PLEASE BE MY NAMJACHINGU?
CHAPTER 3
BY: ELLA WIFFE
.
Cast: KyuMin (Kyuhyun & Sungmin) and all members of Super Junior
Disclaimer: Semua pemain adalah milik Tuhan, Orangtua mereka masing-masing
Rate: T (Teenager)
Genre: Romance and Humor
Warnings: OOC, Gaje, Typos, Boys x Boys (Yaoi)
NB: tuk tampilan Sungmin ingat tampilan ketika di film "…"
.
Hehehe… :D
Mianhae ya~ nih ff luama-nya minta ampun..
Kadang-kadang ide-nya mentok wehhhh~
.
(/O)/
"Bulan yang indah~ hah…" lirih Sungmin sambil menatap lekat bulan purnama dari jendela kamarnya yang berada di lantai dua.
"Wookie? Siapa ya Wookie itu?" lagi-lagi percakapan Kyuhyun dan Yesung di ruang music tadi tak dapat beranjak dari otak kecil Sungmin. Selalu saja terngiang-ngiang. "Aish, siapapun dia aku yakin aku lebih cute dari dia~" dengan nada geram Sungmin memukul tepian jendelanya kuat.
"A..aww, aish, appo~" ringis Sungmin sambil meniup-niup kepalan tangannya.
"Ukhh, ini gara-gara Wookie sial itu!" rutuknya.
"Aish, lihat saja nanti bagaimanapun bentuk si Wookie-Wookie ini aku jamin dia bukan apa-apanya Kyuhyun. Ck, lihat saja wajahku yang cantik ini~ tak ada yang bisa mengalahkannya~ termasuk si Wookie." Tiba-tiba ia bercermin di sebuah cermin kecil. Sepertinya itu merupakan alat ajaib wajibnya yang selalu muncul tiba-tiba ketika sekali jentikan jari untuk bernarsis ria. Kenarsisan seorang Lee Sungmin memang sudah out of control.
"Hm…" terliha dahinya sedikit berkerut dan mencoba beberapa pose dan mimik wajah.
"Uhuk, Uhumm… wahai kaca ajaib~ siapakah namja terimut di dunia ini?" tanya Sungmin sambil memperbaiki letak poninya yang sedikit berantakan. Merasa tidak ada jawaban dari sang kaca layaknya di negeri dongeng dia hanya terkikik kecil. "Aigoo~ Tentu saja Lee Sungmin yang paling imut~" jawabnya sendiri dengan sedikit merubah suaranya bak penghuni kaca (?)
"Omo! Jinjja aku yang paling imut? Hahaha… aku tau itu!" serunya pede.
"See Kyuhyun chagiya? Aku yang paling imut! Dan bersiap-siaplah menerima pesona seorang Lee Sungmin!" seru Sungmin kuat.
"Yak Sungmin! Sudah malam! Jangan berteriak tak jelas!" teriak appa-nya dari balik kamar sebelah.
"O..omo. Nd..nde appa~" cicit Sungmin malu. "Aish, malunya~" ucapnya sambil menutup jendela yang dari tadi terbuka dan beranjak ke atas ranjangnya yang berkelambu berwarna pink senada dengan sprei yang ia kenakan. Ranjang bak seorang princess (?)
(/O)/
Keesokan harinya…
Dengan gaya angkuh Sungmin berjalan menelusuri koridor sekolah. Sesekali ia memasang wajah imut setiap ada namja yang melirik ke arahnya. Menambah nilai popularitas di kalangan siswa sekolah ucapnya. 'See? Pesonaku memang tidak ada tandingannya' kikiknya dalam hati
"Eh? Omo! Ada nenek lampir!" dengan sigap Sungmin bersembunyi di salah satu kelas ketika melihat Heechul dari kejauhan. Musuh bebuyutannya mulai dari kemarin. "Eh? Tunggu… kenapa aku harus bersembunyi eoh?" lirihnya bingung. Sadar dengan tingkahnya yang aneh ia pun keluar lagi dari kelas tempat persembunyiannya. Siap menghadapi Heechul.
Heechul yang menyadari Sungmin ada di depannya hanya menyeringai.
"Aigoo~ sepertinya Snow White melepaskan salah satu kurcacinya di dekolah ini eoh?" sindir Heechul dengan suara lantang sehingga menarik perhatian siswa lainnya.
"Omo~ Sepertinya Cinderella pun sudah kehilangan ibu tirinya yang jahat dan nyinyir itu di sekolah ini" umpat Sungmin tak ingin kalah.
"Yak! Ibu tiri apa eoh? Aku yang Cinderellanya!" seru Heechul tidak terima.
"Jinjja? Kau Cinderella? Aigoo… tidak ada mirip-miripnya" cerca Sungmin sambil memandang rendah Heechul. Heecul yang sudah kepalang geram hanya menggeretakan giginya.
