Menginginkan kasih sayang dari orang disekitar, apakah itu salah?Mengharapkan cinta dari orang yang dicintai, apakah itu salah?Jika semua itu salah? Lalu apa yang benar?Kasih sayang dan cinta akan datang seiring berjalannya waktu, kita hanya perlu... Bersabar, benarkah?

Harry Potter belongs to JK RowlingFanfiction by meBoyxboy : Draco X HarryTypo(s), EYD bertebaran, gaje, cerita tidak sesuai judul, kurang nge - feel, OOC(s), dsb.

Remaja lelaki berambut pirang platinum terlihat kesal, ia berjalan menyusuri koridor dan berhenti di depan patung ular.

"Pureblood," ucap remaja itu, patung ular membuka memberi akses masuk. Ia pun masuk dan langsung di sambut oleh teman-temannya.

"Ada apa Drake?, kau tampak kesal," kata seorang gadis berambut hitam.

"Aku tidak apa-apa Pans, aku hanya tidak mengerti jalan pikiran Potter," jawabnya.

"Draco, kau mengkhawatirkannya, kenapa tidak kau tanyakan langsung padanya?" kata teman lelaki Draco.

"Apa maksudmu Blaise?" kata Draco, sedangkan Blaise hanya memutar bola matanya.

"Ck, aku tau kau punya perasaan padanya."

"A-aku ini masih straight Blaise, aku tidak mungkin menyukainya," elak Draco.

"Terserah kau sajalah," kata Blaise yang kemudian meninggalkan Draco dengan diikuti oleh Pansy (?)

Draco pun memutuskan masuk ke kamarnya untuk istirahat, ia merebahkan badannya di kasur King size empuk, badan memang istirahat tetapi pikiran pemuda ini masih berkelana ke memorinya.

Sementara itu di luar asrama, Blaise berdiri membelakangi Pansy, "Apa yang harus kita lakukan agar dia bisa jujur pada perasaannya sendiri Pans?" tanya Blaise membuka percakapan.

"Entahlah, tapi bukankah kita membenci Potter? "

"Pans, aku merasa apa yang kita perbuat kepada Potter itu sudah keterlaluan dan basi kau tau?"

"Apa maksudmu?"

"Aku bosan menyakiti Potter terus menerus, dan ketika dia berbicara polos di kelas tadi aku merasa sangat sesak di dada, dan saat mendengar ia bilang 'seandainya' aku merasa bersalah, sangat. Dan apa kau tak menyadari bahwa wajah Draco selalu memerah saat ia melihat Potter, Pansy, saat ini aku sungguh ingin minta maaf pada Potter dan berteman dengannya, aku juga bisa membantu Draco dalam saat yang sama," ucap Blaise panjang kali lebar kali tinggi, sungguh bukan Slytherin.

Pansy yang mendengar ucapan panjang Balise tertegun, ternyata sahabatnya yang lola ini masih bisa berpikir dewasa.

"Kau benar Blaise, aku juga merasa seperti itu."

Back to HarAlex

"Harry, ayo makan, kau belum menyentuh makananmu dari tadi, nanti dingin lho," kata Alexa, saat ini mereka berada di menara utara tempat mereka tinggal.

Harry menggeleng, "Oh ayolah lupakan perdebatan tadi, semua akan kembali normal, Harry."

"Bagaimana aku bisa melupakan kejadian tadi, ternyata dia masih tidak menunjukkan tanda bahwa dia membalas perasaanku Al."

"Lebih baik kita persiapkan diri untuk malam ini 'Rry."

"Ha?"

"Kau lupa lagi kan, malam ini bulan purnama, kau ingat umur kita berapa tahun sekarang?"

Harry mengingat-ingat, lalu berseru "Ah! Aku ingat! "

Flashback on

"Baiklah," jawab Alexa dan Harry kompak."Er.. Sir apa yang anda maksud dengan kebenaran? " tanya Harry"Fakta bahwa kalian adalah Maturs. ""Maturs? ""Ya, Maturs adalah makhluk magis yang memiliki kekuatan alam dan kekuatan milik Harry adalah yang paling kuat, kekuatan itu akan muncul ketika kalian berumur 15 tahun pada saat bulan purnama, dan simpan ini," kata Dumbledore sambil memberikan sebotol obat (?)"Minum obat itu, tepat sebelum kalian berubah, itu akan menahan hormon yang keluar dari diri kalian sementara sebelum kalian berumur 17 tahun, cukup 2 tablet saja. Mengerti? ""Kami mengerti," ucap mereka berdua kompak ( lagi )

Flashback off

"Kau sudah siap untuk malam ini Harry? "

"Ya, aku siap," jawab Harry mantap sambil menyuapkan makanan ke mulutnya –entah kapan ia mengambil makanan itu– sedangkan Alexa hanya tersenyum.

