Red Thread
.
.
By Mei Hyun
.
.
Pair : HaeHyuk
Genre : Romance, Supranatural
Warn : GS for uke (no protes! yang ngga suka GS silahkan meninggalkan lapak ini)
Disclaimer : seperti biasa xD
.
.
.
a/n
Fanfict ini diketik via hape tanpa edit karena Mei males ngedit kalau filenya ngga di laptop *fyi laptop Mei lagi diobati, jadi ga bisa pake laptop :')*. Jadi maaf kalau ada kesalahan dalam pengetikan. Enjoy reading~ ^^
.
.
.
.
.
Eunhyuk menatap lekat laki-laki yang baru saja melewati pintu ruang tengah tersebut dengan pandangan tak percaya. 'Dia disini? Bagaimana bisa?' batin Eunhyuk bingung.
"Oh.. Donghae.. Kau sudah datang rupanya. Kukira kau akan tiba sore nanti" celetuk Sungmin. "Ayo letakkan barang-barangmu. Kita makan bersama" sambut Sungmin dengan senyum ramahnya.
Donghae membalas senyum Sungmin dan mengangguk, namun sedetik kemudian ia mengerutkan keningnya ketika melihat Eunhyuk yang duduk disebelah Sungmin. 'Dia...'
"Hei! Kenapa melamun? Cepat letakkan barang-barangmu di sudut sana. Aku sudah lapar" protes Zhoumi saat melihat Donghae terdiam sesaat.
"Oh.. Ah.. Baiklah" Tanpa diperintah dua kali, Donghae segera melangkahkan kakinya ke sudut ruangan untuk meletakkan barang-barang yang ia bawa dari rumah.
"Kenapa baru datang?" tanya Minho. "Ah.. Aku tidak bermaksud menghakimimu. Hanya ingin tahu saja" ucap Minho lagi pada Donghae.
"Sebenarnya aku ingin sekali datang bersama kalian. Sewaktu observasi juga. Tapi sayang sekali, kondisi kesehatanku tidak mengizinkanku untuk melakukannya" jawab Donghae. "Tapi kalian tenang saja. Tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku sudah sembuh sekarang" sambungnya dengan senyum ramahnya.
"Sakit apa?" tanya Jinki, ingin tahu.
"Ada sedikit masalah dengan paru-paruku. Tapi sekarang aku baik-baik saja"
"Benarkah? Kau yakin? Aku hanya takut jika sewaktu-waktu terjadi apa-apa denganmu. Kau tahu? Jarak desa ini dengan rumah sakit terdekat sangat jauh" celetuk Sungmin, yang mendapat dengusan tak suka dari Kyuhyun.
"Terima kasih Sungmin-ah. Tapi aku benar-benar sudah sembuh saat ini. Tenanglah..." Donghae kembali mengulas senyumnya.
Selama percakapan tersebut, Eunhyuk hanya diam mendengarkan. Sesekali ia akan mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya dengan kening mengerut. 'Apa yang terjadi? Mengapa kebetulan ini terasa begitu mencekik? Aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini' jerit Eunhyuk dalam hati. Ia kemudian melirik Donghae yang kini sedang berbincang dengan Yesung dan Siwon. 'Data kampus tidak mungkin salah. Kenapa bisa orang ini berada disini? Seharusnya dia berada di pos M, 'kan? Aku benar-benar akan gila setelah ini' batin Eunhyuk lagi, hingga tanpa sadar ia menyentak sendoknya terlalu keras hingga menimbulkan bunyi nyaring yang membuat semua mata tertuju padanya.
"Eunhyuk-ah ada apa?" tanya Sungmin yang duduk disebelah Eunhyuk.
Eunhyuk menjadi salah tingkah. "Ti-tidak... Aku hanya berusaha untuk memotong daging ini dengan sendok, tapi ternyata meleset dan mengenai piring hingga berbunyi cukup keras. Maafkan aku" ujarnya dengan kepala tertunduk malu, yang membuat teman-temannya terkekeh, kecuali Donghae.
'Dia... Ya... Benar... 'Dia' adalah dia...' batin Donghae sebelum melanjutkan kegiatan makannya.
.
.
Eunhyuk menghela napas pelan. Dirinya begitu bingung dengan semua hal yang terjadi selama 2 hari belakangan ini. Dan memikirkan hal yang sama secara berulang-ulang nyatanya tak membawanya menemui pemecahan sama sekali. Malah membuatnya semakin tertekan.