"Wae? Tumben hari ini tidak membalas? Takut?" sekali lagi Sungmin memanaskan keadaan.
"Hah? Heechul takut dengan kerdil? No Way!" kibasan tangan di depan wajah Sungmin geram.
"Yak! Ka… eh? Kyuhyun!" teriak Sungmin girang sambil melambai-lambai ketika melihat sosok idamannya di ujung lorong koridor. "Aish, untung kau selamat untu kali ini ibu tiri! Aku punya urusan yang lebih penting dari adu mulut denganmu." Desis Sungmin.
"Mwoya?"
Tanpa mengindahkan Heechul, Sungmin berlari girang ke arah Kyuhyun. Kyuhyun yang sadar akan kedatangan namja kecil itu hanya bisa mengusap wajahnya frustasi.
(/O)/
Di kelas…
Celotehan pak guru Shindong terdengar lamat-lamat di telinga Sungmin. Bagaimana tidak? Sekarang si pretty namja sadang terkantuk-kantuk. Sesekali matanya yang terpejam terbuka-tertutup. Hah… awal musim gugur memang membuat para siswa berasa ingin tidur.
Brukkk…
'Omo? Ya Tuhan! Aish, aku tidak percaya namja ini tertidur sepulas itu? ' dahi Kyuhyun mengernyit melihat Sungmin yang sudah tertidur dengan dahi menempel pada meja. 'Terserah dia saja, apa peduliku?'
.
Di alam mimpi…
Disebuah kamar bak di pilem-pilem(?) "xxx" terlihat seseorang namja imut yang hanya memakai kemaja putih transparan dan kebesaran sedang setengah terbaring.
"A..andwe~" desah Sungmin sambil menggigit bibir bawahnya. Mata foxy-nya mengerjap-ngerjap imut (?)
"Sungmin-ah~ chagiya~" sosok Kyuhyun yang topless tiba-tiba muncul sambil mengelus pipi chubby Sungmin perlahan. Brrrr~ rasanya geli~
"Kyu~ a..apa yang akan kau lakukan eoh? Kita belum menikah~ i..ini tidak boleh~" cicit Sungmin sambil mslu-malu menghadap ke arah lain.
"Tapi kan tidak ada yang tau chagiya~ cukup kita yang tau eoh~" bisikan halus di telinga membuat Sungmin berasa tidak punya tulang lagi. Badannya lemas. Inilah yang selama ini yang dia tunggu. 'Appa! Eomma! Maaf kan anakmu yang tidak bisamenahan gejolak jiwa muda!' jerit Sungmin dalam hati.
Rengkuhan cepat sungmin lingkarkan di leher Kyuhyun. Dengan berlahan Sungmin memonyongkan bibirnya. "Cha~ Chagiya kajja kita mengarungi surga dunia~" desahnya.
"Nde~ surga milik kita berdua selamanya~" berlawan dari lumatan pelan dan penuh hikmat tiba-tiba Sungmin merubah posisinya menjadi di atas tubuh Kyuhyun.
"Grrrr~ kau terlalu lama Kyu~" desah Sungmin sambil menunjukkan cakarnya bak harimau yang lapar.
"Makanlah aku Sungmin chagi~" desah Kyuhyun.
'Perang' dimulai. Baju-baju, celana, pakaian dalam pun berterbangan ke segala arah. Decitan ranjang menambah erotisnya 'perang' mereka.
.
Back to real…
Sungmin yang sedang mimpi sedang meliuk-liukkan badannya gelisah. Jangan lupakan desahannya yang cukup besar dan membuat beberapa siswa terdiam sambil melihat horror ke arah bangkunya.
"K..kyuh~" desahnya. Kyuhyun yang memang duduk di sebelahnya jangan ditanya lagi. Hanya melotot ngeri mendengar namanya menjadi objek mimpi tak senonoh Sungmin. "Te..terussss~ akhhh" dengan bibir yang mengerucut lancip seperti orang yang sedang berciuman desahan Sungmin tambah menjadi-jadi. Kyuhyun hanya bisa pucat dan malu ketika melihat guru mereka pak Shindong menuju bangkunya. Menatap horror pada namja di sebelahnya sebenarnya. Lee Sungmin, habislah kau…
Tatapan Shindong yang bertanya 'diam… jangan dibangunkan'
Dengan sedikit menunduk Pak guru Shin mendekatkan bibirnya ke telinga Sungmin. "Chagiya~" bisiknya pelan. "Ndehh~ jangan berhenti Kyuh~" balas Sungmin tidak sadar. Shindong hanya melotot ngeri. Sedangkan beberapa siswa terkikik geli.
Berdeham pelan Pak Shin berbisik lagi dan 'menyodok-nyodok' bibir Sungmin dengan penggaris panjang yang memang selalu dibawanya "Enak chagiya~"
"Umhhh~" kedua alis Sungmin bertaut "Kyuhhh~ bibirmu keras eoh~ tapi tak apa aku sukahh~" lirih Sungmin tambah memaju-majukan bibirnya. Merasa tidak sanggup melihat tingkah laku siswanya ini Pak Shin menggebrak meja Sungmin dengan penggarisnya tadi kuat-kuat.