"Err.. Harry, ayo kita ke ruang musik," ajak Alexa.

Harry meletakkan makanannya, "Ayo."

Mereka bangkit dan berjalan menuju salah satu pintu coklat di sisi kiri ruangan. Alexa membuka kenop pintu itu,

Kriiett

Pintu kayu itu berderit, dikarenakan sudah tua (?). Harry dan Alexa masuk ke dalam, Alexa menutup pintu itu.

Memang benar kalau pintu ruangan ini tua, tetapi dalamnya wow! Sangat berkelas!

Dinding kuning kehitaman, lampu bundar menggantung di atas, jendela bingkai putih yang menghadap langsung ke danau, tirai biru muda yang, uh, indaaaaaah sekali ('Lebay' batin para readers), kursi-kursi kecil, lantai marmer, karpet hijau yang lembut, sofa merah di pojok ruangan, dan berbagai alat musik, seperti biola, piano, gitar, drum, suling, harpa, terompet, dan banyak lagi, semuanya lengkap.

Alexa mengambil gitar yang disandarkan pada sebuah kursi dan duduk di kursi tersebut, sementara Harry duduk di belakang piano.

"Baiklah, lagu apa yang akan kita mainkan? " tanya Alexa, Harry mengernyitkan dahinya, berpikir.

"Emm.. Soledad (by Westlife), " kata Harry, Alexa mengangguk. Jemari lentik Harry mulai menekan tuts-tuts piano, begitu pula jemari Alexa yang memetik senar gitar.

Nada yang mereka ciptakan sungguh indah.. Setelah beberapa saat mereka pun mulai bernyanyi :

Harry:If only you could see, the tearsIn the world you left behindIf only you could hear, my heartJust one more timeEven when I close, my eyesThere's an image of your faceAnd once again I come, to realizeYou're a loss I can't replaceBoth:Soledad..It's a keeping for the lonelySince the day that you were goneWhy did you leave me ?Soledad..In my heart you were the onlyAnd you're memory life onWhy did you leave me?Soledad..Alexa:Walking down the streets of nothingvilleWhere our love was young and freeCan't believe just what an empty placeIt is come to be..I would give my life awayIf it could only be the sameCause I can't still the voice inside of meThat is calling out your name..Both:SoledadIt's a keeping for the lonelySince the day that you were goneWhy did you leave me ?Soledad..Alexa:Time will never change you told meAfter all were mean to beHarry:Love will bring us back to you and meIf only you could see..Both:Soledad..It's a keeping for the lonelySince the day that you were goneWhy did you leave me ?Soledad..In my heart you were the onlyAnd you're memory life onWhy did you leave me?Soledad..Soledad..It's a keeping for the lonelySince the day that you were goneWhy did you leave me ?Soledad..In my heart you were the onlyAnd you're memory life onWhy did you leave me?Soledad..

(nah, sekian penampilan tak langsung dari Harry dan Alexa, beri tepuk tangan yang meriah.. )

Setelah lagunya selesai, mereka menatap satu sama lain (A:cieee, yang mulai tatap tatapan R: eh, ini Drarry bukan HarAlex, A: eh iya, aduh lupa hehe, #plaak)

Mereka tertawa bersama, setelah itu Harry bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu, "Mau kemana 'Rry? " tanya Alexa.

"Aku mau ke kamar sebentar."

"Oh, baiklah, tapi jangan lama-lama ya, ingat kita masih ada kelas."

"Iya," dan dengan itu pun Harry membuka pintu sambil tersenyum, berjalan keluar, dan menutup pintunya pelan. Meninggalkan Alexa sendiri.

'semoga senyum itu tetap abadi di wajahmu 'Rry,' batin Alexa.

Tbc or end?

Hai hai,Ketemu lagi sama Warda, oh ya sedikit info:Disini Harry dan Alexa tidak sama dengan yang lain, mereka tidak punya asrama, nah biasanya kan orang mengenali mereka dari asrama mana lewat seragam kan ya, kalo lencananya gambar singa ya Gryffindor.Kalau ular ya Slytherin,Kalau musang ya HufflepuffDan kalau Elang ya Ravenclaw,Bener gak?Juga dari dasi, warnanya merah, atau hijau, atau kuning, ataukah biru. Bener gak?Khusus nih buat Harry dan Alexa, lencananya lambang Hogwarts, dan dasinya warna hitam putih.Ok, sepertinya cukup dulu informasinya, see you in the next chapter.Wardhany90