Sai..."Sasuke mencium bibir pucat Sai. Tidak melumat, hanya menempelkan bibirnya pada bibir mungil Istrinya.

"Daijoubu ?" Tanya Sasuke pada Istrinya yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit.

"Hai"Jawab Sai lemah

Tokk tokk tokk

Ceklekkk-

"Permisi sebentar Sasuke-kun... Aku akan memeriksa Sai"Ucap Sakura dengan ramah.

"Hai" Sasuke meninggalkan Sai pada Sakura.

Saat dilihatnya Sasuke sudah keluar, Sakura tertawa.

"Hahaha... Duhhh... Perutku sakit hahahahaha"Tawa Sakura

"Sakura-chan ? Kenapa ?"

"Suamimu lucu sekali Sai... Hahaha"

"Sasuke-kun ?"

"Ya ! Dia lebih banyak berekspresi sekarang.. Mungkin kau sudah bertahun-tahun melihatnya, tapi aku baru saja tahu. Hahaha"

"E-eh... I-iya"

"Gomen Sai-chan... Baik. Aku periksa dulu ya" Sakura berhenti tertawa dan mulai memeriksa Sai.

"Tadi aku sudah berbicara pada Sasuke. Nahh... Mulai saat ini, kau harus patuhi Suamimu yahh" Sai mengangguk.

"A-arigato Sakura-chan"Sakura tersenyum melihat sahabatnya dan naruto ini.

"Oi Teme ! Kudengar dari Sakura... Sai-chan hamil ?"Tanya Naruto sambil memakan makan siangnya bersama Sasuke.

"Hn" Jawab Sasuke

"EHH ?! Kenapa kau memakai kata andalanmu itu lagi sih ?!"

"Hn"

"Padahal kata Sakura kau sudah berubah"

"Hn?"

"Ya ! Sakura melihatnya sendiri. Ia bilang, ia bisa melihat banyak ekspresi yang kau keluarkan saat bersama Sai-chan"

"Nani ?!" Panik Sasuke

"Hehehe... Uchiha benar-benar berubah yah"

"Urusai dobe !"

"Jangan marah dong teme~ kan aku hanya bercanda"Ledek Naruto

"Cih"