"Haruskah aku memberitahu Junsu tentang hal ini?" gumamnya pelan. "Tapi kalau aku memberitahunya, nanti ia panik dan mungkin akan langsung menyeretku pulang" monolognya lagi. "Haah~" Eunhyuk kembali menghela napas.
"Apa yang kau lakukan disini, strawberry?"
Eunhyuk terkejut dan mendongakkan kepalanya yang sejak tadi tertunduk. "Kau?" geramnya.
"Annyeong~ Long time no see Lee Strawberry Eunhyuk"
Donghae-orang yang menyapa Eunhyuk dengan cara yang tidak biasa itu tersenyum sebelum duduk di sebelah Eunhyuk. Jaraknya tidak dekat memang, tapi cukup untuk membuat Eunhyuk merasa gelisah.
"Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau tak berada disini?" tanya Eunhyuk to the point.
"Whoo~ Aku tak menyangka kau akan berkata sekejam ini. Tidakkah kau merindukan teman lamamu ini?" sahut Donghae.
"Untuk apa merindukan teman semacam dirimu?" Eunhyuk menggendikkan bahunya.
Donghae hendak menyahuti ucapan Eunhyuk, namun teriakan yang berasal dari ruang belakang membuat keduanya melupakan percakapan yang baru saja terjadi dan berlari begitu saja menuju ruang belakang.
"Ada apa ini?" tanya Donghae, saat dirinya dan Eunhyuk baru saja memasuki ruangan yang gelap dengan pencahayaan temaram tersebut.
"Pembagian kelompok kecil" sahut Jinki yang terlihat nyaman berdiri sambil merangkul Key.
"Kenapa aku harus satu kelompok dengannya lagi? Kenapa tidak kau saja Kibum-ah?" Ryeowook yang tidak terima karena harus satu tim dengan Zhoumi lagi terus saja melemparkan kata-kata protes bernada tinggi kepada Kibum yang bertugas menyusun kelompok piket dan kelompok kecil.
"Aku juga tidak mau" sahut Xianhua.
"Kalian pikir aku mau menjadi teammate kalian?" sahut Zhoumi kesal.
Kibum menghela napas pelan. "Dengar, aku punya pertimbangan. Sebelumnya aku sudah pernah menjelaskannya pada kalian, bukan?"
"Tapi Kibum-ah aku-"
Yesung menepuk pundak Ryeowook. "Kau tidak perlu khawatir Ryeowook-ah. Jika Zhoumi macam-macam denganmu, aku akan melakukan sesuatu padanya"
Zhoumi menyikut pelan tubuh Yesung. "Kenapa kau membelanya? Kau seharusnya membelaku. Kau temanku, bukan?"
Yesung menyunggingkan smirk-nya. "Ya. Aku temanmu hanya jika kau sedang dalam mode normal"
"Sialan kau!" umpat Zhoumi sambil memukul lengan kanan Yesung cukup kuat hingga laki-laki bermata sipit itu mengaduh.
"Aku juga tidak setuju harus satu kelompok lagi dengan evil bodoh ini" Sungmin tanpa ragu menunjuk Kyuhyun dengan wajah tak suka.
"Ya! Aku pintar, tidak bodoh seperti apa yang kau katakan" sahut Kyuhyun tak terima. "Kujamin nanti pasti kau yang akan menyusahkanku, bukan aku yang menyusahkanmu" tambah Kyuhyun lagi. 'Dan kupastikan kau akan segera tunduk padaku nona kelinci' lanjut Kyuhyun dalam hati dengan smirk yang terulas samar di wajah tampannya.
Donghae menggeleng pelan melihat tingkah teman-temannya tersebut. "Lalu bagaimana denganku?" tanya Donghae, berusaha untuk mengalihkan suasana yang terasa cukup 'panas' tersebut.
"Kau dan Eunhyuk akan mengurus daerah B. Hanya kalian berdua, karena diantara daerah lainnya, daerah B yang paling kecil. Kalian hanya akan mengurus 3 komplek pemukiman, termasuk pemukiman ini"
Mata Eunhyuk melebar. 'Apa? Hanya aku dan dia? Ini tidak mungkin!'
Kibum kemudian mengalihkan pandangannya, menatap satu persatu wajah teman-temannya dengan raut datar seperti biasa. "Dengar, biar kuulangi sekali lagi. Tim A adalah Ryeowook, Xianhua, Yesung dan Zhoumi. Tim B adalah Donghae dan Eunhyuk. Tim C adalah aku, Sungmin, Siwon dan Kyuhyun. Tim D adalah Key, Taemin, Jinki dan Minho. Kalian mengerti?" tanya Kibum.