BRAKKKKKK!
Kontan saja Sungmin langsung terperanjat. Matanya nyalang melihat sekeliling yang sedang ketawa geli. "O..omo apa itu?" tanya Sungmin kaget mengusap-usap telinganya yang berdenging.
Shindong yang memejamkan mata erat menahan geram di belakang Sungmin hanya mengeratkan pegangannya di penggaris panjangnya.
"LEE SUNGMIN! KELUAR DARI KELASKU! DAN LAKSANAKAN HUKUMAN DI DEPAN KELASSSSS!" teriak Shindong tepat di telinga kanan Sungmin.
Langsung saja gelak tawa membahana di kelas. Sungmin hanya melihat ke arah Kyuhyun yang sudah membuang mukanya meminta pertolongan.
(/O)/
Dengan wajah tertekuk dan menahan tangis Sungmin menundukkan wajahnya ketika beberapa siswa lewat di koridor depan kelasnya. "Aish, jinjja! Mana ada namja imut sepertiku ini di hukum begini eoh!" gerutunya tak terima. Posisinya yang sedang duduk bersimpuh dengan kedua tangan terangkat ke atas dan sebuah kalung kertas karton besar bertuliskan 'AKU TIDAK AKAN MIMPI BASAH DI KELAS LAGI' sudah membuat luluh lantak ego tingginya. 'Hiks.. eomma~' cicitnya dalam hati.
"Eh? Sungmin?" panggil seseorang. Sungmin pun mendelik tajam ke siapapun yang sedang memanggilnya itu. Pemuda ber-dimpledi depannya itu tersenyum ramah. "Kau dihukum?" tanya pemuda itu tak penting. Hei… apa kurang jelas melihat sedang ngapain Sungmin saat ini?
"Nde Siwon-ssi"
Siwon membaca sekilas tulisan di kertas karton di dada Sungmin. "Um… itu…" seperti tak bisa melanjutkan ucapannya Siwon hanya menunjuk-nunjuk canggung ke kertas itu. 'Masa Sungmin mimpi basah di kelas?' tanya Siwon dalam hati.
"Hahh… seperti yang kau baca. Aku bermimpi di dalam kelas!" ucap Sungmin dengan nada ketus.
"Umphh… mpphh…"
"Yakk! Kalau mau ketawa ketawa saja! Aishh… jinjja!" pelototan yang bermaksud untuk membuat Siwon takut malah membuat Siwon kontan ketawa dengan keras.
"Ahahaha… Sungmin Sungmin~ kau memang berbeda~" entah itu sebuah pujian atau hinaan Sungmin hanya berdecih jengkel.
"EEhumm… yak Sungmin-ssi. Sebentar lagi jam istirahat hentikan saja hukuman ini. Kau akan tambah malu kalau anak-anak melihatmu begini ketika jam istirahat nanti. Mau membolos denganku?" tawar Siwon.
"Eh? Benar juga… okeh, baiklah…" anggukan setuju. Sebodohlah Siwon akan membawanya ke mana yang jelas dia harus menghindari tatapan yang hina pada dirinya nanti ketika jam istirahat.
(/O)/
Plukkk… sebuah lemparan roti tepat mengenai jidat Sungmin. "Aish! Makanan tidak boleh di lempar!" gerutu Sungmin yang tengah duduk di kursi piano. Sedangkan Siwon yang baru datang habis membeli roti di kantin langsung duduk di lantai menyandarkan diri di dinding berwarna hijau itu.
"Hahhaha… Mianhae"
"Hahhh… aku rasa saat ini aku pasti sedang di cari oleh guru tambun itu" keluh Sungmin sambil membuka bungkusan roti.
"Shindong songsaengnim? Hahaha… dia sebenarnya guru yang baik. Aku suka belajar dengan dia." Bela Siwon sambil tersenyum ramah.
"Hummm… aish, tapi gara-gara guru itu juga aku jadi tidak bisa melanjutkan mimpi indahku bersama Kyuhyun! Mengganggu sekali!"
"Hahaha… kau benar-benar menyukai si namja dingin Cho eoh?"
"Tentu saja. Dia juga tunanganku"
"Jinjja? Wah~ aku tidak menyangka kalau Cho itu bisa punya tunangan juga. Hm, aku tidak berpikir kalau dia bisa membuka hati lagi setelah kejadian satu tahun yang lalu."
'Eh? Satu tahun yang lalu?' tanya Sungmin dalam hati.
"Ah… Mianhae. Tidak sepatutnya aku bercerita." Siwon hanya tersenyum canggung ketika melihat Sungmin yang sekarang sudah duduk tepat di depan dirinya. Entah kapan bocah itu beranjak dari kursinya tadi.