Semua mengangguk dengan tegas, kecuali Ryeowook, Xianhua, Sungmin dan Eunhyuk yang masih kurang bisa menerima keputusan mutlak ini.
"Baiklah, sekali lagi kutegaskan, sebelum aku mengambil keputusan ini, aku sudah memberitahu pada kalian tentang semua hal yang kupertimbangkan. Ini baru hari ke 2, dan kita baru saja saling mengenal. Mungkin beberapa diantara kalian masih belum terbiasa bergaul dengan tipe orang yang jauh berbeda dengan orang-orang yang biasanya ada di sekeliling kalian. Tapi ini baru permulaan. Aku yakin sekali kita semua bisa akrab karena kita semua akan tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama disini" Kibum menjeda sejenak ucapannya.
"Mungkin kalian berpikir aku seperti mengambil alih tugas leader disini. Tapi yang sebenarnya tidak seperti itu. Posisiku dengan kalian semua sama. Aku hanya membantu leader untuk mengurus pembagian kelompok. Keputusan ini bukan keputusanku secara sepihak. Sebelumnya aku telah berkonsultasi dengan leader kita, Siwon. Dia setuju dengan pertimbanganku yang menempatkan kalian di tim masing-masing dengan partner kalian masing-masing. Yesung yang mahasiswa psikologi juga setuju dengan keputusan yang kuambil. Semua yang kulakukan bukan tanpa alasan. Aku hanya ingin semuanya berjalan dengan seimbang. Itu saja" tutup Kibum sebelum melangkah meninggalkan tempat itu.
"Kibum-ah tung-"
"Masih ada hal lain yang harus kukerjakan Siwon-ah. Kau lanjutkan saja ya yang ini" sahut Kibum tanpa membalikkan tubuhnya, sebelum tubuhnya menghilang di balik pintu hitam yang berukuran cukup besar tersebut.
Siwon menghela napas. "Teman-teman, Kibum tahu ada diantara kalian yang membicarakannya jika dia sedang tidak bersama dengan kalian. Karena itu tadi dia-Eum... Kibum hanya menjalankan apa yang kuperintahkan. Semua yang ia lakukan bukan mutlak darinya. Tapi aku yang menyuruhnya, karena aku sepemikiran dengannya. Jika kalian kesal dengan Kibum, kalian salah. Karena akulah yang membuat Kibum melakukan hal itu. Dan aku minta maaf karena itu." Siwon menundukkan kepalanya sesaat di hadapan teman-temannya yang masih diam terpaku.
"Yah... Baiklah... Mari kita lanjutkan pembicaraan mengenai masalah ini. Jadi, apa ada yang keberatan dengan hal ini? Mari membicarakannya sekarang. Jika ada yang ingin bertukar kelompok silahkan saja. Aku tak masalah. Untuk urusan piket juga"
Ryeowook, Xianhua dan Sungmin yang merasa tak enak hati serentak menggeleng.
"Tidak ada Siwon-ah. Kami akan mencoba bekerja dalam tim ini. Maaf jika tingkah laku kami yang tadi membuatmu dan Kibum merasa bersalah. Tapi aku tidak bermaksud seperti ini. Sungguh" ucap Ryeowook. "Dan lagi, aku menolak bukan karena aku benar-benar tidak menyukainya, tetapi mungkin karena aku belum terbiasa, dan... sebenarnya aku sedikit bercanda tadi. Maafkan aku jika kalian menganggapnya serius" lanjut Ryeowook.
"Aku juga" sahut Sungmin dan Xianhua berbarengan.
Siwon tersenyum. "Jangan meminta maaf padaku. Minta maaflah pada Kibum. Mungkin dia salah mengartikan tindakan kalian tadi" Ryeowook, Sungmin dan Xianhua mengangguk menanggapinya. "Dan hal itu cukup bagus juga. Setidaknya dengan kejadian ini kita jadi pernah mendengar Kibum berbicara se-panjang dan se-lama itu" ujar Siwon yang membuat mereka semua terkikik pelan termasuk Eunhyuk.
"Kau ini jahil sekali. Sudahlah... Aku akan menyusul Kibum ke dalam" ucap Eunhyuk yang diangguki oleh Siwon.
.
.
"Hai... Boleh aku masuk?"
Kibum mendongak. Ia mengangguk begitu pandangannya menatap Eunhyuk yang berdiri di depan pintu kamarnya yang terbuka.
"Kau sedang mengerjakan apa? Ada yang bisa kubantu?" ucap Eunhyuk menawarkan diri.
"Tidak... Hanya memeriksa daftar keluarga asuh yang kepala desa berikan padaku. Ah iya! Ini bagianmu dan Donghae. Rumahnya tak begitu jauh dari sini. Mungkin nanti atau besok kau dan Donghae bisa langsung mengunjungi mereka"
Eunhyuk mengangguk sebelum mengucapkan terima kasih. "Eum... Kibum-ah... Apa tadi kau marah dengan kami? Maafkan sikapku tadi. Tapi sungguh, aku tak ada niat protes sama sekali. Aku hanya terkejut karena hanya aku dan Donghae yang berbeda. Mengenai teman-teman yang lain, mereka-"
"Sudahlah" potong Kibum.
"Tapi mereka-"
"Aku tidak marah" potong Kibum lagi. Matanya yang sejak tadi menelisik satu demi satu potongan kertas di tangannya, kini menatap Eunhyuk. "Aku benar-benar tidak marah. Kau tidak perlu khawatir. Aku pergi mendahului kalian karena memang aku harus mengecek ini supaya hari ini juga aku bisa memberikannya kepada kalian. Supaya kegiatan KKN ini bisa berjalan dengan lancar" Kibum menyunggingkan senyum yang jarang terlihat di wajah cantiknya, membuat Eunhyuk juga tertular untuk menyunggingkan senyum.
"Syukurlah... Aku benar-benar takut jika di dalam kelompok ini ada permusuhan" Eunhyuk mendesah lega.
"Aku bukan orang yang seperti itu. Kau tenang saja"
Eunhyuk mengangguk.
"Kau tahu? Teman-teman kita disini semuanya sangat unik. Visual dengan tabiat mereka benar-benar tidak sama. Aku yakin sekali kita bisa semakin kompak dari hari ke hari. Kulihat tidak ada satupun diantara kita yang merupakan tipe pembenci. Bila ada yang mengatakan hal-hal yang tidak bagus, itu hanya bualan. Hatinya tetap bersahabat. Kau pasti mengerti dengan maksudku, bukan?"
Eunhyuk mengangguk. "Setuju denganmu. Aku juga merasakan hal yang sama" Eunhyuk tersenyum senang. "Apa ada hal yang bisa kubantu? Aku bosan sekali tidak mengerjakan apapun" keluh Eunhyuk, yang membuat Kibum mengernyitkan dahinya, berpikir.
"Kau tipe pengamat sepertiku, bukan? Bagaimana kalau kau membantuku menyusun penanggung jawab kegiatan? Kegiatan kita disini akan padat beberapa hari lagi. Aku sengaja menyusunnya seperti itu agar di bulan kedua kita bisa bersantai sekaligus berlibur. Yah... Walaupun berliburnya hanya disini dan di daerah sekitar sini saja"
'Orang ini ternyata sangat unik. Kukira dia hanya seorang perempuan berperangai dingin dan begitu pendiam yang tidak bisa diajak untuk berbagi cerita dan pengalaman' batin Eunhyuk sebelum mengangguk dan tersenyum.
"Baiklah" balas Eunhyuk, sebelum ia larut ke dalam pembicaraan yang lebih serius dengan Kibum.
.
.
Setelah makan malam berakhir, seluruh anggota kelompok pos S tersebut berkumpul di ruang tengah dengan beberapa anggota yang mulai menguap lebar karena mengantuk.
"Baiklah, aku mengerti jika kalian sudah mengantuk karena ini juga sudah hampir tengah malam, tapi hal ini penting untuk kusampaikan saat ini juga" ucap Kibum, mengawali pembicaraan. "Yang pertama, aku ingin memberikan klarifikasi terlebih dahulu sebelum ada yang salah paham mengenai hal ini" Kibum memberi jeda sejenak untuk memperhatikan wajah teman-temannya. "Aku sudah menyusun agenda kegiatan kita disini. Kurencanakan semua kegiatan yang berhubungan dengan program kerja akan berakhir di akhir bulan ini"
Zhoumi mengangkat tangan. "Tapi kita punya waktu dua bulan disini, kenapa harus akhir bulan ini?" protesnya.