"Ayo ceritakan Siwon-ssi!"paksa Sungmin.
"Aishh, sebaiknya kau tanyakan saja langsung pada orangnya."
"Andwe~ kau sudah membuka topic dan tidak sepatutnya pula kau menghentikannya di tengah jalan seperti ini. Kata eomma itu tidak baik Siwon-ssi!" ucap Sungmin beralasan.
"Okeh, aku akan bercerita. Tapi ingat! Jangan sampai Kyuhyun tau kalau aku yang bercerita padamu eoh?"
"UMM! TENTU SAJA!" seru Sungmin sambil mengangguk mantap.
"Hahh… begini. Setahun yang lalu, Kyuhyun di kenal sebagai anak yang lumayan ramah walau terkadang dia memang senang menjahili anak-anak lain. Saat itu Kyuhyun masih berhubungan baik dengan Yesung…"
"Si Emo itu eoh?" potong Sungmin. Siwon hanya bisa memutar matanya jengah ketika Sungmin memotong ucapannya. "Ahh… Mianhae. Lanjutkan… lanjutkan…"
"Nde. Sebenarnya kami semua juga lumayan dekat dengan Kyuhyun. Sampai suatu ketika… ada murid baru. Namanya Kim Ryeowook dipanggil Wookie. Namja imut, pintar, baik hati, suarana bagus, pintar memasak juga…"
"Yak! Jangan memuji orang lain di depanku!" seru Sungmin tidak terima sambil mendelik tidak suka.
Tak menanggapi seruan tidak terima Sungmin, Siwon melanjutkan ceritanya "Ryeowook ternyata bisa memikat hati siapapun dengan sosoknya. Termasuklah Yesung dan Kyuhyun. Semenjak mereka tau kalau masing-masing dari mereka punya hati terhadap Wookie, persaingan antara Yesung dan Kyuhyun pun tak bisa dielakkan lagi." Siwon berhenti berbicara dan melihat reaksi Sungmin yang hanya menggigit kecil bibirnya.
"Hahh… hingga suatu hari, Ryeowook… dia…" Siwon merasa bibirnya kelu dan tidak bisa melanjutkan ceritanya. Sungmin yang penasaran makin mendekatkan wajahnya penasaran dengan kelanjutan cerita Siwon.
"Uhumm…" Siwon berdeham pelan sekali lagi.
"Dia mengalami suatu peristiwa. Dia diperkosa"
"Mwo?!"
"Ahh… sudahlah Sungmin-ssi. Aku tidak bisa melanjutkannya lagi. Sebaiknya aku permisi dulu ne?" pamit Siwon dan beranjak meninggalkan Sungmin yang masih membeku shock karena cerita Siwon.
(/O)/
"Yesung~" panggil Heechul bergelayut manja di lengan si namja Emo. "Aish, yak Heechul! Bisakah kau menjauh dariku eoh?!" sentakan kasar dan pelototan marah Yesung arahkan ke pemuda di sampingnya yang sejak tadi tidak mau lepas bergelayut dari Yesung.
Sepertinya Yesung dalam kondisi yang benar-benar buruk. Wajahnya dari tadi terlihat sangat menyeramkan. Bahkan anggota gank-nya tidak ada yang berani mendekat. kecuali Heechul yang memang sudah putus urat takutnya akan sosok Yesung.
"Yahh Heechullie~ sebaiknya kau jaga jarak dulu dari Yesung. sebelum terjadi sesuatu yang tidak-tidak padamu" peringat Eunhyuk yang duduk di atas matras lama. Yups, matras.
Markas besar gank Yesung berada di gudang penyimpanan perlengkapan olahraga. Gudang lama sih sebenarnya dan sudah tidak terpakai lagi. Tapi Viola, ruangan tak di pakai itu agak dirombak menjadi ruangan yang layak pakai. Ada meja dan kursi bahkan juga ada kasur (read:matras) sebagai tempat untuk beristirahat sejenak.
"Cih…" sedikit kesal tapi menyetujui ucapan Eunhyuk, Heechul pun menjauh dari Yesung yang sedang duduk di ambang jendela dan memilih duduk di sebelah Eunhyuk.
Dalam ruangan ini hanya ada Yesung, Heechul dan Eunhyuk. Anggota yang lain entah ke mana. Tidak tau…
Srakkk…
"Eh? Wonnie? Ke mana kau tadi? Izin keluar kelas untuk ke toilet tapi malah tidak kembali" tanya Heechul yang melihat Siwon masuk ke ruangan dengan senyuman memikat. "Oh… tadi aku sedang membantu kelinci yang tersesat. Hahaha… mana yang lain?" tanya Siwon duduk di kursi kayu di samping Yesung.
"Mollayo~" jawab Eunhyuk santai sambil memainkan hape-nya.
Siwon hanya manggut-manggut. Melihat rekan dan juga ketua gank-nya Yesung yang sedang melamun ia menyenggol pelan paha Yesung dengan siku-nya.
"Waeyo?" tanya Siwon ketika Yesung menatap ke arahnya.
"Hahhh…" bukannya menjawab Yesung hanya menghela nafas dan beranjak pergi keluar markas.
"Dia kenapa?" tanya Siwon lagi.
"Lagi datang bulan" jawab Heechul asal. Untung saja Yesung sudah keluar, kalau tidak? Ck…
(/O)/
Dengan berjalan berlahan Yesung melewati taman sekolah. pandangannya lurus tapi pikirannya entah melayang ke mana-mana. Ia teringat kembali pertengkarannya dengan Kyuhyun semalam.
'Apa benar aku yang merusak Wookie?'
FLASHBACK…
"Yesungie~ aku tadi masak banana cake. Kau ingin mencobanya?" tawar seorag pemuda mungil yang menjinjing sebuah kotak bekal berkain ungu. "Jinjja? Untuk aku?" tanya Yesung tidak yakin.
'Tadi dia memanggil aku dengan Yesungie? Omo…'
Bukannya kenapa, selama ini Ryeowook si anak baru tidak pernah menyapanya sedikitpun. Tapi tidak tau kenapa hari ini pemuda ini malah menyapanya, bahkan menawarkan banana cake? Sungguh sesuatu yah~
"Umm… te..terimakasih" yesung gugup ketika melihat senyuman seorang Ryeowook. Senyuman manis.
"Sama-sama. Oh ya dirimu lagi ngapain yesungie?" tanya Wookie sambil melihat sebuah buku yang dipegang Yesung. Yesung yang menyadari arah tatapan Wookie langsung menyembunyikan buku itu ke balik punggungnya. Dia malu…
"Eh? A..anu bukan apa-apa. Ha..hanya buku biasa"
"Jinjjayo? Hum… tapi sepertinya aku tau sampul buku begitu. Hihihi…"
"Eh? Sampul?" dengan bodohnya Yesung mengeluarkan buku yang ia sembunyikan di balik punggungnya tadi hanya untuk melihat sampul bukunya.
"Ahhh… ternyata benar~ novel percintaan eoh? Kau suka baca yang seperti itu?"
Blushh~
Seketika wajah yesung memerah karena malu. Dia namja emo dan hell kalau bacaanya malah novel percintaan romantis yang sering dibaca para yeoja. Tapi mau bagaimana lagi coba? Itu hobinya. Berasa tertangkap basah, Yesung hanya mengangguk malu.
"Aigoo… ternyata Yesungie punya sisi yang berbeda eoh? Selama ini aku berpikir dirimu menyeramkan. apalagi dengan eyeliner hitam itu." Keluh Wookie sambil mengerucutkan bibir pinkiss-nya.
"Eh? A..apa aku memang se..semenyeramkan itu?" kenapa tiba-tiba sekarang Yesung yang biasanya Emo malah jadi gagap mode on? O.o
"Humm~" anggukkan kecil. Sekrang Ryeowook benar-benar terlihat imut dengan kepolosannya. Jantung Yesung tiba-tiba berdetak kenang. 'O..omo, aku sakit jantung?!' pikirnya kalut.
"Oh ya, bagaimana kalau nanti kita pulang bersama? Eh… itu pun kalau kau bersedia…" cicit Ryeowook.
"Ye… tentu"
"Ahh… syukurlah. Aku tadi sempat berpikir kalau Yesungie tidak mau berteman denganku hehehe…"
'Mana mungkin aku tidak ingin berteman denganmu' senyum Yesung.
.
Kedekatan Yesung dan Ryeowook bahkan menjadi isu desas-desus para siswa. Ada yang mengatakan kalau mereka berpacaran bahkan ada yang menyebarkanisu kalau kedekatan itu karena paksaan Yesung terhadap Ryeowook yang lemah. Aish, isu dari para penggemar seorang Ryeowook.
Sampai suatu ketika Yesung mengenalkan Ryeowook dengan teman dekatnya dari SMP. Cho Kyuhyun.
FLASHBACK OFF
(/O)/
BRAKKKK…
Sebuah tedangan Yesung layangkan pada tong sampah yang memang sealu ada di depan tiap-tiap kelas hingga isinya berhamburan. "Aish!" teriaknya geram. Dia saat ini benar-benar dalam emosi yang tinggi.
Dengan kepalan tangan yang menguat ia memukul dinding koridor. "Ryeowook" desisnya.
Siswa lain yang turut menggunakan jalur koridor itu hanya bergidik ngeri dan buru-buru beranjak dari sana. Bukannya kenapa, hanya tindakan bodoh saja kalau umpamanya tetap berdiri di sekitar Yesung yang lagi mengamuk
Yups, bodoh… seperti seseorang~
"Yak! Siapa yang menyerakkan sampah di sini eoh? Tidak tau kah kalau hari ini aku yang piket!" teriak Sungmin sambil menendang-nendang sampah yang berantakan. Seorang pemuda berrambut blonde ikal sedang mencak-mencak tidak jelas.