Kibum mengangguk. "Begini, maksudku membuat rencana ini adalah agar di bulan kedua kita semua bisa bersantai, tidak mengejar target program kerja lagi. Hanya tinggal menyusun laporan sambil menikmati waktu yang tersisa. Apakah diantara kalian ada yang keberatan dengan usulku ini?" tanya Kibum.
"Tidak. Aku setuju denganmu. Kita juga butuh libur. Kurasa ini ide yang sangat bagus. Mungkin saja di bulan kedua kita bisa pergi berpiknik atau berkemah di pinggir pantai" sahut Ryeowook.
"Ya. Aku juga setuju. Lebih baik bersusah dahulu, baru kemudian bersantai. Itu terdengar sangat menyenangkan" tambah Sungmin.
"Kami juga setuju" sahut Jinki.
Kibum mengangguk. "Baiklah, kalau begitu. Lalu selanjutnya, kegiatan harian kita akan dimulai besok. Olahraga akan diadakan setiap pagi. Entah itu senam atau jogging. Lalu sorenya akan diadakan kegiatan pembersihan di spot-spot yang dirasa kurang bersih. Kegiatan sore dilakukan oleh seluruh anggota kecuali anggota yang piket. Anggota yang piket akan tetap tinggal disini untuk membersihkan rumah, halaman dan lingkungan disekitarnya. Mengerti?"
Semuanya mengangguk.
"Program kelompok kecil bisa dilaksanakan mulai besok. Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah mengunjungi keluarga asuh kalian masing-masing dan melakukan wawancara. Cari tahu apa saja yang dibutuhkan oleh mereka dan warga yang ada disekitar mereka. Dari hasil wawancara itu kalian membuat program kerja. Minimal 4 program kerja. Mengerti?"
Mereka semua kembali mengangguk.
"Program kerja kelompok besar sudah kususun bersama Siwon, Yesung, Taemin dan dibantu juga oleh Eunhyuk"
Sungmin menoleh pada Eunhyuk. "Sejak kapan kau akrab dengannya?" tanyanya penasaran.
"Tadi siang, ketika aku mendahului kalian. Aku mencari Kibum untuk membicarakan beberapa hal dengannya, dan berakhir dengan membantunya sedikit. Hehe..." cengir Eunhyuk yang membuat Sungmin tersenyum.
"Program pertama adalah pengelolaan dan pengolahan sampah. Kulihat di desa ini masyarakatnya kurang memperhatikan lingkungan, sampahnya banyak sekali, jadi aku mengusulkan program ini. Ada yang keberatan?"
Mereka semua menggeleng.
"Baiklah, kalau begitu program ini akan tetap jalan. Penanggungjawabnya adalah Sungmin dan Ryeowook. Apa kalian keberatan?" Kibum menatap Sungmin dan Ryeowook bergantian.
"Tidak" sahut mereka serempak.
"Baik, program kedua ini adalah usulan dari Yesung yaitu penyuluhan mengenai sanitasi dan kesehatan ke sekolah-sekolah yang ada di desa ini dan di balai desa. Apa kalian setuju?"
Mereka kembali mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu program ini akan dijalankan. Penanggungjawabnya adalah Xianhua dan Taemin"
Xianhua dan Taemin mengangguk.
"Yang ketiga, program mengenai teknologi, usulan Minho. Minho melihat di daerah timur mengalami kesulitan air bersih dan berpikir untuk menyalurkan air dari daerah tengah ke daerah timur. Apa kalian setuju?"
Donghae mengacungkan tangan. "Biayanya bagaimana?"
Minho mengangguk. "Itu tidak akan menghabiskan banyak biaya. Biayanya pun bisa meminta sponsor dari dinas terkait. Tenang saja"
"Baiklah, kami setuju" sahut Kyuhyun, mewakili teman-temannya yang lain.
"Baiklah. Program yang ini juga tetap jalan. Penanggung jawabnya adalah Jinki dan Minho. Selanjutnya program keempat adalah pelatihan keterampilan. Aku menunjuk Yesung dan Kyuhyun sebagai penanggung jawab program ini"
Yesung dan Kyuhyun mengangguk.
"Dan yang terakhir, program pembelajaran untuk anak-anak di desa ini. Aku menunjuk Donghae dan Eunhyuk untuk program ini"
"Mwo?" Eunhyuk terkejut mendengarnya. "Kibum-ah, sejak kapan program ini direncanakan? Tadi aku tidak melihatnya di draftmu"
Kibum mengangguk. "Kyuhyun baru saja mengusulkannya sore tadi. Dia juga bilang ayahnya akan memberikan bantuan bila diperlukan, karena ayah Kyuhyun memiliki beberapa sekolah yang tersebar di seluruh negara ini. Bukankah itu bagus?"