"Aku yang menendang tong sampahnya…" ucap Yesung lirih tapi cukup bisa didengar oleh lawan bicaranya.
"NUGU!" bentak Sungmin. Tapi ketika membalikkan badan dan mengetahui siapa pelakunya. Dia malah menciut. "O..ohh~ Yesung-ssi~ A..annyeong~" dengan gerakan kikuk Sungmin menunduk memberi hormat. "Aish… tenang saja Ye..yesung-ssi. Sampah-sampah ini akan aku be..bersihkan lagi nanti" niatnya ingin beranjak pergi dan tidak mau berurusan dengan makhluk berkepala besar ini tapi malah…
"Yak! Omo! Turunkan aku! Turunkan! Jangan culik aku!" jerit Sungmin yang tiba-tiba sudah dipikul saja oleh Yesung. Para siswa yang tadi bersembunyi di kelas kontan melongokkan kepalanya melalui jendela. Mengintip. Kira-kira apa yang akan terjadi?
"Sebaiknya kau diam dan ikut sajalah"
(/O)/
Sungmin hanya terdiam menatap tidak percaya ke arah namja emo di depannya. Hei ini masih dalam jam sekolah, tapi namja ini malah membawanya ketampat karaoke O.o
Aish, kalau ketahuan dengan pihak sekolah bagaimana coba?
Yesung yang sedang ditatap hanya acuh sambil mengotak-atik pad di tangannya men-searching judul lagu mungkin? Molla…
Tapi yang jelas walaupun ia terlihat acuh saja dengan tatapan Sungmin sebenarnya ia sedang meruntuki dirinya sendiri kenapa bisa-bisanya ia menculik kelinci liar ini dan bahkan membawanya ke tempat karaoke? Aishhh… otak Yesung memang sedang tidak bisa memikir jernih saat ini. Apa tidak ada tempat yang lebih 'normal' ketika melakukan penculikan?
Merasa tidak menemukan apa yang ia cari dengan kesal Yesung membanting pad di tangannya.
"YAISHHH!" pekiknya kesal. Kontan saja yang tidak siap dengan pekikkan Yesung membuat Sungmin terloncat kaget sambil memegang dada dan melototkan matanya.
"Yak kelinci! Kau saja yang pilih lagunya!" perintah Yesung.
"La…lagu Ye..yesung-ssi?"
"IYA LAGU! KAU PIKIR APALAGI YANG ADA DI TEMPAT KARAOKE KALAU BUKAN LAGU!"
Sungguh jantung Sungmin berasa berdenyut dengan cepat. Takut? Tentu saja ia takut!
Gelagapan Sungmin mengambil Pad yang di lempar ke samping sofa yang ia duduki. Tangan yang bergetar hebat karena takut ia paksakan untuk memilih judul yang akan dinyanyikan. Gerakan tangan Sungmin yang kontras antara mencari lagu dengan gerak capat dan otaknya yang bergerak lambat dalam memilih judul lagu karena lebih focus memikirkan pada rasa takutnya malah membuat dia terlihat menyebalkan di mata Yesung.
"YAK SAMPAI KAPAN KAU AKAN MENCARI! CEPAT TENTUKAN PILIHAN!" teriak Yesung sambil melempar bantal kecil ke muka Sungmin.
BUKKK!
"Aww… hiks… hiks… N..nde" lemparan Yesung cukup keras dan itu terasa menyakitkan di wajah Sungmin. Tentu saja sang kelinci menangis. Sudah takut malah di siksa begini.
Sekali 'click' terdengar music mulai mengalun…
Ini lagu… 'Gwi…Gwiyomi?'
Yesung yang mengernyit akan pilihan lagu Sungmin hanya menghela nafas pasrah. Dia pun sebenarnya juga tidak tega untuk membentak namja di depannya. Dan saat ini yang sangat ia butuhkan adalah sebuah hiburan.
Sungmin yang merasa salah memilih lagu sebenarnya ingin menghentikan lagunya dan mencari lagu yang lain, tapi… "Yak! Cepat nyanyikan!" perintah Yesung dengan suara yang agak lebih lembut walau tampang seramnya masih ada. "Y…ye~" angguk Sungmin meraih microphone di atas meja sambil menatap serius teks yang berjalan di layar tipi yang memang ada tiap ruangan karaoke.
"…Sa..Saekki songarak geolgo kkok yaksokhaejwoyo~ Jeoldae na honja naebeoryeo duji... ankiro." Sungmin berusaha sangat serius melihat teks, bernyanyi dan menyamakannya dengan irama yang ia dengar.
"Yak Sungmin-ssi~ lagu Gwiyomi kalau dinyanyikan seharusnya dengan gerakannya juga! Jangan kaku begitu…" ucap Yesung berdecih. 'Apa anak ini tidak pernah bernyanyi?'
Sungmin mengangguk takut. Berlahan ia berdiri dan menggerak-gerakkan pinggulnya kaku.
"Ildeo hagi ileun gwiyomi, ideo hagi ineun gwiyomi…
Samdeo hagi sameun gwiyomi, gwigwi gwiyomi gwigwi gwiyomi…
Sadeo hagi sado gwiyomi, odeo hagi odo gwiyomi…
Yukdeo hagi yugeun jjokjjokjjokjjokjjokjjok gwiyomi nan gwiyomi…" gerakan super kaku yang menggerak-gerakkan pinggul dan tangannya sempat membuat Yesung ingin ketawa, tapi ia urungkan karena takut anak ini akan menangis lagi nantinya. Jadi lebih baik ia diam saja.
"Hannun paljima nuga mworaedo naekkeo (naekkeo)
Dareun yeojarang maldo seokkjima nan nikkeo (nan nikkeo)
Saekki songarak geolgo kkok yaksokhae jwoyo..." merasa cukup terbiasa makin lama Sungmin bisa bergerak dengan luwes. Sesekali ia menambahkan beberapa gerakan yang bermaksud untuk menunjukkan sisi imutnya. 'Anak ini lucu juga…' lirih Yesung dalam hati.
Sepertinya suasana cukup mencair dan Sungmin sudah tidak takut seperti awal-awal. Sesekali Yesung menyarankan Sungmin lagu dan menyuruh pemda pecinta pink itu untuk memperagakan dance-nya sekalian.
Lagu A-pink No No No mengalun. Dengan senyuman lebar ia menyanyikannya dengan lancar, bahkan ia bisa menirukan gerakan tarian girlband tersebut dengan benar. Yups! Sebenarnya inilah keahlian seorang Sungmin. Hahaha… sebenarnya juga Sungmin punya blog pribadi yang meng-share cover-an dance dan nyanyiannya.
Lagu habis Sungmin mengalihnya ke next song dengan serius tanpa sungkan lagi dengan Yesung. Yesung yang tersenyum hanya membiarkannya saja. Musik berdentum di dalam ruangan tiga kali tiga meter ini. Sungmin cepat-cepat berdiri di ruang yang lebih luas dan langsung memasang mimic serius bak artis sebenarnya. Lagu Girl's Day-Something ia nyanyikan dengan penuh hayatan bahkan gerakan yang terkesan 'erotis' ia lakukan tanpa malu-malu. Yesung tidak bisa menahan gelak tawanya melihat kelakuan Sungmin. Tanpa di sadarinya Yesung sudah memberikan tepuk tangan membahana atas penampilan Sungmin dan agar Sungmin lebih semangat lagi menarinya. Sungmin yang awalnya kaget menerima applause dari si emo hanya tercengang sebantar lalu tersenyum menggoda. Sepertinya ia berhasil membuat Yesung ketawa. Ada rasa bangga sebenarnya di hati Sungmin.
Hampir tiga jam-an mereka bernyanyi. Bahkan Yesung juga tidak malu untuk ikut menyanyi bersama Sungmin. Mulai dari lagu Super Junior Sorry-sorry sampai lagu duet artis namja-yeojapun mereka nyanyikan. Untuk menari? Cih, bukan hanya Sungmin saja kok yang menari. Tuh, yesung juga ikut menari dengan seriusnya…
Lagu Troublemaker pun menjadi andalan duet mereka. Sungmin yang mengisi suara Hyuna memerankan partnya dengan sangat baik. Yesung juga tak ingin kalah dari teman duetnya untuk tampil heboh. Gelak tawa ketika mereka selesai bernyanyi Troublemaker. Tidak ada lagi kesan canggung satu sama lain. Sekarang mereka nampak akrab layaknya sahabat lama.
"Eh? Sudah jam setengah empat" ungkap Yesung sambil melihat jam tangannya dan meletakkan kembali microphone di atas meja. "Kau tidak ingin pulang?" tanyanya sambil melirik Sungmin yang sedang menyeruput ice cappuccino yang sudah tidak dingin lagi.
"Jinjja? Aigoo… tidak sadar yah?" pelotot Sungmin tak percaya dan benar saja jam pink hello kitty-nya sudah menunjukkan jam setengah empat.
"Hm…"
Sungmin mengajak Yesung segera pulang, yah walaupun perutnya agak keroncongan. Seharian ini dia hanya makan roti sebungkus yang diberikan oleh Siwon di ruang music siang tadi. "Ahh~ Aku lapar." Keluh Sungmin tidak sadar kalau Yesung memperhatikannya.
"Kajja kita makan dulu. Ternyata kita dari siang tadi tidak makan." Ajak Yesung keluar dari tempat karaoke. Sekalinya keluar benar saja langit yang siang tadinya cerah, sekarang sudah menjingga siap menyambut petang(?)