Eunhyuk hanya mengangguk pasrah. Wajahnya terlihat sedikit pasi dan ada sedikit ketakutan dan kekhawatiran yang terpancar di matanya. 'Lagi... Ya Tuhan... Aku benar-benar tidak mengerti dengan skenario-Mu ini' batinnya nelangsa.
.
.
Eunhyuk semakin menggembungkan pipinya. Suara tawa Junsu di seberang sana membuatnya bertambah kesal.
"Jangan tertawa sekeras itu gadis manja! Kau pikir tawamu bisa membuat teman-temanmu tertidur lelap?" ucap Eunhyuk sedikit emosi.
"Fuah~ Menjahilimu memang menyenangkan gadis introvert! Apalagi tengah malam seperti ini. Yah... Anggap saja dia calon pengganti namja kesayanganmu itu kkk~" Junsu kembali terkikik.
Wajah Eunhyuk terlihat semakin kesal. "Kau pikir ini lucu? Ayolah... Kau sama sekali tak memberiku solusi. Jangan mengatakan hal bodoh seperti itu lagi!" ucap Eunhyuk setengah berteriak.
Penasaran dengan pembicaraan mereka?
Jadi begini, Eunhyuk yang sudah tak tahan dengan segala kerumitan yang ia dapatkan di tempat tinggalnya yang baru ini tak bisa lagi menahan diri untuk tidak menceritakan semuanya pada Junsu, sahabat tercintanya. Namun dengan berbagai pertimbangan dan tidak ingin membuat Junsu cemas dengannya, Eunhyuk menceritakan semuanya tanpa menyebutkan nama orang yang membuatnya kesal setengah mati begini. Siapa lagi kalau bukan Donghae, satu-satunya laki-laki yang berurusan dengannya.
"Lalu aku harus menyebutnya apa? Calon tuan jodoh?" kembali Junsu terkikik.
"Mulutmu... Kau ini benar-benar..."
"Hei, cepat tidur. Besok giliran kita yang bekerja" Donghae berdiri di ambang pintu kamar yang ditempati Eunhyuk dengan wajah datar. "Cepat tidur sekarang. Aku tidak mau besok kau terlambat bangun dan menyusahkanku" ucapnya lagi sebelum berlalu dari hadapan Eunhyuk.
"Wah~ Dia perhatian sekali padamu. Ugh! Aku membayangkan dia pasti orang yang lebih keren dari Yoochunku. Dia dingin, tapi sebenarnya dia perhatian denganmu"
"Diam kau Kim! Sudah. Aku mau tidur. Aku lelah berdebat dengannya dan aku tidak ingin besok begitu membuka mata aku terlibat perang lagi dengannya"
"Perang yang manis nona Lee"
"Ck! Menyebalkan! Selamat malam!" Eunhyuk segera memutuskan sambungan teleponnya dengan Junsu tanpa mendengar balasan dari Junsu. Ia benar-benar kesal.
Eunhyuk melihat sekelilingnya. Teman-teman sekamarnya masih asyik menonton televisi di ruang tengah. Hanya ia sendiri di kamar tersebut dengan kasur, bantal dan selimut yang sudah siap ia gunakan untuk tidur.
"Aku merasa seperti seorang anak kecil yang diperintah untuk tidak tidur larut malam oleh ibunya" dumal Eunhyuk sebelum merebahkan dirinya dan jatuh terlelap begitu saja beberapa menit kemudian.
Di sisi lain, Donghae yang ternyata melihat gerak gerik Eunhyuk di kejauhan terkikik geli. "Kau benar-benar tidak berubah. Masih sama seperti yang dulu" gumamnya pelan, sebelum bergabung dengan teman-temannya yang lain untuk menonton televisi bersama.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Annyeong~
Maaf baru bisa update lagi *saya narget bisa update tiap hari jumat :')*
Semoga suka sama kelanjutan fict gaje ini ya kkkkk~
Terima kasih banyak untuk yang sudah meninggalkan review, fave dan follow fict ini n.n
Big thanks to :
Park RinHyun-Uchiha, rani gaem 1, Aiden LDH, lovehyukkie19, shazaalexa
.
See ya on next chap~
Ppaii~
-Mei Hyun-