'Apa Yesung mengajak aku makan?' Sungmin tidak percaya.
"Kau yang bayarkan?" tanya Sungmin spontan.
Langkah Yesung terhenti dan berbelok menghadap ke arah Sungmin yang berjalan tepat di belakangnya. Pandangannya menyipit. "Hah… anggap saja itu untuk upahmu yang sudah mau menemaniku karaoke" jelas Yesung. Mata Sungmin yang bulat dan terlihat binar-binar di sana tersenyum riang.
"Yeah! Gomawo Yesung-ssi. Kajja… sepertinya restorant di depan enak"
(/O)/
"Ssshh… Yesung-ssi? Apa kau tidak memperhatikan kalau sejak tadi kita ditatap oleh costumers lainnya?" bisik Sungmin melirik sekitarnya yang memang ikut berbisik-bisik.
"Jangan digubris. Lanjut saja makannya"
"Nde… aigoo~ makanan ini enakkkk~" rasa lumeran krim dan banana cake memang paling yahud. Lihat saja tingkah Sungmin yang memutar-mutar badannya seperti menunjukkan betapa nikmatnya cake yang sudah tersisa seperempatnya lagi di depan mereka ini. Yesung tersenyum tipis, tapi tiba-tiba…
"OMO!" teriak Yesung kaget. Sendok kecil yang ia gunakan untuk makan cake terjatuh ke lantai. Yesung melotot ke arah sampingnya. Tepatnya ke arah etelase kaca. Kebenaran mereka memilih tempat duduk memang di samping jendela ini. Sungmin yang juga sedang menyeruput Latte dingin segera menyemburkan minumannya ketika melihat apa yang membuat Yesung kaget.
BRUSSSSSHHHHH!
Di bagian luar kaca terlihat seorang pemuda sedang menatap mereka horror. Wajahnya yang menempel erat pada permukaan kaca dengan hidung dan pipi yang tertarik karena tekanan (*bayangin hidung babi) mendengus kesal ke arah mereka. Uap nafasnya mengembun di kaca.
"He..Heechul?" suara Yesung tercekat, bahkan bisa dipastikan semburan Sungmin yang 99% tepat mengenai dirinya tak dihirukannya lagi.
Sungmin melotot tidak percaya apa yang dilihatnya. Ceceran air yang sempat tersembur dari mulutnya masih menetes keluar dan jatuh di atas meja.
Heechul mengeraskan rahangnya dan masuk ke dalam restorant. Yesung dan Sungmin hanya bergidik ngeri akan sesuatu yang bakal terjadi beberapa saat lagi.
BRAKKKK!
Sebuah gebrakan meja membuat beberapa pelanggan yang lain juga terlunjak dari kursi mereka. Ada beberapa juga yang menatap intens untuk melihat sesuatu yang akan jarang sekali kalian temukan di hari biasa (?)
"Yak! Apa ini?! Kau mencoba mendekati Yesung-oppa weh?!" jemari Heechul yang panjang menunjuk-nunjuk tepat di hidung Sungmin.
Sungmin yang tidak terima dan jadi bahan tontonan juga melotot marah. "What? Siapa yang mendekati?! Aku sudah punya tunangan. Kau pasti juga ingat itu kan?"
"Cih… yak, kau memang punya tunangan tapi tunanganmu tidak menyukai dirimu dan sekarang kau malah kegenitan mendekati namja orang lain eoh?" cerca Heechul dengan suara besar. Yesung yang merupakan orang inti dari pembicaraan hanya bisa menunduk dan menutupi mukanya. 'memalukan…'
"Mwo! Yak! Kyuhyun SANGAT menyukai aku!"
"Jinjja? Tapi aku tidak melihat itu. Kau itu PARASIT!"
"KAU IBU TIRI"
"KURCACI PENDEK! DAN ASAL KAU TAU MANA ADA ORANG YANG MENYUKAI DIRIMU YANG PENDEK INI"
"AA…ARGHHHHHHH! AKU BENCI KAU HEECHUL!" teriak Sungmin menangis. Airmatanya sudah turun mengalir dan beranjak ia pergi keluar dari restaurant. Yahhh… sungmin memang paling tidak diterima kalau dibilang pendek.
"Ck, kau memang keterlaluan Heechul. Asal kau tau, tinggiku dan Sungmin kurang lebih sama. Kau bilang dia pendek, berarti kau juga menghinaku pendek." Ucap Yesung dingin dan juga ikut berlalu dari hadapan Heechul yang merutuki kesalahan mulutnya itu. 'Aishh…'
TBC
(/O)/
Udah ah, itu aja dulu… hahaahaha… ge kagak mood tuk ngetik humor weh. :p
Ya udah, yang baik hati lagi rupawan review donk~ #toel2 pake kemoceng
:* Chu~
